Anda di halaman 1dari 17

D

I
S
U
S
U
N
KELOMPOK 1
LD.MILKAM(Ketua)
LD.MUH FIRMAN(Anggota)
LD.ARDIAN(Anggota)
MUAMAL(Anggota)
SAANTO(Anggota)
HUZAIFAH(Anggota)
KURNIA ADI(Anggota)
RAFLI MARSULI(Anggota)

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
perlindungan-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah Hubungan Internasional.
Makalah ini kami buat untuk memberi tuntutan dan arahan untuk membuat karya tulis
dengan baik. Teks dalam makalah ini dijadikan sarana pembelajaran adalah teks yang otentik
yaitu bahan-bahan yang bersumber dari buku, dan internet.
Seecara khusus ucapan terima kasih kepada guru bidang study kewarganegaraan selaku
guru pembimbing dalam menyusun makalah ini , dan sebagai guru pepmberi tugas akhir
semester yang mau mengkritik, mencermati dan menelah isi makalah ini sehingga tersusun
dengan baik.
Kami menyadari bahwa makalah ini tidak luput dari kekurangan, untuk itu saran dan
kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi peyempurnaan makalah ini.

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................
Daftar Isi .........................................................................................................
Motto ................................................................................................................

i
ii
iii

BAB I PENDAHULUAN
A Latar Belakang ..............................................................................................
B. Tujuan .............................................................................................................
C. Metode Penulisan ...........................................................................................

1
1

BAB II PEMBAHASAN
A. A Pengertian Hubungan Internasional ............................................................
B. Wujud, Sifat dan Pola Hubungan Internasional ...........................................
1. Wujud Hubungan Internasional .................................................
2. Sifat Hubungan Internasional .....................................................
3. Pola Hubungan Internasional .....................................................
C. Arti Penting &Sarana-sarana Hubungan Internasional bagi Suatu Negara
1. Arti Penting Hubungan Internasional bagi Suatu Negara .........
2. Sarana-sarana Hubungan Internasional bagi Suatu Negara .....
D. Fungsi Perwakilan Diplomatik ......................................................................
1. Perwakilan Negara Di Luar Negeri ..........................................
2. Perbedaan Perwakilan Diplomatik & Perwakilan Konsuler ...
E. Perjanjian Internasional
1. Pengertian Perjanjian Internasional ........................................
2. Macam-macam Perjanjian Internasional .................................
3. Tahap-tahap Pembuatan Perjanjian Internasional ..................
4. Manfaat Kerja Sama & Perjanjian Internasional ......................

2
3
3
3
3
4
4
5
8
8
10
12
12
13

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan .....................................................................................................
B. Saran ..............................................................................................................

15
15

Daftar Pustaka ...................................................................................................

16

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Negara Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat,setelah memperoleh
pengakuan baik de facto maupun de jure berhak untuk menentukan nasibnya sendiri termasuk
dalam hal kebijakan-kebijakan luar negerinya. Sebagai sebuah negara, bangsa Indonesia
menyadari bahwa kita tidak mungkin sanggup untuk memenuhi semua kebutuhan tanpa
bantuan dari bangsa atau negara lain. Oleh sebab itu,untuk memenuhi kebutuhan baik yang
menyangkut bidang politik,ekonomi, maupun sosial budaya diperlukan kerja sama dalam
bentukhubungan internasional. Kerjasama dengan bangsa lain mutlak diperlukan dalam
rangka pemenuhan kebutuhan warganya danpencapaian kepentingan nasional.Hubungan
antar bangsa atau negara harus dilandasi oleh prinsippersamaan derajat. Negara Indonesia
dalam mengadakan hubungan internasional, menerapkan politik luar negeri bebas dan aktif
yangdiabdikan bagi kepentingan nasional. Hal ini terutama ditujukan untuk kepentingan
pembangunan di segala bidang serta ikut melaksanakanketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Dalam rangka peningkatan kualitas
kerja sama internasional, bangsa Indonesia harus mampu meningkatkan kualitas dan kinerja
aparatur luar negeri agar mampu melakukan diplomasi pro-aktif dalam segala bidang untuk
membangun citra positif Indonesia di dunia internasional. Oleh sebab itu peran para diplomat
Indonesia di luar negeri agar benar-benar mampu memberi informasi yang seluas-luasnya
untuk masyarakat dunia tentang negara Indonesia yang sesungguhnya. Peran media massa
tentang citra kurang baik negara Indonesia di luar negeri, secara perlahan-lahan harus
dicounter dengan pemberitaan yang seimbang.Selain itu, para diplomat juga harus mampu
memberikan perlindungandan pembelaan terhadap warga negara dan kepentingan Indonesia,
sertamemanfaatkan setiap peluang positif bagi kepentingan nasional.Untuk kepentingan
hubungan dan kerja sama internasional yang lebihluas baik dari aspek politis maupun legal
formal, negara Indonesia telahmenjadi anggota PBB yang ke 60 pada tanggal 28 September
1950. Demikian juga dengan negara-negara lain, negara Indonesia telahmenempatkan
perwakilan diplomatik atau konsulernya di negara lain.
B. Tujuan
Sebagai tugas akhir semester II dan untuk memperluas wawasan tentang Hubungan
Inernasional dan Organisasi Internasional.
C. Metode penulisan
Dalam makalah ini , penulis menggunakan metode kepustakaan. Dimana penulis
menggunakan berbagai sumber untuk menyelesaikan makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN HUBUNGAN INTERNASIONAL
Menurut RENSTRA (Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri
Indonesia) adalah hubungan antar bangsa dalam segenap aspeknya yang dilakukan suatu Negara
yang meliputi aspek politik, ekonomi, social budaya dan hankam dalam rangka mencapai tujuan
nasional bangsa itu.
Hubungan Internasional merupakan kegiatan interaksi manusia antar bangsa baik secara
individual maupun kelompok, ahli hukum mengatakan bahwa hubungan internasional adalah
hubungan antara bangsa.
Selain itu ada pula pendapat dari para ahli adalah sebagai berikut :
1. J.C. Johari
Hubungan internasional merupakan sebuah studi tentang interaksi yang berlansung diantara
negara-negara berdaulat disamping itu juga studi tentang pelaku-pelaku non negara (non states
actors) yang prilakunya memiliki dampak terhadap tugas-tugas Negara.
2. Couloumbis dan Wolfe
Hubungan internasional adalah studi yang sistematis mengenai fenomena-fenomena yang bisa
diamati dan mencoba menemukan variabel-variabel dasar untuk menjelaskan prilaku serta
mengungkapkan karakteristik-Karakteristik atau tipe-tipe hubungan antar unit-unit social.
3.

Mochtar Masoed
Hubungan internasional merupakan hubungan yang sangat kompleksitas karena didalamnya
terdapat atau terlibat bangsa-bangsa yang masing-masing berdaulat sehingga memerlukan
mekanisme yang lebih rumit dari pada hubungan antar kelompok.

4. Tulus Warsito
Hubungan internasional adalah studi tentang interaksi dari politik luar negeri dari beberapa
negara.
5. Drs.R.Soeprapto
Hubungan internasional adalah sebagai spesialisasi yang mengintegritaskan cabang-cabang
pengetahuan lain yang mempelajari segi-segi internasional kehidupan sosial umat manusia.
6.

Anonymous
Hubungan internasional adalah studi hubungan tentang unit-unit sebagai bentuk inter-relasi
bagian-bagian biasanya mengacu pada sistem intern negara-negara. Dalam hal ini diakui adanya
adanya peranan-peranan aktor-aktor non states seperti PBB, MNC, kelompok teroris namun
tidaklah sepenting state atau negara.

7. Para Tradisionalis
Hubungan internasional serupa dengan diplomasi dan strategi serta kerjasama dan konflik atau
secara lebih sederhana hubungan internasional merupakan studi tentang perang dan damai.
8. Drs.R Soeprapto
Hubungan internasional studi yang orientasinya bersifat efektif (orientasi pasca perilaku ) yang
sering mengkombinasikan unsur-unsur pendekatan ilmiah dengan tujuan yang jelasnilainya
seperti mensubtitusikan perang dengan metode-metode perdamaian untuk menyelesaikan
pertikaian, pengendalian penduduk, perlindungan terhadap lingkungan, pemberantasan penyakit,
kemelaratan manusia.
9. Trygive Mathisen
Hubungan internasional merupakan semua aspek internasional dari kehidupan sosial umat
manusia, dalam arti semua tingkah laku manusia yang terjadi atau berasal dari suatu negara dapat
mempengaruhi tingkah laku manusia di negara lain.
10. Kenneth W.Thompson
Hubungan internasional adalah studi tentang rivalitas amtar bangsa beserta kondisi-kondisi dan
institusi-institusi yang memperbaiki atau memperburuk rivalitas tersebut.
B. WUJUD, SIFAT DAN POLA HUBUNGAN INTERNASIONAL
1. Wujud Hubungan Internasional adalah sebagai berikut :
a. Individual ( turis mahasiswa pedagang yang mengadakan kontak-kontak pribadi sehingga timbul
kepentingan timbal balik di antara mereka ).
b. Antar kelompok (Lembaga social dan keagamaan dan perdagangan yang melakukan kontak
secara insidental, periodik atau permanen).
c. Hubungan antar Negara ( negara yang satu dengan negara lainmengadakan kerjasama dalam
bidang ekonomi, kebudayaan, tekhnologi, dll ).
2. Sifat Hubungan Inernasional adalah sebagai berikut :
a.
b.
c.
d.

Persahabatan
Persengketaan
Permusuhan
Peperangan

3. Pola Hubungan Internasional adalah sebagai berikut :


a.

b.

Penjajahan: bangsa yang satu menghisap bangsa lain yang disebabkan oleh perkembangan
kapitalisme. Kapitalisme membutuhkan bahan mentah bagi industri dalam negeri, oleh karena
bahan mentah itu banyak diluar negeri maka timbul kehendak untuk menguasai wilayah bangsa
lain untuk menghisap kekayaan bangsa lain itu.
Saling ketergantungan : hubungan ini terjadi antara negara-negara yang belum berkembang
(negara-negara dunia ke tiga ) dengan negara maju. Negara baru merdeka atau negara

berkembang ingin meningkatkan kesejahteraan rakyatnya mereka melakukan hubungan ekonomi


, mengembangkan industri dan bersaing dengan negara maju di pasar global. Namun mereka
tidak memiliki modal dan tekhnologi, maka negara tadi bergantung kepada modal dan tekhnologi
negara maju. Pola hubungan ini dekat dengan neo- kolonoalisme, yaitu usaha menguasai negara
lain atas bidang ekonomi, kebudayaan, idiologi atau kemiliteran negara atau kawasan tertentu
tapi dengan cara mengindahkan proforma kemerdekaan politis.
c. Sama derajat anatar bangsa : hubungan ini dilakukan dalam rangka kerjasama dalam rangka
untuk mewujutkan kesejahteraan mereka. Pola hubungan ini sulit dilakukan terutama oleh
negara-negara atau bangsa-bangsa yang serba ketinggalan dalam kualitas sumber dayanya,
terutama sumber daya manusianya.
Terkait dengan hubungan sama derajat sila kedua Pancasila mengajarkan bahwa
hubungan antar negara atau antar bangsa harus bertolak pada kodrat manusia. Dalam Pancasila
kodrat manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan YME yang merdeka dan sama derajatnya. Oleh
karena itu hubungan antar bangsa harus diwarnai dengan penghormatan atas kodrat manusia
sebagai makhluk yang sederajat, tapa memandang idiologi, bentuk negara dan sistem
pemerintahan dari negara lain itu.
Oleh karena itu nasionalisme bangsa indonesia tidak jatuh kepaham Chauvinisme dan
kosmopolitisme. Chauvinisme adalah paham yang mengagung-agungkan bangsa sendiri dengan
memandang renfah bangsa lain. Kosmopolitisme adalah pandangan yang melihat kosmos
(seluruh Dunia ) sebagai polis (negeri sendiri ) sehingga cenderung melupakan nasionalisme
yang sehat dan mengabaikan tugas terhadap bangsanya sendiri.
Itulah sebabnya bangsa indonesia memilih politik luar negeri Bebas Aktif. Bebas berarti :
1. Banga Indonesia bebas bergaul denagn bangsa manapun.
2. Dalam pergaulan itu bangsa indonesia tidak Intervensi atau tidak mencampuri urusan dalam
negeri negara lain.
3. Dalam pergaulan itu terjadi saling memberi dan menerima bantuan dan pertolongan yang tidak
mengikat.
Aktif berarti :
1. Bangsa Indonesia aktif bekerjasama dengan bangsa lain untuk perdamaian dunia
2. Bangsa indonesia aktif membela bangsa yang terancam keberadaan dan kedaulatannya atas
dasar persamaan derajat tidak termasuk intervensi.
Dalam pelaksanaan kerjasama dan hubungan Internasional Presiden sebagai kepala
negara dibantu oleh Menteri dan Departemen Luar Negeri serta dibantu oleh para Duta dan
Konsul yang diangkat oleh Presiden dan dibantu oleh Duta dan Konsul Negara lain yang
diterimanya. Pengankatan Duta dan Konsul serta penerimaan Duta dan Konsulk negara lain
telah diatur dalam pasal 13 UUD 1945, yang berbunyi :
Ayat 1 Presiden mengangkat duta dan konsul
Ayat 2 Dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan DPR
Ayat 3 Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan
DPR.

C. ARTI PENTING DAN SARANA-SARANA HUBUNGAN INTERNASIONAL BAGI SUATU


NEGARA
1. Arti Penting Hubungan Internasional bagi suatu negara
Suatu negara dapat mengadakan kerja sama antar negara atauhubungan internasional,
mana kala telah diakui kemerdekeaan dankedaulatannya baik secara de facto maupun de jure
oleh negara lain.Hubungan antar negara merupakan salah satu hubungan kerjasamamutlak
diperlukan, karena tidak ada satu negarapun di dunia yang tidakbergantung kepada negara
lain.Ketergantungan inilah yang menuntut diperlukannya hubungan antarnegara. Dalam
Pelaksanaan hubungan antar negara perlu dilandasidengan prinsip persamaan derajat dan
didasarkan pada kemauan bebasdalam melaksanakan hubungan tersebut. Arti penting
hubunganinternasional bagi suatu negara antara lain karena faktor-faktor sebagaiberikut :

Faktor internal :
Yaitu adanya kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya baikmelalui kudeta
maupun intervensi dari negara lain.
Faktor eksternal :
a.
.Yaitu ketentuan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwasuatu negara tidak
dapat berdiri sendiri, tanpa bantuan dan kerjasama dengan negara lain. Ketergantungan
tersebut, terutamadalam upaya memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik,hukum, sosial
budaya, pertahanan dan keamanan.
b.
.Untuk membangun komunikasi lintas bangsa dan negara gunamewujudkan kerja sama
yang produktif dalam memenuhi berbagaikebutuhan yang menyangkut kepentingan nasional
negara masing-masing.
c.
.Mewujudkan tatanan dunia baru yang dapat memberikanmanfaat bagi kesejahteraan
dan perdamaian yang abadi bagiwarga masyarakat dunia.
Hubungan kerjasama antar negara (internasional) di dunia diperlukanguna memenuhi
kebutuhan hidup dan eksistensi keberadaan suatunegara dalam tata pergaulan internasional, di
samping demi terciptanyaperdamaian dan kesejahteraan hidup yang merupakan dambaan
setiapmanusia dan negara di dunia. Setiap negara sudah barang tentu memilikikelebihan,
kekurangan dan kepentingan yang berbeda. Hal-hal inilahyang mendorong dilakukannya
hubungan dan kerjasama internasional.Kerjasama antar bangsa di dunia didasari atas sikap
salingmenghormati dan saling menguntungkan. Kerjasama internasional antaralain bertujuan
untuk : Memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara.
Menciptakan saling pengertian antar bangsa dalam membina dan menegakkan
perdamaian dunia. Menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya.

2. Sarana-sarana Hubungan Internasional bagi Suatu Negara


Suatu hubungan antar bangsa dan negara (internasional) akan dapat berlangsung dengan baik,
manakala terdapat pedoman-pedoman yang dijadikan sebagai landasan berpijak. Pedomanpedoman internasional, harus dipatuhi oleh pihak-pihak yang mengadakan hubungan baik tertulis
maupun yang tidak tertulis. Beberapa sarana penting dalam membangun hubungan internasional
adalah sebagai berikut :
1). Asas-asas hubungan internasional
Menurut Hugo de Groot, bahwa dalam hubungan internasional asas persamaan derajat
merupakan dasar yang menjadi kemauan bebas dan persetujuan dari beberapa atau semua negara.
Tujuannya adalah untuk kepentingan bersama dari mereka yang menyatukan diri di dalamnya.
Dalam hubungan internasional, dikenal beberapa asas yang didasarkan pada daerah dan ruang
lingkup berlakunya ketentuan hukum bagi daerah dan warga negara masing-masing.
Ada 3 (tiga) asas dalam hubungan internasional yang antara satu dengan lainnyan saling
mempengaruhi :

Asas teritorial
Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara atas daerahnya. Menurut asas ini, negara
melaksanakan hukum bagi semua orang dan semua barang yang ada di wilayahnya. Jadi,
terhadap semua barang atau orang yang berada di luar wilayah tersebut, berlaku hukum asing
(internasional) sepenuhnya.
Asas kebangsaan
Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya. Menurut asas ini,
setiap warga negara di manapun ia berada, tetap menapat perlakuan hukum dari negaranya. Asas
ini mempunyai kekuatan exteritorial. Artinya hukum dari negara tersebut tetap berlaku juga bagi
warga negaranya, walaupun berada di negara asing.
Asas kepentingan umum
Asas ini didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan mengatur kepentingan
dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini, negara dapat menyesuaikan diri dengan semua
keadaan dan peristiwa yang bersangkut paut dengan kepentingan umum. Jadi, hukum tidak
terikat pada batas-batas wilayah suatu negara.
Apabila ketiga asas ini tidak diperhatikan, akan timbul kekacauan hukum dalam
hubungan antar bangsa (internasional). Oleh sebab itu, antara satu negara dengan negara lain
perlua ada hubungan yang teratur dan tertib dalam bentuk hukum internasional. Walaupun
demikian, kerapkali masih terdapat masalah dan pertikaian-pertikaian yang perlu dipecahkan.
Misalnya persoalan dwi-kewarganegaraan, batas-batas negara, wajib militer dan wajib pajak.

2). Faktor-faktor penentu dalam hubungan internasional


Beberapa faktor yang ikut menentukan dalam proses hubungan internasional, baik secara
bilateral maupun multilateral adalah sebagai berikut, 1) kekuatan nasional (national power), 2)
jumlah penduduk, 3) sumber daya, dan 4) letak geografis. Berdasarkan faktor-faktor tersebut
maka dapat difahami bagaimana suatu negara dalam mengadakan hubungan internasional.
Pertama : jika suatu negara telah memiliki 4 (empat) faktor kekuatan tersebut dengan baik,
mereka relatif lebih longgar untuk tidak mengadakan hubungan internasional.
Kedua : namun jika suatu negara yang memiliki 4 (empat) faktor kekuatan tersebut lemah,
mereka harus mengadakan hubungan internasional.
Dewasa ini, dengan semakin majunya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
yang cepat, hampir semua negara berkembang maupun negara maju telah mengadakan hubungan
kerja sama dengan negara lain (hubungan internasional). Ketiga kelompok negara tersebut di atas
(a, b, dan c) saling membutuhkan, maka terjadilah interaksi (hubungan) internasional. Mengingat
yang melatar belakangi terjadinya hubungan internasional antar negara itu berbeda-beda satu
dengan yang lainnya, maka terjadilah pengelompokan bentuk hubungan internasional yang
sekarang ini.
Adapun titik berat dalam hubungan internasional, ada yang menekankan pada : bidang
pertahanan dan keamanan (hankam), bidang ekonomi, sosial budaya dan bahkan ada negara yang
hanya menekankan di bidang idiologi saja. Bagi bangsa indonesia hubungan kerjasama antar
negara merupakan jalinan antar negara yang mengacu pada beberapa landasan hukum, yaitu :
1.

Pembukaan uud 1945 alenia iv yang berbunyi ikut melaksanakan ketertiban dunia yang

berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.


2.

Pasal 1 piagam perserikatan bangsa-bangsa (PBB) yang menyatakan ketentuan-

ketentuan tentang hal-hal berikut :


a)

PBB menciptakan perdamaian dan keamanan internasional serta berusaha mencegah

timbulnya bahaya yang mengancam perdamaian dan keamanan.


b)

PBB mengembangkan persahabatan antar bangsa atas dasar persamaan dan hak

menentukan nasib sendiri dalam rangka perdamaian dunia.


c)

PBB mengembangkan kerjasama internasional dalam rangka memecahkan persoalan-

persoalan ekonomi, sosial budaya, kemanusiaan, serta menghormati hak-hak asasi manusia tanpa
membeda-bedakan suku, jenis kelamin, bahasa dan agama.
d)

PBB menjadi pusat penyelesaian-penyelesaian masalah internasional.

3.

Perjanjian internasional (traktat = treaty) adalah suatu persetujuan (agreement) yang

dinyatakan secara formal antar dua negara atau lebih mengenai penetapan serta ketentuan tentang

hak dan kewajiban masing-masing pihak. Kemudian, pihak-pihak tersebut terikat oleh
kesepakatan, baik masa damai maupun pada masa perang. Pada umumnya, traktat ditaati oleh
pihak-pihak yang berkepentingan karena adanya asas pacta sun servanda (persetujuan antar
negara harus dihormati).
4.

Secara khusus terdapat dalam deklarasi hukum laut internasional. Indonesia sejak 13

desember 1957 memperjuangkan deklarasi juanda yang di dalamnya menyatakan negara


kesatuan republik indonesia dibatasi oleh garis lurus dengan jarak 12 mil dari garis pangkal
lurus yang ditarik dari titik terluar pulau-pulau terluar sebagai laut teritorial. Deklarasi ini diakui
pbb pada tanggal 10 desember 1982 dan disahkan oleh pemerintah indonesia dengan undangundang no. 17 tahun 1985 tentang hukum laut.
D. FUNGSI PERWAKILAN DIPLOMATIK
1) Perwakilan Negara Di Luar Negeri
a. Perwakilan Diplomatik : adalah lembaga kenegaraan di luar negeri yang bertugas dalam
membina hubungan politik dengan negara lain. Tugas ini dilakukan oleh perangkat diplomatik
yang meliputi duta besar, duta, kuasa usaha dan atase-atase.
Dalam praktik internasional ada dua jenis perwakilan diplomatik :
1. Kedutaan Besar, yang ditugaskan tetap pada suatu negara tertentu untuk saling memberikan
hubungan rutin antar negara tersebut.
2. Perutusan Tetap, yang ditempatkan pada suatu organisasi internasional (PBB).
b.Tingkatan dan Kepangkatan Perwakilan Diplomatik :
Tingkatan dan kepangkatan perwakilan diplomatik menurut menurut Kongres di Aachen
tahun 1918 sbb :
1. Duta Besar ( Ambassador) adalah tingkatan tertinggi dalam perwakilan diplomatik. Duta
Besar memiliki kekuasaan penuh dan luar biasa dan ditempatkan pada negara yang punya
hubungan erat dan banyak hubungan timbal balik. Dalam beberapa hal seorang duta besar dapat
memutuskan sesuatu yang menyangkut negaranya tanpa berkonsultasi dengan kepala negaranya
terlebih dahulu.
2. Duta (Gerzant) adalah setingkat lebih rendah dari duta besar, biasanya ditempatkan pada
negara yang tidak banyak hubungan timbal balik dan derajat kereratan hubungan lebih rendah
dari pada negara yang mengirim duta besar. Segala persoalan. Segala persoalan yang
menyangkut ke dua negara, seorang duta harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan
pemerintah negaranya.
3. Menteri Presiden (Minister President) adalah mereka yang tidak dianggab sebagai wakil
kepala negara, tetapi hanya ditempatkan untuk mengurus urusan-urusan negaranya.
4. Kuasa Usaha (Charge Daffair), kuasa usaha tidak diperbantukan kepada kepala negara,
tetapi kepada menteri luar negeri negara penerima. Berhubungan dengan kepala negara negara
penerima melalui menteri luar negeri negara penerima.

5. Atase-atase, adalah tenaga ahli kedutaan, ada atase militer. atase perekonomian, atase
pendidikan dan kebudayaan, dll.
c. Fungsi, Hak dan Kewajiban Perwakilan Diplomat menurut Konvensi Wina tahun 1961 :
1.Wakil negara pengirim di negara penerima
2. Melindungi kepentingan negara dan warga negara pengirim sesuai hukum
internasional.
3. Mengadakan perundinagn dan persetujuan dengan negara penerima.
4. Mengetahui keadan dan perkembangan di negara penerima dengan cara yang syah
sesuai dengan Undang-undang dan melaporkannya kepada negara pengirim.
5. Memelihara persahabatan serta membina hubungan ekonomi,
pendidikan dan kebudayaan, ilmu pengetahuan antara negara pengirim dan penerima.
d. Berakhirnya Fungsi Misi Perwakilan Diplomatik :
1. Sudah habis masa jabatan
2. Ia ditarik oleh pemerintah negaranya
3. Karena tidak disenangi (di persona non grata )
4. Negara penerima perang dengan negara pengirim.
e. Hak Kekebalan (immunitet) Korps Diplomatik :
a. Hak Ekstrateritorialitas, hak kekebalan dalam daerah perwakilan seperti daerah
kedutaan besar, daerah kedutaan termasuk halaman dan bangunannya dimana terpancang
bendera dan lambang negara itu. Berdasarkan hukum internasional daerah itu dipandang sebagai
daerah negara pengirim. Orang yang masuk tanpa izin bisa dikeluarkan. Gedung perwakilan
negara asing tidak boleh digeledah atau dimasuki oleh petugas kehakiman, polisi, tanpa seizin
kepala perwakilan diplomatik yang bersangkutan. Arsip-arsip, surat-surat ataupun telegram tidak
boleh dibuka oleh polisi, hakim tersebut. Warga negara yang mencari perlindungan digedung
perwakilan diplomatik tidak dapat ditanmgkap begitu saja melainkan harus melalui perundingan
dengan kepala perwakilan setempat. Kecuali pelaku kejahatan, yang memang harus diserahkan
pada polisi setempat.
b. Hak Kekebalan atau Kebebasan Korps Diplomatik, setiap anggota korps diplomatik
harus tunduk kepada hukum dan peraturan kepolisian setempat namun tidak dapat dituntut
dimuka pengadilan. Mereka dibebaskan dari pajak dan bea cukai, bebas pemeriksaan atas tas
diplomatik, bebas mendirikan tempat ibabad dilingkungan kedutaan.
f. Perwakilan Konsuler : adalah lembaga kenegaraan di luar negeri yang bertugas dalam
membina hubungan non politik dengan negara lain. Ada konsuler yang bersifat
tetap ada konsuler kehormatan. Tugas pokok konsul kehormatan adalah menghubungkan
perdagangan ke dua negara. Pejabat ini tidak mendapat gaji, melainkan mendapat honoraruium
atas jasa-jasanya itu.
1. Tingkatan kepangkatan perwakilan konsuler :
a. Konsul Jenderal, membawahi beberapa konsul yang ditempatkan di ibu kota negara tempat ia
bertugas.
b. Konsul , konsul mengepalai suatu kekonsulan yang membawahi satu daerah kekonsulan
kadang-kadang diperbantukan konsulJenderal.
c. Konsul Muda, mengepalai kantor wakil konsulat yang ada didalam satu daerah kekonsulan.
Kadang diperbantukan kepada konsul jenderalatau Konsul.

d. gen Konsul, diangkat oleh konsul jenderal atau oleh konsul untuk engurus hal tertentu yang
berhubungan dengan daerah kekonsulan, biasanya ditempatkan di kota-kota yang termasuk
kekonsulan
g. Fungsi Perwakilan Knsuler menurut Konvensi Wina :
1. Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya, badan
hukum sesuai dengan hukum internasional ( sesuai batas-batas yang
di izinkan).
2. Memajukan hubungan perdagangan, ekonomi,kebudayaan dan iptekkedua negara
3. Mengeluarkan paspor dan Visa atau dokumen perjalanan kepada warga
negara pengirim.
4. Bertindak sebagai notaris dan panitera sipil, melakukan fungsi administratif yang tidak
bertentangan dengan peraturang negara penerima.
h. Berakhirnya misi perwakilan konsuler :
1. Fungsi seorang pejabat konsuler telah berakhir
2. Penarikan dari negara pengirim
3. Pemberitahuan bahwa ia bukan lagi sebagai anggota staf konsuler
2) Perbedaan Perwakilan Diplomatik Dengan Perwakilan Konsuler
A. Korps Diplomatik :
1. Memelihara kepentingan negaranya dengan melakukan hubungan dengan
pejabat tingkat pusat.
2. Berhak mengadakan hubungan bersifat politik.
3. Satu negara hanya memiliki satu perwakilan diplomatik di negara penerima.
4. Mempunyai hak ekstrateritorial (tidak tunduk pada kekuasaan peradilan)
B. Korps Konsuler :
1. Memelihara kepentingan negaranya dengan melaksanakan hubungan dengan
pejabat tingkat daerah (setempat).
2. Berhak mengadakan hubungan yang bersifat non politik
3. Satu negara dapat mempunyai lebih dari satu perwakilan konsuler.
4. Tidak mempunyai hak ekstrateritorial (tunduk pada pelaksanaan kekuasaan
peradilan).
E. PERJANJIAN INTERNASIONAL
1) Pengertian Perjanjian Internasional
a. Mochtar Kusumaatmaja, perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan anatara
anggota masyarakat bangsa-bangsa yang bertujuan untuk mengakibatkan akibat hukum tertentu.
Dalam definisi ini subyek hukum internasional yang mengadakan perjanjian adalah anggota
masyarakat bangsa-bangsa, lembaga-lembaga internasional dan negara-negara.
b. Definisi lain Perjanjian Internasional adalah kesepakatan antara dua atau lebih subyek hukum
internasional (lembaga internasional. negara) yang menurut hukum internasional menimbulkan
hak dan kewajiban bagi para pihak yang membuat kesepakatan.

2) Macam-macam Perjanjian Internasional


Perjanjian internasional dapat dibedakan berdasarkan beberapa kriteria, yaitu :
a. Jumlah pesertanya
b. Srtrukturnya
c. Objeknya
d. Cara berlakunya
e. Intrumen pembentuk perjanjiannya
Dari segi strukturnya yaitu ada perjanjian yang bersifat Law Making Treaties adalah perjanjian
yang mengandung kaidah hukum yang berlaku bagi semua bangsa di dunia, Seperti konvensi
Jenewa, Wina, hukum laut. Sedangakan ada perjanjian yang bersifat treaty contract adalah
perjanjian yang menimbulkan hak dan kewajiban hanya bagi negara yang mengadakan perjanjian
saja, seperti Indonesia-Malaysia, Indonesia-Cina, dll
Dari segi objeknya, perjanjian internasional dibedakan antara perjanjian yang berisi soal-soal
politik, dengan perjanjian yang berisi soal-soal ekonomi, budaya, dll
Dari segi cara berlakunya, yaitu perjanjian bersifat self-executing (berlaku dengan
sendirinya)yaitu perjanian itu langsung dapat berlaku setelah diratifikasi oleh negara peserta)
dan non self- executing, jika berlakunya perjanjian itu harus dilakukan perubahan undang-undang
di negara peserta terlebih dahulu.
Dari segi intrumennya, perjanjian internasional itu ada dua, yaitu tertulis dan lisan. Perjanjian
internasional tertulis adalah perjanjian yang dituangkan dalam instrumen-instrumen pembentuk
perjanjian yang tertulis dan formal, seperti Treaty, Comvention, Agreement, Charter, Covenant,
Statute, Constitution, Protocol, Declaration, Arrangement. Sedangkan perjanjian internasional
lisan adalah setiap perjanjian internasional yang doekspresikan melalui instrumen-instrumen
tidak tertulis, seperti :
1. Perjanjian internasional lisan ( international oral agreement), yang diperjanjikan adalah hal-hal
yang disepakati secara lisan, seperti the London Agreement (keanggotaan Dewan Keamanan
PBB).
2. Deklarasi Unilateral atau deklarasi sepihak ( unilateral declaration), adalah pernyataan suatu
negara yang disampaikan oleh wakil negara itu dan ditujukan kepada negara lain.
3. Perjanjian diam-diam (tacit consent atau tacit agreement), perjanjian yang dibuat tidak tegas,
artinya keberadaan perjanjian itu hanya dapat diketahui melalui penyimpulan suatu tingkah laku
baik aktif atau tidak aktif, dari Negara atau subyek hokum internasional lainnya.
3) Tahap-tahap Pembuatan Perjanjian Internasional
Menurut Mochtar Kusumaatmaja ada dua macam cara pembentukan perjanjian internasional :
a. Perjanjian internasional yang dibentuk melalui 3 tahap yaitu (perundingan, penandatanganan,
ratifikasi atau pengesahan), cara ini dupakai apabila materi atau yang diperjanjikan itu dianggap
sangat penting maka perlu persetujuan DPR.
b. Perjanjian internasional yang dibentuk melalui 2 tahap yaitu ( perundingan dan
penandatanganan) dipakai untuk perjanjian yang tidak begitu penting, penyelesaian cepat,
berjangka pendek, seperti Perjanjian perdagangan.
Menurut Hukum Positif Indonesia, pada pasal 11 ayat 1 UUD 1945 dosebutkan bahwa
Presiden dengan persetujuan DPR membuat perjanjian dengan Negara lain. Dalam Undangundang RI No. 24 tahun 2000 ditegaskan bahwa pembuatan perjanjian internasional dilakukan
melalui tahap ( penjajakan, perundingan, perumusan naskah, penerimaan dan penandatanganan).

Menurut Konvensi Wina 1969 tentang Hukum Perjanjian Internasional disebutkan tahap
pembuatan perjanjian internasional dilakuakn melalui tahap:
a. Perundingan (Negotiation), perundingan tahap pertama tentang objek tertentu, diwakili oleh
kepla negara, kepala pemerintahan, menteri luar negeri atau duta besar dengan menunjukkan
Surat Kuasa Penuh (full powers)
b. Penandatanganan (Signature), biasanya dilakukan oleh menteri luar negeri atau kepala
pemerintahan. Tapi perjanjian belum dapat diberlakukan sebelum diratifikasi oleh masingmasing negara.
c. Pengesahan (Ratification), Penandatanganan hanya bersifat sementara dan harus dikuatkan
dengan pengesahan atau penguatan yang disebut ratifikasi. Ratifikasi perjanjian internasional
dapat dibedakan sbb:
Ratifikasi oleh badan eksekutif, biasanya dilakukan oleh raja absolut dan pemerintahan
otoriter.
Ratifikasi oleh badan Legislatif atau DPR,Parlemen tapi jarang digunakan.
Ratifikasi campuran antara DPR (legislatif) dengan Pemerintah (Eksekutif).
4)

Manfaat Kerja sama dan Perjanjian Internasional bagi Indonesia

a.

Manfaat keraja sama Internasional:


1. Dewan Keamanan PBB menghentikan Agresi Militer Belanda I atas usul India dan
Australia.
2. Perundingan Indonesia Belanda melalui Jasa baik KTN (komisi Tiga Negara) untuk
menghentikan pendudukan belanda di Indonesia.
3. PBB mengeluarkan resolusi untuk menghentikan Agresi Militer belanda IIyang berisi :
- Hentikan saling menyerang
- Membebaskan segala tawanan
- Berunding atas dasar Perjanjian Lingarjati dan Renville
- Pemerintaha RI dikembalikan ke Yogyakarta.
4. Pengembalian Irian barat oleh PBB dari tangan belanda ke RI tahun 1962
5. Pengakuan kedaulatan RI oleh belanda melalui KMB tanggal 27 Desember 1949.

b.

Manfaat Perjanjian Internasional


1. Diterimanya konsep Negara kepulauan (archipelagic state) Wawasan Nusantara.
2. Penentuan Batas Wilayah laut RI melalui Konvensi Hukum Laut Inmternasional tahun 1982,
yaitu :
a. Indonesia Malaysia : lndas kontinen selat malaka daan lau natuna.
b. Indonesia- Thailand : Landas kontinen selat malaka danm laut Andaman.
c. ndonesia Australia : Laut arafuru dan utara irian jaya dengan papua nugini
d. Indonesia- Singapura :garis batas laut territorial.
e. Indonesia India : Lands kontinen laut Andaman.
Berdasarkan pengakuan tersebut maka luas wilayah Indonesia menjadi sekitar 8.4 juta km
persegi .

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil penyusunan makalah ini, dapat di simpulkan bahwa hubungandan kerja sama
internasional penting untuk menumbuhkan rasa persahabatan dan saling pengertian di dunia, memlihara dan
menciptakan hidup berdampingan secara damai dan adil dengan bangsa lain, mencegah dan menyelesaikan
konflik, perselisihan, permusuhan, atau sengketa yangmengancam perdamaian dunia, mengembangkan
cara-cara penyelesaian masalah secara damai melalui perundingan dan diplomasi, membangun partisipasi
dalam rangka ikut melaksanakan ketertiban dunia, serta menjamin kelangsungan hidup bangsa dan
negara di tengah bangsa- bangsa lain.
B. Saran
Setelah menyusun makalah ini, penyusun mempunyai beberapa saran yaitu sebagai berikut :
Kepada para pembaca yang mempelajari makalah ini dan ingin lebihmemperluas pengetahuan tentang
hubungan internasional, silahkan mencari referensi-referensi demi pemenuhan bahan ajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Budiyanto, Pendidikan Kewarganegaraan SMA Kelas XI , Jakatra, Penerbit Erlangga, 2007

http://halil-materipkn.blogspot.com/2010/03/bab-4-hubungan-internasional-dan.html
http://www.terpopuler.net/pengertian-definisi-arti-hubungan-internasional-menurut-para-ahli
http://www.scribd.com/doc/34624720/Kelas-XI-KD-IV-Hubungan-Internasional