Anda di halaman 1dari 3

Wawancara Eksklusif tentang Minat Remaja Mempelajari Islam

Nama : Mira Marini


Profesi : Pelajar MAN 2 Kota Bogor yang tergabung dalam anggota Kurma di Mesjid
Raya Bogor.
T

: Assalamualaikum!

: Waalaikum salam wr. wb.

: Bolehkah saya mewawancarai anda?

: Iya, silahkan!

: Bisa kita mulai sekarang?

: O, ya, tentu.

: Saya ingin bertanya mengenai minat remaja untuk mempelajari Islam. Menurut

pandangan Anda, bagaimana sikap remaja muslim di zaman sekarang?


J

: Menurut saya, bobroknya akhlak para remaja sangatlah terlihat di zaman

sekarang ini. Penggambaran moral dan akhlak yang tidak sesuai dengan ajaran Islam pun
banyak terjadi. Jangankan di sekolah yang tidak berbasis Islam, di sekolah yang
mayoritas agama Islam saja dan ditekankan untuk mendalami Islam seperti MAN 2
Bogor, banyak juga terlihat pengamalan akhlak yang tidak sesuai, seperti contoh yang
paling nyata yaitu pakaian. Jangankan sesuai dengan Al-Quran, mentaati peraturan di
yang ada di madrasah saja sangat sulit.
T

: Ketika diadakan suatu acara keagamaan seperti pengajian, manakah yang lebih

banyak hadir dan terlihat bersemangat, para orang tua atau remaja?
J

: Kalau di mesjid raya sendiri, jumlah antara remaja dan orang tua hampir

seimbang. Hanya saja anime para remaja masih kurang, tidak seperti orang dewasa yang
telah berusia >35 tahun. Mungkin sedikit berbeda karena faktor usia.
T

: Lalu, jika waktu shalat tiba, manakah yang lebih semangat atau selalu tepat

waktu dalam melaksanakan shalat berjamaah?


J

: Jika dibandingkan antara orang tua dan remaja, jelas yang lebih semangat itu

para ornag tua, karena para orang tua sudah tumbuh kesadaran akan dosa yang telah
diperbuat, kesadaran akan maut, dan berlomba-lomba untuk mencari pahala sebelum ajal

menjemput. Jadi, mereka berpikir untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Sedangkan, kesadaran remaja akan itu semua belum terbentuk.
T

: Bagaimana cara untuk mengatasi masalah tersebut?

: Sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa Al-Imanu yazidu wayanqus,kadar

keimanan seseorang bisa bertambah, bisa juga berkurang. Oleh karenanya, jika iman kita
sedang bertambah, ajaklah teman-teman kita pada kebaikan, buka pandangan mereka
tentang Islam, dan sebarkan pula virus-virus kebaikan. Siapa lagi yang akan memulai jika
bukan kita, generasi penerus bangsa dan agama. Tunjukkan kita ini sebagai siswa
madrasah yang benar-benar berbudi pekerti luhur.
T

: Menurut pendapat anda, faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab remaja

menjadi tidak tertarik untuk mempelajari Islam?


J

: Yang pasti adalah faktor kesadaran dari dalam diri setiap individu, dan juga

dikarenakan pengaruh-pengaruh budaya luar yang padahal merupakan budaya Yahudi.


Lihat saja cara berpakaian, berbicara, pola pikir, sopan santun, adab dan etika pemudapemudi di zaman sekarang, hampir 90% terpengaruhi budaya luar.
T

: Menurut anda pribadi, upaya-upaya apa saja yang harus dilakukan, khususnya

bagi organisasi-organisasi Islam agar para remaja semakin tertarik untuk mempelajari
Islam?
J

: Sebetulnya masalah ini bukan sepenuhnya kesalahan para remaja, hanya jika

organisasi-organisasi Islam itu dapat di kemas lebih menarik lagi, pasti para remaja pun
akan ikut terpancing. Kita juga sebagai saudara se-agama, harus saling menasehati, saling
mengajak, dan kita pun sebagai remaja harus bisa memilih mana teman yang baik dan
mana teman yang buruk bagi pribadi.
T

: Terakhir, apa saran anda untuk para remaja Islam di Indonesia agar tidak

terjerumus pada jurang kemaksiyatan?


J

: Untuk para remaja Islam yang ada di seluruh Indonesia, saya harap kalian dapat

memilah dan memilih budaya, mana budaya yang baik dan mana budaya yang buruk.
Dan yang terpenting, jadikan Al-Quran dan Sunnah Nabi sebagai pedoman dalam
kehidupan.
T

: Terima kasih, Kak, sudah meluangkan waktunya.

: Iya, sama-sama.

: Wassalamualaikum!

: Waalaikum salam!