Anda di halaman 1dari 5

SMK PP NEGERI 1

TEGALAMPEL
Jl. Gunung Purnama Tegalampel Po. Box. 27
Kode Pos 68291 Telp./Fax. (0332) 422078

BONDOWOSO

RPP
Form : F.KUR.KBM08

Revisi : 00

Satuan Pendidikan
:
Kompetensi Keahlian
:
Mata Pelajaran
:
Kelas/Semester
:
Pertemuan ke
:
Alokasi Waktu
:
Kompetensi Inti
:
Kode Standar Kompetensi:
Kompetensi Dasar
:
dengan

Tgl. Terbit : 01 Desember 2011

Kegiatan Belajar
Mengajar
Halaman : 1 dari 5

SMK PP Negeri 1 Tegalampel


Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kompetensi Kejuruan
X / Genap
1-2
4 x 45 Menit
Muatan Lokal (Kultur Jaringan)
104.KJ
Mendiskripsikan pengertian dan manfaat pembibitan

metode Kultur Jaringan


Indikator
:
(Kognitif)
1. Teori totipotensi dan pengertian kultur jaringan dijelaskan dengan benar
2. Manfaat kultur jaringan dalam pembibitan dijelaskan dengan benar
3. Kelebihan dan kekurangan metode kultur jaringan di jelaskan degan benar
(Psikomotorik)
1. Menjawab pertanyaan guru dengan cepat dan tepat
2. Menuliskan hasil diskusi kelompok dengan cepat dan tepat
3. Terampil mengkomunikasikan ide selama diskusi dengan cepat dan tepat
4. Merespon hasil diskusi kelompok lain dengan cepat dan tepat
(Afektif)
1. Mengikuti pembelajaran sesuai waktu
2. Menggunakan seragam lengkap dengan atribut sesuai peraturan sekolah
3. Cermat dalam memahami materi Mendiskripsikan pengertian dan manfaat
pembibitan dengan
4. Mampu menemukan hal hal baru atau menemukan inovasi baru yang
berkaitan dengan materi Mendiskripsikan pengertian dan manfaat pembibitan
dengan
5. Mengumpulkan berbagai informasi tentang Mendiskripsikan pengertian dan
manfaat pembibitan dengan dan segera menanyakan pada guru tentang
informasi yang belum dipahami
6. Bekerjasama dengan teman untuk mendiskusikan hal hal yang berkaitan
dengan materi Mendiskripsikan pengertian dan manfaat pembibitan dengan

I.

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kompetensi diajarkan diharapkan siswa dapat :
1. Teori totipotensi dan pengertian kultur jaringan dijelaskan dengan benar
2. Manfaat kultur jaringan dalam pembibitan dijelaskan dengan benar
3. Kelebihan dan kekurangan metode kultur jaringan di jelaskan degan benar

II.

MATERI AJAR
a. Pembiakan Tanaman Secara Moderen (Kultur Jaringan)
Kultur Jaringan terdiri dari dua kata yaitu kultur artinya budidaya, dan jaringan adalah
sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Maka, kultur jaringan berarti
membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya.
Pelaksanaan teknik kultur jaringan ini berdasarkan teori sel seperti yang ditemukan oleh Scheiden dan

SMK PP NEGERI 1
TEGALAMPEL
Jl. Gunung Purnama Tegalampel Po. Box. 27
Kode Pos 68291 Telp./Fax. (0332) 422078

BONDOWOSO

RPP
Form : F.KUR.KBM08

Revisi : 00

Tgl. Terbit : 01 Desember 2011

Kegiatan Belajar
Mengajar
Halaman : 2 dari 5

Schwann, yaitu bahwa sel mempunyai kemampun atonom, bahkan mempunyai kemampuan totipotensi.
Totipotensi adalah kemampuan setiap sel, dari mana saja sel tersebut diambil, apabila diletakan dalam
lingkungan yang sesuai akan dapat tumbuh menjadi tanaman yang sempurna. Aplikasi kultur jaringan
pada awalnya ialah untuk propagasi tanaman, selanjutnya penggunaan kultur jaringan lebih berkembang
lagi yaitu untuk menghasilkan tanaman yang bebas penyakit, koleksi plasma nutfah, memperbaiki sifat
genetika tanaman, produksi dan ekstaksi zat-zat kimia yang bermanfaat dari sel sel yang dikulturkan.
(George dan Sherrington, 1984). Banyak keuntungan yang bisa didapat dari hasil pembiakan secara
vegetatif yaitu dapat dipertahankan sifat genetis sehingga dapat menghasilkan tanaman yang sama dengan
induknya (Astuti dan Soeryowinoto, 1981).
Kultur jaringan adalah suatu metode penanaman, sel, jaringan, dan organ pada media buatan
dalam kondisi aseptik sehingga dapat beregenerasi menjadi tanaman lengkap. Salah satu aplikasi kultur
jaringan yang telah dikenal secara meluas dan telah banyak diusahakan untuk tujuan komersial adalah
perbanyakan tanaman. Kultur jaringan akan lebih besar persentase keberhasilanya bila mengunakan
jaringan meristem.
Jaringan meristem adalah jaringan muda, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel yang selalu
membelah, dindingnya tipis, belum mempunyai penebalan dari zat pektin, plasmanya penuh dan
vakuolanya kecil-kecil. Kebanyakan orang mengunakan jaringan ini untuk tissue culture. sebab, jaringan
meristem keadaanya selalu membelah, sehingga diperkirakan mempunyai zat yang mengatur pembelahan.
Kultur Jaringan atau biakan jaringan sering disebut kultur in-vitro yakni teknik pemeliharaan jaringan
atau bagian dari individu secara buatan yang dilakukan di luar individu yang bersangkutan. In-vitro
berasal dari bahasa Latin yang artinya "di dalam kaca". Jadi Kultur in- vitro dapat diartikan sebagai
bagian jaringan yang dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan petri dari kaca atau material tembus
pandang lainnya. Secara teoritis teknik kultur jaringan dapat dilakukan untuk semua jaringan, baik dari
tumbuhan, hewan, bahkan juga manusia, karena berdasarkan teori Totipotensi Sel (Total Genetic
Potential), bahwa setiap sel memiliki potensi genetik seperti zigot yaitu mampu memperbanyak diri dan
berdiferensiasi menjadi tanaman lengkap.
Sel dari suatu organisme multiseluler di mana pun letaknya, sebenarnya sama dengan sel zigot
karena berasal dari satu sel tersebut, setiap sel berasal dari satu sel.
Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai sifat
yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu
membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang
singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan
dengan perbanyakan konvensional.
b. Manfaat Kultur Jaringan
Manfaat utama dari perbanyakan tanaman secara kultur jaringan adalah untuk mendapatkan
tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat serta mempunyai sifat fisiologis dan
morfologi sama dengan tanaman induknya. Dari teknik kultur jaringan ini diharapkan pula dapat
memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul. Teknik kultur jaringan sangat bermanfaat bagi dunia
ilmu pengetahuan, terutama di bidang fisiologi tanaman dan untuk pengembangan bioteknologi. Melalui
kultur jaringan ternyata juga berpengaruh terhadap devisa negara. Misalnya, terlaksananya ekspor
tanaman ke negara lain, maka akan menaikkan devisa negara di sektor pertanian.
c.
1)
2)
3)

Kelemahan Kultur Jaringan


Diperlukan biaya awal yang relatif tinggi
Hanya mampu dilakukan oleh orang-orang tertentu, karena memerlukan keahlian khusus
Bibit hasil kultur jaringan memerlukan proses aklimatisasi, karena terbiasa dalam kondisi lembap
dan aseptik.

SMK PP NEGERI 1
TEGALAMPEL
Jl. Gunung Purnama Tegalampel Po. Box. 27
Kode Pos 68291 Telp./Fax. (0332) 422078

BONDOWOSO

RPP
Form : F.KUR.KBM08

Revisi : 00

Tgl. Terbit : 01 Desember 2011

Kegiatan Belajar
Mengajar
Halaman : 3 dari 5

d. Keuntungan Kultur Jaringan


1) Pengadaan bibit tidak tergantung musim
2) Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu
mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 planlet/bibit)
3) Bibit yang dihasilkan seragam
4) Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu).
5) Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah.
6) Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit, dan deraan lingkungan lainnya.
7) Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki.
8) Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu
III. METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah
2. Diskusi Kelompok
3. Tanya jawab
4. Model Kooperatif type STAd (Student Team Achievement Divisions)
IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a.
Kegiatan Awal (5)
1. Memberi ucapan salam
2. Memimpin doa
3. Melakukan presensi peserta didik
4. Memberikan resume rencana pembelajaran semester ini
5. Mengkaitkan tujuan pembelajaran dengan kehidupan sehari - hari
a.

Kegiatan Inti (30)


1. Guru menyampaikan materi Mendiskripsikan pengertian dan manfaat
pembibitan dengan
2. Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompk dan setiap kelompok
diberi tugas untuk mendiskusikan prinsip pembiakan tanaman secara
generatif
3. Guru mengamati proses diskusi dan membantu kelompok yang
membutuhkan bimbingan
4. Guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil
diskusi di depan kelas dan merangsang kelompok lain untuk
menanggapinya
5. Guru mengulas dan memberi apresiasi terhadap perwakilan kelompok
yang sudah mempresentasikan hasil diskusinya
6. Guru memerintahkan peserta didik untuk mengumpulkan hasil diskusi
tiap kelompok kepada guru
7. Guru memberi kesimpulan tentang materi/KD yang dipelajari hari ini
8. Guru memberikan soal kuis untuk dijawab siswa secara mandiri

a.

Kegiatan Akhir (10)


1. Mengajak peserta didik untuk merefleksi belajarnya
2. Mendiskusikan permasalahan yang ditemukan selama proses diskusi
dengan peserta didik
3. Memberikan umpan balik secara lisan terhadap permasalahan dan
hasil diskusi peserta didik

SMK PP NEGERI 1
TEGALAMPEL
Jl. Gunung Purnama Tegalampel Po. Box. 27
Kode Pos 68291 Telp./Fax. (0332) 422078

BONDOWOSO

RPP
Form : F.KUR.KBM08

Revisi : 00

Tgl. Terbit : 01 Desember 2011

Kegiatan Belajar
Mengajar
Halaman : 4 dari 5

4. Guru memberikan tugas untuk dikumpulkan pada pertemuan


berikutnya
5. Menjelaskan secara singkat topik belajar pada pertemuan berikutnya
dan mengajak peserta didik untuk senantiasa selalu belajar
V. BAHAN / SUMBER BELAJAR
1. Hard copy materi untuk siswa
2. Buku Teks Pembiakan Tanaman Jilid 2
3. Powerpoint materi
4. LCD, papan tulis, spidol, penghapus
5. Pemanfaatan internet
VI. PENILAIAN
A. SOAL
1. Soal Tugas Mandiri
N
Soal
o
1 Apakah yang anda ketahui tentang teori totipotensi
2 Jelaskan pengertian kultur jaringan
3 Jelaskan manfaat kultur jaringan
4 Jelaskan kelebihan kultur jaringan
5 Jelaskan kekurangan kultur jaringan
B. KUNCI JAWABAN
1. Soal Tugas Mandiri
N
Soal
o
1 Totipotensi adalah kemampuan setiap sel, dari mana saja sel tersebut diambil, apabila
diletakan dalam lingkungan yang sesuai akan dapat tumbuh menjadi tanaman yang
sempurna.
2 Kultur jaringan adalah suatu metode penanaman, sel, jaringan, dan organ pada media
buatan dalam kondisi aseptik sehingga dapat beregenerasi menjadi tanaman lengkap.
3 Manfaat utama dari perbanyakan tanaman secara kultur jaringan adalah untuk
mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat
serta mempunyai sifat fisiologis dan morfologi sama dengan tanaman induknya.
4 Keuntungan Kultur Jaringan
1) Pengadaan bibit tidak tergantung musim
2) Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih
cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat
dihasilkan minimal 10.000 planlet/bibit)
3) Bibit yang dihasilkan seragam
5

Kekurangan Kultur Jaringan


1) Pengadaan bibit tidak tergantung musim
2) Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih
cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat
dihasilkan minimal 10.000 planlet/bibit)
3) Bibit yang dihasilkan seragam

SMK PP NEGERI 1
TEGALAMPEL
Jl. Gunung Purnama Tegalampel Po. Box. 27
Kode Pos 68291 Telp./Fax. (0332) 422078

BONDOWOSO
Kegiatan Belajar
Mengajar

RPP
Form : F.KUR.KBM08

Revisi : 00

Tgl. Terbit : 01 Desember 2011

Halaman : 5 dari 5

4) Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu).


5) Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah.
6) Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit, dan deraan
lingkungan lainnya.
7) Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki.
Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu

C. SKOR
1.
N
o
1
2
3
4
5

Soal Tugas Mandiri


No. Soal

Skor Perolehan
5
10

15

1
2
3
4
5

Rubrik Penilaian
Skor 0 : Jika pertanyaan tidak dijawab
Skor 5 : Jika pertanyaan dijawab tapi benar
Skor 10
: Jika pertanyaan dijawab tapi kurang sempurna
Skor 15
: Jika pertanyaan dijawab dengan sempurna
Skor maksimal = 15 x 5 = 75
Skor = Skor perolehan / 75 x 100

Tegalampel, 5 Januari 2016


Mengetahui ,
Kepala SMK PP N 1 Tegalampel

ANIK SUDIARTINI,S.Pd., M.Pd


NIP. 19690210 199203 2 009

Guru Mata Pelajaran,

BAYU ANGGA FEBRIAN, S.ST, Gr


NIP. -