Anda di halaman 1dari 7

Berkat dan Kutuk

Ul 11:26-28 Bahwa sesungguhnya pada hari ini juga aku menghadapkan


kepadamu berkat dan kutuk: berkat, jikalau kamu hendak mendengar akan
segala hukum Tuhan, Allahmu, yang kupesan kepadamu; dan kutuk, jikalau
kamu tiada mau dengar akan segala hukum Tuhan, Allahmu, dan kamu
menyimpang dari pada jalan yang kupesan kepadamu sekarang, sehingga kamu
menurut akan dewa-dewa yang tiada kamu kenal akan dia. (TL)
I. DEFINISI:
Berkat dan Kutuk dari Tuhan kepada semua manusia (orang beriman atau
bukan) dan itu didasarkan atas perhitungan Allah yang betul-betul adil. (Ingat
iblis juga bisa memberi berkat dan kutuk pada semua orang berdosa (sebab
mereka adalah anak-anak iblis 1Yoh 3:10), tetapi orang beriman jangan ingin
berkat iblis sebab itu umpan Neraka dan jangan takut kutuknya, sebab Dia yang
ada di dalam kita lebih besar dari Lucifer iblis dan setan-sertan yang
manapun!).
Kalau seseorang diberkati Tuhan, maka apa saja yang diperbuatnya
beruntung juga Maz 1:3.
Sebaliknya kalau seseorang dikutuk Tuhan, maka apa saja yang diperbuatnya itu
selalu gagal, rugi, dan celaka. Orang dunia berkata orang ini orang sial.
Kalau seseorang berada dalam posisi demikian biasanya ia akan berusaha
keras untuk keluar dari kondisi yang celaka itu dan orang dunia tidak
segan2 minta tolong pada iblis melalui dukun, orang pintar, paranormal dll,
tetapi justru dengan cara ini ia diikat oleh setan dan pada akhirnya ia menjadi
celaka dan masuk ke rumah penolongnya yaitu Nerakanya iblis.
Seringkali orang-orang beriman juga tidak tahu sebabnya, sebab itu
mereka berusaha dengan ngawur untuk mendapat berkat atau lari dari kutuk
sehingga menjadi makin celaka dan gagal. Tetapi kalau kita tahu
sebabnya maka keluar dari kutuk dan hidup dalam berkat tidaklah sulit
asal mau taat pada cara-cara yang diajarkan Firman Tuhan.
II. SIAPA SAJA YANG MENGATAKAN BERKAT DAN KUTUK?
Ada 3 pihak yang sering memberkati dan mengutuki yaitu:
1. Allah.
2. Iblis.
3. Manusia.
A. Dari Allah.
Untuk orang beriman, yang menentukan berkat dan kutuk baginya adalah
Allah. Berkat dan Kutuk yang dikatakan Allah selalu adil, tepat dan pasti
terjadi.
Berkat sebagapi upah untuk orang yang benar dan taat Ul 28:1-14 dan kutuk
sebagai hukuman untuk orang yang tidak taat Ul 28:15-46.
B. Dari Iblis.

Ini dilakukan secara langsung atau lewat kaki tangannya yang juga
mengeluarkan berkat dan kutuk Mat 4:9.
Iblis tidak peduli apakah orang itu hidup benar atau hidup di dalam dosa.
Justru iblis bisa dan suka memberkati orang yang penuh dosanya dengan
limpah, asal orang itu mau taat pada iblis.
Tetapi Allah lebih berkuasa dan Dialah Hakim segenap bumi yang maha adil,
Ia bisa membatalkan berkat/ kutuk iblis secara sepihak, sebab Allah maha
kuasa daniblis tidak berdaya di hadapan Allah. Sebab itu orang beriman tidak
perlu takut kutuk iblis asal kita tetap hidup benar di pihak Allah. Tetapi juga
jangan ingin, berharap atau minta berkat dari iblis, atau dari orang-orang yang
diberkati oleh iblis.
C. Dari manusia.
Kalau manusia mengatakan berkat dan kutuk tanpa
alasan, apalagi bertentangan dengan Firman Tuhan maka apa yang
dikatakannya tidak akan terjadi.
Ams 26:2 Seperti burung pipit terbang ke sana ke mari dan seperti burung
layang-layang terbang berkeliling, demikianpun kutuk yang tiada dengan
semena-mena itu tak boleh terkena.
Tetapi kalau ada sebabnya yang pantas sehingga orang itu mengatakan kutuk,
dan orang yang dikutuki itu tidak minta ampun dan membereskan kesalahannya,
kutuk itu bisa jadi sebab itu cocok dengan keadilan Allah.
Berkat yang dikatakan orang beriman untuk musuh-musuhnya itu juga bisa
terjadi kalau musuh yang bersalah itu sungguh-sungguh bertobat Rom 12:14.
Tetapi kalau musuhnya tidak bertobat maka keadilan Allah akan jatuh ke
atasnya yaitu hukuman yang setimpal.
Berkat yang betul dari manusia bisa turun misalnya orang tua yang
memberkati anaknya yang menghormatinya, berkat yang dimintakan
oleh hamba-hamba Tuhan bahkan oleh setiap orang beriman, kalau itu
ada alasan dan ada dasarnya dalam Firman Tuhan itu juga akan terjadi.
III. SEBAB-SEBAB DARI BERKAT DAN KUTUK.
A. Dari diri sendiri.
Sebab yang terutama adalah perbuatan dari orang itu sendiri.
Dalam Ul 28 dan Im 26 dikatakan berkat dan kutuk itu akan datang pada
kita kalau kita selalu taat atau selalu tidak taat akan Firman Tuhan Ul 28:2,15.
Jadi orang beriman bisa memilih nasih yang sesuai dengan kehendaknya.
Kalau kita hidup taat akan Firman Tuhan, pasti berkat Tuhan akan turun. Tetapi
sebaliknya kalau kita tidak hidup taat dan terus berbuat jahat maka kutuk akibat
perbuatan-perbuatan dosa itu akan turun atas kita.
B. Dari orang lain.
Kutuk orang tua atau kutuk nenek moyang.

Ul 24:16 Anak-anak tidak akan kena kutuk yang jatuh atas orang tuanya, kalau
ia tidak ikut berbuat kejahatan orang tuanya. Setiap orang menerima
hukuman dari perbuatannya sendiri Yeh 18:19-20. Juga berkat turun-temurun
yang diberikan Allah kepada seseorang (misalnya Abraham) itu juga bisa turun
kepada turunannya kalau mereka juga hidup benar seperti bapaknya.
Anak-anak selagi kecil, biasanya ikut dalam berkat atau kutuk orang tuanya
sebab anak-anak hidup dari orang tuanya. Tetapi kalau anak itu mulai dewasa
dan percaya pada Tuhan,maka berkat atau kutuk akan datang
padanya sesuai dengan iman dan perbuatannya sendiri.
Misalnya: Meskipun bapak dari Hizkia jahat, melawan Tuhan 2Raj 16:1-2 ia
tidak memikul dosa bapaknya sebab Hizkia melakukan apa yang benar di
hadapan Tuhan 2Raj 18:1-3.
IV. MENGAPA SAMPAI KEBERKATAN ATAU TERKUTUK?
Hidup secara jasmani yang gagal terus atau sebaliknya berhasil
terus itu tidak selalu hanya karena berkat dan kutuk, tetapi masih ada
penyebab-penyebabnya yang lain, yaitu:
A. Sebab-sebab wajar / manusiawi / natural.
Kalau seorang tidak mau dididik dengan baik maka tabiatnya menjadi
rusak, hidupnya menjadi bodoh, malas, tidak tulus, tidak jujur, jahat,
pemarah, tidak bertanggungjawabdll sifat yang jelek, maka hidupnya akan
menjadi kacau seperti orang yang terkutuk.
Sebaliknya orang yang rajin, pandai, tulus, jujur, tekun,
bertanggungjawab dll sifat-sifat yang baik, maka hidupnya akan
banyak berhasil sehingga tampaknya seperti keberkatan. Dalam hal
jasmani Tuhan tidak akan mencegah hasil dari orang-orang seperti ini, tetapi
dalam perkara-perkara rohani, tidak mungkin ia selamat dan berhasil tanpa
penebusan darah Yesus.
Ini semua sebab-sebab yang wajar tergantung dari tabiat dan perbuatan orang
itu sendiri.
B. Sebab-sebab yang tidak tampak / supra natural.
Berkat atau kutuk yang diberikan atau diijinkan Tuhan bagi manusia itu tidak
mudah diubah manusia, dan seringkali tidak bisa dimengerti dengan akal
sehat, mengapa nasibnya menjadi begitu.
Misal:
Orang yang pandai, kuat, rajin, bertanggungjawab, punya modal yang
besar, tetapi ternyata dalam usahanya selalu gagal dan rugi. Biasanya ada
sebab2 yang tidak tampak. Kadang-kadang apa yang kelihatan tampaknya
semua sudah beres dan rasa2nya tidak mungkin gagal atau rugi, tetapi ternyata
toh gagal.
Sebaliknya ada orang yang terus beruntung dan berhasil, padahal
keadaannya secara akal tidak menunjang, sehingga orang yang melihatnya
menjadi heran mengapa perkara itu bisa terjadi.

Contoh: Depot makanan yang kecil, sederhana, makanannya biasa saja, tidak
dipromosikan, tetapi hasilnya luar biasa. Orang menjadi heran dan bertanyatanya.
Di sini jelas sekali kelihatan bahwa di belakang yang tampak itu ada
bantuan baginya.
Inilah sebab2 yang tidak tampak / supra natural dan tidak bisa diperhitungkan
dengan akal manusia.
V. BERKAT DAN KUTUK DI DUNIA DILANJUTKAN DALAM KEKEKALAN.
Firman Tuhan menghadapkan pada umat Tuhan berkat atau kutuk Ul
11:26-28 dan kita bisa memilih bahkan tidak ada berkat dan kutuk yang
kebetulan, semua ada sebab-sebab yang nyata dan adil seperti yang ditulis
dalam Firman Tuhan. Alkitab tidak hanya berisi berkat tetapi juga kutuk.
Orang Israel dalam Wasiat Lama setiap tahun harus mengatakan berkat dan
kutuk dari atas gunung Gerizin dan Ebal Ul 27:11-14.
Kalau di dunia seorang hidup dalam kutuk Alla dan tidak mau berubah atau
tidak keluar dari kutuk, maka sesudah mati ia akan terus hidup dalam kutuk
yang kekal dalam Neraka.
Sebaliknya bisa seorang hidup dalam berkat Allah dan selalu tinggal dalam
berkat Allah, maka sesudah mati ia akan terus hidup dalam berkat yang kekal
di Sorga.
Di dunia setiap orang beriman harus menentukan untuk memilih berkat
atau kutuk dari Allah. Tetapi berkat atau kutuk dari Allah itu tidak hanya untuk
di dunia, tetapi itu akandilanjutkan terus sampai kekal di Surga atau Neraka.
Mengerti atau tidak mengerti, setuju atau tidak setuju, semuanya akan:
1. dilanjutkan untuk kekal dalam Surga atau Neraka dan
2. dalam ukuran penuaian yang lebih besar. Sebab itu apa yang tidak sempat
dituai di dunia akan dituai di Surga, misalnya pahala dari orang yang mati
syahid dll.
Hidup miskin dalam dunia, itu belum tentu adalah hidup yang terkutuk.
Misal: Lazarus miskin dalam dunia tetapi ia hidup dalam berkat secara rohani,
sesudah mati ia menjadi mulia dan kaya di Sorga untuk selama-lamanya.
Hidup kaya dalam dunia, itu juga belum tentu adalah hidup
yang keberkatan. Ingat orang kaya teman Lazarus, hidupnya secara lahiriah
tampaknya limpah dan keberkatan, tetapi ia hidup dalam dosa, jauh dari Allah.
Secara rohani ia hidup di bawah kutuk dosa. Sebab itu sesudah mati ia tetap
hidup dalam kutuk dosa untuk selama-lamanya di dalam Neraka!
Kalau kaya dari berkat Tuhan pasti akan diteruskan sampai masuk dalam
Surga, tetapi kalau kaya bukan dari berkat Tuhan akan diteruskan
dengan hukuman, dan itu juga tetap akan diteruskan di dalam Neraka
seperti orang kaya dalam Luk 16:25.

Jadi berkat dan kutuk di dalam dunia akan diteruskan dalam


kekekalan di dalam Surga dan Neraka.

VI. BAGAIMANA CARA MENARIK BERKAT TUHAN.


Dalam keadaan normal, anak-anak selalu mendapat berkat dan hidup dalam
berkat orang tuanya (termasuk warisan). Tetapi kalau anak itu diusir dan tidak
lagi hidup dalam berkat orang tua atau bapaknya, itu tidak normal dan pasti
ada sebabnya.
Begitu juga setiap orang beriman itu adalah anak-anak dari Bapa Surgawi. Dalam
keadaan normal, kalau kita tetap tinggal di dalam Tuhan, taat dipimpin Roh,
maka kita akan hidup dalam berkat Tuhan, sehingga kita tidak perlu kuatir (Mat
6:11,25) bahkan berkat ini akan dilanjutkan dalam Surga. Sebaliknya kalau
seorang beriman hidup di dalam kutuk, itu tidak normal, pasti ada sesuatu yang
tidak benar, sehingga ia lepas dari Bapa Surgawi dan tidak lagi hidup dalam
berkatNya. Jadi apakah seorang hidup dalam berkat atau kutuk, itu tergantung
dari hubungan orang itu sendiri dengan Bapa Surgawi. Juga ukuran kemuliaan
dan berkat kita di dunia dan di Surga tidak sama tergantung dari perbuatan
masing-masing kita dalam duniaRom 14:12, Wah 22:12.
Jadi, caranya untuk tetap mendapat berkat Tuhan adalah:
1. Tetap tinggal di dalam Tuhan.
Artinya punya hubungan yang baik dengan Tuhan, selalu hidup benar dan
ada di pihak Tuhan senantiasa.
Seperti carang yang melekat pada pokoknya maka segala kebutuhannya
akan disuplai oleh pokok yaitu Allah Bapa di Surga. (Yoh 15:4-5).
Jangan ada dosa sebab dosalah yang membuat hubungan kita dengan
Tuhan terputus(Yes 59:2, Yak 5:9). Hidup dalam dosa, melawan Allah, yang
menyebabkan berkat Tuhan tidak sampai pada kita.
Hukum2 dan ukuran orang dunia dan orang beriman itu berbeda.
Orang dunia mendapat nafkah dan uang dengan hasil keringat dan hanya
sebatas kemampuan dan jerih payahnya (seringkali juga ditambah dengan
hasil tipu daya atau kejahatannya, ini berkat-berkat dari setan). Tetapi untuk
orang beriman selain hasil keringat (Kej 3:19, 2Tes 3:10) juga ada janji berkat
Tuhan (Maz 127:2) yaitu kalau kita tetap memelihara hubungan yang baik
dengan Tuhan Allah kita.
2. Apakah sudah siap?
Tuhan sanggup memberkati dengan limpah (Yoh 10:10) lebih daripada
yang kita minta (Ef 3:20).
Tetapi apakah itu baik buat kita, apakah kita sudah siap menerimanya,
apa kita kuat untukmenanggung beban uang yang Tuhan berikan pada
kita.Orang yang tidak siap, tidak kuat menerma berkat yang lebih besar, akan
mudah jatuh dalam dosa karena berkat-berkat itu. Sebab itu untuk orang-orang
seperti ini, Tuhan menunda berkat-berkat yang lebih besar.

Jangan sampai mendapat dunia saja tapi rohani dikorbankan dan rusak, itu
sia-sia Mat 16:26. Tuhan tahu berapa, kapan, dan bagaimana caranya kita
bisa mendapat berkat Tuhan.Tuhan tahu tepat sampai seberapa kekuatan kita
dan berapa jumlah yang berkat (atau hajaran) yang terbaik bagi kita.
Dalam Bab beban uang, kita diajari bagaimana bisa menerma beban uang yang
lebih besar.
3. Berusaha.
Kita harus berusaha mengambil apa yang sudah Tuhan sediakan untuk
kita dengan cara yang halal dan sesuai dengan Firman Tuhan. Semua
yang disediakan dan diberIkan Tuhan itu tidak bertentangan dengan Firman
Tuhan, cocok dan sesuai dengan cara-cara Firman Tuhan. Misalnya tidak
boleh malas tetapi bekerja dengan betul, sesuai dengan 2Tes 3:10.
Secara umum kita bisa menerma berkat Tuhan dengan iman berdasar janji2
yang ada dalam Firman Tuhan. Iman kita harus dipakai, sebab kita menerima
sesuai dengan iman kita Mat 8:13. Jangan keluar dari janji-janji Firman
Tuhan, sebab itu bukan iman, tetapi sugestiatau usaha sendiri.
Sebetulnya tidaklah sulit untuk mendapat berkat Tuhan, sebab hati Allah itu
seperti hati Bapa, Ia sama sekali tidak menginginkan mengutuki umatNya,
bahkan juga semua manusia, tetapi Ia ingin menyelamatkan dan
memberkatinya 2Pet 3:9.
Jadi cara-cara untuk menarik berkat Tuhan itu sangat sederhana yaitu kalau
kita tinggal di dalam Kristus dan taat memegang janji-janji FirmanNya, maka
dengan iman berkat itu akan turun dalam apa saja yang kita kerjakan.
VII. PERBEDAAN BERKAT, KUTUK DAN PENUAIAN.
Penuaian adalah hasil atau akibat penaburan yang lalu Gal 6:7-8.
Kalau orang itu tetapi tidak berubah, maka penuaiannya
bisa meningkat menjadi berkat atau kutuk yang biasanya sulit
berubah, tetapi masih mungkin berubah, asal ada tindakan-tindakan
drastis yang sesuai dengan Firman Tuhan dan masih ada kesempatan hidup
dalam dunia.
Jadi penyebab dari keduanya adalah sama tetapi berkat dan
kutuk tingkatnya lebih tinggidan lebih tetap dari pada penuaian.
Misal: Adam dan Hawa berdosa, maka kutuk Tuhan jatuh dan tidak lagi berubah
sampai hari ini, semua orang lahir dalam kutuk dosa Adam dan Hawa, kecuali
dalam Kristus, baru bebas.
VIII. KESIMPULAN
Berkat dan kutuk itu bisa dipilih menurut kehendak orang-orang
beriman, kecuali orang itubodoh dan tidak mengerti sehingga binasa Ams
10:21b.
Di dunia kita bebas memilih, sesudah mati kita akan menerima sambungannya
dari apa yang sudah kita pilih, dan ini untuk kekal yaitu di Surga atau di
Neraka.