ANALISIS RASIO
KEUANGAN
PENGERTIAN RASIO
Menurut
Joel G.Siegel
Rasio merupakan hubungan
antara satu jumlah dengan
jumlah lainnya,
Agnes Sawir
menambahkan pengertian diatas
dengan perbandingan tersebut
dapat memberikan gambaran
relatif kondisi keuangan dan
prestasi perusahaan.
Secara
sederhana rasio adalah
perbandingan jumlah, dari satu
jumlah dengan jumlah lainnya.
Perhitungan rasio akan bernilai
jika terdapat rasio standar yang
dijadikan pembanding.
Menentukan Rasio
Standar
Rasio standar dapat ditentukan dengan
cara:
Mengumpulkan data laporan keuangan
dari perusahaan-perusahaan (dlm industri)
yang diperbandingkan.
Menghitung angka-angka rasio yang dipilih
dari tiap-tiap perusahaan dalam industri
Menyusun rasio-rasio dari yang tertinggi
sampai yang terendah
Menghilangkan rasio yang ekstrem, yaitu
yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
Rasio Keuangan
Adalah
hasil perhitungan antara dua
macam data keuangan, yang digunakan
untuk menjelaskan hubungan antara
kedua data keuangan tersebut, yang pada
umumnya dinyatakan secara numerik,
baik dalam persentase maupun kali.
Hasil perhitungan rasio keuangan ini
dapat digunakan untuk mengukur kinerja
keuangan pada periode tertentu, dan
dapat untuk menilai tingkat kesehatan
selama periode tersebut.
Rasio Keuangan Bank
Rasio keuangan perbankan yang biasa
diumumkan melalui necara adalah;
Rasio Permodalan, yaitu CAR
Rasio Aktiva Produktif, yaitu aktiva
produktif bermasalah, NPL, PPAP
terhadap aktiva produktif dan
pemenuhan PPAP
Rasio Rentabilitas, yaitu ROA, ROE, NIM,
BOPO
Rasio Likuiditas, yaitu Cash Ratio dan
LDR
RASIO PROFITABILITAS
adalah
perbandingan laba (setelah
pajak) dengan modal ( modal inti )
atau laba
(sebelum pajak)
dengan total asset bank pada
periode tertentu.
Posisi modal atau assets dihitung
secara rata-rata selama periode
tertentu, agar hasil perhitungan
rasio mendekati kondisi real.
Return
on Equity ( ROE )
adalah rasio profitabilitas yang
menunjukkan perbandingan antara laba
(setelah pajak) dengan modal (modal
inti) bank. Rasio ini menunjukan tingkat
persentase laba yang dapat dihasilkan
dari penggunaan sumber daya yang
dimiliki.
Laba setelah pajak
ROE = ----------------------- x 100%
Modal Inti (rata-rata)
Return
on Assets (ROA)
adalah rasio profitabilitas yang
menunjukkan perbandingan
antara laba (sebelum pajak)
dengan total aset bank. Rasio ini
menunjukkan tingkat efisiensi
pengelolaan aset yang dilakukan
bank.
Laba sebelum pajak
ROA = ------------------------- x
Contoh perhitungan
Modal
inti bank selama tiga bulan adalah;
Januari Rp. 100.000.000
Februari Rp. 102.000.000
MaretRp. 104.000.000
Posisi total aset sampai Maret adalah;
Januari Rp. 4.000.000.000
Februari Rp.4.200.000.000
MaretRp. 4.400.000.000
Sementara laba sebelum pajak sampai Maret
Rp. 6.600.000 dan laba setelah pajak sebesar
Rp. 6.000.000
Hitung ROE dan ROA !
Januari Rp. 100.000.000
Februari Rp. 102.000.000
MaretRp. 104.000.000
Modal Rata2Rp. 102.000.000
Januari Rp. 4.000.000.000
Februari Rp.4.200.000.000
MaretRp. 4.400.000.000
Total aset rata2 Rp. 4.200.000.000
(6.000.000 : 3) x 12
ROE = -----------------------x 100% = 23,53%
102.000.000
(6.600.000 : 3) x 12
ROA = ------------------------ x 100%
= 0,63%
4.200.000.000
Cost Efficiency Ratio (CER)
Adalah
rasio yang digunakan
untuk mengetahui tingkat
efisiensi kinerja suatu bank,
semakin kecil tingkat CER
semakin efisien bank dalam
beroperasi
Merupakan perbandingan antara
non interest expenses (excluded
biaya PPAP) dengan non interest
income ditambah interest income
dan dikurangi dengan interest
Rumus CER
NIE (ex biaya PPAP)
CER = --------------------------- x 100%
NII + (II IE )
NIE : Non Interest Expenses
NII : Non Interest Income
II : Interest Income
IE : Interest Expenses
PPAP : Penyisihan penghapusan aktiva
produktif
Contoh perhitungan CER
Diketahui
data keuangan Bank XY sampai
dengan Maret sbb:
Biaya operasional
Rp. 13.000.000
Biaya bunga
Rp. 9.000.000
Biaya PPAP
Rp.
600.000
Pendapatan operasional
Rp. 14.000.000
Pendapatan bunga
Rp. 12.600.000
Biaya bunga
Rp, 9.000.000
Hitung CER ??
NIE = ?
Biaya operasional
Rp. 13.000.000
Biaya bunga Rp. 9.000.000
Biaya PPAP Rp.
600.000
----------------- +
Rp. 9.600.000
------------------ NIE =
Rp. 3.400.000
NII = ?
Pendapatan operasional pendapatan bunga
14.000.000 12,600.000 = 1.400.000
II-IE = ?
12.600.000 9.000.000 = 3.600.000
3.400.000
CER = --------------------------------- x 100%
1.400.000 + 3.600.000
= 68%
Net Interest Margin (NIM)
Adalah
laba bersih yang diperoleh dari
selisih pendapatan bunga dan biaya bunga
dari rata-rata aktiva produktif yang
digunakan bank selama periode tertentu.
Rumus NIM adalah
II IE
NIM = -------------- x 100%
AIEA
II = Interest income
IE = Interest expenses
AIEA = Average Interest earning Assets
Contoh kasus
Laporan
laba rugi sebuah bank s/d Maret adalah
sbb:
Pendapatan Bunga Rp. 40.000.000
Biaya bunga Rp. 30.000.000
Aktiva produktif ;
Jan Rp. 300.000.000
Feb Rp. 400.000.000
Mar Rp. 440.000.000
Hitung besarnya NIM ?
40.000.000 30.000.000
NIM = ---------------------------------- x
100%
380.000.000
= 2,63%
Biaya Operasional Pendapatan
Operasional ( BOPO)
Adalah
rasio perbandingan
antara biaya operasional
dengan pendapatan operasional.
Rumus BOPO adalah;
Biaya operasi
BOPO = -------------------------- x 100%
Pendapatan operasi
Misal;
biaya operasi Rp. 13.000.000
Pendapatan operasi Rp. 14.000.000
13.000.000
BOPO = ---------------- x 100%
14.000.000
= 92,86%
* Rasio BOPO yang ditolerir sesuai
ketentuan BI adalah 93,52%
RASIO PERBAIKAN ASET
Non
Performing Loan (NPL)
Adalah rasio kredit bermasalah dari
seluruh kredit yang diberikan oleh bank.
a. NPL Gross
adalah perbandingan antara jumlah
kredit yang diberikan dengan tingkat
kolektibilitas 3 s/d 5 dibandingkan
dengan total kredit yang diberikan.
kredit yg diberikan dg coll 3 s/d 5
NPL Gross = ------------------------------------------- x 100%
Total kredit yang diberikan
b. NPL Net
adalah NPL Gross dikurangi PPAP
khusus coll 3 s/d 5
kredit yg diberikan dg coll 3 s/d 5 PPAP khusus coll 3 s/d
5
= ------------------------------------------------------- x
100%
Total kredit yang diberikan
NPL Gross
RASIO KEHATI-HATIAN
Bank
Indonesia memberikan
batasan-batasan dalam
pengelolaan bank dengan
penerapan prinsip prudential
banking.
Yang tergolong rasio kehatihatian adalah;
a. CAR
yaitu rasio kecukupan modal
minimum yang harus dimiliki
b. Legal Lending Limit (LLL) atau Batas
Maksimal Pemberian Kredit (BMPK)
yaitu pemberian kredit maksimal yang
diperkenankan disalurkan oleh bank.
Total Kredit
BMPK = ------------------- x 100%
Modal
Total kredit = kredit perorangan/grup
Modal = modal inti dan pelengkap
c. Posisi Devisa Neto (PDN)
Adalah selisih bersih antara aktiva
dengan pasiva dalam valas yang
terdapat dalam neraca (on balance
sheet) setelah diperhitungkan dengan
tagihan dan kewajiban bersih yang
terdapat dalam rekening administratif
(off balance sheet)
(total aset valas-kewajiban valas) + (Tagihan valas kewajiban valas)
PDN = -------------------------------------------------------------------------------------Total Modal
Contoh kasus
Data neraca dan rekening
administratif pada akhir Maret
adalah sbb;
Modal inti
Rp. 300.000
Modal Pelengkap Rp. 200.000
Total asset valas
Rp.
1.500.000
Kewajiban valas
Rp.
1.400.000
Tagihan valas
Rp.
400.000
LOAN DEPOSIT RATIO
(LDR)
Adalah
kemampuan bank dalam
menyalurkan dana pihak ketiga yang
dihimpun kepada masyarakat.
Adalah perbandingan antara total kredit
yang diberikan dengan total DPK.
Maksimal LDR yang diperkenankan BI
adalah 110%
Total kredit yg diberikan
LDR = --------------------------------- x 100%
Total DPK
Contoh kasus
Data sebuah bank adalah sbb;
Kredit yg diberikan Rp. 700.000
Giro Rp. 50.000
Tabungan Rp. 30.000
DepositoRp. 900.000
700.000
LDR = --------------------- x 100%
980.000
= 71,43%
Total kredit diberikan
LDR extended = ---------------------------------------x 100%
Total DPK+Obligasi yg diterbitkan + Modal
inti