Anda di halaman 1dari 3

1. jelaskan 7 faktor untuk mengevaluasi kelayakan tambang?

Faktor atau variabel evaluasi kelayakan tambang meliputi:


- Cadangan endapan mineral (mineral reserves) serta jumlah cadangan
apakah layak untuk ditambang.
- Tingkat produksi tambang (mining rates).
- Pendapatan (revenues), perhitungan hasil pendapatan dari hasil penjualan
bahan tambang dikurang biaya operasional.
- Biaya (costs), yakni biaya selama operasi.
- Keuntungan yang diharapkan (expected returns), target keuntungan yang
harus dicapai.
- Resiko terkait (associated risks), segala macam resiko selama proses
penambangan baik itu dari faktor alam maupun teknis.
- Nilai uang berdasar waktu (time value of money), nilai tukar rupiah
terhadap dolar juga harus dipertimbangkan karena hal itu dapat
berpengaruh pada biaya produksi, pengadaan alat serta penjualan bahan
galian karena nilai tukar mata uang dapat berubah sewaktu-sewaktu.

2. apa yang dimaksud dengan biaya overhead, apa saja yang termasuk
didalamnya?
Biaya overhead atau disebut juga biaya tidak langsung adalah biaya yang
dapat/tidak dapat dimaksukkan sebagai biaya operas tetapi biaya-biaya ini
berpengaruh terhadap total biaya produksi walaupun umumnya
mencerminkan biaya-biaya diluar tambang/biaya-biaya perusahaan.
Overhead biasanya dikelompokkan menjadi:
a. Biaya penjualan
b. Biaya administrasi kantor pusat

3. Jelaskan 4 Metode dalam memperkirakan biaya operasi tambang!


Metode dalam memperkirakan biaya operasi tambang antara lain:

a. Metode Full Costing


Full Coasting adalah metode penentuan harga pokok produksi dengan
memasukkan seluruh komponen biaya produksi sebagai unsur harga pokok,
yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung biaya
Overhead tambang variabel dan biaya Overhead tambang tetap.
b. Metode Variable Costing
Variable costing adalah metode penentuan harga pokok yang hanya
memasukkan komponen biaya produksi yang bersifat variabel sebagai unsur
harga pokok, yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,
dan biaya Overhead tambang variabel.
c. Metode Akumulasi Biaya Produksi
Akumulasi biaya merupakan cara untuk mengetahui seberapa besar biaya
yang dikerluarkan untuk suatu produk dan jasa dalam perhitungan harga
pokok produksi. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam
akumulasi biaya, tetapi yang lazim digunakan adalah dua metode sebagai
berikut:
- Metode harga pokok pesanan ( job order costing method )
- Metode harga pokok proses ( process costing method )

d. Metode harga pokok pesanan


Sutrisno (1999 : 71 ) mengatakan, metode harga pokok pesanan adalah
cara penentuan harga pokok dimana biaya-biaya produksi dikumpulkan
untuk sejumlah produk atau jasa tertentu yang dapat dipisahkan identitas
masing-masing produk tersebut dan perlu ditentukan harga pokoknya secara
individual.
Adapun karakteristik biaya pesanan secara umum
1) sifat proses produksi yang dilakukan terputus-putus, dan tergantung pada
pesanan yang diterima,
2) spesifikasi dan bentuk produk tergantung pada pemesan,
3) pencatatan biaya produki masing-masing pesanan dilakukan secara
terpisah pada setiap pesanan,

4) harga pokok produksi dan laba kotor juga dihitung berdasarkan masingmasing pesanan,
5) total biaya produksi untuk setiap elemen biaya dikalkulasi setelah
pesanan selesai,
6) biaya perunit dihitung dengan membagi total biaya produksi dengan total
unit yang dipesan,
7) sistem biaya biasanya menggunakan metode biaya normal.