Anda di halaman 1dari 16

LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH

a
.
b
.
c
.
d
.
e
.

Judul

: Pengolahan Tanah Sawah

TIU

Sasaran

: PesertaKursusTani

Media

: Alat bantu pengolahlahan

Metode

: Ceramahdantanyajawab

Waktu

: 90 menit

10
10
45
15
10

:
:
:
:
:

Pesertakursustanimemahamidanmampumelakukanpengo
lahantanahsawah yang baik

ALOKASI WAKTU
Menit
Menit
Menit
Menit
Menit

Pembukaan
PengantarMateri
Pembahasan
Tanya Jawab
Penutup

KEGIATAN PENYULUHAN
Awal
Inti

20
:
Menit
: 45
Menit

Review pengolahan yang


selamainidilakukanpetani
Tujuanpengolahantanah
Pengolahanlahanbertujuanuntukmengubahsifat
fisiktanah agar lapisan yang
semulakerasmenjadidatardanmelumpur
FungsiPegolahanlahan
1 Gulmaakanmatidanmembusukmenjadi
humus
2 Aerasitanahmenjadilebihbaik
3
Lapisanbawahtanahmenjadijenuhdanbisamena
han air
TahapPengolahan Tanah
1
Penggenangantanahsawahsampaitanahmenjadi
jenuh air
2
Membajaksebagaiawalmemecahdanmembalikt
anah
3
Menggaruuntukmenghancurkandanmelumpurk
antanah
Ciri Tanah yang
telahselesaiolahdansiapuntukditanami

Tanya Jawab
Penutup
Lokasi

1 Tanah terolahsampaimelumpur
2 Air tidaklagibanyakmerembeskedalamtanah
3 Permukaantanah rata
4 Bersihdarisisagulmadantanaman
5 Pupuktercampur rata
15
MemberikanKesempatankepadapesertauntukm
:
Menit
engajukanpertanyaan
10
Menyampaikan point pentingmateri yang
:
Menit
telahdisampaikandan kata katapenutup
:
RumahPengurusPoktan
Kalanganyar, 3 April 2014
PenyuluhDesaKalanganyar

CucuSamsudin, SP
SINOPSIS
Yang dimaksudPengolahanLahanadalah proses
membaliktanahdarilapisanbawahtanahkepermukaantanah agar terjadi proses
pertukaranaliranudara, air
bisameresapmasukdansinarmataharimasukkedalamnya. Padasaat yang sama,
sisa-sisajeramiataurumputpadalapisanatasberadadibawah agar terjadi proses
pembusukan.
Proses pengolahanpadapadisawahinidiawalidenganmengalirkan air
kedalamnya. Setelahbeberapaharitanahsawahdikeringkan. Setelahitu, proses
selanjutnyaadalahtanahtersebutdibalik.
Setelah proses iniselesai, sebaiknyaditambahkanpupukkandang.
Kebutuhanpupukkandang minimal 1-2 ton pehektar. Lebihbaiklagi,
diberikanjeramipadi yang telahdikompos.
Ataubisajugadimasukansekampadihasilataugabah. Semakinbanyaksemakinbaik.
Selanjutnyatanahkembalidiratakan, agar proses
percampuranlapisantanahdanbahanorganikatausekaminidapatteruraidenganbaik
. Biarkamlah proses iniberlangsungselama 15-20 hari.
Lebihbaiklagi, disemprotkanpupukhayati/POC/MOL. Denganperlakuanini,
proses dekomposisi di lahansawahlebihcepat. Bukanitusaja, di
dalamtanahsudahbanyakmikroorganisme yang siapmenjadi pabrikpupuk.
Jadisetelahbibitberumur< 20 hst, lahansawahjugasudahsiapditanami.
Bolehdibilanglahansawahtersebutsudahsehat.
Setelah 15-20 harisetelah proses percampurantersebut, lahansawah yang
telah di balikdandicampurkan (bacadigemburkan) diproseskembali. Proses
itudinamakanpelumpuranlahan.

System of Rice Intensification (SRI)


BUDIDAYA PADI
BERBASIS ORGANIK SRI
(System of Rice intensification)
OLEH : SAILAN, SP, M.Si
Pembina P4S Cita Laksana Mandiri
PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA (P4S)
"CITA LAKSANA MANDIRI"
BLOK IV DESA PEKIK NYARING KECAMATAN PONDOK KELAPA
KABUPATEN BENGKULU TENGAH PROPINSI BENGKULU
e-mail : p4scitalaksanamandiri@yahoo.co.id Telpon : 085268106016
web-blog: p4sclm.blogspot.com
2010
LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH
Judul : Budidaya Padi Berbasis Organik SRI
Tujuan : Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap Penyuluh/petani tentang SRI
Metode : Ceramah dan Diskusi
Media : Peta Singkap
Waktu : 2 x 45 menit
Alat Bantu : Spidol, Karton, White Board
Pokok Kegiatan :
Uraian Waktu

Pendahuluan Pembukaan 2,5 menit


Perkenalan 2,5 menit
SRI 10 menit
Isi Materi 50 menit
Pengolahan Tanah
Pemilihan Benih Bernas dg Larutan Garam
Perendaman dan Penganginan Benih
Persemaian
Penanaman
Pemupukan
Penyiangan
Pemberian Air
Pengendalian Hama dan Penyakit
Panen
Diskusi 20 menit
Pengakhiran Kesimpulan 2.5 menit
Penutup 2,5 menit
SINOPSIS
Judul Materi : Budidaya Padi Berbasis Organik SRI
Bagian Awal :
Peningkatan dosis pemupukan anorganik perlu diimbangi dengan pemupukan organik.
Tanaman padi bukan tanaman air, tetapi tanaman yang memerlukan air dan mampu hidup
dalam kondisi tergenang air. Bahan organik mudah didapatkan disekitar tempat produksi dan
rumah petani, ramah lingkungan, hasil produksi lebih berkualitas dan harga jual produk lebih
tinggi. Prinsip metode SRI : Tanam bibit muda < 12 hari setelah semai, bibit 1 (satu) batang
per titik tanaman dan jarak tanam jarang, pindah tanam sesegera mungkin ( < 30 menit) akar
tidak putus dan terlipat, pemberian air macak macak maksimal 2 cm dan terputus putus,
penyiangan lebih awal dan sesering mungkin dan dianjurkan untuk menggunakan pupuk
organik.
Bagian Utama :
Pengolahan Tanah
- Dibajak/dicangkul,masukkan pupuk organik, digemburkan (struktur Lumpur sempurna),
ratakan, air merata di atas petakan sawah, dan inkubasi 7 10 hari
Pemilihan Benih Bernas dengan Larutan Garam
- Masukkan air ke dalam ember plastik sebanyak 2 10 liter, masukkan telur ayam/itik ke
dalam ember berisi air, masukkan garam dapur perlahan lahan (aduk hingga larut), bila
telur sudah naik ke permukaan air, penambahan garam dianggap cukup, keluarkan telur, dan
masukkan benih padi ke dalam larutan bergaram, pisahkan benih yang mengapung dengan
yang tenggelam, benih yang tenggelam dicuci dengan air bersih.
Perendaman dan Penganginan Benih
- Rendam benih bermutu dalam air selama 24 48 jam, benih diangkat dan ditiriskan (kering
anginkan) selama 24 - 48 jam
Persemaian
- Di petakan sawah atau baki plastik atau kotak dari bambu (mudah waktu pemindahan,

pencabutan dan penanaman). Tempat persemaian dilapisi daun pisang yang sudah
dilemaskan, 3 5 hari sebelum benih disemaikan berikan tanah subur bercampur pupuk
organik 1 : 1 dengan tinggi tanah 4 cm, taburkan benih yang sudah dikering anginkan /
tiriskan di atas tempat persemaian dengan teliti, tutup dengan tanah subur atau campuran
pupuk kandang dan kompos (usahakan setipis mungkin). Pada umur 5 hari setelah semai
(HSS) bibit siap untuk di tanam (dibawah umur 15 HSS). Kebutuhan benih 5 7 kg/ha dari
hasil perendaman (benih bermutu)
Penanaman
- Pola Bujur Sangkar 30 x 30 cm sampai 50 x 50 cm. Garis Petakan sawah dengan caplak,
ambil bibit yang disemai beserta baki/ beseknya pada umur 5 15 HSS, lalu dibawa ke lahan
yang akan ditanam, cabut bibit satu per satu dari pangkal perakaran pelan pelan, usahakan
akar tidak putus (sesegera mungkin ditanamkan), letakkan akar pada salah satu garis caplak,
lalu ditutup tipis dengan tanah, posisi tanaman dan akar seperti huruf L
Pemupukan
- Ikuti rekomendasi anjuran pemupukan local spesifik Penyuluh Pertanian setempat, dan
pupuk organik minimal 2 ton/ha (sesuai anjuran Petugas Pertanian).
Penyiangan
- Manual atau Rotary Weeder atau alat lain untuk membasmi gulma dan penggemburan tanah.
Penyiangan 2 (dua) minggu sekali atau disesuaikan keadaan gulma yang ada. Semakin sering
penyiangan dapat meningkatkan produksi padi
Pemberian Air
- Terputus putus (intermitten) 1 minggu sekali sampai umur 50 60 HST, ketinggian air
maksimal 2 cm (paling baik macak macak/ 0,5 cm). Pada umur 50 60 HST air setinggi 5
-10 cm selama 4 hari (menekan anakan tidak produktif), lakukan pengeringan total sampai
padi di panen.
Pengendalian Hama dan Penyakit
- Pengendalian hama dan penyakit terpadu dan tanam serempak. Hama Belalang, walang
Sangit dan Kiong Mas dibuatkan perangkap, Wereng dikendalikan dengan penaburan abu
gosok. Ingat ! Penggunaan pestisida hanya dapat dilakukan apabila hama dan penyakit belum
dapat diatasi dengan cara lain.
Panen
- Semua bulir sudah menguning/gabah sudah masak (bila digigit tidak berair). Waktu panen
SRI lebih cepat disbanding sistem konvensional
Bagian Terakhir :
SRI mampu meningkatkan produktivitas padi dengan cara : pengelolaan tanaman, tanah, air,
dan unsur hara. Metode ini dapat menghemat air, hemat biaya, hemat waktu, dan
meningkatkan produksi.
LEMBAR PETUNJUK LAPANGAN
PENYULUHAN
Materi : Budidaya Padi Berbasis Organik SRI
1. TIK : Agar Penyuluh dan Petani memahami SRI

2. Metode : Pertemuan Penyuluh dan Kontak Tani di BP3K/Diskusi


3. Media : Peta singkap
4. Waktu : 2 x 45 menit
5. Lokasi : P4S CITA LAKSANA MANDIRI
6. Langkah Kerja
No Urutan Langkah Kerja Keterangan
1 Pembukaan
Sejarah singkat SRI 15 menit
2 Budidaya Padi Berbasis Organik SRI 50 menit
3 Diskusi untuk pendalaman Budidaya Padi Berbasis SRI 20 menit
4 Penutup
Menyampaikan rangkuman hasil pertemuan dan materi yang disampaikan 5 menit
7. Alat dan Bahan
Peta singkap, Spidol, kertas HVS
8. Gladi dan Pendalaman Materi
Salah seorang Penyuluh/Kontak Tani disuruh menerangkan perbedaan budidaya padi SRI
dengan cara konvensional.
9. Evaluasi
Bertanya kepada salah satu Penyuluh/Kontak Tani tentang kelebihan budidaya padi berbasis
organik SRI
10. Pengakhiran
Memberikan motivasi kepada Penyuluh/Kontak Tani untuk mensosialisasikan budidaya padi
berbasis SRI.
BUDIDAYA PADI BERBASIS ORGANIK SRI
(System of Rice intensification)
OLEH : SAILAN, SP, M.Si
PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA (P4S)
"CITA LAKSANA MANDIRI"
BLOK IV DESA PEKIK NYARING KECAMATAN PONDOK KELAPA
KABUPATEN BENGKULU TENGAH PROPINSI BENGKULU
e-mail : p4scitalaksanamandiri@yahoo.co.id Telpon : 085268106016
web-blog: p4sclm.blogspot.com
2010
BUDIDAYA PADI BERBASIS ORGANIK SRI
(System of Rice intensification)
Oleh : Sailan, SP, M.Si
Pembina P4S Cita Laksana Mandiri

I. PENDAHULUAN
Prioritas permasalahan pembangunan pertanian saat ini adalah : pemantapan ketahanan
pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing, penanggulangan pengangguran dan
kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan petani. Peningkatan dosis pemupukan anorganik
tanpa diimbangi dengan pemupukan organik terbukti tidak mampu untuk meningkatkan
produktivitas padi. Pada tahun 1980 tercatat 60 persen luas areal persawahan di Indonesia
hanya mengandung C organik tanah < 1,5 persen dan pada tahun 1999 luas lahan yang
mengandung C organik tanah < 1,5 persen meningkat menjadi 80 persen. Pada tahun 1980,
1990 dan 1999 Peningkatan dosis pupuk anorganik berturut turut 268 kg/ha, 410 kg/ha dan
417 kg/ha produksi rata rata 3,8 ton/ha, 5,1 ton/ha dan 4,8 ton/ha, hal ini menunjukkan
bahwa terjadi penurunan produktivitas sebesar 300 kg/ha pada tahun 1999.
Tanaman padi bukan tanaman air, tetapi tanaman yang memerlukan air dan mampu hidup
dalam kondisi tergenang air. Dalam kondisi tergenang air (anaerob) tanaman padi
memerlukan energi yang besar untuk membentuk kantung udara (jaringan aerenchym) pada
kondisi ini 70 persen jaringan aerenchym mengalami degradasi dan mati, sedangkan pada
kondisi lembab (aerob) jumlah sel aerenchym produktif lebih banyak selama masa vegetatif
(moist during vegetatif fase), ini menunjukkan bahwa kebutuhan air dapat dihemat sampai 50
persen.
Pengaturan tata udara tanah dalam kondisi tanah lembab secara bergantian dapat
meningkatkan keanekaragaman dan biota tanah untuk mendukung pertumbuhan dan
perkembangan tanaman padi. Bahan organik mudah didapatkan disekitar tempat produksi dan
rumah petani, ramah lingkungan, hasil produksi lebih berkualitas dan harga jual produk lebih
tinggi. Prinsip prinsip metode SRI adalah : Tanam bibit muda < 12 hari setelah semai, bibit
1 (satu) batang per titik tanaman dan jarak tanam jarang, pindah tanam sesegera mungkin ( <
30 menit) akar tidak putus dan terlipat, pemberian air macak macak maksimal 2 cm dan
terputus putus, penyiangan lebih awal dan sesering mungkin dan dianjurkan untuk
menggunakan pupuk organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada musim kemarau
1999 rata rata produksi 6,2 ton/ha dan musim penghujan rata rata 8,2 ton/ha (Lembaga
Penelitian dan Pengembangan Pertanian di Sukamandi, Jawa Barat).
II. Pengolahan Tanah
- Tanah dibajak/dicangkul sedalam 25 30 cm sambil memasukkan pupuk organik
- Tanah digemburkan dengan garu sampai terbentuk struktur lumpur yang sempurna, lalu
diratakan dengan ketinggian air merata di atas petakan sawah
- Lakukan inkubasi lahan sawah selama 7 10 hari
III. Pemilihan Benih Bernas dengan Larutan Garam
- Masukkan air ke dalam ember plastik sebanyak 2 10 liter
- Masukkan telur ayam/itik ke dalam ember berisi air
- Masukkan garam dapur perlahan lahan dan aduk hingga larut, bila telur sudah naik ke
permukaan air, penambahan garam dianggap cukup
- Keluarkan telur dari dalam ember dan masukkan benih padi ke dalam larutan bergaram
perlahan lahan
- Pisahkan benih yang mengapung dengan yang tenggelam
- Benih yang tenggelam dicuci dengan air bersih.
IV. Perendaman dan Penganginan Benih
- Rendam benih yang bermutu dalam air selama 24 48 jam
- Setelah direndam 24 48 jam benih diangkat dan ditiriskan (kering anginkan) selama 24 48 jam

V. Persemaian
- Dapat dilakukan di petakan sawah atau menggunakan baki plastik atau kotak yang terbuat
dari bambu agar mudah pada waktu pemindahan, pencabutan dan penanaman
- Tempat persemaian dilapisi dengan daun pisang yang sudah dilemaskan, 3 5 hari sebelum
benih disemaikan berikan tanah yang subur bercampur pupuk organik dengan perbandingan 1
: 1 dengan tinggi tanah 4 cm
- Taburkan benih yang sudah dikering anginkan / tiriskan di atas tempat persemaian dengan
teliti lalu tutup dengan tanah yang subur atau campuran pupuk kandang dan kompos
(usahakan setipis mungkin)
- Pada umur 5 hari setelah semai (HSS) bibit sudah siap untuk di tanam dan usahakan bibit
sudah ditanam semuanya dibawah umur 15 HSS
- Kebutuhan benih 5 7 kg/ha dari hasil perendaman pada point IV di atas
VI. Penanaman
- Pola penanaman menggunakan Bujur Sangkar 30 x 30 cm sampai 50 x 50 cm
- Garis Petakan sawah dengan caplak
- Ambil bibit yang disemai beserta baki/ beseknya pada umur 5 15 HSS, lalu dibawa ke
lahan yang akan ditanam
- Cabut bibit satu per satu dari pangkal perakaran pelan pelan, usahakan akar tidak putus
- Setiap batang bibit yag telah dicabut sesegera mungkin ditanamkan (kurang dari 30 menit)
sudah ditanam di petakan sawah (satu bibit setiap lubang tanam)
- Pada waktu menanam letakkan akar pada salah satu garis caplak, lalu ditutup tipis dengan
tanah, posisi tanaman dan akar seperti huruf L
VII. Pemupukan
- Ikuti rekomendasi anjuran pemupukan local spesifik Penyuluh Pertanian setempat
- Gunakan pupuk organic minimal 2 ton/ha atau sesuai anjuran Petugas Pertanian
VIII. Penyiangan
- Dapat dilakukan secara manual atau menggunakan Rotary Weeder atau alat lain dengan
tujuan untuk membasmi gulma dan penggemburan tanah
- Lakukan penyiangan sesering mungkin atau setiap 2 (dua) minggu sekali atau disesuaikan
dengan keadaan gulma yang ada. Semakin sering penyiangan dilakukan dapat meningkatkan
produksi padi
IX. Pemberian Air
- Air diberikan secara terputus putus (intermitten) setiap 1 minggu sekali sampai tanaman
padi umur 50 60 hari setelah tanam (HST) dengan ketinggian air maksimal 2 cm, paling
baik tanah dalam keadaan macak macak dengan ketinggian air 0,5 cm
- Pada umur 50 60 HST masukkan air setinggi 5 -10 cm selama 4 hari untuk menekan
pertumbuhan anakan yang tidak produktif, setelah itu lakukan pengeringan total sampai padi
di panen.
X. Pengendalian Hama dan Penyakit
- Gunakan konsep pengendalian hama dan penyakit terpadu, benih yang sehat dan resisten
terhadap hama dan penyakit dan tanam serempak
- Hama Belalang, walang Sangit dan Kiong Mas dibuatkan perangkap sedangkan Wereng
dikendalikan dengan penaburan abu gosok
- Ingat ! Penggunaan pestisida hanya dapat dilakukan apabila hama dan penyakit belum dapat

diatasi dengan cara lain.


XI. Panen
- Bila semua bulir sudah menguning atau gabah sudah masak dengan indikasi bila digigit
tidak berair
- Waktu panen SRI lebih cepat disbanding dengan system konvensional

LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH

NAMA
: Benny Nurmansyah, S.P
WAKTU
: 90 Menit
JUDUL MATERI
: Teknis Aplikasi Pestisida Organik pada tanaman Hortikultura
TIK
: Mengetahui Cara Aplikasi Pestisida Organik pada tanaman Hortikultura
METODA
: Ceramah, Diskusi dan Demontrasi Cara
HARI/ TANGGAL
:
ALAT & BAHAN
: Pestisida Organik, Air, Hand Prayer, Tanaman Hortikultura
SASARAN
: Petani Hortikultura
PEMBAGIAN WAKTU :

No
I

II

Waktu
10 Menit

60 Menit

Kegiatan

Alat Bantu

- Pendahuluan
Persiapan alat & bahan

- Menyiapkan alat & bahan

- Mengarahkan judul/materi

- Menyampaikan judul/materi
yang akan disampaikan

- Materi
Menjelaskan judul materi
Menjelaskan Manfaat dan
keunggulan Pestisida Organik
Menjelaskan cara penggunaan
Pestisida Organik

- Menjelaskan teknis membuat


Larutan Pestisida organik dengan dosis
Yang tepat

III

20 Menit

- Tanya jawab

- Waktu bagi para peserta


untuk bertanya dan penyuluh
menyiapkan petanyaan
seputar materi

- Penutup

Setelah melakukan penyuluhan lebih dari


30%

Evaluasi
Penugasan

Menanyakan kembali, menjelaskan materi

Penutup/ kesimpulan
Penegasan

Ka. BP3K Kec. .........................


2013

Menjelaskan kesimpulan materi

WKPP ,

Maret

M AT E R I

Secara umum pestisida organic atau nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan
dasarnya adalah tumbuhan Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan bahan dan teknologi
yang sederhana. Bahan bakunya yang alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai
(biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Pestisida ini juga relatif aman
bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang.
Pestisida nabati bersifat pukul dan lari (hit and run), saat diaplikasikan, akan
membunuh hama saat itu juga dan setelah hamanya mati, residunya akan hilang di alam.
Dengan demikian produk terbebas dari residu pestisda sehingga aman dikonsumsi manusia.
Pestisida nabatimenjadi alternatif pengendalian hama yang aman dibanding pestisida sintetis.
Penggunaan pestisida nabati memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk
yang aman, lingkungan juga tidak tercemar.
Pestisida organik ini mampu mengatasi dan mengusir hama perusak tanaman pertanian
dan perkebunan umumnya seperti kutu, ulat, belalang dan sebagainya
B. Manfaat dan Keunggulan
Beberapa manfaat dan keunggulan pestisida alami, antara lain:
1. Mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan ( ramah
lingkungan).
2. Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
3. Dapat membunuh hama/penyakit seperti ekstrak dari daun pepaya, tembakau, biji mahoni,
dsb.
4. Dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman: tanaman orok-orok, kotoran
ayam

5. Bahan yang digunakan nilainya murah serta tidak sulit dijumpai dari sumberdaya yang ada
di sekitar dan bisa dibuat sendiri
6. Mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya harga obat-obatan pertanian khususnya
pestisida sintetis/kimiawi.
7. Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan
penggunaan pestisida sintesis. Penggunaan dalam dosis tinggi sekalipun, tanaman sangat
jarang ditemukan tanaman mati
8. Tidakmenimbulkan kekebalan pada serangga
Cara aplikasi Pestisida Organik:
1. Mempersiapkan alat dan bahan
a. Alat : Alat semprot (Hand Sprayer)
b. Bahan : Pestisida organic (Pestona), Air
2. Cara Kerja
a. Campurkan 5-10 cc Pestona kedalam 1 ltr air
b. Aduk larutan hingga merata
c. Masukkan larutan kedalam handsprayer
d. Semprotkan ketanaman secara merata minimal 3 kali penyemprotan/ musim
e. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari

SINOPSIS
Penggunaan pestisida khususnya untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman saat
ini masih menimbulkan dilema. Penggunaan pestisida khususnya pestisida sintetis/ kimia
memberikan keuntungan secara ekonomis, namun dapat mendatangkan kerugian diantaranya
adalah residu yang tertinggal tidak hanya pada tanaman, tapi juga air, tanah dan udara dan
penggunaan terus-menerus akan mengakibatkan efek resistensi dari berbagai jenis hama.
Penggunaan pestisida kimia di Indonesia telah memusnahkan 55% jenis hama dan 72 %
agens pengendali hayati. Oleh karena itu diperlukan pengganti, yaitu pestisida yang ramah
lingkungan. Satu alternatif pilihan adalah penggunaan pestisida hayati yang berasal dari
tumbuhan. Pestisida nabati adalah salah satu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari
tumbuhan. Tumbuhan mempunyai bahan aktif yang berfungsi sebagai alat pertahanan alami
terhadap pengganggunya. Bahan pestisida yang berasal dari tumbuhan dijamin aman bagi
lingkungan karena cepat terurai di tanah dan tidak membahayakan hewan, manusia atau
serangga yang bukan sasaran.
Penyuluh Pertanian Lapangan sebagai pendamping petani, seyogyanya dapat
menyebarkan informasi teknologi terkini yang dapat menjawab keluhan dan memenuhi
kebutuhan petani dilapangan, salah satunya dengan cara menginformasikan manfaat dan cara
penggunaan pestisida organic kepada para petani.
Ka. BP3K Kec. ............................
Maret 2013

..........................,

PEMBUATAN SUSU KEDELAI

LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH (LPM)


J udul

: Membuat Susu Kedelai Tidak Berbau Langu

:
Agar Pelaku Utamadapat Memahami dan Membuat Susu
Kedelai Sesuai Anjuran
Metode
: Ceramah, Diskusi, dan Praktek
Media
: Leaflet /Folder
Waktu
: 105
Alat Bantu
:
Kertas Manila, spidol, laktop, LCD, Panci, kompor,
blender, kain
saring, Kacang kedelai, Kedelai 1 kg, air panas 8 liter, air dingin utk
perendaman 3 liter, Gula pasir 100-200 gram, Panili 2 gram,
Coklat
15 gram, Garam 15 gram dan Baking soda 2 gram
PokokKegiatan
Pendahuluan
Isi/Materi

Pengakhiran

UraianKegiatan

Waktu

1.
2.

Salam
Perkenalan
MEMBUAT SUSU KEDELAI
TIDAK BERBAU LANGU
1.
Pemilihan Bahan
Baku
Kedelai.
2. Sortasi Bahan Baku
3. Perendaman
4. Perebusan
5. Pengelupasan
6. Pehilangan Bau Langu.
7. Penggilingan/Pembuburan.
8. Pengemasan
9. Pemasakan
10. Penyaringan
Praktek
diskusi
1. Salam Penutup
2. Pembacaan kesimpulan

Keterangan

2
5
15
-;-;60
15
2
6

Batu ,
Juli 2012
Asesi
.
(Heriawan, SP)
NIP. 196803081988031001
================================================
========================
SINOPSIS
Ketika protein sangat dibutuhkan sementara kandungan kolesterol perlu
dihindari, maka susu kedelai bisa menjawabnya sebagai susu bebas kolesterol.
Tidak hanya sebatas itu, bayi maupun anak dalam masa pertumbuhan
kebutuhan gizinya juga bisa ditunjang oleh susu kedelai.
Menambah
kesempurnaan susu kedelai memungkinkan untuk ditambahkan berbagai vitamin
yang biasanya terkandung dalam susu maupun asi. Berdasarkan pengalaman
dalam proses pembuatan susu kedelai untuk menghasilkan susu kedelai yang
berkualitas baik adalah biji kedelai varietas impor dibanding biji kedelai lokal.
Hal ini disebabkan karena bijinya besar, warnanya kekuningan dan lebih bersih,

sehingga bila dilakukan perendaman bijinya cepat empuk dan jika diperas maka
air susunya lebih kental. Untuk mempermudah pengelupasan kulit kedelai dan
pemblenderan, sebelum direbus dilakukan perendaman kedelai dengan larutan
baking soda 0,5 % selama 20 menit. Perebusan perendaman dilakukan dengan
cara merebus selama 15 menit setelah air rebusan mendidih, setelah itu
diangkat dan ditiriskan, bilas dengan air segar. Bau dan rasa langu dapat
dihilangkan dengan cara mematikan enzim lipsigenase dengan suhu panas,
dengan cara merendam biji kedelai yang telah bersih dengan air panas selama
20 menit sebelum proses penggilingan. Kedelai yang sudah bersih dilakukan
proses penggilingan/pemblenderan, Bubur encer biji kedelai disaring dengan kain
kasa dan filtratnya merupakan susu kedelai mentah, Masak susu kedelai mentah
dengan cara diaduk-aduk secara terus-menerus diatas api kecil sampai
mendidih, Susu kedelai yang sudah jadi dapat dikemas dengan menggunakan
plastik atau gelas aqua yang ditutup dengan aqua sealer.
Makin dikenalnya
susu kedelai, membuat susu nabati ini makin berperan sebagai susu alternatif
pengganti susu sapi, karena ternyata penggunaan dan manfaat susu kedelai
disaat krisis adalah solusi yang tepat
================================================
=========================
I. PENDAHULUAN
Pada keadaan yang serba mahal akan produk susu hewani serta tidak
mengurangi nilai gizinya, susu kedelai dapat dijadikan sebagai salah satu
alternatif subtitusi maupun pengganti susu sapi secara keseluruhan.
Ketika protein sangat dibutuhkan sementara kandungan kolesterol perlu
dihindari, maka susu kedelai bisa menjawabnya sebagai susu bebas kolesterol.
Tidak hanya sebatas itu, bayi maupun anak dalam masa pertumbuhan
kebutuhan gizinya juga bisa ditunjuang oleh susu kedelai.
Menambah
kesempurnaan susu kedelai memungkinkan untuk ditambahkan berbagai vitamin
yang biasanya terkandung dalam susu maupun asi.
Dalam pelaksanaan pembuatan susu kedelai teknologinya sangat
sederhana, peralatan yang dibutuhkan seadaanya dan mudah dipahami tehnik
pembuatannya.
Namun perlu diketahui bahwa ada beberapa faktor yang
menyebabkan produk olahan kedelai kurang disukai, antara lain bau langu, atau
bau kacang, rasa pahit dan rasa seperti kapur.
Dengan pengolahan yang baik maka bau langu tersebut akan hilang. Untuk
membuat susu kedelai dengan warna putih seperti susu, rasa gurih dan tidak
berbau langu sangatlah mudah, yang penting kita memahami proses pembuatan
susu kedelai.
II. MEMBUAT SUSU KEDELAI TIDAK
BERBAU LANGU
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat susu kedelai
yaitu :
1. Pemilihan Bahan Baku Kedelai.
Berdasarkan pengalaman dalam proses pembuatan susu kedelai untuk
menghasilkan susu kedelai yang berkualitas baik adalah biji kedelai varietas
impor dibanding biji kedelai lokal. Hal ini disebabkan karena bijinya besar,
warnanya kekuningan dan lebih bersih, sehingga bila dilakukan perendaman
bijinya cepat empuk dan jika diperas maka air susunya lebih kental.

2. Sortasi Bahan Baku


Pisahkan biji kedelai dari kotoran seperti batu, ranting serta daun dan biji
yang rusak. Biji kedelai yang kotor dan rusak akan mempengaruhi kualitas susu
kedelai seperti bau langu dan warna yang agak kehitaman.
3. Perendaman
Untuk mempermudah pengelupasan kulit kedelai dan pemblenderan,
sebelum direbus dilakukan perendaman kedelai dengan larutan baking soda 0,5
% selama 20 menit.
Perendaman dilakukan pada suhu ruang dengan
perbandingan larutan perendaman dan kedelai 3:1 sehingga apabila berat biji
kedelai 250 gr, maka larutan soda yang dibutuhkan adalah 750 ml.
4. Perebusan
Perebusan perendaman dilakukan dengan cara merebus selama 15 menit
setelah air rebusan mendidih, setelah itu diangkat dan ditiriskan, bilas dengan
air segar.
5. Pengelupasan
Pisahkan kulit kedelai dengan cara meremas-remas biji kedelai dengan
tangan kemudian tambahkan air, kulit yang mengambang dapat dibuang.
Lakukan hal tersebut secara berulang-ulang sampai kulit bersih.
6. Pehilangan Bau Langu.
Bau dan rasa langu dapat dihilangkan dengan cara mematikan enzim
lipsigenase dengan suhu panas, dengan cara merendam biji kedelai yang telah
bersih dengan air panas selama 20 menit sebelum proses penggilingan.
7. Penggilingan/Pembuburan.
Kedelai yang sudah bersih dilakukan proses penggilingan dengan cara
menambahkan air mendidih sehingga jumlah air secara keseluruhan mencapai
10 kali lipat bobot kedelai kering, sebagai contoh apabila berat kedelai yang
digunakan 250 gr maka air yang digunakan untuk pengenceran susu kedelai
2.500 ml.
8. Penyaringan
Bubur encer biji kedelai disaring dengan kain kasa dan filtratnya
merupakan susu kedelai mentah.
9. Pemasakan
Masak susu kedelai mentah dengan cara diaduk-aduk secara terusmenerus diatas api kecil sampai mendidih, dan untuk menambahkan cita rasa
dapat ditambahkan garam secukupnya dan gula sebanyak 150-200 gr atau
flavour seperti coklat, moka, pandan, strobery secukupnya.
10. Pengemasan
Susu kedelai yang sudah jadi dapat dikemas dengan menggunakan plastik
atau gelas aqua yang ditutup dengan aqua sealer. Masa kadaluarsa susu kedelai
cair lebih kurang tiga hari, bila pada pengolahannya diberi zat pengawet tahan
sampai 7 hari. Bila dipasteurisasi dan disimpan di lemari es dapat berumur lebih
dari 7 hari.
Makin dikenalnya susu kedelai, membuat susu nabati ini makin berperan sebagai
susu alternatif pengganti susu sapi, karena ternyata penggunaan dan manfaat
susu kedelai disaat krisis adalah solusi yang tepat.

PUSTAKA
Saptoningsih, 2009. Dalam sinar
Tani Edisi 15-21 Juli 2009 No.3312 Tahun XXXIX. Rubrik Inovasi hal 18.