Anda di halaman 1dari 4

LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH (LPM)

1. Judul : Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi


Sawah
2. Tujuan : Petani dapat mengetahui dan melakukan
pemupukan berimbang pada tanaman Padi
Sawah
3. Waktu : 60 Menit
4. Tempat : Lahan sawah petani
5. Sasaran : Petani, Kelompok tani
8. Metoda : Ceramah, diskusi dan demcar
9. Alat dan Bahan : Pupuk Urea, KCl, NPK
Bahan demontrasi
Alat : Kertas karton, spidol, Ruller

PROSES PEMBELAJARAN
Waktu
No Uraian Kegiatan Keterangan
(Menit
I 10 Pendahuluan  Salam pembuka dan dilanjutkan dengan
Salam obrolan yang difokuskan pada materi yang
Perkenalan. akan disampaikan
b.  Menjelaskan tentang tujuan
dilaksanakannya penyuluhan dan hasil
yang ingin dicapai
II 40 Pelaksanaan
a. Penjelasan isi  Menjelaskan Teknik Pemupukan Berimbang
materi Pada Tanaman Padi Sawah
b. Demontrasi cara  Mempraktekan penerapan teknik
Pemupukan Berimbang pada tanaman
padi sawah
c. Tanya jawab  Memberikan kesempatan kepada peserta
untuk bertanya
III 10 Pengakhiran
a. Evaluasi  Memberikan pertanyaan kepada peserta
mengenai pemahaman tentang Teknik
pemupukan berimbang pada tanaman
b. Kesimpulan padi sawah
 Menyimpulkan hasil yang diperoleh setelah
c. Penutup kegiatan penyuluhan dilaksanakan
 Salam Penutup
Kupang Timur, 11 Agustus 2018

Team
SINOPSIS
TEKNIK PEMUPUKAN BERIMBANG
PADA TANAMAN PADI SAWAH

PENDAHULUAN

Pemupukan padi sawah mengenal beberapa istilah seperti pemupukan


berimbang, pemupukan spesifik lokasi dan pengelolahan hara spesifik lokasi
yang pada dasarnya identik satu sama lain. Akan tetapi pemupukan
berimbang sering disalah artikan sebagai pemupukan lengkap (N,P,K,S…dst)
dan diidentikan dengan penggunaan pupuk majemuk.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pemupukan berimbang


mengacu pada keseimbangan antara unsure hara yang dibutuhkan oleh
tanaman padi berdasakan sasaran tingkat hasil yang ingin dicapai dengan
ketersediaan hara dalam tanah. Mengingat beragamnya kondisi kesuburan
tanah antara satu lokasi dengan lokasi lainnya, maka takaran dan jenis pupuk
yang diperlukan untuk lokasi tersebut tentu akan berbeda pula. Oleh karena itu
pemupukan berimbang sering pula disebut pemupukan (pengelolahan hara)
spesifik lokasi.

Pemupukan berimbang menawarkan beberapa prinsip dan perangkat


untuk mengoptimalkan penggunaan hara dari sumber-sumber alami atau local
sesuai dengan kebutuhan tanaman padi. Sumber hara alami dapat berasal
dari tanah, pupuk kandang, sisa tanaman dan air irigasi.
TAHAPAN PEMUPUKAN BERIMBANG

Pemupukan berimbang mencakup 3 langkah yaitu :


Langka 1. Tetapkan target realistis yang ingin dicapai
Langka 2. Gunakan hara yang sudah tersedia secara efektif
Langkah 3. Tambahkan pupuk kimia untuk mengisi kekurangan anatara
kebutuhan tanaman dan suplai hara alami
WAKTU PEMBERIAN DAN TAKARAN PUPUK
Pakai pupuk N, P, dan K pada stadia pertumbuhan berikut:

Pupuk Pertumbuhan Anakan Primordia Matang


Awal Aktif
Umur ( HST) 0 – 14 21 – 28 35 – 50 -
Nitrogen (N) Takaran Berdasarkan Berdasarkan -
sedang ( 50 – bagan bagan
100 Kg Urea warna daun warna daun
/Ha (BWD) (BWD)
Fospor (P2O5) 100 % - - -
dan Sulfur (S)
Kalium (K2O) 50 – 100 % Bila perlu
50%

Pemupukan pada stadia awal pemupukan (0 – 14 HST)

1. Tetapkan target hasil yang ingin dicapai berdasarkan pengalaman


setempat sebelumnya (5 – 8 Ton /Ha GKG.
2. Pilih takaran pupuk yang sesuai dengan target hasil berdasarkan table
berikut:
Pupuk Target Lokasi Takaran Pupuk (Kg/Ha)
0 – 14 Target Hasil (GKG)
HST 5 Ton/Ha 6 Ton/HA 7 Ton/Ha 8 Ton/Ha
N Semua Lokasi 20 – 25 25 – 30 30 – 40 40 – 50
( Urea) 45 - 55 55 – 65 65 - 90 90 - 110
P2O5 5 musim 25 -35 35 – 40 40 – 50 50 – 60
(SP36) terakhir laha 70 - 100 100 – 110 110 - 140 140 - 165
diberi pupuk >
30 Kg P2O5
/Ha/Musim
K2O Suplai K tanah 20 – 30 30 30 -40 30 – 40
KCl relatif rendah 30 - 50 50 50 - 65 50 - 65
K2O Suplai K tanah 0 10 15 – 20 25 – 30
KCl relatif tinggi, 15 – 20 25 - 30 40 - 50
dan jerami
dikembalikan
ZA* Dilokasi kahat 75 100 100 100 - 125
Sulfur (S)
*) Pemupukan ZA cukup diberikan selang 1 musim dan bila ZA

digunakan, takaran urea pemupukan pertama dapat dikurangi sekitar


separuh dari anjuran diatas.

3. Sesuaikan pemakaian pupuk P, K, dan S berdassarkan pengalaman


setempat sebelumnya dan cermati apakah jerami dikembalikan ke sawah
atau tidak.
Pemupukan N Susulan

Ada 2 pilihan untuk pemupukan susulan yaitu berdasarkan stadia pertumbuhan


dan kebutuhan ril tanaman.
Pilihan 1. Berdasarkan Stadia Pertumbuhan
Angka BWD Renspon Pupuk N
Sesaat Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi
Sebelum Target Hasil (GKG)
Pemupukan 5 Ton/Ha 6 Ton/Ha 7 Ton/Ha 8 Ton/Ha
Takaran Urea
≤3 75 100 125 150
≤ 3,5 50 75 100 125
≤4 0 0 – 50 50 50

Pilihan 2. Berdasarkan Kebutuhan Riil Tanaman

Bandingkan warna daun denngan skala BWD selang 7 – 10 hari, mulai 21 –


28 HST sampai 50 HST. Berikan pupuk N apabila warna daun dibawah nilai
kritis seperti ditunjukan pada table berikut.

Angka BWD Renspon Pupuk N


Sesaat Rendah Sedang Tinggi Sangat
Sebelum Tinggi
Pemupukan Target Hasil (GKG)
5 Ton/Ha 6 Ton/Ha 7 Ton/Ha 8
Ton/Ha
Takaran Urea
<4 50 75 100 125

Pemupukan K Susulan

Perlakuan Jerami Target Hasil (GKG)


5 6 Ton/Ha 7 Ton/Ha 8 Ton/Ha
Ton/Ha
Takaran K2O (Kg/Ha)
Jerami tidak 5 – 15 15 – 25 25 – 35 40 – 50
dikembalikan dan (10 – (25 – 40) (40 – 60) (65 – 80)
beberapa musim 25)
terakhir tidak diberi
Pupuk K
Jerami dikembalikan 0 0 0 – 15 25 – 35
dan kapasitas suplai (0 – 25) (35 – 60)
hara K relative rendah

PENUTUP
Pemupukan berimbang menjadi factor penentu peningkatan produktivitas
padi sawah. . Mengingat beragamnya kondisi kesuburan tanah antara satu
lokasi dengan lokasi lainnya, maka takaran dan jenis pupuk yang diperlukan
untuk lokasi tersebut tentu akan berbeda pula. Oleh karena itu pemupukan
berimbang sering pula disebut pemupukan (pengelolahan hara) spesifik lokasi.

Kupang Timur, 11 Agustus


2018

Team