Anda di halaman 1dari 3

MAKALAH

KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

Disusun Oleh:
Kelompok 1
Widia Apriliani (1113096000036)
Windi Riyadi (1113096000037)
Qurrota Ayuni (1113096000040)
Noor Annisa (111309600004 )
Cici Afela Zane (111309600004 )
Dito Prasetyo Utomo (1113096000046)
Risna Ayu Fadilah (1113096000048)

Dosen: Sandra Hermanto, M.Si

Program Studi Kimia


Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
2016
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Istilah kromatografi diturunkan dari fakta bahwa teknik ini mula-mula digunakan
untuk memisahkan pigmen-pigmen (Greek, chroma = warna, graphein = menggambar),
tetapi dengan berbagai modifikasi maka teknik ini digunakan dalam pemisahan zat-zat
kimia, dan tidak selalu dihubungkan dengan senyawa-senyawa berwarna. Ketepatan dalam
memilih prosedur semuanya tergantung pada perbendaan distribusi berbagai komponenkomponen campuran di antara dua fasa, yakni fasa bergerak dan fasa diam. Fasa bergerak
dapat berupa cairan atau gas, dan fasa diam dapat berupa padatan atau cairan (Yulianti, 2014).
Ketepatan dalam memilih prosedur semuanya tergantung pada perbedaan distribusi
berbagai komponen-komponen campuran di antara dua fasa, yakni fasa bergerak dan fasa
diam. Fasa bergerak dapat berupa cairan atau gas, dan fasa diam dapat berupa padatan atau
cairan. tergantung pada banyak sedikitnya sampel, selektivitas metode, tingkat resolusinya
dan kepraktisan prosedurnya (Yulianti, 2014).
Metode pemisahan merupakan aspek penting dalam bidang kimia karena kebanyakan
materi yang terdapat di alam berupa campuran. Untuk memperoleh materi murni dari suatu
campuran maka harus melakukan pemisahan. Berbagai teknik pemisahan dapat diterapkan
untuk emisahkan campuran. Dalam bahasan ini akan dibahas kromatografi lapis tipis atau
KLT (thin layer chromatography, TLC) yang menjadi dasar dari penggunaan instrumen untuk
uji kualitatif dan kuantitatif dari suatu sampel senyawa organik.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kromatografi lapis tipis?
2. Bagaimana prinsip kerja kromatografi lapis tipis?
3. Bagaimana faktor resensi pada KLT?
4. Bagaimana cara menggunakan KLT?
5. Bagaimana analisis kualitatif dengan KLT
6. Apa kelemahan dan kekurangan KLT?
1.3 Tujuan
1. Dapat menjelaskan kromatografi lapis tipis
2. Dapat menjelaskan prinsip kerja kromatografi lapis tipis
3. Dapat menjelaskan faktor retensi pada KLT
4. Dapat menjelaskan cara penggunaan KLT
5. Dapat menjelaskan analisis kualitatif dengan KLT
6. Dapat menyebutkan kelemahan dan kekurangan KLT

Referensi

Yulianti.

2014.

Kromatografi

Lapis

Tipis.

(https://www.academia.edu/7153821/Seminar_Kimia_Yulianti_BAB_I_PENDAHULUA
N). Diakses 25 Maret 2016, pukul 17.44 WIB.