Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH TEKNOOGI PENGOLAHAN KARET

Manfaat dan Kegunaan Karet

Disusun oleh:
HEPLIN SIHOMBING

140 500 120

ISHAK HASTAGINA

140 500 121

NOVITA SAPTIANI

140 500 122

RESKI KRISTIAN

140 500 123

RIDO PURBA

140 500 124

PUTRI PRATIWI

140 500 141

RAHMAN HIDAYAT

140 500 142

ROMANI LINGGA

140 500 143

SAMARIDA MUNTHE

140 500 144

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA


SAMARINDA
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
ini.
Kami sangat berharap makalah ini yang berjudul Manfaat dan Kegunaan
Karet dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan
pembaca.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada
sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah ini dapat dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang
yang membacanya.
Samarinda,29 Februari 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
KATA PENGANTAR....................................................................................... ii
DAFTAR ISI
BAB I

.............................................................................................. iii

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................. 1
1.2 Tujuan........................................................................................... 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Tanaman karet............................................................................... 2
2.2 Jenis-jenis Karet........................................................................... 3
2.3 Syarat Tumbuh Tanaman Karet.................................................... 4
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Manfaat Karet............................................................................... 5
3.2 Kegunaan Lain Tanaman Karet.................................................... 6
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 9

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Karet merupakan salah satu bahan alam yang sangat berperan penting dalam
kehidupan sekarang ini. 80% barang yang kita gunakan dalam sehari-hari
merupakan barang yang bahan dasarnya karet. Pada dasarnya karet diperoleh dari
tumbuhan pohon karet yang kemudian diolah melalui berbagai cara sehingga
menghasilkan produk yang kita gunakan saat ini. Proses pengolahan karet sangat
di pengaruhi oleh kualitas bahan baku karet yang di olah, mesin-mesin yang
digunakan, proses pengolahan, sumber daya manusia dan kondisi lingkungan
pabrik, sehinga di perlukan pembuatan standar operasional prosedur (SOP)
pengolahan karet sebagai standar tatacara kerja, proses pengolahan terbaik yang
menjamin konsistensi mutu yang berlaku untuk semua pabrik karet.
Karet (termasuk karet alam) merupakan kebutuhan yang vital bagi kehidupan
manusia sehari-hari, hal ini terkait dengan mobilitas manusia dan barang yang
memerlukan komponen yang terbuat dari karet seperti ban kendaraan, conveyor
belt, sabuk transmisi, dock fender, sepatu dan sandal karet. Kebutuhan karet alam
maupun karet sintetik terus meningkat sejalan dengan meningkatnya standar
hidup manusia. Pertumbuhan ekonomi dunia yang pesat pada sepuluh tahun
terakhir, terutama China dan beberapa negara kawasan Asia-Pasifik dan Amerika
Latin.
Selain dapat diambil lateksnya untuk bahan baku pembuatan aneka barang
keperluan manusia, sebenarnya karet masih memiliki manfaat lain. Manfaat ini
walaupun sekedar sampingan tetapi memberi keuntungan yang tidak sedikit bagi
pemilik perkebunan karet. Hasil sampingan lain dari tanaman karet yang memberi
keuntungan adalah kayu atau batang pohon karet
1.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui
manfaat dan kegunaan karet.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tanaman Karet
Tanaman karet berasal dari bahasa latin yaitu Hevea braziliensis. Tanaman
karet mula-mula ditemukan di lembah sungai Amazone (Brazil). Tanaman karet
dapat tumbuh tinggi dan berbatang cukup besar. Tinggi pohon dewasa dapat
mencapai 15-25 meter. Batangnya biasanya tumbuh lurus dan memiliki
percabangan diatas. Daun karet terdiri dari tangkai daun utama dan tangkai anak
daun. Panjang tangkai anak daun utama 3-20 cm. panjang tangkai anak daun 3-10
cm dan pada ujungnya terdapat kelenjar. Anak daun berbentuk eliptis,
memanjaang dengan ujung meruncing, tepinya rata dan gundul. Biji karet terdapat
dalam setiap ruang buah. Jumlah biji biasanya ada 3-6 buah sesuai dengan jumlah
ruang. Ukuran biji besar dan memiliki kulit yang keras. Warnanya coklat
kehitaman dan bercak-bercak berpola yang khas. Tanaman karet adalah tanaman
dikotil sehingga memiliki akar tunggang.
Secara lengkap, struktur botani tanaman karet adalah :
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiales
Family : Euphobiaceae
Genus : Hevea
Species : Hevea braziliensis
Tanaman karet ini apabila digores/disayat pada kulit batangnya akan
mengeluarkan cairan pekat berwarna putih yang disebut lateks. Lateks ini akan
kering dan menggumpal apabila dibiarkan lebih dari 2 jam. Pohon karet ini baru
boleh dipanen (diambil lateksnya) setelah berusia 5 tahun dan memiliki usia
produktif 25 sampai 30 tahun. Lateks inilah yang selanjutkan akan diolah menjadi
bentuk baru (Produk barang jadi).

2.2 Jenis-Jenis Karet


2.2.1 Karet Alam
Karet alam mempunyai sifat daya elastisitas dan daya lentur yang baik, plastis
dan tidak mudah panas, dan tidak murah retak, berbagai jenis karet alam yaitu :
a. Bahan Olah Karet
Bahan olah karet yaitu bahan mentah yang digunakan untuk pengolahan di
pabrik. Terdiri dari lateks kebun, lembar angin, lapisan (slab) tipis, gumpalan
(lumb) segar. Semuanya berasal langsung dari pohon karet atau telah
mengalami proses pengolahan yang minimal oleh penyadap.
b. Karet Alam Konvensional
Karet yang telah diolah dari bahan lateks alami. Secara garis besar terdiri atas
2 golongan yaitu lembaran (sheet) dan lembaran tebal (crepe). Karet alam
konvensional terbagi atas beberapa jenis seperti Ribbed Smoked Sheet (RSS),
White Creep and Pale Creep, Estate Brown Crepe, Compo Crepe, Thin
Brown Crepe Remills, Thick Blanket Crepe Amber, Plat Bark Crepe, Pure
Smoked Blanket Crepe, Off Crepe.
c. Lateks Pekat
Bahan untuk pembuatan barang yang tipis dan bermutu tinggi.
d. Karet Bongkah
Berasal dari karet remah yang dikeringkan dan di kilang menjadi bandelabandela dengan ukuran yang ditentukan.
e. Karet Spesifikasi Teknis (Crumb Rubber)
Karet yang dibuat secara khusus. Sehingga mutu teknisnya terjamin yang
penetapannya didasarkan pada sifat-sifat teknis. Karet ini dikemas dalam
bongkahan kecil dengan berat dan ukuran seragam.
f. Karet Ban (Tyre Rubber)
Karet setengah jadi, sehingga bisa langsung digunakan oleh konsumen,
seperti untuk membuat ban.
g. Karet Reklaim (Reclaimed Rubber)
Karet yang didaur ulang dari karet bekas, seperti bekas roda-roda karet
berjalan pabrik, bekas ban mobil. Kelebihan karet ini adalah daya lekatnya
bagus, kokoh, awet dan tahan lama, relatif lebih tahan terhadap bensin dan
minyak pelumas dibandingkan karet alam yang baru dibuat. Kekurangannya
adalah kurang kenyal dan kurang tahan gesekan.
2.2.2 Karet Sintesis

Karet sintesis terdiri atas 2 macam yaitu karet sintesis untuk kegunaan umum
seperti SBR (Styrene Butadiene Rubber), BR (Butadiene Rubber), atau PR
(Polybutadiene Rubber), IR (Isoprene Rubber) dan karet sintesis untuk kegunaan
khusus seperti karet yang memiliki ketahanan terhadap minyak, oksidasi, panas
atau sihu tinggi dan kedap gas diantaranya IIR (Isobutene Isoprene Rubber), NBR
(Nytrite Butadine Rubber), CR (Chloroprene Rubber), dan EPR (Etylene
Propylene Rubber).
Kelebihan karet sintesis dibandingkan karet alam yaitu tahan minyak karena
karet ini banyak digunakan untuk pembuatan pipa karet untuk minyak dan bensin,
seal, gasket. Karet CR mempunyai kelebihan tahan api, untuk pembuatan pipa
karet pembungkus kabel, seal, gasket, sabuk/ban berjalan. Jenis IR yang tahan gas
digunakan untuk campuran pembuatan ban kendaraan bermotor, pembalut kabel
listrik, serta pelapis tangki penyimpan minyak atau lemak.
2.3 Syarat Tumbuh Tanaman Karet
Agar memperoleh pertumbuhan dan produktifitas yang baik, tanaman
karet memerlukan persyaratan tumbuh sebagai berikut;
1. Tanah
Tanah latosol dan aluvial bisa dikembangkan untuk penanaman karet kadar
keasaman (pH) 5-6
2. Dapat tumbuh di ketinggian 1 - 600 m diatas permukaan laut
3. Iklim
Dapat tumbuh dengan baik pada 15deg LU - 10deg LS Suhu udara 25deg30deg dan curah hujan optimal 2000-2500 mm/tahun.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Manfaat Karet
1. Manfaat karet alam
Karet alam banyak digunakan dalam industri-industri barang. Umumnya alatalat yang dibuat dari karet alam sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari
maupun dalam usaha industri seperti mesin-mesin penggerak.
Barang yang dapat dibuat dari karet alam antara lain aneka ban kendaraan
(dari sepeda, motor, mobil, traktor, hingga pesawat terbang), sepeda karet, sabuk
penggerak mesin besar dan mesin kecil, pipa karet, kabel, isolator, dan bahanbahan pembungkus logam.
Bahan baku karet banyak digunakan untuk membuat perlengkapan seperti
sekat atau tahanan alat-alat penghubung dan penahan getaran. Misalnya
shockabsorbers. Karet bisa juga dipakai untuk tahanan dudukan mesin.
Pemakaian lapisan karet pada pintu, kaca pintu, kaca mobil, dan pada alat-alat
lain membuat pintu terpasang kuat dan tahan getaran serta tidak tembus air.
Dalam pembuatan jembatan sebagai penahan getaran juga digunakan karet.
2. Manfaat karet sintetis
Karena memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh karet alam,
maka dalam pembuatan beberapa jenis barang banyak digunakan bahan baku
karet sintetis.
Jenis NBR (Nytrile Butadiene Rubber) yang memiliki ketahanan tinggi
terhadap minyak biasa digunakan dalam pembuatan pipa karet untuk bensin dan
minyak, membran, seal, gasket, serta barang lain yang banyak dipakai untuk
peralatan kendaraan bermotor atau industri gas.
Jenis CR (Chloroprene rubber) yang tahan terhadap nyala api banyak
digunakan dalam pembuatan pipa karet, pembungkus kabel, seal, gasket, dan
sabuk pengangkut. Perekat kadang-kadang dibuat dengan menggunakan jenis CR
tertentu.

Sifat kedap terhadap gas yang dimiliki oleh jenis IIR dapat dimanfaatkan
untuk pembuatan ban kendaraan bermotor, juga pembalut kawat listrik, serta
pelapis bagian dalam tangki penyimpan lemak atau minyak. Jenis EPR juga dapat
dimanfaatkan untuk pembuatan kabel listrik.
3.2 Kegunaan Lain Tanaman Karet
Selain dapat diambil lateksnya untuk bahan baku pembuatan aneka barang
keperluan manusia, sebenarnya karet masih memiliki manfaat lain. Manfaat ini
walaupun sekadar sampingan, tetapi memberi keuntungan yang tidak sedikit bagi
para pemilik perkebunan karet.
Hasil sampingan lain dari tanaman karet yang memberikan keuntungan
adalah kayu atau batang pohon karet. Biasanya tanaman karet yang tua perlu
diremajakan dan diganti dengan tanaman muda yang masih segar dan berasal dari
klon yang lebih produktif. Tanaman tua yang ditebang dapat dimanfaatkan
batangnya atau diambil kayunya.
Hasil sampingan lain dari perkebunan karet yang selama ini kurang
dimanfaatkan hingga nyaris terbuang-buang begitu saja adalah biji karet, padahal
bila dimanfaatkan akan cukup menguntungkan sebab jumlahnya melimpah ruah.
Dilihat dari komposisi kimianya, ternyata kandungan protein biji karet terhitung
tinggi. Selain kandungan proteinnya cukup tinggi, pola asam amino biji karet juga
sangat baik. Semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh terkandung di
dalamnya. Agar biji karet dapat dimanfaatkan, maka harus diolah terlebih dahulu
menjadi konsentrat. Kosentrat adalah hasil pemekatan fraksi protein biji karet
yang kadar sebenarnya sudah tinggi menjadi lebih tinggi lagi.
Manfaat getah karet menjadi sangat luas dalam kehidupan sehari-hari, tak
hanya itu, getah karet yang telah diolah menjadi produk tertentu ternyata dapat
didaur ulang. Berikut kita eksplor manfaat dari getah karet.
a. Getah karet untuk menghasilkan tikar lantai
Tikar lantai dari karet dalam berbagai ukuran dan gaya yang masingmasing dirancang untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang ada memiliki
manfaat yang praktis. Tikar karet ini dapat menempel di permukaan tanpa

menggunakan perekat. Karena tikar karet dapat memberi fungsi agar orang
yang berjalan diatas lantai tersebut tidak mudah tergelincir. Ini adalah contoh
dari manfaat keamanan menggunakan lantai karet. Selain itu tikar lantai dari
karet dapat didaur ulang sehingga mendukung progam recycle. Tikar karet
yang digunakan juga dapat membantu mencegah alergen dan zat berpotensi
beracun lainnya dari dalam rumah atau lingkungan kerja. Daya tahan dan
siklus hidup bahan ini lumayan panjang yaitu hingga 30 tahun.
b. Getah karet menghasilkan ban karet yang dapat didaur ulang
Selain tikar lantai dari karet yang dapat di daur ulang, getah karet dapat
menghasilkan ban yang berasal dari sumber daya karet ini dan dapat di daur
ulang. Tempat pembuangan sampah di seluruh Amerika yang penuh usang,
disana banyak ban dari jutaan mobil yang dibuang dapat dimanfaatkan
kembali menjadi daur ulang.
c. Getah karet untuk menghasilkan bantalan
Bantalan dari karet dapat memberikan manfaat yang sehat untuk
karyawan yang bekerja. Slip karet Lebih lembut dapat membantu untuk
melindungi sendi antara tulang yang biasanya karyawan berjalan diiatas
permukaan yang keras seperti beton.
Pada jangka panjang jika berjalan dan bekerja dipermukaan keras dapat
menyebabkan degenerasi tulang rawan bantalan antar sendi. Karyawan yang
berdiri di atas permukaan yang keras akan mendapatkan keuntungan dari
penggunaan bantalan karet. Ini bisa menjadi solusi biaya efektif untuk biaya
asuransi jangka panjang dengan cara mengurangi klaim masa depan.
Manfaat untuk keselamatan dan kesehatan serta kenyamanan dapat
dilihat baik dalam penggunaan jangka pendek dan panjang dari bantalan
karet. Selain itu biayanya cukup murah.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Karet adalah suatu produk yang berasal dari alam yaitu dari getah pohon karet
(latex), maupun produksi manusia (sintetis). Karet diolah dengan berbagai proses
sehingga diperoleh berbagai produk yang sering kita temui dan sering digunakan
di kehidupan sekarang ini. 80% barang-barang keperluan seluruh manusia di
muka bumi berasal dari bahan dasar karet. Karet juga terdiri dari berbagai macam
jenis. Sebelum karet dapat digunakan oleh manusia, karet diolah dengan berbagai
cara. Setelah karet diolah karet juga diuji terlebih dahulu sebelum diperjual
belikan dan digunakan oleh manusia.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 1982. Standar International untuk Mutu dan Kemasan Karet Alam.
Jakarta : Departemen Perdagangan dan Koperasi.
Anonim.
2014.
Proses
Pengolahan
Karet
Crumb
Rubber.
https://sites.google.com/site/gapoktanpetanikaretrakyat/classroom-news/prosespen golahan -karet-crumb-rubber. Diakses Senin 29 Februari 2016.
Anonim.
Teknologi
Pengolahan
Karet
Crumb
http://elnuhacenter.yolasite.com/resources/karet/TEKNOLOGI
%20PENGOLAHAN%20KARET%20CRUMB%20RUBBER.pptx.
Senin 29 Februari 2016.

Rubber.
Diakses

Abednego JG. 1989. Pengolahan Karet Crepe. Bogor : Balai Penelitian


Perkebunan.
Nurazizah,
Ulfa.
2013.
Proses
Pengolahan
Karet.
http://rafhaulfa.blogspot.co.id/2013/
05/contoh-makalah-pengolahan-karetproses.html. Diakses Senin 29 Februari 2016.
Panca
Wardanu,
Adha.
2010.
Teknologi
Pengolahan
Karet.
https://apwardhanu.word press.com/politeknik-ketapang/teknologi-pengolahankaret/. Diakses Senin 29 Februari 2016.
Rahmawati,
Irma.
2011.
Industri
Karet
dan
Pengolahannya.
http://irizlovely.blogspot.co.id/ 2011/08/industri-karet-dan-pengolahannya.html.
Diakses Senin 29 Februari 2016.
Maggie,
D.
2016.http://maggiedarlenelautama88.blogspot.co.id.
teknologi karet. Diakses Senin, 29 Februari 2016.

makalah