Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Seperti yang akan kita lihat pada pembahasan ini, terlepas dari strategi kompetisinya,
perusahaan yang sukses menemukan bahwa mereka harus menerapkan manajemen biaya
yang efektif dan memahami konsep dan istilah utama dari manajemen biaya. Kita mulai
dengan contoh ilustrasi perusahaan yang menekankan pentingnya pemahaman terhadap
kompleksitas operasi perusahaan, jumlah dan keseragaman produknya proses dan lokasi
produksi, jaringan distribusi, dan jenis-jenis pelanggan. Kompleksitas dari dimensi-dimensi
tersebut akan berimplikasi terhadap biaya, dan akuntan manajemen telah mengembangkan
kosakata yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan menguraikan berbagai pengaruhnya.
Contoh perusahaan yang berhubungan efektif dengan kompleksitas adalah Procter &
Gamble (P&G), salah satu perusahaan produk konsumen yang terkemuka di dunia yang
dikenal sebagai penghask produk seperti sabun cuci Tide dan pasta gigi Crest. P&G telah
meraih kesuksesan melalui keunggulan produk serta perbaikan berkelanjutan. Salah satu
bidang yang melakukan perbaikan produk adalah penekanan perusahaan pada penurunan
biaya melalui penyederhanaan produk dan proses produksi. Untuk encapainya, P&G
menggunakan sebuah konsep yang kita pelajari dalam bab ini mengenai pengaruh
kompleksitas produk dan proses produksi terhadap keseluruhan biaya.
Pentingnya penyederhanaan produk untuk P&G juga tercermin pada keputusan strategis
perusahaan akhir-akhir ini untuk tidak melanjutkan penggabungan usaha dengan perusahaanperusahaan produsen obat-obatan. Pada awal penggabungan usaha perusahaan sangat kuat
tampak sebagai cara terbaik untuk mendapatkan dominasi pasar dan skala ekonomis. Namun,
setelah dipertimbangkan lagi, apakah kemampuan P&G

dalam mengembangkan dan

memasarkan merek produk kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci Tide menjadi
keunggulan dalam mengembankan dan memasarkan produk obat-obatan? P&G telah
memiliki reputasi yang sangat baik sebagai perusahaan produk konsumsi, namun tidak
memiliki reputasi sebagai sebuah perusahaan yang memiliki focus pada produk kesehatan.
Perusahaaan pada umumnya tidak dapat mempertahankan citra ganda, pada kenyataannya
1

strategi yang sukses umumnya membutuhkan focus pada satu citra tertentu di pasaran, dan
penggabungan usaha dapat mengurangi dan mengaburkan reputasi P&G yang sangat baik
sebagai perusahaan produk konsumen. Sekali lahi, kesederhanaan dan kejelasan strategi
adalah pemenangnya.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana konsep dasar manajemen biaya?
2. Bagaimana konsep penggerak biaya (cost driver)?
3. Apa konsep biaya yang digunakan pada sistem perhitungan biaya produk dan jasa?
4. Bagaimana arus biaya pada setiap akun?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk memahami peran strategis dan konsep dasar manajemen biaya
2. Untuk menjelaskan konsep penggerak biaya
3. Untuk menjelaskan konsep biaya yang digunakan pada sistem perhitungan biaya produk
dan jasa
4. Untuk menunjukkan bagaimana arus biaya pada setiap akun

BAB II
PEMBAHASAN

BIAYA , PENGGERAK BIAYA , OBJEK BIAYA , DAN PEMBEBANAN BIAYA


Langkah pertama yang sangat penting untuk memperoleh keunggulan kompetitif adalah
mengidentifikasi biaya dan penggerak biaya utama dalam perusahaan atau organisasi .
Perusahaan mengeluarkan biaya (cost) jika menggunakan sumber daya untuk tujuan
tertetnu . Sering kali biaya dikumpulkan ke dalam kelompok kelompok tertentu , disebut
dengan tempat penampungan biaya (cost pools) . Ada banyak cara yang berbeda untuk
mengelompokkan biaya , antara lain berdasarkan jenis biaya (biaya tenaga kerja dalam satu
tempat penampungan dan biaya bahan baku dalam tempat penampungan lainnya , berdasarkan
sumber asalnya (departemen 1 dan departemen 2) , atau berdasarkan pertanggungjawaban
(manajer 1 dan manajer 2) . Contohnya departemen perakitan atau departemen teknik produksi
mungkin saja diperlakukan sebagai tempat penampungan biaya .
Penggerak biaya (cost driver) merupakan factor yang memberi implikasi pada perubahan
tingkat total biaya . Untuk perusahaan yang berkompetisi berdasarkan kepemimpinan biaya ,
manajemen penggerak biaya utama merupakan hal yang paling penting . Untuk perusahaan yang
tidak mempunyai keunggulan dalam hal biaya , manajemen terhadap penggerak biaya , mungkin
bukan merupakan hal yang sangat penting , tetapi perhatian terhadap penggerak biaya utama
member kontribusi secara langsung terhadap kesuksesan perusahaan . Contohnya , karena
penggerak biaya yang paling penting bagi peritel menetapkan prosedur secara hati hati untuk
penanganan , peragaan , dan penyimpangan barang dagangan .
Objek biaya (cost object) adalah berbagai produk , jasa , pelanggan , aktivitas , atau unit
organisasi dimana biaya dibebankan . Produk , jas , dan pelanggan pada umumnya merupakan
objek biaya , sementara departemen produksi dapat diperlakukan sebagai tempat penampungan
biaya atau objek biaya , tergantung pada apakah focus utama manajemen terletak pada biaya
produk atau departemen produksi . Konsep objek biaya merupakan konsep yang luas . Konsep
tersebut meliputi produk , kelompok produk (yang disebut aliran nilai value stream) , jasa ,
proyek , dan departemen , dapat juga meliputi pelanggan atau penjual , di antara banyak
kemungkinan lainnya . Objek biaya memainkan peran penting di dalam pengmambilan
keputusan , pengukuran kinerja , dan pelaksanaan strategi ,serta persiapan laporan keuangan dan
pajak .
3

Pembebanan Dan Alokasi Biaya : Biaya Langsung Dan Tidak Langsung


Pembebanan biaya (cost assignment) merupakan proses pembebanan elemen biaya
biaya ke dalam tempat penampungan biaya atau dari tempat penampungan biaya ke objek biaya .
Ada dua jenis pembebanan penelusuran langsung dan alokasi . Penlusuran langsung digunakan
untuk membebankan biaya langsung , sedangkan alokasi digunakan untuk membebankan biaya
tidak langsung . Biaya meliputi biaya langsung atau biaya tidak langsung relative dibandingkan
dengan tempat penampungan biaya atau objek biaya . Biaya langsung (direct cost) dapat dengan
mudah dan ekonomis ditelusuri secara langsung ke tempat penampungan biaya atau objek biaya .
Contohnya , biaya bahan baku yang diperlakukan untuk produk tertentu adalah suatu biaya
langsung karena dapat ditelusuri secara langsung ke produk yang bersangkutan .
Dalam perusahaan manufaktur , biaya bahan baku dikumpulkan dalam tempat
penampungan biaya (departemen produksi) , kemudian ditelusuri ke setiap produksi yang
dihasilkan , yang menjadi objek biaya . Pada biaya langsung , penggerak biaya adalah banyaknya
unit dari objek biaya tersebut .
Sebaliknya , tidak ada cara yang mudah dan ekonomis untuk menelusuri biaya tidak
langsung (indirect cost)

dari biaya ke tempat penampungan biaya atau dari tempat

penampungan biaya ke objek biaya . Biaya pengawasan karyawan pabrik dan biaya penanganan
bahan baku adalah contoh biaya biaya yang umumnya tidak dapat ditelusuri ke produk
produk individual , oleh karena itu merupakan biaya tidak langsung produk produk tersebut .
Karena biaya tidak langsung tidak dapat ditelususri ke tempat penampungan biaya atau
objek biaya , pembebanan biaya untuk biaya tidak langsung dilakukan dengan menggunakan
penggerak biaya . Contohnya , jika penggerak biaya untuk biaya penanganan bahan baku adalah
jumlah suku cadang , total biaya penanganan bahan baku dapat dibebankan ke setiap produk
berdasarkan jumlah suku cadangnya dibandingkan total jumlah suku cadang untuk semua produk
lainnya . Hasilnya adalah biaya dibebankan ke tempat penampungan biaya atau objek biaya yang
menimbulkan biaya tersebut dengan semestinya sesuai dengan bagaimana biaya itu terjadi .

Pembebanan biaya tidak langsung ke tempat penampungan biaya dan objek biaya disebut
alokasi biaya (cost allocation) , yaitu suatu bentuk pembebanan di mana penulusuran langsung
tidak mungking dilakukan sehingga digunakan penggerak biaya . Penggerak biaya yang
digunakan untuk mengalokasikan biaya disebut dasar alokasi (allocation base) . Hubungan
antara biayaa , tempat penampungan biaya , objek biaya , dan penggerak biaya pada produksi
peralatan cuci ditunjukkan pada tampilan 3.1 dan 3.2 . Tampilan ini menyederhanakan contoh
yang meliputi dua objek biaya (mesin pencuci piring dan mesin cuci) , dua tempat penampungan
biaya (departemen perakitan dan pengemasan) , dan lima elemen biaya (dynamo , penanganan
bahan baku , pengawasan , pengemasan bahan baku , dan inpeksi akhir produk) . Dinamo
ditelusuri ke departemen perakitan dan dari sana ditelusuri langsung ke kedua produk , denan
asumsi yang sederhana bahwa dynamo yang sama idgunakan untuk kedua peralatran . demikian ,
juga bahan baku pengemasan ditelususri langsung ke deepartemen pengemasan dan dari sana
ditelursuri langsung kedua produk . Setiap prosuk akhir (mesin pencuci piring atau mesin cuci)
diinspeksi sehingga biaya inspeksi akhir ditelusuri langsung ke masing masing produk . Kedua
biaya tidak langsung , yaitu pengawasan dan penanganan bahan baku , dialokasikan ke dua
tempat penampungan biaya (departemen perakitan dan pengemasan) dan kemudian dialokasikan
dari tempat penampungan biaya ke prosuk (dasar alokasi ditunjukkan pada tampilan 3.2) .
Tampilan 3.2 mengilustrasikan perbedaan antara biaya langsung daengan biaya tisdak
Elemen Biaya
Penampungan Biaya
Biaya
langsung dan
jenis jenis penggerakTempat
biaya yang
berbeda . Biaya langsung Objek
dynamo
, bahan

baku pengemasan , dan inspeksi akhir ditelusuri langsung ke pbjek biaya akhir , yaitu mesin
pencuci piring dan mesin cuci . Sebaliknya , biaya tidak langsung tidak dapt dtelusuri langsung
ke produk dan
sebagai penggantinya dialokasikan ke produk dengan menggunakan dasar
Dinamo
alokasi .

Perakitan
Mesin Pencuci Piring

Penangan Bahan Baku

Pengawasan
Pengemasan
Mesin Cuci
Pengemasan Bahan Baku

5
Inspeksi Akhir

Arus Pembebanan Biaya

Elemen Biaya

Penggerak Biaya

Tempat

Penggerak Biaya

Objek Biaya

Penelusuran

Biaya
Biaya Langsung
Departemen

Penelusuran

Mesin pencuci

langsung

perakitan

langsung

piring dan mesin

Penampungan

Dinamo

Bahan Baku

Inspeksi Akhir

Penelusuran

Departemen

Penelusuran

cuci
Mesin pencuci

langsung

pengemasan

langsung

piring dan mesin

Penelusuran

cuci
Mesin pencuci

langsung

piring dan mesin


cuci

Pengawasan

Dasar alokasi :

Biaya Tidak Langsung


Departemen
Dasar alokasi:

Mesin pencuci
6

Jumlah karyawan

perakitan dan

jumlah jam

piring dan mesin

departemen

pengemasan

tenaga kerja

cuci

langsung untuk
Penanganan

Dasar alokasi :

Departemen

setiap produk
Dasar alokasi :

Bahan Baku

Berat bahan baku

perakitan dan

Jumlah suku

piring dan mesin

pengemasan

cadang pada

cuci

Mesin pencuci

produk

Biaya Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung


Biaya bahan Baku Langsung (direct material cost) adalah biaya bahan baku pada produk
atau objek biaya lainnya (dikurangi diskon pembelian tetapi ditambah beban angkut dan biaya
terkait) dan biasanya juga termasuk penyisihan yang wajar untuk unit barang sisa dan jasa.
Biaya bahan baku tidak langsung (indirect material cost) adalah biaya dari bahan baku
yang digunakan dalam produksi tetapi bukan bagian dari produk yang sudah jadi. Contohnya
meliputi perlengkapan yang digunakan karyawan pabrik, seperti potongan kain dan alat alat
yang kecil, atau bahan baku untuk mesin seperti pelumas.

Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung


Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) meliputi tenaga kerja yang digunakan untuk
menghasilkan produk atau jasa ditambah sebagian jam kerja tidak produktif yang normal dan
tidak adapat dihindari, seperti waktu istirahat dan shalat.
Biaya tenaga kerja tidak langsung (indirect labor cost) meliputi pengawasan, pengendalian
mutu, inspeksi, pembelian dan penerimaan, penanganan bahan baku, tenaga kerja bagian
kebersihan, waktu jeda, pelatihan, dan kebersihan.

Perlu diingat bahwa elemen dari biaya tenaga kerja kadang kala dapat digolongkan sebagai
langsung sekaligus tidak langsung, tergantung dari obyek biayanya; contohnya, tenaga kerja
untuk pemeliharaan dan perbaikan peralatan adalah biaya langsung bagi departemen produksi
dimana peralatan tersebut berada, tetapi merupakan biaya tidak langsung dari produk yang
dihasilkan di departemen tersebut.
Biaya Tidak Langsung Lainnya
Selain biaya tenaga kerja dan biaya bahan baku tidak langsung, biaya tidak langsung
lainnya juga diperlukan dalam menghasilkan produk atau jasa. Antara lain adalah biaya fasilitas,
peralatan yang digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa, dan peralatan pendukung
lainnya seperti yang digunakan untuk penanganan bahan baku.
overhead - Gabungan semua biaya tidak langsung bahan baku tidak langsung ,
tenaga kerja tidak langsung , dan biaya tidak langsung lainnya.
Biaya utama (prime cost) Gabungan dari b.iaya bahan baku langsung dan
tenaga kerja langsung.
Biaya Konversi (convertion cost) Gabungan dari biaya tenaga kerja langsung
dan overhead.

Penggerak Biaya dan Perilaku Biaya


Penggerak biaya memiliki dua peran penting dalam akuntan manajemen:
1) Memungkinkan pembebanan biaya ke objek biaya
2) Menjelaskan prilaku biaya, yaitu bagaimana total biaya berubah ketika penggerak
biaya berubah.
Pada umumnya kenaikan pada penggerak biaya akan mengakibatkan kenaikan pada total
biaya. Pada umumnya, kenaikan hubungannya terbalik; contohnuya, asumsikan penggerak biaya
adalah temperature, kemudian temperaturnya lebih dingin beberapa kali dalam setahun, kenaikan
pada penggerak biaya ini akan menurunkan total biaya pemanasan. Penggerak biaya dapat
digunakan untuk menetapkan pembebanan biaya maupun peran perilaku biaya pada waktu yang
bersamaan.

Sebagian besar perusahaan , khususnya yang menggunakan strategi kepemimpinan biaya ,


menggunakan manajemen biaya untuk mempertahankan atau memperbaiki posisi kompetitifnya .
Manajemen biaya membutuhkan pemahaman yang baik tentang bagaimana total biaya dari objek
biaya berubah ketika penggerak biaya berubah .
Terdapat empat jenis penggerak biaya, yaitu :
1. Penggerak Biaya Berdasarkan Aktivitas
Penggerak biaya berdasarkan aktivitas ditentukan dengan menggunakan analisis aktivitas,
yaitu deskripsi terinci dari aktivitas aktivitas spesifik yang dilakukan dalam operasi
perusahaan. Analisis aktivitas meliputi setiap tahap dalam proses pembuatan produk atau
penyediaan jasa. untuk setiap aktivitas, ditentukan penggerak biayanya untuk menjelaskan
bagaimana biaya terjadi ketika aktivitas berubah. Contohnya, aktivitas dan penggerak untuk
sebuah bank diilustrasikan sebagai berikut :

Aktivitas
Menyediakan jasa ATM

Penggerak Biaya
Jumlah transaksi ATM, jumlah nasabah

Menyediakan jasa kasir

bank yang menggunakan jasa ATM


Jumlah nasabah yang menggunakan jasa
kasir

Membuka

dan

nasabah
Memberikan

menutup

saran

rekening

mengenai

jasa

Jumlah rekening yang dibuka dan ditutup


Jumlah nasabah bank yang menerima

perbankan
saran
Menyiapkan aplikasi untuk kredit
Jumlah aplikasi kredit yang disiapkan
baru
Memproses permintaan kredit
Menyiapkan kredit yang disetujui dan
mengeluarkan kas
Mengirimkan rekening Koran nasabah

Jumlah aplikasi kredit yang diproses


Jumlah kredit yang disetujui
Jumlah rekening nasabah berdasarkan
jenis dan ukuran nasabah bank

Dapat dilihat, total biaya untuk bank dipengaruhi oleh perubahan penggerak biaya untuk
setiap aktivitas.

Deskripsi terinci dari aktivitas perusahaan membantu perusahaan untuk mencapai tujuan
tujuan strategisnya dengan mengembangkan biaya biaya yang lebih akurat untuk produk dan
jasanya. Analisis aktivitas juga membantu meningkatkan pengendalian operasional dan
manajemen perusahaan, Karen akinerja apada tingkat yang terinci dan dipantau dan dievaluasi,
contohnya, dengan (1) menentukan aktivitas yang member dan tidak member kobtribusi nilai
pada kepada pelanggan serta (2) memfokuskan perhatian pada aktivitas aktivitas yang paling
tinggi biayanya atau yang biayanya menyimpang jauh dari yang diharapkan.
2. Penggerak Biaya berdasarkan Volume
Banyak jenis biaya yang berdasarkan volume, yaitu penggerak biaya berdasarkan jumlah
produk atau jasa yang dihasilkan. Akuntan manjemen biasanya menyebut volume ini dengan
volume output atau hanya output. Contoh biaya berdasarkan volume adalah biaya bahan baku
langsung dan biaya tenaga kerja langsung kedua biaya ini meningkat seiring dengan kenaikan
setiap unit volume output. Ketiga penggerak biaya output dari unit yang telah selesai, jumlah
bahan baku langsung , dan jumlah jam tenaga kerja langsung seluruhnya merupakan penggerak
biaya berdasarkan volume dan masing masing proporsional.
Pada nilai penggerak yang rendah, biaya meningkat dengan tingkat pertambahan yang
menurun, yang sebagian disebabkan oleh faktor faktor seperti pemakaian sumber daya yang
makin efisien dan produktivitas yang tinggi akibat proses pembelajaran. Istilah kenaikan biaya
pada tingkat pertambahan yang menurun seringkali disebut sebagai peningkatan produktivitas
marginal (increasing marginal productivity), yang berarti bahwa input yang digunakan lebih
produktif atau lebih efisien ketika output produksi meningkat.
Pada tingkat penggerak biaya yang lebih tinggi,biaya mulai meningkat jika tarif juga
meningkat, yang sebagian disebabkan oleh ketidakefisienan, yaitu beroperasi mendekati batas
kapasitas; makin kurang efisien sumber daya yang digunakan, maka membutuhkan waktu kerja
lembur dan seterusnya. Perilaku biaya seperti ini, pada tingkat penggerak biaya yang lebih tinggi,
sesuai dengan hukum produktivitas marginal yang menurun.
Hubungan biaya yang tidak linear pada tampilan 3.5 menunjukkan adanya kesulitan dalam
memperkirakan dan menghitung total biaya karena hubungan aljabar yang linear tidak dapat
digunakan. Untungnya, kita sering kali hanya tertarik pada jumlah aktivitas untuk penggerak
biaya yang relative sedikit. Contohnya, kita mungkin tahu pada contoh tertentu penggerak biaya
berdasarkan volume (volume based) akan berjumlah sekitar 3.500 sampai 3.600 unit produk
output. Kami menemukan bahwa pada rentang ini, kurva total biaya kira kira berbentuk garis
10

linear. Rentang dari penggerak biaya dimana nilai actual dari penggerak biaya diharapkan
menurun dan hubungannya dengan total biaya diasumsikan kira kira bersifat linear disebut
rentang yang relevan (relevan range) .
Proses penyederhanaan ini digambarkan pada Tampilan 3.7. Tampilan 3.6 menunjukkan
garis kurva total biaya actual dan rentang yang relevan antara 3500 sampai 3600 unit. Tampilan
3.7 menunjukkan garis total biaya actual yang kira-kira bersifat linear; dalam rentang yang
relevan, perilaku total biaya kira-kira seperti yang ditunjukkan pada tampilan 3.6. perhatikan
bahwa garis biaya diatas bagian garis ini tidak digunakan untuk mendekati total biaya karena
terletak di luar rentang yang relevan. Bab 8 akan menjelaskan proses yang digunakan oleh
akuntan manajemen untuk mengestimasikan kurva biaya yang ditunjukkan pada tapilan-tampilan
ini.
Tampilan 3.5 total biaya pada berbagai output

Total Biaya

Batas Kapasitas

Volume Output

Tampilan 3.6 total biaya dan rentang yang relevan


11

Rentang yang relevan

Total Biaya

(3.500 sampai 3.600 unit)

Garis Total Biaya

3.500

3.60
0

Volume Output

Tampilan 3.7 garis yang mendekati linear untuk perilaku biaya actual, dalam rentang yang
relevan

Rentang yang relevan

Total Biaya

(3.500 sampai 3.600 unit)

Garis linear yang


mendekati perilaku
biaya aktual

3.500

3.60
0

Volume Output

12

Biaya Tetap Dan Biaya Variabel


Total biaya terdiri atas biaya variable dan biaya tetap. Biaya variable (variable cost)
merupakan perubahan pada total biaya yang dikaitkan dengan setiap perubahan pada jumlah
penggerak biaya. Penggerak biaya dapat berdasarkan aktivitas atau berdasarkan volume,
meskipun biasanya akuntan manajemen dalam praktiknya menggunakan istilah biaya variable
dalam hubungannya dengan penggerak biaa berdasarkan volume. Contoh yang lazim dari biaya
variable adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Sebaliknya biaya tetap (fixed
cost) merupakan bagian dari total biaya yang tidak berubah meskipun output berubah dalam
rentang yang relevan. Total biaya tetap dan biaya variable per unit diharapkan tetap kurang lebih
konstan dalam rentang yang relevan. Biaya tetap digambarkan sebagai garis horizontal yang
memotong di titik $3,000 pada tampilan 3.8. Biaya variable per unit adalah sebesar $1, total
biaya adalah garis yang miring ke atas dan total biaya variabeladalah perbedaan antara total
biaya dengan biaya tetap. Total biaya sebesar $6,500 pada 3.500 unit terdiri atas biaya tetap
($3,000) ditambah biaya variable (3500 x $1 = $3,500); demikian juga total biaya pada 3.600
unit adalah sebesar $6,600 ($3,000 ditambah 3.600 x $1 = $3,600 biaya variable).
Biaya tetap meliputi banyak biaya tidak langsung, terutama biaya fasilitas (depresiasi atau
sewa, asuransi, pajak bangunan pabrik), gaji penyelia produksi, dan biaya pendukung produksi
lainnya yang tidak berubah karena jumlah unit yang diproduksi, akan tetapi, beberapa biaya tidak
langsung adalah variable karena berubah seiring perubahan jumlah unit yang diproduksi.
Contohnya pelumas untuk mesin. Istilah biaya campuran (mixed cost) digunakan untuk mengacu
pada total biaya yang meliputi komponen biaya tetap maupun variable seperti yang dicontohkan.
Penentuan apakah suatu biaya merupakan biaya variable tergantung pada sifat objek biaya.
Dalam perusahaan manufaktur, objek biaya besarnya sebuah produk. Namun, dalam perusahaan
jasa, objek biaya sering kali sulit untuk didefinisikan karena dapat bersifat kualitatid maupun
kuantitatif. Matilah kita perhatikan ibjek biaya suatu jenis perusahaan jasa, yaitu rumah sakit,
yang dapat menggunakan sejumlah ukuran output, seperti jumlah pasien yang dilayani, jumlah
pasien yang smbuh, dan seterusnya. Namun, pendekatan umum pada rumah sakit adalah dengan

13

menggunankan jumlah hari rawat inap pansienkarena ukuran ini paling sesuai dengan cara rumah
sakit mengeluarkan biaya.
Kadang-kadang, dikatakan bahwa seluruh biaya adalah variable pada jangka panjang; yang
berarti pada jarak waktu tertentu, seluruh biaya dapat berubah. Meskipun hal itu benar bahwa
banyak biaya tetap berubah seiring berubahnya waktu (contohnya, biaya sewa mungkin
meningkat dari tahun ke tahun), tetapi hal tersebut tidak berarti bahwa biaya ini merupakan biaya
vaiabel. Biaya variable merupakan biaya dimana total biaya berubah seiring dengan perubahan
jumlah output. Biaya tetap dihubungkan dengan suatu periode waktu dan bukan jumlah output,
dan diasumsikan bahwa biaya tetap tidak akan berubah selama periode waktu yang pada
umumnya adalah satu tahun. Contohnya, sewa merupakan biaya tetap karena biasanya
jumlahnya sama per tahun dan tidka bervariasi dengan jumlah. Secara strategis, terutama untuk
jenis pemimpin biaya dari perusahaan, hal penting adalah bahwa baik biaya tetap maupun biaya
variable dapat dikelola, tetapi biaya variable dikelola dalam jangka waktu yang sangat singkat,
ketika setiap unit dihasilkan, sementara biaya tetap dikelola selama periode waktu. Beberapa
biaya tetap tidak dapat diubah untuk periode waktu yang relative panjang (contohnya, depresiasi
pada bangunan pabrik) ketika biaya tetap lainnya dapat diubah lebih cepat (contohnya, peralatan
dengan sewa satu tahun).
Untuk meringkas, ketika kita ingin memahami perilaku biaya dari objek biaya tertentu
(contohnya, dalam rangka memprediksi total biaya), harus jelas dalam benak kita tiga pertanyaan
berikut ini: (1) apakah penggerak biaya (atau penggerak-penggerak biaya jika ada dua atau lebih
penggerak biaya) untuk objek biaya ini; (2) apakah rentang yang relevan dari penggerak biaya
dimana kita mengembangkan estimasi biaya; serta (3) apakah rentang waktu yang kita gunakan
untuk biaya tetap (biasanya menggunakan satu tahun)?

Biaya Bertahap
Biaya disebut biaya bertahap (mixed cost) jika biaya tersebut berubah seiring dengan
perubahan pada penggerak biaya tetapi secara bertahap (Tampilan 3.9). Biaya bertahap
merupakan karakteristik dari tugas-tugas klerikal tertentu, seperti proses pemenuhan pesanan dan
14

klaim. Contohnya, jika petugas gudang dapat memenuhi 100 pesanan setiap hari, maka 10
petugas akan dibutuhkan untuk memproses sekitar 1.000 pesanan; jika permintaan lebih dari
1.000 pesanan, maka jumlah petugas harus ditambahkan menjadi sebelas orang. Tahapan di sini
berhubungan dengan tingkatan tertentu dari penggerak biaya dimana dibutuhkan tambahan
petugas; akibatnya setiap tahap berhubungan dengan satu petugas tambahan. Tahapan akan
relative sedikit jika petugas ditambahkan untuk kenaikan penggerak biaya yang relative sedikit
jika petugas ditambahkan untuk kenaikan penggerak biaya yang relative kecil, sedangkan untuk
kenaikan yang besar, tahapannya akan lebih luas.

Biaya per Unit Dan Biaya Marginal


Biaya per unit (unit cost) merupakan total biaya produksi (bahan aku, tenaga kerja, dan
overhead) dibagi jumlah unit output. Konsep ini berguna dalam mnetapkan harga dan
mengevaluasi profitsabilitas produk, tetapi konsep tersebut dapat menimbulkan beberapa
interpretasi yang keliru. Untuk dapat menginterpretasikan biaya per unit dengan semestinya, kita
harus membedakan yang dimaksud dengan biaya variable per unit (unit variable cost), yang
tidak berubah seiring dengan perubahan jumlah output, dari biaya tetap per unit (unit fixed cost),
yang berubah seiring dengan perubahan jumlah output. Lihat Tampilan 3.10. Contohnya, biaya
per mil bagi seorang pengemudi akan lebih rendah baginpengemudi yang menjalankan
kendaraannya sejauh 20.000 mil/tahun daripada pengemudi yang hanya menjelankan
kendaraannya sejauh 5.000 mil.tahun karena biaya tetap bertambah dengan main jauhnya jarak
dalam mil. Hubungan seperti ini diilustrasikan secara grafis pada Tampilan 3.11. Akuntan
manajemen sangat berhati-hati dalam menggunakan istilah biaya rata-rata dan biaya per unit
karena potensi interpretasi yang keliru.
Tampilan 3.10 Ilustrasi dari Biaya Tetap dan Biaya Variable per unit

Unit output
Per unit
Total

Biaya Tetap
10.000
20.000
$10
$5
$100,000
$100,000

Biaya Variabel
10.000
20.000
$8
$8
$80,000
$160,000

15

Biaya Kapasitas Versus Biaya Pemakaian


Penting bagi kita untuk membedakan antara biaya yang menyediakan kapasitas untuk
operasi (misalnya, bangunan pabrik dan peralatan) serta biaya yang dikonsumsi selama operasi
(misalnya, bahan baku dan tenaga kerja langsung). Yang pertama adalah biaya tetap, sedangkan
yang terakhir adalah biaya variable. Dalam praktik, akuntan manajemen teliti dalam membuat
perbedaan karena kadang-kadang biaya jenis kapasitas diperlakukan sebagai biaya variable.
Contohnya, bandingkan biaya dari dua jenis tenaga kerja langsung yang bekerja dalam perakitan
suatu produk; seseorang adalah pekerja yang digaji yang dibayar per bulan, sedangkan yang lain
adalah pekerja yang dibayar per jam. Yang pertama adalah biaya kapasitas (tetap), sedangkan
yang terakhir adalah biaya variable. Sementara kedua pekerja mungkin dipertimbangkan sebagai
tenaga kerja langsung karena mereka bekerja dalam perakitan produk, jika jumlah output
menurun

dan pekerja yang digaji malas bekerja, total biaya tenaga kerja tidak berubah,

sedangkan total biaya tenaga kerja akan menurun bagi seorang pekerja yang diupah yang
memiliki sedikit jam kerja. Di sisi lain, manajer yang efektif mencoba untuk menjadwalkan
produksi dan tenaga kerja secara saksama dengan menggunakan bantuan paruh waktu dan
dengan cara lain, sehingga tidak ada pekerja yang malas bekerja, kemudian seluruh pekerja
perakitan dapat dipertimbangkan sebagai biaya langsung dan variable. Sementara waktu
menganggur terjadi, beberapa akuntan manajemen mengukur biaya dari kapasitas yang tidak
digunakan. Perlu diingat bahwa biaya dari kapasitas yang tidak digunakan akan berpotensi
diterapkan pada banyak jenis biaya tetap.

Penggerak Biaya Berdasarkan Struktur Dan Pelaksanaan


Penggerak biaya berdasarkan struktur dan pelaksanaan digunakan untuk membantu
mengambil keputusan strategis. Penggerak biaya berdasarkan struktur bersifat strategis
karena meliputi keputusan yang mempunyai implikasi jangka panjang terhadap total biaya
perusahaan. Empat cintoh keputusan berdasarkan struktur :

16

1.

Skala. Makin besar perusahaan, biaya keseluruhan makin rendah

disebabkan oleh skala ekonomi.


2.
Pengalaman. Perusahaan yang memiliki karyawan dengan pengalaman
produksi dan penjualan yang lebih banyak mungkin akan memiliki biaya pengembangan,
produksi dan distribusi yang leih rendah.
3.
Teknologi. Teknologi baru dapat menurunkan biaya desain, produksi,
distribusi dan pelayanan pelanggan secara signifikan.
4.
Kompleksitas. Berapa banyak produk berbeda-beda yang dimiliki oleh
perusahaan? Perusahaan dengan banyak produk memiliki biaya yang lebih tinggi untuk
penjadwalan ulang dan pengelolaan proses produksi, juga biaya di tingkat hulu untuk
pengembangan produk serta biaya di tingkat hilir untuk distribusi dan jasa.
Analisis strategi menggunakan penggerak biaya berdasarkan struktur akan membantu
perusahaan untuk memperbaiki posisi kompetitifnya. Analisis ini meliputi analisis rantai nilai
dan manajemen berdasarkan aktivitas. Analisis rantai nilai dapat dapat membantu perusahaan
menilai konsekuensi jangka panjang dari komitmen sekarang atau yang direncanakannya bagi
penggerak biaya berdasarkan struktur.
Penggerak biaya berdasarkan pelaksanaan (executional cost driver) merupakan faktorfaktor yang dapat dikelola perusahaan dalam pengambilan keputusan operasional jangka pendek
utnuk menurunkan biaya. Faktor-faktor tersebut meliputi :
1.
Pemberdayaan tenaga kerja
Apakah karyawan berdedikasi terhadap perbaikan berkelanjutan dan kualitas?
Komitmen tenaga kerja ini akan menurunkan biaya. Perusahaan yang memiliki hubungan
yang kuat dengan karyawan, seperti federal express, dapat menurunkan biaya operasi
secara signifikan.
2.
Desain proses produksi
Mempercepat arus produk dalam perusahaan dpat menurunkan biaya. Penemu
teknologi produksi, seperti Motorolla dan Allen-Bradlee dapat menurunkan biaya
produksi secara signifikan.
3.
Hubungan dengan pemasok
Dapatkah biaya, kualitas, atau pengiriman bahan baku dan suku cadang yang dibeli
diperbaiki untuk menurunkan biaya secara keseluruhan? Wal-Mart dan Toyota merupakan
perusahaan yang antara lain mempertahankan keunggulan berbiaya rendah dengan cara
membuat kesepakatan dengan pemasok akan menyediakan produk atau suku cadang yang

17

memenuhi persyaratan yang diberikan oleh perusahaan, seperti fitur kualitas, ketepatan
pengiriman, dan fitur lainnya.
Manajer pabrik mengkaji penggerak biaya berdasarkan pelaksanaan untuk menentukan
cara menurunkan biaya.

Konsep Biaya Untuk Perhitungan Biaya Produk Dan Jasa


Sistem akuntansi biaya berbeda-beda secara signifikan antara perusahaan yang
menghasilkan produk dengan perusahaan dagang yang menjual kembali produknya. Perusahaan
dagang meliputi paritel, yang menjual produk jadi kepada konsumen, dan pedagang besar, yang
mendistribusikan produk kepada paritel. Perusahaan jasa sering memiliki sedikit atau tidak
memiliki persediaan, sehingga sistem perhitungan biaya relative sederhana.
Biaya Produk dan Periodik
Biaya produk (product cost) bagi perusahaan manufaktur hanya meliputi biaya-biaya
yang diperlukan untuk menyelesaikan produk pada langkah proses produksi dalam rantai nilai :
1. Bahan baku langsung. Bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan produk, yang
secra fisik merupakan bagian dari produk tersebut.
2. Tenaga kerja langsung. Tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan produk.
3. Overhead pabrik. Biaya tidak langsung untuk bahan baku, tenaga kerja dan fasilitas
yang digunakan untuk mendukung proses produksi.
Biaya produk untuk perusahaan dagang meliputi biaya pembelian produk ditambah biaya
transportasi yang dibayar oleh peritel atau pedagang besar untuk mengirim produk ke lokasi di
mana produk akan di jual atau didistribusikan.
Seluruh biaya lainnya untuk mengelola perusahaan dan menjual produk bukan merupakan
biaya produk, biaya ini disebut biaya periodic (periodic cost). Biaya periodik (biaya nonproduk)
meliputi biaya umum, penjualan, dan administrasi yang diperlukan untuk mengelola perusahaan
tetapi tidak termasuk biaya langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi. Pada
perusahaan manufaktur atau dagang, biaya periodic juga kadang kala disebut sebagai beban

18

penjualan dan administrasi. Pada perusahaan jasa, biaya-biaya ini seringkali disebut sebagai
beban operasi.

PERHITUNGAN BIAYA UNTUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR, DAGANG, DAN


JASA
Langkah pertama dari proses produksi adalah membeli bahan baku. Langkah kedua adalah
memasukkan ketiga elemen biaya-bahan baku, tenaga kerja, dan overhead yang digunakan ke
barang dalam proses. Pada langkah ketiga, ketika proses produksi selesai, biaya produksi telah
diakumulasikan pada akun Barang dalam Proses (work-in-process), dipindahkan ke akun
Persediaan Barang Jadi (finished goods), lalu ke akun Harga Pokok Penjualan (cost of goods
sold) ketika produk terjual.
Pada perusahaan dagang, perusahaan membeli barang dagangan dan mencatatnya pada akun
persediaan barang dagang (product inventory). Ketika terjual, kemudian dipindahkan kea kun
Harga Pokok Penjualan. Perusahaan dagang membeli persediaan, sedangkan perusahaan
manufaktur memproduksi persediaan menggunakan bahan baku, tenaga kerja, dan overhead.
Perusahaan manufaktur menggunakan tiga akun persediaan: (1) Persediaan Bahan Baku
(materials inventory), dimana biaya dari pasokan bahan baku yang digunakan dalam proses
produksi akan disimpan; (2) Persediaan Barang dalam Proses (work-in-process inventory), yang
terdiri dari seluruh biaya yang dimasukkan ke dalam proses produksi produk yang sudah berjalan
tetapi belum selesai pada tanggal laporan keuangan; serta (3) Persediaan Barang Jadi (finished
goods inventory), yang terdiri dari biaya dari barang yang siap untuk dijual. Setiap akun
memiliki saldo awal dan akhirnya masing-masing.
Rumus persediaan yang menghubungkan akun-akun persediaan adalah:
Persediaan Awal + Biaya yang ditambahkan = Biaya yang dipindahkan keluar + Persediaan
Akhir

19

Istilah biaya yang ditambahkan (cost added) dan biaya yang dipindahkan keluar (cost
transferred out) memiliki arti yang berbeda, tergantung pada akun persediaan mana yang sedang
dihitung:

Akun persediaan

Biaya yang Ditambahkan

Biaya

yang

Dipindahkan

bahan

baku

Keluar
Persediaan bahan baku

Pembelian bahan baku

Biaya

digunakan

dalam

yang
proses

produksi
Persediaan

barang

proses

Persediaan barang jadi

dalam 1. Biaya bahan baku yang Harga pokok produksi untuk


digunakan
2. Biaya tenaga kerja
3. Biaya overhead

produk

yang

selesai

Harga pokok produksi

Harga pokok penjualan

pada

periode ini

Perlu diingat bahwa perusahaan manufaktur membutuhkan dua bagian perhitungan harga pokok
penjualan. Bagian pertama menggabungkan arus biaya yang memengaruhi akun Persediaan
Barang dalam Proses untuk menentukan jumlah Harga Pokok Produksi, yaitu biaya dari produk
yang selesai diproduksi dan dipindahkan keluar dari akun barang dalam proses pada periode
tersebut. Bagian dua, menggabungkan arus biaya dari akun Persediaan Barang Jadi untuk
menentukan jumlah biaya dari bawang yang terjual dari laba operasi.

ATRIBUT-ATRIBUT DARI INFORMASI BIAYA


KEAKURATAN
Pengambilan keputusan yang berpengalaman tidak menggunakan informasi akuntansi tanpa
mempertimbangkan potensi ketidakakuratannya. Data yang tidak akurat dapat menyesatkan,
menghasilkan kesalahan yang berpotensi merugikan. Cara utama untuk memastikan data yang
akurat untuk pengambilan keputusan adalah mendesain dan memantau sistem yang efektif bagi
20

pengendalian akuntansi internal. Sistem pengendalian akuntansi internal merupakan seperangkat


kebijakan dan prosedur yang membatasi dan menjadi pedoman bagi aktivitas-aktivitas dalam
pemrosesan data keuangan dengan tujuan untuk mencegah atau mendeteksi kesalahan dan
kecurangan. Penekanan pada pengendalian internal yang efektif telah meningkatkan secara
signifikan dalam beberapa tahun terakhir dalam menanggapi persyaratan Komisi Sekuritas dan
Bursa yang diberlakukan oleh Undang-undang Sarbanes-Oxley tahun 2002.

KETEPATAN WAKTU
Informasi manajemen biaya harus tersedia bagi pengambil keputusan pada waktu yang tepat
untuk membantu mengambil keputusan yang efektif. Biaya penundaan dapat saja signifikan
dalam banyak keputusan seperti memenuhi pesanan mendesak yang dapat hilang apabila
informasi yang diperlukan tidak tepat waktu. Biaya mengidentifikasi kecacatan kualitas sejak
dini pada proses produksi dapat menjadi jauh lebih kecil daripada bahan baku dan tenaga kerja
yang harus terbuang percuma sampai kecacatan terdeteksi kemudian dalam proses produksi.

21

BAB III
KESIMPULAN

A. KESIMPULAN
Kelompok konsep yang pertama meliputi empat jenis penggerak biaya berdasarkan
aktivitas, volume, struktur dan pelaksanaan. Penggerak biaya berdasarkan aktivitas berada
pada tingkat operasi terperinci: persiapan peralatan, penanganan bahan baku, dan tugas
administrasi atau tugas lainnya. Sebaliknya, penggerak biaya berdasarkan volume berada
pada tingkat agregat: biasanya jumlah unit yang diproduksi. Penggerak biaya berdasarkan
struktur meliputi rencana dan keputusan yang mempunyai implikasi jangka panjang
penggerak biaya berdasarkan pelaksanaan memiliki kerangka keputusan jangka pendek.
Konsep penggerak biaya berdasarkan volume yang paling penting adalah biaya variable,
yang berubah menurut perubahan tingkat output, dan biaya tetap, yang tidak berubah. Biaya
langsung didefinisikan sebagai biaya yang dapat ditelusuri langsung ke objek biaya,
sedangkan biaya tidak langsung adalah kebalikannya.
Konsep penting perhitungan biaya produk adalah biaya produk, yang merupakan biaya
bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan produksi tidak langsung (overhead) yang
22

diperlukan untuk produk dan proses produksi. Biaya nonproduk (juga disebut biaya periodic)
merupakan biaya penjualan, administrasi, dan lainnya yang tidak termasuk dalam proses
produksi. Rumus persediaan digunakan untuk menentukan biaya bahan baku yang digunakan
pada proses produksi, harga pokok produksi serta harga pokok penjualan pada periode
tertentu.

Daftar Pustaka
Edward J. Blocher,dkk . 2011. Manajemen Biaya : Penekanan Strategis. Jakarta . Penerbit
Salemba Empat .
Horngren, Charles T. , dkk. 2008 . Akuntansi Biaya , Penekanan Manajerial . Jakarta . Penerbit
Erlangga .

23

KASUS
3-57 Harga Pokok Produksi, Laporan Laba Rugi. Norton Industries, produsen
kabel untuk industry konstruksi berat, menutup bukunya dan menyusun laporan
keuangan setiap akhir bulan. Laporan harga pokok penjualan pada bulan April 2010
sebagai berikut :

NORTON INDUSTRIES
laporan Harga Pokok Produksi
Untuk Bulan yang Berakhir Pada 30 April
2010
Persediaan barang jadi, 31 Maret

$50

Harga pokok produksi

790

Harga pokok barang yang siap dijual $840


Dikurangi persediaan barang jadi, 30 April
247
Harga pokok penjualan

$593

Informasi Tambahan

Sebanyak 80% beban utilitas berkaitan dengan produksi kabel,; sisanya

sebanyak 20% berkaitan dengan fungsi penjualan dan administrasi


Seluruh biaya sewa ditujukan untuk bangunan kantor
24

Pajak bumi dan bangunan dinilai pada bangunan pabrik


Sebanyak 60% beban asuransi berkaitan dengan produksi kabe; sisanya

sebanyak 40% berkaitan dengan fungsi penjualan dan administrasi


Beban depresiasi meliputi sebagai berikut :
Pabrik manufaktur
$20.000
Peralatan produksi
30.000
Peralatan kantor
4.000
$54.000
NORTON INDUSTRIES
Perusahaan memproduksi 7.825 ton kabel selama bulan Mei tahun 2010
Neraca Saldo Sebelum Penutupan
Saldo persediaan pada tanggal 31 Mei 2010 sebagi berikut:
yang Berakhir
31 Mei 2010
PersediaanUntuk
bahan Bualn
baku langsung
sebesar Pada
$23.000
Persediaan barang dalam proses sebesar $220.000
Persediaan barang jadi sebesar $175.000
(dalam ribuan dolar)

Kas dan surat berharga


Piutang usaha dan wesel tagih
Persediaan bahan baku langsung

54
210
28

Persediaan barang dlam proses

150

Persediaan barang jadi

247

Aktiva tetap (bersih)


Utang usaha, wesel bayar, dan utang pajak

1.140
70

Utang obligasi

600

Modal disetor

100

Laba ditahan

930

Penjualan
Potongan penjualan
Pendapatan lain lain

1.486
20
2

Pembelian bahan baku langsung

510

Tenaga kerja langsung

260

Tenaga kerja pabrik tidak langsung


Gaji kantor
Gaji Tenaga Penjualan
Utilitas
Sewa

90
122
42
135
9

Pajak bumi dan bangunan

60

Asuransi

20

Depresiasi

54

Beban bunga
Beban angkut masuk untuk pembelian bahan baku

6
15

25

Diminta :
1. Laporan harga pokok produksi Norton Industries selama bulan Mei tahun
2010.
2. Laporan laba rugi Norton Industries selama bulan Mei tahun 2010.

JAWABAN :
Bahan baku langsung
Persediaan bahan baku langsung 1 Mei 2010

28.000

Pembelian bahan baku

510.000

Total bahan baku langsung yang tersedia

538.000

Dikurangi persediaan bahan baku langsung, 31 Mei 2010

23.000

Bahan baku langsung yang digunakan

515.000

Tenaga kerja langsung

260.000

Overhead pabrik
Beban utilitas

108.000

Pajak Bumi dan Bangunan

60.000

Beban asuransi

12.000

Beban depresiasi pabrik dan peralatan

50.000

Tenaga kerja tidak langsung

90.000

Total overhead pabrik


Total biaya produksi

320.000
1.095.000

Ditambah :
Persediaan barang dalam proses awal, 1 Mei 2010
Total biaya produksi yang terhitung

150.000
1.245.000

Dikurangi :
26

Persediaan barang dalam proses akhir 31 Mei 2010

220.000

Harga pokok produksi

1.025.000

NORTON INDUSTRIES
Laporan Laba Rugi
Untuk Bulan Yang Berakhir Pada 31 Mei 2010
Pendapatan Penjualan

$1.486.000

Dikurangi : Potongan Penjualan

20.000
$1.466.000

Harga Pokok Penjualan


Persediaan Barang Jadi , 30/04/2010

$ 247.000

Harga Pokok Produksi

$1.025.000

Total Barang Yang Siap Dijual

$1.272.000

Persediaan Barang Jadi , 31/05/2010

$ 175.000

Harga Pokok Penjualan

$1.097.000

Margin Kotor

$ 369.000

Beban Penjualan Dan Administrasi


Gaji Kantor

$122.000

Gaji Tenaga Penjualan

$ 42.000

Sewa

Utilities

$ 27.000

Asuransi

8.000

Depresiasi Peralatan Kantor

4.000

Beban Angkut Pembelian Bahan Baku

$ 15.000

Total Beban Penjualan Dan Administrasi

9.000

$ 217.000

Pendapatan Dan Beban Lain-Lain


27

Pendapatan Lain Lain

$ 2.000

Beban Bunga

$ 6.000

Total Pendapatan Dan Beban Lain Lain

($ 4.000)

Laba Operasi

$ 148.000

28