Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

BISNIS INTERNASIONAL
INVESTASI LANGSUNG LUAR NEGERI

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 5
DESI ZULVINA

1302121519

AGUSTIN HERLINA

1302156827

MUKHLIS DEDY PUTRA

1302114470

AFRI ANTON

1302111567

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS RIAU
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Terbentuknya suatu negara memerlukan pengorbanan yang begitu keras, bagaimana agar
bisa menciptakan negara ini sejahtera untuk setiap warga negara yang dinggal di
Indonesia. Pelaksanaan pembangunan ekonomi suatu negara, terutama negara berkembang
atau less-developed countries (LDC) seringkali terbentur oleh ketersediaan modal yang terbatas
dan hal ini menjadi salah satu hambatan utama bagi negara-negara tersebut untuk melaksanakan
pembangunannya.
Pembangunan ekonomi merupakan hal penting yang tentu menjadi tujuan sekaligus
garapan utama pemerintah. Indonesia, sebagai negara berkembang kerap mempermasalahkan hal
ini. Penggarapan pembangunan ekonomi menjadi satu hal utama yang diusahakan. Mulai dari
pembangunan ekonomi daerah hingga pembangunan ekonomi nasional. Oleh karena itu, banyak
upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan pembangunan ekonomi nasional.
Indonesia memiliki perekonomian yang masih rapuh dan tidak konstan dari waktu ke
waktu. Kondisi seperti ini membuat Indonesia tidak mampu mempertahankan stabilitas
perekonomiannya dari pengaruh internal maupun eksternal. Salah satu komponen yang terkena
imbas dari ketidakmampuan Perekonomian Indonesia mengatasi guncangan ekonomi dari luar
adalah membengkaknya pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga mengakibatkan
defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Salah satu contoh upaya dari pemerintah yang dapat dilakukan adalah investasi asing.
Investasi Asing merupakan faktor yang menentukan setelah investasi dalam negeri dicanangkan.
Dengan adanya Investasi Asaing pemerintah mendapatkan penerimaan dari pajak yang
digunakan untuk kesejahteraan rakyat seperti yang tercantum dalam APBN sedangkan
masyarakat diuntungkan dengan terbukanya lowongan pekerjaan.
Investasi asing dapat juga memberikan manfaat tetapi kadang kala investasi asing
mempunyai dampak negatif yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. Maka bagi para investor
asing yang akan menanamkan modalnya di Indonesia di atur dalam Undang-undang 1945.
Contohnya saja saat ini semakin banyak perusahaan asing, gedung-gedung milik orang asing
yang berdiri kokoh di Indonesia atau perkebunan Indonesia yang dikelola oleh orang asing.
Maka dari itu dengan adanya makalah ini kami bertujuan untuk memberikan informasi dan
pengetahuan tentang investasi asing kepada semuanya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian Investasi Langsung Luar Negeri?
2. Apa tujuan Investasi Langsung Luar Neger (FDI)?
3. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menarik investasi asing?
4. Bagaimana Investasi Langsung Luar Negeri yang terjadi di Indonesia?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari Invetasi Langsung Luar Negeri (FDI)
2. Untuk mengetahui tujuan Investasi Langsung Luar Neger
3. Untuk mengetahui cara menarik investasi asing
4. Untuk mengetahui perkembangan investasi luar negeri yang terjadi di Indonesia

BAB II
PEMBAHASAN

Investasi Asing Langsung

Investasi asing langsung adalah investasi yang langsung ditanamkan dengan mendirikan
perusahaan di industri atau bidang usaha tertentu seperti pertambangan, properti, pertanian, dan
lain sebagainya. Investasi di sektor riil sangat penting karena dapat memberi manfaat ekonomi
yang besar bagi Indonesia melalui penyerapan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan,
peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan industri, dan penggarapan berbagai sumber daya
ekonomi.

Investasi asing tidak langsung


Investasi tidak langsung banyak dilakukan dalam bentuk saham korporasi, surat obligasi,
Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan Surat Utang Negara (SUN). Banyaknya dana asing dari
investasi ini memang telah menguatkan nilai rupiah, namun penguatan tersebut tidak ada artinya
apabila tidak membawa dampak positif bagi sektor riil dan rakyat

2.1 Pengertian Investasi Langsung Luar Negeri (Foreign Direct Investment)


Keputusan investasi ke luar negeri merupakan hasil dari proses yang kompleks yang berbeda dari
investasi di dalam negeri. Investasi di luar negeri biasanya di dasari oleh pertimbangan strategic,
pertimbangan perilaku dan pertimbangan ekonomis yang kompleks.
Menurut Krugman (1991) yang dimaksud dengan FDI adalah arus modal internasional dimana
perusahaan dari suatu negara mendirikan atau memperluas perusahaannya di negara lain. Oleh
karena itu tidak hanya terjadi pemindahan sumber daya, tetapi juga terjadi pemberlakuan control
terhadap perusahaan di luar negeri.
FDI (Foreign Direct Investment) atau investasi langsung luar negeri adalah salah satu ciri
penting dari sistem ekonomi yang kian mengglobal. Hal ini bermula saat sebuah perusahaan dari
satu negara menanamkan modalnya dalam jangka panjang ke sebuah perusahaan di negara lain.
Dengan cara ini perusahaan yang ada di negara asal (biasa disebut 'home country') bisa
mengendalikan perusahaan yang ada di negara tujuan investasi (biasa disebut 'host country') baik
sebagian atau seluruhnya. Caranya dengan si penanam modal membeli perusahaan di luar negeri
yang sudah ada atau menyediakan modal untuk membangun perusahaan baru di sana atau
membeli sahamnya sekurangnya 10%.

Panayotou (1998) menjelaskan bahwa FDI lebih penting dalam menjamin kelangsungan
pembangunaan dibandingkan dengan aliran bantuan atau modal portofolio, sebab terjadinya FDI
disuatu negara akan diikuti dengan transfer of technology, know-how, management skill, resiko
usaha relatif kecil dan lebih profitable. Dan dia menyebutkan bahwa lebih dari 80% modal
swasta dan 75% dari FDI sejak tahun 1990 mengalir ke negara-negara dengan pendapatan
menengah (middle income countries). Untuk kawasan Asia nilainya mencapai 60% dan Amerika
Latin sebesar 20%. World Bank (1999) memperkirakan bahwa investasi asing di negara-negara
berkembang akan tumbuh pada tingkat 7 10% per tahun sampai akhir dekade. Hal ini didorong
oleh dampak liberalisasi, privatisasi, inovasi teknologi, penurunan biaya trasportasi,
telekomunikasi, mobilitas modal dan pertumbuhan integrasi keuangan. Dalam laporan
tahunannya, UNCTAD (2001), World Investment Report, mengemukakan bahwa pertumbuhan
FDI di seluruh dunia mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 1990,1997 dan tahun
2000, yakni berturut-turut USD 209 juta, USD 437 juta, dan USD 1.118 juta.
Biasanya, FDI terkait dengan investasi aset-aset produktif, misalnya pembelian atau konstruksi
sebuah pabrik, pembelian tanah, peralatan atau bangunan; atau konstruksi peralatan atau
bangunan yang baru yang dilakukan oleh perusahaan asing. Penanaman kembali modal
(reinvestment) dari pendapatan perusahaan dan penyediaan pinjaman jangka pendek dan panjang
antara perusahaan induk dan perusahaan anak atau afiliasinya juga dikategorikan sebagai
investasi langsung. Kini mulai muncul corak-corak baru dalam FDI seperti pemberian lisensi
atas penggunaan teknologi tinggi.
Sebagian besar FDI ini merupakan kepemilikan penuh atau hampir penuh dari sebuah
perusahaan. Termasuk juga perusahaan-perusahaan yang dimiliki bersama (joint ventures) dan
aliansi strategis dengan perusahaan-perusahaan lokal. Joint ventures yang melibatkan tiga pihak
atau lebih biasanya disebut sindikasi (atau 'syndicates') dan biasanya dibentuk untuk proyek
tertentu seperti konstruksi skala luas atau proyek pekerjaan umum yang melibatkan dan
membutuhkan berbagai jenis keahlian dan sumberdaya.
UU Penanaman Modal Asing (UU No. 1/1967) dikeluarkan untuk menarik investasi asing guna
membangun ekonomi nasional.di Indonesia adalah wewenang Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) untuk memberikan persetujuan dan ijin atas investasi langsung luar negeri.

2.2 Tujuan FDI


Tujuan setiap FDI tidaklah sama, perusahaan investor tergerak oleh berbagai ragam alasan untuk
berinvestasi di luar negeri. Mereka memiliki proses pengambilan keputusan dan prioritas yang
berbeda beda saat memilih sebuah lokasi investasi. Terdapat empat tujuan utama FDI (Foreign
Direct Investment) yaitu:
1. Pencari sumber daya,
2. Pencari pasar,
3. Pencari efesiensi dan
4. Pencari asset strategi.
FDI dapat memberikan beragam manfaat ekonomi dan lainnya untuk lokasi tuan rumah, manfaat
ini termasuk meningkatkan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, dampak menguntungkan
untuk investasi lokal, alih teknologi, membaiknya keterampilan buruh, meningkatnya ekspor,
meningkatkan kebersaingan internasional dari perusahaan perusahaan lokal dan meningkatnya
persaingan domestik.
FDI kini memainkan peran penting dalam proses internasionalisasi bisnis. Perubahan yang
sangat besar telah terjadi baik dari segi ukuran, cakupan, dan metode FDI dalam dekade terakhir.
Perubahan-perubahan ini terjadi karena perkembangan teknologi, pengurangan pembatasan bagi
investasi asing dan akuisisi di banyak negara, serta deregulasi dan privatisasi di berbagai
industri. Berkembangnya sistem teknologi informasi serta komunikasi global yang makin murah
memungkinkan manajemen investasi asing dilakukan dengan jauh lebih mudah.
Pemerintah sangat memberi perhatiaan pada FDI karena aliran investasi masuk dan keluar dari
negara mereka bisa mempunyai akibat yang signifikan. Para ekonom menganggap FDI sebagai
salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi karena memberi kontribusi pada ukuran-ukuran
ekonomi nasional seperti Produk Domestik Bruto (PDB/GDP), Gross Fixed Capital Formation
(GFCF, total investasi dalam ekonomi negara tuan rumah) dan saldo pembayaran. Mereka juga
berpendapat bahwa FDI mendorong pembangunan karena-bagi negara tuan rumah atau

perusahaan lokal yang menerima investasi itu-FDI menjadi sumber tumbuhnya teknologi, proses,
produk sistem organisasi, dan ketrampilan manajemen yang baru. Lebih lanjut, FDI juga
membuka pasar dan jalur pemasaran yang baru bagi perusahaan, fasilitas produksi yang lebih
murah dan akses pada teknologi, produk, ketrampilan, dan pendanaan yang baru.

2.3 Hal-hal yang Perlu diperhatikan Untuk Menarik Investasi Asing


Hal hal yang perlu di perhatikan untuk dapat menarik investasi asing antara lain adalah:
1. Memahami Investasi Asing Langsung (FDI), perusahaan investor tergerak oleh berbagai
ragam alasan untuk berinvestasi di luar negeri. Mereka memiliki proses pengambilan keputusan
dan prioritas yang berbeda beda saat memilih sebuah lokasi investasi. Terdapat empat jenis
utama FDI yaitu pencari sumber daya, pencari pasar, pencari efesiensi dan pencari asset strategi.
2. Membangun sebuah Badan Promosi Investasi, IPA berperan sebagai tuan rumah investasi
dalam upaya nasionaluntuk memasarkan lokasinya. Suatu daerah / lokasi menggunakan berbagai
cara untuk menarik para investor. Salah satu pendekatan paling penting dan umum digunakan
adalah memakai institusi khusus sebuah badan promosi investasi (IPA).
3. Menciptakan Strategi Promosi Investasi, Strategi promosi investasi adalah peta untuk
membantu sebuah IPA mencapai tujuan yang di tetapkan. Strategi ini harus dimulai dengan
sebuah pengertian awal mengenai apa yang dapat ditawarkan oleh lokasi kepada para calon
investor. Strategi promosi harus tidak hanya berfokus pada sektor industri apa yang akan di bidik
dalam jangka pendek, tetapi juga harus mencerminkan apa yang akan di bidik dalam jangka
menengah dan idealnya dalam jangka panjang, dengan asumsi adanya perbaikan dalam
lingkungan investasi.
4. Membangun kemitraan yang efektif, Keberhasilan dalam promosi investasi membutuhkan
kerjasama yang efektif antara perantara promosi investasi dan organisasi lain. Saat membangun
strategi promosi investasi juga harus mempertimbangkan badan pemerintahan ataupun swasta
lainnya sebagai mitra kerja yang cukup berpotensi untuk membantu mengembangkan serta
menyampaikan pembangunan citra, pembangkit investasi, dan layanan jasa investasi

5. Memperkuat citra daerah /lokasi, Kegiatan membangun kesadaran dan citra merupakan dasar
dari promosi investasi. Jika para investor mempunyai presepsi negatif yang tidak benar atau
hanya mengetahui sedikit informasi tentang sebuah daereah / lokasi dan keuntungan yang di
tawarkan, maka upaya yang harus dilakukan untuk menarik investasi akan menjadi kurang
efektif.
6. Membidik dan membangkitkan peluang investasi, Membangun dan memelihara hubungan
dengan bisnis yang menghasilkan investasi merupakan fungsi dasar perantara promosi investasi
di seluruh dunia. Salah satu gambaran paling umum yang berhubungan dengan investasi adalah
menghubungi calon investor untuk membahas peluang di daerah / lokasinya.
7. Pelayanan investor, dimulai pada saat seorang investor memutuskan untuk mengunjungi
sebuah lokasi. Ini adalah titik awal dimana aktifitas layanan jasa bagi para investor dimulai.
Dengan mengusai dan mengintegrasikan layanan bagi para investor berarti meningkatkan
kemungkinan secara signifikan untuk mengubah kunjungan para investor menjadi sebuah
investasi yang sesungguhnya.
8. Memonitor dan mengevalusi aktifitas dan hasil. Memantau dan melakukan evaluasi tidak
dapat mendorong atau membantu investasi, namun merupakan kegiatan pendukung yang penting
dalam menilai keaktifan badan promosi serta untuk mengembangkan ukuran kinerja kualitatif
dan kuantitatif.
9. Memanfaatkan teknologi informasi. Meningkatnya penggunaan dan perkembangan teknologi
informasi telah mengubah cara berbisnis pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia, hal ini
berlaku juga untuk promosi investasi.

2.4 FDI di Indonesia


UU Penanaman Modal Asing (UU No. 1/1967) dikeluarkan untuk menarik investasi asing guna
membangun ekonomi nasional di Indonesia adalah wewenang Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) untuk memberikan persetujuan dan ijin atas investasi langsung luar negeri.

Dalam dekade terakhir ini pemodal asing enggan menanamkan modalnya di Indonesia karena
tidak stabilnya kondisi ekonomi dan politik. Kini muncul tanda-tanda bahwa situasi ini berubah:
ada sekitar 70% kenaikan FDI di paruh pertama tahun 2005, bersamaan dengan tumbuhnya
ekonomi sebesar 5-6% sejak akhir 2004. Pada awal 2005, Inggris, Jepang, Cina, Hong Kong,
Singapura, Australia, dan Malaysia adalah sumber-sumber FDI yang dianggap penting. Menurut
data statistik UNCTAD, jumlah total arus masuk FDI di Indonesia adalah US$1.023 milyar pada
tahun 2004 (data terakhir yang tersedia); sebelumnya US$0.145 milyar pada tahun 2002, $4.678
milyar pada tahun 1997 dan $6.194 milyar pada tahun 1996 [tahun puncak].
Perusahaan-perusahaan multinasional yang ingin menyedot sumber daya alam menguasai pasar
(baik yang sudah ada dan menguntungkan maupun yang baru muncul) dan menekan biaya
produksi dengan mempekerjakan buruh murah di negara berkembang, biasanya adalah para
penanam modal asing ini.Contoh klasik FDI semacam ini misalnya adalah perusahaanperusahaan pertambangan Kanada yang membuka tambang di Indonesia atau perusahaan minyak
sawit Malaysia yang mengambil alih perkebunan-perkebunan sawit di Indonesia. Cargill, Exxon,
BP, Heidelberg Cement, Newmont, Rio Tinto dan Freeport McMoRan, dan INCO semuanya
memiliki investasi langsung di Indonesia.
Biasanya juga FDI adalah komitmen jangka-panjang. Itu sebabnya ia dianggap lebih bernilai
bagi sebuah negara dibandingkan investasi jenis lain yang bisa ditarik begitu saja ketika ada
muncul tanda adanya persoalan.
2.4.1 Peran Investasi Asing terhadap Perekonomian Indonesia
1.

Sumber dana modal asing dapat dimanfaatkan untuk mempercepat


investasi dan pertumbuhan ekonomi.

2.

Modal asing dapat berperan penting dalam penggunaan dana untuk


perbaikan struktural agar menjadi lebih baik lagi.

3.

Membantu dalam proses industrilialisasi yang sedang dilaksanakan.

4.

Membantu dalam penyerapan tenaga kerja lebih banyak sehingga mampu


mengurangi pengangguran.

5.

Mampu meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat.

6.

Menjadi acuan agar ekonomi Indonesia semakin lebih baik lagi dari
sebelumnya.

7.

Menambah cadangan devisa negara dengan pajak yang diberikan oleh


penanam modal.

2.4.2 Dampak Dari Investasi Asing Terhadap Pertumbuhan Perekonomian Indonesia


Dampak Positif Investasi asing, antara lain:
1.

Masuknya modal baru untuk pembangunan

2.

Menambah devisa negara

3.

Berdirinya perusahaan-perusahaan baru sehingga adanya pemasukan bagi negara berupa


pajak penghasilan

4.

Penyerapan tenaga kerja

5.

Berpengalaman di bidang teknologi

6.

Manajemen yang baik

7.

Berpengalaman dalam perdagangan internasional (ekspor-impor)

8.

Menciptakan permintaan produk dalam negeri sebagai bahan baku

9.

Permintaan terhadap Fluktuasi bunga bank dan valas

10.

Memberikan perlindungan politik dan keamanan wilayah

Dampak Negatif investasi asing, antara lain:


1.

Perusahaan asing yang dikelola oleh pihak asing, maka kebijakan manajemennya sesuai
dengan operasional perusahaan asing

2.

Manajemen keuangan perusahaan asing bersifat tertutup, sehingga perusahaan tidak dapat
diketahui sehat atau tidak

3.

SDA yang dikelola asing dengan hak dan kewajiban sebagaimana diatur undang-undang,
sering menimbulkan dampak lingkungan dan sosial dimana perusahaan baru tersebut akan
didirikan

4.

Bagi hasil (Product Sharing) tidak sebanding dengan kerusakan yang timbul dan harus
ditanggung oleh pemerintah atau masyarakat itu sendiri.

5.

Perusahaan asing mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dan keuntungannya dibawa


ke negaranya

6.

Diskriminasi pendapatan antara pegawai asing dan pegawai lokal

7.

Manajemen produksi sulit untuk diawasi terutama dalam perkembangannya

8.

Perusahaan asing akan menguasai pasar lokal, sehingga dikhawatirkan produk dalam
negeri tidak mampu bersaing dengan produk asing dan kehilangan pasar lokal

9.

Sektor keuangan semakin tidak stabil

10.

Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang

11.

Memperburuk neraca pembayaran

12.

Penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan oleh segelintir orang

2.4.3 Perkembangan FDI di Indonesia


Investasi asing langsung (FDI) di Indonesia selalu mengalami pergerakan naik-turun setiap
tahun. Jika dibandingkan dengan kawasan lain yang ikut mengalami keterpurukan setelah
terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997. Data tahun 1998-2002 menunjukkan bahwa aliran
FDI yang masuk ke Indonesia mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan negara lain.
Namun pada tahun setelahnya volatilitasnya FDI di Indonesia semakin meningkat dibandingkan
tahun sebelumnya.Jika diakumulasikan permasalahan yang sebenarnya, maka ada dua hal yang
mempengaruhi kegiatan FDI di suatu negara, yang pertama yaitu lingkungan atau kerangka
kebijakan suatu negara. Pada dasarnya investor mengetahui potensi dan kondisi suatu negara
yang akan dijadikan lokasi investasi. Kerngaka kebijakan ini dalam beberapa hal, yaitu
(1) stabilitas ekonomi, politik dan sosial;
(2) aturan yang mendukung masuk dan operasinya suatu usaha;
(3) standar kesepakatan internasional;
(4) kebijakan dalam memfungsikan dan struktur pasar;
(5) persetujuan internasional dalam FDI;
(6) kebijakan privatisasi dan;
(7) kebijakan perdagangan dan perpajakan.

Pemerintah melalui badan koordinasi dan penanaman modal (BKPM) telah melakukan beberapa
upaya penyesuaian kebijakan investasi, diantaranya sebagai berikut:
1.

Pemerintah telah memperbaharui daftar bidang usaha yang tertutup bagi penanaman
modal untuk diberikan keleluasaan investor dalam memilih usaha (Keppres No 996 Tahun
2000 dan No 118 Tahun 2000

2.

Penyederhanaa proses dari 42 hari menjadi 10 hari.

3.

Sejak tanggal 1 januari 2001, pemerintah menggantikan insentif pembebasan pajak


dengan kelonggaran pajak investasi sebesar 30% untuk 6 tahun.

4.

Nilai investasi tidak dibatasi, sepenuhnya tergantung studi kelayakan dari proyek
tersebut.

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Perdebatan mengenai investasi asing langsung sebenarnya sudah terjadi sejak lama.Pada satu sisi
investasi asing langsung dipercaya memberikan pengaruh positip terhadap pertumbuhan
ekonomi negara tujuan Effendi dan Soemantri (2003). Dampak positiF ini terjadi karena adanya
transfer teknologi dan keahlian manajerial, pengenalan teknologi produksi yang baru serta akses
ke jaringan internasional. Untuk negara yang sedang berkembang, masuknya investasi asing
langsung juga berarti adanya kemudahan untuk memperoleh pinjaman lunak.Sementara itu
argumentasi negatip menyatakan bahwa kehadiran investasi asing langsung dapat mengganggu
stabilitas ekonomi negara tujuan (Germidis 1977).
Kajian yang sudah dilakukan olehUNCTAD pada tahun 2006 menempatkan Indonesia sebagai
daerah yang kurang diminati karenanilai location intensity kurang dari 5.Selain itu kinerja dan
potensi arus masuk investor asing jugamasuk dalam kategori rendah.
Banyaknya hambatan masuk bagi investor asing, birokrasi yang kurang efisien daninfrastruktur
yang kurang mendukung menjadi beberapa alasan mengapa Indonesia kurang diminatioleh
investor asing. Oleh karena itu penurunan PMA di Indonesia perlu dicermati sebagai
peringatan(warning)bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan kebijakan sektor ini guna
mendorongpeningkatan perekonomian yang lebih baik. Bagaimanapun juga kebijakan investasi
akan terkaitlangsung dengan kebijakan industri, perdagangan, dan juga kebijakan non ekonomi
lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Deden. Pengertian

Investasi. http://deden08m.files.wordpress.com/2011/09/materi-1-

pengertian-investasi.pdf.
Octavlas. Manfaat

dan

Dampak

Negatif

Penanaman

Modal. http://octav1as.blogspot.com/2011/07/manfaat-dan-dampak-negatif-penanaman.html.
Kadin-Indonesia. Waspada

Daya

Saing

Nasional.

Hal.21-22. www.kadin-

indonesia.or.id.pdf.
Setiawan,Dani. Waspadai

Investasi

Asing

di

Sektor

Pangan.

http://www.scribd.com/doc/2413665/Kebijaka-investasi-dalam-hal-pembangunan-ekonomiwriting.
Pratama,Fandi.Penanaman

Modal

Asing.

http://vladimirfandypratama.blogspot.com/2012/03/penanaman-modal-asing.html.
Usfariyanto .Pengaruh Perkembangan Pasar Modal Asing Terhadap Perekonomian Di
Indonesia.http://usfariyanto.blogspot.com/2012/04/pengaruh-perkembangan-pasar-modalasing.html.
Hanif.Investasi

dari

luar

Negeri

dan

Pertumbuhan

Investasi

asing

Indonesia. http://www.endz4shared.co.cc/2010/04/perkembangan-penanaman-modal-asingdi.html.

di

Apa itu panama papers?


Panama papers adalah kumpulan 11,5 juta dokumen rahasia yang dibuat oleh penyedia jasa
perusahaan asal Panama, Mossac fonseca.
Dokumen ini berisi informasi rinci mengenai lebih dari 214.000 perusahaan luar negeri,
termasuk identitas pemegang saham dan direkturnya.
Mossac Fonseca adalah badan hukum dan penyedia jasa perusahaan asal Panama yang didirikan
tahun 1977 oleh Jrgen Mossack dan Ramn Fonseca. Perusahaan ini menyediakan jasa
pembentukan perusahaan di negara lain, pengelolaan perusahaan luar negeri, dan manajemen
aset. Perusahaan ini memiliki lebih dari 500 karyawan di 40 negara. Badan ini beroperasi atas
nama lebih dari 300.000 perusahaan yang kebanyakan terdaftar di Britania Raya atau surga
pajak milik Britania.
Mossec Fonseca
Badan ini (Mossec Fonseca) kadang membantu nasabah bank tersebut membangun struktur yang
rumit sehingga kolektor pajak dan penyidik sulit melacak arus uang dari satu tempat ke tempat
lain. Sebelum kebocoran Panama Papers, majalah The Economist menyebut Mossack Fonseca
sebagai pemimpin industri keuangan luar negeri "penuh rahasia.
Mengapa disebut Panama Papers?
Ada lebih dari 11 juta dokumen selama empat dekade yang diduga terhubung dengan firma
hukum Panama, Mossack Fonseca. ICIJ melaporkan bahwa perusahaan ini membantu melayani
pembentukan perusahaan bodong serta mengelabui pajak untuk berbagai institusi global.
Mossack Fonseca menawarkan kerahasiaan finansial kepada politikus, penipu, mafia narkoba,
milyarder, selebritis, dan bintang olahraga kelas dunia, untuk mendirikan perusahaan di negara
surga bebas pajak seperti Panama.
ICIJ melaporkan jika pada audit yang dilakukan 2015 lalu, Mossack Fonseca diketahui
menyimpan rahasia dari 204 institusi bisnis terkemuka dunia, lebih dari 14.000 perusahaan yang
terdaftar di Seychelles, sebuah kepulauan di Samudra Hindia yang sering digambarkan sebagai
surga pajak.
"Dokumen-dokumen ini, jika tak ada yang lain, bisa menimbulkan banyak sekali pertanyaan,"
kata Direktur ICIJ Gerard Ryle kepada CNN.

Siapa saja yang disebut dalam dokumen itu?


Bocoran dokumen itu menyebut 12 nama pemimpin dunia, baik yang masih menjabat maupun
yang kini sudah tidak menjabat. Selain itu, dokumen ini menyangkut 128 politisi dunia dan
beberapa figur publik terkenal.
Selain Putin dan petinggi FIFA, Panama Paper juga menyebut keterlibatan Perdana Menteri
Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson, yang melalui akun milik istrinya, memiliki
hubungan dengan perusahaan lepas pantai yang tak pernah terungkap. Selain itu, Presiden
Argentina, Mauricio Macri, juga tersebutkan namanya dalam Panama Papers.
Bocoran, Bagaimana bisa terjadi?
Para wartawan berkomunikasi dengan sumber lewat saluran terenkripsi karena ia (Anonim) ingin
identitasnya tidak diketahui:
Ada dua syarat. Nyawa saya terancam! #1 Obrolan kita harus terenkripsi. #2 Kita tidak
boleh bertemu sama sekali.
-Anonim
Wartawan Sddeutsche Zeitung, Bastian Obermayer menyatakan bahwa sumbernya
memutuskan untuk membocorkan dokumen tersebut karena ia menganggap Mossack Fonseca
bertindak secara tidak etis. Menurutnya, "sumber mengira bahwa kantor hukum di Panama ini
membahayakan dunia, dan sumber ingin mengakhirinya. Itu salah satu motivasinya."
Bagaimana tanggapan Mossack Fonseca?
Pada Senin (4/4) lalu, firma Mossack Fonseca mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah
menjadi korban pelanggaran data dan akibatnya reputasi yang telah mereka bangun selama 4
dekade rusak.
"Jelas tak ada orang yang suka datanya dicuri, kita akan melakukan apapun agar pihak
yang bersalah dibawa ke pengadilan," kata pihak Mossack Fonseca.
Meski begitu, Mossack Fonseca mengatakan tetap berusaha untuk melayani klien yang telah
mempercayakan hak istimewanya kepada mereka seperti yang telah mereka lakukan hampir
empat dekade.

"Informasi yang diterbitkan itu palsu dan penuh dengan ketidakakuratan. Pihak yang dikutip ICIJ
tak pernah menjadi klien Mossack Fonseca," kata Ramon Fonseca Mora, pendiri Mossack
Fonseca.
Apa akibat dari kebocoran ini?
Kebocoran ini merupakan pukulan besar dari rahasia pengelabuan pajak yang ada di dunia
selama ini. Selama bertahun-tahun mereka bisa memberikan kerahasiaan. Sementara setiap
pemerintah berusaha membasmi, mereka menemukan cara baru pengelabuan pajak.
Tentu dunia menjadi tahu bahwa banyak orang-orang penting di dunia yang ternyata melakukan
hal yang tak semestinya dan menggunakan jasa Mossack Fonseca
Reaksi dan investigasi resmi

Australia

Australian Tax Office langsung mengumumkan akan menyelidiki 800 warga pembayar pajak di
Australia yang menjadi klien Mossack Fonseca. Mereka juga menyatakan bahwa beberapa kasus
dapat dilimpahkan ke Serious Financial Crime Task Force.

India

Selebriti India seperti Amitabh Bachchan dan Aishwarya Rai Bachchan tercantum namanya
dalam Panama Papers. Perdana Menteri India Narendra Modi memerintahkan penyelidikan
menanggapi laporan tersebut.

Indonesia

Pengusaha dan pejabat Indonesia ternyata juga ada yang menggunakan jasa Mossack Fonseca
alias tersangkut skandal Panama Papers. Di antara nama yang familiar di Indonesia seperti
James Riady (Pemilik grup Lippo), Franciscus Welirang

(Direktur PT Indofood Sukses

Makmur), Sandiaga Uno, Muhammad Riza Chalid, Djoko Soegiarto Tjandra (pengusaha
properti).
Tak hanya mereka, nama-nama pengusaha seperti Chairul Tanjung, Budi Sampoerna, Gita
Wirjawan juga muncul dalam daftar Panama Papers.
Apa yang dilakukan Negara?

Yang paling penting, negara mempunyai peluang untuk menelusuri aset orang kaya Indonesia
dan mengejar penggelapan pajak. Panama papers bisa menjadi pintu masuknya.
Tapi harus diakui, hal ini tidak mudah. Harus melibatkan proses penyelidikan, penyidikan dan
pemeriksaan yang cerdas dan intensif. Perlu kerjasama yang efektif antara lembaga intelijen
seperti BIN, penegak hukum seperti Polri dan Kejagung didukung PPATK, serta otoritas fiskal,
moneter dan perbankan seperti Kemenkeu (khususnya Ditjen Pajak), BI, dan OJK.
Sayangnya koordinasi antar lembaga justru menjadi titik lemah di Indonesia.
Hal kedua yang bisa dilakukan adalah menginvestigasi ulang pembelian aset-aset BPPN. Secara
teoretis, ini memungkinkan. Secara praktek? Saya tidak yakin. Selain dokumen-dokumennya
sudah tidak jelas lagi ada di mana, SPV yang muncul baru dari Panama. Dari tax havens lain
masih aman. Dan yang paling penting, saya tidak melihat adanya political will yang kuat dari
banyak pihak kunci. Misalnya, Kemenkeu dan Kemenneg BUMN pasti sangat enggan
membongkarnya. Apalagi fraksi-fraksi di DPR.
Dengan bantuan BIN, Polri dan PPATK, semoga Kemenkeu bisa membongkar satu dua kasus
penggelapan pajak melalui transfer pricing.