Anda di halaman 1dari 16

BAB II

STATUS PASIEN
1.1. IDENTITAS PASIEN
Nama
Jenis kelamin
Umur
Status
Agama
Suku Bangsa
Pekerjaan
Alamat
MRS

: Ny. E
: Perempuan
: 48 tahun
: Menikah
: Islam
: Jawa
: Ibu Rumah Tangga
: Jalan Paseban, Salemba Tengah, Jakarta Pusat
: 28 April 2016

1.2. ANAMNESIS
Autoanamnesa pada 29 April 2016
Keluhan utama
: Muntah muntah sejak 4 hari smrs
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien datang dengan keluhan muntah muntah sejak 5 hari sebelum
masuk rumah sakit. Muntah hari pertama 4 kali dan muntah hari kedua 10
kali dan hari ini lebih dari sepuluh kali. Muntah berisi cairan dan makanan.
Pasien merasa setiap minum air rasanya ingin muntah. Banyaknya muntah
setengah hingga 1 gelas air mineral setiap terjadi muntah. Pasien hanya
mencium kulit jeruk untuk mengurangi rasa ingin muntahnya dan
beristirahat. Pasien juga mengeluhkan tidak nafsu makan. Penurunan nafsu
makan ini dirasa karena pasien merasa sangat mual. Selain itu, pasien juga
mengeluhkan lemas. Pasien merasa tidak kuat untuk melakukan aktivitas
rumah tangga dan hanya ingin beristirahat. Setelah istirahat rasa lemasnya
pun tidak membaik. Pasien juga merasakan rasa penuh di ulu hati, nyeri
dirasakan seperti rasa penuh di ulu hati dan terasa kembung. Nyerinya juga
hilang timbul. Nyeri timbul mendakak dan perlahan lahan bertamah berat
dan pulih sendiri. BAB pasien tidak ada keluhan. Pasien juga merasa 4
hari ini sering ke kamar mandi untuk berkemih. Dalam sehari dapat lebih
10 kali. Pasien menyangkal rasa perih saat berkemih, gatal dikemaluan.
Riwayat Demam disangkal. Riwayat sesak napas disangkal.
7 hari SMRS pasien merasa ada benjolan di bokong kanan. Benjolan
awalnya selebar uang koin dan makin lama makin melebar dan membesar.

Pasien merasa nyeri dan panas pada benjolan. Nyeri dirasakan terus
menerus. Hingga pasien merasa sulit duduk. Pasien harus merubah posisi
tidurnya menyamping agar nyerinya membaik. Pasien memberikan balsem
ke benjolannya tetapi tidak membaik.
Pasien memiliki riwayat kencing manis sudah 10 tahun. 10 tahun
yang lalu pasien mengeluh sering merasa lapar. Dalam 1 hari pasien
dapat mengonsumsi 5 porsi makanan besar. Diantara makanan besaar
pasien hobi memakan makanan kudapan seperti keripik. Pasien merasa
sulit kenyang dan harus menambah nasi setiap kali makan besar.
Akibatnnya, pasien merasa berat badannya semakin lama semakin
meningkat. Selain itu, Pasien merasa sering haus. Pasien merasa setiap
setengah hingga satu jam harus minum. Sering kali pasien terbangun
tidurnya karena merasa sangat haus. Saat ini pasien mendapatkan insulin
suntik 3 kali sehari masing masing 10 unit sejak 3 tahun ini. Pasien
mengaku dengan insulin Gula darahnya terkontrol. Sebelumnnya pasien
mengonsumsi obat metformin 3 kali sehari. Pasien juga mengeluh matanya
mulai kabur, matanya kabur apabila untuk melihat jauh, pasien merasa
penglihatan kabur ini tidak menetap dan terkadang berubah ubah,
kadang kabur, kadang penglihatannya jelas. Riwayat baal di kaki
disangkal.
Riwayat penyakit dahulu :
Keluhan seperti ini disangkal
Riwayat hipertensi disangkal
Riwayat penyakit jantung disangkal
Riwayat penyakit paru disangkal
Riwayat Alergi disangkal
Riwayat kolesterol tinggi disangkal
Riwayat penyakit keluarga :

Riwayat kencing manis pada ayah pasien


Riwayat tekanan darah tinggi disangkal.
Riwayat penyakit jantung disangkal
Riwayat penyakit paru disangkal

Riwayat Kebiasaan

Pasien sering mengkonsumsi camilan dan tidak pernah mengontrol

asupan makanannya
Pasien jarang berolahraga

Merokok disangkal
Minum minuman beralkohol disangkal

1.3 PEMERIKSAAN FISIK


Pemeriksaan dilakukan pada 29 April 2016 pukul 13.30 WIB
Keadaan umum
Tampak sakit sedang
Kesadaran
Compos mentis
Keadaan gizi
Tinggi badan 155 cm, berat badan 89 kg,
IMT = 37kg/m2 (Obese)
Tanda vital
Tekanan darah = 130/80 mmHg
Nadi = 112 x/menit, equal, isi cukup, irreguler
Suhu = 37.1 0C
Laju Pernafasan (RR) = 24 x/menit, tipe pernapasan dalam
Kulit
Sawo matang, ikterik (-), lembab
Kepala
Normocephal, rambut hitam dan sedikit rambut putih, distribusi
merata, tidak mudah dicabut. Turgor pada dahi baik.
Mata
Pupil bulat isokor +/+, edema palpebra -/-, conjungtiva anemis -/-,
sklera ikterik -/-, Funduskopi idak dilakukan
Telinga
Normotia, normosepta, gangguan pendengaran (-/-) bentuk telinga
normal simetris kanan dan kiri, lubang lapang, serumen -/Hidung
Bentuk normal, tidak ada septum deviasi, sekret -/-

purulen -/-, nafas

cuping hidung
Mulut
Bibir lembab, faring tidak hiperemis, tonsil (T1/T1) tenang
Leher
Simetris, tidak tampak pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada deviasi
trakea, tidak teraba pembesaran KGB, JVP 5-2 cm H2O, Retraksi
suprasternal Tidak ditemukan
Thoraks
Paru - Paru
I = Normochest, retraksi -/-, sela iga tidak melebar, simetris saat statis
P =
P =

dan dinamis
Fremitus taktil dan fremitus vokal sama kanan dan kiri
Sonor pada kedua lapangan paru. Batas paru hati pada linea
midclvavicula dextra ICS VI

A =

Suara nafas vesikuler, Ronkhi -/- Whezzing -/-

Jantung
I = Iktus cordis tidak tampak
P = Iktus cordis teraba, tidak kuat angkat
P = Pinggang jantung ICS IV linea parasternal sinistra. Batas kiri ICS V
linea midclavicula sinistra. Batas kanan ICS V linea midclavicula
dextra.
A = BJ I dan II reguler, Gallop -/-, Murmur -/Abdomen
I = Tampak buncit
A = Bising usus (+) normal
P = Dinding perut supel, nyeri tekan epigastrium. Hepar dan lien tidak
teraba membesar. Terdapat nyeri tekan pada regio epigastrium
P = Timpani pada seluruh lapang abdomen.
Kelenjar getah bening:
Aurikula
: tidak terdapat pembesaran
Supraaurikula : tidak terdapat pembesaran
Submandibula : tidak terdapat pembesaran
Submental
: tidak terdapat pembesaran
Supraklavikula : tidak terdapat pembesaran
Axilla
: tidak terdapat pembesaran
Inguinal
: tidak terdapat pembesaran
Ekstremitas
Akral hangat, kulit lembab, pitting edema -/- , cappilary refill < 2,
sianosis -/ Regio Gluteus Dekstra : Massa fluktuatif ukuran 5x8 cm, konsistensi
lunak, nyeri (+), berbatas tegas, permukan licin warna kemerahan,
suhu lebih hangat dari sekitar.
Pulsasi

a.Inguinalis
a.Poplitea
a.Dorsalis pedis
a.Tibialis posterior

: +/+
: +/+
: +/+
: +/+

Sensori Ekteroceptif
Raba

: normoestesia

Nyeri

: normoestesia

Suhu

: normoestesia

1.4 PEMERIKSAAN PENUNJANG


a. Laboratorium Darah
Jenis Pemeriksaan

22/03/2016

Nilai Rujukan

Hematologi Rutin
Hemoglobin

13,2

13 18g/dL

Hematokrit

37

40 52 %

Eritrosit

4,7

4.3 6.0juta/uL

Leukosit

27370*

4.800-10.800/uL

Trombosit

291000

150.000 -400.000/uL

MCV

80

80 96 fL

MCH

29

27 32 pg

MCHC

35

32 36 g/dL

22/03/2016

Nilai Rujukan

Ureum

33

20 50 mg/dL

Kreatinin

1.0

0.5 1.5 mg/dL

428*

< 140 mg/dL

(GDS)
Natrium (Na)

134

135 147 mmol/L

Kalium (K)

4.9

3.5 5.0 mmol/L

Klorida (Cl)

100

95 105 mmol/L

Kimia Klinik

Glukosa

Darah

Sewaktu

Aseton
Analisa Gas Darah

22/03/2016
pH

7.299*

01/04/2016
(04.14)
7.357*

pCO2

20.8*

33.8

pO2

97,2*

112.5*

HCO3-

10.3*

19.1*

Nilai Rujukan
7.37 - 7.45
33 - 44 mmHg
71 - 104 mmHg
22 - 29 mmHg

BE

-13.5

-5.0

Saturasi O2

97.3

98.1

III.4.2 Pemeriksaan EKG

(-2) 3 mmol/L
94 98%

Pada pemeriksaan laboraturium darah didapatkan leukositosis. Paa


pemeriksaan kimia darah, kadar gula darah sewaktu 428 gr/dl serta Aseton darah
positif. Pada analisa gas darah menunjukkan Asidosis Metabolik.

II.6 DAFTAR MASALAH

Keatoasidosis Diabetikum
Abses Gluteus

II.7 PENGKAJIAN
II.7.1 Ketoasidosis Diabetikum
Anamnesis
: Muntah berisi makanan dan cairan. Riwayat
diabetes mellitus sejak 10 tahun dengan insulin
novorapid 3x 10 unit.

Bengkak pada gluteus

kanan yang nyeri.


Pemeriksaan fisik : Takikardia, Takipneu, pernapasan kussmaul, nyeri
epigastrium, dan pada regio gluteus dekstra
ditemukan massa fluktuatif ukuran 5x8 cm,
konsistensi lunak, nyeri (+), berbatas tegas,
permukan licin warna kemerahan, suhu lebih
hangat dari sekitar.
Pemeriksaan penunjang : GDS 428, Aseton (+), AGD : Asidosis
Pembahasan

Metabolik, Leukosit 27270/l,


:

Ketoasidosis

diabetik

merupakan

keadaan

dekompensasi

kekacauan metabolik dan merupakan komplikasi akut diabetes yang


ditandai dengan trias hiperglikemia (300-600 mg/dL), disertai dengan
adanya tanda dan gejala asidosis dan plasma keton (+) kuat. Gejala paling
sering yang dikeluhkan oleh pasien KAD adalah mual dan muntah yang
disertai dengan nyeri perut. Gejala pada KAD mumnya tidak spesifik
seperti polidipsi, poliuria, dan dapat muncul gejala sistem gastrointestinal
seperti mual, muntah, serta nyeri abdomen. Gejala lain yang dapat
menyertai seperti lemass dan penurunan berat badan. Tanda klasik lainnya
berupa pernapasan kussmaul, pada pasien ini tidak didapatkan. Karena
pencetus tersering KAD adalah infeksi, penyakit penyerta lain dan

pengggunaan obat obatan maka perlu dicari tanda-tanda yang mencetuskan


terjadinya KAD. Pada pasien ini faktor pencetus timbulnya KAD adalah
abses gluteus dekstra. Adanya proses infeksi ini menyebabkan pelepasan
hormon stres yang menyebabkan peningkatan lipolisis yang menyekan
peningkatan asam lemak bebas. Asam lemak bebas tersebut akan
dimetabolisme di hepar dan membentuk keton.
Pada pasien ditemukan tanda adanya asidosis yaitu pernafasan tipe
kussmaul. Gejala asidosis lain yang timbul pada pasien adalah mual
muntah dan nyeri abdomen. Asidosis juga dikonfirmasi melalui
pemerikasaan analisa gas darah. Asidosis ini timbul karena produk
ketogensis asam lemak di hepar berupa - Hidroksibutirat, Asetoasetat
dan Aseton. Asam asetoasetat dan - Hidroksibutirat memproduksi H+
sehinggaPH menurun dan menyebabkan asidosis. Produk keton akan
dibuang bersama Natrium dan Kalium melalui ginjal untuk mengatur
keseimbanggan

elektron.

Proses

pembuangan

melalui

ginjal

ini

meningkatkan eksresi cairan di ginjal. Sehingga, pasien dengan


ketoasidosis beresiko dehidrasi. Oleh karena itu, tatalaksana kedaruratan
segera pada orang dengan ketoasidosis berupa resusitasi cairan.
Rencana Terapi :
- IVFD NaCl 0.9%
o 1 Jam pertama 1000cc
o 1 Jam kedua 1000cc
o 1 jam ketiga 500 cc
- Insulin kerja Cepat
o 1 jam kedua Bolus 10 Unit
o 1 jam ketiga 1 unit per jam
- Ondansetron 2x4 mg iv
- Pasang Kateter urin
- Diet 1500 kaloriper hari
-

Ukur glukosa kapiler setiap 1-2 jam; ukur elektrolit (terutama K +,


bikarbonat, fosfat) dan anion gap tiap 4 jam dalam 24 jam pertama
karena keterbatasan pada bangsal perawatan, cek ulang glukosa kapiler
hanya bisa dilakukan setiap 4 jam, dan cek ulang elektrolit serta
analisa gas darah setiap 6 jam

Monitor tekanan darah, nadi, pernapasan, status mental, asupan cairan


dan outputnya tiap 1-4 jam Cek diuresis : dengan melihat urine
output didapatkan urine di kateter 600 ml selama 2 jam urine
output 300cc/jam = 3,33cc/jam
Rencana Edukasi

Edukasi mengenai kondisi pasien saat ini, penanganan yang sudah

diberikan
Target terapi yang akan diberikan
Perbaikan kondisi umum

II.7.2

Abses Gluteus Dekstra


Anamnesis
: Benjolan di bokong kanan yang semakin
bertambah membesar dan nyeri
Pemeriksaan fisik

: pada regio gluteus dekstra ditemukan massa


fluktuatif ukuran 5x8 cm, konsistensi lunak, nyeri
(+), berbatas tegas, permukan licin warna
kemerahan, suhu lebih hangat dari sekitar.

Rencana terapi
Konsul bedah plastik
Ketorolac 3x30 mg IV
Ciprofloxcacin 3 x 500 mg IV
Metronidazol 3 x 500 mg IV
Omeprazole 2 x 40 mg IV
II.9 TINDAK LANJUT
Tanggal
Follow Up
S (Subjective)

30/03/2016

31/03/2016

Nyeri ulu hati, masih mual, Nyeri ulu hati, masih mual,
muntah 2 kali isi cairan dan muntah tidak ada. Nyeri dan
makanan. Nyeri dan benjolan di benjolan di bokong kanan

O (Objective)

bokong kanan
Kesadaran : Compos mentis
Keadaan umum : sakit sedang
TTV :
TD : 120/78 mmHg
N : 90 x/menit
RR : 20 x /menit
S : 37.3 oC
Px fisik :
Nyeri tekan epigastrium

Kesadaran : Compos mentis


Keadaan umum : sakit sedang
TTV :
TD : 118/82 mmHg
N : 88 x/menit
RR : 18 x /menit
S : 36,8 oC
Px fisik :
Nyeri tekan epigastrium

Ext : regio gluteus dekstra Ext : regio gluteus dekstra


ditemukan
ukuran

massa

5x8

cm,

fluktuatif ditemukan
konsistensi ukuran

massa

fluktuatif

cm,

konsistensi

5x8

lunak, nyeri (+), berbatas tegas, lunak, nyeri (+), berbatas tegas,
permukan

licin

warna permukan

licin

warna

kemerahan, suhu lebih hangat kemerahan, suhu lebih hangat


dari sekitar.
Px. Lab :
01.00: GDS 214 mg/dL
05.00 : GDS 133 mg/dL
07.00 : GDS 208 mg/dL
11.00 : GDS 276 mg/dL
18.30 : GDS 266 mg/dL
Elektrolit (06.54) :

Na : 133 mmol/L*
K : 4.3 mmol/L
Cl : 105 mmol/L

Aseton : Positif
Analisa Gas Darah (23.54) :

pH : 7.377
pCO2 : 26.7 mmHg
pO2 : 167,7 mmHg
HCO3 : 14,5 mmol/L
BE : -8.8 mmol/L
Saturasi O2 : 99.0%

Aseton : Positif
Ketoasidosis diabetikum

(Assassment)

Perbaikan
Abses gluteus dekstra

dari sekitar.
Px. Lab :
23.00: GDS 196 mg/dL
01.00: GDS 214 mg/dL
05.00 : GDS 133 mg/dL
07.00 : GDS 208 mg/dL
11.00 : GDS 276 mg/dL
18.30 : GDS 266 mg/dL
Analisa Gas Darah (23.54) :

pH : 7.371
pCO2 : 26.7 mmHg
pO2 : 109.3 mmHg
HCO3 : 15.6 mmol/L
BE : -8.0 mmol/L
Saturasi O2 : 99.0%

Aseton : Positif

Ketoasidosis diabetikum

Perbaikan
Abses gluteus dekstra

P (Planning)

Tanggal

IVFD

1000cc/24jam
IVFD
Aminofluid

1000cc/24 jam
Insulin

NaCl

0,9%

O (Objective)

IVFD

1000cc/24jam
IVFD
Aminofluid

1000cc/24 jam
Insulin

NaCl

0,9%

GDS

Insulin

GDS

Insulin

<150

stop

<150

stop

151-200

1 u/jam

151-200

1 u/jam

201-250

2 u/jam

201-250

2 u/jam

251-300

3 u/jam

251-300

3 u/jam

301-350

4 u/jam

301-350

4 u/jam

>351

5 u/jam

>351

5 u/jam

Ondansetron 2x40mg iv
Omeprazole 1x40 mg IV
Ketorolac 3 x 30 mg iv
Metronidazol 3 x 500 mg

Ondansetron 2x40mg iv
Omeprazole 1x40 mg IV
Ketorolac 3 x 30 mg iv
Metronidazol 3 x 500 mg

iv
Ciprofloxcacin

iv
Ciprofloxcacin

mg iv
Cek GDS/2jam
Diet DM 1900 kalori

mg iv
Cek GDS/2jam
Diet DM 1900 kalori

2x500

/ 01/04/2016

Follow Up
S (Subjective)

Mual

berkurang.

2x500

02/04/2016
Nyeri

dan Nyeri dan benjolan di bokong

benjolan di bokong kanan


Kesadaran : Compos mentis
Keadaan umum : sakit sedang
TTV :
TD : 130/80 mmHg
N : 80 x/menit
RR : 20 x /menit
S : 36,5 oC
Px fisik :
Konjungtiva anemis -/-, sclera

kanan
Kesadaran : Compos mentis
Keadaan umum : sakit sedang
TTV :
TD : 120/75 mmHg
N : 90 x/menit
RR : 18 x /menit
S : 36,4 oC
Px fisik :
Konjungtiva anemis -/-, sclera

ikterik -/-, Leher JVP 5-2 cm ikterik -/-, Leher JVP 5-2 cm

H2O, paru ronkhi +/+, wheezing H2O, paru ronkhi -/-, wheezing
-/-, Jantung BJ I-II irregular, -/-, Jantung BJ I-II irregular,
murmur (-), gallop (-). Abdomen murmur (-), gallop (-). Abdomen
buncit, bising usus (+) normal, buncit, bising usus (+) normal,
hepar & lien tidak membesar.
hepar & lien tidak membesar.
Ext : regio gluteus dekstra
Ext : regio gluteus dekstra
ditemukan massa fluktuatif
ditemukan massa fluktuatif
ukuran 5x8 cm, konsistensi
ukuran 5x8 cm, konsistensi
lunak, nyeri (+), berbatas tegas,
lunak, nyeri (+), berbatas tegas,
permukan
licin
warna
permukan
licin
warna
kemerahan, suhu lebih hangat
kemerahan, suhu lebih hangat
dari sekitar.
dari sekitar.
Px. Lab :
Px. Lab :
Elektrolit (05.57)
Elektrolit (06.41)
GDS: 211
Albumin : 3.1 mg/dL
Na: 136
Ureum: 26
K: 3.2
Kreatinin: 0.8
Cl: 108
GDS: 254
Aseton: (-)
Na: 139 mmol/L
AGD (06.09)
K: 3.3 mmol/L
Cl: 104 mmol/L
pH: 7.366
Aseton: (+)
pCO2: 23.1

pO2: 123.1
HCO3: 14.3
BE: -8.2
SpO2: 99.7

AGD (06.41)

GDS (12.08): 197 mg/dL


GDS (18.20): 206 mg/dL

(Assassment)

KAD perbaikan
Abses Gluteus Dekstra

P (Planning)

IVFD

1000cc/24jam
IVFD
Aminofluid

NaCl

0,9%

pH: 7.377
pCO2: 27.2
pO2: 96.6
HCO3: 16.1
BE: -7.2
SpO2: 97.4
GDS (11.49): 202 mg/dL

GDS (18.45): 266 mg/dL


KAD perbaikan
Abses Gluteus Dekstra

IVFD

1000cc/24jam
IVFD
Aminofluid

NaCl

0,9%

1000cc/24 jam
Insulin
Novorapid 3 x 10 Unit

1000cc/24 jam
Insulin
Novorapid 3 x 10 Unit

IM
Lantus 1 x 10 Unit
Ondansetron 2x40mg iv
Omeprazole 1x40 mg IV
Ketorolac 3 x 30 mg iv
Metronidazol 3 x 500 mg

IM
Lantus 1 x 10 Unit
Ondansetron 2x40mg iv
Omeprazole 1x40 mg IV
Ketorolac 3 x 30 mg iv
Metronidazol 3 x 500 mg

iv
Ciprofloxcacin

iv
Ciprofloxcacin

mg iv
Cek GDS/2jam
Diet DM 1900 kalori

mg iv
Cek GDS/2jam
Diet DM 1900 kalori

Tanggal
Follow Up
S (Subjective)

O (Objective)

2x500

3/04/2016

2x500

4/04/2016

Rasa nyeri di bokong kanan Rasa nyeri di bokong kanan


berkurang

berkurang,

ukuran

benjolan

Kesadaran : Compos mentis


Keadaan umum : sakit sedang
TTV :
TD : 130/80 mmHg
N : 80 x/menit
RR : 20 x /menit
S : 36,5 oC
Px fisik :
Konjungtiva anemis -/-, sclera

berkorang
Kesadaran : Compos mentis
Keadaan umum : sakit sedang
TTV :
TD : 130/90 mmHg
N : 79 x/menit
RR : 20 x /menit
S : 36,6 oC
Px fisik :
Konjungtiva anemis -/-, sclera

ikterik -/-, Leher JVP 5-2 cm ikterik -/-, Leher JVP 5-2 cm
H2O, paru ronkhi +/+, wheezing H2O, paru ronkhi +/+, wheezing
-/-, Jantung BJ I-II irregular, -/-, Jantung BJ I-II irregular,
murmur (-), gallop (-). Abdomen murmur (-), gallop (-). Abdomen
buncit, bising usus (+) normal, buncit, bising usus (+) normal,
hepar & lien tidak membesar.
hepar & lien tidak membesar.
Ext : regio gluteus dekstra Ext : regio gluteus dekstra
ditemukan
ukuran

5x8

massa
cm,

fluktuatif ditemukan
konsistensi ukuran

5x8

massa

fluktuatif

cm,

konsistensi

lunak, nyeri (+), berbatas tegas, lunak, nyeri (+), berbatas tegas,
permukan

licin

warna permukan

licin

warna

kemerahan, suhu lebih hangat kemerahan, suhu lebih hangat

A
(Assassment)
P (Planning)

dari sekitar.
Px. Lab :
GDS (05.46): 137 mg/dL

dari sekitar.
Px. Lab :
GDS (05.46): 137 mg/dL

GDS (12.08): 197 mg/dL

GDS (12.08): 134 mg/dL

GDS (18.20): 206 mg/dL


KAD perbaikan
Abses gluteus dekstra

GDS (18.20): 122 mg/dL


KAD perbaikan
Abses gluteus dekstra

IVFD

1000cc/24jam
Novorapid 3 x 10 Unit

IM
Lantus 1 x 10 Unit
Ondansetron 2x40mg iv
Omeprazole 1x40 mg IV
Ketorolac 3 x 30 mg iv
Metronidazol 3 x 500 mg

iv
Ampicillin

4x1,5 gram iv
Cek GDS/8jam
Diet DM 1900 kalori

NaCl

0,9%

Sulbaktam

II.10 PROGNOSA
Quo ad Vitam
: dubia ad bonam
Quo ad Functionam : dubia ad malam
Quo ad Sanationam : dubia ada malam

IVFD

1000cc/24jam
Novorapid 3 x 10 Unit

IM
Lantus 1 x 10 Unit
Ondansetron 2x40mg iv
Omeprazole 1x40 mg IV
Ketorolac 3 x 30 mg iv
Metronidazol 3 x 500 mg

iv
Ampicillin

4x1,5 gram iv
Cek GDS/8jam
Diet DM 1900 kalori

NaCl

0,9%

Sulbaktam