Anda di halaman 1dari 6

Nitrogen merupakan elemen hara yang penting bagi pertumbuhan tanaman.

Sumber utama
Nitrogen di dalam tanah yaitu bahan organik tanah. Selain dari bahan organik tanah Nitrogen
juga diperoleh dari gas N2 di atmosfer melalui penambatan atau fiksasi Nitrogen. Penambatan
alami disebabkan oleh jasad-jasad renik (terutama bakteri dalam tanah dan alga di air) dan gejala
atmosfer tertentu, termasuk kilat. Bentuk Nitrogen yang dapat digunakan oleh tanaman
adalah ion nitrat (NO3-) dan ion amonium (NH4+). Ion-ion ini kemudian membentuk
material kompleks seperti asam-asam amino dan asam-asam nukleat yang dapat
langsung diserap dan digunakan oleh tanaman tingkat tinggi. Menurut Mengel dan
Kirby (1987) dalam Rosmarkam dan Yuwono (2002) pada pH tanah yang rendah ion
nitrat lebih cepat diserap oleh tanaman dibandingkan ion amonium, pada pH tanah
yang tinggi ion Amonium diserap oleh tanaman lebih cepat dibandingkan ion nitrat
dan pada pH netral kemungkinan penyerapan keduanya berlangsung seimbang.

Nitrogen (N)
Diambil dan diserap oleh tanaman dalam bentuk : NO3- NH4+
Fungsi Nitrogen bagi tanaman adalah:

Diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti


daun, batang dan akar.

Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali dalam proses
fotosintesis.

Membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik.

Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan.

Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.

Meningkatkan pertumbuhan tanaman

Meningkatkan kadar protein dalam tanah

Meningkatkan tanaman penghasil dedaunan seperti sayuran dan rerumputan ternak

Meningkatkan perkembangbiakan mikroorganisme dalam tanah

Meningkatkan pertumbuhan tanaman

Meningkatkan kadar protein dalam tanah

Meningkatkan tanaman penghasil dedaunan seperti sayuran dan rerumputan ternak

Meningkatkan perkembangbiakan mikroorganisme dalam tanah

Adapun sumber Nitrogen adalah :

Terjadi halilintar di udara ternyata dapat menghasilkan zat Nitrat, yang kemudian di bawa
air hujan meresap ke bumi.

Sisa-sisa tanaman dan bahan-bahan organis.

Mikrobia atau bakteri-bakteri.

Pupuk buatan (Urea, ZA dan lain-lain)

UNSUR NITROGEN DAN PERANANNYA TERHADAP


PERTUMBUHAN TANAMAN
Pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor utama yaitu
faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan
lajunya pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur
hara yang cukup di dalam tanah. Dari 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi ini, ternyata
baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat menyelesaikan siklus
hidupnya dengan sempurna. Ke- 16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makro dan 7 unsur mikro.
9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai unsur -unsur esensial.
Menurut ARNON dan STOUT ada tiga kriteria yang harus dipenuhi sehingga suatu unsur dapat
disebut sebagai unsur esensial:

Unsur tersebut diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus hidup tanaman secara normal
(biji biji).

Unsur tersebut memegang peran yang penting dalam proses biokhemis tertentu dalam
tubuh tanaman dan peranannya tidak dapat digantikan atau disubtitusi secara keseluruhan
oleh unsur lain.

Peranan dari unsur tersebut dalam proses biokimia tanaman adalah secara langsung dan
bukan secara tidak langsung.

Ketersediaan unsur-unsur esensial didalam tanah bagi tanaman sangat ditentukan oleh pH.
Seperti unsur N pada pH 5.5 8.5, P pada pH 5.5 7.5 sedangkan K pada pH 5.5 10
sebaliknya unsur mikro relatif tersedia pada pH rendah. Pelajaran penting yang perlu kita ingat
dari ketersediaan unsur esensial dalam hubungannya dengan pH yaitu bahwa untuk melakukan
percobaan-percobaan lapang disarankan agar dilakukan pada area dengan pH tanah kurang lebih
7. Hal ini disebabkan karena pada pH tersebut semua unsur hara esensial baik makro maupun

mikro berbeda dalam keadaan yang siap untuk diserap oleh akar tanaman sehingga dapat
menjamin pertumbuhan dan produksi tanaman.
Dan untuk selanjutnya kami akan mencoba menjelaskan pengaruh daripada unsur makro dan
mikro terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman, terutama pengaruh unsur N terhadap
pertumbuhan tanaman dan gejala dari kekurangan dan kelebihan unsur tersebut bagi tanaman.
A. NITROGEN.
Nitrogen adalah unsur kimia yang memiliki lambang N, nomor atom dari 7 dan massa atom
14,00674 u. Elemental nitrogen tidak berwarna, tidak berbau, tawar dan kebanyakan lembam
diatomik gas pada kondisi standar, merupakan 78% dari volume atmosfer bumi.
Banyak senyawa penting industri, seperti amonia, asam nitrat, nitrat organik (propellants dan
bahan peledak), dan sianida, mengandung nitrogen. Ikatan yang sangat kuat dalam unsur kimia
nitrogen mendominasi, menyebabkan kesulitan untuk kedua organisme danindustri dalam
mematahkan ikatan untuk mengubah N 2 menjadi senyawa yang berguna, tetapi melepaskan
sejumlah besar energi sering berguna, ketika senyawa tersebut terbakar, meledak, atau
pembusukan kembali menjadi gas nitrogen.
Unsur nitrogen ditemukan oleh dokter Skotlandia Daniel Rutherford pada tahun 1772. Nitrogen
terjadi di semua organisme hidup. Ini adalah elemen konstituen asam amino dan dengan
demikian protein, dan asam nukleat (DNA dan RNA). Ini terletak pada struktur kimia dari
hampir semua neurotransmiter, dan merupakan komponen yang menentukan alkaloid, molekul
biologis yang dihasilkan oleh banyak organisme.
B. SIKLUS NITROGEN
Siklus nitrogen merupakan salah satu siklus hara paling penting yang ada di permkaan bumi.
Nitrogen digunakan oleh organisme hidup untuk menghasilkan sejumlah kompleks organik
molekul seperti asam amino, protein, dan asam nukleat.
Dibawah ini adalah agen-agen yang berperan dalam siklus nitrogen.
1. Fiksasi nitrogen oleh bakteri dapat memperbaiki atmosfer gas nitrogen (N 2) untuk
amonia (NH 3) dalam reaksi pengurangan. Persamaan untuk reaksi ini adalah: N 2 + 3H 2
-> 2NH 3 Beberapa bakteri pengikat nitrogen yang hidup bebas di tanah misalnya
Azotobacter Beberapa, misalnya Rhizobium, membentuk mutualistic (simbiotik)
hubungan dengan legum (kacang polong, kacang-kacangan, semanggi dll, Ini adalah
anggota Papilionaceae) di mana bakteri hidup di nodul pada akar tanaman. Bakteri
menyediakan tanaman dengan tetap nitrogen, tanaman memberikan bakteri dengan
karbohidrat. Gambar di bawah ini menunjukkan nodul akar dalam anggota Papilionaceae
2. Decomposer adalah bakteri dan jamur yang membusuk bangkai binatang dan tanaman
dan, dalam proses mengkonversi nitrogen organik mereka (yang ditemukan dalam protein
dan asam nukleat) menjadi anorganik, amonium (NH 4 +) .
3. Bakteri nitrifikasi adalah bakteri yang interconvert molekul nitrogen anorganik:
Nitrosomonas mengubah amonium (NH 4 +) ke nitrit (NO 2 -) ,Nitrobacter mengubah
nitrit (NO 2 -) menjadi nitrat (NO 3 -) .Secara bersama proses-proses ini dikenal sebagai
nitrification .Nitrification hanya terjadi bila kondisi tanah tidak sesuai yaitu berawa,
terlalu dingin atau terlalu asam. Jika kondisi tanah yang tidak sesuai terakumulasi
amonium

4. Baktei denitrifikasi adalah bakteri yang mengubah nitrat (NO 3 -) untuk nitrit (NO 2 -)
dan kemudian ke gas nitrogen (N 2) .Bakteri ini mengkonversi nitrogen anorganik ke
dalam atmosfer nitrogen; suatu proses yang dikenal sebagai denitrifikasi. Contoh bakteri
ini adalah Pseudomonas, Thiobacillus dll. Ini adalah denitrifikasi bakteri anaerob
sehingga hanya terjadi dalam kondisi anaerob (misalnya ketika tanah berawa
5. Fiksasi nitrogen oleh energi yang tinggi yang tersedia dari petir yang cukup untuk
memperbaiki atmosfer nitrogen nitrat
6. Haber-Bosch: ini adalah sepenuhnya proses buatan yang digunakan dalam pembuatan
pupuk amonium tetapi karena kontribusi terhadap total fiksasi nitrogen atmosfer sering
termasuk
7. Pencucian: hilangnya nitrat dari tanah sebagai akibat dari hujan lebat turun. Nitrat larut
ke dalam tubuh air (misalnya danau) memperkaya mereka dan membuat mereka lebih
subur. Proses ini dikenal sebagai eutrofikasi.

C. N- TERSEDIA BAGI TANAMAN.


Nitrogen yang dapat di manfaatkan oleh tanaman tinggkat tingggi khususnya tanaman budidaya
dapat di bedakan atas empat kelompok utama yaitu:
1. Nitrogen nitrat (NO3-),

2. Nitrogen ammonia (NH4+),


3. Nitrogen molekuler (N2) dan
4. Nitrogen organic.
Namun tidak semua dari bentuk bentuk nitrogen ini dapat tersedia bagi tanaman. Umumnya
tanaman pertanian memanfaatkan nitrat dan ammonium kecuali pada beberapa tanaman legume
yang mampu memanfaatkan N bebas melalui proses fiksasi N dengan bersimbiosis dengan
bakteri Rhizobium. N organic kadang kadang dapat dimanfaatkan oleh tanaman tinggi akan
tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan N tanaman dan umumnya dimanfaatkan lewat daun
melalui pemupukan lewat daun.
Bagi tanaman pertanian terutama manfaat N dalam bentuk ion nitra, akan tetapi dalam kondisi
tertentu khususnya pada tanah tanah masam dan kondisi an aerobic tanaman akan
memanfaatkan N dalam bentuk ion ammonium (NH4+). Pada tanaman tanaman yang tumbuh
aktif dengan cepat nitrat yang terabsopsi oleh akar tanaman akan terangkut dengan cepat ke daun
mengikuti alur transpirasi. Oleh karena itu metabolisme nitrat pada kebanyakan tanaman
budidaya umumnya terjadi didaun walaupun metabolisme nitrogen juga terjadi pada akar
tanaman.
D. PERANAN N BAGI PERTUMBUHAN TANAMAN.
Nitrogen adalah unsur yang sangat penting bagi petrumbuhan tanaman. Nitrogen merupakan
bagian dari protein, bagian penting konstituen dari protoplasma, enzim, agen katalis biologis
yang mempercepat proses kehidupan. Nitrogen juga hadir sebagai bagian dari nukleoprotein,
asam amino, amina, asam gula, polipeptida dan senyawa organik dalam tumbuhan. Dalam
rangka untuk menyiapkan makanan untuk tanaman, tanaman diperlukan klorofil, energi sinar
matahari untuk membentuk karbohidrat dan lemak dari C air dan senyawa nitrogen.
Adapun peranan N yang lain bagi tanaman adalah :

Berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman.

Memberikan warna pada tanaman,

Panjang umur tanaman

Penggunaan karbohidrat.

Dll.

E. GEJALA KEKURANGAN DAN KELEBIHAN UNSUR N TERHADAP TANAMAN.


Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman
tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak
pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering.
Adapun gejala yang ditimbulkan akibat dari kekurangan dan kelebihan unsure N bagi tnaman
adalah sebagai berikut :
1. Efek kekurangan unsur N bagi Tanaman.

Pertumbuhan kerdil,

Warna daun menguning,

Produksi menurun,

Fase pertumbuhan terhenti,

Kematian.

2. Efek dari kelebihan unsur N bagi tanaman.

Kualitas buah menurun.

Menyebabkan rasa pahit (spt pada buah timun).

Produksi menurun,

Daun lebat dan pertumbuhan vegetative yang cepat,

Menyebabkan keracunan pada tanaman,