Anda di halaman 1dari 12

2014

MATA KULIAH GEOLOGI TEKNIK


HAMZAH HARU RADITYO
SUHARYANTO
3111100052

RC14 - 1417

[MAKALAH SIKLUS NITROGEN]

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lintas biosintetik menuju asam amino dan nukleotida sama-sama memerlukan
nitrogen, tetapi senyawa nitrogen yang dapat larut dan bermanfaat bagi aktivitas biologik
biasanya jarang terdapat di lingkungan alamiah. Karena alasan ini, ammonia, asam amino,
dan nukleotida dipergunakan secara ekonomis oleh kebanyakan organism, terutama karena
senyawa-senyawa tersebut merupakan perkusor bagi asam nukleat dan proteinnya. Memang,
kita telah melihat bahwa asam amino bebas, purin, dan pirimidin, yang dibentuk selama
putaran metabolic, seringkali dihemat dan dipakai berulang-ulang.
Bentuk nitrogen yang paling banyak dijumpai terdapat di udara, yang mengandung
sampai empat per lima molekul nitrogen (N2). Akan tetapi hanya beberapa spesies saja yang
dapat mengubah nitrogen atmosfer menjadi bentuk nitrogen yang bermanfaat bagi orgaisme
hidup, yang karenanya, menghemat dan menggunakan kembali nitrogen yang tersedia secara
biologik di dalam siklus nitrogen yang sedemikian luas. Tahap pertama dalam siklus nitrogen
adalah dengan fiksasinitrogen adalah fiksasi nitrogen atmosfer oleh organisme pengikat
nitrogen, menghasilkan ammonia. Amonia dapat dimanfaatkan oleh hampir semua organisme
hidup. Akan tetapi, terdapat beberapa bakteri tanah penting yang memperoleh energinya
dengan mengoksidasi amonia untuk membentuk nitrit dan akhirnya nitrat. Karena organisme
ini amat banyak dan aktif, hampir semua amonia yang mencapai tanah, akhirnya teroksidasi
menjadi nitrat, proses ini dikenal sebagai nitrifikasi. Tanaman dan banyak bakteri segera
mereduksi nitrat kembali menjadi ammonia melalui nitrat reduktase; proses ini dikenal
sebagai denitrifikasi. Ammonia yang terbentuk dapat dibangaun menjadi asam amino oleh
tanaman, yang kemudian dipergunakan oleh hewan sebagai sumber asam amino esensial dan
nonesensial untuk membangun protein hewan. Pada hewan yang telah mati, degradasi protein
mikrobial mengembalikan amonia ke tanah. Selanjutnya bakteri nitrifikasi mengubahnya
menjadi nitrat (NO2-) dan nitrat (NO3-) kembali. Sekarang marilah kita mengamati proses
fiksasi nitrogen yang penting bagi setiap bentuk kehidupan.
Pada tumbuhan, banyak dari nitrogen digunakan dalam molekul klorofil, yang penting
untuk fotosintesis dan pertumbuhan lebih lanjut. Meskipun atmosfer bumimerupakan sumber
berlimpah nitrogen, sebagian besar relatif tidak dapat digunakan oleh tanaman.

MAKALAH SIKLUS NITROGEN

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami Metabolisme Nitrogen
2. Untuk mengetahui dan memahami Siklus Nitrogen
3. Untuk mengetahui dan memahami Proses-Proses Dalam Daur Nitrogen
4. Untuk mengetahui dan memahami Pengubahan NH4+ mejadi senyawa organik
5. Untuk mengetahui dan memahami Fungsi Dan Manfaat Nitrogen Dalam Ekologi

MAKALAH SIKLUS NITROGEN

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Metabolisme Nitrogen
Nitrogen adalah unsur yang paling berlimpah di atmosfer (78% gas di atmosfer adalah
nitrogen). Meskipun demikian, penggunaan nitrogen pada bidang biologis sangatlah terbatas.
Nitrogen merupakan unsur yang tidak reaktif (sulit bereaksi dengan unsur lain) sehingga
dalam penggunaan nitrogen pada makhluk hidup diperlukan berbagai proses, yaitu: fiksasi
nitrogen, mineralisasi, nitrifikasi, denitrifikasi.
Nitrogen adalah komponen penting bagi tumbuhan terdapat dalam banyak senyawa.
Protein dan asam nukledit yang biasanya diserap dari tanah dalam bentuk sangat teroksidasi
dan harus direduksi oleh proses yang bergantung pada energi sebelum bergabung menjadi
protein dan senyawa lain dalam sel.
Nitrogen di alam berada dalam berbagai bentuk dan berada dalam keadaan dinamis
mengikuti perubahan fisik dan kimia dalam suatu daur Nitrogen. Meskipun nitrogen di udara
mampu masuk keluar tubuh tumbuhan, tetapi tidak ada enzim yang mampu menangkapnya.
Kebanyakan Nitrogen yang masuk tubuh tumbuhan telah mengalami reduksi oleh mikroba
prokaryotic atau dalam bentuk NO3- dan NH4+ dalam air hujan. Penambatan nitrogen dapat
dilakukan secara simbiotik atau non simbiotik antara tumbuhan tingkat tinggi dan mikroba.
Tumbuhan tinggi dapat menggunakan Nitrogen yang telah tereduksi tersebut. Bagi tumbuhan
lain yang tidak bersimbiosis dengan nitrogen , nitrogen diserap dalam bentuk NO3- atau
NH4+.
Umumnya dalam bentuk NO3- karena NH4+ akan dioksidasi menjadi NO3- oleh bakteri
nitrifikasi.
Konsep metabolisme difokuskan pada metabolisme nitrogen dimana Reduksi nitrat
menjadi ammonium dan perubahan ammonium menjadi senyawa organic yang terdapat pada
tumbuhan.

2.2 Siklus Nitrogen


Siklus nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur
nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi
secara biologis maupun non-biologis. Siklus nitrogen secara khusus sangat dibutuhkan dalam
ekologi karena ketersediaan nitrogen dapat mempengaruhi tingkat proses ekosistem kunci,
termasuk produksi primer dan dekomposisi. Aktivitas manusia seperti pembakaran bahan

MAKALAH SIKLUS NITROGEN

bakar fosil, penggunaan pupuk nitrogen buatan, dan pelepasan nitrogen dalam air limbah
telah secara dramatis mengubah siklus nitrogen global.
Sebagian besar nitrogen yang terdapat di dalam organisme hidup berasal dari
penambatan (reduksi) oleh mikro organisme prokariot. Sebagian diantaranya terdapat di akar
tumbuhan tertentu atau dari pupuk hasil penambatan secara industry. Sejumlah kecil nitrogen
pindah dari atmosfer ke tanah sebagai NH4+ dan NO3- bersama air hujan dan diserap oleh
akar. NH4+ ini berasala dari pembakaran industry, aktivitas gunung berapi dan kebakaran
hutan sedangkan NO3- berasal dari oksidasi N2 oleh O2 atau ozon dengan bantuan kilat atau
radiasi ultraviolet, sumber lain NO3- adalah samudera.
Penyerapan
untukmembentuk

NO3berbagai

dan

NH4+

oleh

senyawa nitrogen

tumbuhan

memungkinkan

tumbuhan

terutama protein. Pupuk, tumbuhan

mati,mikroorganisme, serta hewan merupakan sumber penting nitrogen yang dikembalikanke


tanah tapi sebagaian besar nitrogen tersebut tidak larut dan tidak segera tersedia bagi
tumbuhan.
Pengubahan nitrogen organic menjadi NH4+ oleh bakteri dan fungi tanah disebut
Amnoifikasi yang dapat berlangsung oleh berbagai macam mikroorganisme pada suhu dingin
dan pada berbagai nilai ph. Selanjutnya pada tanah yang hangat dan lembab dan ph sekitar
netral NH4+ akan dioksidasi menjadi nitrit (NO2) dan NO3- dalam beberapa hari setelah
pembentukkannya atau penambahannya sebagai pupuk disebut dengan Nitrifikasi yang
berguna dalam menyediakan energi bagi kelangsungan hidup dan perkembangan mikroba
tersebut.
Selain itu terdapat pula denitrifikasi yaitu suatu proses pembentukan N2, NO, N2O
dan NO2 dari NO3- oleh bakteri aneorobik yang berlangsung di dalam tanah yang penetrasi
O2- nya terbatas, tergenang, padat dan daerah dekat pemukiman tanah yang konsentrasi O2
nya rendah karena penggunaannya yang cepat dalam oksidasibahan organik. Tumbuhan
kehilangan sejumlah kecil nitrogen ke atmosfer sebagai NH3, N2O, NO2, dan NO terutama
jika diberi pupuk nitrogen dengan baik.

MAKALAH SIKLUS NITROGEN

Gambar 1. Daur Nitrogen

Nitrat sangat mudah larut dlm tanah sehingga cepat hilang krn proses pembusukan.
Taraf ketersediaan nitrogen dlm tanah tergantung pada banyaknyabahan organik, populasi
jasad renik, tingkat pembasuhan. Dlm keadaan alami terjadi keseimbangan antara laju
pertumbuhan dan gaya-gaya yg menentukan penyediaan nitrogen dlm tanah. Pemanenan
menyebabkan terkurasnya nitrogen krn pengambilan bahan organik dan erosi. Hal ini
menyebabkan pertanian intensif sangat tergantung pada tambahan pupuk nitrogen. Awalnya
nitrogen berasal dari sumber organik,
terutama guano (kotoran burung). Saat ini nitrogen dibuat menurut proses Haber-Bosch:
nitrogen + hidrogen amoniak.

2.3 Proses-Proses Dalam Daur Nitrogen


Nitrogen hadir di lingkungan dalam berbagai bentuk kimia termasuk nitrogen organik,
amonium (NH4+), nitrit (NO2-), nitrat (NO3-), dan gas nitrogen (N2). Nitrogen organik
dapat berupa organisme hidup, atau humus, dan dalam produk antara dekomposisi bahan
organik atau humus dibangun. Proses siklus nitrogen mengubah nitrogen dari satu bentuk
kimia ke bentuk kimiawi yang lain. Banyak proses yang dilakukan oleh mikroba baik untuk
menghasilkan energi atau menumpuk nitrogen dalam bentuk yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan.

MAKALAH SIKLUS NITROGEN

Gambar 2. Proses Daur Nitrogen


2.3.1 Fiksasi Nitrogen
Fiksasi nitrogen adalah proses alam, biologis atau abiotik yang mengubah nitrogen di
udara menjadi amonia (NH3). Mikroorganisme yang memfiksasi nitrogen disebut diazotrof.
Milroorganisme ini memiliki enzim nitrogenaze yang dapat menggabungkan hidrogen dan
nitrogen. Reaksi untuk fiksasi Nitrnitrogen biologis ini dapat ditulis sebagai berikut :
N2 + 8 H+ + 8 e 2 NH3 + H2
Mikroorganisme yang melakukan fiksasi nitrogen antara lain: Cyanobacteria,
Azotobacteraceae, Rhizobia, Clostridium, dan Frankia. Selain itu ganggang hijau biru juga
dapat memfiksasi nitrogen. Beberapa tanaman yang lebih tinggi, dan beberapa hewan (rayap),
telah

membentuk

asosiasi

(simbiosis)

dengan

diazotrof.

Selain

dilakukan

oleh

mikroorganisme, fiksasi nitrogen juga terjadi pada proses nonbiologis, contohnya sambaran
petir. Lebih jauh, ada empat cara yang dapat mengkonversi unsur nitrogen di atmosfer
menjadi bentuk yang lebih reaktif :
a. Fiksasi biologis: beberapa bakteri simbiotik (paling sering dikaitkan dengan
tanaman polongan) dan beberapa bakteri yang hidup bebas dapat memperbaiki
nitrogen sebagai nitrogen organik. Sebuah contoh dari bakteri pengikat nitrogen
adalah bakteri Rhizobium mutualistik, yang hidup dalam nodul akar kacangkacangan. Spesies ini diazotrophs. Sebuah contoh dari hidup bebas bakteri
Azotobacter.

MAKALAH SIKLUS NITROGEN

b. Industri fiksasi: Di bawah tekanan besar, pada suhu 600 C, dan dengan
penggunaan katalis besi, nitrogen atmosfer dan hidrogen (biasanya berasal dari gas
alam atau minyak bumi) dapat dikombinasikan untuk membentuk amonia (NH3).
Dalam proses Haber-Bosch, N2 adalah diubah bersamaan dengan gas hidrogen (H2)
menjadi amonia (NH3), yang digunakan untuk membuat pupuk dan bahan peledak.
c. Pembakaran bahan bakar fosil : mesin mobil dan pembangkit listrik termal, yang
melepaskan berbagai nitrogen oksida (NOx).
d. Proses lain: Selain itu, pembentukan NO dari N2 dan O2 karena foton dan
terutama petir, dapat memfiksasi nitrogen. Hasil penelitian tentang fiksasi N ini
menunjukkan bahwa ada cukup banyak genera bakteri yang dapat mem-fiksasi N
termasuk spesies dari Bacillus, Clostridium, dan Vibrio. Pada habitat perairan,
cyanobacteria adalah kelompok utama yang melakukan fiksasi N (Anabaena, Nostoc,
Gloeotrichia, Oscillatoria, Lyngbya, dll) Komponen yang berperan dalam fiksasi N di
habitat perairan adalah heterocyst, tapi ada cyanobacteria yg tidak memiliki
heterocyst yg juga dpt fiksasi N. Fiksasi N memerlukan cukup banyak energi dalam
bentuk ATP dan koenzim.

2.3.2 Asimilasi
Tanaman mendapatkan nitrogen dari tanah melalui absorbsi akar baik dalam bentuk
ion nitrat atau ion amonium. Sedangkan hewan memperoleh nitrogen dari tanaman yang
mereka makan. Tanaman dapat menyerap ion nitrat atau amonium dari tanah melalui rambut
akarnya. Jika nitrat diserap, pertama-tama direduksi menjadi ion nitrit dan kemudian ion
amonium untuk dimasukkan ke dalam asam amino, asam nukleat, dan klorofil. Pada tanaman
yang memiliki hubungan mutualistik dengan rhizobia, nitrogen dapat berasimilasi dalam
bentuk ion amonium
laangsungdari nodul. Hewan, jamur dan organism heterotrof lain mendapatkan nitrogen
sebagai asam amino, nukleotida dan molekul organik kecil.
Asimilasi merupakan Penyerapan dan penggabungan dengan unsur lain membentuk
zat baru dengan sifat baru. Senyawa Nitrat (NO3)- diserap oleh tumbuhan mengalami proses
asimilasi menjadi bahan penyusun organ pada tumbuhan. Tumbuhan sebagai Produsen
dikonsumsi oleh manusia dan hewan. Nitrogen pada biomassa tumbuhan masuk ke dalam
proses biokimia pada manusia dan hewan.

MAKALAH SIKLUS NITROGEN

Jumlah relatif NO3- dan nitrogen organik dalam xylem bergantung pada kondisi
lingkungan. Jenis tumbuhan yang akarnya mampu mengasimilasi N, dalam cairan Xylem
dijumpai banyak asam amino, amide an urine, tidak dijumpai NH4+. Sedangkan jika di dalm
cairan xylem mengandung NO3- berarti akar tumbuhan itu tidak mampu mengasimilasi NO3. Kalau dlam lingkungan perakaran NO3- terdapat dalam jumlah besr, cairan xylem akan
mengandung NO3- juga.

2.3.3 Reduksi Nitrogen


Reaksi kedua dari proses reduksi nitrat adalah pengubahan nitrit menjadi NH4. Nitrit
yang ada di sitosol diangkut ke dalam kloroplas di daun atau ke dalam proplastid di akar. Di
daun, reduksi NO2 menjadi NH4 memerlukan enam elektron yang diambil dari H2O pada
sistem pengangkutan elektron non siklik, pada kloroplas selama pengangkutan elektron ini,
cahaya mendorong pengangkutan electron dari H2O ke feredoksin (fd). Proses keseluruhan
reduksi NO3
- menjadi NH4 yaitu :
a. Reduksi Nitrat
NO3- + NADH

NO2+ + NAD + H2O

Reaksi ini berlangsung di sitosol, enzim yang mengkatalis adalah nitrat reduktase,
enzim yang memindahkan dua elektron dari NADPH2, hasilnya adalah nitrite, NAD
(NADP) dan H2O. Nitrat reduktase adalh suatu enzim besar dan kompleks yang
terdiri dari FAD, satu sitokrom dan Molibdenum (Mo) yang semuanya akan tereduksi
dan teroksidasi pada waktu elektron
diangkut dari NADH2 ke atom nitrogen dalm NO3
b. Reduksi Nitrit
NO2 + 3 H2O + 6 Fd +2 H+ + cahaya

NH4+ + 1,5O2 +3 H2O + 6 Fd

Reaksi ini berlangsung di kloroplas (pada daun) atau pada proplastida (pada akar),
dengan enzim Nitrit reduktase. Meskipun Fd tereduksi merupakan donor elektron
yang khas bagi nitrit reduktase di daun.

MAKALAH SIKLUS NITROGEN

Gambar 3. proses keseluruhan reduksi NO3 menjadi NH4

2.4 Pengubahan NH4+ mejadi senyawa organik


NH4+ (ammonium) yang diserap langsung dari tanah atu yang dihasilkan oleh fiksasi
N2 tidakb pernah dijumpai tertimbun dalam tubuh tumbuhan. Ammonium ini bersifat racun,
mungkin menghambat pembentukan ATP dalam kloroplas maupun dalam mitokndria.
Ammonium ini segera ditangkap oleh asam glutamat untuk menjadi glutamine dengan enzim
glutamine sintetase, glutamin direaksikan dengan asam keto glutarat menjadi 2 molekul
asam glutamate. Untuk reaksi ini juga diperlukan elektron yang bersal dari Fd (dalam
kloroplas) dan NADH atau NADPH2 dalam proplastida dari sel-sel non-fotosintetik. Salah
satu dari kedua glutamate yang terbentuk diperlukan untuk mempertahankan reaksi 1, sedang
glutamat yang kedua dapat berubah langsung menjadi protein atau asam amino lain yang
diperlukan untuk sintesis protein, klorofil, asam nukleat dan lain-lain. Selain membentuk
glutamate, glutamine dapat memberikan gugus amide-nya kepada asam aspartat untuk
menjadi asparagin yang dikatalis oleh enzim asparagin
sintetase. Glutamin dan asparagin menjadi senyawa nitrogen organik pertama yang terbentuk,
selanjutnya gugus NH2 dapat diberikan kepada keto karboksilat, membentuk asam amino.
Proses ini dinamakan transaminasi. Dengan transaminasi berbagai asam amino dapat dibuat,
tergantung pada keto karboksilatnya.

1
0

MAKALAH SIKLUS NITROGEN

Gambar 4. Pengubahan ammonium menjadi senyawa organik yang penting

2.5 Fungsi Dan Manfaat Nitrogen Dalam Ekologi


Nitrogen sangatlah penting untuk berbagai proses kehidupan di Bumi. Nitrogen
adalah komponen utama dalam semua asam amino, yang nantina dimasukkan kedalam
protein, protein adalah zat yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan. Nitrogen juga hadir
di basis pembentuk asam nukleat, seperti DNA dan RNA yang nantinya membawa hereditas.
Pada tumbuhan, banyak dari nitrogen digunakan dalam molekul klorofil, yang penting untuk
fotosintesis dan pertumbuhan lebih lanjut. Meskipun atmosfer bumi merupakan sumber
berlimpah nitrogen, sebagian besar relatif tidak dapat digunakan oleh tanaman. Pengolahan
kimia atau fiksasi alami (melalui proses konversi seperti yang dilakukan bakteri rhizobium),
diperlukan untuk mengkonversi gas nitrogenmenjadi bentuk yang dapat digunakan oleh
organisme hidup, oleh karena itu nitrogen menjadi komponen penting dari produksi pangan.
Kelimpahan atau kelangkaan dari bentuk "tetap" nitrogen, (juga dikenal sebagai nitrogen
reaktif), menentukan berapa banyak makanan yang dapat tumbuh pada sebidang tanah.

1
1

MAKALAH SIKLUS NITROGEN

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Nitrogen merupakan komponen penting pada protein dan asam nukleat yang biasanya
diserap dari tanah dalam bentuk sangat teroksidasi dan harus reduksi oleh proses yang
bergantung pada energi, sebelum bergantung menjadi protein dan senyawa lain dalam sel.
Nitrogen merupakan salah satu unsur makro esensial yang dibutuhkan oleh tanaman.
Tanaman menggunakan nitrogen dalam proses pembentukan DNA, RNA, maupun protein
sebagai pembangun jaringan tubuh tumbuhan. Nitrogen dapat diserap tanaman dalam bentuk
nitrat dan amonium. Amonium adalah salah satu bentuk senyawa nitrogen yang tidak dapat
diakumulasikan dalam jaringan tumbuhan dalam jangka waktu yang lama Senyawa ini dapat
menghambat produksi ATP. Gejala defisiensi nitrogen adalah tanaman tumbuh kerdil dan
daunnya menjadi kekuningan (klorosis).
Proses pereduksian nitrat menjadi amonium dapat terjadi dalam dua reaksi yang
berbeda yaitu yang dikatalis oleh nitrat reduktase dan pengubahan nitrit menjadi NH4+ yang
dikatalis oleh nitrit reduktase. Proses pengubahan amonium menjadi senyawa organik terbagi
atas 5 reaksi antara lain glutamine sintetase, glutamat sintase, asparagin sintetase,
transaminase, PEP karboksilase.

1
2

MAKALAH SIKLUS NITROGEN