Anda di halaman 1dari 6

TUGAS

PENERAPAN APLIKASI
ELEKTRO MAGNETIK
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
MELINA PUTRI
M. SYAHRUL NIZAM
KELAS

9. 3

Aplikasi Induksi Elektromagnetik Pada Generator


Generator adalah alat yang digunakan utuk mengubah energi mekanik menjadi energi
listrik. Prinsip kerjanya adalah peristiwa induksi elektromagnetik. Jika kumparan
penghantar digerakkan di dalam medan magnetik dan memotong medan magnetik,
maka pada kumparan terjadi ggl induksi. Hal ini dapat dilakukan dengan memutar
kawat di dalam medan magnet homogen.
Generator AC

Gambar diatas menunjukkan skema sebuah generator


AC, yang memiliki beberapa kumparan yang dililitkan pada angker yang dapat bergerak
dalam medan magnetik. Sumber diputar secara mekanis dan ggl diinduksi pada
kumparan yang berputar. Keluaran dari generator tersebut berupa arus listrik, yaitu arus
bolak-balik.

Skema induksi gaya gerak listrik dapat diamati pada gambar diatas, yang menunjukkan
kecepatan sesaat sisi a b dan c d, ketika loop diputar searah jarum jam di dalam
medan magnet seragam B. Ggl hanya dibangkitkan oleh gaya-gaya yang bekerja pada
bagian a b dan c d. Dengan menggunakan kaidah tangan kanan, dapat ditentukan
bahwa arah arus induksi pada a b mengalir dari a ke b. Sementara itu, pada sisi c d,
aliran dari c ke d, sehingga aliran menjadi kontinu dalam loop. Besarnya ggl yang
ditimbulkan dalam a b adalah:

= B.l.v
Persamaan tersebut berlaku jika komponen v tegak lurus terhadap B. Panjang a
bdinyatakan oleh l. Dari gambar diperoleh v = v sin , dengan merupakan sudut
antara permukaan kumparan dengan garis vertikal. Resultan ggl yang terjadi
merupakan jumlah ggl terinduksi di a b dan c d, yang memiliki besar dan arah yang
sama, sehingga diperoleh:
= 2N.B.l.v sin
Dengan N merupakan jumlah loop dalam kumparan. Apabila kumparan berputar
dengan kecepatan anguler konstan , maka besar sudutnya adalah =t . Diketahui
bahwa:
v = .r atau v =
dengan h adalah panjang b c atau a d.
Sehingga diperoleh :
= 2N.B.l.

sint

atau
= N.B.A. sin t
Dengan A menyatakan luas loop yang nilainya setara dengan lh.
Harga maksimum bila t = 90o, sehingga sin t = 1.
Jadi, maksimum= N.B.A.
Generator DC
Generator DC hampir sama seperti generator AC. Perbedaannya terletak pada cincin
komutator yang digunakannya, yang ditunjukkan pada dibawah Keluaran generator
dapat ditunjukkan oleh grafik hubungan V terhadap t, dan dapat diperhalus dengan
memasang kapasitor secara paralel pada keluarannya. Atau dengan menggunakan
beberapa kumparan pada angker, sehingga dihasilkan keluaran yang lebih halus
gambar berikut.

a. Generator DC dengan 1 set komutator


b. Generator DC dengan banyak komutator
Generator elektromagnetik merupakan sumber utama listrik dan dapat digerakkan oleh
turbin uap, turbin air, mesin pembakaran dalam, kincir angin, atau bagian dari mesin
lain yang bergerak. Pada pembangkit tenaga listrik, generator menghasilkan arus bolakbalik dan sering disebut alternator.
Aplikasi Induksi Elektromagnetik Pada Transformator
Transformator merupakan alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan
tegangan AC. Piranti ini memindahkan energi listrik dari suatu rangkaian arus listrik
bolak-balik ke rangkaian lain diikuti dengan perubahan tegangan, arus, fase, atau
impedansi.
Transformator terdiri atas dua kumparan kawat yang membungkus inti besi, yaitu
kumparan primer dan sekunder. Transformator dirancang sedemikian rupa sehingga
hampir seluruh fluks magnet yang dihasilkan arus pada kumparan primer dapat masuk
ke kumparan sekunder.

a. Transformator Step Up
b. Transformator Step Down
Ada dua macam transformator, yaitu transformator stepup dan transformator step-down.
Transformator step-up digunakan untuk memperbesar tegangan arus bolak-balik. Pada
transformator ini jumlah lilitan sekunder (N s) lebih banyak daripada jumlah lilitan primer
(Np). Transformator step-down digunakan untuk menurunkan tegangan listrik arus
bolak-balik, dengan jumlah lilitan primer (N p) lebih banyak daripada jumlah lilitan
sekunder (Ns).
Apabila tegangan bolak-balik diberikan pada kumparan primer, perubahan medan
magnetik yang dihasilkan akan menginduksi tegangan bolak-balik berfrekuensi sama
pada kumparan sekunder. Tetapi, tegangan yang timbul berbeda, sesuai dengan jumlah

lilitan pada tiap kumparan. Berdasarkan Hukum Faraday, bahwa tegangan atau ggl
terinduksi pada kumparan sekunder adalah:
Vs = Ns
Dengan Ns menyatakan banyaknya lilitan pada kumparan sekunder, sedangkan
adalah laju perubahan fluks magnetik. Tegangan masukan pada kumparan primer juga
memenuhi hubungan persamaan dengan laju perubahan fluks magnetik, yaitu:
Vp = Np
Dengan menganggap tidak ada kerugian daya di dalam inti, maka dari kedua
persamaan tersebut akan diperoleh:

Persamaan diatas adalah persamaan umum transformator, yang menunjukkan bahwa


tegangan sekunder berhubungan dengan tegangan primer. Hukum Kekekalan Energi
menyatakan bahwa daya keluaran tidak bisa lebih besar dari daya masukan. Daya
masukan pada dasarnya sama dengan daya keluaran. Daya P = V.I, sehingga
diperoleh:
Vp. Ip = Vs. Is

atau

Jadi, pada transformator berlaku hubungan:

Transformator ideal

(efisiensi

100%) adalah

transformator yang

dapat

memindahkan energi listrik dari kumparan primer ke kumparan sekunder dengan tidak
ada energi yang hilang. Namun, pada kenyataannya, terdapat hubungan magnetik yang
tidak lengkap antarkumparan, dan terjadi kerugian pemanasan di dalam kumparan itu
sendiri, sehingga menyebabkan daya output lebih kecil dari daya input. Perbandingan
antara daya output dan input dinyatakan dalam konsep efisiensi, yang dirumuskan:

Transformator berperan penting dalam transmisi listrik. Listrik yang dihasilkan generator
di dalam pembangkit mencapai rumah-rumah melalui suatu jaringan kabel atau
jaringan listrik. Hambatan menyebabkan sebagian daya hilang menjadi panas. Untuk
menghindari hal tersebut, listrik didistribusikan pada tegangan tinggi dan arus yang
rendah untuk memperkecil hilangnya daya. Pusat pembangkit mengirim listrik ke gardugardu induk, di mana transformator step-up menaikkan tegangan untuk distribusi.
Sementara itu, pada gardu-gardu step-down, tegangan dikurangi oleh transformator
untuk memasok tegangan yang sesuai baik untuk industri maupun perumahan.

Generator terdiri dari Gerator AC dan generator DC, Transformator dibagi dalam 2 jenis
yaitu transformator Step Up dan Transformator Step Down. Peralatan-peraltan tersebut
merupakan aplikasi dari induksi elektromagnetik.