Anda di halaman 1dari 46

PEDOMAN PENYUSUNAN

LAPORAN BULANAN BPR


Surat Edaran No.15/20/DKBU tanggal 22 Mei 2013

PENYAMPAIAN LAPORAN BERKALA


WAJIB
ONLINE

mengirim atau
mentransfer
rekaman data
secara langsung
melalui fasilitas
ekstranet BI
atau sarana
teknologi
lainnya

Kecuali

1.

BPR berkedudukan di daerah yang belum tersedia fasilitas


komunikasi

2.

BPR pelapor baru beroperasi dengan batas waktu paling lama dua
bulan setelah kegiatan operasional

3.

BPR mengalami gangguan teknis (kebakaran, listrik, komunikasi)

4.

Gangguan database atau jaringan komunikasi BI

Off-Line :
1.

Menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada BI

2.

Menyampaikan laporan dengan menyampaikan rekaman data


dalam bentuk disket atau cd-rom disertai hasil validasi kepada
Kantor BI setempat.

Force Majeure
Keadaan yang secara nyata menyebabkan BPR pelapor tidak dapat
menyusun atau menyampaikan laporan/koreksi antara lain karena
kebakaran, kerusuhan massa, perang, sabotase, bencana alam (gempa
bumi/banjir) yang dibenarkan oleh pejabat instansi yang berwenang di
daerah setempat.

PERIODE PENYAMPAIAN
LAPORAN BULANAN DAN LAPORAN BMPK
BPR menyampaikan Laporan Bulanan dan BMPK
12 13 14 15 16 17 18 19 20

31
"subject
to be fines
dikenakan
sanksi
sebesar
Rp
50ribu/hari
@Rp.50rb per day"

terlambat menyampaikan laporan bulanan dan BMPK


terlambatmenyampaikan koreksi
Dalam hal
tgl 14 jatuh
pada hari
sabtu

Penyampaian laporan secara offline


pada hari kerja sebelumnya

tidak menyampaikan laporan/koreksi


dikenakan
sanksi:
"subject
to be fines"

laporan

koreksi

@Rp.3jt lapbul
@Rp.1jt BMPK

Koreksi laporan berdasarkan penelitian/pemeriksaan OJK disampaikan paling lambat 14 hari


sejak tanggal pemberitahuan/tanggal exit meeting pemeriksaan.
Periode pelaporan secara offline baik untuk laporan maupun koreksi laporan sama dengan
pelaporan secara online

DASAR PENGENAAN SANKSI


PENYAMPAIAN LAPORAN

Tanggal kirim untuk menentukan


terkena sanksi/tidak
Status OK
1. Tanggal kirim sebelum batas
waktu tidak kena sanksi
2. Tanggal kirim setelah batas
waktu kena sanksi
Tanggal terima untuk melihat status penerimaan
laporan berhasil atau tidak sehingga BPR dapat
dinyatakan telah/belum menyampakan laporan.

LAPORAN BULANAN
DATA POKOK + ASET

KEWAJIBAN

Form 00 Data Pokok

Form 10 Kewajiban Segera

Form 01 Neraca

Form 11 Utang Bunga

Form 02 Laba Rugi

Form 12 Tabungan

Form 03 Kas dalam Valuta Asing

Form 13 Deposito

Form 04 Surat Berharga

Form 14 Simpanan dari Bank Lain

Form 05 Penempatan Pada Bank Lain

Form 06 Kredit Yang Diberikan

Form 15 Pinjaman Yang Diterima dan


Pinjaman Subordinasi

Form 07 Agunan Yang Diambil Alih

Form 16 Kewajiban Lain-lain

Form 08 Aset Tetap, Inventaris dan


Aset Tidak Berwujud

Form 09 Aset Lain-lain

Data Pokok BPR wajib diupdate

BPR Karanganyar

Sewa/Milik Sendiri/Lainnya

P/BH/Pemda

Sesuai yang terdaftar di BI

Apabila pelapor merupakan KC diisi nama KC nya

Total seluruh kepemilikan


harus 100%

Yes/No

Nama US

NPWP Pemilik

Diisi dengan nama pemilik sebanyak 10 terbesar, apabila jumlah pemilik lebih dari 10 maka baris ke-11
(lainnya) diisi dengan total persentase pemegang saham diluar 10 terbesar pertama.

Form 00 Data Pokok

Diisi dengan nama direktur yang menjabat di BPR dan telah mendapatkan persetujuan OJK

Dihitung
Otomatis

Diisi dengan nama Komisaris BPR yang telah mendapatkan persetujuan OJK

Kepemilikan, Direktur dan Komisaris hanya diisi oleh BPR Pelapor yang berstatus KP

Form 00 Data Pokok

Nama Pimpinan
Diisi dengan nama Pimpinan yang bertanggungjawab
atas operasional BPR Pelapor.
Bagi BPR Pelapor yang berstatus Kantor Pusat diisi
dengan nama Direktur yang membawahi divisi
pelaporan.
Apabila tidak ada Direktur maka diisi dengan nama
pejabat yang ditunjuk.
Bagi BPR Pelapor yang berstatus Kantor Cabang,
Nama Pimpinan diisi dengan nama Pemimpin/Kepala
Cabang yang bersangkutan.
Bidang Tugas
Bidang tugas pemasaran merupakan fungsi
mendapatkan nasabah baru atau memelihara nasabah
yang telah ada.
Bidang tugas pelayanan merupakan fungsi dalam
rangka operasional BPR sehari-hari.
Bidang tugas lainnya merupakan fungsi selain di atas.

Form 00 Data Pokok

Diisi dengan no. Telepon dan Faksimili milik BPR Pelapor


Diisi dengan alamat email pemimpin kantor BPR Pelapor
Diisi dengan Nama, Bagian/Divisi, No Telepon dan
Faksimili penangung jawab penyusunan Laporan Bulanan

Diisi ya jika BPR melakukan kegiatan usaha sebagai Pedagang


Valuta Asing (money changer), diisi tanggal persetujuan PVA dari BI
dan jumlah PVA yang dimiliki.

PVA dan Jumlah Kantor Cabang hanya diisi oleh BPR Pelapor yang berstatus KP

Jumlah ATM, Dividen yang Dibayar dan


Bonus Tahunan dan Tantiem hanya diisi
oleh BPR Pelapor yang berstatus KP
Dividen yang Dibayar
Nominal : Diisi dengan jumlah dividen atau sisa hasil
usaha (dlm ribuan rupiah) untuk BPR berbadan hukum
koperasi yang dibagikan kepada Pemegang Saham atau
anggota berdasarkan RUPS atau RAT terakhir.

Tahun RUPS/RAT : Diisi dengan tahun pelaksanaan


RUPS/RAT dengan pembagian dividen tsb.

Bonus Tahunan/Tantiem
Diisi dengan jumlah dalam ribuan rupiah atas bonus tahunan, tantiem dan sejenisnya yang dibayarkan oleh
BPR pada tahun yang bersangkutan sampai dengan bulan pelaporan (akumulasi dalam satu tahun).

Form 00 Data Pokok

KESALAHAN PENGISIAN DATA POKOK


KOLOM

DAT A

NAMA BANK

DAT A KOT OR
Diisi dengan nama cabang saja.
Diisi dengan kode cabang.

ALAMAT

Diisi dengan sandi bank.


Diisi dengan nama kota/wilay ah saja.
Tidak Diisi.

KODE POS

Diisi dengan angka 0/1 .


Diisi dengan kode kantor/kantor cabang.

KANT OR
PELAPOR
NOMOR
T ELEPON

Tidak Diisi.
Tidak Diisi.

SEHARUSNY A
Diisi BPR XXX.
Diisi sesuai dengan alamat y ang
terdaftar di OJK.
Diisi dengan 5 angka kode pos
alamat Kantor BPR.
Kantor Pusat/Nama Cabang.

Diisi dengan angka 0.

Diisi dengan kode wilay ah - nomor


telepon/nomor handphone.

Sebanyak
326kantor
kantor
pelapor
tidak
Sebany
ak 345
pelapor
tidak
mengisialamat
alamatemail/nomor
email/no telepon
mengisi
telepon
penanggungjawab
laporan
(1 1 ,3%).
penanggungjawab
laporan
(19,9%)

Diisi dengan alamat email pimpinan


kantor BPR dan nomor telepon
bagian pelaporan y ang dapat
dihubung.

ULT IMAT E
SHAREHOLDER

Sebanyak
BPR
tidak
mengisi
Sebany
ak 1548
1 .522KPKP
BPR
tidak
mengisi
Kolom ultimate
ultimate shareholder
kolom
shareholderdengan
dengan
benar.
benar.

Diisi dengan nama


perorangan/nama badan hukum
pemegang saham terakhir/paling
tinggi dari BPR.

JUMLAH
KANT OR KAS

Data jumlah Kantor Kas tidak diisi.

Diisi dengan jumlah Kantor Kas


y ang dimiliki/dibawah wilay ah BPR.

ALAMAT
EMAIL/NOMOR
T ELEPON BAG
PELAPORAN

LAPORAN
BULANAN
DAT A POKOK
FORM 00

KESALAHAN PENGISIAN DATA POKOK


KOLOM

DAT A

DAT A KOT OR

SEHARUSNY A

Data jumlah ATM tidak diisi.

Diisi dengan jumlah ATM y ang


diselenggarakan sendiri atau
bekerjasama dengan pihak lain.

Data jumlah div iden/tahun div iden


dibagikan tidak diisi atau diisi dengan
angka y ang tidak sesuai format.

Data jumlah div iden diisi dengan


jumlah y ang dibagikan berdasarkan
RUPS/RAT terakhir. Tahun diisi
dengan tahun div iden dibagikan.

DAT A ALAMAT

Data alamat kantor BPR tidak terisi.

Diisi sesuai dengan alamat y ang


terdaftar di OJK.

DAT A JARINGAN

Data jaringan tidak lengkap.

JUMLAH AT M

DIVIDEN Y G
DIBAY AR
(JUMLAH/
T AHUN)

NPWP

FPT

LAPORAN
BULANAN
DAT A POKOK
FORM 00

SIMWAS

Sebany ak 251 BPR tidak terdapat data


NPWP.

Diisi dengan Nomor NPWP BPR


y ang telah terdaftar.

Hasil FPT diinput oleh pengawas lebih


dari 5 hari kerja.

Hasil FPT wajib diinput ke dalam


SIMWAS maksimal 5 hari kerja
setelah tanggal SK FPT.

Kas dan Kas dalamValuta Asing


Kas : Uang kartal yang dikeluarkan BI, kas besar, kas dalam ATM,
kas dalam perjalanan.
Kas DalamValuta Asing : uang kertas dan logam asing, travelers
check yang masih berlaku dalam rangka PVA.
Surat Berharga
SBI Dimiliki Hingga JatuhTempo dilaporkan sebesar biaya
perolehan dikurangi diskonto yang belum diamortisasi dan
ditambah biaya transaksi yang belum diamortisasi.
SBI Tersedia Untuk Dijual dilaporkan sebesar nilai wajar.
Pend. BungaYang Akan Diterima
Pendapatan bunga dari penempatan pada bank lain dan kredit yang
diberikan dengan kualitas lancar (performing).
Diisi pada masing-masing form asetnya.
Penempatan Pada Bank Lain
Giro, tabungan, deposito berjangka dan sertifikat deposito kepada
Bank lain (tidak termasuk KYD pada bank lain). Dilaporkan
sebesar saldo penempatan, apabila terdapat biaya penempatan
yang belum diamortisasi menjadi pengurang saldo penempatan.

Form 01 Neraca dan Rek Adm

Pos dengan warna biru merupakan pos dengan daftar rincian sekaligus link kepada daftar rincian tersebut.
Pengisian hanya dilakukan pada daftar rincian.

KreditYang Diberikan
KYD kepada bank lain atau pihak ketiga bukan bank
sebesar baki debet dikurangi provisi yang belum diamortisasi dan
ditambah biaya transaksi yang belum diamortisasi.
Kredit direstrukturisasi, nilai yang dilaporkan setelah
memperhitungkan pendapatan ditangguhkan dalam rangka
restrukturisasi dan cadangan kerugian restrukturisasi
AgunanYang Diambil Alih (AYDA)
Nilai awal AYDA adalah nilai wajar dikurangi estimasi biaya
penjualan (NRV) maks baki debet kredit debitur. Selanjutnya, nilai
yang dilaporkan sebesar NRV atau nilai tercatat mana yang lebih
rendah. Pemulihan dapat diakui maksimum sebesar akumulasi
penurunan. AYDA yang telah melewati jk waktu tetap di pos ini.
Aset Tetap, Invent, Aset Tdk Berwujud
Dilaporkan sebesar biaya perolehan/nilai revaluasi dikurangi
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Aset Lain-Lain
Tidak termasuk pendapatan bunga yang akan diterima, AYDA,
beban yang ditangguhkan dan rugi belum realisasi untuk AFS.
Termasuk pungutan OJK dibayar dimuka.

Form 01 Neraca dan Rek Adm


Pos dengan warna biru merupakan pos dengan daftar rincian sekaligus link kepada daftar rincian tersebut.
Pengisian hanya dilakukan pada daftar rincian.

Kewajiban Segera
Kewajiban yang telah jatuh tempo/segera dapat ditagih oleh
pemiliknya dan harus segera dibayar termasuk tabungan/deposito,
imbalan kerja, dividen yg telah jatuh tempo dan dana channeling
yang belum dikembalikan.
Utang Bunga
Utang bunga akrual dan sudah jatuh tempo atas tabungan/
deposito/pinjaman.
Utang Pajak
PPh29 selisih kurang atas kewajiban pajak penghasilan/utang pajak
hasil pemeriksaan
Dana Phk Ketiga/Simpanan Bank Lain
Dilaporkan sebesar saldo dikurangi biaya transaksi belum
diamortisasi. Simpanan dari bank lain tidak termasuk PYD dari
bank lain.

PinjamanYang Diterima/Subordinasi
Dilaporkan sebesar baki debet dikurangi diskonto/biaya transaksi
yang belum diamortisasi. Termasuk didalamnya PYD dari bank
lain.

Form 01 Neraca dan Rek Adm

Pos dengan warna biru merupakan pos dengan daftar rincian sekaligus link kepada daftar rincian tersebut.
Pengisian hanya dilakukan pada daftar rincian.

Dana Setoran Modal - Kewajiban


Diisi oleh KP yaitu dana yang telah disetor oleh pemegang
saham/calon pemegang saham namun belum dinyatakan
memenuhi ketentuan sebagai modal oleh OJK.
Kewajiban Imbalan Kerja
Jumlah yang didiskontokan untuk imbalan kerja jangka pendek,
imbalan pasca kerja, imbalan kerja jangka panjang lainnya dan
pesangon pemutusan kerja.
Modal Pinjaman

Pinjaman dengan instrumen atau warkat yang memenuhi


persyaratan ketentuan Bank Indonesia mengenai KPMM.
Kewajiban Lain-Lain
Tidak termasuk bunga yang masih harus dibayar, dividen yang
belum dibayarkan, pendapatan yang ditangguhkan provisi kredit
yg belum diamortisasi.
Termasuk dana channeling yang belum disalurkan.

Form 01 Neraca dan Rek Adm


Pos dengan warna biru merupakan pos dengan daftar rincian sekaligus link kepada daftar rincian tersebut.
Pengisian hanya dilakukan pada daftar rincian.

Dana Setoran Modal - Ekuitas


Diisi oleh KP yaitu dana yang telah disetor penuh oleh pemegang
saham/calon pemegang saham dan diblokir untuk tujuan
penambahan modal serta telah dinyatakan memenuhi ketentuan
OJK, namun belum didukung kelengkapan persyaratan sebagai
modal disetor antara lain RUPS/Rapat Anggota/pengesahan
anggaran dasar dari instansi yang berwenang.
Laba/RugiYang Belum Direalisasi
Potensi keuntungan/kerugian dari perubahan nilai wajar SBI AFS
dan transaksi lain yang berdasarkan standar akuntansi harus diakui
sebagai komponen ekuitas yang disajikan secara terpisah.
Surplus Revaluasi Aset Tetap
selisih nilai revaluasi dengan nilai tercatat aset tetap dan inventaris
setelah memperoleh persetujuan dari instansi yang berwenang.

Saldo Laba
Laba ditahan dilaporkan dalam pos laba/rugi tahun-tahun yang
lalu.

Form 01 Neraca dan Rek Adm


Pos dengan warna biru merupakan pos dengan daftar rincian sekaligus link kepada daftar rincian tersebut.
Pengisian hanya dilakukan pada daftar rincian.

Pend. Bunga Dalam Penyelesaian


Pendapatan bunga dari penempatan pada bank lain dan kredit yang
diberikan dengan kualitas non lancar (nonperforming).
Diisi pada masing-masing form asetnya kolom Pendapatan
Bunga yang akan diterima/Bunga dalam penyelesaian..
Fasilitas Kredit nasabah yg blm ditarik
Diisi pada form kredit kolom kelonggaran tarik.
Agunan dalam Proses Penyelesaian
Agunan milik debitur yang masih dalam proses pengambilalihan
oleh BPR Pelapor dalam rangka proses penyelesaian kredit.
Penerusan Kredit (channeling)
Dana channeling yang telah disalurkan kepada debitur
Aset Produktif Yang Dihapusbuku
Kredit/Penempatan dan Piutang bunga yang telah dihapusbuku
namun belum dihapustagih

Form 01 Neraca dan Rek Adm


Pos Pendapatan bunga dalam penyelesaian dan Fasilitas Kredit kepada nasabah yang belum ditarik diisi pada daftar
rincian Penempatan pada Bank Lain (form 05) dan KreditYang Diberikan (form 06)

Form 01 Neraca (Aset)

Form 01 Neraca (Rekening Adm)

Pendapatan Bunga
Yang Akan Diterima
(dari KYD Kualitas 1)

Kredit Yg
Diberikan
Kualitas 1,2,3,4

Pendapatan Bunga
Yang Akan Diterima
(dari KYD Kualitas
2,3,4)
KYD dan Piutang
Bunga yang telah di
hapusbuku

KYD dan Piutang Bunga yang Dihapustagih


dikeluarkan dari Neraca dan Rek. Adm

ILUSTRASI KYD DAN PEND. BUNGA

Pendapatan
Bunga

Bunga Kontraktual :
1.Surat Berharga : pend. bunga dan amortisasi diskonto
2.Penempatan Bank lain : pend. bunga dan amortisasi
diskonto
3.Kredit yang diberikan : pendapatan bunga kontraktual

Pendapatan
Bunga
Kontraktual

Pendapatan Operasional Lainnya:


1.Pend. Jasa Transaksi : pend. atas kegiatan jasa yang
dilakukan mis : jasa pembayaran listrik/jasa channeling
2.Keuntungan penjualan valuta asing :
keuntungan realisasi penjualan valas yang sebelumnya
dicatat di pend. non operasional.
3.Keuntungan penjualan surat berharga :
keuntungan realisasi penjualan surat berharga dimiliki
hingga jatuh tempo serta keuntungan penjualan surat
berharga tersedia untuk dijual yang sebelumnya dicatat
pada ekuitas.
4.Penerimaan kredit yang dihapusbuku : pend.
atas adanya pengembalian dari kredit yang telah
dihapusbuku (dicatat di rekening administratif).
5.Pemulihan penyisihan penghapusan aset
produktif : kelebihan PPAP atas aset yang kualitasnya
membaik.
6.Lainnya : misalnya pendapatan denda yang diperoleh.

Amortisasi
Provisi

Amortisasi
Biaya
Transaksi

Amortisasi provisi dan biaya transaksi dapat menggunakan


metode straight line

Form 02 Laba Rugi

Beban
Bunga

Beban Bunga
Kontraktual

Amortisasi
Biaya
Transaksi

1.Koreksi atas pendapatan bunga : koreksi pendapatan bunga akrual


2.Beban kerugian restrukturisasi kredit : beban atas cadangan kerugian
akibat penurunan nilai kredit karena restrukturisasi
3.Beban lainnya; Lainnya : termasuk beban pungutan OJK

Form 02 Laba Rugi


Amortisasi biaya transaksi dapat menggunakan metode straight
line

Pendapatan Non Operasional


Realized profit :
Keuntungan penjualan aset tetap dan inventaris serta AYDA dicatat di pos
1 keuntungan penjualan.
Unrealized profit :
1.Kenaikan nilai Aset tetap dan inventaris serta AYDA sebelum dijual
dicatat di pos 2 - pemulihan penurunan nilai. Pemulihan dapat diakui
maksimal sebesar akumulasi penurunan nilai yang telah diakui.
2.Kenaikan kurs mata uang asing yang dimiliki sebelum dijual dicatat di
pos 5 selisih kurs. (kurs berdasarkan nilai tengah Bank Indonesia)
Beban Non Operasional
Realized loss:
Kerugian penjualan atau kehilangan aset tetap dan inventaris serta AYDA
dicatat di pos 1 kerugian penjualan/kehilangan.
Unrealized loss :
1.Penurunan nilai Aset tetap dan inventaris serta AYDA sebelum dijual
dicatat di pos 2 kerugian penurunan nilai.
2.Penurunan kurs mata uang asing yang dimiliki sebelum dijual dicatat di
pos 5 selisih kurs. (kurs berdasarkan nilai tengah Bank Indonesia)

Form 02 Laba Rugi

Apabila pada Form 00 PVA diisi tidak maka form ini akan disabled secara otomatis
Nilai Rupiah

Jenis Valas

Hasil perkalian dari


nominal dengan kurs
tengah.

Mata uang asing yang


diperdagangkan oleh BPR
Pelapor pada usaha
pedagang valuta asing
dalam bentuk mata uang
kertas asing, uang logam
asing dan travellers cheque
yang masih berlaku.
Nominal
Nilai original valuta asing
(sebelum dirupiahkan)
dalam satuan penuh pada
tanggal laporan.

KursTengah
Diisi kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal pelaporan.
Kurs tengah adalah kurs transaksi jual ditambah kurs
transaksi beli mata uang asing yang tersedia di Bank
Indonesia dibagi dua.
Apabila kurs tengah Bank Indonesia tidak tersedia maka
dilaporkan sebesar kurs beli ditambah kurs jual yang tersedia
di BPR Pelapor pada tanggal laporan dibagi dua.
Diisi dalam nilai penuh sampai dua digit dibelakang koma.

Form 03 Kas Dalam Valuta Asing


Hanya diisi oleh BPR yang memperoleh izin untuk melakukan kegiatan money changer (PVA) dari
Bank Indonesia

Pelaporan sebelumnya telah memiliki pos Surat Berharga namun tidak memiliki form rincian

Klasifikasi : intensi memiliki surat berharga tersebut antara lain tersedia untuk dijual yaitu maksud memiliki surat berharga untuk
periode yang tidak ditentukan dan bermaksud menjual surat berharga untuk menghadapi likuiditas/kebutuhan perubahan sumber pendanaan
BPR atau dimiliki hingga jatuh tempo yaitu maksud memiliki surat berharga hingga jatuh tempo.
Dimiliki h/ Jatuh Temp

Tersedia Untuk Dijual

Klasifikasi 4
Dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi.
Biaya perolehan
diamortisasi : nominal
dikurangi diskonto belum
diamortisasi/ditambah
premium belum
diamortisasi dan ditambah
biaya transaksi belum
diamortisasi.
Biaya perolehan akan
sama nilainya dengan biaya
perolehan diamortisasi.

Klasifikasi 3
Dicatat pada nilai wajar.
Biaya perolehan
diamortisasi : nominal
dikurangi diskonto belum
diamortisasi/ditambah
premium belum
diamortisasi dan ditambah
biaya transaksi belum
diamortisasi. Dalam hal
jangka waktu SBI kurang
dari setahun,
diskonto/premium dan
biaya transaksi dapat
dibebankan langsung pada
LR periode berjalan (diisi
0).
Apabila terjadi kenaikan/
penurunan nilai (nilai
wajar lebih tinggi/rendah
dari biaya perolehan
damortisasi, maka diakui
laba/rugi belum realisasi
kolom XI.

Nominal : nilai yang


tercantum pada surat
berharga/yang akan
diterima pada saat jatuh
tempo.
Suku bunga : diisi suku
bunga setahun.
Jangka waktu : yang
tercantum dalam kontrak.

Biaya perolehan merupakan perhitungan otomatis dari perhitungan nominal dengan


penyesuaian diskonto/premium dan biaya transaksi.

Form 04 Surat Berharga

BPR hanya diperbolehkan memiliki Surat Berharga berupa SBI dengan jangka waktu maksimal 1
tahun yang diperoleh dari pasar sekunder

Form ini tidak lagi termasuk Penempatan Pada Bank Lain jenis KreditYang Diberikan
Metode Pengisian :

Hal-hal yang baru :

Jenis dan sandi Bank


Jenis Bank : 600 (BPR), 601
(BPRS), 700 (Bank
Umum/Syariah), 901 (UUS).
Apabila jenis bank 600 dan
601 maka sandi bank diisi
manual sebanyak 9 digit.
Apabila jenis bank 601 maka
sandi bank harus diawali dengan
62.
Apabila jenis bank 700 dan
901 maka sandi bank diisi
dengan melakukan pemilihan
daftar sandi bank (dapat juga
diketik manual).
hal ini berlaku pula untuk pengisian
jenis/sandi bank di form selanjutnya
Jenis Penempatan
Untuk sandi bank 600 dan 601
tidak bisa diisi penempatan jenis
giro.
Penempatan jenis giro tidak
dapat diisi tanggal jatuh tempo
sedangkan penempatan tabungan
dapat diisi/tidak diisi tanggal
jatuh tempo.

Penempatan pada bank lain


dahulu merupakan Antar Bank
Aktiva namun tidak lagi
memasukkan aset kredit kepada
bank lain. Untuk tujuan
pemurnian penyajian, KYD
kepada bank lain dilaporkan pada
form KreditYang Diberikan.
Jumlah : diisi sebesar saldo
penempatan, apabila terdapat
biaya transaksi belum
diamortisasi, maka jumlah diisi
sebesar saldo penempatan
ditambah biaya transaksi belum
diamortisasi.
Nominal yang
diblokir/dijaminkan : apabila
ada tujuan tertentu/telah
dijaminkan kepada pihak
tertentu, diisi sebesar nominal
terkait.
Pend.Bunga akan Diterima :
bunga akrual untuk penempatan
kualitas 1.
Bunga dalam penyelesaian :
bunga akrual untuk penempatan
kualitas 2 dan 3 (yang telah
dihapusbuku).

Jumlah pada Pend. Bunga akan Diterima link kepada pos Pendapatan bunga yang
akan diterima di neraca.
Jumlah Bunga Dalam Penyelesaian link kepada pos Bunga Dalam Penyelesaian di
Rekening Administratif.

Form 05 Penempatan Pada Bank Lain

Penempatan Pada Bank Lain dicatat dan disajikan pada biaya perolehan diamortisasi

Form ini termasuk KreditYang Diberikan kepada Bank Lain.


Untuk debitur yang memiliki agunan non likuid lebih dari 1 jenis, agunan disajikan lebih dari 1 baris
Metode Pengisian :

Metode Pengisian :

Nomor rekening : diisi


masing-masing nomor rekening.
Dalam hal rekening dilakukan
penggabungan maka nomor
rekening diisi 000.
Sifat :

Gol. Debitur dan sandi Bank


Jenis Bank : 600 (BPR), 601
(BPRS), 700 (Bank
Umum/Syariah), 901 (UUS).
Apabila jenis bank 600 dan
601 maka sandi bank diisi
manual sebanyak 9 digit.
Apabila jenis bank 601 maka
sandi bank harus diawali dengan
62.
Apabila jenis bank 700 dan
901 maka sandi bank diisi
dengan melakukan pemilihan
daftar sandi bank (dapat juga
diketik manual).
Untuk debitur selain bank, sandi
bank tidak dapat diisi.
Jenis Penggunaan :

Periode pembayaran diisi masingmasing untuk pokok maupun


bunga.
Apabila periode pembayaran
pokok sandi sekaligus dan setiap
saat maka angsuran pokok
pertama tidak diisi tanggal/null.
Untuk KYD kepada bank lain,
kualitas tidak dapat diisi 3.
Lama tunggakan diisi masingmasing untuk pokok maupun
bunga.

Sifat : Tambahan Agunan 98 adalah sandi untuk penyajian tambahan


agunan non likuid.

Form 06 Kredit Yang Diberikan

Kredit jenis KPR dirinci menjadi 2


yaitu dengan agunan diikat hak
tanggungan dan tidak diikat.

Kredit yang diberikan dicatat dan disajikan pada biaya perolehan diamortisasi yaitu baki debet dikurang dengan provisi dan biaya transaksi
yang belum diamortisasi. Untuk kredit restru, angka tersebut dikurangi lagi dengan cad. kerugian restru dan pend. bunga ditangguhkan.

Form ini termasuk KreditYang Diberikan kepada Bank Lain.


Untuk debitur yang memiliki agunan non likuid lebih dari 1 jenis, agunan disajikan lebih dari 1 baris

Agunan Non Likuid


Tambahan :
Dalam hal debitur memiliki lebih
dari satu jenis agunan non likuid,
maka pelaporan agunan non
likuid dilakukan lebih dari satu
baris dengan urutanberdasarkan
nilai yang diperhitungkan
terbesar.
Agunan non likuid tambahan
dilaporkan di baris selanjutnya
dengan cara yang sama seperti
melaporkan fasilitas kredit baru.
Kolom nomor rekening diisi
sama dengan nomor rekening
baris diatasnya.
Kolom sifat diisi dengan Sandi
98 Tambahan Agunan.
Selain kolom diatas, kolom
lainnya tidak perlu diisi kecuali
kolom informasi agunan non
likuid.
Rekening yang memiliki lebih
dari satu jenis agunan non likuid
dan dilaporkan di baris yang
terpisah tidak dapat dilakukan
penggabungan rekening.

Metode Pengisian :
Agunan Likuid :

Untuk rekening yang


digabungkan, jenis agunan likuid
dipilih yang paling dominan.
Seluruh agunan likuid (100%)
diperhitungkan sebagai
pengurang PPAP sehingga nilai
agunan dengan nilai agunan yang
diperhitungkan akan sama/tidak
dibedakan.
Dalam hal terdapat satu agunan
likuid yang dijaminkan untuk
beberapa rekening yang
dilaporkan terpisah maka nilai
agunan diisi sebesar proporsional
terhadap baki debet neto.
Agunan Non Likuid :

Sifat : Tambahan Agunan 98 adalah sandi untuk penyajian tambahan


agunan non likuid.

Form 06 Kredit Yang Diberikan


Kredit yang diberikan dicatat dan disajikan pada biaya perolehan diamortisasi yaitu baki debet dikurang dengan provisi dan biaya transaksi
yang belum diamortisasi. Untuk kredit restru, angka tersebut dikurangi lagi dengan cad. kerugian restru dan pend. bunga ditangguhkan.

Form ini termasuk KreditYang Diberikan kepada Bank Lain.


Untuk debitur yang memiliki agunan non likuid lebih dari 1 jenis, agunan disajikan lebih dari 1 baris
Kolom-kolom baru :

Metode Pengisian :

Kelonggaran tarik :
fasilitas kredit yang masih
disediakan untuk nasabahnya
dan belum ditarik. Jumlah
kolom ini akan link dengan
fasilitas kredit yang belum
ditarik pada rekening
administratif.
Provisi/biaya transaksi
belum diamortisasi :
bagian dari pend.provisi
/biaya transaksi yang
diterima/dibayar dimuka
namun belum diamortisasi
menjadi penambah/
pengurang pend bunga
periode berjalan.
Pend. Bunga
ditangguhkan dalam
rangka restru :
pendapatanditangguhkan
dalam rangka restrukturisasi
kredit yang dilakukan dengan
kapitalisasi tunggakan bunga
ke dalam pokok kredit.

Cad. Kerugian Restru :


nilai perkiraan arus kas masa
depan sesuai dengan
perjanjian restrukturisasi
berdasarkan tingkat diskonto
tertentu dibandingkan
dengan baki debet kredit
sebelum restrukturisasi.
Baki debet neto : baki
debet kredit setelah
dikurangi dengan provisi
yang belum diamortisasi dan
ditambah dengan biaya
transaksi yang belum
diamortisasi serta dikurangi
dengan pendapatan bunga
yang ditangguhkan dalam
rangka restrukturisasi kredit
dan cadangan kerugian
restrukturisasi.
Kelebihan PPAP dlm
rangka restru : kelebihan
PPAP atas kredit yang telah
direstrukturisasi karena
terjadi pemulihan PPAP yang
lebih besar daripada kerugian
restrukturisasi

Sifat : Tambahan Agunan 98 adalah sandi untuk penyajian tambahan


agunan non likuid.

Form 06 Kredit Yang Diberikan

Kredit yang diberikan dicatat dan disajikan pada biaya perolehan diamortisasi yaitu baki debet dikurang dengan provisi dan biaya transaksi
yang belum diamortisasi. Untuk kredit restru, angka tersebut dikurangi lagi dengan cad. kerugian restru dan pend. bunga ditangguhkan.

Form ini termasuk KreditYang Diberikan kepada Bank Lain.


Untuk debitur yang memiliki agunan non likuid lebih dari 1 jenis, agunan disajikan lebih dari 1 baris
Contoh Kasus :
Kredit dengan plafon 10.000, baki debet 9.000 mempunyai agunan likuid jenis 1 sebesar 1.000 dan jenis agunan non likuid jenis 5 sebesar 4.000 dan
jenis 6 sebesar 1.000.
Pelaporan agunan yang dilakukan saat ini adalah sebesar 1.000 jenis agunan likuid dan sebesar 5.000 (total jenis 5 : 4.000 + jenis 6 : 1.000) dilaporkan
sebagai jenis5.
Dalam hal agunan jenis 5 mempunyai bobot risiko lebih ringan, maka sebesar agunan likuid sebesar 5.000 diperhitungkan sebagai pengurang ATMR
padahal didalamnya ada agunan sebesar 1.000 yang tidak layak.

Pelaporan sebelum SAK ETAP


No Rek
1111

Jml
Rekening

Sifat

50

Agunan Likuid

Agunan Non Likuid

Jenis

Nilai

Jenis

Nilai

NYD

1.000

5.000

3.500

Plafon

Baki Debet

10.000

9.000

Pelaporan kredit yang diberikan hanya dalam single row.


Dalam hal terdapat debitur yang memiliki lebih dari 1 jenis agunan maka dilaporkan jenis agunan yang dominan dan nilai total penjumlahan seluruh agunan.
Akibatnya perhitungan ATMR dimana kredit dengan jenis agunan tertentu mempunyai bobot khusus menjadi tidak akurat.

Pelaporan sesuai SAK ETAP


No Rek

1111
1111

Jml
Rekening

Sifat

50
98

: disabled/tidak dapat diisi

Agunan Likuid

Agunan Non Likuid

Jenis

Nilai

Jenis

Nilai

NYD

1.000

4.000

2.500

1.000

1.000

Plafon

Baki Debet

10.000

9.000

insert kolom agunan tambahan

Form 06 Kredit Yang Diberikan


Kredit yang diberikan dicatat dan disajikan pada biaya perolehan diamortisasi yaitu baki debet dikurang dengan provisi dan biaya transaksi
yang belum diamortisasi. Untuk kredit restru, angka tersebut dikurangi lagi dengan cad. kerugian restru dan pend. bunga ditangguhkan.

ILUSTRASI RESTRUKTURISASI KREDIT TANPA ANGSURAN

N
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Pokok
240.000.000

Angsuran
Bunga
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000

Total
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
2.800.000
242.800.000

Df
0,986842105
0,973857341
0,961043428
0,94839812
0,935919197
0,923604471
0,911451781
0,899458994
0,887624007
0,875944744
0,864419155
0,853045219
0,84182094
0,830744349
0,819813502
0,809026482
0,798381397
0,787876379
0,777509584
0,767279195
0,757183416
0,747220476
0,737388628
0,727686146
0,718111328
0,708662495
0,699337988
0,690136173
0,681055434
0,672094178
0,663250834
0,654523849
0,645911693
0,637412855
0,629025844
0,620749188

Present Value
Kredit
2.763.158
2.726.801
2.690.922
2.655.515
2.620.574
2.586.093
2.552.065
2.518.485
2.485.347
2.452.645
2.420.374
2.388.527
2.357.099
2.326.084
2.295.478
2.265.274
2.235.468
2.206.054
2.177.027
2.148.382
2.120.114
2.092.217
2.064.688
2.037.521
2.010.712
1.984.255
1.958.146
1.932.381
1.906.955
1.881.864
1.857.102
1.832.667
1.808.553
1.784.756
1.761.272
150.717.903
228.622.476

Tabel Pelaporan pada Form Kredit Yang Diberikan setiap periode

AYDA tidak lagi disajikan di Rupa-Rupa Aktiva melainkan pos sendiri di neraca dengan form rinciannya.
Agunan Yang Diambil Alih :

Metode Penyajian:

AYDA : agunan milik debitur


yang diambil alih oleh BPR dalam
rangka penyelesaian kredit.
Pada saat pengambilalihan
agunan, BPR harus menerbitkan
surat lunas yang menyertakan
bahwa seluruh kewajiban debitur
kepada BPR telah selesai.
AYDA diakui maksimal sebesar
baki debet debitur (nilai
pengakuan awal) dan tidak boleh
mengakui keuntungan pada saat
pengambilalihan.
Kewajiban lain diluar baki debet
kredit debitur dalam hal belum
dihapusbuku, diakui sebagai
kerugian.
Kelebihan nilai AYDA dari baki
debet kredit debitur hanya dapat
diakui pada saat penjualan AYDA
(telah realisasi).
Jangka waktu AYDA adalah satu
tahun sejak diambil alih. AYDA
yang telah melampaui jangka
waktu tetap dilaporkan pada
form ini dan akan diperhitungkan
sebagai pengurang perhitungan
KPMM.

Nilai AYDA pada saat


pengambilalihan dicatat pada
kolom Nilai Pengakuan Awal.
Periode I, AYDA dinilai wajar,
apabila terdapat penurunan nilai,
maka harus diakui kerugian
penurunan nilai sebesar selisih
antara nilai awal dan nilai wajar
kurang estimasi biaya penjualan
(NRV). Angka tersebut menjadi
nilai tercatat.
Periode II, BPR melakukan
penilaian kembali terhadap nilai
tercatatnya dan menyesuaikan
akumulasi kerugian penurunan
nilai yang telah diakui. Angka ini
menjadi nilai tercatat yang baru.
BPR dapat mengakui pemulihan
penurunan nilai maksimal
sebesar kerugian yang telah
diakui.
Nilai tercatat baru kemudian
dibandingkan dengan NRV dan
dipilih nilai yang lebih rendah
sebagai nilai yang disajikan pada
neraca.
Kolom akum. kerugian penurunan nilai otomatis terhitung.

Periode I

Periode II

Nilai Pengakuan Awal

Nilai Pengakuan Awal

Akum. Kerugian
Penurunan Nilai

Maks. pemulihan
yg dapat diakui

Nilai Tercatat
penyesuaian
kerugian
NRV (nilai wajar
biaya penjualan)

Nilai Tercatat

NRV (nilai wajar


biaya penjualan)

NRV lebih
tinggi dari nilai
tercatat tidak
dapat diakui
Nilai Tercatat

tambahan
kerugian
NRV (nilai wajar
biaya penjualan)

Form 07 Agunan Yang Diambil Alih

AYDA dicatat dan disajikan berdasarkan nilai tercatat atau nilai wajar setelah estimasi biaya penjualan mana yg
lebih rendah. Dalam hal terjadi pemulihan nilai, maksimum sebesar kerugian yg telah diakui

AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH

AGUNAN DALAM PROSES PENYELESAIAN

Syarat :
1. Perjanjian antara BPR dan debitur selesai
2. BPR tidak berhak atas tambahan pembayaran apabila nilai
AYDA lebih rendah dari kredit yg diselesaikan
3. BPR tidak wajib melakukan pembayaran kepada debitur
apabila AYDA lebih tinggi dari kredit yg diselesaikan.
4. BPR wajib melakukan upaya penjualan segera.

Syarat :
1. Perjanjian antara BPR dan debitur tidak berakhir ketika
agunan dikuasai
2. BPR berhak atas tambahan pembayaran apabila nilai AYDA
lebih rendah dari kredit yg diselesaikan
3. BPR wajib melakukan pembayaran kepada debitur apabila
AYDA lebih tinggi dari kredit yg diselesaikan.

a. Pada saat agunan diambilalih (nilai AYDA diakui maksimal


sebesar baki debet kredit)
Apabila nilai AYDA (10.000) lebih besar dari KYD
(7.500)

a. Pada saat memperoleh agunan


Agunan dalam proses penyelesaian (Rekening Administratif
b. Pada saat penjualan
Hasil penjualan lebih besar dari kredit

AYDA (Neraca)
KYD (Neraca)

Kas

7.500

AYDA (Neraca)
Beban operasional lainnya (LR)

KYD (Neraca)
Kelebihan penjualan Agunan (KWS)

7.500

Apabila nilai AYDA lebih kecil dari KYD

6.000
1.500

KYD (Neraca)

10.000

Hasil penjualan lebih kecil dari kredit (debitur


melunasi)
Kas Penj. Agunan (Neraca)
Kas Pbyr. Debitur (Neraca)

7.500

7.500
2.500

6.000
1.500

KYD (Neraca)

b. Pada saat penurunan nilai


Penurunan nilai AYDA (LR)

1.000

AYDA (Neraca)

1.000

Pemulihan nilai dapat diakui maksimal sebesar


kerugian penurunan nilai
c. Pada saat penjualan
Kas (Neraca)

AYDA (Neraca)
Keuntungan Penjualan AYDA (LR)

7.000

5.000
2.000

7.500

Hasil penjualan lebih kecil dari kredit (debitur tidak


melunasi)
Kas Penj. Agunan (Neraca)
KYD (Neraca)

6.000
6.000

Pelaporan sebelumnya telah memiliki pos ATI dan AsetTidak Berwujud namun tidak memiliki form rincian.
Metode Penyajian:

Nilai Aset Histori


Nilai Tercatat

Penurunan Nilai

Akum. Penyusutan/Amortisasi

Biaya perolehan : harga beli dan


biaya-biaya yang diatribusikan
langsung untuk membawa aset ke
lokasi dan kondisi siap digunakan,
termasuk biaya hukum, broker, bea
impor dan pajak pembelian yang tidak
boleh dikreditkan setelah dikurangi
diskon pembelian dan potongan
lainnya. Apabila aset telah dilakukan
revaluasi nilai yang dilaporkan pada
kolom ini merupakan nilai aset setelah
revaluasi.
Apabila terdapat bukti objektif
terjadinya penurunan nilai aset, maka
yang dilaporkan dalam kolom ini
adalah selisih dari nilai tercatat atau
biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan/amortisasi dengan nilai
setelah penurunan nilai.Kerugian
penurunan nilai dapat dipulihkan
kembali maksimal sebesar kerugian
yang diakui.

Penyesuaian jadwal penyusutan/amortisasi


berdasarkan nilai baru.

Form 08 ATI dan Aset Tidak Berwujud

ATI dan Aset Tidak Berwujud dicatat dan disajikan berdasarkan nilai tercatat, dalam hal terdapat bukti signifikan penurunan nilai, aset
ini dicatat berdasarkan nilai wajar dikurang biaya penjualan. Dalam hal terjadi pemulihan nilai, maks. sebesar kerugian yg telah diakui

Perubahan nama dari Rupa-rupa Aktiva menjadi Aset Lain-Lain. Beberapa pos dikeluarkan dari rincian ini
Pos yang dipindahkan:
Tidak lagi terdapat pos pendapatan
bunga yang akan diterima kualitas
lancar. Pos tersebut telah disajikan pada
pos tersendiri di neraca dan dirinci di
form penempatan bank lain dan kredit
yang diberikan.
Tidak lagi terdapat pos beban yang
ditangguhkan (biaya transaksi yang
belum diamortisasi). Pos tersebut telah
disajikan melekat pada masing-masing
aset/ kewajibannya.
Tidak lagi terdapat pos AYDA karena
telah disajikan pada pos tersendiri pada
neraca dan memiliki daftar rincian.
Tidak lagi terdapat nilai rugi belum
realisasi untuk SBI tersedia untuk dijual
pada pos lainnya. Nilai tersebut telah
disajikan pada pos tersendiri di ekuitas
dan dirinci pada form surat berharga.

Rincian saat ini :


Pajak dibayar dimuka : jumlah pajak penghasilan yang telah dibayar oleh BPR
Pelapor tetapi belum menjadi beban periode akuntansi yang bersangkutan.
Termasuk didalamnya adalah kelebihan pajak dibayar dimuka atas pajak
penghasilan tahunan periode tahun sebelumnya.
Biaya dibayar dimuka : biaya yang telah dibayarkan tetapi belum menjadi
beban periode akuntansi yang bersangkutan, misalnya premi asuransi dan sewa
dibayar dimuka.
Lainnya : misalnya commemoratives coins/notes yang diterbitkan oleh Bank
Indonesia. Termasuk pungutan OJK dibayar dimuka.

Form 09 Aset Lain-Lain

Kewajiban segera adalah kewajiban yang telah jatuh tempo dan wajib dibayar dalam waktu dekat
Pos yang baru:
Deposito telah jatuh tempo namun
belum ditarik nasabah. Disajikan
sebesar pokok yang telah jatuh tempo.
Tabungan berjangka yang sudah jatuh
tempo namun belum ditarik oleh
nasabah. Disajikan sebesar pokok dan
bunga yang telah jatuh tempo. Hal ini
mengingat bunga tabungan biasanya
disatukan dengan pokoknya.
Dividen yang belum dibayarkan masuk
rincian kewajiban segera, tidak lagi
disajikan pada rupa-rupa pasiva.
Imbalan kerja adalah kewajiban kepada
karyawan/pekerja yang seharusnya telah
dibayar namun belum dibayarkan (telah
jatuh tempo).
Lainnya : termasuk didalamnya adalah
dana channeling yang telah dikembalikan
oleh debitur namun belum dikembalikan
kepada pemilik dana.

Pos yang hilang :

Kewajiban bunga yang telah jatuh tempo khusus untuk deposito dan pinjaman
tidak lagi pada rincian kewajiban segera melainkan pada pos utang bunga.

Form 10 Kewajiban Segera

Utang bunga tidak lagi disajikan pada Kewajiban segera, namun memiliki pos sendiri pada neraca dan rincian
Rincian Utang Bunga :
Tabungan Berjangka : diisi dengan
utang bunga akrual dari tabungan
berjangka pihak ketiga bukan bank.
Deposito : diisi dengan utang bunga
akrual dan yang telah jatuh tempo dari
deposito pihak ketiga bukan bank pada
masing-masing posnya.
Simpanan bank lain : diisi dengan
utang bunga akrual dan yang telah jatuh
tempo dari tabungan/deposito bank lain
pada masing-masing posnya.
Pinjaman yang diterima : diisi
dengan utang bunga akrual dan yang
telah jatuh tempo dari pinjaman bank
dan pihak ketiga bukan bank.
Lainnya : diisi dengan utang bunga
akrual dan yang telah jatuh tempo dari
pinjaman subordinasi, modal pinjaman
dan pinjaman lain yang belum ada pos
tersendiri.

Secara ideal utang bunga dari pinjaman yang diterima langsung dibayarkan pada
saat jatuh tempo sehingga pos utang bunga untuk pinjaman yang diterima ini
berisi utang bunga akrual saja.

Form 11 Utang Bunga

PPh 25 : merupakan pembayaran cicilan atas PPh 29 (PPh Badan) yang dilakukan BPR
pelapor atas utang pajak penghasilan yang harus dibayarkan pada setiap bulan laporan yang
dihitung per 3 bulanan berdasarkan laba quarter sebelumnya.
Transaksi pajak yang harus dilakukan :

Jurnal Pajak :

1. Melakukan perhitungan Taksiran Pajak Penghasilan


atas laba bulan berjalan setiap akhir bulan.

Taksiran Htg Pjk Laba Rugi

2. Melakukan pembayaran angsuran pajak/Uang Muka


Pajak berdasarkan angsuran atas laba quarter
sebelumnya. Pembayaran dilakukan setiap tanggal 15
untuk masa pajak bulan sebelumnya, sebagai contoh
PPH 25 masa Januari dibayarkan pada 15 Februari.

Pjk Dibayar Dimuka Aset . Lain2

3. Melakukan set-off antara Uang Muka Pajak dengan


Taksiran Pajak Penghasilan - Kew. Lain-Lain.

Taksiran Pajak Ph Kw. Lain2

4. Setelah diterbitkan SPT dan diidentifikasi jumlah


utang pajak untuk periode tahunan, dilakukan
reklasifikasi saldo Taksiran Pajak Penghasilan
Kew. Lain-Lain menjadi Utang Pajak atas settlement
pajak tahun sebelumnya.

100

Taksiran Pajak Ph - Kw. Lain2

100
80

Kas - Neraca

80

80

Pjk Dibayar Dimuka Aset . Lain2


Taksiran Pajak Ph Kw. Lain2
Utang Pajak - Neraca

80
20
20

1. Melakukan perhitungan Taksiran Pajak


Penghasilan atas laba bulan berjalan
setiap akhir bulan.

2. Melakukan
pembayaran
angsuran pajak/Uang Muka
Pajak berdasarkan angsuran
atas laba quarter sebelumnya.

3. Melakukan set-off antara Uang


Muka Pajak dengan Taksiran
Pajak Penghasilan - Kew. LainLain.

Form 09 Aset Lain-lain

Form 16 Kewajiban Lainlain

Form 02 Laba Rugi (Taksiran Pajak Ph)

4. Setelah diterbitkan SPT dan diidentifikasi jumlah utang pajak untuk


periode tahunan, dilakukan reklasifikasi saldo Taksiran Pajak
Penghasilan Kew. Lain-Lain menjadi Utang Pajak atas settlement pajak
tahun sebelumnya.

Form 01 Neraca (Kewajiban dan Ekuitas

Form 02 Laba Rugi

Laba Rugi Beban Operasional; Pajak-Pajak :


Pencatatan beban pajak2 diluar pajak penghasilan a.l :
1. Pajak bumi dan bangunan
2. Pajak kendaraan
3. Pajak final atas bunga tabungan dan deposito
Form 10 Kewajiban Segera

Kewajiban Segera :
Dalam hal pajak2 diatas belum
dilakukan pembayaran maka
dicatat di Kewajiban Segera

Tabungan/Deposito dari pihak ketiga bukan bank


Tabungan :

Deposito :

Jenis tabungan : tabungan


yang dapat ditarik sewaktuwaktu dan tabungan jangka
waktu tertentu.

Jangka waktu : diisi sesuai


dengan tanggal perjanjian.
Untuk deposito yang
Automatic Roll Over (ARO)
kolom ini diisi sesuai jangka
waktu ARO yang terakhir.

Untuk tabungan dengan jenis


yang dapat ditarik sewaktuwaktu, kolom jatuh tempo
tidak dapat diisi.

Untuk menyederhanakan pelaporan, dapat dilakukan penggabungan


dengan persyaratan kesamaan beberapa item sesuai pedoman.
Teknis penggabungan :
1.Jumlah rekening diisi dengan jumlah rekening yang digabung.
2.Nominal, nominal yang diblokir, biaya transaksi yang belum
diamortisasi dan jumlah diisi total masing-masing setelah
penggabungan.

Kolom Kelompok : diisi nominal dana terdapat di level yang


mana.
Apabila rekening digabungkan, kolom kelompok diisi nominal
rata-rata dari dana yang digabungkan.

Jumlah : nominal dikurangi dengan biaya transaksi yang belum


diamortisasi.

Form 12/13 Tabungan/Deposito


Tabungan/Deposito disajikan berdasarkan biaya perolehan diamortisasi

Form 10 Daftar Rincian Kewajiban Segera


Form 01 Neraca (Kewajiban dan Ekuitas

Deposito : pokok yang telah


jatuh tempo
Tabungan : pokok dan bunga
yang telah jatuh tempo

Tabungan dan
Deposito yang belum
jatuh tempo

Form 11 Daftar Rincian Utang Bunga

Tabungan : Bunga akrual


Deposito : Bunga akrual dan
yang telah jatuh tempo

Ilustrasi
Dana Pihak Ketiga

Form ini tidak lagi termasuk simpanan dari bank lain berupa PinjamanYang Diterima
Rincian Simpanan :

Rincian Simpanan :

Jenis dan sandi bank :


Jenis Bank : 600 (BPR), 601
(BPRS), 700 (Bank
Umum/Syariah), 901 (UUS).
Apabila jenis bank 600 dan
601 maka sandi bank diisi
manual sebanyak 9 digit.
Apabila jenis bank 601 maka
sandi bank harus diawali dengan
62.
Apabila jenis bank 700 dan
901 maka sandi bank diisi
dengan melakukan pemilihan
daftar sandi bank (dapat juga
diketik manual).

Jenis : tabungan dan deposito.


Jangka waktu
Untuk tabungan dengan jenis
yang dapat ditarik sewaktuwaktu, kolom jatuh tempo tidak
dapat diisi.
Untuk deposito diisi sesuai
dengan tanggal perjanjian.
Untuk deposito yang Automatic
Roll Over (ARO) kolom ini diisi
sesuai jangka waktu ARO yang
terakhir.

Jumlah : nominal dikurangi dengan biaya transaksi yang belum


diamortisasi.

Form 14 Simpanan Dari Bank Lain


Simpanan dari Bank Lain disajikan berdasarkan biaya perolehan diamortisasi

Form ini termasuk PinjamanYang Diterima dari Bank Lain dan Pinjaman dari Bank Indonesia
Pinjaman Yg Diterima :

Pinjaman Subordinasi :

Jenis dan sandi bank :


Jenis Bank : 600 (BPR),
601 (BPRS), 700 (Bank
Umum/Syariah), 901
(UUS).
Apabila jenis bank 600
dan 601 maka sandi bank
diisi manual sebanyak 9
digit.
Apabila jenis bank 601
maka sandi bank harus
diawali dengan 62.
Apabila jenis bank 700
dan 901 maka sandi bank
diisi dengan melakukan
pemilihan daftar sandi
bank (dapat juga diketik
manual).
Termasuk pinjaman dari BI

Jenis dan sandi bank :


Jenis Bank : 600 (BPR),
601 (BPRS), 700 (Bank
Umum/Syariah), 901
(UUS).
Apabila jenis bank 600
dan 601 maka sandi bank
diisi manual sebanyak 9
digit.
Apabila jenis bank 601
maka sandi bank harus
diawali dengan 62.
Apabila jenis bank 700
dan 901 maka sandi bank
diisi dengan melakukan
pemilihan daftar sandi
bank (dapat juga diketik
manual).

Untuk golongan
debitur selain Bank,
sandi Bank tidak dapat
diisi.

Baki debet neto : baki debet dikurangi diskonto/biaya transaksi yang belum
amortisasi.
Untuk menyederhanakan pelaporan, dapat dilakukan penggabungan dengan
persyaratan kesamaan beberapa item sesuai pedoman.
Teknis penggabungan :
1.Jumlah rekening diisi dengan jumlah rekening yang digabung.
2.Nominal, nominal yang diblokir, biaya transaksi yang belum diamortisasi dan
jumlah diisi total masing-masing setelah penggabungan.

Dalam hal biaya


transaksi dibebankan
langsung, kolom biaya
trans belum amortisasi
diisi 0.

Form 15 Pinj. Yg Diterima dan Pinj. Subordinasi


Pinjaman disajikan berdasarkan biaya perolehan diamortisasi

Perubahan nama dari Rupa-rupa Pasiva menjadi Kewajiban Lain-Lain. Beberapa pos dikeluarkan dari rincian ini
Pos yang dipindahkan:
Tidak lagi terdapat pos beban bunga
yang masih harus dibayar. Nilai tersebut
disajikan pada pos tersendiri di neraca
yaitu pos utang bunga dengan form
rincian.
Tidak lagi terdapat pos dividen yang
belum dibayar. Nilai tersebut disajikan
pada form kewajiban segera.
Pos pendapatan yang ditangguhkan tidak
lagi termasuk pend.provisi/diskonto
yang belum diamortisasi dan pendapatan
bunga ditangguhkan dalam rangka
restrukturisasi kredit. Kedua nilai
tersebut telah disajikan menyatu dengan
asetnya.
Pos lainnya tidak lagi termasuk
kewajiban imbalan kerja dan laba belum
direalisasi surat berharga tersedia untuk
dijual. Kewajiban imbalan kerja disajikan
pada pos tersendiri di neraca sedangkan
laba belum realisasi disajikan di ekuitas.

Rincian saat ini :


Taksiran Pajak Penghasilan : perkiraan pajak penghasilan yang harus dibayar
oleh BPR Pelapor atas laba tahun berjalan sesuai dengan ketentuan pajak yang
berlaku.
Pendapatan yang ditangguhkan: pendapatan yang diperoleh BPR Pelapor
tetapi belum diakui sebagai pendapatan pada periode akuntansi yang
bersangkutan.
Lainnya : misalnya dana dalam rangka penyaluran channeling namun belum
disalurkan oleh BPR.

Form 16 Kewajiban Lain - Lain