P. 1
Penyakit Dan Bahan Berbahaya Yg Dapat Menyebabkan Pheic

Penyakit Dan Bahan Berbahaya Yg Dapat Menyebabkan Pheic

|Views: 1,142|Likes:
Dipublikasikan oleh Akhmad Purnianto

More info:

Published by: Akhmad Purnianto on Aug 13, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2015

pdf

text

original

Sections

PENYAKIT
PENYAKIT DAN BAHAN
DAN BAHAN
BERBAHAYA YG DAPAT
BERBAHAYA YG DAPAT
MENYEBABKAN PHEIC
MENYEBABKAN PHEIC

Disampaikanpada:
PertemuanSosialisasiPencegahandan
PenanggulanganPHEIC

SubditKarantina& KesehatanPelabuhan
DitjenPP & PL Kemenkes

Adalah :

Kejadian Luar Biasayang merupakan
risiko kesehatan masyarakat bagi negara
lain karena dapat menyebar lintas negara
dan berpotensi memerlukan respons
internasional secara terkoordinasi

Adanya PHEIC ditetapkan oleh:
Direktur JenderalWHO
berdasarkan informasi yang diterima dari
suatu negara dengan mempertimbangkan :
Saran komite kesehatan
Algoritma utk kejadian yang mungkin
PHEIC
Bukti ilmiah
Penilaian Risiko

International public health security, 1980-2009

Sifat Penyakit yg perlu isolasi
Sifat Penyakit yg perlu isolasi

Sangat menular
Dapat ditularkan melalui udara atau kontak
langsung
Sebagian besar penderitanya menunjukkan
gejala (clinically apparent)
Mulai menular setelah timbul gejala

PENYAKIT YANG TERMASUK DALAM WHO
PENYAKIT YANG TERMASUK DALAM WHO--EPIDEMIC
EPIDEMIC

AND PANDEMIC ALERT AND RESPONSE (EPR)
AND PANDEMIC ALERT AND RESPONSE (EPR)

ANTHRAX
AVIAN INFLUENZA
CRIMEAN-CONGO HAEMORRHAGIC FEVER
EBOLA HAEMORRHAGIC FEVER
HEPATITIS
INFLUENZA
LASSA FEVER
MARBRUG HAEMORRHAGIC FEVER
MENINGOCOCCAL DISEASES
PLAGUE
SARS
SMALLPOX
yELLOW FEVER

PANDEMI FLU BABI
PANDEMI FLU BABI

Menimbulkan gejala yang ringan seperti flu
musiman, banyak yang sembuh sendiri
Sangat mudah menular dari manusia ke
manusia (Reproductive Number 1,5-3,2)
Angka kematian rendah (< 0,5%)
Berisiko fatal pada orang yang mempunyai
masalah kesehatan (kelompok rentan)

Karakteristik H1N1 Baru Pada Manusia
Karakteristik H1N1 Baru Pada Manusia

Definisi
DefinisiKasus

KasusSuspek
SuspekFlu

Flu baru
baru

Seseorang dengan gejala infeksi pernapasan akut (demam >/
38C) mulai dari yang ringan (Sakit menyerupai Influenza)
sampai dengan pneumonia dan salah satu keadaan dibawah:
a. dalam 7 hari sebelum sakit pernah kontak
dengan kasus terkonfirmasi Flu H1N1 baru
b. dalam 7 hari sebelum sakit pernah berkun
jung ke daerah yang terdapat satu atau
lebih kasus flu H1N1 baru

KLB di PONDOK
KLB di PONDOK

Cohorting..?
Cohorting..?

SPANISH FLU, 1918, USA

KOLERA
KOLERA

Agen penyebab : Vibrio Cholerae serogroup O1,
terdiri 2 biotype : 1) klasik dan 2) el tor.

Abad 19 pandemi dimulai dari delta sungai Gangga di
India menyebar ke seluruh dunia.

Biotipe El Tor pandemi dimulai dari Indonesia
menyebar ke seluruh Asia, Eropa timur dan Afrika

Pada tahun 1961. V. Cholera O139 telah diisolasi di 7
negara Asia, Bangladesh, Nepal, Cina, India, Malaysia,
Srilangka, Pakistan pada 1994.

Gambaranklinis:

◦Berupaberakyang sangatcairberwarnaputihsepertiair
cucianberas, muntahdandalamwaktusingkatdapattimbul
dehidrasi.
◦Kematiandapatterjadidalambeberapajam saja. Angka
kemtianjikatidakmendapatpengobatandapatmencapai
50%.

◦Denganpengobatanyang baikangkakematian<1%.

Reservoir : manusia, reservoir lingkungan:
zooplankton
Masainkubasi: beberapajam sampai5 hariumumnya
2 –3 hari
TindakanPencegahan: imunisasiaktif: vaksin
dengankumanyang dimatikandandisuntikkanpada
saatwabahkurangefektif. Vaksinyang disuntikkanini
hanyamampumemberikanperlindunganparsialpada
50% kasusdanbertahanhanyadalamwaktuyang
singkat3-6 bulan.Vaksinoral : dapatmenghasilkan
antibodidengankadartinggiyang mampumelindungi
selamabeberapabulan
Pengendalian:Isolasi

PES
PES

Agen penyebab :Yersinia pestis.
Reservoir : tikus liar. Kelinci , carnivora liar dan
kucing rumah dpt pula menjadi reservoir pada
saat wabah.
Masa inkubasi : 1-7 hari
Cara penularan :gigitan kutu tikus Xenopsylla
cheopisyg mengandung kuman. Tidak menular
melalui kontak dari orang ke orang kecuali
apabila kontak dengan bubo bernanah.
Pneumonia bubonic dapat menular melalui
batuk/droplet apabila kelembaban & lingkungan
Masa menular : kutu dapat tetap infektif selama
beberapa bulan.

Gejala klinik:

Tanda awal tidak khas. Mungkin demam, menggigil,nyeri
otot, mual, sakit tenggorok dan sakit kepala. Limfadenitis
/radang kelenjar limfe /bubo di sisi gigitan kutu .Tanpa
pengobatan angka kematian 50-60%.
Pengendalian
Pendidikan kesehatan
Rodent survey
Gunakan alat pelindung waktu berburu di hutan atau
saat menangani binatang liar
Kontrol tikus pada dok dan ruangan di pelabuhan dan
kapal yang berlabuh : fumigasi,perhatian khusus bagi
kapal yang berasal dari daerah wabah.
Bangunan di pelabuhan sebaiknya di disain anti tikus (rat

proof)

Karantina : Orang serumah atau kontak dengan
penderita pulmonic plague

Yellow Fever
Yellow Fever

Agen penyebab : virus yellow fever, genus flavivirus, family
flaviviridae
Reservoir / vektor : Aedes aegypti, Ae.albopictus,
Haemogogus (nyamuk hutan)
Masa inkubasi : 3 6 hari
Masa menular: darah pasien infektif beberapa saat
sebelum timbulnya demam sampai 3-5 hari pertama.
Ditularkan melalui vektor dan tidak menular melalui
kontak. Masa inkubasi pada nyamuk 9-12 hari dan
nyamuk akan tetap infektif seumur hidup nyamuk.
Gejala klinis: pada kasus yang tipikal : demam, nyeri
otot,mual, muntah,sakit kepala, nyeri punggung. Icterus
ringan pada awal lama kelamaan semakin. Kasus icterus
20-50% fatal.Angka kematian <5%

PengendaliandanPencegahan:3M , foggingdanabatisasi
vaksinasidg vaksinyellow feverdimulaidariorangyang
terpajan, danmerekayang hidupdidaerahwabah..
Pengobatan: belumadaobatnyasampaisaatini
Karantinatidakdiperlukanakantetapidilakukan
Perjalananinternasional:
Sertifikatimunisasiyang syahterhadapdemamkuning, di
perlukanbanyaknegarasebelummasukdankeluardari
daerahyang dikenalsebagaidaerahterinfeksi.

Kalautidakadasertifikatimunisasiyang syahmakaperludi
lakukankarantinaselama6 hari. Sertifikatimunisasithdp
demamkuningberlakuuntuk10

CACAR
CACAR

Indonesia dinyatakanbebas
cacar/variolapadatahun25 April
1974 . Penderitacacarterakhirdi
duniaadalahorangSomalia/Afrika
padatahun1977. PadaMei tahun
1980 WHO mendeklarasikan
Duniabebascacar.
Sampaisaatinitidakadalagikasus
cacardanvirus cacardidunia
disimpandi2 tempatyaituCDC
Atlanta, USA dandiCentre of
Virologyand Biotechnology,
Koltsovo,Novosibrisk, Russia.

Agen Penyebab : DNA virus, termasuk genus orthopoxvirus,
family Poxviridae.
Cara penularan : kontak dengan penderita
Masa inkubasi :12 hari, masa menular : 2 minggu
Gejala : Ruam terutama di wajah dan punggung hanya sedikit
di perut dan dada. Masa prodromal 2-4 hari pertama dimana
virus mudah diisolasikan. Kemudian mucul ruam mula2
makulopapular lalu menjadi pustula kemudian mengering
menjadi keropeng dan itu terjadi secara bersamaan dan dalam
bentuk yang sama (uniform). Penyebaran bersifat sentrifugal.
Tergantung pada virulensinya gambaran penyakit dapat
bervariasi. Pada yang sangat ganas dapat terjadi pada stadium
prodromal meskipun belm terdapat kelainan kulit. Ada pula
yang disertai perdarahan pada keropeng.
CACAR MEMILIKI KEMUNGKINAN UNTUK DIGUNAKAN
DALAM BIOTERORISME (BW –VEE/Venezuelan Equine
Encephalitis)
Pengendalian : SEARCH : Temukan kasus,surveilans, contact
tracingCONTAINMENT : kemudian Lakukan isolasi dan
karantina kasus diikuti ring vacccination.

EBOLA/MARBURG
EBOLA/MARBURG

AgenPenyebab:viriondarikeluarga
Filoviridae.DisebutMarburg karenapertamakali
ditemukandiMarburg Jerman,timbulsaatlab yang
membuatvaksinpolio, menggunakankerahijau
(Cercophytecusaethiops) yang diimpordariAfrika
untukmembuatbiakansel(celculture

Reservoir : belumdiketahui,mungkinkeraatau
gorilla

Masainkubasi: 3-9 hariunt.Marburg, 2-21 hari
untukebola

Masamenular: selamacairantubuhmengandung
virus. Padaorangyang terinfeksidilaboratorium
ternyataditemukandicairansemen pd harike61
namunhilangpadaharike76

Gejala klinis : Nyeri otot, nyeri kepala diikuti
Demam tinggi, pada hari ketiga diikuti nyeri
dada, batuk dan sesak nafas.Kemudian disusul
dengan diare, muntah dan nyeri sendi.Pada hari
ke lima diare berdarah, muntah darah, mimisan
dan kematian timbul biasanya pada hari ke
enam sampai sembilan. Angka kematian 68-
78%

Pengendalian : Temukan kasus, surveilans, cari
orang kontak, isolasi dan karantinakan.
Belum ada vaksin maupun pengobatan.

Definisi
DefinisiKasus

KasusSuspek

SuspekSARS
SARS

(WHO, 1 Mei 2003)
(WHO, 1 Mei 2003)

1.
1. Seseorang
Seseorang yang

yang setelah

setelah 11 November
November 2002

2002 datang

datang dengan
dengan::

Demam
Demam tinggi

tinggi (>

(> 38
3800

C)
C) DAN
DAN

Batuk
Batuk atau

atau kesulitan
kesulitan bernafas

bernafas DAN
DAN

Satu
Satu atau

atau lebih

lebih dari

dari paparan
paparan berikut
berikut ini

ini dalam
dalam waktu
waktu 10
10

hari
hari sebelum
sebelum timbulnya

timbulnya gejala
gejala::

Kontak
Kontak erat

erat dengan

dengan penderita

penderita SARS

SARS (suspek

(suspek atau
atau

probable)
probable)

Riwayat
Riwayat perjalanan
perjalanan ke

ke daerah

daerah dimana

dimana terjadi
terjadi

transmisi
transmisi lokal
lokal

Tinggal
Tinggal di

di daerah
daerah dimana

dimana terjadi

terjadi baru

baru--baru

baru ini
ini

terjadi
terjadi transmisi
transmisi lokal
lokal

Kontak
Kontak Erat

Erat:: merawat,

merawat, tinggal

tinggal dengan

dengan atau

atau kontak
kontak

langsung
langsung dgn

dgn cairan

cairan respirasi

respirasi atau

atau tubuh

tubuh dari
dari

kasus
kasus suspek

suspek atau

atau probable
probable SARS
SARS

Definisi Kasus Suspek SARS
Definisi Kasus Suspek SARS
(WHO, 1 Mei 2003)
(WHO, 1 Mei 2003)

2. Seseorang dgn penyakit pernafasan akut yg berakir dgn
kematian setelah 1 November 2002 dimana tidak dilakukan
autopsi DAN satu atau lebih dari pajanan berikut ini dalam
waktu 10 hari sebelum timbulnya gejala:
Kontak erat dengan penderita SARS (suspek atau
probable)
Riwayat perjalanan ke daerah dimana terjadi transmisi

lokal

Tinggal di daerah dimana baru-baru ini terjadi transmisi

lokal

0

20000

40000

60000

80000

100000

120000

3/16

3/19

3/22

3/25

3/28

3/31

4/3

4/6

4/9

4/12

4/15

4/18

4/21

4/24

4/27

4/30

5/3

5/6

5/9

5/12

5/15

5/18

5/21

5/24

5/27

5/30

6/2

6/5

6/8

6/11

6/14

6/17

Number of passenger

WHO travel recommendations removed

36 116
36 116

WHO travel recommendations

2 April

14 670

13 May

102 165
102 165

25 May

27 March

Screening of exit passengers

SARS: an unknown coronavirus

•8098 cases, 774 deaths, 26 countries affected
•Trends in airline passenger movement drop
•Economic loss: US$ 60 billion
•For the first time WHO releases a global alertand
recommends measures to limit the international
spread of an emerging disease(i.e. Exit screening
for international travellers departing certain areas;
Traveller to consider postponingall but essential
travel to certain areas)

SARS: Trends Penumpang di
Airport Hong Kong, Mar-Jun 2003

Avian flu (flu burung)
Avian flu (flu burung)

Wabah 1997 terjadi di Hongkong dan 2003
terjadi di Korea, Jepang, Hongkong, Cina,
Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, Indonesia
Penyakit tersebut disebabkan oleh virus
influenza yang menyerang unggas, burung, ayam
Menular dari unggas ke unggas, ke hewan lain
dan dapat menular ke manusia
Penularan dari manusia ke manusia
kemungkinannya kecil, tapi potensial bisa terjadi
terutama apabila terjadi mutasi virus

Gejala pada manusia
Gejala pada manusia

Batuk dan nyeri tenggorokan
Suhu badan panas, di atas 38 C
Mirip flu berat
Radang sal. Pernapasan atas
Dapat berlanjut menjadi radang paru
(pneumonia) dengan kemungkinan
kematian tinggi (1997 di Hongkong : CFR
33.3%)

Kelompok resiko yang perlu
Kelompok resiko yang perlu
diwaspadai
diwaspadai::

Pekerja peternakan/pemrosesan unggas
(termasuk dokter hewan/Ir peternakan)
Pekerja laboratorium yang memproses
sampel pasien/unggas terjangkit
Pengunjung peternakan/pemrosesan
unggas (dlm 1 minggu terakhir)
Kontak dengan penderita flu burung

Penularan
Penularan

Dari unggas ke unggas, hewan lain dan manusia.
Penularan dari manusia ke manusia belum
terbukti

Melalui kotoran atau sekreta unggas, mencemari
udara dan tangan penjamah

Masa inkubasi 1-3 hari
Masa infeksius pada manusia: 1 hari sebelum
sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak
bisa sampai 21 hari.

TATALAKSANA
TATALAKSANA

Pasien di rawat dalam ruang isolasi –
Kewaspadaan thd penularan mel udara
(transmisi airborne)

◦Selama masa penularan yi. 7 hari pertama sejak
timbulnya gejala demam (>38o

C)

Di ruang rawat biasa

◦Setelah hasil usap nasofaring negatif berulang kali
dengan PCR atau biakan
◦Setelah hari ke 7 demam KECUALI
◦Demam berlanjut sampai 7 hari sesuai
pertimbangan dokter yang merawat kasus demi
kasus

Kasus pertama
Kasus pertama
Flu burung pd manusia
Flu burung pd manusia

Laki-laki umur 49 th, sesak nafas berat
Anamnesis: Panas 2 hari, batuk, sesak nafas
Pemeriksaan fisik:
-Suhu badan: 39,30

C

-Nafas: 34/menit
-Paru-paru: Vesikular +/+, ronchi +/+,
mengi -/-
Pemeriksaan lab:
-Leukosit: 2.310/ml, thrombosit: 146.000/ml
-SGOT: 195, SGPT: 151

Kasus pertama
Kasus pertama
Flu burung pd manusia
Flu burung pd manusia

Kasus pertama
Kasus pertama
Flu burung pd manusia
Flu burung pd manusia

Kansas 1918, H1N1.

THE PROSPECT OF AN INFLUENZA PANDEMIC IS REAL. IT IS IMPOSSIBLE TO
THE PROSPECT OF AN INFLUENZA PANDEMIC IS REAL. IT IS IMPOSSIBLE TO
PREDICT , WHEN A PANDEMIC MIGHT OCCUR BUT IT IS CERTAINLY POSSIBLE
PREDICT , WHEN A PANDEMIC MIGHT OCCUR BUT IT IS CERTAINLY POSSIBLE
TO BE PREPARED
TO BE PREPARED

Kansas 1918
Kansas 1918

NIPAH VIRUS
NIPAH VIRUS

Agenpenyebab: virus Nipahditemukan1999, famili
Paramixoviridae, miripvirus Hendraygmenyebabkan
wabahdiAustralia 1994 dengangejalasamahanya
berbedareservoir yaitukuda.
Reservoir / vektor: Kelelawarbuah/kalong,terdapatdi
Malaysia, Indonesia, Filipina,
Masainkubasi: 4 -18 hari
Gambaranklinis: kasusringansepertiflu, dg nyeriotot,
menjadiberatjikamenimbulkanensefalitis(radang
otak) dengangejalakesadaranmenurunsampaikoma.
PadawabahdisekitarsungaiNipah, Malaysia 1998-
1999 terdapat265 kasusdengankematian
105.Sebagian besaryang meninggaladalahpekerja
peternakanbabi. WabahmeluaskeSingapura
pada1999 mengenaipekerjapemotonganhewan11
kasusdan1 meninggal.Pada2002 terjadiwabahdi
Bangladesh denganangkakematiantinggi(27 dari36
penderita)

Pengendalian :Hindarkan dari kontak cairan tubuh dan kotoran
binatang yang tertular. Wabah di Sungai Nipah Malaysia diduga
disebabkan oleh tercampurnya makanan ternak babi oleh buah
jambu air yang telah dimakan kalong. Wabah terutama
mengenai petugas peternakan/pemotongan hewan yang
bekerja tanpa alat perlindungan (sarung tangan, gaun, masker).
Wabah dpt dihentikan setelah dilakukan pemusnahan seluruh
(jutaan) babi yang diduga telah terinfeksi dan petugas
menggunakan alat pelindung perorangan.
Wabah di Bangladesh mengenai sekelompok keluarga yang
memakan jambu air dari hutan sekitarnya. Virus dapat diisolasi
dari jambu air yang telah digigit kalong tetapi negatif pada
mangga dan buah lainnya yang telah digigit kalong.
Pengobatan : Belum ada, Ribavirin (obat anti virus) mungkin
berguna
Pencegahan : Belum ada vaksin untuk penyakit ini.

Penyakit
PenyakitSapi

SapiGila (Mad Cow Disease in
Gila (Mad Cow Disease in

Canada /Bovine Spongiform
Canada /Bovine Spongiform
Encephalopathy)
Encephalopathy)

(Bovine spongiform Encephalopathy), yang menyebabkan
penyakit pada manusia disebut CJD(Creutzefeld Jacob
Disease).Penyakit sapi gila terjadi di AS pada akhir tahun
2003 ini. Indonesia menyatakan tidak menerima impor
daging sapi dari AS tmt 24 Desember 2003. AS
mengatakan bahwa sapi gila didapatkan dari Canada.

BSE menyerang sapi dewasa yang terkena otak dan
bersifat fatal (fatal neurological disease). Secara
Epidemiologi penyakit ini dapat ditularkan melalui pakan
ternak (meat bone meal/MBM) yang terbuat dari tepung
daging dan tulang(TDT) dari ruminansia yang tercemar
Prion protein. Manusia dapat tertular bila mengkonsumsi
produk hewan tercemar BSE dan terjadi CJD.

Hewan yang diuji adalah sapi yang tidak mampu berjalan
sebelum dipotong.

Japanese encephalitis
Japanese encephalitis

Penyebab : virus JE (Flavivirus)
Vektor : Culex tritaeniorhynchus
Babi/burung liar nyamuk manusia. M M (-)
Kelompok resiko:
-penduduk rural daerah endemis
-pendatang yang tinggal lama (>30hari)
-wisatawan: resiko sangat kecil
Daerah endemis: Asia Timur, Selatan, Tenggara
-Asia: 30-50 ribu kasus dilaporkan/tahun

JE(2)
JE(2)

Masa inkubasi: 5-15 hari
Gambaran klinis:
-sebagian besar tanpa gejala/subklinis
-kejang, paralisis, coma, sampai mati
Sekuele : gangguan neurologis berat 30%
CFR : 30% (1 -60%)
Pengobatan : suportif
Vaksin : dianjurkan bila akan menetap
didaerah endemis > 30 hari.

ANTHRAX
ANTHRAX

Penyebab Penyakit: Bacilus anthracis
Distribusi penyakit:
Merupakan penyakit herbivora,manusia dan
karnivora merupakan hospes insidentil.

Penyakit ini merupakan penyakit akibat kerja
yaitu peternak,dokter hewan, pekerja
pertanian. Kejadian anthrax pada binatang
sangat umum ditemui di Amerika tengah dan
Selatan, bagian selatan dan Timur Asia, Afrika.

Anthrax dianggap sebagai alat potensial untuk
bioterorisme dan biowarfare

Reservoir
Binatang herbivore menyebarkan basil saat disembelih atau mati.
Pajanan dengan udara, anthrax akan membentuk spora, dan spora
ini sangat resisten, tidak mempan desinfeksi dan bias hidup
bertahun-tahun di tanah.

Kulit kering atau kulit yang diproses dari binatang terinfeksi dapat
membawa spora hingga bertahun-tahun dan menjadi media
penyebaran penyakit ke seluruh dunia.

Masa Inkubasi: 1-7 hari, walaupun dapat menjadi 60 hari.
Masa Penularan: penularan dari orang ke orang sangat jarang
Gejala Klinis
Merupakan penyakit bakteri akut yang mengenai kulit, sangat jarang
mengenai orofaring, mediastinum atau saluran cerna.

Cara Pemberantasan:
Pencegahan: Immunisasi dengan Vaksin Cell Free.
Pengawasan terhadap tempat pengolahan hewan dan
kulit.

Isolasi : Lakukan kewaspadaan standar selama sakit
terhadap anthrax kulit dan pernapasan.

Desinfeksi serentak: Desinfeksi dilakukan terhadap
discharge dari lesi dan alat-alat yang kontak dengan
tanah dengan menggunakan hipoklorid atau alternative
lain adalah formaldehid, etilen oksida dan iradiasi kobalt.

Meningococcalmeningitisadalahpenyakit
disebabkanolehbakteriNeisseriameningitidis
yangditularkanlangsungmelaluipercikancairan
darimulutdanhidungketikabatukdanbersin
dariorangyangterinfeksi/carrieryangnyerang
membran/selaputotakdan

menyebabkan

kelumpuhandanmematikan.

Meningococcal meningitis
Meningococcal meningitis

http://soundmedicine.iu.edu/archive/2003/072603.html

http://www.csulb.edu/divisions/students/shs/meningitis.htm

Jurnal 25 Maret 2009:
Selama 11 minggu (1 Januari –15 Maret) total kasus suspect
Meningitis sebanyak 24.868 kasus dengan kematian 1.513 orang yang
disebabkan oleh Neisseria Meningitidis Serogroup A
Niger: Pada periode 1 Januari-15 Maret, melaporkan 4.513 suspect
MM dengan kematian 169 orang (CFR 3.7%), kemudian dilaporkan lagi
1.071 suspect dengan 30 kematian (CFR 2.8%)
Nigeria: Melaporkan 17.462 suspect MM dengan 960 kematian (CFR
5.5%), kemudian dilaporkan lagi 4.164 suspect dengan 171 kematian.
Sedangkan negara-negara lain (selain Burkina Faso, Niger dan Nigeria)
melaporkan rata-rata 50 kasus per minggu.

EPIDEMILOGI MM DI NEGARA
EPIDEMILOGI MM DI NEGARA--NEGARA
NEGARA

AFRICAN MENINGITIS BELT
AFRICAN MENINGITIS BELT

http://www.who.int/ith/maps/meningitis_2008.jpg

http://www.pharmainfo.net/reviews/comprehensive-review-meningococcal-meningitis

Epidemi
Epidemioologi Meningitis meningokokus
logi Meningitis meningokokus

Pada Jemaah Haji Indonesia
* Tahun 1987 terjadi wabah meningitis di Arab
Saudi pada musim haji dengan konfirmasi kasus
sebanyak 99 orang dan meninggal 40 orang
(CFR=40,4%)
* Sejak tahun 1998 s.d 2005 tidak dilaporkan
adanya

kasus MM pada jemaah haji Indonesia

di Arab

Saudi.
* Tahun 2006-2007 tercatat 2 kasus MM
(konfirmasi) dilaporkan 1 kasus meninggal di Arab
Saudi dan 1 kasus sembuh kembali ke tanah air.
* Tahun 2007-2008 dilaporkan 1 kasus suspect MM.
* Tahun 2008-2009 dilaporkan 2 kasus suspect MM,
hasil pemeriksaan lab. Meningitis Pneumokokus

Kejadian PHEIC Lainnya
Kejadian PHEIC Lainnya

Radiasi Nuklir
Biokimia

EFEK RADIASI
TERHADAPMANUSIA

RADIASI:

PEMANCARAN ENERGI DALAM BENTUK
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK ATAU
PARTIKEL

RADIASI:

PENGION & NON PENGION,
DARI SUMBER ALAMIAH & BUATAN

Pengertian Radiasi
Pengertian Radiasi

Radiasi Pengion : Emisi /
penyebaran energi, dimana
berkas radiasi tersebut bila
melalui suatu media akan
mampu memicu ( berdasarkan
tingkat energi yang diserap oleh
medium ) proses ionisasi pada
material medium

Efek biologi dari radiasi pengion
Efek biologi dari radiasi pengion

Deterministik

◦Mis; kerusakan lensa
mata, kulit terbakar
◦Kemandulan, dll

Stokastik

◦Kanker, efek genetik

Deterministik

–Adanya

nilai

dosis
ambang(dibawahdosis
ini,efekradiasitidak
akanterjadi).
–Keparahanefekradiasi
berbandinglurusdengan
dosis
–Melibatkan

sejumlah

besarsel

Radiation injury from an industrial source

Efek Deterministik
Efek Deterministik

•Katarak pada lensa mata2-10 Gy

•Kemandulan permanen

–pria

3.5-6 Gy

–wanita

2.5-6 Gy

•Kemandulan sementara

–pria

0.15 Gy

–wanita

0.6 Gy

Dosis ambang untuk efek deterministik
Dosis ambang untuk efek deterministik

Efek Stokastik
Efek Stokastik

Stokastik

◦Tidakadanilaiambang
◦Probabilitasberbandinglurusdengandosis
◦Umumnyaterjadipadaseltunggal
◦Misalnya:kanker,efekgenetik

Apa yang terjadi setelah sel
terpapar radiasi ?

RADIASI

DNA, KROMOSOM

RUSAK

KEMATIAN
SEL

PERBAIKAN

GAGAL

TAK SEMPURNA

SEMPURNA

SEL GANAS

SEL NORMAL

Tak terkompensasi
melebihi ambang,
akut

E. DETERMINISTIK
(NON STOKASTIK)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->