Anda di halaman 1dari 7

AKIBAT PERANG DUNIA II

Sektor Politik
• Kedudukan Amerika Serikat memuncak setinggi-tingginya
• Rusia menjadi kekuatan baru dan kemudian menjadi saingan berat bagi Amerika Serikat
• Terjadinya perebutan Hegemoni antara Rusia dengan Amerika Serikat di dunia
• Muncul Nasionalisme di Asia dan menentang imperialisme negara-negara barat (Eropa)
• Politik mencari kawan (politik Aliansi)
• Balance of Power Policy mengakibatkan politik aliansi yang berdasarkan atas kemauan
bersama (Collective Security) sehingga timbul North Atlantic Treaty Organization
(NATO), Middle Eastern Treaty Organization (METO), South East Asian Treaty
Organization (SEATO)
• M  unculnya politik pemecah belah terhadap negara-negara seperti Jerman, Austria,
Wina, Trieste, Korea, Indo-China.

Sektor Ekonomi
• Amerika Serikat muncul sebagai negara kreditor bagi seluruh dunia di antaranya melalui
Truman Doctrine (1947), Marshall Plan (1947), Four Point Truman, Colombo Plan.

Sektor Sosial
• Membentuk United Nation Relief and Rehabilitation Administration (UNRRA) yang
membantu masyarakat dalam bentuk :
• M
 emberikan makan orang-orang yang terlantar
• Mengurus pengungsi-pengungsidan mempersatukan para nggota keluarga yang terpisah
akibat perang
• M endirikan rumah sakit dan balai pengobatan
• Mengerjakan kembali tanah-tanah yang telah rusak.
DAMPAK PERANG DUNIA II BAGI DUNIA

1. Bidang Politik
Kemenangan pihak sekutu (Inggris, Perancis, Amerika Serikat, dan Uni Soviet) dalam
mengakhiri Perang Dunia II tidak terlepas dari peran Amerika Serikat dalam memberikan
bantuan (perlengkapan, tentara,dan persenjataan) yang mampu mempercepat berakhirnya
perang dengan kemenangan di tangan Sekutu. Perang Dunia II telah menghancurkan
hegemoni negara-negara besar seperti Inggris, Perancis, Spanyol, dan Portugis yang sudah
berabad-abad memegang kendali kekuasaan di berbagai belahan dunia.
Muncul masalah baru yaitu adanya pertentangan kepentingan dan persaingan perebutan
hegemoni antara negara anggota sekutu dalam usaha untuk menjadi negara yang paling
berpengaruh dan berkuasa di dunia hingga melahirkan dua negara adikuasa (kekuatan raksasa)
yaitu Amerika Serikat (kuat secara material) dan Uni Soviet (kuat secara psikologis) yang
mengambil alih hegemoni tersebut.
Uni Soviet dan Amerika Serikat saling berlomba menanamkan penagruhnya pada negra
lain dengan berbagai cara sehinga dampaknya negara-negara di dunia terbagi menjadi 2
dimana negara-negara Eropa Timur, Jerman Timur dan beberapa negara Asia seperti Cina,
Korea Utara, Kamboja, Laos dan Vietnam berada dibawah pengaruh Uni Soviet yang
selanjutnya dikenal dengan Blok Timur. Sementara negara-negara Eropa Barat dan banyak
negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin berada dibawah kekuasaan Amerika Serikat yang
selanjutnya dikenal dengan Blok Barat.
Kedua negara adikuasa tersebut memiliki ideologi yang berlawanan dimana Amerika
Serikat dengan ideologi Liberalis-Kapitalis(paham yang mengutamakan kemerdekaan
individu sebagai pangkal dari kebaikan hidup) sementara Uni Soviet dengan ideologi Sosialis-
Komunis(paham yang menghendaki suatu masyarakat disusun secara kolektif agar menjadi
masyarakat yang bahagia). Sistem politik dan ekonomi internasional mengalami polarisasi
yaitu liberalisme versus sosialisme-komunisme .
Munculnya politik memecah belah dimana terjadi perpecahan dari berbagai negara
sebagai dampak dari persaingan pengaruh dua negara adikuasa tersebut, seperti negara
Jerman, Korea, dan Vietnam(Indo Cina) berdasarkan ideologi liberal dan sosialis-komunis.
D
 ibentuklah pakta pertahanan untuk saling mengimbangi kekuatan lawan dimana
Amerika Serikat membentuk NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Organisasi
Pertahanan Atlantik Utara sementara Uni Soviet membentuk Pakta Warsawa(1955) dengan
anggota Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia,
dan Rumania.
Berdirinya pakta pertahanan memunculkan rasa saling curiga dan perlombaan
persenjatan antara kedua belah pihak sehingga menimbulkan Perang Dingin.
Munculnya negara-negara baru dan merdeka di Asia-Afrika yang merupakan bekas
jajahan bangsa barat seperti Indonesia, India, Pakistan, Srilanka, dan Filipina. (dampak
positif)

2. Bidang Ekonomi
Perekonomian dunia terbagi atas sistem ekonomi liberal, sistem ekonomi terpusat pada
negara, dan sistem ekonomi campuran. Dimana sistem ekonomi liberal berlaku di negara-
negara kapitalis. Sistem ekonomi terpusat pada negara berlaku di negara-negara komunis. Dan
sistem ekonomi campuran berlaku di negara-negara yang baru merdeka.
Sistem ekonomi kapitalis diterapkan di Eropa Barat dan Amerika Serikat
mempraktekkan konsep negara sejahtera (welfare state) sehingga menyediakan dana sosial
yang besar untuk mensubsidi kesehatan, pendidikan, pensiunan, dan dana sosial lainnya bagi
masyarakat.
Amerika Serikat memanfaatkan keadaan dimana banyak negara yang membutuhkan
bantuan ekonomi untuk memperbaiki negaranya (dengan menanamkan pengaruhnya) jika
tidak maka negara-negara tersebut akan masuk dalam pengaruh kekuasaan ideologi komunis
Uni Soviet. Maka Amerika tampil sebagai negara kreditor bagi negara-negara di luar
pengaruh Uni Soviet. Dengan bantuan tersebut selanjutnya mampu membuat kedudukan
Amerika menjadi kuat sebab ia berhasil menciptakan ketergantungan negara peminjam pada
Amerika.
Amerika Serikat akhirnya mengeluarkan beberapa program untuk membangun kembali
perekonomian dunia, seperti:
a. Marshall Plan merupakan program untuk membantu perekonomian negara-negara Eropa
Barat. Program ini disetujui dalam konfrensi Paris 1947 dan pemberian bantuan ini
diakhiri pada tahun 1951. Sebuah negara dapat memperoleh bantuan ini dengan
memenuhi kesepakatan sebagai berikut.
1) Amerika Serikat akan memberikan pinjaman jangka panjang kepada negara-negara
Eropa Barat untuk membangun kembali perekonomiannya.
2) Sebagai imbalan negara peminjam diwajibkan :
• Berusaha menstabilkan keuangan masing-masing negara dan
melaksanakan anggaran pendapatan yang berimbang.
• M
 engurangi penghalang-penghalang yang menghambat kelancaran
perdagangan antara negara-negara peminjam.
• Mencegah terjadinya inflasi.
• Menempatkan perekonomian negara masing-masing negara atas dasar
sendi-sendi perekonomian yang sehat.
• M emberikan bahan-bahan yang diperlukan Amerika Serikat untuk
kepentingan pertahanan.
• Meningkatkan persenjataan masing-masing negara untuk kepentingan
pertahanan.
3) Bantuan akan dihentikan apabila di negara peminjam terjadi pergantian kekuasaan
yang mengakibatkan negara tersebut melaksanakan paham komunis.
Dengan Marshall Plan maka tertanamlah dasar-dasar terbentuknya kerjasama yang erat
antara negara-negara Eropa Barat dalam pembangunan perekonomiannya. Sejak tahun
1951 maka Amerika Serikat lebih mengutamakan konsolidasi pertahanan terhadap
kemungkinan meluasnya paham komunis.
b. Doctrine Truman merupakan kebijakan untuk membantu secara khusus negara Yunani
dan Turki dengan maksud membendung kedua negara tersebut dari pengaruh komunis
dan Uni Soviet serta memerangi pemberontakan yang dilancarkan gerilyawan-
gerilyawan komunis dalam negeri.
c. Point Four Program merupakan program bantuan dalam bentuk perlengkapan ekonomi
kepada negara-negara berkembang. Serta bantuan militer yang diberikan pada negara-
negara berkembang khususnya Asia.
d. Colombo Plan merupakan program kerjasama bagi pembangunan ekonomi di Asia
Selatan dan Asia Tenggara. Program yang dicetuskan di Colombo 1951 dengan peserta
pertama negara-negara persemakmuran Inggris yang selanjutnya diikuti Amerika
Serikat, Jepang, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Pada tahun 1957 terbentuklah kerjasama dalam bidang perdagangan antara 7 negara
Eropa Barat (Perancis, Italia, Jerman Barat, Belgia, Belanda, Luksemburg, dan Denmark)
dengan nama Pasar Bersama Eropa (PBE)
Inggris memprakarsai berdirinya daerah perdagangan bebas Eropa yang meliputi 5
negara (Inggris, Norwegia, Swedia, Swiss, dan Austria).
Negara-negara di Eropa Timur yang tidak mendapatkan bantuan Marshall Plan karena
berhaluan komunis sehingga dampaknya pembangunan ekonomi di Eropa Timur tidak secepat
pembangunan ekonomi di Eropa Barat sebab seluruh aktivitas perekonomian diatur dan
dikuasai oleh negara (berpusat pada pemerintah). Seluruh industri dimiliki dan dioperasikan
oleh pemerintah, pertanian diatur menurut pola pertanian pemerintah dimana hanya sebagian
kecil tanah pertanian yang boleh dimiliki secara pribadi.
Negara-negara Eropa Timur membangun perekonomian dengan pola Uni Soviet dan
prinsip ekonomi komunisme, yaitu melaksanakan pembangunan perekonomian jangka pendek
yang dilanjutkan dengan program jangka panjang.
Perkembangan ekonomi negara yang berada di luar Eropa juga mengalami kemerosotan
sebab sistem perekonomian mereka sebelum Perang Dunia II terjadi lebih banyak tergantung
pada negara-negara Eropa yang memiliki jajahan di Asia, Afrika, dan Amerika. Setelah
Perang Dunia II hubungan antara negara-negara Eropa dengan negara jajahan menjadi
terputus.
Negara-negara jajahan melepaskan diri dan menjadi negara merdeka serta berusaha
membangun perekonomiannya sendiri atau dengan bantuan negara lain sehingga tidak dapat
membangun perekonomiannya dengan cepat.
N
 egara-negara di luar Eropa terjerat utang untuk membangun perekonomian sehingga
perkembangan perekonomiannya tidak secepat negara-negara Eropa Barat.
Jerman dan Jepang tumbuh kembali sebagai negara industri, setelah memperoleh
bantuan modal dari Amerika Serikat.
Di bentuklah 2 badan ekonomi dunia sebagai perwujudan perkembangan sistem
ekonomi kapitalis yaitu IMF (International Monetary Fund) dan Bank Dunia (World Bank).
Tugas kedua badan tersebut adalah memberi dan menyalurkan bantuan keuangan kepada
negara agar dapat melakukan rekonstruksi dan pembangunan ekonomi negaranya.

3. Bidang Sosial dan Kerohanian


PD II menimbulkan bencana besar bagi umat manusia, kerugian harta benda, dan nyawa
sangat besar. Banyak anak kehilangan orang tua dan orang cacat korban perang.
Semakin kuatnya kedudukan golongan cerdik pandai (para ilmuwan)
Munculnya gerakan sosial untuk membantu memulihkan kesejahteraan rakyat yang
porak-poranda akibat perang dengan mendirikan lembaga internasional untuk memelihara
perdamaian dunia. Hal ini terwujud dengan berdirinya Perserikatan Bangsa-bangsa (United
Nations).
Amerika Serikat membentuk badan guna menghindari jatuhnya korban lebih banyak
dengan nama United Nations Relief Rehabilitation Administration (UNRRA). Tugas pokok
badan ini adalah meringankan penderitaan dan memulihkan daya produksi rakyat yang tinggal
di daerah bekas pendudukan Jerman. Bantuan yang diberikan berupa makanan, pakaian, bibit
tanaman, hewan ternak, alat-alat perindustrian, dan rumah sakit. UNRRA (satu bagian dari
PBB) dibubarkan sebab tugas untuk memberikan bantuan pembangunan kembali negara
Eropa telah dilaksanakan oleh European Reconstructions Plan atau yang dikenal dengan
Marshall Plan.
PENGARUH SISTEM EKONOMI INTERNASIONAL BAGI INDONESIA
Sistem ekonomi yang berkembang pasca Perang Dunia II adalah liberalisme dan sosialis-
komunisme, dimana kedua sistem inilah yang dijadikan landasan kinerja pembangunan
ekonomi bangsa Eropa, Asia, dan Afrika yang rusak akibat perang.
Perkembangan Perekonomian di Indonesia sebagai dampak dari berakhirnya Perang Dunia II.
1. Pada awal kemerdekaan (1945-1950) sistem ekonomi di Indonesia adalah upaya untuk
melakukan perubahan dari sistem ekonomi kolonial ke ekonomi nasional.
 I n donesia dalam kurun waktu 1945-1949 keadaaan politik dan ekonomi
Indonesia masih sangat kacau Indonesia belum seutuhnya merdeka dan laju inflasi sangat
tinggi disebabkan karena beredarnya mata uang Jepang dan mata uang NICA yang tak
terkendali, serta blokade ekonomi dari Belanda.
U  paya untuk mengatasi masalah ekonomi Indonesia awal kemerdekaan adalah
seperti dilakukan Konferensi Ekonomi, Pinjaman Nasional, hubungan dagang melalui BTC
(Banking and Trading Corporation), mengeluarkan ORI, mendirikan Bank Indonesia,
rasionalisasi, kasimo plan, dan yang lainnya masih saja mengalami kegagalan.
K  egagalan upaya membentuk sistem ekonomi Nasional disebabkan karena saat
itu fokus pemerintah adalah untuk memberantas berbagai pergolakan yang muncul di dalam
negeri belum lagi ditambah usaha Belanda yang masih ingin menguasai Indonesia sehingga
rakyat masih berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan.

2. Sistem ekonomi nasional Indonesia pada tahun 1950-1959 adalah liberalisme.


Sistem liberalisme bisa tertanam kuat di Indonesia karena Belanda sebagai
negara yang pernah berkuasa atas Indonesia merupakan negara penganut liberalisme.
Landasan kinerja politik dan ekonomi liberalisme berdampak pada tidak
stabilnya politik. Hal ini disebabkan karena tiap kabinet memilki masa kerja yang sangat
singkat yang disertai dengan program yang selalu berganti menyebabkan kebijakan
pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi selalu gagal.
K  egagalan liberalisme diterapkan di Indonesia menyebabkan muncul sikap anti
kolonialisme dan imperialisme.

3. Sistem ekonomi nasional Indonesia pada tahun 1959-1969 adalah Sosialisme.


Pemerintah Indonesia periode 1959-1969 menggunakan Sosialisme sebagai
landasan kinerja pemerintahan, dan dasar kehidupan ekonomi serta politik Indonesia pasca
kegagalan liberalisme.
Pemerintah Indonesia periode 1959-1965 memperkuat sikap anti kolonialisme
dan imperialisme dengan mengeluarkan Manipol (Manifestasi Politik) dan USDEK
(UUD’45,Sosialisme Indonesia,Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian
Indonesia). Manipol adalah dokumen yang berisi tentang pokok dan program umum Revolusi
Indonesia.
Pembangunan ekonomi Indonesia baru mulai dilaksanakan sejak 1961-1969
dengan dilaksanakannya program pembangunan nasional sistem berencana dirasakan
kehidupan masyarakat mulai membaik dan sejahtera.
Berbagai langkah dilakukan dan dikeluarkan Presiden Sukarno guna
menanggulangi masalah ekonomi masa ini adalah Deklarasi Ekonomi (DEKON) tetapi upaya
inipun gagal sebab bantuan dana dari IMF tidak juga dicairkan (sebab Indonesia melakukan
aksi Dwikora). Keadaan Indonesia semakin diperparah dengan adanya pemberontakan oleh
PKI sehingga keadaan ekonomi Indonesia selama Orde Lama tidak mengalami kemajuan
yang signifikan.
Presiden Sukarno mengembangkan dan menerapkan sistem ekonomi terpimpin
di Indonesia yang dipengaruhi gagasan dan pemikiran komunisme untuk menciptakan
sosialisme versi Indonesia. Sementara itu, sistem ekonomi liberal seperti yang dilakukan IMF
ternyata sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi Indonesia.
J adi sistem ekonomi komunisme yang berkembang di Uni Soviet
mempengaruhi sistem dan pembangunan perekonomian Indonesia pasca Perang Dunia II.
Pemerintah Orde Lama ingin supaya di Indonesia terwujud sebuah masyarakat sosialis dan ini
ditempuh dengan cara mengatasi atau melampaui feodalisme tanpa melalui kapitalisme
sehingga hasilnya Indonesia mengalami kegagalan.

4. Indonesia masa Orde Baru (1969-1998)


Sistem ekonomi Indonesia masa Orde Baru (pasca gagalnya sistem ekonomi
terpimpin) tidak dapat terlepas dari pengaruh sistem ekonomi kapitalisme (sistem ekonomi
yang mengandalkan kekuatan, dinamika pasar dan kapital (uang) sebagai motor
penggeraknya).
Sistem tersebut terlihat dari adanya upaya penyusunan REPELITA, tahapan
pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang sampai tinggal landas.
Selama Orde Baru pembangunan hanya diarahkan demi pertumbuhan ekonomi
tanpa memperhatikan aspek sosial dan budaya masyarakat sehingga menimbulkan kerugian
pada berbagai aspek kehidupan. Atas nama pembangunan banyak tanah dirampas, hutan
ditebang, dan modal hanya bertumpuk pada segelintir orang yang dekat dengan kekuasaan.
IMF dan Bank Dunia menjadi mitra pembangunan yang penting bagi Indonesia.
Kedua badan tersebut pada awalnya bertugas secara berkala mengatur supaya pinjaman dapat
dikembalikan oleh negara pengutang tetapi mereka tidak mengontrol dan mempengaruhi
pengambilan keputusan ekonomi dan politik sebuah negara.
Tetapi sejak 1980 kedua badan ini memperoleh kekuasaan yang tidak terbatas
sehingga mereka dapat mendikte negara-negara untuk mengubah tata perekonomiannya kalau
mau menerima bantuan IMF dan Bank Dunia. Sejak saat itu dimulailah era neoliberalisme
yang sama sekali tidak memberikan ruang bagi campur tangan negara dalam mengatur dan
mengelola perekonomian semua diserahkan pada mekanisme pasar. Karena perubahan
tersebut maka memberikan dampak pula bagi Indonesia IMF dan Bank Dunia semakin
mendikte Indonesia seiring dengan meningkatnya utang luar negeri Indonesia sehingga pada
tahun 1998 mengalami keruntuhan ekonomi.
Sejak tahun 1998 perekonomian Indonesia dikendalikan oleh IMF dan Bank
Dunia. Hal ini terlihat dengan adanya privatisasi BUMN serta perusahaan milik negara
lainnya, mergernya banyak bank dan penghapusan dana-dana subsidi (seperti BBM) yang
mampu mendatangkan dampak buruk (negatif) bagi Indonesia seperti banyaknya
pengangguran, rakyat tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup, dsb. Jadi kebijakan ekonomi
yang harus dijalankan di Indonesia dengan mengikuti kebijakan IMF dan Bank Dunia sangat
merugikan rakyat Indonesia.
Inilah pengaruh langsung dari perekonomian dunia akibat Perang Dunia II yang
mempengaruhi sistem pembangunan perekonomian di Indonesia sampai saat ini yaitu sistem
kapitalisme dan neoliberalisme.

C. PENGARUH dalam KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI BAGI INDONESIA


Sejak proklamasi Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif. Bebas artinya Indonesia
tidakmemihak kepada salah satu blok dan menempuh cara sendiri dalam menangani masalah-
masalah internasional. Sedangkan aktif artinya Indonesia berusaha sekuat tenaga untuk ikut
memelihara perdamaian dunia dan berpartisipasi meredakan ketegangan internasional.
Politik ini dipilih dalam rangka menjamin kerjasama dan hubungan baik dengan bangsa lain
di dunia. Politik yang dicetuskan Mohammad Hatta ini dijalankan dari awal terbentuknya
Indonesia hingga saat ini meskipun dalam pelaksanaannya tidak sesuai karena adanya
pengaruh dengan perubahan politik di dunia.
Penyimpangan terhadap politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif
dianggap mulai muncul ketika Indonesia pada masa Kabinet Sukiman (1951) dengan
mengadakan pertukaran surat antara Menteri Luar Negeri Ahmad Subarjo dan Duta Besar
Amerika Serikat Merle Cochran dalam rangka mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat.
Hal ini menimbulkan protes sebab dianggap telah meninggalkan politik bebas aktif dan
memasukkan Indonesia ke dalam sistem pertahanan Blok Barat.
Sementara itu pada masa Kabinet Ali Sastroamijoyo I menitik beratkan pada
kerjasama antara negara-negara Asia-Afrika dengan menyelenggarakan Konferensi Asia-
Afrika. Kenyataan tersebut bukan berarti Indonesia akan membentuk blok ketiga. Tujuan
dibentuk organisasi ini adalah sebagai landasan dalam rangka memupuk solidaritas Asia-
Afrika dan menyusun kekuatanagar mendapatkan posisi yang menguntungkan bagi bangsa
Asia-Afrika di tengah percaturan politik internasional.
Pada masa Burhanuddin Harahap (1955) politik luar negeri Indonesia lebih
dekat dengan Blok Barat, baik dengan Amerika, Australia, Inggris, Singapura dan Malaysia.
Indonesia mendapatkan bantuan makanan dari Amerika (US$ 96.700.000).
Tahun 1956 untuk menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia menganut
politik bebas aktif maka presiden Soekarno mengunjungi Uni Soviet. Dan ditandatangani
perjanjian kerja sama pemberian bantuan ekonomi dengan tidak mengikat dari Uni
Soviet(US$ 100.000.000). Indonesia juga mengunjungi Cekoslowakia, Yugoslavia, dan Cina.
Indonesia juga mengirimkan pasukan perdamaian di bawah PBB yang dikenal dengan
Pasukan Garuda.
Pada masa Demokrasi Terpimpin, Indonesia turut mempelopori berdirinya
Gerakan Non Blok (1961) sejak saat itu Manifesto Politik (Manipol) menjadi dasar
pengambilan kebijakan luar negeri Indonesia sehingga dunia terbagi menjadi NEFO (negara-
negara komunis) dan OLDEFO (negara-negara kolonialis dan imperialis). Indonesia termasuk
dalam kelompok NEFO sehingga menjalin hubungan erat dengan negara bok timur dan
menjaga jarak dengan negara blok barat. Politik tersebut selanjutnya berkembang semakin
radikal menjadi politik mercusuar dan politik poros. Politik Indonesia yang agresif selama
masa Demokrasi Terpimpin memboroskan devisa, inflasi menjadi tidak terkontrol terlebih
dengan adanya pemberontakan PKI 1965.
Politik pada masa Orde Baru lebih memperhatikan masalah stabilitas regional
akan menjamin keberhasilan rencana pembangunan Indonesia.
Upaya yang dilakukan Indonesia yaitu dengan :
 M e m pertahankan persahabatan dengan pihak barat
M  enjalankan politik pintu terbuka bagi infestor asing serta pinjaman luar
negeri.
Bergabungnya kembali Indonesia sebagai anggota PBB pada 28
Desember 1966.
M  emperbaiki hubungan dengan sejumlah negara yang sempat renggang
karena adanya politik konfrontasi masa Orde Lama.
D  idirikan pula bentuk kerjasama regional ASEAN dalam rangka menjaga
stabilitas kawasan.
Pada 1992 Indonesia menjad ketua Gerakan Non Blok tetapi pada saat itu
timbul pertikaian dan perpecahan di negara Yugoslavia (Serbia menyerang Bosnia yang
mayoritas beragama Islam).
Indonesia menggunakan APEC untuk menentukan posisi kepemimpinan
Indonesia. Awalnya Indonesia tidak mau bergabung sebab takut tidak mampu menghadapi
liberalisasi perdagangan dan dipandang dapat mengurangi rasa kerjasama dianatara negara-
negara ASEAN tetapi setelah berakhirnya Perang Dingin Indonesia bergabung dalam APEC.
Dengan demikian Indonesia siap untuk mengikuti perdagangan bebas bagi negara-negara
berkembang pada tahun 2020.