P. 1
bambang sahono

bambang sahono

|Views: 392|Likes:
Dipublikasikan oleh Yasyifa Nurrahayu

More info:

Published by: Yasyifa Nurrahayu on Nov 04, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN AKTIVITAS BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA SD

ORASI ILMIAH Pengukuhan Jabatan Guru Besar Dalam Bidang Teknologi Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu

Oleh

Prof. Dr. Bambang Sahono, M.Pd. Disampaikan pada Rapat Terbuka Senat UNIVERSITAS BENGKULU Pada Tanggal 29 Juni 2010 Di Bengkulu

Bismillahirrohmanirohim

Yang saya hormati: Gubernur dan Muspida Bengkulu atau yang mewakili Rektor/Ketua Senat Universitas Bengkulu Sekretaris Senat Universitas Bengkulu Dewan Guru Besar dan Anggota Senat Universitas Bengkulu Pembantu Rektor Universitas Bengkulu Ketua dan anggota Dewan Penyantun Universitas Bengkulu Dekan dan Pembantu Dekan selingkung Universitas Bengkulu Ketua Jurusan, Direktur Pascasarjana, Ketua dan Sekretaris Lembaga selingkung Universitas Bengkulu Dosen dan Mahasiswa selingkung Universitas Bengkulu Tamu undangan, teman sejawat, kawan seprofesi, handai taulan dan hadirin yang berbahagia.

Assalammu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh Selamat pagi dan salam sejahtera,

Alhamdulillah, pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rakhmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita masih diberi kesempatan untuk mengikuti Sidang Senat Terbuka Universitas Bengkulu dalam rangka pengukuhan Guru Besar. Ungkapan syukur 1

yang tak terhingga saya rasakan atas rakhmat dan nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada saya sekeluarga sehingga saya dapat mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar di Universitas Bengkulu. Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Rektor/Ketua Senat Universitas Bengkulu, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu. Hadirin yang terhormat, perkenankanlah saya menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul: ”PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DAN AKTIVITAS BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA SD” Keberhasilan Indonesia dalam peningkatan mutu

pendidikan menjadi hal yang sangat penting agar seluruh rakyat Indonesia berkualitas. Tuntutan terhadap kualitas pendidikan terus berubah sesuai dengan peningkatan pendidikan itu sendiri dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang. Miarso (2004) mengemukakan bahwa masyarakat kita juga perlu dikembangkan ke arah masyarakat gemar belajar, yakni di mana setiap warga masyarakat senantiasa siaga untuk melakukan tindakan belajar. Tindakan belajar masyarakat lebih ditujukan untuk penguasaan berbagai faktor, dan salah satunya adalah faktor 2

penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Penguasaan IPTEK ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia lahir dan batin, dengan menerapkan nilai-nilai IPTEK secara

bertanggung jawab dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan nilai luhur budaya bangsa. Agar bangsa tersebut dapat bersaing dengan mengandalkan sumber daya manusia (SDM)-nya, perhatian perlu diberikan kepada peningkatan produktivitas dan daya saing yang erat kaitannya dengan proses pendidikan (Habibie, 2004). Oleh karena itu, untuk mencetak SDM yang memiliki keunggulan di bidang IPTEK diperlukan pendidikan IPA sebagai sarana dalam pemberdayaan IPA di kalangan pelajar agar mereka tertarik, dan mau menguasainya secara mendalam. Menyadari pentingnya mata pelajaran IPA tersebut, telah banyak dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar IPA di sekolah. Upaya itu dapat disimak dari usaha pemerintah daerah provinsi Bengkulu dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang meliputi: (a) peningkatan kualifikasi tenaga pendidikan untuk semua jenjang pendidikan, dengan prioritas pada pendidikan dasar dan menengah, (b) peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, (c) standarisasi dalam

penyelenggraan pendidikan (isi, sarana, prasarana, manajemen, dan proses belajar mengajar), dan (d) kendali mutu pendidikan dengan perhatian khusus kepada evaluasi pembelajaran yang menguji

3

Peranan guru di kelas. khususnya di kota Bengkulu masih di bawah ratarata nasional. 2000: 6-7). Oleh karena . terutama menyangkut penentuan strategi pembelajaran sangat menentukan tercapai tidaknya tujuan pembelajaran. Secara umum aspek mutu pendidikan tingkat sekolah dasar. Menurut Sahono (2008) hasil belajar di sekolah dasar pada dasarnya tidak terlepas dari peran guru dan bagaimana karakteristik siswa itu sendiri. partisipasi orang tua dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah mendorong guru-guru dapat meningkatkan perannya di kelas (Kurniah dan Sahono. sehingga mempengaruhi perolehan hasil belajarnya (Sahono. Penelitian Sahono (1997) menemukan bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh efektivitas guru dalam mengelola kelasnya. mutu pendidikan di sekolah dasar belum sesuai harapan. 2003). Akibat dari perasaan sulitnya pelajaran IPA menyebabkan siswa malas dan tidak senang terhadap mata pelajaran IPA. Namun demikian. 4 2005). peranan guru di kelas terutama yang menyangkut penentuan strategi pembelajaran.kemampuan berpikir dan daya nalar (Pemda Propinsi Bengkulu. Oleh karena itu. Kenyataan lain menunjukkan bahwa pelajaran IPA oleh sebagai siswa dianggap mata pelajaran yang sulit. sangat menentukan tercapai tidaknya tujuan pembelajaran IPA. Di samping itu. Penyebab rendahnya hasil belajar pada dasarnya tidak terlepas dari peran guru dalam melaksanakan pembelajarannya di kelas.

maka dalam kajian ini hanya dibatasi pada pertanyaan: (1) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konstruktif dengan siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran ekspositori? (2) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang memiliki aktivitas belajar tinggi dengan siswa yang memiliki aktivitas belajar rendah? (3) Apakah terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan aktivitas belajar dengan hasil belajar IPA? Hadirin yang terhormat. dan hasil belajar IPA siswa di SDN 02 dan 19 kota Bengkulu. Hasil belajar pada dasarnya adalah suatu kemampuan yang berupa keterampilan dan perilaku baru sebagai akibat dari latihan atau pengalaman yang diperoleh. maka kajian ini hanya dibatasi pada permasalahan yang berkaitan dengan strategi pembelajaran (konstruktif dan ekspositori). Berdasarkan masalah yang dapat diidentidikasi pada latar belakang masalah tersebut di atas. Dalam hal ini. dalam hubungannya dengan hasil belajar ini Gagne dan Briggs mengemukakan adanya lima kemampuan yang dapat diperoleh 5 . Lebih jauh. aktivitas belajar (tinggi dan rendah).permasalahan pelajaran IPA mencakup aspek-aspek yang luas dan kompleks. Gagne dan Briggs (1974) mendefinisikan hasil belajar sebagai kemampuan yang diperoleh seseorang sesudah mengikuti proses belajar.

Ranah afektif berkenaan dengan tujuantujuan yang berhubungan dengan sikap. Berkaitan dengan hasil belajar tersebut. Oleh Anderson dan Krathwohl (2001) ranah kognitif dari taxonomy Bloom direvisi menjadi dua dimensi. pada dimensi proses kognitif ada perbedaannya dengan Bloom yaitu dimensi pertama (ingatan sebelumnya pengetahuan). Pada dimensi pengetahuan (sebelumnya ada pada tingkat pertama kawasan 6 . nilai minat. Dimensi proses kognitif terdiri dari enam tingkatan yaitu: (a) ingatan. dimensi kelima (evaluasi sebelumnya sintesis). afektif dan psikomotor. (b) pemahaman. Bloom (1979) membagi ke dalam tiga kawasan yaitu kognitif. mengetahui. (b) pengetahuan konseptual. dan (d) pengetahuan meta-kognitif. (c) penerapan. Selain itu. (e) evaluasi. (c) pengetahuan prosedural. informasi verbal. Ranah kognitif berkenaan dengan tujuan-tujuan pembelajaran dalam kaitannya dengan kemampuan berpikir. dan (f) menciptakan. keterampilan motorik.seseorang sebagai hasil belajar yaitu: keterampilan intelektual. (d) analisis. Dimensi pengetahuan terdiri dari empat tingkatan yaitu: (a) pengetahuan faktual. yaitu dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan. dan dimensi keenam (menciptakan sebelumnya evaluasi). strategi kognitif. dan memecahkan masalah. Dari revisi ini terlihat bahwa Anderson dan Krathwolh menyusun taxonominya dalam dua dimensi (proses kognitif dan pengetahuan). Ranah psikomotor berhubungan dengan keterampilan motorik dan manipulasi bahan atau objek. dan apresiasi. dan sikap.

Anderson dan Krathwolh membedakan empat jenis pengetahuan yaitu pengetahuan faktual. Sedangkan Semiawan (1999) mendefinisikan IPA sebagai pengkajian dan penterjemahan pengalaman manusia tentang dunia fisik. Ahli lain menambahkan lagi dengan mengemukakan bahwa untuk dapat sukses dalam program pembelajaran IPA. misalnya objektif dan jujur. tidak terbatas pada fakta dan proses saintifik tetapi juga berbagai aplikasi pengetahuan dan prosesnya seperti pengamatan. Dengan demikian IPA adalah produk atau hasil dari proses penyelidikan ilmiah yang dilandasi oleh sikap dan nilai-nilai tertentu. Atas dasar pemikiran tersebut. perkiraan dan penilaian serta interpretasi. (2) proses ilmiah. 1989). prosedural. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) secara harfiah dapat disebut sebagai ilmu tentang alam atau yang mempelajari peristiwaperistiwa yang terjadi di alam. proses 7 . yaitu: (1) sikap ilmiah. hukum dan teori. IPA adalah sistem tentang alam semesta yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan observasi dan eksperimen terkontrol (Carin dan Sund. mencakup semua aspek pengetahuan yang dihasilkan oleh metode saintifik. konseptual. dan meta-kognitif.kognitif). komponen-komponen yang harus masuk di dalamnya adalah konten atau produk. misalnya prinsip. dan (3) produk ilmiah. misalnya merancang dan melaksanakan eksperimen. Nur (1983) menyimpulkan bahwa IPA secara garis besar dapat didefinisikan atas tiga komponen.

Penekanan pembelajaran lebih terfokus pada suksesnya siswa mengorganisasi pengalamannya. Berdasarkan uraian di atas. Hal ini sesuai dengan esensi dari IPA itu sendiri maupun taksonomi tujuan pendidikan IPA di SD pada umumnya. IPA tidak cukup dipahami dari dimensi produk keilmuan berupa fakta. tetapi juga harus mencakup proses tersusunnya pengetahuan tersebut berikut system nilai dan sikap yang menyertai kerja para ilmuwan dalam proses keilmuannya. Strategi pembelajaran konstruktif dipilih karena melibatkan siswa sendiri untuk aktif secara mental membangun pengetahuannya yang dilandasi oleh struktur kognitif yang telah dimilikinya. konsep. hokum dan teori tentang alam semesta.atau metode. sikap dan teknologi (Chain dan Evans. maka hasil belajar IPA siswa SD yang dimaksudkan adalah segala perubahan kemampuan yang terjadi pada siswa SD berkenaan dengan mata pelajaran IPA sebagai hasil dari mengikuti proses pembelajaran IPA di SD. Karli dan Sriyuliaritiningsih (2004) mengemukakan bahwa kegiatan pembelajaran konstuktif seorang 8 . 2008). Dengan demikian. proses dan sikap IPA. bukan ketepatan siswa dalam melakukan refleksi terhadap apa yang dilakukan guru (Sahono. 1990). Pencapaian hasil belajar IPA siswa SD mencakup perubahan kemampuan dalam hal penguasaan konsep. prinsip. Hadirin yang mulia.

b) menekankan pada kemampuan mind-on dan hands-on. Apabila kita ungkap konsep awal tersebut. d) mengakui bahwa pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif. Salah satu implikasi utama pada pembelajaran konstruktif adalah pembelajaran yang berpusat kepada siswa. e) mengutamakan terjadinya interaksi sosial. Menurut Karli dan Sriyuliaritiningsih (2004) pembelajaran konstruktif meliputi empat tahapan yaitu: 1) apersepsi. Menurut Pranata (dalam Gasong. maka dengan mudah siswa secara tidak langsung membangun pengetahuannya sendiri. c) mengakui bahwa dalam proses pembelajaran terjadi perubahan konseptual. Prinsip pembelajaran yang berpusat kepada siswa mempunyai ciri pembelajaran merupakan suatu proses aktif.guru harus memperhatikan: a) mengakui adanya konsepsi awal melalui pengalaman sebelumnya. 2) dalam mengutamakan konteks proses. 3) menanamkan dan 4) pembelajaran pengalaman sosial. 2003) beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran konstruktif adalah: 1) mengutamakan pembelajaran yang bersifat nyata dalam konteks yang relevan. dan 4) 9 . Guru lupa bahwa seorang siswa mempunyai pengalaman hidup dalam dirinya sebagai konsepsi awal. pembelajaran dilakukan dalam upaya mengkonstruksi pengalaman. Sahono (2008) mengemukakan bahwa pada saat seorang guru menjelaskan materi pada siswanya. 3) diskusi dan penjelasan konsep. 2) eksplorasi. seorang guru tidak perlu men-drill atau bersusah payah untuk menjejali pengetahuan/materi baru.

Strategi pembelajaran ekspositori menurut Sahono (2004) pada dasarnya merupakan proses pembelajaran yang umumnya dilaksanakan oleh guru dengan pola penyampaian materi terpusat kepada guru. Pada tahap diskusi dan penjelasan konsep siswa diberikan penjelasan dan solusi yang didasarkan atas hasil observasinya ditambah dengan penguatan guru. Prosedur pembelajaran biasanya terdiri atas kegiatan awal pembelajaran yang mencakup pemberian motivasi. dan Tahap yaitu terakhir guru adalah berusaha pengembangan aplikasi. menarik perhatian dan melakukan apersepsi kepada siswa.pengembangan konsep dan aplikasi. baik melalui kegiatan atau pemunculan dan pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan. Dalam tahap apersepsi siswa didorong agar mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. kemudian secara berkelompok didiskusikan dengan kelompok lain. Pada tahap eksplorasi siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan. pengorganisasian dan interpretasi data dalam suatu kegiatan yang dirancang guru. Media pembelajaran yang digunakan dipakai untuk alat bantu dalam rangka memperjelas materi pelajaran yang disampaikan. agar siswa dapat membangun pemahaman baru tentang konsep yang sedang konsep dipelajari. menciptakan iklim pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengaplikasikan pemahaman konseptualnya. Kemudian 10 .

Pada pengertian ini. 2004). sementara siswa relatif hanya menerima dan mengikuti apa yang disajikan oleh guru. Dalam pembelajaran ekspositori guru cenderung memegang kendali proses pembelajaran secara aktif. tetapi penekanannya tetap pada proses penerimaan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.dilanjutkan dengan kegiatan penyajian materi pelajaran yang mencakup menjelaskan materi pelajaran. pemberian contoh-contoh dan memberikan latihan kepada siswa. Yang terpenting adalah penyajian informasi terkini dari guru dan guru mengawasi aktivitas belajar pemelajar (learner) (Rose. serta penggunaan latihan dan perbaikan dalam mengkoordinir belajar siswa. Pada pembelajaran ekspositori ini siswa diharapkan siap secara mental dan fisik untuk 11 . Meskipun dalam pembelajaran ini digunakan metode selain ceramah dan dibantu dengan alat-alat pelajaran. pembelajaran ekspositori merupakan proses pembelajaran yang terpusat kepada guru dan guru merupakan sumber informasi utama. Brady (1985) mendefinisikan strategi pembelajaran ekspositori sebagai strategi yang terpusat kepada guru dengan fokus pendekatan melalui ceramah (narration). penjelasan. Menurut Barry dan King (1994) strategi pembelajaran ekspositori merupakan strategi pembelajaran di mana guru menyampaikan informasi secara verbal kepada siswa. Kegiatan terakhir adalah penutup dengan mengadakan tes baik lisan maupun tulisan dan menentukan kegiatan tindak lanjut biasanya dengan pemberian pekerjaan rumah.

melengkapi uraian. Aktivitas belajar dalam konsep ini tidak hanya terbatas dalam kelas. berkaitan 12 . guru biasanya menjelaskan materi pelajaran secara naratif melalui ceramah. tetapi juga termasuk aktivitas di luar kelas (membaca secara individual dan pekerjaan rumah). Brophy dan Alleman (dalam Cole dan Chan. beyond input through reading or listening. dan meringkas. Misalnya dalam pelajaran IPA. apply. Hadirin yang terhormat. menulis (writing) seperti memberikan jawaban singkat. Guru biasanya melakukan demonstrasi atau meragakan sesuatu untuk menjelaskan materi pelajaran tertentu. dan selanjutnya mengadakan tanya jawab terhadap materi yang telah disampaikan. Menurut definisi ini aktivitas belajar mengandung kegiatan: lisan (oral speech) seperti menjawab pertanyaan atau berpartisipasi dalam diskusi. 1994) mendefinisikan aktivitas belajar sebagai “anything that students are expected to do. in order to learn. evaluate. or in any other way respond to curricular content”. atau perbuatan yang diarahkan untuk mencapai tujuan (goal-directed action) seperti melakukan pengamatan dan pemecahan masalah. kemudian memperjelas materi pelajaran dengan demonstrasi.menerima apa yang diberikan guru. Dalam hubungan ini guru memegang kendali seluruh proses pembelajaran dan siswa mengikuti apa yang telah dirancang dan dilakukan oleh guru. practice.

Macammacam latihan kerja dan menulis tugas seperti uraian. Independent work tasks mengacu pada aktivitas belajar yang dirancang untuk latihan bebas di mana siswa melakukan tugas belajar dengan sedikit bimbingan atau bantuan guru. menerima balikan dan mengoreksi kesalahan di bawah bimbingan guru. Secara umum aktivitas belajar menurut Cole dan Chan (1994) dapat dibedakan menjadi dua tipe. baik dibawah pengawasan guru ataupun aktivitas secara bebas. menulis esai. Tugas-tugas ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan latihan sendiri atau melakukan penerapan tentang sesuatu yang diperoleh dalam belajarnya. yaitu guided practice activities dan independent work tasks. Guided practice activities adalah aktivitas-aktivitas yang mengacu pada petunjuk atau bimbingan guru yang mana siswa berlatih mempraktekkan konsepkonsep baru atau keterampilan-keterampilan dengan tepat. kelompok kecil atau aktivitas individual). latihan suatu keterampilan dengan tepat. 13 . mengecek pemahaman dan guru mengoreksi kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa. melengkapi kertas kerja. Independent work tasks memungkinkan siswa untuk menjawab respon secara lisan. menulis dan memanipulasi seperti membaca informasi. laporan. Dalam melakukan aktivitas ini siswa merespons guru dengan menjawab pertanyaan secara lisan. membuat pekerjaan dengan alat-alat di laboratorium.dengan latar atau setting (aktivitas dalam kelas.

darmawisata. membuat grafik. menggambar. Sementara itu. survei. pemecahan masalah. interest centres. membuat laporan. Lebih jauh Barry dan King (1994) mengemukakan bahwa aktivitas belajar meliputi berbicara. kerja kelompok. ketekunan mendengarkan informasi. mengamati. belajar kartun. melihat media visual. pekerjaan proyek. dan latihan eksperimen sering dikelompokkan sebagai independent work tasks. berbuat. membangun model atau display. debat. wawancara. mendengarkan materi dari audio. membaca. Cole dan Chan (1994) menyatakan bahwa aktivitas belajar meliputi berbicara: seperti menjawab pertanyaan atau berpartisipasi dalam diskusi. membaca. dan penelitian. dan perbuatan yang diarahkan sesuai tujuan: seperti penemuan. mapping. brainstorming. mencari buku. demonstrasi. menulis: seperti memberi jawaban singkat atau melengkapi uraian dan laporan penelitian. pemecahan masalah. mempersiapkan peralatan pelajaran. bermain. Bentuk-bentuk aktivitas belajar siswa selama mengikuti proses pembelajaran biasanya berhubungan dengan kedisiplinan siswa dalam mengikuti pelajaran di kelas. menulis. melukis. pemecahan masalah. 2005).ringkasan dan review. membuat catatan. berfikir. masing-masing adalah: 14 . mengkliping surat kabar. menulis. sketsa dan menggambar. Pendapat senada dikemukakan oleh Usman (2000) yang menyatakan bahwa ada lima aktivitas belajar siswa di sekolah. meringkas. dan melakukan latihan atau praktek (Sahono.

maka yang dimaksudkan dengan aktivitas belajar dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa sekolah dasar. yaitu perbuatan siswa sebagai akibat responnya terhadap kegiatan proses pembelajaran yang meliputi. aktivitas belajar motorik. aktivitas belajar mendengarkan. (c) aktivitas mendengarkan (listeing activities). dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk aktivitas belajar tersebut dapat dikelompokkan menjadi lima aspek atau kategori. (d) aktivitas gerak (motor activities) seperti senam. aktivitas belajar motorik. aktivitas belajar mendengarkan. yaitu: aktivitas belajar visual. melakukan eksperimen. menulis. diskusi. Hadirin yang mulia. dan demonstrasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang 15 . serta melukis.(a) aktivitas visual (visual activities) seperti membaca. dan menyanyi. dan aktivitas belajar mental. dan aktivitas belajar mental. aktivitas belajar lisan. aktivitas belajar visual. ceramah dan pengarahan. dan (e) aktivitas menulis (writing activities) seperti mengarang. (b) aktivitas lisan (oral activities) seperti bercerita. menari. seperti mendengar penjelasan guru. aktivitas belajar menulis. aktivitas belajar menulis. aktivitas belajar lisan. tanya jawab. Bertolak dari pendapat yang telah dikemukakan di atas. membaca sajak. Dengan demikian.

Tingginya hasil belajar IPA dengan menggunakan strategi pembelajaran konstruktif. Sebagai produk ilmiah. Hadirin yang terhormat. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang memiliki aktivitas belajar tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki aktivitas belajar rendah. tetapi juga proses bagaimana IPA itu 16 . tidak cukup mengajarkan pengetahuan IPA saja.belajar dengan strategi pembelajaran konstruktif dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran ekspositori. Artinya untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa yang mempunyai kecenderungan aktivitas belajar tinggi dapat dilakukan dengan menggunakan strategi pembelajaran konstruktif. hukum dan teori-teori yang merupakan hasil dari pengamatan dan temuan manusia dalam memahami dan menjelaskan alam dengan berbagai fenomenanya. Untuk mencapai tujuan pelajaran IPA secara utuh. prinsip. (3) Terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan aktivitas belajar siswa dengan hasil belajar IPA. IPA merupakan kumpulan pengetahuan tentang fakta. Hakikat IPA tidak hanya bertumpu pada produk ilmiah saja. sesuai dengan hakikat IPA itu sendiri. dan sebaliknya untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa yang memiliki aktivitas belajar rendah dapat dilakukan dengan menggunakan strategi pembelajaran ekspositori. konsep. akan tetapi juga berkaitan dengan proses dan sikap ilmiah (IPA).

Prinsip pembelajaran yang berpusat kepada siswa mempunyai ciri pembelajaran merupakan suatu proses aktif. dan nilai-nilai yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh siswa dalam mencari dan mengembangkan pengetahuan baru. jujur dan terbuka terhadap pendapat orang lain. Sistem nilai dan sikap dalam hal ini menunjuk pada berbagai keyakinan. hukum. Pengetahuan yang dimiliki siswa adalah hasil daripada aktivitas yang dilakukan oleh siswa tersebut dan bukan pembelajaran yang diterima pasif. opini.diperoleh melalui berbagai aktivitas belajar. Di samping membuat pembelajaran di kelas lebih bermakna. disiplin. rasa ingin tahu. strategi pembelajaran konstruktif ini juga memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk bersentuhan langsung dengan berbagai objek yang dipelajari secara nyata. yaitu seperti rasa tanggung jawab. untuk mencapai tujuan pelajaran IPA. IPA dalam arti proses menunjuk pada cara memperoleh pengetahuan yang digunakan dalam melakukan penyelidikan ilmiah. Selain melalui transfer dan proses pengetahuan. Dengan demikian. dan teori itu diperoleh. 17 . dibutuhkan pembentukan sikap ilmiah tertentu. serta pembelajarannya menekankan pada tindakan dan pemikiran siswa. prinsip. pemahaman pelajaran IPA tidak berhenti pada fakta. konsep. Hal ini sejalan dengan pendapat Pusat Pengembangan Kurikulum (1991) yang menyatakan bahwa salah satu implikasi utama pada pembelajaran konstruktif adalah pembelajaran yang berpusat kepada siswa. tekun.

bertindak jujur. 1999). Proses ini secara tidak langsung memiliki dampak pengiring yang penting terhadap pembentukan sikap dan kepribadian siswa. Dengan mengalami sendiri proses IPA sebagaimana yang dilakukan oleh para ilmuwan dalam upayanya menemukan kebenaran pengetahuan. memupuk disiplin dan ketekunan. juga memiliki dampak pengiring (nurturant effect) yang sangat penting dalam pengembangan sikap siswa sebagai calon ilmuwan atau scientis. seperti melakukan pengamatan. menumbuhkan rasa ingin tahu. penarikan kesimpulan dan mengkomunikasikan hasil temuan. memprediksi. Penelitian ini mendukung penelitian Sahono (2005) yang 18 . para siswa dilatih untuk bertindak sebagai calon ilmuwan (Semiawan.Selain itu. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh strategi pembelajaran konstruktif berhubungan dengan karakteristik siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas. seperti melatih tanggung jawab. Kelompok siswa yang memiliki kecenderungan aktivitas belajar tinggi dan belajar dengan strategi pembelajaran konstruktif mencapai hasil belajar IPA yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok siswa yang memiliki kecenderungan aktivitas belajar tinggi yang belajar dengan strategi ekspositori. mengklasifikasi. Hasil pengujian hipotesis yang dilakukan membuktikan bahwa ada interaksi antara strategi pembelajaran dengan aktivitas belajar dalam pengaruhnya terhadap hasil belajar IPA. mandiri dan terbuka terhadap pendapat orang lain.

Pada penelitian lain.menemukan bahwa kelompok siswa yang memiliki karakteristik aktivitas belajar yang tinggi yang belajar dengan strategi pembelajaran yang terpusat kepada siswa (dengan portofolio) hasil belajar IPA-nya lebih tinggi daripada dengan menggunakan strategi pembelajaran yang terpusat kepada guru (ekspositori). Hasil ini mendukung penelitian Sahono (2005) yang menemukan bahwa kelompok siswa yang memiliki kecenderungan aktivitas belajar rendah hasil belajarnya dalam mata pelajaran IPA yang belajar dengan strategi pembelajaran dengan ekspositori lebih tinggi 19 . Demikian juga penelitian Sahono (2007) menemukan bahwa kelompok siswa yang memiliki aktivitas belajar tinggi dalam mata pelajaran PPKn yang diberikan tes formatif esai lebih tinggi daripada yang diberikan dengan tes formatif bentuk objektif. Pada sisi lain. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh strategi pembelajaran ekspositori juga berhubungan dengan karakteristik siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas. Sahono (2008) menemukan bahwa hasil belajar IPA siswa SD dapat ditingkatkan secara signifikan melalui model pembelajaran berbasis portofolio. kelompok siswa yang memiliki kecenderungan aktivitas belajar rendah yang belajar dengan strategi pembelajaran konstruktif ternyata hasil belajar IPA-nya lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok siswa yang memiliki kecenderungan aktivitas belajar rendah yang belajar dengan strategi pembelajaran ekspositori.

mendengarkan informasi. Tingginya hasil belajar IPA dengan menggunakan strategi pembelajaran konstruktif pada kelompok siswa dengan kecenderungan aktivitas belajar tinggi. dan sebagainya. mempersiapkan peralatan pelajaran. menulis. Kenyataan ini memberikan pemahaman bahwa bagi siswa yang memiliki kecenderungan aktivitas belajar rendah. Siswa yang memiliki kecenderungan aktivitas belajar tinggi memiliki sifat lebih mandiri (independen) dalam melakukan kegiatan belajar. penggunaan strategi pembelajaran konstruktif dalam pembelajaran IPA mencapai hasil belajar lebih rendah jika dibandingkan dengan penggunaan strategi pembelajaran ekspositori. mengamati. Sebaliknya pada siswa yang memiliki kecenderungan aktivitas belajar rendah. melakukan latihan maupun eksperimen.daripada yang belajar dengan strategi pembelajaran dengan portofolio. membaca. terkait juga dengan sifat subjek didik dan strategi interaksi pembelajaran yang tercipta oleh strategi pembelajaran ekspositori. 2007). Hal ini sejalan dengan pendapat Cole dan Chan (1994) yang 20 . seperti mengikuti pelajaran. mencari buku. terkait dengan sifat subjek didik dan interaksi pembelajaran yang tercipta oleh strategi pembelajaran konstruktif itu sendiri. mereka lebih suka melakukan kegiatan belajar secara bebas dengan sedikit bimbingan atau bantuan dari guru (Sahono. Dengan kata lain.

maka dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut: (1) Dalam proses pembelajaran IPA di SD secara keseluruhan hendaknya para guru lebih banyak menggunakan strategi pembelajaran konstruktif daripada strategi pembelajaran ekspositori. seperti mengikuti pelajaran. Kepada calon guru perlu mengenal lebih mendalam karakteristik siswa. mendengarkan informasi. khususnya strategi pembelajaran konstruktif dan ekspositori. Dalam melakukan aktivitas-aktivitas belajar ini. 21 . menulis. dan sebagainya dengan petunjuk dan bimbingan guru.mengatakan bahwa siswa yang memiliki kecenderungan aktivitas belajar rendah sifat suka melakukan kegiatan. karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil belajarnya di kelas. mencari buku. mempersiapkan peralatan pelajaran. (2) Penggunaan strategi pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan karakteristik siswa. membaca. terutama aktivitas belajarnya. Hadirin yang terhormat. mengamati. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas. mereka suka menerima balikan dan koreksi dari guru atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan. dalam hal ini adalah aktivitas belajarnya baik tinggi maupun rendah. melakukan latihan maupun eksperimen. (3) LPTK dalam hal ini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) hendaknya memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang strategi pembelajaran.

Rosmaniar yang dalam kesempatan ini juga berkenan hadir dalam ruangan ini. Emi Agustina. M. Pertama sekali kepada yang saya cintai Ibunda Suwarsi (yang pada kesempatan ini dapat hadir di antara kita dalam ruangan ini) dan Ibu Sutarmi serta Ayahda Suyono Siswodihardjo (alm) dan Bapak Harsopambudi. yang telah mendampingi saya selama lebih dari 19 (sembilan belas) tahun dengan segala suka dukanya dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.Ketua senat. sekretaris senat. kini tiba giliran saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam mencapai karir sebagai guru besar. H. Gerry Suryosukmono dan Elgarianti Ramadhanti. Kepada kedua anak saya yang sangat saya cintai. Ma” hanya kata itu yang mampu saya ucapkan pada kesempatan yang berbahagia ini. “I Love You Full.Hum. kalian berdua menjadi sumber kekuatan dan inspirasi yang mendorong papa 22 . Penghargaan dan terima kasih yang sedalam-dalamnya juga saya sampaikan kepada mertua saya Bapak Drs. Beliau telah membesarkan dan mendidik saya dengan penuh kasih sayang dalam keadaan suka maupun duka. para anggota senat serta hadirin yang saya muliakan. Selanjutnya terima kasih dan rasa cinta yang setulustulusnya saya sampaikan kepada isteri saya yang tercinta Dra. Zakaria Manan (alm) dan Ibu Hj.

Pd. Drs. Santoso. Sajid (alm) dan Drs. beserta keluarga yang sangat familiar dan selalu mendorong saya untuk mencapai gelar akademik tertinggi ini. Rini. Nunik.D. Sofyan Willis. Ir. R. Daniel Kamars. dan semua dosen-dosen saya. Dr. Muzayanah Sutikno. Prof. Ning. Dr. Soekotjo. dan Melati Insaniputri.Pd. adik-adik saya Tuti. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada mantan Rektor Universitas Bengkulu yaitu kepada Prof. 23 .. Zulkifli Husin.Sc. M. Tanto. Suwayono. Th. pembimbing tesis saya Prof. dan Rektor Universitas Bengkulu Prof. Ph. MA dan Prof. SPG Muh. Rasa sayang dan terima kasih juga saya sampaikan kepada Kakanda Dr. dan pembimbing disertasi saya Prof. Prof. Yanto.untuk terus maju dalam bekerja. Soenjoto (alm). Tatik. Heni. Dr. M. Zainal Muktamar. Tono.Kes. Dr. Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tinginya juga saya sampaikan kepada guru-guru saya mulai dari SD Negeri Dibal Ngemplak Boyolali. beserta keponakan saya Bayu Insanistyo. Dr. Heru. Abizar.. Muh. Aznam Yatim (alm). M. M. dan Mbak Is. Yani. Nasirun. Yuli. Prof. Soedarno. Terima kasih juga saya sampaikan kepada mantan Dekan FKIP Unib Drs. Dr. Solo. terutama pembimbing skripsi saya Drs. Jalius Jama. Heti. Drs. Alek dan Yuni juga bersama keluarganya masing-masing. Prof. juga adik-adik ipar saya Eli. Nik dan Keke beserta keluarganya masing-masing. ST Negeri 5 Solo. Nitza Arbi. Santosa Murwani dan Prof. Prof.

Dr. beserta Asdir I dan II. Puspa Djuwita. Rambat Nur Sasongko beserta keluarga dan Asdir II Dr.Pd. Irsal Idris. Terima kasih juga saya sampaikan kepada Direktur PPs Teknologi Pendidikan Prof. MA. M. Safnil. Dr. Lina.Pd. yang telah berjasa mengantarkan FKIP Unib menjadi fakultas terhormat. Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Dr. karyawan dan mahasiswa FKIP Unib khususnya dan Unib pada umumnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu saya dalam mencapai gelar akademik tertinggi ini. Anik Ghuron. Drs.Pd. M.. Nel. Idris (Guru Besar UNJ). II. M. Terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh dosen. dan seluruh karyawan PPs Administrasi/Manajemen Pendidikan Mita. M. M.Pd. Terima kasih yang mendalam juga saya sampaikan kepada Direktur PPs Administrasi/Manajemen Pendidikan Prof. beserta pembantu dekannya masing-masing. M. Elsa. dan Dekan FKIP Unib Prof. M. dan mantan Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Dr. Is. beserta keluarga. Dr. Asmaniar Z. Nina Kurniah. dan Drs. Tuti. beserta keluarga.. Dr. Dr. 24 . Ph. Terima kasih juga saya sampaikan kepada Prof. Toni.Pd. Johanes Sapri.Pd.M. dan III. Iwan.Pd.D. Alexon. dan Dr. MA. Prof. dan Andra. beserta pembantu dekan I.Kes. Santoso.Psi. Syafrizal. M.. yang telah bersedia mengoreksi dan menilai karya ilmiah serta menandatangani berkas kenaikan jabatan saya ke guru besar. Dr. Hadiwinarto. beserta keluarga masing-masing. Zakaria.

(Guru Besar UNESA). Moedjiarto.Pd. Untuk kesemuanya itu saya menyampaikan salam hangat dan terima kasih yang sedalam-dalamnya dengan harapan semoga Allah SWT selalu melindungi dan merakhmati perjalanan hidup kita. Dr. meskipun ingin menyebutkan namanya satu persatu. Kepada semua panitia yang telah bersusah payah menyiapkan segala sesuatunya bagi acara pengukuhan guru besar ini. 25 . dan Prof. dan mohon maaf bila ada kekurangan dan kekhilafan dalam penyampaian pidato ini. Prof. Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. M. (Guru Besar UNY). semoga Allah membalas semua kebaikan Saudara sekalian. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rakhmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. saya sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya. tetapi tidaklah mungkin dapat dilakukan. Wabillahi taufiq wal hidayah. Amin.M. Terlalu banyak pribadi-pribadi yang sangat berjasa dalam kehidupan saya. Akhirnya saya sampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan dan kesabaran hadirin semua mendengarkan pidato pengukuhan ini dari awal sampai akhir.Sc. Rambat Nur Sasongko (Guru Besar Unib) yang telah bersedia menilai kelayakan terhadap karya ilmiah saya ke jabatan guru besar. Dr.

Sydney: Prentice Hall. Lary B. A Taxonomy for Learning. Peter G. “Laporan UAS SD. 26 .” Bengkulu: Dinas Pendidikan Nasional Kota Bengkulu. Jack M. 1979. Taxonomy of Education Objectives. Columbus: Merrill Publishing Company. 1988. dan Evans. Laurie. Sydney: Prentice Hall. Wentworth Falls. Teaching Science Through Discovery. 1985.. Chain. New York: David McKay Co. dan Sund. Columbus: Merrill Publhising Company. dan SDLB Kota Bengkulu Tahun Pelajaran 2007/2008. Experimental Methodology. Kevin dan King. Benjamin S. Massachussets: Allyn and Bacon. Lorna K. Christiansen. Inc. Cole. Carin. Barry. An Involvement Approach to Elementary Science Methods. dan Chan. Newton. Beginning Teaching: A Development Text for Effective Teaching. 1989. NSW: Social Science Press. 1994. David R. Diknas Kota Bengkulu. Robert B. The Classification of Educational Goal. Len. Brady. Inc. Arthur A. 1980. Teaching Principles and Practice. Sandra E. 1994. New York: Addison Wesley Longman. dan Krathwohl.S.DAFTAR PUSTAKA Anderson. Teaching and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. Bloom. Models and Methods of Teaching. Rin W. MI. Handbook One: Cognitive Domain. 2001.

Bambang. Dina. Principles of Instructional Design. 1974. Jack R. Model Pembelajaran Konstruktivisme sebagai Alternatif Mengatasi Masalah Pembelajaran. Bandung: Bina Media Informasi.J.Com). Turdjai. 3. 2003. Yusufhadi. R. How to Design and Evaluate Research in Education. Muhammad. Ilmuwan dan Teknologi Harus Bertindak Proaktif. 1991. “Keterampilan Proses Calon Guru Sains”. Elazar J. Leslie J. 2003. Lora Pedhazur. “Informasi Program Pendidikan Bengkulu. B. Robert M. dan Briggs. 1983. Design Analysis: An Integrated Approach. Habibie. Pemda Propinsi Bengkulu. 1993. dan Sahono. Kurniah. Singapore: McGraw-Hill. Nur. Hasil Penelitian tidak diterbitkan. Karli. 4(4). Kompas. New Jersey: Lawrence Erbaum Associates Publishers.Gereja Toraja. 2004. Jakarta: Prenada Media.W. Inc. Bengkulu: Lembaga Penelitian Unib. 2004. 120-132. New York: Holt Rinehart and Winston Inc. (http://WWW. Model Manajemen Berbasis Sekolah melalui Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat pada Era Otonomi Daerah di Propinsi Bengkulu. Model-model Pembelajaran. 2004. 19 Januari.” Makalah Disajikan pada Seminar Nasional tentang 27 . Jurnal Analisis Pendidikan. Gagne. 1-12.Fraenkel. Miarso. dan Wallen. Hilda dan Sriyuliaritiningsih. Measurement. dan Schmelkin. Pedazhur. Gasong. Nina. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan.

Rose. Inc. Sahono. 1(1). Jakarta: Program Pascasarjana UNJ. 133-141. 1997. Bambang. New Jersey: Prentice-Hall. Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Aktivitas Belajar terhadap Hasil Belajar Sains: Studi Eksperimen pada Siswa Kelas V SD di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu. 2004. 2005. Model for Teaching and Learning. ”Pengembangan Model Manajemen Kelas yang Efektif di Sekolah Dasar Daerah Terpencil”. ”Pengaruh Model Pembelajaran terhadap Hasil Belajar IPA: Studi Eksperimen pada Peserta Didik Kelas V SD di Kota Bengkulu”. Bambang.net.Pendidikan Berbasis Sekolah Menyongsong Otonomi Daerah dan Bengkulu Sebagai Kota Pelajar. James W. 2004. Bengkulu: 17 Oktober 2000. Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Dikti. Makalah Disajikan pada Seminar Nasional Implementasi Program Kualifikasi dan Sertifikasi Guru yang 28 . 2007. 1981.my/klcc/azm01). Sahono. 33-42. Teori Pembelajaran Konstruktivisme. Pusat Pengembangan Kurikulum. Sahono. 7(1). Bambang. Popham. Sahono.time. (http://planet. Jurnal Kependidikan Triadik.bsu. 92-109.edu/web/arose/BSUCourses/ITEDU699/LP/m odel03. 2005. Sahono. (http/www. Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan di Provinsi Bengkulu. 7(2). Modern Educational Measurement. Jurnal Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNJ. 1991. Engliwood Cliff. Disertasi tidak diterbitkan.htm). Bambang. “Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Aktivitas Belajar terhadap Hasil Belajar Sains”. Bambang. Anette M.

Bambang. Bambang. Moh. 1999. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2008. Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligence sebagai Upaya Peningkatan Proses Pembelajaran IPA di Kelas V SDN 02 Kota Bengkulu. Jurnal Pendidikan Serunai Diknas Provinsi Bengkulu. Padang. 2008. Semiawan. Usman. 2000. Pendidikan Tinggi: Peningkatan Kemampuan Manusia Sepanjang Hayat Seoptimal Mungkin. Uzer. “Pengaruh Tes Formatif dan Objektif terhadap Hasil Belajar PPKn Ditinjau dari Aktivitas Belajar Siswa di Sekolah Dasar Kota Bengkulu”. 5 September 2007. Conny. Jurnal Kependidikan Triadik. 194-198. 1995. Boston: Allyn and Bacon. Sudjana. Statistical Reasioning for Behavioral Sciences. 1996. 29 . Bandung: Tarsito. 2008. Jurnal Kependidikan Triadik.diselenggarakan oleh FKIP Unib. “Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Kota Bengkulu”. 11(1). Sahono. Makalah Disajikan pada Seminar Internasional Pendidikan dan Temu Karya Dekan FIP/FKIP BKS-PTN Wilayah Barat Indonesia di Plasa Hotel Rocky Padang. Sahono. 10(2). Metoda Statistika. “Kecenderungan Inteligensi Anak Sekolah Dasar Ditinjau dari Multiple Intelligence”. Shavelson. 7-9 Nopember 2008. Sahono. Menjadi Guru Profesional. Bambang. Jakarta: Grasindo. 2007. Bambang. 49-53. Bengkulu. Sahono. 3(1). Richard J. 97-107.

Educational Measurement and Testing.Wierma. Stephen G. Boston: Allyn and Bacon. William dan Jurs. 1990. 30 .

) IKIP Jakarta 6 S-3 (Dr. Bambang Sahono. : 19591015. I / IVb : Guru Besar Bidang Teknologi Pendidikan : Dosen FKIP Universitas Bengkulu : Dra. 31 .Pd.Hum.1. 02 Sawah Lebar Bengkulu 38228 Riwayat Pendidikan No Jenjang Asal Pendidikan Sekolah/Universitas 1 SD SDN Ngemplak Boyolali 2 SLTP STN 01 Surakarta 3 SLTA SPG Muh. M. Supratman Kandang Limun 38371 : Jl.CURRICULUM VITAE Data Pribadi Nama NIP Tempat dan tanggal lahir Pangkat/Golongan Jabatan Pekerjaan Nama Isteri Nama Anak Nama Ayah Nama Ibu Alamat Kantor Alamat Rumah : Prof. Dr. : Gerry Suryosukmono dan Elgarianti Ramadhanti : Suyono Siswosudirdjo (alm) : Suwarsi : FKIP Universitas Bengkulu Jl.016 : Boyolali. Emi Agustina.198503.) UNJ Jakarta Tahun 1972 1975 1979 1983 1990 2005 Spesialisasi Mesin Guru SD DK Manaj. Teknologi Pend. 08 RW. 13 RT.) UNS Surakarta 5 S-2 (M. 15 Oktober 1959 : Pembina Tk. WR.Pd. Pend. Surakarta 4 S-1 (Drs. M. Kemang Manis No.

Bd.7 Sertifikat Primary Teacher Education Program: Deakin University Melbourne Australia 1994 Generic Teaching Skill Riawayat Jabatan No Tahun Instansi 1 1985JIP FKIP Universitas sekarang Bengkulu 2 1986-1987 FKIP Universitas Bengkulu 3 1992-1994 FKIP Universitas Bengkulu 4 1994-1998 FKIP Universitas Bengkulu 5 1998-2001 UPT P2AP Universitas Bengkulu Jabatan Dosen Sekretaris Diploma Sekretaris PGSD Pimbagpro PGSD 6 7 8 2006-2009 2006-2009 2008-20012 9 2007sekarang 2007-2008 10 Koord. Pemantauan Evaluasi Pembelajaran JIP FKIP Universitas Ketua Jurusan Bengkulu Program Akta IV FKIP Ketua Program Universitas Bengkulu Prodi Magister Asisten Direktur Manajemen Pend. Bengkulu 32 . Bidang Akademik Program Pascasarjana FKIP Unib Jurnal Kependidikan Penyunting Triadik FKIP Pelaksana Universitas Bengkulu Jurnal Ilmiah Manajer Redaktur Pelaksana Pendidikan Program Magister Manajemen Pendidikan FKIP Univ.

11 2008sekarang 12 13 14 1998-2001 2006-2008 2008-2010 Jurnal Ilmiah Manajer Pendidikan Program Magister Manajemen Pendidikan FKIP Univ. & Kepemimpinan dan Perilaku Pembelajaran (S2 MMP) Organisasi (S2 MMP) 9 Metodologi Penelitian dan Manajemen Peningkatan Mutu Statistik (S2 MMP) Berbasis Sekolah (S2 MMP) 33 . Bengkulu Senat FKIP Universitas Bengkulu Senat FKIP Universitas Bengkulu Senat FKIP Universitas Bengkulu Ketua Redaktur Anggota Anggota Anggota Pengalaman Mengajar 2 Tahun Terakhir No Mata Kuliah Semester Ganjil Semester Genap 1 Belajar dan Pembelajaran Belajar dan Pembelajaran (S1 (S1 Pend. Biologi) Bahasa Inggris) 2 Pembaharuan Pendidikan Perencanaan Pembelajaran (S1 (S1 PGSD) PGSD) 3 Telaah Kurikulum (S1 Pembaharuan Pendidikan (S1 PGSD) PGSD) 4 Metode Penelitian 2 (S1 Media Pembelajaran dan PLS) Komputer (S1 PGSD) 5 Perencanaan Pembelajaran Evaluasi Pembelajaran (Program Akta IV) (Program Akta IV) 6 Strategi Belajar Mengajar Penelitian Tindakan Kelas (Program Akta IV) (Program Akta IV) 7 Filsafat Ilmu (S2 MMP) Manajemen SDM Pendidikan (S2 MMP) 8 Manajemen Kur.

5. 2. 1983.sekarang Ikatan Keluarga Jawa Bengkulu (PMJB) Jabatan Anggota Anggota Anggota Penasehat Anggota Pengalaman Penelitian 1. 34 . Penelitian Kajian Wanita Dikti). Penelitian PTK Dikti). 7. Penelitian OPF). Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Mata Pelajaran IPS di Kotamadya Bengkulu (Ketua Peneliti.sekarang Ikatan Keluarga Kemang Manis 2007 . 1997. Pengembangan Model Manajemen Kelas yang Efektif di SD Daerah Terpencil (Ketua Peneliti. 4. 3. 1986. 2003. 6. Model Manajemen Berbasis Sekolah Melalui Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat pada Era Otonomi Daerah di Propinsi Bengkulu (Anggota Peneliti. Penelitian Hibah Bersaing).sekarang Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) 1990 . Penelitian BBI Dikti). Analisis terhadap Profil Manajemen SD Daerah Terpencil di Propinsi Bengkulu (Ketua Peneliti. 1995. 2001 s.Pengalaman Organisasi Profesi Tahun Nama Organisasi Profesi 1984 . 2002.d.sekarang Ikatan Sarjana Administrasi Pendidikan Indonesia (ISAPI) 2005 . 1990. Studi tentang Aktivitas Wanita Suku Rejang dalam Membina Keluarga Sadar Gizi (Kadarzai) di Perdesaan Kabupaten Rejang Lebong (Anggota Peneliti. Studi Komparasi antara Prestasi Belajar Matematika yang Diajar dengan Metode Resitasi Secara Kelompok dan Individual pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 1 dan 2 Gagaksipat Ngemplak Boyolali (Skripsi S1). Persepsi terhadap Wewenang Kepala Sekolah dan Iklim Kerjasama sebagai Penunjang Perilaku Mengajar Guru (Tesis S2).sekarang Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) 2001 .

2007. 2004. Jurnal TP UNJ). 12. 2006. Kecenderungan Inteligensi Siswa Sekolah Dasar Ditinjau dari Multiple Intelligence (Ketua Peneliti. Nara Sumber Pelatihan Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) di STAIN Curup (15-20 Nopember 1999) 35 . Jurnal Triadik).8. 2006. Jurnal Serunai). Pengalaman Pengabdian pada Masyarakat 1. 13. 10. Jurnal Triadik). 14. Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligence sebagai Upaya Peningkatan Proses Pembelajaran IPA di Kelas V SDN 02 Kota Bengkulu (Ketua Peneliti. Pengaruh Tes Esai dan Objektif Terhadap Hasil Belajar PPKn Ditinjau dari Aktivitas Belajar Siswa di Sekolah Dasar Kota Bengkulu (Ketua Peneliti. 15. Jurnal Triadik). Jurnal Triadik). Jurnal Triadik). Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio pada Mata Pelajaran IPA di SD Kota Bengkulu (Ketua Peneliti. Model Pelayanan Pendidikan Inovatif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus pada Pendidikan Dasar Wilayah Bencana Gempa di Propinsi Bengkulu (Ketua Peneliti Penelitian Hibah Bersaing). 11. Nara Sumber pada Pelatihan Pembelajaran Terpadu bagi Dosen FKIP Universitas Bengkulu dan Guru Sekolah Dasar Kodia Bengkulu (24-31 Maret 1997) 2. Pengaruh Stategi Pembelajaran dan Aktivitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Sains (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu) (Disertasi S3. 2009-2010. Pengaruh Strategi Pembelajaran Konstruktif dan Eskpositori Terhadap Hasil Belajar IPA Ditinjau dari Aktivitas Belajar Siswa (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas V SDN 02 dan 19 Kota Bengkulu) (Ketua Peneliti. 2008. 2007. Pengaruh Model Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar IPA: Studi Eksperimen pada Peserta Didik Kelas V SD di Kota Bengkulu (Ketua Peneliti. 9. 2005.

Nara Sumber pada Lokakarya Penataan dan Pemberdayaan Jurusan Akademik di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh FKIP UNIB (21-23 Agustus 2001) 4. Nara Sumber Workshop Penyelenggaraan Program S1 PGSD FKIP Unib Due-Like PGSD Batch V Unib Tahun 2007 (21-112007) 10. Nara Sumber Pelatihan Peningkatan Profesionalitas Guru melalui Pengelolaan Kelas. Nara Sumber Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Inovatif Bidang Pendidikan dan Pembelajaran – Bengkulu. Nara Sumber Pelatihan Inovasi Pembelajaran bagi Dosen PTS di Lingkungan Kopertis Wilayah II (24-04-2006) 7. 14-20 Maret 2009 13. Nara Sumber Pelatihan Peningkatan Kinerja Guru melalui PTK dan Karya Tulis Ilmiah. 8-15 April 2009. Peserta Pelatihan Pengenalan dan Penulisan Bahan Ajar Multi Media/Internet yang diselenggarakan oleh UPT P2AP Unib tgl 2 Nopember 1998 36 . Instruktur Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru FKIP Unib Tahun 2007/2008 (22-08-2007) 9. 21-27 Maret 2009 14. Anggota Komite SMA Negeri 6 Kota Bengkulu Tahun Pelajaran 2006-2009 (17-07-2006) 5. Lebong. Instruktur Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Reguler FKIP Unib Tahun 2006 (16-08-2006) 6. 12. PTK dan Penulisan Artikel Ilmiah. Nara Sumber Lokakarya dan Penulisan Bahan Ajar MKDK Belajar dan Pembelajaran JIP FKIP Unib (02-07-2007) 8. Nara Sumber Pelatihan Peningkatan Kinerja Guru dan Dosen dalam Pembelajaran dan Kiat Sukses Menghadapi Sertifikasi. Nara Sumber Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Artikel Ilmiah di Manna. 7-14 Maret 2009. Pengalaman Seminar/Lokakarya/Pelatihan/Penataran 1. Kab. Musi Rawas Sumsel. 20-26 Juni 2009. Lubuk Linggau.3. Nara Sumber pada Lokakarya Pengembangan Kompetensi Dosen JIP FKIP Unib Tahun 2006 (19-09-2006) 11. 15.

4 Maret 1999 4. 8. 17-18 Oktober 2000. Peserta Pelatihan Pembuatan Perangkat Ajar Berbantuan Komputer yang diselenggarakan oleh UPT P2AP Unib tgl 3 Pebruari 2001 10. Peserta Peserta Seminar dan Lokakarya PPL 1 dan PPL Seawal Mungkin yang diselenggarakan oleh FKIP Unib tgl 3 Juli 1999 5. Peserta Seminar Nasional Pendalaman Materi Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) yang diselenggarakan oleh PAU UT di Bogor tgl 13-16 September 1999 6. Peserta Pertemuan Ilmiah Sivitas Akademika FKIP Unib dengan tema Menuju Otonomi Pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan Pendidikan Berbasiskan Masyarakat tgl 15 Nopember 2000 9. di Unib tgl 22 Agustus 2001 12. Peserta Penataran dan Lokakarya Pembelajaran Bermutu di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh ………. Pemakalah pada Seminar Nasional ”Pendidikan Berbasis Sekolah Menyongsong Otonomi Daerah dan Bengkulu sebagai Kota Pelajar” di Bengkulu. Peserta Pelatihan Penulisan Bahan Ajar di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh PAU UT di Bogor tgl 24 Desember 1999 7. Peserta Pelatihan Applied Approach (AA) Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh UPT P2AP Unib tgl.2. Peserta Pelatihan Guru Pamong dan Dosen Pembimbing PPL yang diselenggarakan oleh FKIP Unib tgl.di Unib tgl 25-30 Mei 2001 11. 28 Desember 1998 3... Peserta Seminar Nasional tentang Isu Kunci Pembaharuan Kurikulum dan Pendidikan yang diselenggarakan oleh UNJ tgl 14 Nopember 2001 13. Peserta Seminar Nasional tentang Mewujudkan Demokrasi dalam Masyarakat yang diselenggarakan di Gedung BKKBN Pusat Jakarta tgl 1 Juni 2002 37 . Peserta Penataran dan Lokakarya Penataan dan Pemberdayaan Jurusan Akademik di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh ……….

yang diselenggarakan oleh UPI Bandung tgl 19-20 April 2005 23. Pemakalah pada Semiloka Nasional Teknologi Pendidikan dan Kongres IPTPI Ke-V di Aula Gedung M Pascasarjana UNJ. Peserta Seminar dan Lokakarya Nasional Validasi Kurikulum FKIP yang diselenggarakan oleh UKI Jakarta tgl 10 April 2003 16. 2930 Nopember 2004. yang diselenggarakan oleh FKIP UNS Solo tgl 12 April 2007 24. Peserta Seminar Nasional Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Trend Baru Pengajaran Bahasa dan Sastra. Peserta Seminar dan Lokakarya Nasional tentang Reorientasi Paradigma Penelitian dalam Kawasan Teknologi Pendidikan yang diselenggarakan oleh Prodi TP PPs UNJ tgl 19 Maret 2003 15. Peserta Seminar dan Lokakarya Nasional Eksistensi Ilmu Pendidikan dan Implementasinya dalam Pengembangan Kurikulum LPTK. Pemakalah pada Seminar Nasional ”Pendidikan Berbasis Sekolah Menyongsong Otonomi Daerah dan Bengkulu sebagai Kota Pelajar” di Bengkulu. Pemakalah Seminar Nasional tentang “Implementasi Program Kualifikasi dan Sertifikasi Guru: Guru. 19. yang diselenggarakan oleh Prodi Bahasa Indonesia FKIP Unib tgl 22 Mei 2004 17. Peserta Seminar Nasional tentang Kiat Menggali Potensi Anak yang diselenggarakan di Bank Bukopin Jakarta tgl 2 Oktober 2004 18. Peserta Seminar dan Lokakarya Nasional tentang Arah Baru Pengembangan Ilmu Pendidikan: Landasan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Berbudaya. 17-18 Oktober 2004 20. Peserta Seminar Internasional tentang “Enhancing Environmental Awareness of Individual Worldwide by Increasing Scientific Understanding og the Erath. Pemakalah pada Seminar Nasional ”Manajemen Sekolah Dasar di Era Otonomi” di Bandarlampung. yang diselenggarakan oleh UNJ Jakarta tgl 12 April 2005 22.14. Mutu dan Pembangunan 38 . 9-11 Desember 2004 21.

Pemakalah Seminar Nasional tentang ”Perkembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia: Pengembangan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Memanfaatkan Multiple Intellligence di Sekolah Dasar”. yang diselenggarakan oleh UNP Padang tgl 7-9 Nopember 2009.Bangsa”. 39 . 29. Kepala Sekolah. 27. Pemakalah seminar internasional pendidikan dan temu karya Dekan FIP/FKIP BKS/PTN Wilayah Barat Indonesia dengan tema “Membangun SDM yang Berkualitas melalui Peningkatan Profesionalisasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan”. yang diselenggarakan oleh Prodi Bahasa Indonesia FKIP Unib tgl 19 Nopember 2007. yang diselenggarakan oleh Prodi MMP Unib tgl 2 Pebruari 2008 28. Tim Reviewer Hibah Pengajaran PHK S1 PGSD A FKIP Unib tahun 2008-2010. 5 September 2007 25. Pemakalah Seminar Internasional tentang ”A Cultural Difference Approach to Inprove Educational Management Quality at Post Graduate Programs”. yang diselenggarakan oleh FKIP Unib tgl. Pemakalah Seminar Nasional tentang ”Implementasi NilaiNilai Akademik dalam Pembangunan dan Sertifikasi Guru. dan Pengawas”. yang diselenggarakan oleh Prodi MMP Unib tgl 1 September 2007 26.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->