Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH BIOLOGI SEL

HUBUNGAN ANTARA RETIKULUM ENDOPLASMA


dengan APARATUS GOLGI

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Biologi Sel yang dibimbing oleh
Dra. Umi Lestari, Mpd.

Oleh:
ITA LESTARI
NIM.109341417210
Off. B

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG

OKTEBER 2010
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas ridho
dan rahmatNya sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat waktu. Makalah ini
diharapkan dapat dijadikan tambahan pengetahuan dan bahan rujukan dalam
mempelajari Biologi sel.
Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah
memberi dukungan dan mambantu dalam menyelesaikan portofolio ini. Tidak
lupa penulis juga sampaikan terimakasih kepada Dra. Umi Lestari, Mpd. sebagai
Dosen pembimbing yang telah membimbing matakuliah Biologi Sel pada
semester III ini.
Makalah ini berisi penjelasan tentang hubungan antara Retikulum
Endoplasma dan Aparatus Golgi yang ada di dalam sel.
Segala upaya telah dilakukan untuk menyempurnakan makalah ini, namun
pastilah masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan saran dan kritik yang mendukung guna menyempurnakan makalah
selajutnya.
Akhirnya semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca
sebagai salah satu rujukan dan bahan materi mengenai biologi sel.

Malang, 11 Oktober 2010

Penulis
I.PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sesuai dengan arti dari Biologi Sel itu sendiri, bahwa kajian dari
matakuliah ini adalah mengenai sel sebagai penyusun tubuh, baik tubuh sel
eukariot maupun prokariot. Pembahasan tersebut berkenaan dengan struktur,
komponen penyusun dari organel tersebut, tempat dari organel, fungsi, dan
hubungan antara rganel yang satu dengan organel yang lain.
Dalam mempelajari sesuatu, tentu saja akan lebih paham jika ada tugas
yang berkenaan dengan materi tersebut. Karena hal tersebutlah, maka makalah ini
disusun. Tentu saja selain untuk sekedar memenuhi tugas dari matakuliah Biologi
Sel, namun lebih kepada pemahanan mahasiswa tentang hubungan antara
Retikulum endoplasma dengan Aparatus golgi.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan Retukulum endoplasma?
2. Apakah yang dimaksud dengan Aparatus golgi?
3. Apa saja fungsi dari Retukulum endoplasma?
4. Apa saja fungsi dari Aparatus golgi?
5. Apakah hubungan antara Retukulum enodplasma dengan Aparatus
golgi?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari Retukulum endoplasma.
2. Untuk mengetahui pengertian dari Aparatus golgi.
3. Untuk mengetahui fungsi dari Retukulum endoplasma.
4. Untuk mengetahui fungsi dari Aparatus golgi.
5. Untuk mengetahui hubungan antara Retukulum endoplasma dengan
Aparatus golgi.
II. ISI
A. Pengertian Retikulum Endoplasma
Reticulum endoplasam merupakan sistem membran yag mengisi 50 % dari
sistem membran dalam sel. RE memiliki membran yang berlipat-lipat dan
membentuk ruangan berupa labirin di dalamnya, yang disebut lumen RE.
Membran dari RE lebih tipis daripada membran sel. Hal tersebut
dikarenakan komposisi dari molekulernya. Perbandingan protein dengan lipida
pada selaput RE lebih tinggi daripada selaput membran sel. Selain itu, kadar
kolesterolnya lebih rendah daripada selaput sel. Karena hal tersebutlah, selaput
RE lebih kental dan stabil. Rantai asam lemak pada RE juga lebih pendek dan
benyak yang tidak jenuh, sehingga perpindahan kea rah lateral lebih mudah
daripada selaput sel. Dan karena hal itulah RE dikatakan lebih dinamis daripada
membran sel.
Analisis kimia menyatakan bahwa protein dalam membran RE berupa
glikoprotein, dan berupa enzim-enzim daklam rantai molekul pembawa elekron.
Enzim-enzim tersebut antara lain: Hidrolase, terutama Glukosa -6- fosfatase, dan
nukleosida-fosfatase, enzim yang berperan dalam metabolism lemak, sintesis
fosfolipida, dan steroid glikosil transferase yang berperan sebagai katalisator
dalam proses sintesis glikolipida dan glikoprotein. Sementara enzim terbanyak di
dalam selaput RE adalah glukosa-6-fosfatase. Selain protein, RE juga tersusun
dari 30-50% lemak.
Lumen di dalamRE tersusun dari cairan akuosa, yang merupakan larutan
dari berbagai jenis protein. Dan jens dari protein tersebut bergantung pada jenis
dari sel, keadaan fisiologis dan individu.
RE terdiri dari 2 macam membran, yaitu REG (Granular/kasar) dimana
permukaanya banyak ditempeli ribosom, dan REA (Agranular/halus) yang
permukaanya halus tanpa adanya ribosom.
REG merupakan organel yang bebatas membran yang tersusun dari
kantong pipih yang disebut dengan sisterna. Sementara komponen REA berbetnuk
tubular.
Selain karena ada dan tidaknya ribosom dan bentuk dari membrannya,
REA dan REG memiliki perbedaan dalam komponen penyususnya, yaitu:
• Kandungan fosfolipid lebih tinggi pada REA
• Perbandingan kuantitas fosfolipida dan kolesterol adalah 15 untuk REG
dan 4 untuk REA
• Glukosa-6-fosfat terutama di REG
• 5-Nukleolidase terutama pada REA

B. Pengertian Aparatus Golgi


Golgi dapat dikatakan sebagai turunana dari RE, yaitu terbentuk dari
vesikel yang terlepas dari RE. Jadi dapat disimpulkan bahwa struktur dan
komponen dari RE dan AG sama.
Struktur badan Golgi berupa berkas kantung berbentuk cakram yang
bercabang menjadi serangkaian pembuluh yang sangat kecil di ujungnya. Karena
hubungannya dengan fungsi pengeluaran sel amat erat, pembuluh mengumpulkan
dan membungkus karbohidrat serta zat-zat lain untuk diangkut ke permukaan sel.
Pembuluh itu juga menyumbang bahan bagi pembentukan dinding sel. Badan
golgi dibangun oleh membran yang berbentuk tubulus dan juga vesikula. Dari
tubulus dilepaskan kantung-kantung kecil yang berisi bahan-bahan yang
diperlukan seperti enzim-enzim pembentuk dinding sel.
Badan Golgi merupakan suatu bagian sel yang hampir serupa dengan
Retikulum Endoplasma. Hanya saja, Badan Golgi terdiri dari berlapis-lapis
ruangan yang juga ditutupi oleh membran. Badan Golgi mempunyai 2 bagian,
yaitu bagian cis dan bagian trans. Bagian cis menerima vesikel-vesikel yang pada
umumnya berasal dari Retikulum Endoplasma Kasar. Vesikel ini akan diserap ke
ruangan-ruangan di dalam Badan Golgi dan isi dari vesikel tersebut akan diproses
sedemikian rupa untuk penyempurnaan dan lain sebagainya.
Ruangan-ruangan tersebut akan bergerak dari bagian cis menuju bagian
trans. Di bagian inilah ruangan-ruangan tersebut akan memecahkan dirinya dan
membentuk vesikel, dan siap untuk disalurkan ke bagian-bagian sel yang lain atau
ke luar sel.
C. Fungsi Retikulum Endoplasma
1) Fungsi sintesa
• Sintesa lemak
Membran dari RE mengandung sistem enzimatik yang
bertanggung jawab pada pemanjangan dan saturasi dari asam
lemak
• Sintesa glycoprotein
Protein disintesis oleh REG, dana dapat berasosiasi dengan
gula (proses glycosiasi)
• Sintesa membran
Sintesa fosfolipida dan protein yang berasal dari pembentukan
membran sel.
• Sintesis hormon steriod
Hormone streroid banyak dihasilkan oleh sel yang meiliki
banyak REH
2) Fingsi penyimpanan
RE menyimpan dan mensekresikansubstansi yang berasal dari
intraselluler dan ekstraselluler.
3) Fungsi detoksifikasi
Enzim-enzim yang berperan dalam detoksifikasi terdapat dalam REA,
dan mayoritas adalah kelompok sitokrom P450. Senyawa-senyawa yang
berbahayadan bersifat racun dapat diubah menjadi tidak berbahaya.
Mayoritas tempat detoksifikasi terjadi di hati, namuada juga di ginjal,
paru-paru, usus, dan kulit. Di dalam selaput RE, mayoritas sel organ
tersebut terlarut dalam lipida dan dibuat tidak aktif oleh serangkaian
reaksi yang umunya merupakan oksidasi yang menggunakan oksigen
dan NADPH dengan bantuan katalisator NADPH-Sitokrom P450. Hasil
dari proses detoksifikasi ini berupa senyawa yang mudah larut dalam
air, sehingga mudah dibuang. Dalam proses detoksifikasi, REA lebih
berkembang daripada REG.
D. Fungsi Aparatus Golgi
1) Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada
sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan
lain.
2) Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama
seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi
bagian dari membrane plasma.
3) Membentuk dinding sel tumbuhan
4) Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa
yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan
lisosom.
5) Tempat untuk memodifikasi protein Untuk menyortir dan memaket
molekul-molekul untuk sekresi sel
6) Untuk membentuk lisosom
Enzim-enzim hidrolisa yang akan mengisi lisosom diproduksi dakam
RE dialirka ke sisterna yang bedekatam dengan badan golgi.

E. Hubungan Retikulum endoplasma dengan Aparatus Golgi


1) Proses glikosiasi
Sakarida yang pada awalnya sudah dibuat di REG, yang terikat
pada molekul protein dan lipida (D-galaktosa, D-manosa,a-fukosa, N-
asetil-D-glukosianin dengan cara diubah sedikit.
Oligosakarida terikat pada molekul polipepetida dapat dengan 2
cara, yaitu ikata N (untuk oligosakarida majemuk dan beranosa banyak),
dan ikatan O. Oligosakarida dengan ikatan N dapat terikat pada molekul
glikoproteinyang masuk, namun kadang-kadang keduanya berikatan pada
rantai polipepetida yang sama. Oligosakarida beranosa banyak tidak
mendapat tambahan monosakarida baru, justru oligosakarida majemuklah
yang mendapatkan monosakarida baru.
Bahan baku untuk menambah rantai oligosakarida berasal dari
sitosol dan diangkut ke lumen golgi melewatiprotein transmembran yang
juga mengeluarkan nukleotida sebagai hasil sampingan dari glikosiasi.
2) Pembentukan lisosom
Enzim-enzim hidrolisa yang akan mengisi lisosom diproduksi
dakam RE dialirka ke sisterna yang berdekatam dengan badan golgi.
Kemudian menumpuk di ujung-ujungnya menbentuk kuncup dan
gembungan. Gembungan yang berisi enzim ini kemudian menjadi
vesikula. Vesikula bergabung denagn sesamanya membentuk sisterna
badan golgi.
Didalamnya, enzim – enzim diproses, dimatangkan, dan dialirkan
ke bagian ujung-ujung sisterna sebelah atas dan membentuk kuncup dan
menggembung, kemudian lepas menjadi vakuola-vakuola yang sudah
terisi enzim-enzim hidrolisa yang disebut lisosom primer. jika lisosom
primer bergabung dengan fagosom, yaitu vakuola yang terbentuk oleh
phagositosis siatu zat atau bahan lain dari luar sel, maka akan menjadi
lisosom seunder. didalam lisosom sekunder inilah terjadi pencernaan zat
oleh tumbuhan.
3) sintesis dan penyaluran protein
Pada awalnya, protein telah dibuat di RE yang juga berhubungan
dengan inti. Namun akan diproses lebih lanjut di AG. Kompleks golgi
adalah pusat pemilahan sebelum protein diarahkan ke lisosom, vesikel
sekresi dan membran plasma. Fungsi utama kompleks golgi adalah
mengubah dan menyempurnakan unit karbohidrat pada glikoprotein serta
sebagai pusat pemilahan protein utama dalam sel.
Sisi cis menerima vesikel dari RE. Seperangkat vesikel lain
memindahkan protein kompartmen golgi. Cis ke medial selanjutnya ke
trans. Sisi trans mengirimkan protein yang berbeda-beda ke berbagai
tujuan. Protein juga dipindahkan oleh vesikel dari kompartmen golgi yang
satu dengan kompartmen golgi yang lain. Unit karbohidrat pada
glikoprotein diubah di tiap kompartmen ini.
Enzim yang akan dikirim ke lisosom mengandung suatu corak
dengan konformasi yang menyebabkan penambahan unit manosa 6 posfat.
Gula posfat ini dikendali dengan suatu reseptor membran yang membawa
glikoprotein ke prelisosom yang selanjutnya melebur dengan lisosom.
III. PENUTUP
A. Kesimpulan
RE merupakan organel yang tersusun dari membran dalam bentuk ruang
labirin, sehingga dapat membentuk lorong-lorong yang saling terhubung sati-sama
lainya. RE terdiri dari dua ruangan, yaitu ruangan yang memiliki banyak ribosom
(REG/REK), dan ruangan yang halus (REA/REH). Perbedaan keduanya terletak
pada ada tidaknya ribosom, bentuk membrane, dan perbedaan komposisi senyawa
yang menyusun.
AG merupakam organel yang terbentuk dari vesikel RE. Sehingga, struktur
membran dari RE dan AG dapat dikatakan sama karena bisa saling terhubung. AG
terdiri daro membran yang bertumpuk.
RE memiliki fungsi umum sebagai bioseintesis yang dapat mensintesis
membran dan senyawa-senyawa yang dibutuhkan oleh sel itu sendiri.
Sementara fungsi dari AG lebih cenderung kepada memrosesan protein
yang sudah dibuat REG, dan penyortiran, serta pembentukan membran pelindung
sel, yaitu membran plasma dan dinding sel tumbuhan.
Antara RE dan AG terjalin suatu hubungan yang sangat erat dan berkaitan
dengan fungsinya yaitu, pembuatan protein dan glicoptotein. Pada dasarnya sama,
yang membedakan hanyalah adanya gugus glukosa pada glikoprotein.

B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

1. Karp, Gerald. 2004. Cell and moleculer Biology. USA : Von Hoffmann press.

2. Reksoatmojo, Issoegianti. 1994. Biologi Sel. Yogyakarta : DEPDIKBUD.

3. Artikel struktur dan fungsi sistem endomembran.


4. Yatim, Wildan. 1987. Bilogi Modern. Bandung: Tarsito.