P. 1
Babii Pengukuran Dasare

Babii Pengukuran Dasare

|Views: 126|Likes:
Dipublikasikan oleh Carlin D'amour

More info:

Published by: Carlin D'amour on Dec 14, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2012

pdf

text

original

Laporan Praktikum Fisika Dasar 3

Jurusan D3 Teknik Sipil Infrastruktur 2008

Kelompok I14 Bab II Pengukuran Dasar

BAB II
PENGUKURAN DASAR

2.1 MAKSUD DAN TUJUAN
1. Dapat melakukan pengukuran terhadap besaran dasar : panjang, massa,
waktu.
2. Dapat melakukan pengukuran terhadap besaran turunan : luas, volume,
massa jenis.
3. Mempelajari alat ukur-ukur dasar.
4. Menuliskan dengan benar bilangan berarti hasil pengukuran atau
perhitungan.
5. Menghitung besaran lain berdasarkan yang terukur langsung.

2.2 DASAR TEORI
Terdapat berbagai macam alat ukur untuk menentukan ukuran panjang
antara lain mistar, jangka sorong, micro meter sekrup, dll. Alat-alat tersebut
disebut alat ukur langsung karena obyek yang diukur akan dibandingkan dengan
skala pada alat ukurnya secara langsung.
Perlu diingat definisi konsep yang berkaitan dengan pengukuran antara lain :
Sistem satuan : ………?
Batas ukur : ………?
Ketelitian : ………?
Alat ukur massa yang umum adalah neraca, sedangkan alat ukur waktu
adalah arloji atau stopwatch.
Besaran ukuran dapat ditentukan dengan mengukur besaran dasar tersebut,
misalnya ukuran luas kertas ditentukan oleh panjang dan lebar kertas. Ukuran
volume balok dinyatakan dengan panjang, lebar dan tebalnya. Di sini perlu diingat
konsep yang berkaitan dengan menyatakan hasil pengukurannya, misal : Angka
penting, ketidakpastian hasil/ralat, dll.
Suatu kasus : sebuah benda berbentuk sembarang. Bagaimana menentukan
volumenya ? Misalkan mempunyai volume V dan massa m, maka massa jenis
dapat dinyatakan :
V
m
= p ……… (1), m = massa benda, V=Volume benda, maka massa jenis benda
dapat dinyatakan dengan persamaan (1).





Laporan Praktikum Fisika Dasar 4
Jurusan D3 Teknik Sipil Infrastruktur 2008

Kelompok I14 Bab II Pengukuran Dasar

2.2.1 Pengenalan Alat
a. Jangka Sorong
Mempumyai dua rahang dan satu penduga. Rahang dalam digunakan untuk
mengukur diameter bagian dalam. Rahang luar digunakan untuk mengukur
diameter bagian luar, sedangkan penduga digunakan untuk mengukur kedalaman.
Roda penggerak digunakan untuk menggeser-geser rahang agar dapat
mendapaktkan hasil pengukuran yang tepat. Pengunci rahang digunakan untuk
mengunci setelah besaran yang diukur dapat terukur supaya tidak bergeser-geser.

b. Mikrometer sekrup
Hanya dapat digunakan untuk mengukur bagian luar saja. Cara menggunakannya
adalah putarkan bagian pemutus halus. Jika sudah pas, ditandai dengan bunyi
“klik”, kunci dengan menggunakan pengait. Skala besarnya adalah horizontal,
sedangkan skala penghalusnya bagian vertikal terdiri dari 50 skala horizontal
sebesar 0,5 mm.

c.Neraca
Neraca menggunakan prinsip keseimbangan karena bidang kerjanya harus
mendatar. Ketelitiannya adalah 0,1gr. Cara pengukuran massa benda dengan
neraca adalah:
1. Letakkan benda pada cawan penimbang.
2. Geser beban-beban yang ada pada lengan-lengannya hingga terjadi
keseimbangan terhadap angka nol pada ujung paling kanan.
3. Baca berapa gram massa benda tersebut.

2.3 ALAT DAN BAHAN
2.3.1 Alat-alat
a. Jangka sorong
b. Mikrometer sekrup
c. Neraca / Timbangan


2.3.2 Bahan
a. Kelereng (bola pejal)
b. Silinder
c. Anular silinder





Laporan Praktikum Fisika Dasar 5
Jurusan D3 Teknik Sipil Infrastruktur 2008

Kelompok I14 Bab II Pengukuran Dasar

2.4 GAMBAR ALAT








Gambar 2.1 Jangka sorong














Gamabar 2.2 Mikrometer sekrup










Gambar 2.3 Neraca / Timbangan


2.5 PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menyediakan Jangka sorong, mikrometer sekrup, dan neraca timbang.
2. Menyediakan benda kuningan / bahan dengan bentuk yang berbeda-beda.
3. Mengukur benda menggunakan jangka sorong sebanyak 5 kali.
Landasan
Spindel
Mur Kontra
Lidah Skala
Sekrup Perasa
Sorong
Sengkang
Laporan Praktikum Fisika Dasar 6
Jurusan D3 Teknik Sipil Infrastruktur 2008

Kelompok I14 Bab II Pengukuran Dasar

4. Mengukur diameter benda dengan menggunakan mikrometer sekrup sebanyak
5 kali.
5. Mengukur massa benda dengan menggunakan neraca sebanyak 5 kali.
6. Menghitung volume dan massa jenis benda dengan menggunakan hasil
pengukuran yang diperoleh.
7. Mencatat data hasil yang diperoleh.
8. Menganalisa hasil.
9. Menarik kesimpulan.
2.6 ALUR KERJA
Mulai


Menyiapkan peralatan


Menyiapkan bahan-bahan


Mengukur dimensi benda


Mencatat hasil pengukuran


Menganalisa data


Menarik kesimpulan


Selesai

Diagram 2.1 Alur kerja pengukuran





Laporan Praktikum Fisika Dasar 7
Jurusan D3 Teknik Sipil Infrastruktur 2008

Kelompok I14 Bab II Pengukuran Dasar

2.7 DATA PERCOBAAN
Tabel 2.1 Kelereng ( Bola Pejal)

Tabel 2.2 Silinder Pejal

Tabel 2.3 Anular Silinder


2.8 ANALISIS DATA
Tabel 2.4 Hasil Analisis Silinder Pejal
Perc. 1 Perc. 2 Perc. 3 Perc. 4 Perc. 5 Rata-rata Satuan
L 4,41 4,45 4,44 4,48 4,43 4,442 cm
D 1,0975 1,0925 1,0925 1,0920 1,0930 1,0935 cm
V 4,170 4,169 4,160 4,194 4,154 4,170 cm
3

DV 0 0,003 0,01 0,024 0,016 0,0106 cm
3

m 79,6 79,5 79,55 79,65 79,6 79,58 gr
ρ 19,090 19,068 19,122 18,993 19,160 19,086 gr/cm
3

dρ 0,004 0,018 0,036 0,093 0,074 0,045 gr/cm
3






Keterangan
Percobaan Ke- Rata-
rata
1 2 3 4 5
D(cm) 22,2
22,22 22,23 22,205 22,26
22,223
M(gram) 45
44,6 44,8 44,75 44,9
44,81
Keterangan
Percobaan Ke- Rata -
rata
1 2 3 4 5
L(cm) 4,41 4,45 4,44 4,48 4,43 4,442
D(cm) 1,0975 1,0925 1,0925 1,0920 1,0930 1,0935
M(gram) 79,6 79,5 79,55 79,65 79,6 79,58
Keterangan
Percobaan Ke- Rata -
rata
1 2 3 4 5
L(cm) 4,475 4,480 4,470 4,475 4,485 4,477
D
1
(cm) (luar) 1,6420 1,6415 1,6430 1,6420 1,6430 1,6423
D
2
(cm) (dalam) 1,0475 1,025 1,045 1,035 1,03 1,0365
M(gram) 57 56,9 56,75 56,8 56,85 56,86
Laporan Praktikum Fisika Dasar 8
Jurusan D3 Teknik Sipil Infrastruktur 2008

Kelompok I14 Bab II Pengukuran Dasar

Tabel 2.5 Hasil Analisis Kelereng
Perc. 1 Perc. 2 Perc. 3 Perc. 4 Perc. 5 Rata-rata Satuan
D 22,2 22,22 22,23 22,205 22,26 22,223 cm
V 11,611 11,621 11,626 11,613 11,642 11,623 cm
3

DV 0,012 0,002 0,003 0,010 0,019 0,009 cm
3

m 45 44,6 44,8 44,75 44,9 44,81 gr
ρ 3,876 3,838 3,853 3,853 3,857 3,855 gr/cm
3

dρ 0,021 0,017 0,002 0,002 0,002 0,044 gr/cm
3


Tabel 2.6 Hasil Analisis Anular Silinder
Perc. 1 Perc. 2 Perc. 3 Perc. 4 Perc. 5 Rata-rata Satuan
L 4,475 4,480 4,470 4,475 4,485 4,477 cm
D1 1,6420 1,6415 1,6430 1,6420 1,6430 1,6423 cm
D2 1,0475 1,025 1,045 1,035 1,03 1,0365 cm
V 5,617 5,781 5,640 5,708 5,769 5,703 cm
3

DV 0,086 0,078 0,063 0,005 0,066 0,06 cm
3

m 57 56,9 56,75 56,8 56,85 56,86 gr
ρ 10,148 9,842 10,061 9,951 9,855 9,971 gr/cm
3

Dρ 0,177 0,129 0,090 0,020 0,116 0,106 gr/cm
3


Tabel 2.7 Analisa Volume
Silinder Pejal Anular Silinder Kelereng
n
v
v
E
= 4,170 5,703 11,623
v A =
1
) (
2
÷
÷ E
n
v v
i

0,053 0,3 0,027
v v v A ± =
0
4,170±0,053 5,703±0,3 11,623±0,027
Ralat relative
= % % 100 a
v
v
= ×
A

1,27% 5,26% 0,23%
Ketelitian
(100-a)%
98,73% 94,74% 99,77%


Laporan Praktikum Fisika Dasar 9
Jurusan D3 Teknik Sipil Infrastruktur 2008

Kelompok I14 Bab II Pengukuran Dasar

Tabel 2.8 Analisa Rapat Massa Jenis
Silinder Pejal
Anular
Silinder
Kelereng
n
p
p
E
= (gr/cm
3
) 19,086 9,971 3,855
1
) (
2
÷
÷ E
= A
n
i
p p
p (gr/cm
3
)
0,063 0,132 0,0136
p p p + A =
0
(gr/cm
3
) 19,086±0,063 9,971±0,132 3,855±0,0136
Ralat relative
% 100
0
0
a = ×
A
p
p

0,33% 1.32% 0,35%
Ketelitian(100-A)% 99,67% 98,68% 99,65%

Keterangan :
D = Diameter (cm)
V = Volume (cm
3
)
m = massa (gram)
p = massa jenis
|
.
|

\
|
3 cm
gr

L = Tinggi ( cm)
D
1
= Diameter luar (cm)
D
2
= Diameter dalam (cm)

2.9 PEMBAHASAN
2.9.1 Hasil analisis data
1. Silinder Pejal
V = ¼.π.d
2
.L
= 4,170 cm
3
ρ = m/v
=19,086 gr/cm
3

Laporan Praktikum Fisika Dasar 10
Jurusan D3 Teknik Sipil Infrastruktur 2008

Kelompok I14 Bab II Pengukuran Dasar




2. Anular Silinder
V = ¼.π.L.(d
1
2
-d
2
2
)
= 5,703 cm
3

ρ = m/v
= 9,971 gr/cm
3


3. Kelereng
V = 1/6.π.d
3

= 11,623 cm
3
ρ =m/v
= 3,855 gr/ cm
3


2.9.2 Hasil pengukuran akhir
V Silinder pejal = 4,170±0,053 cm
3

V Anular Silinder = 5,703±0,3 cm
3

V Kelereng = 11,623±0,027 cm
3



2.10 APLIKASI DALAM BIDANG TEKNIK SIPIL
a. Pengukuran kayu
b. Pengukuran kedalaman bendungan
c. Pengukuran besi kolom

Kegunaan dari jangka sorong:
- Mengukur diameter suatu benda.
- Mengukur tebal suatu batang.
- Menghitung panjang suatu batang .

Kegunaan dari micrometer sekrup:
- Mengukur ketebalan suatu benda.
- Mengukur diameter bola.

Kegunaan dari neraca teknis
- Menghitung massa dari suatu benda.

Laporan Praktikum Fisika Dasar 11
Jurusan D3 Teknik Sipil Infrastruktur 2008

Kelompok I14 Bab II Pengukuran Dasar

2.11 KESIMPULAN
Dari hasil praktikum dan pengolahan data maka dari praktikum ini dapat ditarik
kesimpulan :
1. Dalam melakukan perhitungan terdapat perbedaan-perbedaan perhitungan yang
faktor-faktornya antara lain :
a. Kesalahan dalam diri praktikan
- Kurang teliti dalam membaca skala
- Kurang teliti dalam membaca contoh
- Kurang pahamnya praktikan akan petunjuk praktikan (cara kerja
dan cara penggunaan alat)
b. Kesalahan alat dan bahan
- Alat atau bahan dalam kondisi yang kurang baiksetelah digunakan
berulang-ulang dalam praktikum
2. Dalam melakukan praktikum kelompok praktikan tidak melakukan perhitungan
volume secara biasa sehingga tidak dapat melakukan perbandingan dengan
perhitungan volume yang dihitung dengan menggunakan rumus.
3. Dari hasil perhitungan dan pembahasan diatas dapat disimpulkan besar volume
dengan cara pengukuran dan rapat massa keempat benda yang diamati:

Tabel 2.9 Volume dan Rapat Massa
Volume Pengukuran Rapat Massa
Silinder pejal 4,170 cm
3
19,086 gr/cm
3

Anular Silinder 5,703 cm
3
9,971 gr/cm
3

Bola Bening 11,623 cm
3
3,855 gr/ cm
3




















You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->