Anda di halaman 1dari 24

Material komposit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa
Halaman ini belum atau baru diterjemahkan sebagian dari bahasa Inggris.
Bantulah Wikipedia untuk melanjutkannya. Lihat panduan penerjemahan Wikipedia.

Material komposit adalah material yang terbuat dari dua bahan atau lebih yang tetap terpisah
dan berbeda dalam level makroskopik selagi membentuk komponen tunggal.

Daftar isi
[sembunyikan]

• 1 Bahan komposit
• 2 Keunggulan bahan komposit
• 3 Aplikasi bahan komposit
• 4 Contoh material komposit
• 5 Referensi
• 6 Lihat pula

• 7 Pranala luar

[sunting] Bahan komposit


Bahan komposit (atau komposit) adalah suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari
dua atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan berbeda satu sama lainnya baik itu sifat
kimia maupun fisikanya dan tetap terpisah dalam hasil akhir bahan tersebut (bahan komposit).

[sunting] Keunggulan bahan komposit


Bahan komposit memiliki banyak keunggulan, diantaranya berat yang lebih ringan, kekuatan dan
kekuatan yang lebih tinggi, tahan korosi dan memiliki biaya perakitan yang lebih murah karena
berkurangnya jumlah komponen dan baut-baut penyambung. Kekuatan tarik dari komposit serat
karbon lebih tinggi daripada semua paduan logam. Semua itu menghasilkan berat pesawat yang
lebih ringan, daya angkut yang lebih besar, hemat bahan bakar dan jarak tempuh yang lebih jauh.

[sunting] Aplikasi bahan komposit


Militer Amerika Serikat adalah pihak yang pertama kali mengembangkan dan memakai bahan
komposit. Pesawat AV-8D mempunyai kandungan bahan komposit 27% dalam struktur rangka
pesawat pawa awal tahu 1980-an. Penggunaan bahan komposit dalam skala besar pertama kali
terjadi pada tahun 1985. Ketika itu Airbus A320 pertama kali terbang dengan stabiliser
horisontal dan vertikal yang terbuat dari bahan komposit. Airbus telah menggunakan komposit
sampai dengan 15% dari berat total rangka pesawat untuk seri A320, A330 dan A340.[1]

[sunting] Contoh material komposit


• Plastik diperkuat fiber:
o Diklasifikasikan oleh jenis fiber:
 Wood (cellulose fibers in a lignin and hemicellulose matrix)
 Carbon-fibre reinforced plastic atau CRP
 Glass-fibre reinforced plastic atau GRP (informally, "fiberglass")
o Diklasifikasikan oleh matriks:
 Komposit Thermoplastik
 long fiber thermoplastics or long fiber reinforced thermoplastics
 glass mat thermoplastics
 Thermoset Composites

• Metal matrix composite MMC:


o Cast iron putih
o Hardmetal (carbide in metal matrix)
o Metal-intermetallic laminate
• Ceramic matrix composites:
o Cermet (ceramic and metal)
o concrete
o Reinforced carbon-carbon (carbon fibre in a graphite matrix)
o Bone (hydroxyapatite reinforced with collagen fibers)
• Organic matrix/ceramic aggregate composites
o Mother of Pearl
o Syntactic foam
o Asphalt concrete
• Chobham armour (lihat composite armour)

• Engineered wood
o Plywood
o Oriented strand board
o Wood plastic composite (recycled wood fiber in polyethylene matrix)
o Pykrete (sawdust in ice matrix)

• Plastic-impregnated or laminated paper or textiles


o Arborite
o Formica (plastic)
PANDUAN UNTUK KOMPOSIT
September 27th, 2008 · 38 Comments

Pada umumnya bentuk dasar suatu bahan komposit adalah tunggal dimana merupakan susunan dari
paling tidak terdapat dua unsur yang bekerja bersama untuk menghasilkan sifat-sifat bahan yang
berbeda terhadap sifat-sifat unsur bahan penyusunnya. Dalam prakteknya komposit terdiri dari
suatu bahan utama (matrik – matrix) dan suatu jenis penguatan (reinforcement) yang ditambahkan
untuk meningkatkan kekuatan dan kekakuan matrik. Penguatan ini biasanya dalam bentuk serat
(fibre, fiber).
Sekarang, pada umumnya komposit yang dibuat manusia dapat dibagi kedalam tiga kelompok
utama:
1. Komposit Matrik Polimer (Polymer Matrix Composites – PMC)
2. Komposit Matrik Logam (Metal Matrix Composites – MMC)
3. Komposit Matrik Keramik (Ceramic Matrix Composites – CMC)
Komposit Matrik Polimer (Polymer Matrix Composites – PMC) – Bahan ini merupakan bahan
komposit yang sering digunakan disebut, Polimer Berpenguatan Serat (FRP – Fibre Reinforced
Polymers or Plastics) – bahan ini menggunakan suatu polimer-berdasar resin sebagai matriknya,
dan suatu jenis serat seperti kaca, karbon dan aramid (Kevlar) sebagai penguatannya.
Komposit Matrik Logam (Metal Matrix Composites – MMC) – ditemukan berkembang pada industri
otomotif, bahan ini menggunakan suatu logam seperti aluminium sebagai matrik dan penguatnya
dengan serat seperti silikon karbida.
Komposit Matrik Keramik (Ceramic Matrix Composites – CMC) – digunakan pada lingkungan
bertemperatur sangat tinggi, bahan ini menggunakan keramik sebagai matrik dan diperkuat dengan
serat pendek, atau serabut-serabut (whiskers) dimana terbuat dari silikon karbida atau boron nitrida
Komposit Matrik Polimer

Sistem resin seperti epoksi dan poliester mempunyai batasan penggunaan dalam manufaktur
strukturnya, dikarenakan sifat-sifat mekanik tidak terlalu tinggi dibandingkan sebagai contoh
sebagian besar logam. Bagaimanapun, bahan tersebut mempunyai sifat-sifat yang diinginkan,
sebagian besar khususnya kemampuan untuk dibentuk dengan mudah kedalam bentuk yang rumit.
Bahan seperti kaca, aramid dan boron mempunyai kekuatan tarik dan kekuatan tekan yang luar
biasa tinggi tetapi dalam ‘bentuk padat’ sifat-sifat ini tidak muncul. Hal ini berkenaan dengan
kenyataan ketika ditegangkan, serabut retak permukaan setiap bahan menjadi retak dan gagal
dibawah titik tegangan patah teoritisnya. Untuk mengatasi permasalahan ini, bahan diproduksi
dalam bentuk serat, sehingga, meskipun dengan jumlah serabut retak yang terjadi sama, serabut
retak tersebut terbatasi dalam sejumlah kecil serat dengan memperlihatkan sisa kekuatan teoritis
bahan. Oleh karena itu seikat serat akan mencerminkan lebih akurat kinerja optimum bahan.
Bagaimanapun juga satu serat dapat hanya memperlihatkan sifat-sifat kekuatan tarik sesuai panjang
serat, seperti halnya serat dalam suatu tali.
Jika sistem resin dikombinasikan dengan serat penguat seperti kaca, karbon dan aramid, sifat-sifat
yang luarbiasa dapat diperoleh. Matrik resin menyebarkan beban yang dikenakan terhadap
komposit antara setiap individu serat dan juga melindungi serat dari kerusakan karena abrasi dan
benturan. Kekuatan dan kekakuan yang tinggi, memudahkan pencetakan bentuk yang rumit,
ketahanan terhadap lingkungan yang tinggi dengan berat jenis rendah, membuat kesimpulan
komposite lebih superior terhadap logam dalam banyak aplikasi.

Bila Komposit Matrik Polimer mengabungkan sistem resin dan serat penguat, sifat-sifat yang
dihasilkan bahan komposit akan memadukan beberapa hal sifat-sifat yang dimiliki oleh resin dan
yang dimiliki oleh serat.

Secara umum, sifat-sifat komposit ditentukan oleh:


1. Sifat-sifat serat
2. Sifat-sifat resin
3. Rasio serat terhadap resin dalam komposit (Fraksi Volume Serat – Fibre Volume Fraction)
4. Geometri dan orientasi serat pada komposit
Bahan komposit dibentuk pada saat yang sama ketika struktur tersebut dibuat. Hal ini berarti bahwa
orang yang membuat struktur menciptakan sifat-sifat bahan komposit yang dihasilkan, dan juga
proses manufaktur yang digunakan biadanya merupakan bagian yang kritikal yang berperanan
menentukan kinerja struktur yang dihasilkan.

Pembebanan
Terdapat empat beban langsung utama dimana setiap bahan dalam suatu struktur harus
menahannya: tarik, tekan, geser/lintang dan lentur
Tarik
Gambar dibawah memperlihatkan beban tarik yang diterapkan pada suatu komposit. Reaksi
komposit terhadap beban tarik sangat tergantung pada sifat kekakuan dan kekuatan tarik dari serat
penguat, dimana jauh lebih tinggi dibandingkan dengan resinnya.
Tekan
Gambar dibawah ini memperlihatkan suatu komposit dibawah beban tekan. Disini sifat daya rekat
dan kekakuan dari sistem resin adalah penting, sebagaimana resin menjaga serat sebagai kolom
lurus dan menjaganya dari tekukan (buckling)
Geser/Lintang
Gambar dibawah ini memperlihatkan suatu komposit dikenakan beban geser. Beban ini mencoba
untuk meluncurkan setiap lapisan seratnya. Dibawah beban geser resin memainkan peranan utama,
memindahkan tegangan melintang komposit. Untuk membuat komposit tahan terhadap beban
geser, unsur resin harus tidak hanya mempunyai sifat-sifat mekanis yang baik tetapi juga daya rekat
yang tinggi terhadap serat penguat.
Lenturan
Beban lentursebetulnya merupakan kombinasi beban tarik, tekan dan geser. Ketika beban seperti
diperlihatkan, bagian atas terjadi tekan, bagian bawah terjadi tarik dan bagian tengah lapisan terjadi
geser.
Sistem-sistem Resin

Apapun sistem resin yang digunakan dalam bahan komposit akan memerlukan sifat-sifat berikut:
1. Sifat-sifat mekanis yang bagus
2. Sifat-sifat daya rekat yang bagus
3. Sifat-sifat ketangguhan yang bagus
4. Ketahanan terhadap degradasi lingkungan bagus
Sifat-sifat Mekanis Sistem Resin
Gambar dibawah memperlihatkan kurva tegangan/regangan untuk suatu sistem resin ideal. Kurva
untuk resin menunjukkan kekuatan puncak tinggi, kekakuan tinggi (ditunjukkan dengan kemiringan
awal) dan regangan tinggi terhadap kegagalan. Hal ini berarti bahwa resin pada awalnya kaku tetapi
pada waktu yang sama tidak akan mengalami kegagalan getas.

Seharusnya dicatat dimana ketika suatu komposit di bebani tarik, untuk mencapai sifat-sifat
mekanis yang optimal dari komponen serat, resin harus mampu berubah panjang paling tidak sama
dengan serat. Gambar dibawah ini memberikan regangan terhadap kegagalan yang dimiliki untuk
serat kaca-E, serat kaca-S, serat aramid, dan serat karbon berkekuatan tinggi (yaitu bukan dalam
bentuk komposit). Disini terlihat, sebagai contoh, serat kaca-S dengan perpanjangan 5,3%, akan
membutuhkan resin dengan perpanjangan paling tidak sama dengan nilai tersebut untuk mencapai
sifat tarik yang maksimum.

Sifat-sifat Daya rekat Sistem Resin


Daya rekat yang tinggi antara resin dan serat penguat diperlukan untuk apapun jenis sistem resin.
Hal ini akan menjamin bahwa beban dipindahkan secara efisiensi dan akan menjaga pecahnya atau
lepasnya ikatan serat dan resin ketika ditegangkan.
Sifat Ketangguhan Sistem Resin
Ketangguhan adalah suatu ukuran dari ketahanan bahan terhadap propaganda retak, tetapi dalam
komposit hal ini akan susah untuk diukur secara akurat. Bagaimanapun juga, kurva tegangan dan
regangan yang dimiliki sistem resin menyediakan beberapa indikasi ketangguhan bahan. Sistem
resin dengan regangan terhadap kegagalan yang rendah akan cenderung menciptakan komposit
yang getas, dimana retak dapat mudah terjadi.
Sifat terhadap Lingkungan Sistem Resin
Ketahanan terhadap lingkungan, air dan substansi agresif lain yang bagus, bersama-sama dengan
kemampuan untuk bertahan terhadap siklus tegangan konstan, adalah sifat yang paling esensi untuk
apapun jenis sistem resin. Sifat-sifat ini secara khusus penting untuk penggunaan pada lingkungan
laut.
Tags: Komposit
38 RESPONSES SO FAR ↓
• 1joe // Oct 19, 2008 at 8:40 pm

makasi banget mas,butuh bangetr buat presentasi

• 2Kus Hardoyo // Nov 19, 2008 at 2:04 pm

Pada diagram Teg. dan Reg. diatas, komposit mengalami deformasi plastis yang begitu panjangnya
( regangan ). Diagram diatas untuk resin dan fiber jenis apa? karena sejauh pengalaman saya di UPR
& Fiberglass, setelah tercapai beban puncak, langsung drop dan putus.
Makasih.
Salam,
• 3ellyawan // Nov 21, 2008 at 10:11 am

Betul itu mas, diagram teg-reg yang saya postkan disitu perbandingannya tidak sesuai hanya untuk
menunjukkan adanya deformasi plastik saja. Saya pernah menguji untuk serat nilon continuous
dengan fraksi berat resin yang lebih kecil bisa didapat deformasi plastik yang cukup besar, kemudian
serat nabati semisal kelapa juga menghasilkan deformasi plastik cukup (walaupun lebih rendah dari
nilon). Mungkin pemilihan serat dan perbandingan fraksi beratnya yang harus dicermati.

• 4kipson // Nov 23, 2008 at 10:24 am

aku mahasiswa semerter akhir di universitas lampung lagi bingung nih tentang sikripsi. sikripsi sayq
tentang komposit kaca. memang masih baru tapi saya lagi mencoba.. buat yang ada referensi tentang
komposit kaca tolong di kirim ke email saya
Soneo_24@yahoo.com
terimakasih
• 5Muh. Risal Mallombasi // Nov 25, 2008 at 11:33 am

Mas, sy mau tanya tentang contoh gambar alat Hidrolik Kompaksi (Mechanical Hydraulic Pressing)
yang dipakai untuk menge-press bahan MMC Al-TiO2…

Terima kasih…

^_^
PENGENDALIAN BAHAN KOMPOSIT

M. HENDRA S. GINTING, ST

Fakultas Teknik

Jurusan Teknik Kimia

Universitas Sumatera Utara

1. Pengenalan

Manusia sejak dari dulu telah berusaha untuk manciptakan berbagai produk yang

terdiri dari gabungan lebih dari satu bahan untuk menghasilkan suatu bahan yang
lebih

kuat, contohnya penggunaan jerami pendek untuk menguatkan batu bata di Mesir,

panah orang Mongolia yang menggabungkan kayu, otot binatang, sutera, dan
pedang

samurai Jepang yang terdiri dari banyak lapisan oksida besi yang berat dan liat.
Kebanyakan teknologi modern memerlukan bahan dengan kombinasi sifat-sifat
yang

luar biasa yang tidak boleh dicapai oleh bahan-bahan lazim seperti logam besi,

keramik, dan bahan polimer. Kenyataan ini adalah benar bagi bahan yang
diperlukan

untuk penggunaan dalam bidang angkasa lepas, perumahan, perkapalan,


kendaraan

dan industri pengangkutan. Karena bidang-bidang tersebut membutuhkan density


yang

rendah, flexural, dan tensile yang tinggi, viskosity yang baik dan hentaman yang
baik.

2. Definisi Bahan Komposit

Perkataan komposit memberikan suatu pengertian yang sangat luas dan berbeda-
beda

mengikut situasi dan perkembangan bahan itu sendiri. Gabungan dua atau lebih
bahan

merupakan suatu konsep yang diperkenalkan untuk menerangkan


definisinkomposit.

Walaupun demikian defenisi ini terlalu umum karena komposit ini merangkumi
semua

bahan termasuk plastik yang diperkuat dengan serat, logam alloy, keramik,
kopolimer,

plastik berpengisi atau apa saja campuran dua bahan atau lebih untuk
mendapatkan

suatu bahan yang baru.

Kita bisa melihat definisi komposit ini dari beberapa tahap seperti yang telah
digariskan

oleh Schwartz :

1. Tahap/Peringkat Atas

Suatu bahan yang terdiri dari dua atau lebih atom yang berbeda bolehlah dikatakan

sebagai bahan komposit. Ini termasuk alloyr polimer dan keramik. Bahan-bahan
yang terdiri dari unsur asal saja yang tidak termasuk dalam peringkat ini.

2. Tahap/Peringkat Mikrostruktur

Suatu bahan yang terdiri dari dua atau lebih struktur molekul atau fasa merupakan

suatu komposit. Mengikuti definisi ini banyak bahan yang secara tradisional dikenal

sebagai komposit seperti kebanyakan bahan logam. Contoh besi keluli yang

merupakan alloy multifusi yang terdiri dari karbon dan besi.

3. Tahap/Peringkat Makrostruktur

Merupakan gabungan bahan yang berbeda komposisi atau bentuk bagi


mendapatkan

suatu sifat atau ciri tertentu. Dimana konstituen gabungan masih tetap dalam
bentuk

2002 digitized by USU digital library 1 asal, dimana dapat ditandai secara fisik
dan melihatkan kesan antara muka antara

satu sama lain.

Kroschwitz dan rekan telah menyatakan bahwa komposit adalah bahan yang
terbentuk

apabila dua atau lebih komponen yang berlainan digabungkan. Rosato dan Di
Matitia

pula menyatakan bahwa plastik dan bahan-bahan penguat yang biasanya dalam

bentuk serat, dimana ada serat pendek, panjang, anyaman pabrik atau lainnya.
Selain

itu ada juga yang menyatakan bahwa bahan komposit adalah kombinasi bahan
tambah

yang berbentuk serat, butiran atau cuhisker seperti pengisi serbuk logam, serat
kaca,

karbon, aramid (kevlar), keramik, dan serat logam dalam julat panjang yang
berbedabeda didalam matriks.

Definisi yang lebih bermakna yaitu menurut Agarwal dan Broutman, yaitu
menyartakan

bahwa bahan komposit mempunyai ciri-ciri yang berbeda untuk dan komposisi
untuk
menghasilkan suatu bahan yang mempunyai sifat dan ciri tertentu yang berbeda
dari

sifat dan ciri konstituen asalnya. Disamping itu konstituen asal masih kekal dan

dihubungkan melalui suatu antara muka. Konstituen-konstituen ini dapat dikenal


pasti

secara fisikal.

Dengan kata lain, bahan komposit adalah bahan yang heterogen yang terdiri dari
dari

fasa tersebar dan fasa yang berterusan. Fasa tersebar selalunya terdiri dari serat
atau

bahan pengukuh, manakala yang berterusannya terdiri dari matriks.

3. Kepentingan Bahan Komposit

Kemajuan kini telah mendorong peningkatan dalam permintaan terhadap bahan

komposit. Perkembangan bidang sciences dan teknologi mulai menyulitkan bahan

konvensional seperti logam untuk memenuhi keperluan aplikasi baru. Bidang


angkasa

lepas, perkapalan, automobile dan industri pengangkutan merupakan contoh


aplikasi

yang memerlukan bahan-bahan yang berdensity rendah, tahan karat, kuat, kokoh
dan

tegar (5,10). Dalam kebanyakan bahan konvensional seperti keluli,walaupun kuat

ianya mempunyai density yang tinggi dan rapuh.

Oleh sebab itu bahan komposit yang mempunyai gabungan sifat yang diperlukan

seperti yang tertera pada tabel di bawah ini yang mulai mendapatkan perhatian
untuk

menggantikan bahan konvensional.

Tabel 1.

Perbandingan sifat-sifat mekanikal antara bahan konvensional dan komposit

Bahan Spesifik Kekuatan Kekuatan Modulus Modulus


Grafity Tensile Spesifik Tensile Spesifik

(Mpa) (MNm/kg) (Gpa) (MNm/kg)

Keluli 7,2 103,4-206,8 14,4-28,7 82,7 11,5

Allumenium 2,7 55,2-179,3 20,4 68,9 25,5

Epoksi 1,2 41,0 34,2 4,5 3,8

Epoksi/Kevlor

46(60%)

1,4 650,0 646,3 40,0 28,6

Nylon 1,1 70,0 61,4 2,0 1,8

Nylon/Serat Kaca

(25%)

1,5 207,0 138,0 14,0 9,3

2002 digitized by USU digital library 2 4. Kelebihan Bahan Komposit

Bahan komposit mempunyai beberapa kelebihan berbanding dengan bahan

konvensional seperti logam. Kelebihan tersebut pada umumnya dapat dilihat dari

beberapa sudut yang penting seperti sifat-sifat mekanikal dan fisikal, keupayaan

(reliability), kebolehprosesan dan biaya. Seperti yang diuraikan dibawah ini :

a. Sifat-sifat mekanikal dan fisikal

Pada umumnya pemilihan bahan matriks dan serat memainkan peranan penting

dalam menentukan sifat-sifat mekanik dan sifat komposit.

Gabungan matriks dan serta dapat menghasilkan komposit yang mempunyai

kekuatan dan kekakuan yang lebih tinggi dari bahan konvensional seperti keluli.

- Bahan komposit mempunyai density yang jauh lebih rendah berbanding dengan

bahan konvensional. Ini memberikan implikasi yang penting dalam konteks

penggunaan karena komposit akan mempunyai kekuatan dan kekakuan spesifik

yang lebih tinggi dari bahan konvensional. Implikasi kedua ialah produk komposit
yang dihasilkan akan mempunyai kerut yang lebih rendah dari logam. Pengurangan

berat adalah satu aspek yang penting dalam industri pembuatan seperti automobile

dan angkasa lepas. Ini karena berhubungan dengan penghematan bahan bakar.

- Dalam industri angkasa lepas terdapat kecendrungan untuk menggantikan

komponen yang diperbuat dari logam dengan komposit karena telah terbukti

komposit mempunyai rintangan terhadap fatigue yang baik terutamanya komposit

yang menggunakan serat karbon.

- Kelemahan logam yang agak terlihat jelas ialah rintangan terhadap kakisa yang

lemah terutama produk yang kebutuhan sehari-hari. Kecendrungan komponen

logam untuk mengalami kakisan menyebabkan biaya pembuatan yang tinggi.

Bahan komposit sebaiknya mempunyai rintangan terhadap kakisan yang baik.

- Bahan komposit juga mempunyai kelebihan dari segi versatility (berdaya guna)

yaitu produk yang mempunyai gabungan sifat-sifat yang menarik yang dapat

dihasilkan dengan mengubah sesuai jenis matriks dan serat yang digunakan.

Contoh dengan menggabungkan lebih dari satu serat dengan matriks untuk

menghasilkan komposit hibrid.

b. Sifat-sifat mekanikal dan fisikal

Kebolehprosesan merupakan suatu kriteria yang penting dalam penggunaan suatu

bahan untuk menghasilkan produk. Ini karena dikaitkan dengan produktivitas dan

mutu suatu produk. Perbandingan antara produktiviti dan kualiti adalah penting

dalam konteks pemasaran produk yang dipabrikasi. Selain dari itu kebolehprosesan

juga dikaitkan dengan keberbagai teknik fabrikasi yang dapat digunakan untuk

memproses suatu produk.

Adalah jelas bahwa bahan komposit dibolehprosesan dengan berbagai teknik

fabrikasi yang merupakan daya tarik yang dapat membuka ruang luas bagi
penggunaan bahan komposit. Contohnya untuk komposit termoplastik yang

mempunyai kelebihan dari segi pemrosesan yaitu ianya dapat diproses dengan

berbagai teknik fabrikasi yang umum yang biasadigunakan untuk memproses

termoplastik tanpa serat.

2002 digitized by USU digital library 3 c. Biaya

Faktur biaya juga memainkan peranan yang sangat penting dalam membantu

perkembangan industri komposit. Biaya yang berkaitan erat dengan penghasilan

suatu produk yang seharusnya memperhitungkan beberapa aspek seperti biaya

bahan mentah, pemrosesan, tenaga manusia, dan sebagainya.

5. Kegunaan Bahan Komposit

Penggunaan bahan komposit sangat luas, yaitu untu :

a. Angkasa luar

- Komponen kapal terbang

- Komponen Helikopter

- Komponen satelit

- Dan lain-lain

b. Automobile

- Komponen mesin

- Komponen kereta

- Dan lain-lain

c. Olah raga dan rekreasi

- Sepeda

- Stick golf

- Raket tenis

- Sepatu olah raga

- Dan lain-lain
d. Industri Pertahanan

- Komponen jet tempur

- Peluru

- Komponen kapal selam

- Dan lain-lain

e. Industri Pembinaan

- Jembatan

- Terowongan

- Rumah

- Dan lain-lain

f. Kesehatan

- Kaki palsu

- Sambungan sendi pada pinggang

- Dan lain-lain

g. Marine / Kelautan

- Kapal layar

- Kayak

- Dan lain-lain

h. Dan lain-lain

2002 digitized by USU digital library 4 DAFTAR PUSTAKA

1. Hull,D, “An Introduction to Composite Material”, Cambridge University Press,

Cambridge, 1985

2. Reinhard, T.J, Linda, L.C,”Engineer Materials Handbook Composite” Vol.1 ASM

International, Ohio.1987.

3. Kroschwitz, J.I, Grestle< F.P, “Encyclopedia of Polymer Science and


Engineering”,

2
nd

ed ., John Wiley and Sons Inc., New York, 1987.

4. Richardson, T.L., “Composite A design Guide”, Industrial Technology

Departemant, Northen State College, South Dakota, Industrial Press Int, 1987.

5. Schwartz, M.M, ”Composite Materials Handbook:, 2

nd

ed., Mc. Graw – Hill Inc.,

1992.

6. Rosato, D.V, Di Matitia, D.P, “Disigning with Plastic and Composite : A


Handbook”,

Van Nostrand Reinhold, New York, 1991.

7. Agarwal, B.D, Broutman. L,J, “Analysis and Performance of Fubre Composite”,

Wiley – Interscience, New York, 1990.

Apa Itu Komposit


Posted on Februari 4, 2010 by Arumaarifu
Pengertian Komposit
Kata komposit (composite) merupakan kata sifat yang berarti susunan atau gabungan. Komposit berasal dari kata
kerja “to compose” yang berarti menyusun atau menggabung. Jadi secara sederhana bahan komposit berarti bahan
gabungan dari dua atau lebih bahan yang berlainan. Dalam hal ini gabungan bahan ada dua macam :
a. Gabungan makro :

• · Bisa dibedakan secara visual


• · Penggabungan lebih secara fisis dan mekanis
• · Bisa dipisahkan secara fisis dan mekanis

b. Gabungan mikro :

• · Tidak bisa dibedakan secara visual


• · Penggabungan ini lebih secara kimia
• · Sulit dipisahkan, tetapi dapat dilakukan secara kimia

Karena bahan komposit merupakan bahan gabungan secara makro, maka bahan komposit dapat didefinisikan
sebagai suatu sistem material yang tersusun dari campuran / kombinasi dua atau lebih unsur-unsur utamanya yang
secara makro berbeda di dalam bentuk dan atau komposisi material pada dasarnya tidak dapat
dipisahkan. (Schwartz, 1984)
Material komposit terdiri dari dua buah penyusun yaitu filler (bahan pengisi) dan matrik. Adapun definisi dari
keduanya adalah sebagai berikut:

• · filler adalah bahan pengisi yang digunakan dalam pembuatan komposit, biasanya berupa serat atau
serbuk. serat yang sering digunakan dalam pembuatan komposit antara lain serat E-Glass, Boron, Carbon
dan lain sebagainya. Bisa juga dari serat alam antara lain serat kenaf, jute, rami, cantula dan lain
sebagainya.
o · matrik, menurut Gibson R.F, (1994) mengatakan bahwa matrik dalam struktur komposit bisa
berasal dari bahan polimer, logam, maupun keramik. Matrik secara umum berfungsi untuk
mengikat serat menjadi satu struktur komposit. Matrik memiliki fungsi :

Ø Mengikat serat menjadi satu kesatuan struktur


Ø Melindungi serat dari kerusakan akibat kondisi lingkungan
Ø Mentransfer dan mendistribusikan beban ke serat
Ø Menyumbangkan beberapa sifat seperti, kekakuan, ketangguhan dan tahanan listrik.
Penggunaan material komposit telah dikenal selama ribuan tahun pada alam sekitar kita. Pada jaman mesir kuno,
jerami digunakan pada dinding untuk meningkatkan performa struktur. Kayu merupakan komposit alami yang sering
digunakan selama ini. Para pekerja kuno telah mengenal istilah komposit dengan menggunakan ter untuk mengikat
alang2 untuk membuat kapal komposit 7000 tahun yang lalu.
Perkembangan dari material komposit tidak terbatas hanya pada material bangunan dan hal ini dapat dilihat pada
abad pertengahan. Di Asia tengah, busur dibuat dari otot binatang, getah kayu dan benang sutera dengan bahan
perekat sebagai pengikat. Hasil dari komposit yang berlapis2 (laminated) mimiliki daktilitas dan kekerasan (hardness)
dari unsur pokoknya namun kekuatan merupakan efek sinergi dari gabungan sifat material.
Beton, material yang digunakan oleh seluruh dunia dan juga material berbasis semen lainnya juga merupakan suatu
komposit. Perilaku dan sifat dari beton dapat dimengerti dan direncanakan, diprediksi dengan lebih baik bila dilihat
sebagai komposit dan begitu pula dengan beton bertulang.
Material komposit akan bersinergi bila memiliki sebuah “sistem” yang mempersatukan material2 penunjang untuk
mencapai sebuah sifat material baru tertentu.
Seperti yang dikatakan oleh Aristotle pada 350SM “The Whole is more than just the sum of components”. Aristotle
berkeyakinan bahwa skema konseptual secara keseluruhan dari alam perlu untuk dipersatukan dan tidak dapat
ditinjau dari segi komponen yang terpisah-pisah. Hal ini yang penting untuk diperhatikan dalam perencanaan struktur
oleh seorang engineer.
Material komposit mempunyai beberapa keuntungan diantaranya (Schwartz, 1997) :
1. Bobot ringan
2. Mempunyai kekuatan dan kekakuan yang baik
3. Biaya produksi murah
4. Tahan korosi
2. Klasifikasi komposit
Secara garis besar komposit dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam (Jones, 1999 : 2), yaitu:

• Fibrous composites materials


• Laminated composites materials
• Particulate composites materials
• Kombinasi dari ketiga tipe di atas

2.1 Fibrous composite material


Terdiri dari dua komponen penyusun yaitu matriks dan serat. Skema penyusunan serat dapat dibagi menjadi 3.

fibrous composit material

Gambar Skema penyusunan serat. (a) continous fibres, (b) discontinous fibres, ( c) random discontinous fibres.
2.2 Laminated composites material
Terdiri sekurang-kurangnya dua lapis material yang berbeda dan digabun g secara bersama-sama. Laminated
composite dibentuk dari dari berbagai lapisan-lapisan dengan berbagai macam arah penyusunan serat yang
ditentukan yang disebut laminat.
Yang termasuk Laminated composites (komposit berlapis) yaitu :

• Bimetals
• Cladmetals
• Laminated Glass
• Plastic-Based Laminates

2.3 Particulate composite material


Particulate composite material (material komposit partikel) terdiri dari satu atau lebih partikel yang tersuspensi di
dalam matriks dari matriks lainnya. Partikel logam dan
non-logam dapat digunakan sebagai matriks. Empat kombinasi yang dapat digunakan sebagai matriks komposit
partikel:
• Material komposit partikel non-logam di dalam matriks non-logam
• Material komposit partikel logam di dalam matriks non-logam
• Material komposit partikel non-logam di dalam matriks logam
• Material komposit partikel logam di dalam matriks logam

Contoh Komposit
Komposit Kayu
Komposit kayu merupakan istilah untuk menggambarkan setiap produk yang terbuat dari lembaran atau potongan–
potongan kecil kayu yang direkat bersama-sama (Maloney,1996). Mengacu pada pengertian di atas, komposit
serbuk kayu plastik adalah komposit yang terbuat dari plastik sebagai matriks dan serbuk kayu sebagai pengisi
(filler), yang mempunyai sifat gabungan keduanya. Penambahan filler ke dalam matriks bertujuan mengurangi
densitas, meningkatkan kekakuan, dan mengurangi biaya per unit volume. Dari segi kayu, dengan adanya matrik
polimer didalamnya maka kekuatan dan sifat fisiknya juga akan meningkat (Febrianto, 1999).
Pembuatan komposit dengan menggunakan matriks dari plastik yang telah didaur ulang, selain dapat meningkatkan
efisiensi pemanfaatan kayu, juga dapat mengurangi pembebanan lingkungan terhadap limbah plastik disamping
menghasilkan produk inovatif sebagai bahan bangunan pengganti kayu. Keunggulan produk ini antara lain : biaya
produksi lebih murah, bahan bakunya melimpah, fleksibel dalam proses pembuatannya, kerapatannya rendah, lebih
bersifat biodegradable (dibanding plastik), memiliki sifat-sifat yang lebih baik dibandingkan bahan baku asalnya,
dapat diaplikasikan untuk berbagai keperluan, serta bersifat dapat didaur ulang (recycleable). Beberapa contoh
penggunaan produk ini antara lain sebagai komponen interior kendaraan (mobil, kereta api, pesawat terbang),
perabot rumah tangga, maupun komponen bangunan (jendela, pintu, dinding, lantai dan jembatan) (Febrianto, 1999:
Youngquist, 1995).
Aluminium Matrix Composites
Salah satu dari jenis komposit yang dipakai luas dalam berbagai aplikasi adalah komposit Al/Al203. Komposit ini
adalah pengembangan dari komposit bermatriks logam yaitu aluminium, biasa disebut Aluminium Matrix
Composites (AMCs) dengan alumina (Al203) sebagai fasa penguat.
Bertitik tolak dari pengertian komposit, maka komposit Al-Al203 diharapkan dapat menggabungkan sifat terbaik dari
matriks aluminium (Al) sebagai material yang ringan, konduktivitas panas dan listrik baik, serta ketahanan korosi
tinggi (mudah membentuk lapisan oksida yang kuat dan tahan terhadap korosi) dengan penguat alumina (Al2O3)
yang memiliki kekerasan tinggi (hard) sehingga tahan terhadapwear, kekuatan (strength) dan kekakuan (stiffness)
tinggi, sifat dielektrik yang excellentdari DC ke frekuensi GHz, konduktivitas termal baik, kapabilitas ukuran dan
bentuk yang baik, serta resisten terhadap serangan asam kuat dan alkali pada temperatur tinggi.
Aluminium sebagai matriks pada komposit Al/Al2O3, merupakan logam dengan kelimpahan terbesar di kerak bumi.
Selain itu, logam ini memiliki melting point yang relatif rendah yaitu 6580C, sehingga dengan penambahan unsur
seperti tembaga (Cu), silikon (Si), atau magnesium (Mg) akan menghasilkan paduan aluminium yang memiliki
kekuatan yang besar. Namun, jika dibandingkan dengan kekuatan baja paduan, maka paduan aluminium masih
berada jauh di bawahnya. Sementara itu, beberapa kekurangan dari logam ini seperti: stiffness yang rendah,
koefisien ekspansi termal yang sulit dikontrol, tidak memilki resisten yang baik terhadap abrasi dan wear, serta sifat
“miskin”nya pada temperatur tinggi. Kombinasi dari keunggulan dan kelemahan di atas, menjadikan aluminium
sebagai logam yang paling banyak dijadikan obyek riset pada komposit yang bermatrik logam.
Tentu saja, berbeda antara aluminium dengan alumina (Al2O3), walaupun unsur utama penyusun kedua material ini
sama. Alumina (Al2O3) banyak digunakan dalam fabrikasi material keramik, karena merupakan bahan baku yang
menghasilkan keramik dengan performa tinggi dan hemat biaya (cost effective). Beberapa aplikasi khusus dari
alumina (Al2O3) yaitu Gas laser tubes (tabung laser gas), wear pads(Baju anti peluru), seal rings, isolator lisrik
temperatur dan voltase tinggi, Furnace liner tubes, Thread and wire guides, electronic substrates, Senjata
balistik, abrasion resistant tube and elbow liners, thermometry sensors, laboratory instrument tubes and sample
holders, instrumentation parts for thermal property test machines, dan media gerinda.
Ikatan antar atom pada alumina merupakan ionic bonding yang kuat, tidak heran jika memiliki karakteristik yang
diinginkan. Artinya, ia tetap stabil walaupun pada temperatur yang sangat tinggi, karena membentuk fasa kristal
heksagonal alpha (α-hexagonal) yang sangat stabil. Pada oksida keramik, fasa ini merupakan yang paling kuat dan
kaku. Lebih lanjut, fasa ini memiliki kekerasan tinggi dan sifat dielektrik yangexcellent. Dengan demikian, banyak
digunakan dalam cakupan aplikasi yang sangat luas.
Alumina murni, memiliki fungsi ganda baik sebagai atmosfer pengoksidasi maupun pereduksi sampai 19250C.
Sedangkan kehilangan berat material ini dalam ruang vakum berkisar dari 10-7 sampai 10-6 g/cm2.det di atas
temperatur 17000C sampai 20000C. Kemudian dari pada itu, alumina sangat resisten terhadap serangan segala gas
kecuali fluorine, dan tahan terhadap semua reagen terkecuali asam hydrofluoricdan phosphosric. Adapun serangan
pada suhu tinggi, alumina dengan kemurnian rendah, mudah diserang oleh partikulat gas logam alkali.
Komposit Al/Al2O3
Telah dijelaskan, sifat-sifat dari komponen penyusun komposit Al/Al2O3 yang terdiri dari aluminium sebagai matriks
dan alumina sebagai fasa penguat. Dalam hal ini, banyak keunggulan dari AMCs jika dibandingkan dengan
aluminium maupun paduan aluminium yang tidak dikuatkan, yaitu:

• Greater strength (kekuatan lebih besar)


• Improved stiffness (kekakuan diperbaiki)
• Reduced density/weight (mengurangi densitas/berat)
• Improved high temperature properties (memperbaiki sifat temperatur tinggi)
• Controlled thermal expansion coefficient (koefisien ekspansi termal terkontrol)
• Thermal/heat management
• Enhanced and tailored electrical performance (peningkatan performa dan kinerja elektrik)
o · Improved abrasion and wear resistance (memperbaiki ketahanan abrasi dan aus)
o · Control of mass (especially in reciprocating applications) (control massa (terutama dalam aplikasi
khusus), dan
 · Improved damping capabilities (memperbaiki kapabilitas damping)

Keunggulan-keunggulan di atas, terlihat dari apresiasi yang lebih baik pada alumunium murni yang semula memiliki
modulus elastic 70 GPa meningkat menjadi 240 GPa dengan diberi penguat 60% volume serat alumina yang kontinu.
Sebaliknya, pemberian 60% volume penguat dalam aluminium murni justru menurunkan koefisien ekspansi dari 24
ppm/0C menjadi 7 ppm/0C. Hal ini, menunjukkan bahwa sesuatu hal yang mungkin mengadakan perubahan
terhadap properties aluminium sampai 2 atau 3 tingkat dengan penambahan variasi volume penguat yang sesuai.
Sistem komposit AMCs menawarkan kombinasi dari properties yang sedemikian rupa, yang dari tahun ke tahun telah
dicoba dan digunakan di dalam banyak aplikasi-aplikas structural, fungsional dan bukan structural di dalam
bidang engineering yang bermacam-macam. Kekuatan yang menggerakkan untuk penggunaan AMCs ini meliputi
keunggulan dalam aspek performa, ekonomi dan lingkungan. Penggunaan utama dari AMCs ini di dalam sector
transportasi yang memberikan keuntungan seperti pemakaian bahan bakar yang lebih sedikit, suara yang kecil, dan
menurunkan emisi di udara. Dengan melihat kecenderungan perubahan peraturan yang semakin ketat di bidang
lingkungan dan penekanan pada perbaikan aspek keekonomian bahan bakar, penggunaan AMCs pada sektor
transportasi akan diutamakan dan tidak bisa terelakkan untuk tahun mendatang.
AMCs diharapkan dapat mengganti bahan-bahan monolitik seperti paduan aluminium, paduan besi, paduan titanium,
dan polimer berbasis komposit dalam aplikasi tertentu. Sekarang, dengan penggantian bahan monolitik dengan
AMCs dalam system rekayasa semakin bertambah luas. Seakan ada yang memaksa kepada keperluan untuk
merancang ulang keseluruhan system untuk mendapatkan keuntungan dari penambahan berat dan volume.
Beberapa jenis dari komposit AMCs berdasarkan bentuk reinforce, adalah sebagai berikut (komposit Al/Al2O3,
termasuk dalam no. 1, 2, dan 3):
1. Particle-reinforced AMCs (PAMCs)
2. Whisker-or short fibre-reinforced AMCs (SFAMCs)
3. Continuous fibre-reinforced AMCs (CFAMCs)
4. Mono filament-reinforced AMCs (MFAMCs)

APA ITU COMPOSITE