Anda di halaman 1dari 35

Tujuan Instruksional Mata Kuliah

Setelah menyelesaikan perkuliahan ini mahasiswa


mampu menjelaskan konsep dan prinsip dalam
perancangan pertanian terpadu, dan memiliki
kompotensi dalam perencanaan dan perancangan
pertanian terpadu, berbasis ekonomi, sosial dan
kelestarian sumberdaya dan lingkungan.
IDENTITAS MATA KULIAH

• Judul MK :Pertanian Terpadu


• Kode/Bobot MK : /3 SKS (2-1)
• Diskripsi Singkat
• Kuliah ini akan membahas pengertian dan peran
pertanian terpadu, ruang lingkup dan komponen-
komponen pertanian terepadu, keutamaan, ragam dan
karakteristiknya. Rekayasa sosial/ekonomi dan
agroekologi pertanian terpadu. Prinsip produksi dalam
pertanian terpadu antara lain tanaman, peternakan,
perikanan. Konsep dasar dan tahapan perencanaan dan
perancangan pertanian terpadu, Kelayakan fisik, ekologi
dam ekonomi usaha pertanian terpadu pada berbagai
tipe lahan.
PERTEMUAN KE IX

KETERKAITAN KOMPONEN
PERTANIAN TERPADU DAN

PERENCANAAN/PERANCANGAN PERTANIAN TERPADU


Keterkaitan Komponen Utama Dalam IFS

Perikanan Peternakan

Ransum Limbah kotoran


Pasar

Pengomposan

Budidaya Tanaman
Model pertanian Terpadu

1. Mutiple cropping 8. Contour farming


2. Permaculture 9. Ley farming
3. Agropastoralisme 10. Shifting cultivation.
4. Agroforestry 11. Organic farming
5. Biodinamic farming 12. LEISA
6. Ecological Agriculture 13. Tradisional Agriculture
7. Subsistence Agriculture
Prinsip Keterpaduan Dalam Pengelolaan

• Memanfaatkan seluruh potensi energi, sehingga dapat


dipanen secara berimbang. Komponen yang ada dalam suatu
kawasan akan memiliki ekosistem yang lengkap karena
mendorong stabilitas habitat dan keanekaragaman kehidupan
alami dilingkungan pertanian. Potensi ternak dalam ekosistem
75-95 % nitrogen (N) yang berasal dari tanaman yang
dikonsumsi, dan 90-95 % dari total mineral dikembalikan ke
tanah (sebagai sumber perbaikan kondisi dan sifat tanah)
 Raih nilai ekonomi dan stabilitas ekologi kawasan melalui
aplikasi pengaturan tata ruang dan identifikasi fungsi dan
peran kawasan.
PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PENGATURAN
TATA RUANG PERTANIAN TERPADU

• Perencanaan dapat meliputi skala usaha pada lahan terbatas


ataupun usaha untuk skala luas.
• Perencanaan dimulai dengan: Melakukan pengkajian secara
khusus agar dapat menilai secara sistematis areal lahan yang
akan digunakan untuk membangun pertanian terpadu, melalui
kerjasama lintas disiplin ilmu, sehingga mampu menghasilkan
kebijakan tata guna tanah yang ideal untuk pengembangan dan
pembangunan komponen komponen pertanian terpadu.
• Perencana menyesuaikan dengan keinginan dan target yang
akan dicapai, mampu mengkreasikan suatu lingkungan usaha
pembangunan pertanian terpadu yang baik untuk meningkatkan
kesejahteraan.
Proses Perencanaan
1. Dimulai dengan memilih lahan untuk dijadikan lokasi
kegiatan hingga pekerjaan pembangunan pertanian
terpadu ini dapat diselesaikan. Semakin lengkap
kegiatan pertanian yang akan dilakukan (komponen
utama dan pendukung), maka semakin tinggi tuntutan
akan dukungan kondisi alami lahan.

a.Pada lahan ideal diperoleh potensi untuk


pembangunan pertanian terpadu.

b.Pada pembangunan pertanian terpadu yang komplek


ditemukan lahan yang ideal.
Proses Perencanaan
2. Melakukan analisis terhadap faktor-faktor penting
yakni ekologi, sosial ekonomi, dan estetika.
a. Ruang lingkup pemikiran dan tanggung jawab
seorang planer adalah:masalah desain dan
perancangan,masalah, ekologi dan
ekosistem,masalah pengembangan potensi sumber
daya alam masalah peningkatan perekonomian,dan
masalah organisasi dan keberlanjutan.
b. Seorang planer memiliki dasar pengetahuan dan
praktek yang kuat untuk pemahaman daya dukung
lingkunagan tarhadap pembangunan komponen
komponen pertanian terpadu.
c.Terlatih dalam menggambarkan rencana, sehingga
dapat menuangkan konsep konsep pemikirannya.
Proses Perencanaan

 Mempunyai kemampuan memberi saran dan


petunjuk perencanaan pembangunan sarana dan
infrastruktur yang diperlukan dalam pertanian
terpadu

 Memiliki daya penalaran yang baik terhadap


interaksi dan hubungan komponen pertanian
terpadu, sehingga mampu menciptakan
keharmonisan semua komponen yang dibangun dan
dibutuhkan dalam pertanian terpadu.
Perancangan
• Perancangan pertanian terpadu adalah alat atau suatu
proses yang dapat membantu kita untuk menghasilkan
sebuah karya pembangunan pertanian terpadu yang
memiliki fungsi ekologi dan ekonomi.
• Produk dari rancangan adalah gambar kerja, yang
dijadikan patokan dalam pelaksanaan konstruksi
pembangunan pertanian terpadu di lapangan.
• Gambar kerja harus mampu menginformasikan dengan
jelas tentang semua sistem penataan komponen
komponen pertanian terpadu, baik pola, ukuran, skala,
jenis dan bahan material yang dipakai, baik perangkat
keras (infrastruktur) maupun perangkat lunak (sumber
hayati).
Diagram perancangan

Penetapan tujuan dan sasaran


Tahapan
perencanaan
Survey dan evaluasi lahan baik
hambatan atau dukungan

Penalaahan kondisi fisik Terbentuk tata


Ruang pert terpadu

Analisis kebutuhan dan


karakteristik wilayah Tahapan
desain
Pembuatan Gambar
Penjabaran konsep (sketsa, maket,
dan penentuan tata ruang dan dokumen)
Tata Ruang Pertanian Terpadu

• Tata ruang pada pertanian terpadu adalah pola penempatan


kegiatan usaha dan pola penggunaan tanah pada suatu kawasan
pertanian terpadu, yang didasari pengetahuan tentang alam dan
sekitarnya, sehingga membentuk suatu pemanfaatan lahan yang
efisien dan efektif, mempunyai nilai dan fungsi ekonomis dan
ekologis, memiliki keteraturan dan daya tarik tersendiri karena
adanya sentuhan nilai estetika.
KELAYAKAN TEKNIS, FISIK DAN FINANSIAL
PERTANIAN TERPADU DI LAHAN
KERING/BASAH
• Tujuan studi kelayakan:

Mengetahui secara komprehensif tentang


potensi wilayah yang akan dibangun di lahan kering,
sehingga dapat ditentukan secara pasti komponen
pertanian atau komponen lainya yang layak
dibangun dan diprediksi akan mendatangkan
keuntungan secara ekonomi serta, mudah untuk
dilaksanakan.
Tahapan kerja studi kelayakan
I.Tahap persiapan.
Tahap ini merupakan tahap awal kegiatan, meliputi:
1. Persiapan team dan prasarana survey.Lingkup
kegiatan ini adalah mempersiapkan kebutuhan tenaga
ahli dan tenaga pendukung yang diperlukan, peralatan
dan bahan bahan yang dibutuhkan, agar tidak ada
kendala selama berlangsungnya kegiatan survey.
2. Orientasi lapangan dan pengumpulan data.
Pelaksanaan orientasi lapangan ditujukan untuk
koordinasi dengan instansi terkait dan aparat desa,
memberikan gambaran yang jelas kepada semua team
tentang lokasi kegiatan, dan penentuan titik titik
sampel lokasi dan pengumpulan informasi dasar
lainnya.
Tahapan kerja studi kelayakan
II. Tahap pengumpulan data.
Data yang dibutuhkan adalah data sekunder dari instansi terkait,
dan primer yang diperoleh dengan cara mrngumpulkan data
secara langsung di lapangan. Tahap pengumpulan data:
1. Survey fisik lokasi.
b. Pengukuran poligon dasar.Tujuan untuk mengetahui batas lahan
yang akan dimanfaatkan, sehingga didapat batasan yang jelas
dan luasan yang pasti. Alat yang digunakan alat ukur sifat ruang
dan theodolit dengan akurasi yang tinggi.
a. Pengukuran beda tinggi. Dilakukan untuk mengetahui ketinggian
lokasi dan mendapatkan suatu kontur ketinggian di lokasi studi.
Tahapan kerja studi kelayakan
c. Pengamatan faktor biotik lingkungan darat yakni iklim
dan tanah.

 Faktor iklim yang diamati adalah suhu, cahaya, angin,


kelembaban , penguapan, dan curah hujan.

 Faktor tanah yang diamati adalah penentuan jenis


tanah , karakter fisik tanah (warna tanah, struktur dan
tekstur tanah, aerase dan drainase, konsintensi tanah,
pori pori tanah, kedalaman efektif dll).Sifat kimia tanah
(status kandungan hara baik mikro maupun mikro dan
logam berat lainnya).dan sifat biologi tanah yakni
organisme yang terdapat dalam tanah.
Tahapan kerja studi kelayakan
Tahap Survey tanah pertanian
 Pengambilan sampel
 Pengujian laboratorium
 Analisis data tanah

d. Pengukuran kualitas air permukaan


Tujuan pengukuran adalah untuk mengetahui kualitas air yang
akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan (konsumsi dan
keperluan tanaman, ternak dan perikanan)
2. Survey harga dasar
 Harga satuan upah dan bahan konstuksi
 Harga dasar bibit dan sarana prasarana lainnya yang diperlukan
Tahapan kerja studi kelayakan
III.Tahap analisis
1. Analisis pekerjaan sipil dan arsitektur
Analisis ini merupakan analisis dalam hal pengaturan tata
ruang dan penyiapan infrastruktur penunjang. Selain
itu dilakukan juga pembuatan perspektif lokasi
kegiatan dan pembuatan animasi 3 dimensi.
Infrastruktur penunjang meliputi:
 Pembuatan rencana jalan utama, jalan produksi dan
jalan inspeksi
 Pembuatan rencana sistem drainase
 Pembuatan rencana sistem jaringan listrik
 Pembuatan bangunan yang diperlukan
 Pembuatan rencana anggaran biaya
Tahapan kerja studi kelayakan
2. Analisis Pertanian

Melakukan analisis yang berkaitan dengan

a. Kesuburan tanah
M eliputi analisis kandungan hara dan metode yang
dikembangkan untuk mningkatkan dan mempertahankan
kesuburan tanah.
a. Kesesuaian lahan
Menetukan tingkat kesesuaian lahan dengan komuditas yang
akan diusahakan
c. Program pengembangan pertanian
Menentukan program pengembangan dengan memilih komponen
pertanian terpadu yang sesuai dan menentukan komuditas yang
layak dan menguntungkan untuk dibudidayakan.
Bagan Tahapan kerja studi kelayakan (skema
pelaksanaan pembuatan masterplan)

Analisis kerja sipil Peta


Pengukuran
dan arsitektur Master plan
lahan dan akses
Persiapan tim 1.Site plan
dan peralatan 2.Detail desain Gambar
1.Pengambilan Jalan, bangunan, detail Infra
Pembuatan renc sampel drainase, listrik struktur
kerja detai 2.Uji laboratorium dan jaringa air
3.Analisi data 3. Anggaran biaya Program
Orientasi Pengem
lapangan dan Analisis Pertanian bangan
pengumpulan Survey harga 1.Kesuburan tanah pertanian
data 1.Satuan upah dan 2.Kesesuaian lahan
bahan konstruksi 3.Program Rencana
2.Bibit dan saprodi Pengembangan pert anggaran
4.Anggaran biaya Biaya
pelaksanaan
Tahap Tahap
persiapan pengumpulan data Tahap analisis output
Pertemuan ke XII

UNIT UNIT USAHA


PERTANIAN TERPADU
UNIT USAHA
PERTANIAN TERPADU
USAHA PETERNAKAN SEBAGAI
KOMPONEN PERTANIAN TERPADU
USAHA YANG DAPAT DIKEMBANGKAN:
1. Pengemukan kambing atau domba. Yang harus
diperhatikan adalah:
b. Bibit bakalan untuk penggemukan, memenuhi
syarat yakni umur 10-12 bln, jenis kelamin jantan,
berat 20-24 kg, sehat, punggung panjang dan rata,
paha bagian atas panjang dan kepalanya besar.
c. Pakan: hijauan berupa daun dan rerumputan dosis
1-2 kg/hari/ekor, dan konsentrat tdr dr campuran
dedak, ampas tahu 1:1, diberikan 0,5 kg/hari/ekor
USAHA PETERNAKAN SEBAGAI
KOMPONEN PERTANIAN TERPADU
c. Penyakit:
sakit mata, dengan ciri mata merah, bengkak, dan bertaik.
Pencegahan kandang bersih dan bebas lalat, pisahkan
ternak yang terserang, hindari dari tiupan angin langsung.

Cacingan, dengan ciri ternak kurus, bulu agak berdiri, mencret,


lesu dan pucat, rahang membengkak, dan bisa mati
mendadak.Pencegahan: kandang harus bersih dan kering.
Pengobatan beri obat cacing valbazen dosis 3-4 cc melalui
minuman atau langsung.
USAHA PETERNAKAN SEBAGAI
KOMPONEN PERTANIAN TERPADU
d. Analisi usaha:hitung analisis biaya per 2
bulan, yakni biaya tetap mencakup pembuatan
kandang, dan penyusutan( daya tahan 8 tahun
dan 4 kali pemeliharaan/thn). Modal kerja:
Bibit, Pakan, obat-obatan tenaga
pemeliharaan, dll

e. Output dan pendapatan.


usahakan kegiatan yang dilakukan tetap
menguntungkan dari segi ekonomis
USAHA PETERNAKAN SEBAGAI
KOMPONEN PERTANIAN TERPADU
2. Pemeliharaan Ayam buras.
Hal yang harus diperhatikan:
a. pemilihan bibit,
b. perkandangan,
c. pemberian pakan,
d. pengelolaan reproduksi,
e. pencegahan dan penanggulangan penyakit,
f. penanganan pasca panen dan pemasaran,
g. management usaha ayam buras.
USAHA PETERNAKAN SEBAGAI
KOMPONEN PERTANIAN TERPADU
a. Cara Pemilihan bibit.
Betina:Bibit lokal bukan hasil silangan, tubuh baik
tidak cacat, dsda dan leher baik, sayap kokoh,
mata terang dan jernih, kepala halus dan pipih,
jengger berwarna dan tidak pucat, jarak ujung
tulang pinggul 4 jari,lincah dan geseit, umur 7-8
bln.
Jantan: lokal dan tidak hasil silangan, badan
besar, kokoh dan ideal, gerakan lincah dan
gesit, jengger merah segar tidak pucat,
pinggiran rata dan halus, sehat dan berumur
sekitar 1 tahun.
USAHA PETERNAKAN SEBAGAI
KOMPONEN PERTANIAN TERPADU
b. Perkandangan
Model sesuai fungsi yakni tempat berteduh dr
hujan/panas, angin malam, binatang pemangsa,
memiliki tempat pengobatan, bertelur dan
mengeram, makan dan minum.

Syarat: Letak kandang ideal, cukup perolehan


sinar matahari, sirkulasi udara baik, lantai lebih
tinggi dari tanah, bersih dan kering.
USAHA PETERNAKAN SEBAGAI
KOMPONEN PERTANIAN TERPADU
Syarat kandang yang lain:

Memisahkan kandang anak ayam, ayam remaja, induk


dan kandang karantina untuk ayam
Lantai kandang 2 macam yakni litter (sekam dan
bawahnya ditabur kapur, agar kering dan bersih dari
kuman dan penyakit) dan panggung.kandang di pagar
dengan tinggi 1,6 – 2,0 m.
Lengkapi kandang dgn tempat pakan dan minum, data
recording, tempat bertelur /mengeram, dinding kisi-kisi
bambu berlapis plastik, atap tahan dan tak mudah bocor,
tempat bertengger cukup tinggi, dan lantai mudah
dibersihkan.
USAHA PETERNAKAN SEBAGAI
KOMPONEN PERTANIAN TERPADU
c. Pakan
Formula pakan: dedak halus 60 kg, gabah 10 kg, jagung giling 10 kg,
bungkil 20 kg, tepung ikan 5 kg, dan tepung tulang 3 kg.

Kebutuhan ransum, umur 1 m 10 g, 3-5 bln 60-70 g, > 5 bln 70-90


g.Gunakan juga makanan tambahan seprti sisa dapur hijauan dan
daun.

d. Pengelolaan produksi: Jumlah jantan dan betina 1:10, induk sedang


bertelur beri pakan yg baik, umur betina 8-18 bln.
USAHA PETERNAKAN SEBAGAI
KOMPONEN PERTANIAN TERPADU
e. Pencegahan penyakit

Perhatikan kebersihan lingkungan kandang, vaksinasi


teratur,pakan baik dan berkualitas, pisahkan ayam yang
sedang sakit.
Jenis penyakit yang menyerang: ND (New Castle
Disease)/Tetelo, Coccides, SNOT (Coriza) atau berbagai
penyakit cacing, CRD ( Chronic Respiratory Disease),
Cacar dan hilang sistem kekebalan tubuh.
Cara pengobatan: Menyuntik, tetes mata/mulut/hidung,
Campur dengan pakan, Goreskan pada kulit, mengoplos
( buat larutan vaksin)
USAHA PETERNAKAN SEBAGAI
KOMPONEN PERTANIAN TERPADU
f. Penanganan panen dan pasca panen
Utamakan variasi produksi,Lakukan pengolahan hasil
jadi produk konsumsi bernilai ekonomis.Bermitra dgn
pihak lain

g. Management usaha
Perhatikan modal usaha, analisis usaha, pembukuan,
penekanan biaya rutin, pakan dan sarana produksi
yang ekonomis.
Penetasan Telur
Ditetas oleh induk
Induk ayam dapat mengerami 10 btr/, Menggunakan bebek, bisa 25 butir, dan
3 periode/ tahun bila anak dipisahkan.

Ditetas oleh mesin (inkubator).


Lakukan seleksi telur
Kontrol suhu agar 38 derjat C
Bolak balik/kontrol 3 kali/hari

Syarat telur yang baik adalah


Berat 35-40 g/btr
Bentuk oval,rata, licin dan bersih.
Ruang udara dalam telur utuh