Anda di halaman 1dari 42

Pemenuhn Rasa Nyaman

I. Konsep Dasar
A. Pengetian Personal Hygine
Personal Hygine suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan
seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Hygine pribadi mempengaruhi
kenyaman, keamanan dan kesejahteraan.
B. Tujuan personal hygine :
1. Meningkatkan derajat kesehatan
2. Memelihara kebersihan diri
3. Memeperbaiki personal hygine
4. Pencegahan penyakit
5. Meningkatkan percaya diri
6. Menciptakan keindahan
C. Fakto-faktor yang mempengaruhi:
1. Body image
2. Praktik sosial
3. Status sosial-ekonomi
4. Pengetahuan
5. Budaya
6. Kebiasaan seseorang
7. Kondisi fisik
D. Pemeriksaan fisik pada Personal Hygiene :
1. Mulut dan Gigi
2. Rambut
3. Kulit
4. Umum Kaki dan Kuku
5. Mata, Telinga, dan Hidung
6. Genitalia (alat kelamin pria)

1
E. Dasar pengetahuan ilmiah
1. Kulit
Kulit menggambarakan perubahan fisik dengan perubahan warna, ketebalan,
tekstur, turgor, suhu, dan hidrasi. Sepanjang kulit tetap utuh dan sehat fungsi
fisiologisnya akan tetap optimal
Kulit memeiliki tiga lapisan utama yaitu
a. Epidermis
Epidermis tersusun atas beberapa lapisan sel tipis dengan berbagai tingkat
maturasi. Lapisan ini melindungi kulit dari kehilangan air dan cedera dan
mencegah masuknya organisme. Bakteri umumnya berada di lapisan
epeidermis luar. Ini adalah flora normal yang tidak menyebabkan penyakit
dan menghambat microorganisme patologis
b. Dermis
Dermis merupakan lapisan yang lebih tebal serta mengandung serat kolagen
dan elastis untuk menyonggkong epidermis. Saraf, pembuluh darah, kelenjar
keringat dan sebase, serta folikel rambut berjalan melalui lapisan dermis.
Kelenjar sebase menyereksi sebum, suatu cairan berminyak kedalam folikel
rambut.
c. Sub cutan
Lapisan sub cutan mengandung pembuluh darah, sarag, limfe,dan jaringan
ikat longgar yang berisi sel lemak. Jaringan lemak merupakan penyimpan
panas tubuh. Jaringan sub cutan juga menyongkong lapisan atasnya untuk
menahan stress dan tekanan.

2
Fungsi kulit dan implikasinya pada perawatan
Fungsi/Deskripsi Impilikasi perawatan
1. Pelindung Gangguan epidermis terjadi oleh
Epidermis relatif tidak permiabel garukan/hilangnya permukaan.
terhap organisme berada di Kekeringan yang berlebih
permukaan kulit dan folikel menimbulkan pecahan serta retakan
rambut, tetapi kekeringan relatif kulit dan mukosa sehingga bakteri
dari permukaan kulit menghambat dapat masuk.Kulit yang basah
pertumbuhan bakteri. Sebelum meninggkatkan rentensi kelembapan,
menghilangkan bakteri dari folikel dan hidrasimukosa mencegah
rambut pH asam di kulit juga kekeringan. Namun, kelembapan yang
menghambat pertumbuhan bakteri konstan menyebabkan maserasi yang
mengganggu intergritas dermis dan
memungkinkan timbulnya ulkus serta
perumbuhan bakteri. Jaga speri dan
pakian tetap kering. Kesalahan
menggunakan sabun, deterjen,
kosmetik,deodoram dan pencukur
rambut. Pembersihan kulit
menghilangkan minyak berlebih,
keringan, sel kulit mati, dan kotoran
memungkinkan tumbuhnya bakteri
2. Sensasi Minimalkan friksi untuk menghindari
Kulit mengandung organ sensori hilangnnya statum corneum yang
untuk nyeri, sentuhan, panas, menyebabkan ulkus tekan. Linen halus
dingin, dan tekanan akan menghilangkan iritasi mekanis.
Lepaskan cincin dari jari untuk
menegah cedera kulit kering. Pastikan
air mandi tidak terlalu panas/dingin
3. Pengaturan suhu Faktor yang mengganggu hilangya
Radiasi, evoporasi, konduksi, dan panas akan mengubah kendali suhu.
konveksi mengatur suhu tubuh Speri atu pakian yang basah

3
menggangu konveksi dan konduksi.
Selimut yang belebih menggangu
hilangnya panas melalui radiasi dan
konduksi. Selimut meningktan konvesi
panas.
4. Ekresi dan sekresi Keringat dan minyak mengandung
Keringat menyebabkan hilangnya mikroorganisme.
panas lewat evaporasi. Mandi menghilanhkan sekresi tubuh
yang berlebihan, namun juga jika
terlalu sering akan menyebabkan
kekeringan kulit

2. Kaki, tangan, kuku


Kaki, tangan dan kuku membutuhakan perhatian khusus untuk mencegah infeksi.
Cedera dikulit menimbulkan nyeri serta sangat mengganggu kemampuan klien
untuk berjalan dan menyangga beban. Ketangkasan tangat sangat banyak karenan
besarnya rentak gerak anata ibu jari dan jari-jari lainya. Kondisi ini mengganggu
akan mengganggu kemampuan perawatan diri klien.
Kuku merupakan jaringan epitel yang tumbuh dari akar bantalan kuku, berlokasi
di dalam kulit yang disebut kutikula. Bagian kulit yang terlihat di sebut badan
kuku. Terdapa area putuh seperti bulan sabit disebut lanula. Di bawah kulit
terdapat lapisan epitelium. Kuku normal tampak transparan, mulus dan cembung
dengan bantalan kuku verwarna merah muda dan ujung putih tranparan.
3. Rongga Mulut
Rongga mululut dialpisi membran mukosa yang bersambung dengan kulit.
Rongga mulut/bukal terdiri atas bibir,pipi di bagian samping ronga mulut, lidan
dan ototnya serta palatum keras dan mukosa. Mukosa oral normalnya tampak
merah muda dan lembap. Dasar mulut dan permukaan bawah lidah kaya akan
pembuluh darah. Ulkus atau trauma akan menimbulkan perdarahn cukup banyak.
Terdapat tiga pasang kelenjar ludah yang menyeresikan sekitar 1 liter saliva tiap
harinya. Kelenjar bukal pada mukosa pipi dan mulut mempertahankan higiene dan

4
kenyaman jaringan mulut. Efek obet, pajanan radiasi, dan pernafasan mulut akan
mengganggu skresi saliva.
Gigi merupakan organ penguyah atau mastikasi. Gigi dirancang untuk memotong,
merobek dan mencerna makanan agar dapat bercampur dengan saliva dan ditelan.
Gigi normal terdiri atas mahkota, leher, dan akar. Membran periodontal terletak
tepat dibawah batas gusi, mengelilingi satu gigi dan menahannya di tempat. Gigi
sehat tampak putih,mulus, berkilauan, dan tersusun rapi. Higine mulut teratur
dibutuhkan untuk mepertahankan intrigeritas permukaan gigi dan mecegah
gingvitivitas, atau inflamasi gusi.
4. Rambut
Pertumbuhan, distribusi, dan pola rambut menunjukkan status kesehatan umum
seseorang. Rambut di pengaruhi perubhan hormon, stres emosional dan fisik,
penuaan, infeksi, dan penyakit tertentu.
5. Mata,telinga, hidung.
Pada perawatan higiene mata,telinga,hidung membutuhan perhatian khusus.
Bersihkan jaringan ini dengan cara yang mencegah cedera dan ketiknyamanan
pada klien, seperti berhati-hati agar sabun tidak mengenai mata klien. Waktu
perawatan higiene merupak kesempatan baik untuk bertanya apakah ada
perubahan pada penglihatan, pendengaran, dan penglihatan klien.

II. Asuhan Keperawatan Rasa Nyaman

5
A. Oral Hygiene
Prosedur Perawatan Gigi dan Mulut
Dalam Melakukan perawatan gigi dan mulut harus berhati-hati dengan
mempertimbangkan perlindungan bagi pasien.Pada umumnya perawatan yang
dilakukan terhadap pasien dibatasi pada prosedur-prosedur operatif yang
sederhana,seperti penambahan karies gigi,pencabutan gigi yang tidak menimbulkan
komplikasi dari tindakan skeling atau root planing. Perawatan terutama ditujukan
untuk mengontrol penyakit yang sedang terjadi dan menyingkirkan faktor-faktor
yang dapat memperburuk keadaan rongga mulut. Prosedur endodontik standar
dapat dilakukan menggunakan teknik yang asepsis dan menghindari keadaan yang
dapat menimbulkan stres bagi pasien. Prosedur-prosedur yang dapat menimbulkan
stres atau yang melelahkan bagi pasien seperti pengambilan gigi terpendam
sebaiknya di hindari atau di tunda dulu.Perawatan dengan pembedahan dapat
dilakukan dengan melakukan eksisi,kauterisasi atau gingifektomi dibawah anestesi
lokal.
A. Pengkajian
1. Pengkajian perawat pada klien dimulai dari bibir, gigi, buccal mucosa,
gusi, langit-langit, dan lidah.
2. Perhatikan texture, hidrasi, warna, dan adanya luka.
3. Perhatikan bila ada nyeri yang dikarenakan gusi atau gangguan pada gigi.
4. Klien yang tidak teratur oral hygiene dapat dikarenakan karies gigi,
halitosis, peradangan pada gusi.
Masalah – masalah yg terjadi pada mulut
1. Masalah karies gigi sering terjadi pada org yg lebih muda.
2. Periodental disease
3. Halitosis
4. Stomatitis
5. Glosistis
6. Gingivitis

6
B. Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan membran mukosa oral b.d. trauma mulut, tidak efektifnya
kebersihan mulut, trauma yg dihubungkan dengan Chemotherapy.
2. Kurangnya perawatan diri (oral hygiene) b.d. penurunan tingkat
kesadaran, kelemahan.
3. Gg. Body Image b.d. halitosis, tidak adanya gigi.
4. Resiko tinggi infeksi b.d trauma mukosa mulut.
C. Intervensi
1. Oral hygiene
Menggosok gigi, dental floss, irigasi diperlukan untukk cleaning mencegah
pleque.
2. Diet
a. Rubah kebiasaan makan; mengurangi karbohidrat, makanan yg
manis, buah apel, sayuran segar.
b. Setelah makan dianjurkan untuk menggosok gigi.
3. Sikat gigi
a. Sikat gigi sedikitnya 4x sehari (setelah makan/mandi)
b. Pilihlah sikat gigi yg dpt mencapai semua gigi
c. Sikat gigi dimulai dari permukaan mulut, bgn dalam, luar dan pipi.
4. Bagi klien yg tidak sadar dapat dilakukan prosedur oral hygiene.
5. Klien yang beresiko Stomatitis. Sebelum atau sesudah makan gunakan
solution berisi garam dan baking soda.
6. Klien yang Diabetes dianjurkan untuk datang ke praktek dokter setiap 3
atau 4 bln. Klien yg infeksi oral
a. Jangan gunakan gigi palsu
b. Beri obat kumur –kumur
c. Gunakan liquid topikal antibiotik
D. Evaluasi
1. Inspeksi kondisi lidah, permukaan gigi, gusi, dan garis pii.
2. Observasi kondisi bibir
3. Observasi klien saat menyikat gigi.

7
Hasil yang diharapkan
1. Mukosa, lidah, dan bibir akan menjadi lembab, merah
2. muda dan utuh. Inflamasi, dan lesi tidak ada dan gigi
3. bebas dari plak.
B. Hair Care
Sebelum melakukan perawatan rambut perawat mengkaji kondisi rambut dan
kulit kepala pasien. Rambut normal adalah bersih,bercahaya dan tidak kusut.untuk
kulit kepala harus bebas dari lesi. Kehilangan rambut disebabkan praktik
keperawatan yang tidak tepat. Penyikatan yang sering membantu mempertahankan
kebersihan rambut dan mendistribusi minyak secara merata sepanjang helai rambut.
Klien yang mampu melakukan perawatan diri harus dimotifasi untuk memelihara
perawatan rambut sehari-hari. Kendati demikian pada klien yang memiliki
keterbatasan mobilisasi koordinasi yang kurang baik dan bingung atau mempunyai
kelemahan serius akibat penyakit memerlukan bantuan perawat.
Rambut panjang dapat dengan mudah menjadi masalah bagi pasien yang terbatas
pada tempat tidur bahkan untuk periode pendek. Bila laserasi atau insisi melibatkan
kulit kepala,darah dan medikasi topokal juga menyebabkan kekusutan.Jika ada
kekusutan maka perawat menggunakan tanganya untuk memisahkan sikat rambut,
genggam dengan kuat dengan kulit kepala dan sisir dilepas pada ujung ikatan.
Menyikat rambut kusut mencegah rasa nyeri karena menarik kulit kepala ketika
menyisir.
Perawat harus mengingat klien yang hospitalisasi yang tinggal di tempat
tidur,perspirasi berlebih,atau pengobatan yang meninggalkan darah atau luka pada
rambut memerlukan kegiatan bersampo lebih sering. Untuk klien yang berada di
rumah tantangan terbesar bagi perawat untuk menemukan cara klien bersampo
tanpa cidera. Klien yang di perbolehkan duduk di kursi biasanya rambutnya di
sampo di depan bak. Jika kien hanya dapar duduk di sisi tempat tidur adalah
memungkinkan untuk menyampo rambut pada klien mencondong ke depan di atas
bak cuci. Jika klien tidak mampu untuk duduk tapi dapat bergeser , perawat dapat
memindahkan klienpada brankar untuk tranportasi ke bak mandi atau shower yang
dilengkapi dengan semprotan yang di pegang.Perwata meletakkan untuk atau bantal

8
kecil di bawah kepala atau leher klien yang memungkinkan kepala bergantung di
atas tepi brankar
A. Pengkajian :
rambut normal : bersih, berkilau, tidak kusut
dan kulit kepala bersih, dan bebas dari lesi.
Masalah Rambut :
1. Alopecia
2. Pediculosis
3. Ketombe
B. Diagnosa Keperawatan:
1. Gg. Integritas kulit b.d laserasi kulit kepala, gigitan serangga.
2. Gg. Body Image b.d. penampilan fisik
3. Kutu menularkan berbagai penyakit pada manusia
C. Intervensi :
1. Sikat rambut
2. Bershampoo dengan teratur
3. Bercukur
C. Hygiene kulit
Karakteristik kulit normal:
1. Kulit halus dan kering
2. Kulit utuh dan tidak memiliki abrasi
3. Kulit terasa hangat ketika dipalpasi
4. Perubahan yang terlokalisasi dalam tekstur dapat dipalpasi pada permukaan
kulit. Kulit lembut dan fleksibel.
5. Ada turgor yang baik (elastic dan tetap), dengan kulit yang secara umum halus
dan lembut.
6. Warna kulit beragam, dengan rentang dari cokelat tua ke merah muda ke merah-
muda terang (Potter dan Perry, 2005).

A. Pengkajian

9
Pengkajian fisik pada kulit meliputi
1. Inpeksi
2. Palpasi
Pengkajian pada kebersihan kulit
a. Skin care practice:
1. Saat mandi selalu menggunakan shower atau yang lainnya.
2. Produk apa yg sering digunakan
3. Produk kosmetik apa yang digunakan
4. Bagaimana dan kapan membersihkan make up di wajah.
b. Self care abilities
Kemampuan untuk mengatasi masalah kulit ketikamelakukan skin care
c. Skin problem
Apakah ada kecendrungan pada kekeringan kulit, rasa gatal, ruam pada
kulit, memar, kelebihan atau kekurangan keringat.
Masalah yang terjadi pada kulit
Masalah dan penampilan dan Tindakan keperawatan
• Abrasion
1. Jgn gunakan cicin,atau perhiasan lain yg dpt mengakibatkan abrasi
2. Angkat klien, jgn dorong saat inginpindah dari t4 tidur
3. Jaga luka tetap kering dan bersih
• Kulit kering
1. Saat memandikan klien jgn gunakan sabun atau batasi
penggunaannya.
2. Bantu pasien dlm peningkatan input cairan utk mencegah dehidrasi
• Acne; Jaga kulit tetap bersih utk mencegah infeksi sekunder
• Erythema
1. Gunakan lotion atau antiseptic untuk mencegah gatal, mencegah
keretakan pada kulit

• Hirsutism

10
1. Hilangkan rambut yg tidak diinginkan (obat penghilang rambut,
penjepit)
B. Diagnosa keperawatan
1. Kurangnya perawatan diri: mandi/hygiene s.d. gangguan kognitif,
kurangnya motivasi, gangguan penglihatan, gangguan jantung.
2. Gg. integritas kulit s.d Immobility, Gg. sirkulasi vena, arteri, dan
kekurangan atau kelebihan nutrisi dan cairan, dan penurunan sensasi.
C. Intervensi
1. Kesehatan kulit merupakan perlindungan bagi tubuh:
a. Cegah kulit dari iritasi dan injury
b. Kuku tajam, cincin yang dapat membuat luka kecil perlu dihindari
c. Hindarkan penggunaan handuk yg kasar serta menggosok badan
secara kasar yg dpt menyebabkan kerusakan jaringan.
2. Tubuh yang bau disebabkan oleh bakteri di kulit:
Bersihkan tubuh terlbh dahulu lalu beri deodorant
3. Kulit yang sensitif dari iritasi dan injury tergantung pada tiap – tiap
individu :
a. Infant, Status nutrisi, kekurangan cairan
b. Orang yg betubuh kurus/gemuk
c. Kosmetik, bahan kimia
4. Kelembaban yg selalu kontak dgn kulit dpt menyebabkan
peningkatan pertumbuhan bakteri:
Setelah mandi kulit klien dikeringkan secara hati-hati terutama di area
bawah payudara, axilla, sela paha diantara jari kaki.
5. Perlindungan dari injury bagi kulit yg kering. Dapat menggunakan
lotion atau cream,
D. Evaluasi
Periksa permukaan kulit setelah dibersihkan dan
obsevasi gerakan tubuh dan sikap pasien.

Tujuan

11
1. Klien memiliki kulit utuh selama hospitalisasi
2. Klien akan bebas bau badan selama hospitalisasi
Hasil yang diharapkan
Kulit tampak kemerahan, kulit akan hangat, lembut, halus, terhidrasi baik,
drinasi atau sekresi akan berkurang dan bau akan berkurang.
D. Hygiene Umum Kaki dan Kuku
A. Pengkajian
Kaki dan kuku sering kali memerlukan perhatian khusus untuk mencegah
infeksi,balutan cedera pada jaringan.Seringkali tidak sadar akan masalah kaki
dan kuku sampai terjadinya nyeri atau ketidak nyamanan.Masalah dihasilkan
karena perawat yang salah atau kurang terhadap kaki dan tangan seperti
menggigit kuku atau pemotongan yang tidak tepat,pemaparan dengan zat-zat
kimia yang tajam dan pemakaian sepatu yang tidak pas.Masalah pada kaki
dan kuku

Karakteristik Implikasi intervensi

Kalus Kondisi dapat Perawat menyarankan


menyebabkan klien untuk mengenakan
Bagian yang mengeras ketidaknyamanan jika sarung tangan jika
dari epidermis terdiri memakai sepatu yang menggunakan alat –
dari masa sel tanduk ketat alat / benda yang
dan teratotik. Kalus menimbulkan friksi pada
biasanya datar,tidak perlukaan pada telapak
berasa nyeri dan tangan. Perawat
ditemukan di bawah mendorong klien untuk
permukaan kaki atau mengenakan sepatu yang
tangan.Masalah nyaman. Perawat
disebabkan triksi atau merendam kalus pada air
tekanan normal hangat dan garam.
Epsom untuk
melunakkan lapisan sel.
Penggunaan krim atau
lotion dapat mengurangi
pembentukan ulang.
Dorong klien untuk
menemukan podriatrist.

Katimumul Bentuk kerucut menekan Pembedahan mungkin

12
Keratosis disebabkan dermis dibawahnya yang diperlukan tergantung
friksi dan takanan dari akan menjadi tipis dan tingkat keparahan nyeri
sepatu hal ini terlihat lunak. Nyeri akan dan ukurannya. Perawat
jelas dari jari kaki di meningkat jika menghindari penggunaan
atas penonjolan menggunakan sepatu bantalan oval korn yang
tulang.Katimumul yang ketat. Jaringan dapat meningkatkan tekanan
biasanya berbebtuk menjadi menempel pada jari kaki dan
kerucut,bulat dan naik. dengan tulang jika mengurangi sirkulasi.
dibiarkan tumbuh. Klien
akan mengalami
perubahan jalan akibat
nyeri.

Kutil pada kaki Kutil dapat menular. Hal Pengobatan yang dipesan
ini sangat nyeri dan susah oleh dokter termasuk
Luka menjamur terlihat berjalan. penggunaan asam
pada tumit kaki dan salisilat, elektrodesikasi
disebabkan oleh virus atau membekukan
papiloma dengan karbon dioksida
padat

Infeksi jamur kaki Infeksi jamur dapat Kaki seharusnya


menyebar kebagian tubuh berventilasi baik.
Tineapedis adalah yang lain khususnya Pengeringan kaki dengan
infeksi jamur pada kaki tangan. Hal ini sangat baik setelah mandi dan
ketidaksamaan sisi dan menular dan biasanya penggunaan bedak
keretakan kulit terjadi kambuh membantu mencegah
antara jari dan tumit infeksi. Mengenakan
kaki.Kaki yang kaos kaki atau stoking
melepuh kecil berisi yang bersih mengurangi
cairan dapat insiden.
terlihat.Pemakaian
disebabkan pemakaiaan
alas kaki yang ketat.

Kuku yang tumbuh Kuku yang masuk Pengobatan adalah sering


kedalam kedalam dapat berendam pada cairan
menyebabkan nyeri lokal antiseptik yang panas
Jari kaki atau jaringan jika mendapat tekanan. dan pengangkatan bagian
masuk kedalam kuku yang telah tumnuh
jaringan yang halus kedalam

13
sekitar kuku.Kuku kulit.Intruksikan klien
masuk kedalam akibat tentang teknik
pemotongan kuku yang pemotongan kuku yang
tidak tepat. tepat dan rujuk podiatist

Kuku tanduk ram Usaha perawat untuk Perawat merujuk klien ke


memotong kuku dapat podiatrist.
Kuku kaki ram menyebabkan kerusakan
biasanya kuku yang dasar kuku dengan resiko
meliuk panjang infeksi.

Paronisia Daerah dapat menjadi Pengobatan adalah


terinfeksi pengompresan atau
Inflamasi jaringan perendaman panas dan
sekitar jari terjadi menggunakan salep
setelah bintil kuku atau antibiotik lokal.Paronisia
cidera lain.Ini terjadi dapat dicegah dengan
pada orang yang perawatan tangan yang
tangannya sering teliti.
berada di air dan
umumnya klien
diabetes

Bau kaki Kondisi dapat Pencucian yang sering


menyebabkan ,penggunan deodoran
Bau kaki adalah akibat ketidaknyamanan akibat kaki dan bedak dan
keringat yang keringat yang berlebihan. pemakaian alas kaki
berlebihan yang yang bersih mencegah
meningkatkan atau mengurangi
perkembangan masalah.
mikroorganisme.

Ada beberapa masalah kuku yang acap kali mengganggu penampilan jemari
kita,diantaranya adalah bruised nails atau kuku memar.Kondisi ini biasanya
disebabkan adanya pembekuan darah dibawah laisan kuku(nail plate),yang
terjadi karena luka atau memar pada alas kuku (nail bed).Bentuk serta
warnanya sangat bevariasi,mulai dari maroon hingga kehitaman.Kuku memar
akan hilang dengan sendirinya jika pembekuan darah kembali
normal,atau’disamarkan’dengan cat kuku sebelumnya.
Discolored nails atau kuku yang berwarna.Kondisi perubahan warna kuku
menjadi kekuningan,kebiruan,kemerahan atau bahkan kehijauan,karena

14
peredaran darah dialas kuku yang tidak lancer,kuku yang kurang sehat,sedang
dalam terapi pengobatan,atau kondisi jantung yang bermasalah.Perubahan
warna kuku juga dapat menjadi indicator akan adanya masalah
sistemik(kekebalan tubuh).
Leuconychia nails atau kuku berflek putih.Flek putih yang timbul pada kuku
biasanya terjadi karena busa air,memar,luka lain yang terjadi pada kuku.
Eggshell nails atau kuku kulit telur(kuku yang tipis).Kondisi ini biasanya
terjadi karena diet yang tidak sehat,penyakit dalam,pada proses terapi
pengobatan dengan obat-obat oral tertentu,atau system saraf yang kurang
baik(nervous disorder).Untuk mengatasinya,selain dengan perawatan
manicure secara rutin,juga dibantu dengan produk perawatan kuku yang dapat
memperkuat dan menjaga kondisi kuku.
Kuku rapuh dan mudah patah,hamper sama dengan kuku kulit telur,kuku
seperti ini sangat rentan,sehimgga lapisannya mudah terkelupas dan mudah
patah.Untuk mengatasinya selain dengan perawatan manicure yang
rutin,perlu digunakan produk perawatan kuku yang dapat memperkuat
kondisi kuku sekaligus memperbaiki lapisan kuku.Kuku,kulit dan rambut
adalah berkaitan satu dengan yang lainnya,dibuat dari protein yang
dinamakan keratin.
Masalah-masalah yang sering dihadapi:
1. Kalus
2. Katimumul
3. Kutil pada kaki
4. Paronisia
5. Bau kaki

B. Intervensi
1. Pembedahan mungkin diperlukan
2. Pengobatan menggunakan asam salisilat, elektrodesikasi,
pengompresan dan penggunaan sale antibiotic lokal.

15
3. Pencucian yang sering, penggunaan deodorant kaki, dan
pemakaian alas kaki.
E. Hygiene Mata
A. Pengkajian:
1. Inspeksi
2. Palpasi
Masalah pada mata :
a. Ketidaknyamanan lensa
b. Kemerahan pada mata
c. Pandangan kabur
d. Air mata berlebihan
e. infeksi kornea
F. Hygiene Telinga dan Hidung
Telinga
Hygiene telinga terganggu bila substansi lilin atau benda asing berkumpul di kanal
telinga, Inflamasi lokal atau nyeri mempengaruhi pendengaran klien.

Hidung
Perawatan higienis hidung adalah sederhana tetapi untuk klien yang menggunakan
nasograstik, pemberian makan enternal, atau endotrakea yang masuk kedalam
hidung membutuhkan perhatian khusus.
G. Hygiene Alat Kelamin Pria
Tips menjaga kebersihan alat kelamin pria :
1. Cuci tangan sebelumdan sesudah BAK
2. Penis dicuci dengan air dan sabun lembutminimal sehari sekali.
3. Jika tidak disunat, harus lebih teliti dalam membersihkan daerah kelamin,
bila tidak, akan terdapat smegma yang dapat menimbulkan infeksi.
4. Sesudah membersihkan, jangan lupamengeringkan dengan handuk untuk
mencegah timbulnya jamur.
H. Hyhiene perineum
Perineal Hygien

16
Perawatan pada daerah perinium, pada klien yang imobil atau megalami
penurunan kemampuan untuk melakukan perawatan perinium.
Rasional Tindakan
1. Ketika sakit, sistem pertahanan manusia terhadap infeksi mengalami
penurunan dan infeksi pada saluran perkemihan tidak dapat dihindarkan.

2. Urin dan feses apabila tidak dibersihkan dapat mengganggu intregitas


kulit, dan lama kelamaan kulit dapat rusak bahkan dapat terinfeksi.

3. Kateter yang terpasang lama dapat menjadi media untuk hidupnya


mikroorganisme bahkan dapat menjadi saluran untuk naiknya mikroorganisme
ke kandung kemih dan ginjal.

Indikasi Tindakan

1. Klien pos partum

2. Klien pos operasi

3. Klien yang imbil (bedrest ).

4. Klien yang terpasang kateter

5. Klien yang tidak sadar

Waktu perawatan perinium

Berdasarkan rasional tindakan diatas dapat dijelaskan bahwa perawatan perinium


dilakukan minimal tiap 8 jam sekali. Perawatan perinium dilakukan pula pada
setiap tindakan invasif di daerah perineal, misalnya:

1. Pada saat akan dilakukan kateter

2. Pemeriksaan dalam ( vaginal tourch )

3. Pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim ( AKDR )

17
Diperlukan ketika klien menggunakan kateter urin tetap, pasca operasi rectal, atu
genital dan kelahiran. Sekresi yang menumpuk di sekitar permukaan genitalia dan
jaringan yang traumatik menyebabkan masuknya organiisme penginfeksi.
Perawatan perineum mencegah kontak dengan mikroorganisme dalam sekresi
tubuh. Pembersihan mengurangi transmisi mikroorganisme dari anus ke urethra
atau genitalia

III. Penerapan Kasus

A. Contoh Penerapan Kasus


Tn.A 28 tahun dirawat diruang penyakit dalam.Kondisi umum lemah,terpasang
infus di tangan kiri, dan terpasang kateter urine.Kulit badan tampak
lengket,rambut berminyak dan tidak rapi,dan gigi kotor.Menurut
pengakuan,pasien sudah 2 hari tidak menyikat gigi dan merasa malu karena
mulutnya bau.Pasien merasa gatal pada ujung penis.Suhu 37 derajat celcius,nadi
84 x/menit,pernapasan 18 x/menit,tekanan darah 120/80 mmHg.Pasien istirahat
di tempat tidur.
B. Data Fokus
Subjektif :
• Tn.A mengeluh sudah 2 hari tidak gosok gigi.
• Tn.A mengatakan malu karena mulutnya bau.
• Tn.A mengatakan ujung penisnya terasa gatal.

Objektif :
• Kulit badan lengket
• Rambut berminyak
• Rambut tidak rapi
• Gigi kotor
• Keadaan lemah
• Terpasang infus d tangan kiri
• Terpasang katetr urine

18
• Tn.A istirahat di tempat tidur
• Suhu 37 derajat celcius
• Frekuensi nadi 84 x/menit
• Pernapasan 18 x/menit
• Tekanan darah 120/80 mmHg
C. Diagnosa Keperawatan
1. Ketidakmampuan pemenuhan kebutuhan kebersihan diri : gigi dan
mulut berhubungan dengan kelemahan fisik.
2. Ketidakmampuan pemenuhan kebutuhan kebersihan diri : kulit
berhubungan dengan kelemahan fisik.
D. Rencana Keperawatan
Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Tindakan

1. Ketidakmampuan Tujuan : 1. Kaji kondisi


pemenuhan kebutuhan gigi dan mulut
Kebutuhan kebersihan gigi
kebersihan diri : gigi pasien
dan mulut Tn.A selama
dan mulut
tirah baring (4 hari) 2. Sikat gigi
berhubungan dengan
terpenuhi. pasien di
kelemahan fisik.
tempat tidur
dua kali sehari.
Data subjektif : Kriteria Hasil :

• Tn.A • Gigi Tn.A sudah


mengeluh sudah 2 disikat
hari tidak gosok
• Klien mengatakan
gigi.
mulut terasa segar
• Tn.A
• Gigi bersih
merasa malu
karena mulut bau.

Data Objektif :

19
• Gigi kotor

• keadaan
lemah

• Terpasang
infus di tangan kiri

• Terpasang
kateter urine

• Tn.A
istirahat di tempat
tidur

• Suhu 37
derajat celcius

• nadi 84
x/menit

• Pernapasan
18 x/menit

• Tekanan
darah 120/80
mmHg

2. Ketidakmampuan Tujuan : 1. Mandikan


pemenuhan kebutuhan pasien
Kebutuhankebersihan diri
kebersihan diri : kulit ditempat tidur
Tn.A selama tirah baring (4
berhubungan dengan 2 kali sehari
hari) terpenuhi
kelemahan fisik.
2. Bersihkan
genetalia
Data subjektif : Kriteria hasil : pasien

20
Tn.A mengatakan kulit • Kulit badan tidak 3. Cuci rambut
badan lengket dan gatal lengket pasien
pada ujung penis.
• Kulit badan tampak 4. Sisir rambut
bersih pasien

Data Objektif : • Genetalia bersih

•Gigi kotor • Pasien merasa lebih


nyaman dan bersih
•Keadaan lemah

• Tidak ada lagi


•Terpasang infus
keluhan gatal
tangan kiri

• Terpasang kateter
urine

•Tn.A istirahat di
tempat tidur

•Suhu 37 derajat
celcius

• Nadi 84 x/menit

•Pernapasan 18
x/menit

•Tekanan darah
120/80

21
Pemenuhan Rasa Aman
I. Konsep Dasar
A. Definisi Keamanan
Keamann sering di definisikan keadaan bebas dari cedera fisik dan psikologis yang
merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus di penuhi.
B. Dasar Pengetahuan Ilmiah
1. Kemanan lingkungan
Lingkungan klien mencakup semua factor fisik dan psikososial yang
mempengaruhi atau berakibat terhadap kehidupan dan kelangsungan hidup klien.
Keamanan dalam lingkungan diperlukan untuk mengurangi insiden terjadinya
penyakit dan cedera memperpendek lamanya tindakan dan hospitalisasi,
meningkatkan atau mempertahankan status gizi klien, meningkatkan
kesejahteraan klien dan juga memberiksn rasa aman kepada staff sehingga kerja
mereka menjadi optimal.
2. Kebutuhan dasar
Kebutuhan fisiologis yang terdiri dari kebutuhan terhadap oksigen,nutrisi,dan
suhu yang optimum,nutrisi, dan suhu yang optimum akan mampengaruhi keaman
seseorang.
a. Oksigen

22
Perawat harus menyadari berbagai factor yang ada di lingkungan yang
dapat menurunkan jumlah oksigen yang tersedia. Bahaya umum yang
ditemukan di rumah sakit adalah sistem pemanasan yang tidak berfungsi
dengan baik. Pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan penumpukan
karbon monoksida di dalam ruangan. Karbon monoksida adalah gas beracun
yang tidak berbau dan tidah berwarna yang di hasilkan dari pembakarsn
karbon atau bahan bakar organik. Karbon monoksida berikatan kuat dengan
oksigen,sehingga mencegah terbentuknya oksihemoglobin dan akhirnya akan
mengurangi persediaan oksigen yang diberikan ke seluruh tubuh.

b. Kelembaban

Kelembapan relatif udara dalam lingkungan dapat mempengaruhi


kesehatan dan keamanan klien. Kelembapan relative adalah jumlah uap air di
udara di bandingkan jumlah uap air maksimum yang dapat di kandung oleh
udara pada suhu yang sama. Angka kelembapan yang nyaman bagi setiap
orang bervariasi,tetapi kebanyakan orang merasa nyaman pada kelembaban
antara 60% - 70%.

Jika kelembaban relatifnya tinggi maka kelembaban kulit akan


terevaporasi dengan lambat. Jadi,pada cuaca panas,lembab,orang akan merasa
tidak nyaman pada lembab dan panas.

Jika kelembaban relatifnya tinggi maka kelembaban kulit akan


terevaporasi dengan lambat. Jadi pada cuaca panas,lembab,orang akan merasa
tidak nyaman pada lembab dan panas. Jika kelembaban relatifnya rendah
maka kelembaban kulit akan terevaporasi dengan cepat. Hal inilah yang
menjadi sabab mengapa orang akan merasa lebi dingin dan lebih nyaman jika
berada pada suhu 32,2 darajat C dengan kelmbaban relatif 30% daripada

23
berada pada suhu32,2 dengan kelembaban relatif 85%. Peningkatan
kelembaban lingkungan dapat menghasilkan keuntungan terappeutik.
c. Nutrisi

Pemenuhan kebutuhan nutrisi secara adekuat dan aman


memerlukankontrol lingkungan dan pengetahuan misalnya jika di rumah
,klien memerlukan kulkas dan alat pembeku untuk menjaga makanan yang
cepat membusuk agar tetap segar.

Makanan yang tidak di siapkan atau di simpan dalam kulkas akan


meningkatkan resiko terjadinya infeksi dan keracunan dalam makanan.
Infeksi bakteri melalui makanan disebabkan karena adanya
kontaminasi mkanan oleh bakteri seperti salmonela,shigela,dan listeriosa.
Keracunan makanan disebabkan ingesti toksin bakteri yang di hasilkan dalam
makanan.

Pengkajian terhadap kemungkinan adanya infeksi atau keracunan


makanan mencakup riwayat klein,melaksanakan pemeriksaan sauran
cernadan sistem saraf pusat,mengobservasi adanya demam dan menganalisa
kultur feses dan muntah.

Untuk melindungi konsuma,mkanan yang diproses dan dikemas


secara komrsial merupakan hal pokok yang di atur oleh Food and Drug
Administration (FDA)/ Bdan Administrasi Makanandan Obat-obatan. FDA
adalah lembaga federal yang bertanggung jawab melksanakan peraturan
federal tentang pembuatan,proses,dan distribusi pada makanan,obat-
obatan,dan kosmetik yang bertujuan untuk melindungi konsumen dari
penjualan substansi yang tidak murni atau berbahaya.

d. Suhu

Suhu lingkungan yang nyaman bagi individu sangat bervariasi,tetapi


individu biasanya nyaman pada suhu antara 18,3-23,9 C.

24
Pemaparan terhadap udara yang sangat dingin dalam waktu lama
menyebabkan radang dingin(fosbite) dan hipotermia.frosbite terjadi saatdaerah
permukaan kulit membeku akibat paparan suhu yang sangat dingin. Hipotermia
terjadi pada saat suhu tubuh inti sama atau urang dari 35 C.

Pemaparan terhadap panas yang eksterm akan menyebabkan


headstroke(sengatan terik mtahari) atau heat exhaustion. Heat exhaustion
menyababkan diaforesis yang berlebihan, hipotensi, perubahan status
mental.kejang otot, dan mual. Sedangkan headsroke adalah kondisi yang
mengancam kehidupan dengan perubahan status mentalyang berat.

3. Bahaya fisik

Bahaya fisik yahg ada dalam komunitas dan tempat pelayanan kesehatan
mengakibatkan cedera pada pasien. Banyak bahaya fisik,khususnya yang
mengakibatkan jatuh,dapat diminimalkan melalui pencahayaan yang
adekuat,pengurangan penghalang fisik,pengontrolan bahaya yang mungkin
mandi,dan tindakan pengamanan ada di kamar. Kita dapa meminimalkan bahaya
fisik, terutama yang berhubungan dengan kecelakaan jatuh melalui pencahayaan
yang cukup, mengatur, mengurangi gangguan, mengatur kamar mandi, dan
tindakan pengaman.

a. Menjamin pencahayaan yang adekuat

Pencahayaan yang adekuat akan mengurangi bahaya fisik dengan cara


menerangi tempat bergerak dan bekerja klien. Di dalam
rumah,gang,tangga,dan ruangan individu harus diberikan pencahayaan yang
adekuat sehingga penghuninya bisa beraktivitas dengan aman. Pencahayaan
buatan harus berupa cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan mata, karena
cahaya yang menyilaukan adlah masalah utama yang di hadapi oleh lansia.

b. Mengurangi penghalang fisik

Cedera yang di alami di rumah sering di sebabkan oleh benda,termasuk keset


yang ada di lantai,kain yang kusut di samping meja, lemari dinding,bahkan

25
atas kulkas, dan lemari buku.Untuk mengurangi resiko cedera,seluruh
penghalang fisik harus di pindahkan dari gang dan tenpat lalu lalang lainya.
Untuk benda yang dibutuhkan klien misalnya kacamata atau tissue diletakkan
di tempat yang dapat di jangkayu klien tapi tidak dapat di jangkau oleh anak-
anak. Benda-benda yang penting di letakkan di dalam laci untuk menghindari
kekecauan.

c. Mengontrol Bahaya yang Ada di Kamar Mandi

Kecelakaan, seperti jatuh, kebakaran dan keracunan, seringkali terjadi di


kamar mandi. Pegangan yang mudah terlihat dan aman serta perekat yang
tidak licin yang ada di dasar bak mandi berfungsi untuk mengurangi resiko
jatuh di dalm bak mandi. Tempat duduk toilet yang dki tinggikan dengan
pegangan tangan dan alas yang tidak licin pada lantai depan toilet juga
berfungsi mengurangi bahaya yang terjadi di kamar mandi.

d. Mengamankan Rumah

Klien perlu melakukan tidakan pencegahan untuk mengankan rumahnhya dari


penyelundup. Saat perawat melakukan pengkjian terhadap keadaan rumah ,
maka klien harus mengevaluasi keberadaan dan kualitas kunci pintu dan
jedela.

4. Pengurangan Transmisi Pathogen


Pathogen adalah setiap mikroorganismeyang mampu menyebabkan
penyakit. Salah satu metode yang paling efektif untuk membatasi penyebaran
pathogen adalah dengan cuci tangan sesuai dengan tehnik aseptic.
Penyebaran penyakit dari orang ke orang juga dapat di cegah dengan
tehnik imunnisasi. Imunisasi adalah proses yang menghasilkan atau menambah
resistensi seseorang terhadap penyakit infeksi. Imunisasi pasig di peroleh dengan
menyuntikkan sejumlah kecil mikroorganismeyang telah dilemahkan atau yang
telah mati atau toksin dari organism tertentu yang telah di modifikasi. Sedsngkan

26
imunisasi aktif diperoleh saat antibody yang di hasilkan oleh orang lain atau
hewan masuk ke dalam pebuluh darah seseorang untuk melindunfi diri dari
patogen.(Phipps,dkk,1995).
Human immunodefisiensy virus (HIV),yaitu virus yang menyebabkan
AIDS,dan virus hepatitis B yang ditularkan melalui darah dan cairan tubuh
tertentu. Perawat menggunakan standar kewaspadaan saat memberikan perawatan
bagi seluruh klien untuk melundungi diri mereka dari kongtak dengan darah dan
cairan.
Penyebaran penyakit juga dikonrtol melalui pembuangan sampah manusia
yang adekuat ke dalam tempat yang tepat,serta perbaikan pembuangan air dan
drainase. Pengontrolan terhadap serangga dan hewan pengerat juyga perlu
dilakukan untuk mengurangi tarjadinya penyebaran penyakit.
5. Pengontrolan polusi
Lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang bebas dari polusi.
a. Polutan adlah zat kimia atau sampah material yang berbahaya yang
dibuang kedalam air,tanah atau udara. Pada umumnya manusia hanya berfikir
jenis polusu itu hanyalah polusi udara,air ataupun tanah. Padahal ada juga
polusi yang menimbulkan resiko tarhadap kesehatan.
b. Polusi udara adalah kontaminasi terhadapatmosfir. Pemaparan yang lama
terhadap polusi udara akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit paru-
paru. Pada daerah perkotaan,sampah industry dan zat buangan kendaraan
bermotor menjadi penyebab terjadinya polusi udara. Di rumah ,sekolah,atau
tempat kerja asap rokok menjadi penyebab utema polusu udara. Polusi tanah
dapat disebabkan oleh pembuanagan radoiaktif dan sampah bioaktif yang
tidak tepat,nisalnya dioksin.
c. Polusi air adalah kontaminasi terhadap danau,sungai,dan aliran air,yang
biasanya di sebabkan polutan yang dihasilkan industry. Banjir seringkali
menyebabkan kerusakan pada penyediaan air bersih dan juga memerlukan
perebusan air hingga mendidih untuk minum dan memasak.
d. Polusi udara terjadi bila tingkat bunyi pada lingkungan menyebabkan
ketidaknyamanan bagi penghuni di lingkh gan tersebut. Tingkat bunyji diukur

27
dengandengan suatu intensitas bunyi decibel. Toleransi tarhadap terhadap
tingkat bunyi sangat bervariasi dari masing-masing individu. Yang
dipengaruhi status kesehatan individu tarsebut.
Lembaga pelayanan kesehatan seperti unit pelayanan intensif juga
mengalami kebisingan. Walaupun tingkat kebisingan tidak terlalu tinggi
namun mempengaruhi ketajaman pendengaran,tapi kebisingan dapat
menghasilkan suatu sindrom yang disebut kelebihan beban sensorik (sensory
overload). Kelebihan beban sensorik ditandai dengan peningkatan intensitas
auditori dan stimulus visual. Kelebihan beban sensorik akan mengganggu
proses informasi dank lien tidak lagi merasakan lingkungan yang berarti lagi
baginya.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi rasa aman

1. Usia dan Perkembangan


Individu belajar melindungi diri mereka sendiri dan berbagai cedera melalui
pengetahuan dan pengkajian yang akurat terhadap lingkungan.Kemungkinan
bahaya tertentu yang dapat terjadi pada kelompok usia tertentu.
2. Gaya Hidup
Faktor gaya hidup yang membuat individu beresiko terhadap cedera adalah
lingkungan kerja yang tidak aman,tinggal di lingkungan rawan
kejahatan,kemudahan untuk mendapatkan obat terlarang dan lain-lain.
3. Mobilitas dan status Kesehatan
Individu yang mengalami hambatan mobilitas akibat paralisis,kelemahan otot dan
keseimbangan atau koordinasi yang buruk sangat rentan terhadap cedera.
4. Perubahan Sensori Persepsi
Persepsi sensori yang akurat terhadap keamanan. Individu yang menglami
gangguan persepsi peraba,pendengaran,perasa,pencium,dan penglihat sangat
rentan terhadap cedera. Individu yang tidak melihat dengan baik akan terpleset
mainan atau tidak melihat kabel listrik.individu yang tuli mungkin tidak
mendengar klakson di jalan,dan individu yang mengalami gangguan indra
pencium mungkin tidak mencium bau masakan yang gosong atau aroma belerang
dari kebocoran gas.

28
5. Kesadaran Kognitif
Kesadaran merupakan kemampuan untuk merasakan stimulus lingkungan dan
reaksi tubuh serta untuk berespon secara tepat lewat proses pikir dan
tindakan.Klien yang mengalami gangguan kesadaran meliputi individu yang
kurang tidur,individu tak sadar,atau semi tak sadar,individu yang
disorientasi(individu yang tidak tahu dimana mereka berada atau apa yang harus
mereka lakukan untuk menolong diri mereka sendiri),individu yang tidak
merasakan stimulus dan individu yang mengalami hambatan penilaian akibat
proses penyakit atau pengobatan seperti narkotik obat penenang,hipnotik dan
sedatif.
6. Status Emosi
Status emosi yang ekstrim dapat mengganggu kemampuan untuk merasakan
bahaya yang terdapat dalam lingkungan situasi yang penuh tekanan dapat
menurunkan tingkat konsentrasi individu,menyebabkan kesalahan penilaian dan
penurunan dan kesadaran terhadap stimulus eksternal. Individu yang mengalami
depresi dapat berfikir dan bereaksi terhadap stimulus lingkungan lebih lambat
daripada biasanya.
7. Kemampuan komunikasi
Individu yang memiliki hambatan kemampuan untuk menerima dan
menyampaikan informasi termasuk klien afasia,individu dengan hambatan bahasa.
Dan mereka yang tidak dapat membaca juga beresiko terhadap cedera.
8. Kesadaran terhadap keamanan
Klien yang berada di lingkungan asing sering kali membutuhkan informasi
keamanan yang spesifik.
9. Faktor lingkungan
Pada lingkungan dimanapun kita berada termasuk rumah,tempat
kerja,sekolah,jalan harus mencakup faktor pendukung keamanan sehingga tidak
menimbulkan bahaya atau cedera fisik.

II. Asuhan Keperawatan Memenuhi Rasa Aman


A. Pengkajian

29
Perawat memberikan perawatan kepada klien dan keluarga di dalam komunitas
mereka dan tempat pelayanan kesehatan. Untuk memastikan lingkungan yang aman,
perawat perlu memahami hal-hal yang member kontribusi keamanan rumah,
komunitas, atau lingkungan pelayanan kesehatan, dan kemudian mengkaji berbagai
ancaman terhadap keamanan klien dan lingkungan. Pengkajian yang dilakukan pada
klien antara lain pengkajian terhadap riwayat dan pemeriksaan fisik. Pengkajian
terhadap lingkungan, termasuk rumah klien dan tempat pelayanan kesehatan,
mencakup inspeksi pada fasilitas tersebut. Bagian pengkajian berikut ini
mendiskusikan berbagai factor risiko yang dihadapi dalam komunitas dan lembaga
pelayanan kesehatan.Komitas factor resiko terdiri :
1. Risiko pada Tahap Perkembangan. Ancaman keamanan dalam komunitas
dipengaruhi oleh tahap perkembangan,gaya hidup, status mobilisasi, perubahan
sensorik, dan kesadaran klien terhadap keamanan.
2. Bayi, Todler, dan Prasekolah. Cedera merupakan penyebab terbesar kematian
anak-anak yang berusia lebih dari 1 tahun dan penyebab kematian dan kecacatan
yang lebih besar daripada akibat penyakit lain. Sifat cedera yang dialami
berhubungan erat dengan perilaku pertumbuhan dan perkembangan yang nrmal.
Contohnya, bahaya keracunan, biasanya disebabkan oleh ingesti kepingan cat
yang mengandung logam, merupakan peristiwa terbanyak yang terjadi pada masa
bayi akhir dan masa toddler karena meningkatnya tingkat aktivitas oral dan
kemampuan mengeksplorasi lingkungan ( Wong, 1995).
3. Anak Usia Sekolah. Cedera akibat bersepeda merupsksn penyebab kematian dan
kecacatan yang utama pada anak-anak, yang setiap tahunnya lebih dari 600
kematian dan ribuan anak dibawa ke ruang gawat darurat ( Child Health Alert,
1993 ).
4. Remaja. Cedera yang disebabkan kecelakaan merupakan penyebab kematian yang
terbesar pada remaja, dan sekitar 40% dari cidera tersebut disebakan karena
penggunaan alcohol. Alkohol juga mempunyai presentasi yang berarti sebagai
penyebab remaja melakukan pembunuhan dan bunuh diri ( U.S Public Health
Services, 1994 ).

30
Untuk mengkaji klien secara menyeluruh, pertimbangkan semua kemungkinan
ancaman keselamatan termasuk lingkungan klien dan juga factor risiko individual.
Ajukan pertanyaan spesifik terkait dengan keselamatan .

1. Anamnesis Keperawatan.
Anamnesis ini mencakup data tentang kesejahteraan klien untuk
menentukan adanya kondisi yang mengancam keselamatan. Contohnya,
perhatikan gaya berjalan klien, kekuatan dan koordinasi otot, keseimbangan dan
penglihatan. Pertimbangkan untuk mengkaji status perkembangan klien saat Anda
menganalisis informasi pengkajian. Juga tinjau apakah klien sedang
mengkonsumsi obat atau menjalani prosedur yang beresiko. Contohnya, diuretic
meningkatkan frekuensi berkemih sehingga klien harus lebih sering menggunakan
toilet. Kecelakaan jatuh sering terjadi pada klien yang sering bangkit dari tempat
tidur dengan terburu – buru karena merasa perlu segera berkemih.
2. Lingkungan rumah klien.
Dirumah, dibutuhkan pengkajian bahaya rumah. Jelajahi rumah bersama
klien dan diskusikan bagaimana klien biasanya melakukan aktivitas harian. Area
yang harus diperiksa adalah kamar mandi, dapur, dan sekitar tangga. Contohnya,
saat mengkajikecukupan pencahayaan, lakukan inspeksi area dimana klien
bergerak dan bekerja, seperti jalan depan rumah, tangga, koridor, dan ruangan di
dekat pintu. Mengenali rutinitas klien akan membantu Anda mengenali bahaya
yang tersembunyi.
Pengkajian untuk risiko infeksi/keracunan makanan mencakup pengkajian
diet selama minggu tersebut; pemeriksaan system gastrointestinal dan saraf pusat;
memeriksa adanya demam; dan menganalisis hasil kultur feses dan muntah.
Inspeksilah makanan dan minuman yang dicurigai dan periksa praktik cuci tangan
yang dilakukan klien. Perawat harus menanyakan klien jadwalrutin klien
mencuci. Ini akan memicu diskusi yang berguna tentang tujuan dan kepentingan
cuci tangan.
Pengkajian kenyamanan lingkungan mencakup jadwal pemeliharaan
system pemanas dan pendingin dirumah klien. Apakah pembakar dan pemanas

31
dirumah klien berfungsi? Apakah rumah tersebut memiliki pendingin udara atau
kipas angin? Anda harus menginformasikan klien yang menggunakan pemanas
tentang risiko kebakaran.
Jika klien menghuni rumah lama, minta klien untuk memeriksa adanya
timbale pada bahan cat, debu, atau tanah. Timbale juga dapat berasal dari alat
solder atau system saluran air dirumah sehingga mereka harus memeriksa air dari
tiap kran. Kantor kesehatan setempat dapat membantu pemilik rumah mencari
pemeriksa timbale terlatih yang mengambil sample dan menganalisis kandungan
timbale dilaboratorium.
3. Lingkungan pelayanan kesehatan.
Disini, anda harus menentukan keberadaan ancaman dilingkungan sekitar.
Apakah lokasi perlengkapan atau perabot membatasi usaha ambulasi klien?
Apakah posisi klien memungkinkan ia menjangkau benda dimeja smaping tempat
tidur? Apakah klien membutuhkan bantuan ambulasi? Perawat juga bekerja sama
dengan staf teknik klinis untuk memastikan peralatan telah diperiksa untuk
menjamin fungsi dan kondisi yang normal.
4. Risiko jatuh.
Pengkajian risiko jatuh sangat penting untuk menentukan kebutuhan spesifik dan
menyusun intervensi pencegahan. Perawat memulai dengan bertanya adanya
riwayat jatuh. Alat pengkajian kedelakaan jatuh membantu mendeteksi risiko
potensial sebelum kecelakaan dan cedera terjadi (farmer 2000). Alat ini menaruh
nilai untuk tiap factor risiko. Pengkajian awal dan harian untuk risiko jatuh sangat
penting untuk identifikasi klien yang berisiko jatuh. Pada banyak kasus, keluarga
merupakansumber penting dalam mengkaji risiko jatuh. Keluarga mampu
melaporkan tingkat kebingungan dan kemampuan ambulasi klien.
5. Risiko kesalahan medis.
Waspadalah terhadap factor lingkungan Anda dimana kesalahn medis lebih
mungkin terjadi. Beban kerja dan kelelahan yang berlebihan menyebabkan
penurunan kewaspadaan dan konsentrasi sehingga menyebabkan kesalahan
(Trinkoff et al., 2006). Waspadailah factor tersebut dan berhati – hatilah saat
bekerja dibawah kondisi penuh tekanan. Contohnya, untuk mengurangi potensi

32
kesalahan medis, perawat harus memeriksa gelang identifikasi klien sebelum
memulai prosedur apapun.
6. Serangan bioteroris.
Ancaman ini sangat nyata walaupun masalah terbatas pada kematian akibat
antraks setelah peristiwa 11 september 2001. Bersiaplah untuk melakukan
pengkajian akurat dan tepat waktu pada berbagai tatanan lingkungan. Jika
serangan terjadi, kemungkinan besar ada keterlibatan agen biologis seperti
antraks, botulisme, cacar, atau wabah bubo. Serangan bioteroris tampak sebagai
wabah alami pada awalnya, tetapi Anda harus mengenali bahwa mikroorganisme
telah ditingkatkan virulensinya dan mungkin resisten terhadap antibiotic atau
vaksin (Jones et al., 2002). Serangan biologis dapat bersifat terbuka (diumumkan)
atau tersembunyi. Serangan terbuka membutuhkan pengkajian cepat dari kejadian
sebenarnya dan diikuti oleh respons yang tepat. Serangan tersembunyi menjadi
jelas setelah korban mencari pertolongan medis, setelah waktu inkubasi telah
lewat, dan tanda klinis mulai muncul (Jones et al., 2002). Pada kasus ini, perawat
harus mengenali dan mengetahui sindrom yang berisiko tinggi. Klien dengan
penyakit akut yang menandakan kasus awal setelah serangan tersembunyi akan
mencari pertolongan di unit gawat darurat. Klien dengan gejala yang lebih ringan
akan mencari pertolongan ke pelayanan primer.

7. Harapan klien.
Umumnya klien merasa aman dirumah dan fasilitas kesehatan, tetapi harapan ini
terkadang tidak sesuai dengan perawat. Oleh karena itu, setiap pengkajian harus
menyertakan pemahaman klien tentang persepsinya mengenai factor risiko.
Perawat harus mengubah lingkungan klien. Klien biasanya tidak akan
menempatkan dirinya dalam bahaya secara sengaja. Jika klien tidak
diinformasikan atau belum berpengalaman, ancaman keselamatan dapat terjadi.
Anda harus selalu mengonsultasikan cara untuk mengurangi ancaman di
lingkungan klien.

B. Diagnosa

33
Setelah melengkapi pengkajian status keselamatan klien, tinjau kelompok data untuk
menentukan apakah terdapat pola yang menggambarkan adanya ancaman
keselamata. Identifikasi karakteristik penentu dari data akan membantu Anda
menegakkan diagnosis. Proses diagnostic membutuhkan pengenalan akurat dari
karakteristik penentu dan juga factor yang terkait.
Factor terkait akan menjadi dasar terapi keperawatan. Contohnya, risiko cedera
berhubungan dengan gangguan mobilitas dan risiko cedera berhubungan dengan
gangguan dilingkunag rumah membutuhkan intervensi yang berbeda. Klien dengan
gangguan mobilitas membutuhkan bantuan ambulasi dan terapi fisik. Klien dengan
gangguan lingkungan rumah membutuhkan perubahan lingkungannya agar menjadi
lebih aman. Terkadang dapat diterapkan factor terkait yang multiple. Contoh
diagnosis keperawatan yang dapat diterapkan pada klien dengan ancaman
keselamatan adalah sebagai berikut :
• Risiko gangguan keseimbangan suhu tubuh
• Gangguan pemeliharaan rumah
• Risiko cedera
• Deficit pengetahuan
• Risiko keracunan
• Gangguan persepsi sensorik
• Risiko sesak napas
• Gengguan proses piker
• Risiko trauma

Contoh Diagnosa dn Intervensi


• Resiko cedera yang berhubungan dengan dengan percahayaan yang buruk dan
lingkungan rumah yang kacau
Definisi: resiko cedera adalah keadaan individu berisiko mengalami cedera karena
interaksi kondisi lingkungan dengan adaptasi dan sumber pertahanan individu
(kim, 1995)
Hal yang
Tujuan Intervensi Rasional
diharapkan

34
Klien akan 1. Pada akhir 1. Berikan sesi 1. Konseling dan
mempunyai sesi pengajaran ketiga pengajaran
lingkungan pengajaran selama 20 menit meningkatkan
yang aman
yang ketiga, tentang kewaspadaan
dalam 6
bulan klien akan mengidentifikasi terhadap bahaya
membuat dan menghindari (law, 1993).
daftar bahaya atau jatuh 2. Pemeriksaan
bahaya yang dan cedera , dan yang menyeluruh
ada dalam meningkatkan terhadap potensial
rumah. keamanan. terjadi nya
2. Setelah 3 2. Minta klien bahaya dapat
bulan, klien melengkapi miningkatkan
akan daftar keamanan pengetahuan
memodifikas di rumah untuk pencegahan
i 50% mengidentifikasi resiko (loew,
bahaya yang adanya potensi 1993).
ada. resiko terhadap 3. Pegangan dan
3. Setelah 6 keamanan . permukaan yang
bulan klien 3. Amankan tidak licin
memodifikas pegangan pada mengurangi
i 100% bak mandi dan resiko jatuh
bahaya yang air pancuran . (Ebersole and
ada . 4. Tempatkan hess, 1994).
sedikit nya 4. Percahayaan
lampu sebesar 75 yang baik akan
watt pada mengurangi
ruangan. bahaya pada
lingkungan dan
mengurangi
resiko jatuh
(Ebersole and
hess,1994)

C. Intervensi
Intervensi keperawatan untuk meningkatkan keamanan dari tingkat perkembangan.
INTERVENSI RASIONAL
Bayi, Todler, dan Pra Sekolah
Gunakan mainan yang besar dan lunak Bagian-bagian yang kecil dapat di cabut
tanpa mata, hidung dan mulut yang oleh bayi dsn terjadi kecelakaan akibat
terbuat dari plastik. aspirasi.
Jika menggunakan tempat bermain Kepala bayi dapat terjepit di antara

35
anak anak dengan sisi yang tempat bermain dan rendahkan tempat
dihubungkan satu sama lain, jangan bermain anak dengan sisi yang
meninggalkan salah satu sisinya turun dihubungkan serta menimbulkan afeksia
Jangan meninggalkan sisi tempat tidur Anak dapat berguling secara tiba-tiba dan
byi dalam keadaan yang tidak jatuh dari tempat tidur atau meja tempat
terpasang atau jangan berpaling dan ganti
bayi yang ada di meja tempat ganti
Gendong bayi saat memberi makan; Meningkatkan ikatan dengan orang tua
jangan menyangga botol dengan dan mengurangi resiko tersedak
sesuatu
Jika diberi susu formula, bacalah Penggunaan susu formula yang tidak di
petunjuk yang ada. Sebagian besar encerkan menybabkan
susu formula harus di encerkan dengan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
air pada bayi yang baru lahir
Jangan lanjutkan penggunaan tempat Bayi berusia 3 bulan yang sangat aktif
duduk bayi saat bayi berusia 3 bulan, dapat mendorong tubuh nya keluar dari
atau lebih awal bila bayi sangat aktif tempat duduk nya dan menyebabkan
bergerak jatuh
Hindarkan rumah tempat bayi berada Bayi mengeksplorasi lingkungan
dari benda benda yang kecil, tajam dan sekitarnya dengan menggunakan tangan
zat beracun dan mulut, dan ingesti benda kecil
menyebabkan bayi tersedak, zat yang
beracun dan toksik memerlukan
penanganan yang tepat.
Tutup stop kontak listrik dengan Stop kontak listrik di dinding dapat
menggunakan tutup pelindung terlihat oleh bayi dan merangsang
keingintahuan bayi. Bayi merengkak
sering mencoba bermain dengan benda
listrik di dinding walaupun banyak
mainan yang lain.
Gunakan pgar penjara pada puncak Mencegah anak jatuh dari tangga atau
dan dasar tangga dan pintu ruangan masuk ke ruangan yang tidak terlindungi
untuk membatasi ruang gerak todler dari bahaya.
yang mulai merangkak atau mulai
berjalan.
Gunakan besi penjaga jendela untuk Mencegah anak jatuh ke luar jendela.
semua jendela yang ada di rumah.
Jangan tinggalkan bayi pada tempat
tidur bayi, roda tempat bayi belajar
berjalan, kereta dorong anak, atau
kursi tinggi tanpa pengawasan
Ajarkan anak berenang pada usia Anak dapat bermain dalam air dengan
muda, tetapi harus selalu diawasi. aman. Anak yang mengetahui cara
berenang tetap menemui kesulitan
didalam air dan perlu pengawasan.
Ajarkan anak menyeberang jalan dan Memberikan kemampuan pada anak

36
berjalan ditempat parkir. untuk melindungi diri sendiri terhadap
bahaya kendaraan bermotor.
Ajarkan anak untuk tidak berbicara Mengurangi resiko terjadi cedera atau
atau menerima sesuatu dari orang penculikan oleh orang asing. Laporan
asing dan memberitahu orang tua atau adanya orang asing membantu penegak
orang dewasa yang bertanggung jawab hokum untuk menyekidiki dan
jika didekati oleh orang asing. menangani ancaman pada anak.
Jangan biarkan anak berlari sambil Anak dapat jatuh dan tertusuk gagang
makan permen atau es krim yang permen atau es krim dan menyebabkan
bergagang dalam mulutnya. cedera akibat tusukan atau adanya benda
asing pada jalan nafas.
Ingatkan anak untuk tidak memakan Benda – benda tersebut mungkin
apapun yang ditemukan dajalan atau mengandung bahaya dan menyebabkan
dirumput. penyakit yang parah.
Gunakan bagian belakang alat Mengurangi risiko anak menarik panci
pembakar pada kompor dan biasakan yang beriasi air panas dan risiko terbakar.
menyusun panic menghadap ke
dinding.
Pindahkan kulkas dan alat pembeku Pintu kulkas dan alat pendingin mungkin
yang tidak digunakan lagi, dan dapat terkunci dan pada model lama pintu
intruksikan anak untuk tidak tidak dapat dibuka dari dalam; sehingga
bersembunyi didalamnya. menyebabkan asfiksia.
Anak usia sekolah
Ajarkan anak menggunakan Anak perlu belajar bahwa ada beberapa
perlengkapan yang aman untuk perlengkapan yang digunakan untuk
bermain dan bekerja. bermain dan perlengkapan lain digunakan
untuk bekerja dan penggunaan yang tidak
tepat menyebabkan cedera.
Ajarkan anak cara mengendarai Jika sepeda dilarang berjalan ditrotoar,
sepeda yang aman dan tanggung jawab anak harus belajar untuk mentaati rambu
saat pergi dengan menggunakan lalu lintas dan sesuai dengan pola lalu
sepeda. lintas yang ada atau mengidentifikasi
lokasi yang aman untuk mengendarai
sepeda.
Ajarkan anak untuk memakai helm Ketika anak mengendarai roller skating,
pelindung dan bantalan dilutut dan mereka sering terjatuh; perlengkapan
sikut saat anan bermain roller skating. pelindung mengurangi resiko cedera yang
serius.
Jangan biarkan anak menjalankan alat Jika terjadi kecelakaan karena listrik,
– alat listrik saat mereka sendirian. tidak aka nada orang lain yang akan
menolong anak.
Jika orang tua memilih untuk memiliki Mencegah cedera kecelakaan akibat
alat pemadam kebakaran dirumah, pengisisan atau penggunaan yang tidak
ajarkan orang tua untuk menjaga alat tepat.
tersebut tidak terisi, terkunci, dan tidak
terjangkau oleh anak.

37
Remaja
Anjurkan anak untuk mendaftar pada Pada usia ini banyak cedera yang
kursus mengemidi mobil disebabkan oleh kesalahan diri sendiri.
Remaja perlu mempelajari peraturan
dijalan raya, kewajiban penggunaan
sabuk pengaman dan akibat penggunaan
alcohol dan obat – obatan yang lain
terhadap kemampuan mengemudikan
kendaraan.
Berikan informasi tentang penggunaan Remaja adalah subyek tekanan dari teman
alcohol dan obat – obatan. sebayanya.
Berikan pendidikan seks, tekankan Banyak remaja yang mulai melakukan
praktik seks yang aman. hubungan seksual. Kehamilan dan
penyebaran virus HIV harus dihindarkan.
Rujuk remaja untuk megikuti aktivitas Remaja memerlukan pengawasan dari
dimasyarakat dan yang disponsori orang dewasa, namun tetap memerlukan
sekolah. waktu untuk bersosialisasi dengan teman
sebayanya secara aman.
Dengarkan remaja dan observasi Remaja dapat menderita depresi dan
adanya perubahan perilaku. mempunyai angka bunuh diri yang tinggi
Dewasa
Rujuk klien untuk mengikuti kursus Efek stress dan pola gaya hidup
manajemen stress dan berikan menyebabkan risiko keamanan yang
petunjuk perubahan gaya hidup. berarti bagi klien dewasa.
Lansia
Bantu klien menilai bahaya yang ada Bahaya fisik ekstrinsik menyebabkan
dirumah risiko keamanan bagi lansia. Jatuh terjadi
akibat penambahan usia usia; kecelakaan
karena keracunan terjadi karena
penglihatan yang buruk; penurunan
mobilisasi, penglihatan, dan pendengaran
yang meningkatkan terjadinya kecelakaan
akibat kebakaran, tersengat listrik, dan
kecelakaan mobil.
Anjurkan klien untuk memeriksakan Hal ini menurunkan terjadinya
penglihatan dan pendengaran secara kecelakaan mobil dan kecelakaan pejalan
teratur. kaki.
Anjurkan klien untuk mendaftarkan Olahraga dapat mempertahankan
diri pada kursus olahraga dan menjaga kekuatan dan fleksibilitas otot.
diri tetap aktif.

III. Penerapan Kasus


A. Contoh Penerapan Kasus

38
Tn.K 25 tahun belum menikah,pendidikan perguruan tinggi dan bekerja di
perusahaan swasta.Dua hari yang lalu pasien terjatuh darri motor lalu dibawa ke
IGD karena tidak sadarkan diri.Pasien dirawat karena cedera kepala berat.Pasien
menyatakan sangat pusing dan pandangannya berputar-putar.Keluarga
menyatakan bahwa pasien selalu gelisah dan ingin mencabut selang infus serta
NGT yang terpasang.Pada pengkajian fisik didapatkan : nadi 98
x/menit,penuh,ireguler; pernapasan 28 x/menit,cepat,dan dangkal ; suhu 38 derajat
celcius ;tekanan darah 140/90 mmHg.Kesadaran somnolen,gelisah,bicara
kacau,dan pasien berusaha untuk turun dari tempat tidur.
B. Data Fokus
Subjekttif :
• Keluarga menyatakan bahwa 2 harri yang lalu pasien terjatuh dari
motor,tidak sadarkan diri,dan dibawa ke IGD rumah sakit.

• Pasien menyatakan sangat pusing dan pandangan berputar-putar

• Keluarga menyatakan pasien selalu gelisah dan ingin mencabut infus


danNGT yang terpasang.

Objektif :

• Diagnosa medis : cedera kepala berat

• Tanda-tanda vital : nadi 98 x/menit,penuh,ireguler :pernapasan 28


x/menit,cepat,dan dangkal : suhu 38 derajat celcius :tekanan darah 140/90
mmHg.

• Kesadaran somnolen,gelisah,dan bicara kacau.

• Gerakan tangan tidak terkontrol tampak berusaha mencabut NGT dan


selang infus.

• Pasien berusaha untuk turun dari tempat tidur.

39
C. Diagnosa Keperawatan
Risiko cedera : jatuh dan perlukaan berhubungan dengan penurunan status mental.
D. Rencana Asuhan Keperawatan
Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Tindakan
Keperawatan
Risiko cedera : Tujuan : 1. Kajian status mental
Jatuh dan Selama masa pasien : tingkat
perlukaan perawatan,masalah cedera : kesadaran dan perilaku
berhubungan jatuh dan perlukaan tidak pasien.
dengan penurunan terjadi. 2. Kaji tanda-tanda
status mental. vital.
Kriteria Hasil : 3. Identifikasi jenis
• Gerakan pasien penggunaan restrain
dapat terkontrol secara tepat.
• Alat-alat invasif : 4. Pasang pengaman di
NGT dan infus tidak sisi tempat tidur.
dicabut 5. Kolaborasi dengan

• Pasien tidak jatuh doker untuk

dari tempat tidur penggunaan


restrain,baik fisik
maupun farmakologi.
6. Jelaskan
penggunaan restrain
kepada pasien dan
keluarga.
7. Minta persetujuan
tindakan (informed
consent) tindakan
restrain.
8. Siapkan jenis
restrain yang

40
sesuai.Pasang restrain
secara benar dan tepat.
9. Kaji adanya
penurunan sirkulasi
atau gangguan
integritas kulit pada
area pemasanagan
restrain setiap 2 jam.
10.Lakukan latihan
pergerakan sendi untuk
ekstremitas/persendian
yang terfiksasi setiap
pergantian dinas.

41
Daftar Pustaka
Perry & Potter,2003,Fudamental Of Nursing, USA:C.V Moasby Company St. Luis
NANDA (2003). Nursing Diagnose. Definition and Clasification 2005-2006 philadelphia.
NANDA International
Tim Penulis Poltekkes Depkes Jakarta III,2009,Paduan Praktik Kebutuhan Dasar
Manusia I,Jakarta: Salemba Medika

42