Anda di halaman 1dari 4

Hak Perorangan Atas Tanah adalah hak penguasaan atas tanah yang memberikan kewenangan yang bersifat umum

yaitu kewenangan di bidang perdata dalam penguasaan dan penggunaan tanah sesuai dengan jenis-jenis hak atas tanah yang diberikan. Hak Perorangan atas Tanah terdiri dari HAK ATAS TANAH dan HAK JAMINAN ATAS TANAH. HAK ATAS TANAH terdiri dari :
a. Hak atas tanah PRIMER bersumber pada Hak Bangsa Indonesia dan diberikan

oleh Negara melalui permohonan hak. Meliputi : 1. HAK MILIK 2. HAK GUNA BANGUNAN 3. HAK GUNA USAHA 4. HAK PAKAI 5. HAK PENGELOLAAN
b. Hak atas tanah SEKUNDER tidak langsung bersumber pada Hak Bangsa

Indonesia dan diberikan oleh pemilik tanah dengan cara PERJANJIAN PEMBERIAN HAK antara pemilik tanah dengan calon pemegang hak. Meliputi : 1. HAK GUNA BANGUNAN 2. HAK PAKAI 3. HAK SEWA 4. HAK USAHA BAGI HASIL 5. HAK GADAI 6. HAK MENUMPANG HAK JAMINAN ATAS TANAH adalah hak perorangan atas tanah yang tidak memberikan kewenangan kepada pemegangnya untuk menggunakan tanah yang dikuasainya tetapi memberikan kewenangan untuk menjual secara lelang tanah tersebut, jika pemilik tanah melakukan wanprestasi. Meliputi : HAK TANGGUNGAN. Hak-hak atas tanah : 1. HAK MILIK Hak atas tanah yang turun temurun, terkuat, dan terpenuh

Perorangan, harus WNI tunggal (tidak boleh dwikewarganegaraan) Badan hukum tertentu : Jangka waktu tidak terbatas
Hapus Menjadi tanah negara kalau :

Bank Pemerintah (bank swasta tidak boleh) Koperasi Badan Sosial Badan Keagamaan

Hapus Tanahnya musnah

Hak dicabut Hak dilepaskan scra sukarela Dicabut utk kepentingan umum Ditelantarkan tanahnya Dialihkan kepada WNA (tidak boleh)

2. HAK GUNA USAHA Untuk mengusahakan tanah yang DIKUASAI oleh NEGARA selama jangka waktu tertentu untuk usaha PERTANIAN, PERKEBUNAN, PERIKANAN, PETERNAKAN. Dapat beralih pada ahli waris, dapat dialihkan, dapat dilepaskan menjadi TANAH NEGARA, dapat ditanggungkan Jangka Waktu : (dapat terus menerus dilakukan pembaharuan) Tanaman Keras = 35 tahun & diperpanjang lagi 25 tahun Tanaman Muda = 25 tahun & diperpanjang lagi 25 tahun Subyeknya : WNI Badan Hukum Indonesia, cnth : Bank Indonesia PMA yang berbentuk Perusahaan PATUNGAN & didirikan menurut

hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia, Luas Tanah Minimum 5 hektar Maksimum = utk perorangan = 25 hektar Utk badan hukum = ditetapkan oleh Menteri Agraria

3. HAK GUNA BANGUNAN Untuk mendirikan dan mempunyai bangunan di atas TANAH YANG BUKAN MILIKNYA SENDIRI dalam jangka waktu tertentu. Jangka waktu - Di atas Tanah Negara / Hak Pengelolaan, maksimal 30 tahun & dpt diperpanjang utk 20 tahun - Di atas Hak Milik, maksimal 30 tahun, atas kesepakatan dapat diperbaharui dengan akta PPAT & didaftar di Kantor Pertanahan Subyek -

WNI Badan Hukum Indonesia PMA yang berbentuk Perusahaan Patungan untuk keperluan

emplasemen, bangunan pabrik, dll. Terjadinya Kalau asalnya adalah Tanah Negara = permohonan hak Kalau dari tanah dengan Hak tertentu (Hak Milik/Hak Pengelolaan) =

perjanjian antara pemilik dengan calon yang akan memperoleh HGB 4. HAK PAKAI Hak atas tanah bangunan (dapat digunakan untuk bangunan) & Hak atas tanah pertanian (digunakan untuk usaha pertanian) Jangka Waktunya Atas Tanah Negara = 25 tahun & diperpanjang 20 tahun Atas Tanah Hak Milik = 25 tahun & tidak dapat diperpanjang

Peruntukkan Diberikan untuk keperluan khusus, seperti kepentingan pemerintah, keagamaan, sosial, serta perwakilan negara asing dan badan internasional Subyek WNI Badan Hukum Indonesia Departemen, LPND, & PEMDA Badan Keagamaan & Sosial WNA yang berkedudukan di Indonesia

5. HAK PENGELOLAAN

Badan Hukum Asing yg memiliki perwakilan Perwakilan negara asing / Badan Internasional

Memberikan wewenang kepada pemegangnya untuk : Subyek


-

Merencanakan peruntukkan dan penggunaan tanahnya Menggunakan tanah untuk keperluan sendiri Menyerahkan bagian tanahnya kepada pihak ketiga menurut syarat

yang telah ditentukan bagi pemegang hak tersebut Badan Hukum yang didirikan menurut Hukum Indonesia dan

berkedudukan di Indonesia yang seluruh modalnya dimiliki oleh Pemerintah dan/atau Pemda yang bergerak dalam kegiatan INDUSTRI & PELABUHAN Lembaga & Instansi Pemerintah