Anda di halaman 1dari 23

OBAT OBAT ANTITIROID

PENDAHULUAN
Obat antitiroid (AT) digunakan > abad pedoman th/ hipertiroidisme, terutama Px + Grave s disease. Thn 1990 mengindikasikan AT DOC Px muda + Grave s disease. Pembahasan : data farmakologis + klinis, berhubungan dng penggunaan senyawa tsb

MEKANISME KERJA
AT molekul thionamid = gugus sulfhydryl + thiourea (dlm struktur heterosiklik) Contoh: proplthiouracil, methimazole, carbimazole AT aktif terkonsentrasi di gld. tiroid antagonis perubahan konsentrasi H. tiroid

SINTESIS TIROKSIN & TRIIODOTIROKSIN


In Panel F, the oxidized drug forms an unstable drug disulfide that spontaneously degrades to an inactive desulfurated molecule, shown as methylimidazole. Antithyroid drugs also impair the coupling reaction in vitro, but it is uncertain whether this occurs in vivo.

MEKANISME KERJA cont


EFEK

hambat iodinisasi tyrosine (pd thyroglobulin) yg diperantarai thyroid peroxidase (penting dlm sintesis tiroksin & triiodotionin) hambat sintesis H. tiroid

EFEK OBAT ANTITIROID


Inhibisi sintesis H. tiroid Me intrathyroidal immune dysregulation, & ekspresi HLA kelas II Me konversi dari H. tiroksin triiodotironin di jaringan perifer & dlm gld. Tiroid (Propylthiouracil) [] serum Ab reseptor tyrotropin, intracellular adhesion molecule I, soluble receptor IL-2 & IL 6 me

Perubahan dlm sistem imun = perbaikan fungsi tiroid secara simultan yang dapat memiliki efek menguntungkan terhadap proses autoimun pada pasien dengan Grave s disease

FARMAKOLOGI KLINIS
Absorbsi : GIT cepat Distribusi : kadar puncak serum dalam 1 atau 2 jam setelah obat dikonsumsi; durasi PTU 1224j (terikat albumin), Meth >> (bebas di serum) Tdk perlu penyesuaian : anak kecil, orang tua, RF. Perlu penyesuaian : penyakit hepar

PENGGUNAAN KLINIS OBAT2 ANTITIROID

PEMILIHAN OBAT
Obat yang tersedia :
Methimazole 1x/ hr @ 15 mg/ 30 mg Propylthiouracil 300 mg/hr

Methimazole lebih baik daripada PTU karena meningkatkan T3 T4 dalam serum secara cepat PTU lebih sering digunakan pada wanita hamil

PERTIMBANGAN KLINIS
Dalam suatu percobaan acak, 85% pasien memiliki efek T3 dan T4 yang normal setelah 6 minggu pemberiasn 10 mg methimazole dibandingkan 92% pasien dengan 40 mg/hr Jika pasien sudah mulai pengobatan dengan obat-obatan anti tyroid direkomendasikan dilakukan tes follow up fx tyroid tiap 4-6 minggu, minimal sampai fx tyroid stabil atau pasien jadi eutyroid

Hipotirioidisme iatrogenik dapat timbul pada pasien dengan hipertyroidisme ringan bila methimazole yang digunakan agresif Sebaliknya, dosis yang inadekuat akan berlanjut pada hipertyroidisme mutlak

REMISI
Studi menunjukan pasien dengan hipertiroidisme parah cenderung lebih sedikit mengalami remisi daripada pasien denga n hipertiroidisme ringan Pasien dengan kadar antibodi reseptor antithyrotropin yang tinggi mungkin memiliki kecenderungan yang lebih rendah untuk terjadinya remisi

Karakteristik klinis lain yang dapat dianggap sebagai indikator, antara lain usia, jenis kelamin dan sejarah merokok, ada atau tidaknya ofthalmopati dan durasi timbulnya gejala sebelum diagnosis ditegakkan Jika obat-obat antitiroid memiliki efek imunosupresif, dosis yang lebih tinggi atau durasi pengobatan yang lama dapat meningkatkan kemungkinan remisi

Berdasarkan durasi pengobatan suatu penelitian prospektif menunjukan peningkatan yang signifikan dalam tingkat kekaambuhan setelah follow up 2 tahun pada pasien yang diobati selama 18 bulan dibandingkan mereka yang dirawat selama 6 bulan

Dengan adanya hasil tersebut, pengobatan dengan anti tiriod selama 12-18 bulan direkomendasikan dalam review evidence based sistematis

PENGHENTIAN TERAPI OBAT


Dihentikan / dosis diturunkan setelah 12 18 bln th/ Kecuali anak2 & remaja bertahun2 Rekuren pd Px dng kadar serum thyrotropin tjd dlm 3 6 bln pertama setelah pengobatan dihentikan menurun setelah 1-2 thn 75% dlm fase remisi yg hamil menderita remisi (Grave s disease) saat postpartum / timbul tiroiditis postpartum

EFEK SAMPING MINOR


Reaksi kutaneus (urtikaria/ruam makular) Atralgia GIT discomfort Artralgia (G/ severe transient migratory polyarthritis) Agranulositosis (prop > meth) < 500 sel/mm3 (demam & sakit tenggorokan) Sepsis (demam+menggigil+kelelahan)

EFEK SAMPING MAYOR


Hepatotoksisitas (prop enz. Aminotransferase + nekrosis masif pd biopsi) Vaskulitis SLE Inflamasi autoimun

PENGGUNAAN OBAT AT SELAMA MASA KEHAMILAN & MENYUSUI


Tirotoksikosis stp 1000-2000 kehamilan AT hrs dimulai saat D/ ditegakkan risiko u/ ibu + janin PTU (Am Ut) min lewat plasenta barier, drpd methimazole PTU uji klinis : dpt lewat, tidak berbeda dlm fungsi tiroid saat lahir ES Methimazole : aplasia cutis (kongenital) lesi tunggal/bbrp 0,5-3 cm pd titik/area oksipital kepala tjd spontan (1:2000 kelahiran); teratogenik sind (embryopathy methimazole) pd choanal atresia (bayi + PTU) / atresia oesophageal (2:241 )

Cont
FDA : PTU & methimazole diklasifikasi sbg kelas D (risiko kuat ke janin) k/ potensi utk hipotiroidisme pd janin. Setelah tirotoksikosis terkontrol AT di cegah hipotiroidisme janin dpt diabaikan bila serum tiroksin bebas pd ibu hamil me /di atas batas atas N Laktasi : ke2 AT aman + dlm ASI tp konsentrasi Bayi + ASI : fungsi tiroid N & intelektual N

TIROID STORM
th/ AT = PTU tdk > ampuh daripada methimazole thd konversi tiroksin u/ triiodothyronine dosis (60-120mg Methimazole / 600-1200 g PTU/hr) jika perlu secara suppositoria; Methimazole secara iv