Anda di halaman 1dari 4

ASUHAN PADA BAYI DGN CEPHALHEMATOMA

Pengertian Perdarahan sub periosteal akibat ruptur pembuluh darah antara tengkorak dan periosteum Perdarahan superfisial akibat kerusakan jaringan periosteum karena tekanan jalan lahir dan tidak melampaui batas garis tengah Pembengkakan pada kepala karena adanya penumpukan darah yang disebabkan perdarahan sub periosteum Faktor Predisposisi Tekanan jalan lahir yang terlalu lama pada kepala saat persalinan Moulage terlalu keras Partus dengan tindakan seperti forcep, vacum ekstraksi Komplikasi 1. Ikterus 2. Anemia 3. Infeksi 4. Kalasifikasi mungkin bertahan selama > 1 tahun Pengkajian Subyektif Identitas : Terjadi pada BBL terutama nampak jelas pada beberapa hari setelah lahir (6-8 jam) Keluhan Benjolan di kepala bayi beberapa jam setelah lahir Obyektif Benjolan di kepala bayi, biasanya pada daerah tulang parietal, oksipital Berkembang secara bertahap dalam waktu 12-72 jam Pembengkakan kepala berbentuk benjolan difus Berbatas tegas, tidak melampaui batas sutura Perabaan, mula-mula keras lama kelamaan lunak Pada daerah pembengkakan terdapat pitting odema Sifat timbulnya perlahan, benjolan tampak jelas setelah 6-8 jam setelah lahir Bersifat soliter / multiple Anemi, hiperbilirubin bila gangguan meluas Jarang menimbulkan perdarahan yang memerlukan transfusi, kecuali bayi yang mempunyai gangguan pembekuan Pemeriksaan radiologi : bila ada indikasi gangguan nafas, benjolan terlalu besar Assesment Diagnosa : Cephalhematoma Masalah : Kecemasan orang tua Planning 1. Prinsip intervensi sama dengan caput succedaneum 2. Riwayat bayi seperti bayi normal, bila tidak ada komplikasi lanjut (fraktur tengkorak) 3. Observasi ketat untuk mendeteksi perkembangan 4. Pantau hematokrit, pantau adanya hiperbilirubin 5. Berikan ASI secara adekuat 6. Cegak infeksi: bila ada permukaan yang mengalami luka maka jaga agar tetap kering dan

bersih 7. Rujuk : bila ada fraktur tulang tengkorak, cefalhematoma yang terlalu besar 8. Bila tidak ada komplikasi : tanpa pengobatan khusus akan sembuh / mengalami resolusi dalam 2 - 8 minggu

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Cefalhematum biasanya disebabkan oleh cedera pada periosteum tengkorak selama persalianan dan kelahiran, meskipun dapat juga timbul tanpa trauma lahir. Sefalhematoma terjadi sangat lambat, sehingga tidak nampak adanya edema dan eritema pada kulit kepala. Insidennya adalah 2,5 %. Perdarahan dapat terjadi di satu atau kedua tulang parietal. Tepi periosteum membedakan cefalhematum dari caput sucsedeneum. Caput terdiri atas pembengkaakan local kulit kepala akibat edema yang terletak di atas periosteum. Selain itu, sefalhematum mungkin timbul beberapa jam setelah lahir, sering tumbuh semakin besar dan lenyap hanya setelah beberapa minggu atau beberapa bulan. I.2. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui bagaimana memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan Cephalhematoma. 2. Tujuan Khusus a. Mengetahui pengertian cephalhematoma b. Mengetahui faktor predisposisi cephalhematoma c. Mengetahui tanda dan gejala cephalhematoma d. Mengetahui pengkajian cephalhematoma e. Mengetahui komplikasi cephalhematoma f. Mengetahui Penatalaksanaan cephalhematoma

BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Definisi Cephal hematoma adalah perdarahan sub periosteal akibat kerusakan jaringan poriestum karena tarikan atau tekanan jalan lahir. Dan tidak pernah melampaui batas sutura garis tengah. Tulang tengkorak yang sering terkena adalah tulang temporal atau parietal ditemukan pada 0,5-2 % dari kelahiran hidup. (Menurut P.Sarwono.2002. Pelayanan Kesehatan Matemal dan Neonatal ; Bagus Ida Gede Manuaba. 1998; Prawiraharjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan) 2.2 Patofisiologi Cephal hematoma terjadi akibat robeknya pembuluh darah yang melintasi tulang kepala ke jaringan poriosteum. Robeknya pembuluh darah ini dapat terjadi pada persalinan lama. Akibat pembuluh darah ini timbul timbunan darah di daerah sub periosteal yang dari luar terlihat benjolan. 1. Bagian kepala yang hematoma bisanya berwarna merah akibat adanya penumpukan daerah yang perdarahan sub periosteum.

( Menurut : FK. UNPAD. 1985. Obstetri Fisiologi Bandung ) Tanda-tanda dan gejala : Berikut ini adalah tanda-tanda dan gejala Cephal hematoma: 1. Adanya fluktuasi 2. Adanya benjolan, biasanya baru tampak jelas setelah 2 jam setelah bayi lahir . 3. Adanya chepal hematoma timbul di daerah tulang parietal Berupa benjolan timbunan kalsium dan sisa jaringan fibrosa yang masih teraba. Sebagian benjolan keras sampai umur 1-2 tahun. ( Menurut : Prawiraharjo, Sarwono.2002.Ilmu Kebidanan ) 2.3 Tanda dan Gejala 1. Baru tampak 6-8 jam setelah lahir, besar, hilang 16-22 jam atau beberapa minggu kemudian. 2. Lunak, tetapi tidak leyok pada tekanan dan berfluktuasi. 3. Pembengkakan terbatas. 4. Tidak melewati sutura. 5. Tempatnya tetap. 6. Karena perdaraahan subperiosteum 2.4 Komplikasi 1. Ikterus 2. Anemia 3. Infeksi 4. Kalasifikasi mungkin bertahan selama > 1 tahun 2.5 Penatalaksanaan Cephal hematoma umumnya tidak memerlukan perawatan khusus. Biasanya akan mengalami resolusi khusus sendiri dalam 2-8 minggu tergantung dari besar kecilnya benjolan. Namun apabila dicurigai adanya fraktur, kelainan ini akan agak lama menghilang (1-3 bulan) dibutuhkan penatalaksanaan khusus antara lain : 1. Menjaga kebersihan luka 2. Tidak boleh melakukan massase luka/benjolan Cephal hematoma 3. Pemberian vitamin K Bayi dengan Cephal hematoma tidak boleh langsung disusui oleh ibunya karena Pergerakan dapat mengganggu pembuluh darah yang mulai pulih.