P. 1
Aceh Utara BRR

Aceh Utara BRR

|Views: 2,841|Likes:
Dipublikasikan oleh Tanto Wi

More info:

Published by: Tanto Wi on Jul 04, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Latar Belakang
  • 1.2. Maksud dan Tujuan
  • 1.3. Lokasi Proyek
  • 1.4. Ruang Lingkup Pekerjaan
  • 1.5. Pelaporan
  • 2.1. Millineum Development Goals
  • 2.2. Sasaran
  • 2.3. Tujuan/Goals yang Disepakati
  • 2.4. Keterkaitan Air Minum, Sanitasi dan MDG
  • 2.5. Defenisi Air Minum Sehat Menurut MDG
  • 3.1. Umum
  • 3.2.1. Tata Guna Lahan
  • 3.2.2. Iklim
  • 3.2.3. Topografi
  • 3.3.1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk
  • 3.3.2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
  • 3.4.1. Sektor Industri
  • 3.4.2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
  • 3.4.3. Keuangan Daerah (APBD)
  • 3.5.1. Sistem Penyediaan Air Minum
  • 3.5.2. Persampahan
  • 3.5.3. Air Limbah dan Sanitasi
  • 3.5.4. Drainase
  • 3.5.5. Jalan Kota
  • 4.1. Tinjauan Umum Sistem Penyediaan Air Bersih Yang Ada
  • 4.2. Permasalahan yang dihadapi
  • 4.3. Analisis dan Proyeksi Kebutuhan Air Bersih
  • 4.4. Outline Plan Sistem Penyediaan Air Bersih 2007 - 2026
  • 4.5. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih
  • 4.6. Rencana Anggaran Biaya
  • 5.1. Umum
  • 5.2. Kajian Terhadap Fungsi dan Strategi Pembangunan Kota
  • 5.3.1. Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja
  • 5.3.2. MCK lengkap dengan Tangki Septik
  • 5.3.3. Sasaran Program
  • 5.4. Usulan Program
  • 5.5. Expenditure Program
  • 6.1. Umum
  • 6.2.1. Pengelola Jaringan Drainase
  • 6.2.2. Kondisi Fisik dan Kapasitas Drainase kota
  • 6.2.3. Sumber Genangan
  • 6.2.4. Penyebab Genangan
  • 6.3.1. Tujuan Pembuatan Outline Plan Drainase
  • 6.3.2. Ruang Lingkup Outline Plan
  • 6.3.3. Tahapan Pelaksanaan
  • 6.4.1. Parameter Penentuan Skala Prioritas
  • 6.4.2. Penentuan Skala Prioritas
  • 6.4.3. Alternatif Penanganan Masalah
  • 7.1. Strategi Penanganan
  • 7.2.1. Penjelasan Umum
  • 7.2.2. Sarana dan Prasarana Yang Ada
  • 7.2.3. Model Pengelolaan Persampahan Eksisting
  • 7.3.1. Peningkatan pelayanan persampahan di daerah Permukiman
  • 7.3.2. Pengelolaan Pembuangan Akhir Sampah (TPA)
  • 7.4. Sasaran Program
  • 7.5. Kebutuhan Prasarana Persampahan
  • 7.6. Program Pengembangan Sistem Persampahan
  • 8.1. Pendahuluan
  • 8.2.1. Gambaran Tingkatan Kehidupan Penduduk Kabupaten Aceh Utara
  • 8.2.2. Rata-rata Kebutuhan Air Bersih
  • 8.2.3. Pendapatan Masyarakat
  • 8.2.4. Minat Non Pelanggan PDAM
  • 8.2.5. Data Pelanggan PDAM
  • 8.3.1. Kelompok Pelanggan Air
  • 8.3.2. Kelompok Non Pelanggan
  • 9.1.1. Pelayanan Air Bersih
  • 9.1.2. Operasionil
  • 9.1.3. Pendapatan dan Biaya
  • 9.2. Pengelolaan Persampahan
  • 9.3. Pengelolaan Sanitasi
  • 10.1.1. Penjelasan Umum
  • 10.1.2. Kualifikasi Personalia
  • 10.1.3. Fungsi dan Sistem Pengawasan
  • 10.1.4. Perangkat Hukum Kelambagaan
  • 10.2.1. Operasional
  • 10.2.2. Pemeliharaan
  • 10.2.3. Distribusi
  • 10.2.4. Personalia
  • 10.2.5. Pemasaran
  • 10.2.6. Finansial
  • 10.2.7. Sumber Biaya Operasi
  • 10.3. Partisipasi Swasta dan Masyarakat Umum
  • 11. Asumsi Biaya
  • 12. Sektor Persampahan dan Sanitasi

PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH SKS - BRR PERENCANAAN UMUM.

PERENCANAAN TEKNIS DAN MANAJEMEN RANTAI PENGADAAN
Jl. Tgk. H. M. Daud Beureueh N0. 26; Phone +62-651 21440 (Hunting)

LAPORAN AKHIR
KABUPATEN ACEH UTARA

Sabang

Kota Banda Aceh

Aceh Besar

Lhoksumawe

PIDIE

Bireun Aceh Utara

Aceh Jaya Bener Meriah

ACEH TIMUR

Langsa Aceh Barat Aceh Tengah

Aceh Tamiang Nagan Raya

Gayo Luwes

Aceh Barat Daya

Aceh Tenggara Aceh Selatan

Aceh Singkil

Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Provinsi NAD 2006
SURAT PERJANJIAN KERJA NOMOR : 074/02/II/2006 TANGGAL 2 PEBRUARI 2006

PT Pilar Teguh Perkasa Lhokseumawe

PT Mitra Lingkungan Dutaconsult Jakarta

PT Mega Disain Banda Aceh

PT. Pilar Teguh Perkasa, PT. MLD dan PT. Mega Design

Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD

KATA PENGANTAR
Laporan Akhir “Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam” ini disusun oleh konsultan PT. Pilar Teguh Perkasa yang berasosiasi dengan PT. Mitra Lingkungan Dutaconsult dan PT. Mega Design berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) – BRR Perencaaan Umum, Perencanaan Teknis dan Manajemen Rantai Pengadaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Laporan ini menyajikan program terpilih Outline Plan yang sifatnya jangka pendek dan mendesak untuk segera dilaksanakan. Konsep Laporan Akhir ini akan berisi : Kriteria teknis dan teori perencanaan sebagai pendekatan analisis/evaluasi bangunan reservoir. Gambar perencanaan untuk sistem penyaluran air minum, persampahan dan sistem penyaluran air limbah. Usulan program suplai dan konstruksi unit sistem penyediaan air minum, persampahan dan sistem penyaluran air limbah yang meliputi segi teknis dan operasionil. Perhitungan besaran biaya investasi dan operasi terhadap pembangunan sistem prasarana di atas. Rencana pentahapan pembangunan sesuai dengan skala prioritas.

Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu memberi saran, kritik arahan dan materi yang mendukung bagi penyusunan laporan ini.

Banda Aceh, Agustus 2006 PT. Pilar Teguh Perkasa PT. Mitra Lingkungan Dutaconsult PT. Mega Design

Team Leader

i

DAFTAR ISI

PT. Pilar Teguh Perkasa, PT. MLD dan PT. Mega Design

Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. Latar Belakang ..................................................................................... 1 - 1 Maksud dan Tujuan.............................................................................. 1 - 2 Lokasi Proyek....................................................................................... 1 - 4 Ruang Lingkup Pekerjaan .................................................................... 1 - 4 Pelaporan............................................................................................. 1 - 8

BAB 2 MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. 2.5. Millineum Development Goals.............................................................. 2 - 1 Sasaran................................................................................................ 2 - 1 Tujuan/Goals yang Disepakati ............................................................. 2 - 2 Keterkaitan Air Minum, Sanitasi dan MDG ........................................... 2 - 4 Defenisi Air Minum Sehat Menurut MDG ............................................. 2 - 5

BAB 3 TIPOLOGI ACEH UTARA 3.1. 3.2. Umum................................................................................................... 3 - 1 Kondisi Fisik dan Lingkungan............................................................... 3 - 3 3.2.1. Tata Guna Lahan ...................................................................... 3 - 3 3.2.2. Iklim........................................................................................... 3 - 3 3.2.3. Topografi ................................................................................... 3 - 4 3.3. Kependudukan ..................................................................................... 3 - 4 3.3.1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk ............................................ 3 - 4 3.3.2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian .................. 3 - 9 3.4. Perekonomian Kabupaten Aceh Utara ............................................... 3 - 10 3.4.1. Sektor Industri ......................................................................... 3 - 10 3.4.2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ............................... 3 - 11 3.4.3. Keuangan Daerah (APBD) ...................................................... 3 - 16 3.5. Infrastruktur Prasarana dan Sarana Perkotaan.................................. 3 - 17 3.5.1. Sistem Penyediaan Air Minum ................................................ 3 - 17 3.5.2. Persampahan.......................................................................... 3 - 20

ii

PT. Pilar Teguh Perkasa, PT. MLD dan PT. Mega Design

Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD

3.5.3. Air Limbah dan Sanitasi .......................................................... 3 - 22 3.5.4. Drainase.................................................................................. 3 - 23 3.5.5. Jalan Kota ............................................................................... 3 - 25 BAB 4 SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 4.5. 4.6. Tinjauan Umum Sistem Penyediaan Air Bersih Yang Ada ................... 4 - 1 Permasalahan yang dihadapi............................................................... 4 - 1 Analisis dan Proyeksi Kebutuhan Air Bersih ........................................ 4 - 3 Outline Plan Sistem Penyediaan Air Bersih 2007 - 2026 ..................... 4 - 4 Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih.................................. 4 - 4 Rencana Anggaran Biaya .................................................................... 4 - 5

BAB 5 SEKTOR SANITASI 5.1. 5.2. 5.3. Umum................................................................................................... 5 - 1 Kajian Terhadap Fungsi dan Strategi Pembangunan Kota .................. 5 - 1 Analisa Program Air Limbah................................................................. 5 - 2 5.3.1. Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja ........................................... 5 - 2 5.3.2. MCK lengkap dengan Tangki Septik ......................................... 5 - 7 5.3.3. Sasaran Program ...................................................................... 5 - 8 5.4. 5.5. Usulan Program ................................................................................... 5 - 9 Expenditure Program ........................................................................... 5 - 9

BAB 6 SEKTOR DRAINASE 6.1. 6.2. Umum........................................................................................................ 1 Tinjauan Sistim Drainase Kota .................................................................. 1 6.2.1. Pengelola Jaringan Drainase ......................................................... 1 6.2.2. Kondisi Fisik dan Kapasitas Drainase kota .................................... 2 6.2.3. Sumber Genangan ......................................................................... 3 6.2.4. Penyebab Genangan ..................................................................... 3 6.3. Outline Plan Drainase ............................................................................... 4 6.3.1. Tujuan Pembuatan Outline Plan Drainase ..................................... 4 6.3.2. Ruang Lingkup Outline Plan........................................................... 4 6.3.3. Tahapan Pelaksanaan ................................................................... 5

iii

PT. Pilar Teguh Perkasa, PT. MLD dan PT. Mega Design

Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD

6.4.

Penanganan Masalah ............................................................................... 5 6.4.1. Parameter Penentuan Skala Prioritas ............................................ 5 6.4.2. Penentuan Skala Prioritas............................................................ 10 6.4.3. Alternatif Penanganan Masalah ................................................... 10

BAB 7 SEKTOR PERSAMPAHAN 7.1. 7.2. Strategi Penanganan............................................................................ 7 - 1 Kondisi Eksisting Pelayanan Sampah .................................................. 7 - 1 7.2.1. Penjelasan Umum ..................................................................... 7 - 1 7.2.2. Sarana dan Prasarana Yang Ada ............................................. 7 - 1 7.2.3. Model Pengelolaan Persampahan Eksisting ............................. 7 - 3 7.3. Analisis Sasaran-sasaran Program ...................................................... 7 - 3 7.3.1. Peningkatan pelayanan persampahan di daerah Permukiman. 7 - 3 7.3.2. Pengelolaan Pembuangan Akhir Sampah (TPA) ...................... 7 - 8 7.4. 7.5. 7.6. Sasaran Program ............................................................................... 7 - 13 Kebutuhan Prasarana Persampahan ................................................. 7 - 13 Program Pengembangan Sistem Persampahan ................................ 7 - 15

BAB 8 ASPEK SOSIAL EKONOMI 8.1. 8.2. Pendahuluan ........................................................................................ 8 - 1 Hasil Survey Sosial Ekonomi ............................................................... 8 - 2 8.2.1. Gambaran Tingkatan Kehidupan Penduduk Kabupaten Aceh Utara ......................................................................................... 8 - 2 8.2.2. Rata-rata Kebutuhan Air Bersih ................................................ 8 - 4 8.2.3. Pendapatan Masyarakat ........................................................... 8 - 4 8.2.4. Minat Non Pelanggan PDAM .................................................... 8 - 6 8.2.5. Data Pelanggan PDAM ............................................................. 8 - 9 8.3. Analisa Sosial dan Ekonomi............................................................... 8 - 10 8.3.1. Kelompok Pelanggan Air......................................................... 8 - 10 8.3.2. Kelompok Non Pelanggan....................................................... 8 - 11

iv

..1.....Perangkat Hukum Kelambagaan ..................1 9...........Pemasaran... 10 .5...............1 9.....3........................4 10......4................ 10 .. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD BAB 9 KINERJA KEUANGAN 9..............2.. Air Limbah.... 10 ......... Pilar Teguh Perkasa.. Operasionil ....................6..12 BAB 10 ASPEK KELEMBAGAAN 10.......1 10..3 10...... 9.............................4.......................3..................................2.........Sumber Biaya Operasi ...........7..............................................1.5 LAMPIRAN v ........1... 10 .......3.....................2.................................................1 9...Kualifikasi Personalia ........ Aspek Kelembagaan .............................Fungsi dan Sistem Pengawasan... PT............ 10 ..... Manajemen Pengelolaan... 9 .. 10 ......2..........................................................1..1................ 9 ................................................................ 9 ....................Penjelasan Umum.............. 10 .........1...................4 10....... Pengelolaan Air Bersih.... 10 ........................................2..........2 10.........................2......................1 10................. 10 ............ 9 . 9 ........Finansial.... 10 .2 10...........3 10. 10 .............. 9 ..........2 10.. 10 ...Operasional...................... Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum............3 10.......................Pemeliharaan.....3............. MLD dan PT..................... Pelayanan Air Bersih.............2.............3 9........................................... 10 ..............1.....4 10.PT...................2.....3................3 10......2................................................ Partisipasi Swasta dan Masyarakat Umum ...............................1...................1............3 10......2.......1...........Distribusi ............8 Pengelolaan Sanitasi.... Pendapatan dan Biaya .......................... Pengelolaan Persampahan .....................1............................. 10 .....1...........................Personalia .......................2....................................2..

BAB 1 PENDAHULUAN .

Saat ini tindakan darurat sebagai langkah awal kegiatan rehabilitasi sudah selesai dilaksanakan dan selanjutnya akan memasuki tahapan rekonstruksi dan pengembangan. terutama lokasi sumber air potensial untuk penyediaan air minum.PT. PENDAHULUAN Latar Belakang Pada tanggal 26 Desember 2004. Kerusakan berat ini terjadi hampir terjadi diseluruh sektor kegiatan perkotaan termasuk sarana dan prasarana perkotaan.1 . Pilar Teguh Perkasa.1. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD BAB Gambar 1 1 1. yang pelaksanaannya dibawah kordinasi Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi / BRR Aceh Nias. maka Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta dibantu berbagai pihak seperti LSM asing maupun LSM lokal mengadakan tindakan untuk merehabilitasi kembali seperti semula. Air Limbah. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Untuk menanggulangi kesulitan masyarakat kota / kabupaten di Propinsi NAD dalam mendapatkan pelayanan dari sarana dan prasarana perkotaan yang hancur. Didalam “outline plan” sampai tahun 2026 diharapkan dapat menggambarkan pengembangan kebutuhan prasarana dan sarana sektor air minum. lokasi tempat pembuangan akhir sampah yang aman Halaman 1 . persampahan dan drainase kemudian dilakukan pekerjaan “detailed engineering design” sampai tahun 2010. air limbah. Bappenas telah menerbitkan cetak biru proses pembangunan kembali Propinsi NAD pasca gempa dan tsunami. Untuk masing masing kota / kabupaten yang rusak akibat gempa secara langsung atau tidak langsung perlu dilakukan pekerjaan pengembangan “Outline plan & DED” dari prasarana dan sarana perkotaan dan untuk tahap pertama dilakukan pekerjaan “outline plan” sampai tahun 2026 untuk sektor air minum. PT. air limbah. namun demikian perkembangan implementasi nya memerlukan beberapa penyesuaian kembali sesuai perkembangan jaman agar dapat memenuhi kebutuhan yang sesungguhnya dari masyarakat untuk 20 tahun kedepan atau sampai tahun 2026. beberapa wilayah kota / kabupaten di Propinsi NAD mengalami kerusakan berat yang diakibatkan oleh bencana hebat gempa bumi dan tsunami. persampahan dan drainase. MLD dan PT.

Program penanganan 4 komponen tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan penduduk hingga tahun 2026 untuk outline plan dan sampai tahun 2010 untuk detail engineering design. Halaman 1 . MLD dan PT. air limbah. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD disertai parameter parameter pendukungnya. ekonomis. Setelah mendapatkan masukan masukan dari Dinas terkait maka konsultan harus berkordinasi dengan Bappeda setempat untuk menyelaraskan dengan RUTR Kota / Kabupaten yang ada sehingga sesuai dengan Master Plan kota / kabupaten yang ada. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.2. sehingga diharapkan implementasi selama 5 tahun kedepan dapat berkelanjutan sesuai perkembangan kota yang ada. Pilar Teguh Perkasa.PT. Air Limbah. Dinas Kebersihan dan Dinas Pekerjaan Umum untuk pengembangan sistem pelayanan sampah perkotaan dan air limbah. Pilihan pilihan yang diambil harus sesuai dengan kaidah teknis. PT. drainase dan persampahan pasca gempa bumi dan tsunami di kota / kabupaten bagian Timur dari Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 1. Tahapan selanjutnya dari penyiapan outline plan ini adalah pembuatan DED untuk 5 tahun kedepan.2 . sosial dan aman secara lingkungan dan dikordinasikan dengan PDAM setempat untuk pengembangan sistem penyediaan air minum. Konfigurasi awal dari outline plan ini untuk komponen air minum sebenarnya sudah dilakukan PDAM setempat melalui “Corporate Plan PDAM” tetapi setelah terjadinya gempa bumi diharapkan dapat ditinjau kembali secara teknis dan ekonomis sehingga tetap layak untuk dilanjutkan. Maksud dan Tujuan Penyusunan outline plan & DED ini dimaksudkan untuk menyusun program program penanganan permasalahan komponen air minum. sanitasi dan persampahan untuk beberapa kota / kabupaten di Propinsi NAD ini diproyeksikan untuk mampu memenuhi kebutuhan domestik dan non domestik untuk jangka waktu 20 tahun kedepan. Ketersediaan prasarana air minum. Penyiapan “outline plan” ini akan didasarkan kepada tata guna lahan yang ada serta Rencana Tata Ruang Kota / Kabupaten yang telah direvisi pasca gempa dan tsunami yang diperkirakan telah ada di Bappeda Propinsi NAD.

• Mengidentifikasi sistem pengolahan air limbah yang tepat guna sesuai kebutuhan sampai tahun 2026. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini. Air Limbah. Halaman 1 . Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Tujuan dilakukan studi ini adalah: • Mengevaluasi kinerja eksisting sistem penyediaan air minum. MLD dan PT. • Mengidentifikasi berbagai permasalahan dan kendala untuk ke 4 komponen tersebut terutama. sistem yang ada. sanitasi dan persampahan sampai tahun 2010 berdasarkan hasil outline plan yang ada. benar secara teoritis dan efektif. • Melakukan evaluasi dan analisa tata guna lahan dan rencana pembangunan perkotaan yang ada dalam RTRW Kota / Kabupaten pasca gempa dan tsunami. lokasi tempat pembuangan akhir sampah. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. PT. IPLT yang ada. dan kemungkinan untuk melakukan pelayanan sistem terpusat dengan penyaluran air limbah perpipaan disertai bangunan pengolahannya. • Menganalisa kebutuhan air minum untuk kegiatan domestik dan non domestik sampai tahun 2026 berdasarkan pola konsumsi yang ada di masing masing kota serta melakukan survey air baku potensial untuk memastikan ketersediaan air baku yang memenuhi sarat teknis. seperti tingkat pelayanan. • Menyusun DED untuk komponen air minum. air limbah dan persampahan pasca gempa untuk jangka pendek dan panjang. sehingga penduduk kota dapat meng implementasikan dan menerima karena cukup aman dan ekonomis.PT. higinis dan ekonomis serta konservasi lingkungan dari DAS yang ada sampai tahun 2026. juga sampai tahun 2026. lokasi dan sumber air potensial yang tersedia. dan penetapannya berdasarkan tim teknis dari BRR dan Dinas Pekerjaan Umum dan PDAM masing masing Kabupaten Kota. proses rehabilitasi dan rekontruksi di pantai Timur Propinsi NAD dapat ditangani secara bertahap.3 . Pilar Teguh Perkasa. • Menyusun program rehabilitasi dan konstruksi sistem air minum. daerah genangan. air limbah dan persampahan termasuk kondisi teknis dan operasional. • Menganalisa kondisi prasarana dan sarana sanitasi yang ada. sistematis.

• Kota Simpang Tiga.4 .4. drainase dan persampahan ini meliputi beberapa kota / kabupaten. • Kota Jantho. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 1. air limbah. pipa transmisi. sambungan rumah domestik dan non domestik. instalasi penjernihan.PT. Aceh Tengah dan 2 kota IKK pusat pertumbuhan lainnya. di Kab. mulai dari intake. Aceh Timur dan 2 IKK kota pusat pertumbuhan lainnya. di Kabupaten Aceh Besar untuk DED air minum dan drainase tahun 2006.3. PT. • Kota Takengon. Bireun dan 3 IKK kota pusat pertumbuhan lainnya • Kota Lhokseumawe • Kota Lhok Sukon. di Kab. MLD dan PT. kebocoran yang terjadi selama air dalam pipa transmisi. Air Limbah. Ruang Lingkup Pekerjaan Batasan kegiatan studi yang harus dilaksanakan sesuai dengan sasaran yang dapat ditetapkan adalah sebagai berikut : a. di Kab. 1. • Kota Idie Rayeuk. • Mengevaluasi kinerja eksisting dari sistem pelayanan air minum yang ada. kesehatan dan ekonomis.2026 • Mengevaluasi dan mencari sumber air baku potensial yang memenuhi persaratan teknis. jaringan perpipaan. topografis. Pidie dan 3 IKK kota pusat pertumbuhan lain nya • Kota Bireun. di Kab. Komponen Air Minum : Outline Plan 2007 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pilar Teguh Perkasa. Bener Meriah dan 2 kota IKK pusat pertumbuhan lainnya. di Kab. termasuk kondisi hidrologis. Aceh Tamiang dan 2 IKK kota pusat pertumbuhan lainnya. di Kab. yaitu : • Kota Sigli. • Kota Langsa • Kota Kuala Simpang. reservoir. geohidrologis dan kondisi situasi daerah aliran sungai termasuk kondisi tata guna lahan disekitar DAS. Lokasi Proyek Penyusunan outline plan dan DED komponen air minum. Aceh Utara dan 3 IKK kota pusat pertumbuhan lainnya. di kab. Halaman 1 .

c. • Dokumen tender dan spesifikasi teknis. • Penetapan sumber air baku potensial yang mampu menyediakan air baku yang sesuai persyaratan dan aman. kualifikasi. • Membuat rencana investasi berdasarkan prioritas pekerjaan dan sumber dana. • Penetapan jalur pipa transmisi dan distribusi serta reservoir. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD • Melakukan review dari studi studi yang sudah ada. seperti rasio personil. sondir dan data tanah lain. jembatan pipa. penyeberangan pipa. Komponen air minum . • Penetapan lokasi dan jenis instalasi penjernihan air minum. • Rencana anggaran biaya per tahun. rumah jaga. jaringan perpipaan transmisi dan distribusi. b. • Kriteria dan parameter disain. dan studi studi lain. • Estimasi kebutuhan dana / anggaran pengembangan sistem pelayanan air minum sampai tahun 2026. Outline Plan 2007 . reservoir. terutama di lokasi lokasi yang rusak oleh gempa dan tsunami. • DED dari sistem penyediaan air minum terpilih yang terdiri dari . Pilar Teguh Perkasa. • Menganalisa dan evaluasi kebutuhan air minum kota sampai tahun 2026 berdasarkan penyebaran dan populasi penduduk. DED 2007 . dan program pelatihan. standard sambungan rumah. Corporate Plan di PDAM. Komponen sanitasi . Halaman 1 . • Desain note dari perhitungan struktur.5 . instalasi penjernihan air minum. Master Plan. kantor. • Mengevaluasi kebutuhan sumber daya alam. • Mengembangkan sistem kemitraan dengan masyarakat dimulai dari perencanaan sesuai tahapan operasional. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. PT. MLD dan PT.2011. intake. rumah pompa. seperti dokumen Rencana Umum Tata Ruang Kota / Kabupaten.PT. trust block. Air Limbah. • Pengukuran topografi.2026 • Menganalisa dan evaluasi sistem yang ada.

Komponen Sanitasi . • Menganalisis sistem Drainase eksisting berupa dimensi saluran drainase. Pilar Teguh Perkasa. • Rencana anggaran biaya per tahun. instalasi pengolahan tinjar. • DED dari sistem penyediaan air limbah terpilih yang terdiri dari . run off area dan menetapkan dimensi saluran drainase untuk periode ulang 10 tahun. • Dokumen tender dan spesifikasi teknis. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Air Limbah. sekunder. bangunan pengumpul.6 . • Analisa institusi dan struktur organisasi pelaksana operasional dan perawatan saluran drainase. MCK komunal.2026. • Saluran drainase primer dan sekunder terpilih mempertimbangkan kedalaman saluran induk penerima limpasan air hujan. • Kriteria dan parameter disain.PT. Halaman 1 . • Analisis curah hujan dan menetapkan besarnya daerah tangkapan air hujan. d. perpipaan tersier. • Membuat alternatif pelayanan air limbah on site atau off site pada wilayah pelayanan dengan mempertimbangkan segi operasional dan pemeliharaan jangka panjang. • Penetapan saluran primer dan sekunder dengan mempertimbangkan integrasi dengan perencanaan saluran air limbah. standard septic tank. standard inlet. outline plan 2007 .2011. instalasi pengolahan air limbah. DED 2007 . sondir dan data tanah lain. • Disain note dari perhitungan struktur. • Penetapan lokasi instalasi pengolahan air limbah atau instalasi pengolahan Lumpur tinja. rumah jaga. MLD dan PT. PT. primer. standard cubluk. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD • Analisa besarnya buangan air limbah di perkotaan yang masuk disaluran drainase sebagai grey water dan yang masuk ke septic tank sebagai dasar perhitungan untuk sistem pengaliran air limbah terpusat bila diperlukan. rumah pompa. e. • Pengukuran topografi. Komponen Drainase. tingkat kerusakan dan saluran drainase yang tersumbat akibat Tsunami baik untuk saluran primer maupun sekunder. kantor.

g. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. • Identifikasi permasalahan dan kebutuhan sub sektor persampahan seperti kondisi pewadahan yang ada. • Disain note dari perhitungan struktur. DED 2007 . pengangkutan ke TPA dan sampai pembuangan akhir. standard street inlet. • Menganalisa dan mengevaluasi timbulan sampah sesuai kondisi tata guna lahan dan demografi yang ada serta memproyeksikan timbulan sampah per blok pelayanan sampai tahun 2026. kedalaman. Outline Plan 2007 . pintu air.PT. Komponen persampahan . Pilar Teguh Perkasa. • Menyusun rencana strategis penanganan sampah sampai tahun 2026. durasi per tahun. • Dokumen tender dan spesifikasi teknis. jumlah armada pengangkut sampah termasuk jenis dan tahun pembuatan.7 . tata guna lahan dan kondisi tanah. • Kriteria dan parameter disain. lokasi / kondisi / tipe TPS dan TPA yang ada. Halaman 1 . tipe truk arm roll / dump truk. sekunder. saluran tersier. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD f. TPS.2011. • Menyusun UKL dan UPL dari alternatif terpilih TPA. terutama di lokasi lokasi yang rusak oleh gempa dan tsunami. • Pengukuran topografi. sondir dan data tanah lain. pengangkutan ke TPS. box culvert dari berbagai tipe. • Peta pembagian blok daerah tangkapan air sesuai topografi. • Menyiapkan alternatif penyelesaian masalah mulai dari pewadahan. primer dari berbagai tipe konstruksi. MLD dan PT. polder. Air Limbah. Komponen drainase. volume sampah yang bisa diangkut. pengangkutan dari rumah ke TPS dan dari TPS ke TPA. • Menyiapkan alternatif sistem pengangkutan sampah dan alternatif beberapa lokasi TPA yang aman secara teknis dan sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada. termasuk luas. • DED dari sistem drainase terpilih yang terdiri dari . dan peta wilayah genangan. • Rencana anggaran biaya per tahun. klep untuk mencegah pasang surut air laut jika diperlukan.2026 • Menganalisa dan evaluasi sistem persampahan yang ada. PT.

bangunan pelengkap seperti rumah jaga. TPS. • Rencana anggaran biaya per tahun. bisnis. • Disain note dari perhitungan struktur. • Menyusun SOP untuk pengangkutan sampah (alat berat. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD h.2011. container. Air Limbah.5. PT. swasta. lokasi TPS. kelompok media massa dan kelompok lainnya. permasalahan yang ada. garasi alat berat. lokasi proyek. Millenium Development Goals KTT Pembangunan Berkelanjutan yang berlangsung di Johannesburg. Pilar Teguh Perkasa. • Dokumen tender dan spesifikasi teknis 1. Pelaporan Laporan pekerjaan outline plan ini dibagi menjadi 9 bagian yaitu : a.PT. pagar pengaman. • Pengukuran topografi. b. lembaga PBB. tingkat pelayanan. Komponen persampahan .8 . Pertemuan itu berhasil menyelesaikan agenda berbagai isu besar Halaman 1 . jenis pekerjaan yang dilakukan yang disertai dengan sajian data data yang ada. rencana pengembangan. organisasi non-pemerintah. reduce. DED 2007 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. pengolahan lindi. dump truk / arm roll truk. MLD dan PT. ritasi dan lokasi garasi dari truk sampah. lembaga finansial multilateral. rumah pompa. standard TPA sesuai kondisi lapangan. transfer depo dan TPA) serta penanganan 3R (recycling. dan ringkasan dari laporan. jalan masuk. • Kriteria dan parameter disain. Afrika Selatan pada tanggal 26 Agustus hingga 4 September 2002 dihadiri lebih dari 130 kepala negara. • Peta pembagian blok pelayanan berdasarkan tata guna lahan dan kondisi transportasi / jalan yang sesuai disertai arah pengangkutan dari TPS yang dapat berupa container atau transfer depo ke TPA dan dilengkapi dengan jumlah armada yang dibutuhkan. sondir dan data tanah lain. Pendahuluan Berisikan tentang interpretasi dan apresiasi didalam penanganan pekerjaan outline plan ini. reuse) dan pengolahan lindi. • DED dari sistem pengelolaan sampah terpilih yang terdiri dari . saluran drainase.

sumber air baku yang dipergunakan. seperti kondisi muka air tanah. kontinyuitas dan kapasitas sumber air baku. PT. porositas dan jenis tanah. Pilar Teguh Perkasa. arah pengembangan kota. Pengembangan sektor sanitasi / air limbah Bagian ini menjelaskan kondisi eksisting dari sektor air limbah / sanitasi. terutama untuk negara berkembang dan terbelakang seperti benua Afrika pada tahun 2015. Pengembangan sektor air minum Bagian ini menjelaskan kondisi eksisting dari sektor air minum. Air Limbah.9 . keanekaragaman hayati. e. kapasitas dan lokasi instalasi pengolahan. kondisi. tingkat kehilangan air serta kondisi institusi dan keuangan PDAM. d. pengembangan jaringan pipa distribusi dan penambahan sambungan rumah serta pengembangan institusi dan keuangan termasuk perkiraan kenaikan tarip air minum. yaitu air minum dan sanitasi. Pengembangan sektoral harus selalu berpedoman kepada RTRK sehingga semua perkembangan kebutuhan infrastruktur sejalan dengan dinamika pertumbuhan kota. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD yang meliputi 5 sektor prioritas. PDRB yang menggambarkan kemampuan kota untuk membiayai sendiri perkembangannya serta profil kota dimana kemampuan APBD dalam berpartisipasi dalam membangun kota. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. proyeksi penduduk. Skenario pengembangan Kabupaten/Kota Bagian ini menjelaskan profil rencana pengembangan kota sesuai perkembangan penduduk. yang mencakup pengembangan sumber air baku potensial.PT. Bagi Indonesia kesepakatan tersebut menelurkan angka persentase penduduk yang harus memperoleh kemudahan pelayanan penyediaan air bersih/minum pada tahun 2015 sebesar + 80%. sedangkan sekarang berdasarkan catatan yang ada cakupan pelayanan air bersih perpipaan untuk seluruh penduduk Indonesia baru mencapai 22% c. dan pertanian. tahapan pembangunan instalasi penjernihan air minum. MLD dan PT. dan kualitas air tanah. kesehatan dan energi. seperti kondisi air tanah. jenis Halaman 1 . wilayah pelayanan termasuk jumlah sambungan rumah yang ada dan jaringan perpipaan yang ada. Setelah kondisi eksisting dianalisa maka dilakukan rencana pengembangan sampai tahun 2026. Semua negara sepakat untuk menyediakan air bersih dan sanitasi. kualitas.

yang mencakup pengembangan teknologi pelayanan sanitasi. truk tinja dan iplt. PDRB yang di dapat h. • Kebutuhan pengembangan sektor air minum sd. wilayah pelayanan perkotaan (septic tank. Pilar Teguh Perkasa. kapasitas dan lokasi instalasi pengolahan. • Kebutuhan pengembangan sektor air minum sd. Setelah kondisi eksisting dianalisa maka dilakukan rencana pengembangan sampai tahun 2026. truk tinja dan iplt) dan wilayah pelayanan pedesaan / rural (cubluk dan septic tank) serta kondisi institusi dan keuangan instansi pengelola sanitasi (Dinas Kebersihan atau Dinas Permukiman Wilayah). PT. Pengembangan sektor persampahan Bagian ini menjelaskan profil rencana pengembangan kota sesuai perkembangan penduduk. Pengembangan institusi dan kelembagaan Bagian ini menjelaskan profil rencana pengembangan kota sesuai perkembangan penduduk. g. Air Limbah. MLD dan PT. Pengembangan sektor drainase Bagian ini menjelaskan profil rencana pengembangan kota sesuai perkembangan penduduk. arah pengembangan kota. PDRB yang di dapat i. Th 2026. proyeksi penduduk. Halaman 1 . Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD teknologi sanitasi yang ada seperti cubluk. arah pengembangan kota.10 . proyeksi penduduk. septic tank. Kebutuhan dana pengembangan Kebutuhan dana pengembangan sektor air minum • Kebutuhan pengembangan sektor air minum sd. Th 2011. Sumber air baku. arah pengembangan kota. PDRB yang di dapat j.PT. • Kebutuhan pengembangan sektor air minum sd. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. f. proyeksi penduduk. tahapan pembangunan instalasi pengolahan lumpur tinja serta pengembangan institusi dan keuangan termasuk perkiraan tarip air pengambilan lumpur tinja dan pengolahan lumpur tinja. arah pengembangan kota. Th 2021. Pengembangan sektor keuangan Bagian ini menjelaskan profil rencana pengembangan kota sesuai perkembangan penduduk. MCK. kondisi. proyeksi penduduk. Th 2016.

MLD dan PT. • Kebutuhan pengembangan sektor air limbah / sanitasi sd.PT. Th 2011. Th 2026. Th 2021. Th 2016. Air Limbah. Th 2021. Th 2016. Th 2026. • Kebutuhan pengembangan sektor air minum sd. Th 2026. Kebutuhan dana pengembangan sektor persampahan • Kebutuhan pengembangan sektor persampahan sd. Th 2021.11 . • Kebutuhan pengembangan sektor air minum sd. Pilar Teguh Perkasa. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Kebutuhan dana pengembangan sektor air limbah / sanitasi • Kebutuhan pengembangan sektor air limbah / sanitasi sd. Kebutuhan dana pengembangan sektor drainase • Kebutuhan pengembangan sektor drainase sd. Halaman 1 . • Kebutuhan pengembangan sektor air limbah / sanitasi sd. Th 2011. • Kebutuhan pengembangan sektor air limbah / sanitasi sd. • Kebutuhan pengembangan sektor air minum sd. • Kebutuhan pengembangan sektor drainase sd. • Kebutuhan pengembangan sektor drainase sd. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. • Kebutuhan pengembangan sektor drainase sd. Th 2016. Th 2011. PT.

BAB 2 MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS .

Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan meminta kepada Administrator Program Pembangunan PBB. lembaga finansial multilateral. Pertemuan itu berhasil menyelesaikan agenda berbagai isu besar yang meliputi 5 sektor prioritas. organisasi non-pemerintah. pemimpin dari negara maju dan negara berkembang mulai mencapai titik temu tentang kesepakatan ini dalam bentuk sumber daya dan aksi. Semua negara sepakat untuk menyediakan air bersih dan sanitasi.1 . terutama untuk negara berkembang dan terbelakang seperti benua Afrika pada tahun 2015. kelaparan. Di dalam konferensi international tentang pembiayaan pembangunan di Meksiko. Mark Malloc Brown. untuk mengkoordinasikan kampanye MDGs dan kegiatan monitoring di tingkat negara. perdagangan. para pemimpin dunia menyepakati untuk menetapkan waktu dan parameter dan target untuk mengurangi kemiskinan.PT. keanekaragaman hayati. PT. MLD dan PT. MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS Millineum Development Goals Pada September 2000. Afrika Selatan pada tanggal 26 Agustus hingga 4 September 2002 dihadiri lebih dari 130 kepala negara. Air Limbah. dan menempatkannya sebagai jantung dari agenda global yang sekarang dikenal dengan The Millinnium Development Goals (MDGs). Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD BAB Gambar 1 2 2. Sasaran KTT Pembangunan Berkelanjutan yang berlangsung di Johannesburg. Pilar Teguh Perkasa. bisnis. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. sebagai kepala dari UNDG. di The United Nations Millennium Summit. 2. swasta. penyakit menular. yaitu air dan sanitasi. ditandai dengan perjanjian untuk melanjukan reformasi di bidang politik dan ekonomi oleh negara-negara berkembang dan akan dipadukan dengan dukungan dari negara maju dalam bentuk bantuan.2. pinjaman dan investasi.1. lembaga PBB. dan pertanian. Amerika dan Uni Eropa bersedia memperkenalkan proyek air Halaman 2 . kelompok media massa dan kelompok lainnya. kesehatan dan energi. penurunan kualitas lingkungan dan menghilangkan diskriminasi perempuan.

air limbah. MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN • Mengurangi hingga separo proporsi penduduk yang hidup dengan biaya kurang dari US$ 1 per hari. 2.3. bagi Indonesia kesepakatan tersebut menelurkan angka persentase penduduk yang harus memperoleh kemudahan pelayanan penyediaan air bersih/minum pada tahun 2015 sebesar + 80%. MLD dan PT. Lima agenda besar yang disepakati dapat dilihat pada Tabel 2. tahun 2010 Keanekaragaman Hayati Kesehatan Penyusunan outline plan & DED ini dimaksudkan untuk menyusun program program penanganan permasalahan komponen air minum. Indonesia sebagai salah satu negara yang berperan aktif dalam mempersiapkan KTT Johannesburg tersebut. sd. tahun 2004 2020 menghapus produksi bahan kimia yang merugikan manusia Mengurangi polusi udara Meniadakan bahan perusak ozon. sistematis. Menaikkan akses energi 35% penduduk Afrika Konvensi anti desertifikasi di Afrika Pengembangan program keamanan pangan Afrika.1. Air Limbah. perlu menunjukan perhatian terhadap berbagai agenda yang telah dicapai. PT. 2015 Meningkatkan pemakaian air bersih. drainase dan persampahan paska gempa bumi dan tsunami di kota / kabupaten bagian Timur bertahap. Halaman 2 . Tujuan/Goals yang Disepakati Dengan Millennium Development Goals. Komitmen KTT Bumi 2002 SEKTOR Air dan Sanitasi Energi Pertanian KOMITMEN Meningkatkan kualitas pada sanitasi dan akses air bersih. terbarukan dan efisien. benar secara teoritis dan efektif. Khusus mengenai agenda air minum. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD minum untuk kehidupan bagi kawasan Afrika dan Asia Tengah. sedangkan sekarang berdasarkan catatan yang ada cakupan pelayanan air bersih perpipaan untuk seluruh penduduk Indonesia baru mencapai 22% Tabel 2. yang ditandai dengan penyelenggaraan PrepCom IV di Bali. Pilar Teguh Perkasa.2 . 2005 Mengurangi kehilangan keanekaragaman hayati hingga 2010 Menjaga cadangan perikanan dunia dengan tenggat 2015 Membentuk jaringan perlindungan kawasan laut tahun 2015 Program dunia untuk perlindungan lingkungan kelautan dari pencemaran di daratan.PT. pada tahun 2015 semua negara anggota PBB akan: a.1.

dapat diprediksi dan non-diskriminasi. • Mencegah dan mulai menekan angka insidensi malaria dan penyakit-penyakit utama lainnya. MEMBANGUNAN KERJA SAMA GLOBAL UNTUK PEMBANGUNAN • Mengembangkan sistem perdagangan dan finansial yang terbuka berbasis peraturan. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD • Mengurangi hingga separo proporsi penduduk yang menderita kelaparan. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. pemberantasan kemiskinan dan kelaparan. g. secara nasional dan internasional. f. Pilar Teguh Perkasa. MENINGKATKAN PEREMPUAN KESETARAAN GENDER DAN MEMBERDAYAKAN • Menghapuskan disparitas gender dalam pendidikan dasar dan lanjut pada 2005. MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR SECARA UNIVERSAL • Memastikan bahwa semua anak. MEMPERBAIKI KESEHATAN IBU BERSALIN • Menurunkan hingga tiga perempat angka kematian pada ibu bersalin.PT. menamatkan pendidikan dasar. MALARIA DAN PENYAKIT LAINNYA • Mencegah dan mulai menekan tingkat penyebaran HIV/AIDS. Air Limbah. baik laki-laki maupun perempuan. • Mencapai perbaikan yang signifikan kehidupan dari sedikitnya 100 juta masyarakat penghuni daerah kumuh pada 2020. MEMERANGI HIV/AIDS. • Mengurangi hingga separo penduduk yang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar. d. memulihkan sumber daya lingkungan yg telah hilang. h. Halaman 2 . MLD dan PT. Termasuk suatu komitmen terhadap good governance. MENJAMIN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN • Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam kebijakan dan program negara. dan dalam semua tingkat pendidikan pada 2015. b. e.3 . MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK BALITA • Menurunkan hingga dua pertiga tingkat kematian pada anak balita. c. PT.

4. khususnya anak perempuan. Penyakit diare dan parasit mengurangi kehadiran anak di sekolah. Keterkaitan Air Minum. • Bersama perusahaan-perusahaan farmasi. • Bersama negara-negara maju mengembangkan kegianan yang positif dan produktif bagi generasi muda. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. dan pemberian bantuan asistensi pembangunan yang lebih banyak untuk negaranegara miskin yang berkomitmen memberantasa kemiskinan. • Bekerjasama dengan sektor swasta menyediakan manfaat teknologi baru.2. menyediakan akses terhadap obat esensial yang terjangkau di negara-negara sedang berkembang. Keterkaitan Antara Air dan Sasaran MDG yang lain Terkait dengan air minum dan sanitasi Pengelolaan sumber daya air yang buruk. kekurangan gizi dan kemiskinan. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD • Memahami kebutuhan negara-negara yang paling tertinggal. Hal ini termasuk akses pembebasan tarif dan kuota ekspor mereka.4 . karena mendapatkan air sering menjadi tugasnya. air minum yang tidak aman bagi kesehatan dan keterbatasan sanitasi merupakan kunci keterkaitan keamanan siklus makanan. keterbelakangan. Perempuan menghadapi risiko buruknya kesehatan dan kurangnya sanitasi atau sarana mandi. Pengembangan Sasaran Pengurangan kemiskinan dan kelaparan Pendidikan dasar Promosi kesetaraan gender Halaman 2 . Pilar Teguh Perkasa. • Terlibat secara menyeluruh dengan persoalan-persoalan utang negaranegara berkembang menggunakan ukuran-ukuran nasional dan internasional untuk menjadikan utang jangka panjang. Sanitasi dan MDG Memperbaiki akses penyediaan air minum dan sanitasi dan memperbaiki pengelolaan sumber daya air merupakan langkah kunci dalam menghadapi tantangan dan pencapaian sasaran MDG yang lain. pembatalan utang bilateral resmi. khususnya teknologi informasi dan komunikasi. • Memahami kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara terpencil dan kepulauan. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan air sering menghambat anak-anak untuk hadir di sekolah. Tabel 2. Air Limbah.2.PT. 2. dan irigasi menggunakan lebih dari 70% penggunaan air dunia. Anak perempuan biasanya tidak masuk sekolah kecuali ada kakus khusus untuk wanita. Guru tidak dapat hidup di area tanpa air dan sanitasi yang memadai. penyakit. karena ketidaktersediaan air. MLD dan PT. Budi daya pertanian yang terpadu menyediakan sebagian besar makanan bagi dunia. mengurangi beban masyarakat negara-negara miskin. PT. Keterkaitan air dengan sasaran-sasaran MDG ditampilkan pada Tabel 2.

target pencapaian baru bisa dilampaui pada tahun 2050. Beban penyakit secara global. namun ternyata perhatian terhadap permasalahan ini masih sangat kurang. sumur tak terlindung. Sementara di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara sasaran pecapaian akses kemungkinan besar bisa dicapai. Maret 2004 Halaman 2 .5. dan air hujan. kebiasaan cuci tangan merupakan kebiasaan yang efektif untuk mengurangi penularan penyakit. di Afrika Sub-Sahara. adalah persentase penduduk yang menggunakan jenis-jenis sumber air minum berikut ini: air ledeng. 44 negara sudah pada arah yang benar. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pengelolaan sumber daya air yang baik merupakan kunci untuk keberlanjutan lingkungan. tantangan besar masih pada sub-wilayah tertentu. namun berdasarkan data yang ada. mata air terlindung. swasta dan masyarakat dapat meningkatkan pelayanan air minum dan sanitasi kepada masyarakat miskin. 75% di antaranya adalah diare. air dari tangki. Air yang aman dan higienis penting untuk mengurangi parasit termasuk penyakit trakhoma dan kaki gajah. 1 DFID. Perbaikan kesehatan masyarakat dapat memperbaiki degradasi lingkungan yang diakibatkan oleh urbanisasi. Maret 2004 Walaupun dampak terburuk kekurangan air dan sanitasi menimpa masyarakat miskin. Kehamilan yang sehat dan perbaikan higienis para pekerja perempuan. Sumber air minum yang baik tidak termasuk air pedagang keliling (water vendor). dan mata air tak terlindung. Kemitraan pemerintah. Ibu yang tertular HIV membutuhkan air untuk menyiapkan makanan. malaria dan lainnya) Keberlanjutan lingkungan Kemitraan global untuk pembangunan Sumber : DFID. perkotaan dan perdesaan. Memerangi penyakit (HIV/AIDS. Pilar Teguh Perkasa. Perbaikan kesehatan persalinan Peningkatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan sesuai dengan tanggung jawabnya. air kemasan. Sumber daya air terancam oleh kerusakan lingkungan.1 2. 23 % karena buruknya kesehatan lingkungan. dan pembagian yang lebih seimbang pada pekerja perempuan akan membantu perbaikan status perempuan. sumur terlindung. MLD dan PT. Diare menyebabkan kematian 2 (dua) juta anak-anak per tahun. dan akan bisa mencapai target yang ditentukan. Perawatan terhadap pengidap HIV lebih efektif apabila tersedia air dan makanan. Air Limbah. sumur bor atau pompa. hidran umum. PT. Defenisi Air Minum Sehat Menurut MDG Proporsi penduduk yang memiliki akses terhadap sumber air yang baik.PT. memperbaiki risiko terhadap penyakit persalinan. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Mengurangi kematian anak. Pada perkembangan kemajuan saat ini. Pengelolaan air yang baik mengurangi peluang tempat nyamuk malaria bertelur.5 . Terdapat kendala kekurangan informasi.

Mata air terlindung 6. Sumur tak terlindung 5.4. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Tabel 2. kategori jenis-jenis sumber air sesuai kategori MDG adalah: Tabel 2. Kategori jenis-jenis sumber air menurut MDG Kategori baik 1. Sumur terlindung 3.PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.6 . Halaman 2 . Sumur terlindung 5. Kategori MDG Jenis-jenis Sumber Air Menurut BPS Kategori baik Kategori tidak baik 1. PT. Air hujan 5. Sumur tak terlindung 3. Air ledeng 2. Sedangkan air kemasan tidak dimasukkan dalam kriteria yang memenuhi syarat bukan karena kualitasnya tidak memenuhi syarat. Mata air tak terlindung Alasan penggunaan indikator teknologi sumber air adalah sumber air yang baik biasanya akan menghasilkan air yang sehat. kategori tersebut di atas cukup memenuhi kriteria. Air dari pedagang keliling 2. Sumur bor/pompa 2. Dari rincian data yang tersedia pada SKR.3. Pilar Teguh Perkasa. Lainnya (danau/waduk) Meskipun tidak persis sama dengan kategorisasi MDG. Air Limbah. melainkan karena tidak memenuhi definisi akses. Air ledeng 1. Air kemasan 3. Hidran umum 3. Mata air terlindung 4. Sumur bor / sumur pompa 4. Sungai 5. MLD dan PT. Data sumber-sumber air minum di Indonesia paling rinci didapat dari Statistik Kesejahteraan Rakyat (SKR) sebagai hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan oleh Biro Pusat Statistik. Air hujan Sumber : United Nation Development Group (2003) Kategori tidak baik 1. Air dari truk tangki 4. Mata air tak terlindung 4. dan akan digunakan dalam penghitungan target dan pencapaian akses air minum sehat di Indonesia. Air kemasan 2.

BAB 3 TIPOLOGI ACEH UTARA .

Pilar Teguh Perkasa.681 20. Batas Geografis wilayah Kabupaten Aceh Utara adalah sbb: • Sebelah Utara dengan Selat Melaka dan Kota Lhokseumawe • Sebelah Timur dengan Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur • Sebelah Barat dengan kabupaten Bireuen • Sebelah Selatan dengan Kabupaten Aceh Tengah Tabel 3.5040’ Lintang Utara dan 96052’ -97031’ Bujur Timur.491 4.308 16.965 24.063 18.300 15.465 24.147 15.064 4.831 3. Secara geografis Kabupaten Aceh Utara terletak pada posisi 4046’.978 34.832 3. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD BAB Gambar 1 3 3.1 Luas Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Kecamatan Sawang Nisam Kuta Makmur Simpang Kramat Syamtalira Bayu Meurah Mulia Matang Kuli Paya Bakong Tanah Luas Nibong Samudera Syamtalira Aron Tanah Pasir Lhoksukon Baktiya Baktiya Barat Tanah Jambo Aye Langkahan Seunodon Coet Girek Muara batu Dewantara Ibu Kota Kecamatan Sawang Keude Amplah Buloh Blang Ara Keude Simpang Empat Bayu Jungka Gajah Matang Kuli Keude Paya Bakong Blang Jruen Keude Nibong Geudong Simpang Muling Jrat Manyang Lhoksukon Alue Ie Puteh Kuede Sampoiniet Panton Labu Langkahan Seunuddon Coet Girek Keude Mane Krueng Geukeh Luas Wilayah (Ha) 38.334 3.257 12.PT.328 2. MLD dan PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Luas wilayah kabupaten Aceh Utara sekitar 329.1 .686 Ha.132 7.867 8.1.298 15. Umum TIPOLOGI ACEH UTARA Status administrasi Kabupaten Aceh Utara yang merupakan pemerintah Kabupaten terdiri dari 20 kecamatan dengan ibukota Lhok Sukon.900 3.947 329.052 10. Air Limbah. PT.686 Desa 39 44 38 16 47 49 71 39 56 20 39 30 27 71 55 25 42 23 31 23 22 8 816 Jumlah Kelurahan Kelurahan Total 39 44 1 39 16 2 49 1 50 1 72 39 1 57 20 1 40 4 34 2 29 4 75 2 57 1 26 5 47 23 1 32 1 24 2 24 7 15 36 852 Jumlah Sumber : Kabupaten Aceh Utara Dalam Angka tahun 2004 Halaman 3 .464 41.

Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 3 . Pilar Teguh Perkasa.2 Gambar 3. PT.2. Air Limbah. MLD dan PT.PT. Peta Administrasi Kabupaten Aceh Utara .

382 606 2.916 38 119 984 313 1.673 Lainnya 13.418 752 4.229 1.871 2.997 1.773 1.643 11. Sedangkan sisanya adalah persawahan 14.114 1.2.592 30 0 120 1. Komposisi utama guna lahan di Kabupaten Aceh Utara adalah perumahan sebesar 29.697 1. MLD dan PT.596 3.567 4.804 1.33 %.578 9. Hujan rata-rata Halaman 3 .2.378 1. Kondisi Fisik dan Lingkungan 3.472 8.686 Sumber : Data Podes 2003 3. Air Limbah.049 528 95. Tabel 3.18 %.041 449 1.686 Ha dan pada tahun 2002 luas kawasan terbangun adalah sekitar 38.734 Gedung Pkantoran 72 347 41 23 115 41 344 150 5 106 2 107 816 153 64 22 52 9 0 154 253 57 2.707 1.224 6.03 %.051 3.348 2.PT.373 402 13. Iklim Menurut klasifikasi iklim Schmidt Fergusson (1952) Kabupaten Aceh Utara mempunyai type iklim A dan B seperti daerah trofis lainnya.014 4.402 2.302 64.676 2. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.186 372 249 1.298 1.738 684 0 5.89 %.305 5.3 .401 Persawah 2.463 1.085 4.522 0 1 1 0 7. Pilar Teguh Perkasa. dan lain sebagainya sebesar 34. iklim sangat dipengaruhi oleh angin yang senantiasa bertukar setiao tahunnya.0 % dari total luas Kabupaten Aceh Utara.337 6.123 2.223 18. sedangkan musim kemarau mulai bulan Maret sampai dengan bulan Agustus. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 3.008 5.404 2.516 1.783 763 3.834 6.683 1.469 230 2.933 RTH 4.289 2. sehingga terdapat dua musim yang berbeda yaitu musim hujan dan musim kemarau.619 4. PT.080 905 1.747 4.339 3.928 5.2.704 581 25 61 0 155 14 0 53 1.132 1. Musim Hujan terjadi dari bulan September sampai dengan bulan Februari.585 2.53 %.626 4.869 5.530 821 527 2.370 1.509 667 182 112.215 3488 1.660 5.375 1. Tata Guna Lahan Luas daratan Kabupaten Aceh Utara adalah seluas 329.2.395 1.484 547 1.2 Pengggunaan Lahan di Kabupaten Aceh Utara Tahun 2002 Jenis Penggunaan Lahan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Kecamatan Sawang Nisam Kuta Makmur Simpang Kramat Syamtalira Bayu Meurah Mulia Matang Kuli Paya Bakong Tanah Luas Nibong Samudera Syamtalira Aron Tanah Pasir Lhoksukon Baktiya Baktiya Barat Tanah Jambo Aye Langkahan Seunodon Coet Girek Muara batu Dewantara Jumlah Perumhan 4. gedung perkantoran 0.04 % dan ruang terbuka hijau sebesar 19. hutan 2.1.410 184 311 181 1.735 452 4.397 46.151 3.2.259 Hutan 7 1.

108 unit.153 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 241. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD tiap tahunnya diantara 1. kecamatan Muara Batu.353 jiwa dan pada tahun 2005 (setelah tsunami) sebesar 506. sedangkan suhu udara pada musim hujan berkisar diantara 28 – 30 0C dan pada musim kemarau berkisar 32340C.000 mm. Air Limbah. Kuta Makmur. Bila diamati kepadatan penduduk di Kabupaten Aceh Utara. Topografi Kemiringan lahan diwilayah Kabupaten Pdie sangat bervariasi yaitu dari dataran sampai pegunungan.172 jiwa/Km2 dan kecamatan dengan kepadatan terendah terdapat di Kecamatan Paya Bakong yaitu sebanyak 30 jiwa per Km2.500 sampai 3.PT. Halaman 3 . PT. Penyebaran penduduk di Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2004 cenderung terkonsentrasi diwilayah bagian timur kabupaten. Sebagian besar merupakan wilayah yang datar dengan kemiringan 0-2 % adalah sebesar terdapat di bagian pesisir timur dan tengah kabupaten Aceh Utara yang meliputi sebagian besar kecamatan. Kependudukan 3. dan kecamatan Dewantara yang mencakup 26.3. maka kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Dewantara dengan Kepadatan 1. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.800 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 253. Nisam.3. Sementara wilayah yang bergunung dengan kemiringan > 40% meliputi 92 desa yang terutama terdapat di kecamatan Sawang. MLD dan PT. 3.3. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Aceh Utara tahun 2004 (sebelum tsunami) adalah sebesar 495.1.07 % dari jumlah total penduduk kabupaten Aceh Utara dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 360 jiwa/Km2. Sedangkan jumlah rumah tangga di Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2004 adalah sebesar 110.2.698 jiwa. 3. khususnya di empat kecamatan yaitu kota Lhoksukon. Hal ini terjadi sebagai akibat letak wilayah kecamatan tersebut yang sangat strategis dilalui oleh jalan negara Medan – Banda Aceh dan lalu-lintas kendaraan antara propinsi/kabupaten. Pilar Teguh Perkasa. kecamatan Samudra.4 . dan Syamtalira Bayu.

507 3.711 8. Pada tahun 2011 diperkirakan jumlah penduduk Kecamatan Dewantara berjumlah 57.540 17.PT.5 .040 jiwa dan pada tahun 2026 akan berjumlah 33.001 7.890 36.651 jiwa dan pada tahun 2026 akan berjumlah 92.325 4.470 jiwa.833 4.Tangga 6.464 Laki-laki 15.20 % per tahun maka diperkirakan pada tahun perencanaan 2011 jumlah penduduk Kabupaten Aceh Utara berjumlah 582.978 34.363 19. Pada tahun 2011 diperkirakan jumlah penduduk Kota Lhoksukon berjumlah 50.153 jiwa pada tahun 2004. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.881 jiwa dan kepadatan penduduk sebesar 168 jiwa/km2. Pilar Teguh Perkasa. • Kecamatan Samudra dengan jumlah penduduk sebesar 21.428 1.488 4.465 24. Tabel 3. • Kecamatan Dewantara dengan jumlah penduduk sebesar 46.077 23.966 jiwa dan pada tahun 2026 akan berjumlah 81.681 20.340 jiwa dan kepadatan penduduk sebesar 493 jiwa/km2.257 12. • Kecamatan Muara Batu dengan jumlah penduduk sebesar 20. Sedangkan jumlah dan kepadatan penduduk tahun 2004 di wilayah perencanaan adalah sbb: • Kota Lhoksukon dengan jumlah penduduk sebesar 40.411 10.132 7.829 8.655 11. Pertumbuhan penduduk rata-rata kecamatan yang tercakup dalam kabupaten Aceh Utara dari tahun 1993 s/d 2004 adalah sebesar 2.243 jiwa dan kepadatan penduduk sebesar 1.289 Jumlah Penduduk Perempuan 15.147 15.319 jiwa. Pada tahun 2011 diperkirakan jumlah penduduk Kecamatan Muara Batu berjumlah 24.797 Total 30.422 11. Air Limbah. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Kabupaten Aceh Utara mengalami perkembangan pembangunan dan peningkatan jumlah penduduk dari 433.704 Kepadatan Pddk/Km2 80 150 141 80 56 84 185 Halaman 3 . PT.913 jiwa.851 jiwa dan pada tahun 2026 akan berjumlah 34. MLD dan PT.351 6.643 jiwa dan kepadatan penduduk sebesar 619 jiwa/km2.111 9.748 jiwa.844 3.3 Jumlah Penduduk di Kabupaten Aceh Utara Tahun 2004 No 1 2 3 4 5 6 7 Kecamatan Sawang Nisam Kuta Makmur Simpang Kramat Syamtalira Bayu Meurah Mulia Matang Kuli Luas (Ha) 38.086 Jumlah R. Pada tahun 2011 diperkirakan jumlah penduduk Kecamatan Samudra berjumlah 24.694 10.445 jiwa pada tahun 1993 dan meningkat menjadi 495.771 18.444 jiwa.252 9.510 3.172 jiwa/km2.105 21.119 17.085 jiwa dan pada tahun 2026 akan berjumlah 825.

630 7.153 2005 31.353 Total 12.435 28.100 15.189 33.153 Jumlah R. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.389 21.834 20.047 11.844 33.832 3.163 13.744 10.453 23.143 5.881 32.276 24.116 16.651 582.899 21.612 40.406 24.540 16.172 150 Sumber : Kabupaten Aceh Utara Dalam Angka tahun 2004 Tabel 3.460 19.243 495.995 15.097 38.643 46.477 21.208 4.808 20.514 21.973 49.430 7.235 11.446 18.562 17.760 21.513 32.374 16.710 4.701 19.698 Proyeksi 2011 2026 35.624 20. Air Limbah.923 21.963 6. PT.907 14.040 57.917 8.394 15.025 24.924 8.272 22.428 19.047 8.657 9.721 15.831 3.300 15.923 17.573 20.786 23.054 241.128 16.105 19.809 14.470 825.867 8.067 19.573 20.762 10.989 15.725 33.674 16.498 4.389 19.667 9.890 33.063 18.227 8.556 8.465 33.039 30.581 24.713 42.351 10.965 24.367 50.638 12.349 16.439 7.289 20.858 42.265 3.720 25.010 24.256 18.097 47.913 Sumber : Kabupaten Aceh Utara Dalam Angka Tahun 2004 dan Hasil Analisa Tabel 3.097 40.970 17.414 9.513 21.491 4.192 19.811 24.046 58.536 477.194 36.947 329.6 .748 9.019 16.723 506.108 Kepadatan Pddk/Km2 30 695 207 493 497 381 168 208 186 203 122 239 82 619 1.900 3.308 16.686 Laki-laki 6.418 20.589 15.620 15. Meunasah Kumbang Luas (Ha) 200 200 200 100 200 120 200 200 Laki-laki 170 220 77 151 73 87 200 244 Jumlah Penduduk Perempuan 175 280 85 154 80 75 307 252 Total 345 500 162 305 153 162 507 496 Jumlah R.086 11.121 4.570 4.864 34.785 22.834 7.715 40.071 18.4 Proyeksi Jumlah Penduduk di Kabupaten Aceh Utara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Kecamatan Sawang Nisam Kuta Makmur Simpang Kramat Syamtalira Bayu Meurah Mulia Matang Kuli Paya Bakong Tanah Luas Nibong Samudera Syamtalira Aron Tanah Pasir Lhoksukon Baktiya Baktiya Barat Tanah Jambo Aye Langkahan Seunuddon Coet Girek Muara batu Dewantara Jumlah 2001 28.562 461.060 21.406 24.841 15.916 34.837 473.068 15.709 9.093 19.071 18.246 33.280 8.891 7.401 6.340 14.885 37.Tangga 2.038 10.012 37.309 20.052 10.966 81.121 13.332 39.821 6.351 8.694 32.429 42.811 9.539 16.607 21.881 33.677 3.748 38.938 29.415 4.594 12.444 16.465 33.060 15.643 46.913 21.794 13.565 10.732 30.771 110. Pilar Teguh Perkasa.001 30.887 27.799 18.340 13. MLD dan PT.997 24.347 10.317 11.869 5.708 38.579 17.379 29.708 19.760 9.755 31.321 14.359 12.060 15.378 18.629 19.373 40.5 Jumlah Penduduk di Kota Lhoksukon Tahun 2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 Kelurahan/Desa Geulumpang Meunasah Buloh Alue Abee Alue Eumpok Alue Itam Reudeup Buket Krueng Meunasah Teungoh Lb.449 6.335 32.262 14.298 22.085 53.189 253.439 19.363 19.800 Jumlah Penduduk Perempuan 6.Tangga 81 98 48 83 65 41 154 105 Kepadatan Pddk/Km2 173 250 81 305 77 135 254 248 Halaman 3 .PT.273 6. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD No 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Kecamatan Paya Bakong Tanah Luas Nibong Samudera Syamtalira Aron Tanah Pasir Kota Lhoksukon Baktiya Baktiya Barat Tanah Jambo Aye Langkahan Seunuddon Coet Girek Muara batu Dewantara Jumlah Luas (Ha) 41.716 15.342 18.100 19.319 92.983 18.805 33.309 21.539 19.298 15.291 22.563 26.462 6.468 Jumlah Penduduk Eksisting 2002 2003 2004 28.570 36.961 38.155 7.929 24.077 22.348 19.280 9.662 21.022 17.424 53.201 2.334 3.243 495.064 4.328 2.782 34.989 14.297 15.995 15.507 16.940 21.851 34.972 8.432 4.

750 217 125 347 316 435 350 369 144 526 600 1.125 429 311 74 207 225 485 25 215 335 220 138 79 80 50 300 869 712 434 320 307 700 679 140 Halaman 3 .348 559 373 535 185 150 587 774 1. Meunasah Asan AB Ranto Keutapang Alue Mudem Rambot Meunasah Ara Mns.124 838 221 305 124 90 354 474 674 500 310 250 356 601 580 25 200 214 500 130 83 70 95 385 452 310 211 240 470 320 344 234 Jumlah Penduduk Perempuan 150 60 85 98 160 120 112 102 67 333 85 250 111 190 161 190 194 200 90 1.455 50 430 503 1.341 217 42 174 158 174 117 369 64 438 408 499 1037 3.413 117 76 180 162 220 200 189 68 252 350 756 659 1. Alue Drien LB.Grong Lhok Krueng Cot Asan Buket Hagu Mata Ie Mata U Lhok Sentang Ulee Tanoh Nga Lsk Tengah Meunasah Jok Meunasah Nga Lsk.126 1.348 1. MLD dan PT.496 1.100 275 157 160 200 600 956 712 434 480 920 700 679 558 Jumlah R.PT.286 3.200 622 520 726 1. Meunasah Rawa Babah Geudubang Meunasah Meureubo Ulee Gunong Teupin Keubeu Seuneubok Dalam Grong. Buket Me Dayah LT Meunasah Krueng Meunasah Tuha Meunasah Rayeuk Meunasah Meucat Meunasah Asan Lsb.Tangga 70 53 69 48 60 42 68 35 26 149 40 128 65 75 78 74 87 90 42 687 59 30 75 68 165 111 98 51 106 130 290 263 880 380 85 120 67 46 150 185 247 320 156 84 164 305 420 20 95 94 295 59 42 40 46 122 193 156 102 104 187 125 153 138 Kepadatan Pddk/Km2 110 120 110 78 103 194 106 96 65 376 86 300 144 248 108 73 233 213 93 1. Pilar Teguh Perkasa.7 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Mns Matang Teungoh Lt Meunasah Geulinggang Ulee Barat Meunasah Pulo Dolang Meunasah Tutong Geumata Pante Trieng Matang Ubi Meuye Matang Ubi Blang Rubek Alue Buket Reudeup Nga Matang Ubi Buket Sentang Blang Aman Meunasah Cot Usibak Bintang Hu Cot Ara Cot Glumpang Abeuk Leupen Matang Pupanji Matang Teungoh AB.Barat Matang Meunye Meunasah Beuringen Meunasah Manyang Meunasah Blang Meunasah Ceubrek Kota Lhok Sukon Meunasah Dayah Lb. Meunasah Mancang Luas (Ha) 278 100 150 250 300 122 200 200 200 180 200 150 150 149 300 500 150 200 200 205 100 300 200 200 250 300 100 224 120 147 300 124 100 300 122 100 140 120 100 100 100 280 200 700 350 500 300 200 200 150 500 200 200 200 400 200 110 100 100 150 300 100 100 400 Laki-laki 156 60 80 96 150 117 99 89 63 344 86 200 105 180 162 175 155 225 95 1.677 455 535 259 180 587 774 1. PT.224 839 234 230 135 90 233 300 451 700 312 270 370 525 875 25 230 289 600 145 74 90 105 215 504 402 223 240 450 380 335 324 Total 306 120 165 194 310 237 211 191 130 677 171 450 216 370 323 365 349 425 185 2.125 1. Air Limbah. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD No 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 Kelurahan/Desa Alue Itam Baroh Meuriya Arongan Lt.337 100 49 167 154 215 150 180 76 274 250 740 627 2.

621 3.971 1.335 3.243 Jumlah R. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.926 2. PT.132 1.050 1.075 2.374 Jumlah Penduduk Perempuan 200 346 118 20.050 46.291 2.6 Jumlah Penduduk di Kecamatan Dewantara Tahun 2005 No Kelurahan/Desa Luas (Ha) 200 150 300 198 250 300 100 50 750 120 160 122 160 120 200 3.054 Perempuan 398 2.035 1.460 4.Tangga 154 984 833 1.956 6. Air Limbah.246 486 700 2.999 1.695 525 1.Tangga 105 205 45 8.423 533 25.881 Jumlah R.576 3.432 247 367 272 1.334 2.227 Kepadatan Pddk/Km2 182 245 125 168 Sumber : Data Podes 2006 Tabel 3.326 4.011 517 21.575 4.817 965 1.576 2.300 Laki-laki 200 400 132 20. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD No 73 74 75 Kelurahan/Desa Leubok Trieng Pantang Meunasah Arongan AB Jumlah Luas (Ha) 220 305 200 24.706 2.145 1. MLD dan PT.Tangga 102 112 133 123 127 89 125 54 57 96 92 111 117 94 278 106 287 350 162 173 148 74 115 220 Kepadatan Pddk/Km2 286 390 883 492 379 298 518 297 312 348 446 489 662 440 1. Pilar Teguh Perkasa.503 2.730 586 963 502 2.001 4.819 1.262 1.085 213 201 866 902 898 225 9.434 1.788 377 1.415 2.8 .189 Total 715 4.121 4.776 642 804 913 3.571 479 760 2.172 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Paloh Igeuh Paloh Gadeng Tambon Tunong Tambon Baroh Paloh Lada Pulo Rungkom Ulee Pulo Ulee Reuleung Lancang Barat Geulumpang Sulu Barat Geulumpang Sulu Timur Uteun Geulinggang Krueng Geukueh Bangka Jaya Bluka Teubai Jumlah Sumber : Data Podes 2006 Tabel 3.796 1.431 670 709 608 339 434 866 Jumlah R.507 Total 400 746 250 40.111 653 1.PT.273 1.771 Kepadatan Pddk/Ha 358 3.117 518 811 339 434 866 Halaman 3 .546 2.796 888 4.111 522 1.7 Jumlah Penduduk di Kecamatan Samudra Tahun 2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Kelurahan/Desa Kitou Paya Terbang Tanjung Mesjid Tanjung Awe Tanjung Rengkam Tanjung Hagu Madan Tanjung Baroh Gampong Baro Tanjong Kleng Krueng Baro LGH Teupin Beulangan Teupin Ara Pusaong Mancang Blang Kabu Keude Geudong Blang Peuria Meunasah Asan Murong Pie Krueng Mate Beuringen Kuta Krueng Luas (Ha) 140 130 60 100 120 120 100 74 75 105 95 85 60 75 100 80 70 125 60 137 75 100 100 100 Laki-laki 215 211 267 253 231 161 254 101 112 182 227 192 229 162 518 266 631 695 280 352 297 118 215 425 Jumlah Penduduk Perempuan 186 296 263 239 224 197 264 119 122 183 197 224 168 168 593 256 642 736 390 357 311 221 219 441 Total 401 507 530 492 455 358 518 220 234 365 424 416 397 330 1.241 546 833 386 2.947 Jumlah Penduduk Laki-laki 317 1.

sebagian besar penduduk Kabupaten Aceh Utara bekerja disektor pertanian yang mencapai 90.755 1.549 1.340 Jumlah R.845 692 20. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.441 762 524 1.891 Total 626 725 238 278 260 430 586 190 262 323 222 846 162 417 1.282 928 21.100 616 551 480 604 812 1.360 999 710 1.532 721 254 262 585 498 369 620 719 453 500 355 729 461 619 Jumlah Sumber : Data Podes 2006 3.162 1.2. Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Berdasarkan komposisi penduduk menurut lapangan usaha pada tahun 2004.667 Kepadatan Pddk/Km2 152 268 146 275 314 367 308 276 160 1.438 1.311 jiwa (68.720 Total 455 536 365 549 785 1.PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD No 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kelurahan/Desa Kuta Glumpang Meucat Krueng Baro Blang Me Ujong Mesjid Teungoh Puuk Pulo Laga Baro Matang Tunong Keude Blangme Matang Puntong Lancang Matang Ulim Sawang Blang Nibong Luas (Ha) 123 129 110 83 75 109 145 125 125 140 56 162 100 110 225 225 4. Air Limbah.449 Jumlah Penduduk Perempuan 323 369 122 146 133 216 315 101 137 164 101 403 83 214 691 489 10.9 .3.Tangga 168 185 50 61 72 102 156 54 58 67 56 216 41 102 326 270 5.8 Jumlah Penduduk di Kecamatan Muara Batu Tahun 2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Kelurahan/Desa Teupin Banja Panigah Paloh Awe Reuleut Timur Reuleut Barat Pinto Makmur Tumpok Beurandang Paloh Raya Meunasah Pinto Kuala Dewa Keude Mane Mane Tunong Pante Gurah Kamban Keude Bungkah Ulee Madon Meunasah Aron Cot Trueng Dakuta Meunasah Drang Meunasah Baro Meunasah Lhok Cot Seurani Tanoh Anoue Luas (Ha) 300 200 250 200 250 300 200 200 300 52 53 200 300 200 300 300 300 250 200 300 200 200 253 150 3.328 Laki-laki 303 356 116 132 127 214 271 89 125 159 121 443 79 203 591 439 10.106 1. MLD dan PT.022 392 10. kemudian sektor konstruksi sebesar 6. PT.223 jiwa Halaman 3 .494 1. Pilar Teguh Perkasa.Tangga 125 125 82 136 159 210 112 184 113 90 178 336 161 116 349 303 230 322 315 316 225 153 390 180 4.923 Jumlah Penduduk Perempuan 242 270 181 276 397 575 347 298 269 354 476 764 384 264 890 769 536 834 771 705 517 388 1.643 Jumlah R.334 Laki-laki 213 266 184 273 388 525 269 253 211 250 336 677 378 260 865 725 570 715 667 655 482 322 823 300 9.677 Kepadatan Pddk/Km2 509 562 216 335 347 394 404 152 210 231 396 522 162 379 570 412 493 Jumlah Sumber : Data Podes 2006 Tabel 3.35 %).

810 423 6.473 orang.65 milyar sehingga sektor industri kecil dan menengah pada tahun 2004 memberikan nilai tambah sebesar Rp. Tabel 3. pegawai negeri.5 367.80 1. Perekonomian Kabupaten Aceh Utara 3.2 33.000) Formal 5.311 1.42 3.198 4. PT.92.2 98.822.000.32 milyar kepada perekonomian Kabupaten Aceh Utara. 7.43 100.000) Formal 48.672.6 473. Pilar Teguh Perkasa.036.5 261.2 1. dansektor industri kecil menengah sebesar 4.35 0.130 Persentase (%) 68.33 milyar yang menghasilkan nilai produksi sebesar Rp.0 107.1. Tabel 3.64 0.0 2.46 9.98 3.286 unit yang terdiri dari 133 unit usaha disektor industri dasar. Jasa sebesar 4. MLD dan PT.9 Penduduk Menurut Lapangan Pekerjaan di Kabupaten Aceh Utara No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Pekerjaan Pertanian Pertambangan Industri Listrik Konstruksi Perdagangan Pengangkutan Keuangan dan Perbangkan Jasa Pegawai Negeri Lain-lain Jumlah Jumlah Penduduk (Jiwa) 90.223 3.71%). sedangkam sisanya bekerja di sektor angkutan.849 jiwa (3.2 50.3 689. Jumlah tenaga kerja yang terserap disektor industri kecil dan menengah adalah sebesar 5.67%).452.250 12.295 4. Sektor Industri Keberadaan industri kecil dan menengah di Kabupaten Aceh Utara tahun 2004 berjumlah 1.810 jiwa (3.9 25.32 4. Sedangkan nilai investasi sektor industri pada tahun 2004 sebesar Rp.71 2.10 . Air Limbah.849 3.700 1.00.PT.4.6 Nilai Produksi (Rp. buruh. 426 unit usaha disektor aneka industri. dan 727 unit usaha disektor industri Kimia & Argo.0 64. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.8 56.64%). Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD (4. 85.612 3.2 310. dan sebagainya.00 Sumber : Kabupaten Aceh Utara Dalam Angka tahun 2004 3.1 246.2 Non-For 101.7 Halaman 3 .10 umlah Sektor Industri di Kabupaten Aceh Utara Tahun 2004 No Kelompok Industri Sawang Nisam Kuta Makmur Simpang Kramat Syamtalira Bayu Meurah Mulia Matang Kuli Jumlah Usaha (Unit) Formal 1 2 3 4 5 6 7 2 2 19 9 Non-For 27 72 86 22 46 6 10 Jumlah Tenaga Kerja (orang) Formal 10 10 119 41 Non-For 68 231 450 25 150 13 53 Nilai Investasi (Rp 1.8 Non-For 1.7 290. 1.22 2.67 2.0 1.460 132.1 6.4.

077.2 1.8 25. 15. perekonomian Kabupaten Aceh Utara tahun 2004 sangat didominasi oleh sektor Migas yaitu sekitar 79. Kontribusi sektor pertanian adalah yang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Aceh Utara berdasarkan harga berlaku pada tahun 2004 yaitu sebesar 44.8 3.4.5 55.441.933. Apabila sektor Migas dikeluarkan dari PDRB (Tanpa Migas) Kabupaten Aceh Utara.4 5.000) Formal 5.83 milyar.5 64.11 .7 4.7 1.2.000.7 827.190.627. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) A.8 106.4 35.7 52.9 62. maka sektor Pertanian dan sektor Industri Pengolahan mempunyai peran yang dominan dalam perekonomian Kabupaten Aceh Utara yaitu sekitar 58.319. Pada tahun 2004 PDRB (dengan Migas) Kabupaten Aceh Utara adalah sebesar Rp.8 272.70 %.00.94 % dibanding sektor-sektor lainnya. Air Limbah. Halaman 3 .3 52.9 3.126 3.7 960.6 2. PT.4 Non-For 2.8 69.0 202.24 %.1 47.8 8.978.680.552.5 98. 1.145.7 366.153 Nilai Investasi (Rp 1.4 39.746.3 100.9 134.0 446.7 555.69 milyar.288.9 411.9 14.2 293.8 2. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD No 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Kelompok Industri Paya Bakong Tanah Luas Nibong Samudera Syamtalira Aron Tanah Pasir Kota Lhoksukon Baktiya Baktiya Barat Tanah Jambo Aye Langkahan Seunuddon Coet Girek Muara batu Dewantara Jumlah Usaha (Unit) Formal 1 9 4 29 9 10 37 9 28 5 8 49 142 Non-For 2 6 2 10 16 73 41 12 5 16 5 39 2 111 305 Jumlah Tenaga Kerja (orang) Formal 2 28 9 100 44 40 112 26 143 10 33 467 932 Non-For 5 38 7 195 70 269 284 55 15 71 25 144 9 17 1.9 5. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.5 32. MLD dan PT.0 590.089. Pada tahun 2004 PDRB (tanpa Migas) Kabupaten Aceh Utara adalah sebesar Rp.898.000) Formal 7.84 % dari total PDRB (Tanpa Migas) propinsi NAD yang sebesar 28.4 28. Struktur Ekonomi Struktur ekonomi wilayah dalam hal ini adalah gambaran keterkaitan sektor secara sektoral dan spasial.00 milyar atau hanya menyumbang sebesar 10. 3.1 20.3 65.324.87 % dibanding sektor-sektor lainnya.7 1.7 11.502.3 344. Pilar Teguh Perkasa.7 172.347 4.5 Jumlah 372 914 2.5 Nilai Produksi (Rp.604.3 307.PT.2 65.2 3.7 47.6 174.6 412.1 Sumber : Kabupaten Aceh Utara Dalam Angka Tahun 2003 3.4 1.4 62. kemudian disusul oleh sektor industri pengolahan sebagai penyumbang kedua terbesar yaitu sebesar 14.7 16.2 85.4 Non-For 45.072. berikutnya adalah sektor perdagangan.1 93. Secara sektoral.3 12.

sektor bangunan/konstruksi.PT. Pertambangan dan Penggalian 3.48 8.07 19.960. kontribusi sektor primer seperti sektor pertanian mengalami peningkatan cukup signifikan dan hal yang sama juga terjadi untuk sektor jasa-jasa.11 Perbandingan Struktur Ekonomi Kabupaten Aceh Utara dan Propinsi NAD (Tanpa Migas) Atas Dasar Harga Berlaku Lapangan Usaha 1.12 39.36 8.23 20. Industri Pengolahan 4.85 Halaman 3 . Air Limbah.06 44. PT.7 Propinsi NAD 2003 2004 10.0 2004 1.28 1.13 100.86 0. Pengangkutan & komunikasi 8. sektor listrik dan air minum. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.5 Kabupaten Aceh Utara 2001 2002 2003 894.00 1.25 7.43 7.16 24.256.95 7.39 7.31 11. Bangunan/Konstruksi 6.09 18. masing-masing memberikan kontribusi sebesar 14.19 4.00 Sumber : BPS Kabupaten Aceh Utara tahun 2004 dan Propinsi Aceh tahun 2004 Tabel 3.4 478.445.45 0.36 41. sektor bangunan/konstruksi.69 9.32 100.12 . Pertanian 2.93 12.359. sektor perdagangan.62 0.94 14.00 0. Keuangan.05 9. Pilar Teguh Perkasa. seperti sektor pertambangan dan penggalian (tanpa migas). sektor pengangkutan dan komunikasi.29 4.59 0. Pertanian 2.12 PDRB Kabupaten Aceh Utara dan Propinsi NAD (Tanpa Migas) Atas Dasar Harga Berlaku (Milyar Rupiah) Lapangan Usaha 1.70 0. dimana pada tahun 2000 sektor jasa-jasa hanya memberikan kontribusai sebesar 5. Listrik dan Air Minum 5.92 6.24 1.4 1. dan jasa-jasa memberi kontribusi sebesar 12.27 % sedangkan pada tahun 2004 naik menjadi 12.51 0.5 451.71 17. Sedangkan sektor lainnya relatif tidak mengalami perubahan yang signifikan.40 100.64 11.89 0.91 9.34 1.53 13.44 22. Sedangkan kelima sektor lainnya yakni pertambangan dan penggalian.72 1.92 6.06 7.8 1.070.92 10.30 7. hotel dan restoran. persewaan dan jasa perusahaan.0 %.00 Propinsi NAD (%) 2002 2003 39. dan sektor keuangan.47 13.86 9.41 0.74 13.52 9.22 14.7 28.84 100.41 0.0 473.07 0.40 %.35 7. sektor sektor listrik dan air minum.40 %.40 19. persewaan dan jasa perusahaan hanya memberikan kontribusi di bawah 10. sektor keuangan.48 %. Perdagangan.30 4.437.64 11.00 2004 40.53 259.2 25.17 100.03 236.86 12.24 3.46 42.57 1.205.64 100. Tabel 3.24 0. Kontribusi sektor industri pengolahan serta sektor pengangkutan dan komunikasi mengalami penurunan walaupun relative kecil.14 1. restoran 7.05 %.00 2001 40. Industri Pengolahan 2000 856.45 1.05 0.7 23.70 % dan 8. Jasa-jasa TOTAL PDRB Kabupaten Aceh Utara (%) 2001 2002 2003 2004 38.0 37.0 448.22 16.7 35.00 1. hotel.92 0.19 2.2 487.00 1. MLD dan PT.89 12. persewaan. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD hotel dan restoran memberi kontribusi sebesar 13. Berdasarkan atas harga berlaku.81 7.33 100.02 100. jasa 9.94 0. Pertambangan dan Penggalian 3.

6 2.82 25.1 209.31 5. Keuangan.1 321.0 3072. Listrik dan Air Minum 5.7 357.2 430.1 11.4 254.11 3.0 26.5 129.871.43 1. Pertumbuhan Ekonomi Salah satu hakekat pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha dan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.633.550. jasa 9. Apabila sebuah sektor mempunyai kontribusi besar dan pertumbuhannya melambat.893.2 96.1 2200.204.3 145.0 115.8 2.2 2004 9.4 86.5 4.6 917. Pada tahun 2001 perekonomian Kabupaten Aceh Utara mulai menunjukan peningkatan walaupun pertumbuhanya masih 10.7 414.5 4.6 2135. restoran 7.0 13.5 111.5 Propinsi NAD 2003 2004 7. Bangunan 6.4 1.8 Kabupaten Aceh Utara 2001 2002 2003 860.01 5.863.7 60. jasa 9.1 27.41 488.0 2865. Pertanian 2.8 408. Listrik dan Air Minum 5.7 382.042.500.5 217.9 75. Tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Aceh Utara yang secara keseluruhan dihitung dari PDRB merupakan rata-rata tertimbang dari tingkat pertumbuhan sektoralnya.6 452. namun bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi Propinsi NAD yang 5. maka sektor tersebut otomatis akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Air Limbah.324.4 26.87 1. persewaan.6 2115. Sebaliknya apabila sebuah sektor mempunyai kontribusi yang besar terhadap totalitas perekonomian.9 236.6 5. PT. Jasa-jasa TOTAL PDRB 2000 4.4 50.78 28.3 111.3 26.426.42 Sumber : BPS Kabupaten Aceh Utara tahun 2004 dan Propinsi Aceh tahun 2004 B.358.8 408.6 1.95 4059.44 2.4 106.4 416.19 2.9 3. Keuangan. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Lapangan Usaha 4.0 396.3 113.4 478.24 %.1 357. Pengangkutan & komunikasi 8.649. maka apabila sektor tersebut mempunyai tingkat pertumbuhan tinggi.1 362.2 209.778.9 384.7 2.4 13. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.13 PDRB Kabupaten Aceh Utara dan Propinsi NAD (Tanpa Migas) Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Milyar Rupiah) Lapangan Usaha 1.783.1 62.5 2004 1.7 185.0 21.2 2332.096.6 975.3 12.1 357.98 %.5 1.06 190.0 8.0 Propinsi NAD 2003 2004 100.1 24. Perdagangan.4 1. Pengangkutan & komunikasi 8.387. Halaman 3 .5 115.2 16.7 224.2 322.7 229.890.4 4.5 21. hotel.0 9. Pertambangan dan Penggalian 3.960. Jasa-jasa TOTAL PDRB 2000 856.8 Kabupaten Aceh Utara 2001 2002 2003 5.3 3.2 26. MLD dan PT. Industri Pengolahan 4.185.0 242.514.9 229.86 548.997.5 23.0 2249. hotel. persewaan.83 Sumber : BPS Kabupaten Aceh Utara tahun 2004 dan Propinsi Aceh tahun 2004 Tabel 3.3 381. Perdagangan.0 13.7 23. maka dalam hal ini akan menghambat tingkat pertumbuhan secara keseluruhan.1 1.0 8.1 62.4 229.5 2582.3 111.PT. Bangunan/Konstruksi 6.911.6 4.65 120.172.9 4.3 112.151.3 224.9 480. restoran 7.7 2165. Pilar Teguh Perkasa.7 114.6 2115.7 313.1 247.13 .

71 26. Tabel 3.57 10.68 17.63 12.84 14. restoran 7.85 6.26 2146 15.99 2. sedangkan Pendapatan Regional Per Kapita diperoleh dari hasil bagi antara Produk Domestic Regional Netto (PDRN) atas biaya factor produksi (PDRB yang telah dikurangi penyusutan dan pajak tak langsung) dengan penduduk pertengahan tahun. Pertumbuhan ini terus berlanjut hingga tahun 2004.45 19.92 juta rupiah atau mengalami penurunanan sebesar 5. Air Limbah.02 -4.14 Tingkat Pertumbuhan PDRB Kabupaten Aceh Utara dan Propinsi NAD (Tanpa Migas) (Atas Dasar Harga Berlaku) Lapangan Usaha 1.12 20. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.64 2.17 -6.23 8. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD maka perekonomian Kabupaten Aceh Utara relative jauh lebih baik.31 12.16 68.78 -19. Begitu pula halnya dengan pendapatan regional per kapita tahun 2004 turun sebesar 5.12 28.45 juta rupiah.53 juta rupiah dibandingkan tahun 2003.87 11.27 14.97 7.64 69.09 12.39 15.98 Propinsi NAD (%) 2002 2003 11.40 Sumber : BPS Kabupaten Aceh Utara tahun 2004 dan Propinsi Aceh tahun 2004 C.89 42.23 11.52 3.34 33.48 -2.06 % menjadi 27.61 -0.76 6.32 14.54 5.70 1702 11.77 4433 19.49 35.79 16.40 9.64 2.39 -10.03 8.93 24. Bangunan 6. Pilar Teguh Perkasa. PT.57 12. Sementara dibandingkan dengan Propinsi NAD.07 67.59 9. Listrik dan Air Minum 5.80 12. Industri Pengolahan 4.33 juta rupiah sedangkan pendapatan regional per kapitanya hanya sebesar 10.49 12. hotel. PDRB (Dengan Migas) perkapita Propinsi NAD pada tahun 2004 hanya sebesar 11.54 15.13 13.70 -3.22 2001 11. Pengangkutan & komunikasi 8. MLD dan PT.94 9.10 % dibandingkan tahun 2003 yang senilai 32. sedangkan pada tahun yang sama pertumbuhan ekonomi Propinsi NAD relative jauh lebih baik lagi yaitu 9.16 9.14 .29 10.92 2004 11.51 2.69 10. jasa 9.24 10. Jasa-jasa TOTAL PDRB Kabupaten Aceh Utara (%) 2001 2002 2003 2004 4.11 5.76 35.81 4. Pertambangan dan Penggalian 3.19 10. persewaan.00 4.22 %.40 %.80 9.45 39.59 juta rupiah. Halaman 3 . dimana pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Utara mengalami penurunan menjadi 7.56 20.PT.91 12.14 7.43 -12. Keuangan. Perdagangan.47 7.17 -26. Pertanian 2.78 43. Pada tahun 2004 PDRB (Dengan Migas) per kapita Kabupaten Aceh Utara berdasarkan atas harga berlaku (ADHB) senilai 30.80 94.70 -16.59 12. PDRB dan Pendapatan Regional Per Kapita Produk Domestic Regional Bruto Per Kapita merupakan hasil bagi antara PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.

10 2000 26.54 -25.480.00 9.40 2001 19.861.745.37 35.169.320.00 8.10 8.68 -6.310.88 18.801.58 % menjadi 26.046.094.00 19.PT.757.06 - 9.64 % dibandingkan tahun 2003 yang senilai 34.00 2.420.255.37 juta rupiah sedangkan pendapatan regional per kapitanya hanya sebesar 8.980.65 juta rupiah.46 9.190.649. MLD dan PT.15 .589.47 -11.672. Begitu pula halnya dengan pendapatan regional per kapita tahun 2004 turun sebesar 14.585.00 10.00 7.524.061.50 -14.070.480.910.953.154.30 2002 31. pada tahun 2004 senilai 29.378.385.14 -5.428.40 2001 19.40 2001 22.10 Atas Dasar Harga Konstan 2000 2004 26.592.70 -27.00 8.00 11.063. Sementara dibandingkan dengan Propinsi NAD.26 45.27 - Atas Dasar Harga Berlaku 2004 30.23 45.00 -4.00 -6.70 -14.16 Perbandingan Pendapatan Regional Per Kapita Kabupaten Aceh Utara dan Propinsi NAD (Dengan Migas) Tahun Kabupaten Aceh Utara Nilai Pertumbuhan (Rupiah) (%) -5. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Jika dilihat PDRB (Dengan Migas) per kapita Kabupaten Aceh Utara berdasarkan atas dasar harga konstan (ADHK) 2000.00 8.38 35.439.39 -26.606.64 8.00 10.030.801.926.15 Perbandingan PDRB Per Kapita Kabupaten Aceh Utara dan Propinsi NAD (Dengan Migas) Tahun Kabupaten Aceh Utara Nilai Pertumbuhan (Rupiah) (%) -5.180.05 juta rupiah dibandingkan tahun 2003.00 4.690.00 8.022.20 2000 29.269.946.422.740.850.467.20 2002 30.50 Atas Dasar Harga Konstan 2000 2004 29.89 4.255. Air Limbah.20 2003 34.10 8.602.870.040.72 -25.064.012.39 22.119.00 7.93 - 8.66 Propinsi NAD Nilai Pertumbuhan (%) (Rupiah) 11.511.58 8.219.00 2002 26. PDRB (Dengan Migas) perkapita Propinsi NAD pada tahun 2004 hanya sebesar 9.737.930.00 9. Pilar Teguh Perkasa.052.020.30 2000 29.457.741.529.060.445.875.996.226.690.50 2003 28.690.061.00 7.809.40 - Atas Dasar Harga Berlaku 2004 27. Tabel 3.382.500.33 - Sumber : BPS Kabupaten Aceh Utara tahun 2004 dan Propinsi Aceh tahun 2004 Halaman 3 .80 2000 26.499.29 juta rupiah.331.443.50 2001 21.00 10.10 2002 28.54 Propinsi NAD Nilai Pertumbuhan (%) (Rupiah) 10.06 8.27 juta rupiah atau mengalami penurunan sebesar 14.30 2003 32.027. PT.069. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.00 8.670.12 - Sumber : BPS Kabupaten Aceh Utara tahun 2004 dan Propinsi Aceh tahun 2004 Tabel 3.289.33 4.00 9.00 8.946.780.10 2003 30.30 20.01 -12.

66 % dari total belanja daerah. Air Limbah.48 % dari Dana Perimbangan. total DAU adalah sebesar Rp.3 dari tahun 2003. MLD dan PT.72 %. 49.63 milyar atau 1. Table 3. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pada tahun 2004. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 3.080 1. 322. Keuangan Daerah (APBD) Pada tahun 2004 total penerimaan APBD Kabupaten Aceh Utara adalah sebesar Rp. Komposisi yang terbesar dari Belanja Pelayan Publik adalah untuk belanja administrasi umum seperti belanja pegawai.015 872 651 49.45 % dari PAD dan penerimaan dari restribusi daerah adalah sebesar Rp. yaitu sebesar 473. Bantuan Pemerintah Pusat berupa DAU dan DAK kepada Kabupaten Aceh Utara terus meningkat dari tahun ke tahun.45 % dari Dana Perimbangan. 1.00 % dari Dana Perimbangan. Total Bagi Hasil Pajak adalah sebesar Rp.3.7 Halaman 3 .5 560. Restribusi Daerah c.60 % dari PAD.90 milyar atau 38.15 milyar atau meningkat sebesar 9.349. PT.PT.84 milyar atau 50.77 milyar atau 3.002. 34. Penerimaan dari pajak daerah adalah sebesar Rp.3 % dari tahun 2003. dan total DAK adalah sebesar Rp 7. Juta) Katagori 2003 2004 Pertumbuhan (%) 1.1 103.28 milyar.775 4.4.300 30.39 milyar atau 25. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Utara tahun 2004 adalah sebesar Rp. 934.34 % dari total belanja daerah.45 %. Belanja Aparatur Daerah pada tahun 2004 dalam APBD Kabupaten Aceh Utara adalah sebesar Rp.5 151. Sedangkan pada tahun 2004 total Dana Perimbangan adalah sebesar Rp.09 milyar atau 6. Pajak Daerah b. 526. perjalanan dinas. Besarnya DAK dan DAK dalam APBD Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2004 adalah sebesar 39.775 4. PAD per kapita Kabupaten Aceh Utara adalah jumlah PAD dibagi dengan jumlah penduduk adalah sebesar Rp 995. 10.285 10. Hasil BUMD 37. P A D a.08 milyar atau 20.17 Penerimaan APBD Kabupaten Aceh Utara (Rp.15 milyar atau 74. 1. Kondisi ini menunjukan bahwa Kabupaten Aceh Utara sangat tergantung dari bantuan Pemerintah Pusat untuk melaksanakan kegiatan pembangunan didaerahnya. dan belanja barang & jasa. 199. Pilar Teguh Perkasa.16 . sedangkan Belanja Pelayanan Publik adalah sebesar Rp.05 milyar atau meningkat sebesar 16.

8 16. Pilar Teguh Perkasa. Sumber air baku yang digunakan berasal dari air permukaan yaitu sungai Krueng Pase dengan kapasitas debit 100-300 lt/detik. Sistem Penyediaan Air Minum Sistem penyediaan air minum di Kabupaten Aceh Utara dikelola oleh PDAM Tirta Mon Pase dengan sistem IPA lengkap.4 -51. Kreung Mane kapasitas debit 200-300 lt/detik.633 426.881 665.430 199.130 526. Infrastruktur Prasarana dan Sarana Perkotaan 3.1.054 34. D A K 3.092 284.927 268. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.162 11. Belanja Tak Terduga 2003 188.740 29.4 186.3 3.002. Bagi Hasil dan Bantuan e.9 TOTAL PENGELUARAN Sumber : Kabupaten Aceh Utara dalam Angka 2004 3. Sedangkan sumur bor berada di Simpang Keramat (Alue Liem) dengan kapasitas terpasang 65 lt/detik. Belanja Pelayanan Publik a.819 1. Bagi Hasil Bukan Pajak c.398 934. D A U d.058 166. Adminstrasi Umum b. PT.237 452.153 473.9 122. Air Limbah.3 95.526 426.481 32.486 2004 33.230 916. Total produksi air minum yang dikelola PDAM Tirta Mon Pase pada saat ini adalah sebesar 305 lt/detik yang berasal dari 8 IPA dan 1 sumur bor yang masih beroperasi Halaman 3 . Belanja Aparatur Daerah 2.551 Pertumbuhan (%) 71.844 114. Lain-lain 2.4 92.900 7.158 Pertumbuhan (%) 2.8 34.0 88.123 3. Lain-lain Pendapatan 2003 32. Dana Perimbangan a. Juta) Katagori 1.5 5.5.1 400.930 213.2 0. MLD dan PT. sistem transmisi.908 149. Bagi Hasil Pajak b. pengolahan lengkap.18 Pengeluaran APBD Kabupaten Aceh Utara (Rp. Operasi & Pemeliharaan c.17 .256.3 78.098 1. Penambahan Barang Modal d.753 14. dan Kreung Keureutau kapasitas 100-300 lt/detik.296 320.120 1.5. dan distribusi yang sebagian besar sudah dibuat dengan sistem zona pad pelayanannya. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Katagori d.129 64.3 TOTAL PENERIMAAN Sumber : Kabupaten Aceh Utara dalam Angka 2004 Table 3.092 2004 322.163 476. Pada sistem IPA lengkap terdapat sumber air baku.PT.1 9.

Pendistribusian dari IPA Lhok Sukon melayani dua wilayah yaitu Lhok Sukon dan Tanah Pasir. PT. system transmisi. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD A. Sistem Air Bersih Geudong Sistem penyediaan air minum IPA Geudong merupakan sistem dengan pengolahan lengkap. pengolahan lengkap dan distribusi yang sebagaian sudah dibuat dengan sistem zona pada pelayanannya.PT. Pendistribusian dari IPA Geudong melayani dua wilayah yaitu Geudong dan Samudra.500 jiwa atau 24. Sumber air baku yang digunakan berasal dari air permukaan yaitu Krueng Keuretau dengan kapasitas intake 40 lt/detik. Jumlah penduduk kecamatan Geudong dan Samudra tahun 2002 sekitar 36.100 unit dengan jumlah penduduk yang terlayani mencapai 15. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. IPA Lhok Sukon mempunyai 2 WTP yaitu dengan konstruksi beton dan baja yang dibangun tahun 2003 memiliki kapasitas terpasang 2 x 20 lt/detik dan total produksi 32 lt/detik yang beroperasi selama 18 jam sehari.47% dari penduduk Lhok Sukon dan Tanah Pasir yang baru terlayani air minum. system transmisi. Pada system IPA lengkap terdapat sumber air baku. Sistem Air Bersih Lhok Sukon Sistem penyediaan air minum IPA Lhok Sukon merupakan sistem dengan pengolahan lengkap. B. MLD dan PT. Jumlah penduduk Kecamatan Lhok Sukon dan Tanah Pasir tahun 2002 sekitar 63.328 jiwa. Saat ini sambungan rumah PDAM cabang Geudong adalah 380 unit dengan jumlah penduduk yang terlayani Halaman 3 .454 jiwa.18 . Pilar Teguh Perkasa. Saat ini sambungan rumah IPA Lhok Sukon adalah 3. pengolahan lengkap dan distribusi yang sebagaian sudah dibuat dengan sistem zona pada pelayanannya. Sumber air baku yang digunakan berasal dari air permukaan yaitu sungai Krueng Pase dengan kapasitas intake 5 lt/detik. Instalasi pengolahan air minum di IKK Geudong dikelola oleh PDAM Tirta Mon Pase cabang Geudong. Pada system IPA lengkap terdapat sumber air baku. Air Limbah. Instalasi pengolahan air minum di IPA Lhok Sukon dikelola oleh PDAM Tirta Mon Pase. IPA Geudong dengan konstruksi baja yang dibangun tahun 2000 memiliki kapasitas terpasang 5 lt/detik dan total produksi 4 lt/detik yang beroperasi selama 4 jam sehari.

pengolahan lengkap dan distribusi yang sebagaian sudah dibuat dengan sistem zona pada pelayanannya. Pendistribusian pelayanan berupa sambungan rumah maupun kran umum. Pilar Teguh Perkasa.900 jiwa atau 5. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD mencapai 1. Pendistribusian dari IPA Krueng Mane melayani wilayah Muara Batu.080 jiwa. d. Air Limbah. PT. IPA Krueng Mane dengan konstruksi baja yang dibangun tahun 1995 memiliki kapasitas terpasang 5 lt/detik dan total produksi 4 lt/detik yang beroperasi selama 8 jam sehari. c. Halaman 3 . b. Sistem Air Bersih Krueng Mane Sistem penyediaan air minum IPA Krueng Mane merupakan sistem dengan pengolahan lengkap. Pembangunan reservoir. Untuk mengantisipasi perkembangan penduduk dimasa yang akan datang. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. C. Sumber air baku yang digunakan berasal dari air permukaan yaitu sungai Krueng Pase dengan kapasitas intake 5 lt/detik. Pengoperasian dan pengoptimalan kapasitas instalasi pengolahan air bersih.64% dari penduduk kecamatan Muara Batu yang baru terlayani air minum.400 jiwa atau 6. Saat ini sambungan rumah PDAM cabang Krueng Mane adalah 280 unit dengan jumlah penduduk yang terlayani mencapai 1. sistem transmisi. guna didistribusikan ke wilayah perkotaan dengan target awal 80% penduduk dilayani. Rencana program sistem penyediaan air bersih Kabupaten Aceh Utara tahun 2026 diuraikan sebagai berikut: a.21% dari penduduk Geudong dan Samudera yang baru terlayani air minum. perlu ditingkatakan ruang lingkup atau jangkauan pelayanannya yaitu berupa penambahan langganan dan jaringan di wilayah yang belum terjangkau oleh sistem distribusi.PT. MLD dan PT. Jumlah penduduk kecamatan Muara Batu tahun 2002 sekitar 21.19 . Pada system IPA lengkap terdapat sumber air baku. Pengadaan dan pemasangan jaringan pipa distribusi. Instalasi pengolahan air minum di IKK Muara Batu dikelola oleh PDAM Tirta Mon Pase cabang Krueng Mane.

PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Berdasarkan standar besaran jumlah sampah yang ditimbulkan oleh rumah tangga (domestik) sebesar 1.548 lt/hari. Peningkatan pelayanan ke penduduk hingga melebihi 80%.418 lt/hari. Pembuatan sarana kran umum bagi kawasan pemukiman yang padat dan berpenghasilan rendah. k.5. Sampah yang berasal dari domestik ditampung ditempat penampungan sementara yang berupa bak-bak sampah yang selanjutnya diangkut oleh truk sampah (dump truck) menuju ke tempat pembuangan akhir. Luas wilayah perkotaan Kabupaten Aceh Utara yang sudah dilayani oleh sistem persampahan tahun 2004 adalah sebesar 19. Persampahan Sampah yang dihasilkan di Kabupaten Aceh Utara terdiri dari sampah yang berasal dari domestik dan non domestik.800 jiwa. Halaman 3 . g. Kemungkinan pengembangan dengan jaringan perpipaan air bersih yang ada. Peyuluhan pada masyarakat. maka dengan jumlah penduduk pada tahun 2026 sebesar 825.870 lt/hari. f. Air Limbah.PT.238.20 . 3. mengenai arti pentingnya air bersih berkaitan dengan sistem yang mungkin diterapkan. MLD dan PT. Perlindungan secara ketat daerah resapan air bagi kelestarian kontinuitas air tanah.2. Total produksi sampah ini keseluruhannya adalah sebesar 1. dengan menekan angka bocoran sampai dibawah 20%.780 Ha atau 6% dari luas wilayah kota sedangkan jumlah penduduk yang terlayani (service coverage area) adalah sebesar 30 % atau sekitar 14. Pilar Teguh Perkasa. Jumlah sampah non-domestik adalah 40% dari sampah domestic. i. Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan yang ada dengan menambah kapasitas dan kemungkinan pemanfaatan sumber air baru. yaitu sebesar 495. j.734.913 jiwa dapat diperoleh jumlah produksi sampah domestik Kabupaten Aceh Utara tahun 2026 yaitu sebesar 1. Penelitian lebih lanjut tentang keberadaan sumber-sumber air potensial bagi airbaku air bersih.5 liter/hari. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD e. h.

Pengumpulan Sampah Terdapat 2 (dua) sistem pengumpulan sampah yaitu: > Sistem Pelayanan individual > Sistem pelayanan komunal Dalam pelaksanaan sistem pengumpulan sampah ini dibagi dalam 4 (empat) system dengan gambaran sebagai berikut : > Sistem pelayanan “door to door”. bahan yang digunakan untuk pewadahan harus kuat.PT. sekolah. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD A. dengan pertimbangan bahwa umumnya di lingkungan pemukiman penduduk pada pagi hari melakukan kegiatan/aktifitas diluar seperti pergi kerja. c. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Operasi Pengelolaan Persampahan a. pengambilan sampah dilakukan pada malam hari. Penempatan wadah untuk sistem komunal tidak mengambil lahan trotoar. Pengangkutan Sampah Pengangkutan sampah dilakukan dengan menggunakan dump truck (8 unit) dan arm rool truck (1 unit dan 4 kontainer) untuk diangkut ke lokasi pembuangan akhir. b.21 . dan diletakkan di belakang untuk pertokoan. Dalam pengangkutan sampah untuk pemukiman dilakukan pada pagi hari. kedap air. Sebaliknya untuk lingkungan pasar dan industri. dengan truk kecil dan dikumpulkan di transfer depo atau dibawa langsung ke TPA > Sistem pelayanan dengan “door to door” dengan gerobak dan dikumpulkan di transfer depo/tempat penampungan sementara > Sistem pelayanan komunal. PT. sedekat mungkin dengan sumber sampah dan diletekkan di tepi jalan besar. masyarakat mengantarkan sampah ke tempat yang telah ditentukan/ disediakan > Sistem dengan cara memusnahkan sampah sendiri. dan ke pasar. Pewadahan Pola pewadahan berupa pola pewadahan individual dan komunal. MLD dan PT. Air Limbah. dengan Halaman 3 . Pilar Teguh Perkasa. Penempatan wadah untuk sistem individual diletakkan dekat rumah untuk pemukiman. mudah untuk dikosongkan/diperbaiki.

22 . MLD dan PT. terutama dalam hal penelitian dampaknya terhadap lingkungan.5. > Untuk penanganan persampahan ini dimasa mendatang perlu dicari alternative lokasi baru yang layak dan mudah dijangkau dan efisien. karena selain lokasinya agak jauh dari pemukiman penduduk. Pilar Teguh Perkasa. > Tidak menimbulkan bau yang tidak sedap > Menimbun daerah rawa > Lahan yang tidak diperlukan lagi dapat dimanfaatkan kembali. d. Air Limbah dan Sanitasi Sistem penanganan air limbah ditentukan dari kadar pencemaran : > Air limbah dari industri terlebih dahulu diadakan proses pembersihan/filtrasi. volumenya diperkirakan 70% dari jumlah pemakai. Lokasi TPA ini cukup representative. Halaman 3 . > Air limbah berasal dari rumah tangga. Dalam perencanaan sistem pembuangan air limbah pada dasarnya dikenal dua sistem pembuangan yaitu “Sistem pembuangan air limbah terpusat (off site)” dan pembuangan air limbah setempat (on site)”. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD pertimbangan pada malam hari aktifitas di pasar tidak berjalan dan segi sanitasinya dapat terjaga.PT. 3. Air Limbah. juga lahannya cukup luas. Tempat Pembuangan Akhir Tempat pembuangan akhir yang dialokasikan terletak di desa … seluas … Ha dengan “Sistem Open Dumping”. misalnya sebagai lapangan olah raga dan sebagainya. Untuk pengaturan lebih lanjut. diperlukan studi tersendiri. PT. Keuntungan dari sistem ini antara lain adalah : > Insekta yang biasa hidup di sampah tidak dapat berkembang biak karena habitat hidupnya tertutup tanah penutup. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Sistem pembuangan/pemusnahan sampahnya dilakukan dengan penimbunan sampah yang dibuang serta membakarnya setiap akhir operasi.3.

Jumlah rumah tangga di Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2004 adalah sebesar 110.yaitu : > sistem pembuangan tertutup > sistem pembuangan terbuka Halaman 3 . jalan umum dan sumber air untuk antisipasi kontaminasi pencemaran air. PT. 3. dari jumlah tersebut hampir semua penduduknya mengunakan fasilitas toilet/WC didalam atau diluar rumah. kamar mandi. Di dalam tangki akan terjadi pemisahan antara kotoran padat dan cair. kotoran yang mengendap akan menjadi lumpur dan diuraikan oleh bakteri dalam keadaan an-aerobik.PT. Drainase Sistem drainase yang direncanakan terdiri dari 2 (dua) macam. Setelah melalui bidang filter.4. kerikil dengan lapisan yang berbeda diameter akan menambah bakteri yang terdapat dalam effluent.23 . Jarak minimum diperkirakan sepanjang 15 meter. Pilar Teguh Perkasa.5. MLD dan PT. • Walaupun septik tank direncanakan untuk melayani kebutuhan rumah tangga individual. Untuk transportasi tersebut dapat digunakan truk tinja dengan kapasitas 2-4 meter kubik atau 6 meter kubik. yang terdiri dari pecahan batu kali.108 unit. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Lokasi septic tank dan bidang resapan direncanakan mempunyai jarak minimum terhadap rumah terdekat. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD • Dalam sistem pembuangan air limbah setempat (on site) di Kabupaten Aceh Utara dianjurkan menggunakan “metoda tangki septik” atau cubluk (tunggal atau kembar). toilet dan air bekas lainnya dialirkan ke dalam tangki tersebut. Air Limbah. • Penanganan pembuangan sistem on site dengan metoda tangki septik memerlukan transportasi lumpur tinja untuk mengosongkan tangki. tetapi dapat juga menampung secara kolektif air limbah yang berasal dari komunitas. serta dapat digunakan trailler untuk melayani penyedotan di daerah padat yang hanya tersedia jalan kecil/gang. Tangki septik umumnya terletak dibawah tanah dimana air limbah dari kakus. sedangkan effluent akan mengalir melalui bidang filter yang terdapat pada angki septik. maka effluent akan dialirkan menuju bidang resapan dan dibuang melalui saluran terbuka karena sudah cukup aman.

Disamping itu perlu juga mengacu pada pokok-pokok perencanaan drainase di Kabupaten Aceh Utara. Pedoman yang akan digunakan dalam perencanaan jaringan drainase di Kabupaten Aceh Utara adalah sebagai berikut : a. Rencana pengembangan prasarana drainase ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan kawasan terbangun dan prasarana jalannya. Strategi penanganan drainase Kabupaten Aceh Utara ini adalah : > Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memelihara prasarana drainase yang ada. Perencanaan sistem drainase Kota Langsa meliputi pembuatan sistem saluran primer. Mudah dalam pelaksanan. Halaman 3 . Air Limbah.PT. Sementara sistem saluran terbuka dipakai pada kawasan dengan kepadatan bangunan rendah dan kawasan perumahan. MLD dan PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Jaringan drainase yang telah ada dimanfaatkan secara optimal seperti sungai. Ekonomis dalam pembiayaan investasi dan pembuatannya. Mengalirkan air hujan kesaluran drainase secepatnya menuju badan air terdekat untuk menghemat panjang saluran. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Sistem saluran tertutup dapat dipergunakan pada kawasan-kawasan dengan tingkat kepadatan bangunan tinggi (kawasan perdagangan di pusat-pusat kota). anak sungai ataupun saluran drainase primer sebagai saluran pembuang. e. Perencanaan dan pelaksanaan program harus terpadu dengan pengendalian banjir dan program perbaikan jalan.24 . Perencanaan Saluran primer diusahakan mengikuti pengeringan (pematusan) alami. rehabilitas saluran yang kondisinya buruk. sedangkan saluran sekunder dan tersier mengikuti pola jaringan jalan. pemasangan pompa pemasangan pintu-pintu air. Pilar Teguh Perkasa. b. sekunder dan tersier (kawasan pemukiman). PT. yang sudah memiliki dimensidimensi terperinci serta segi –segi engineeringnya. Saluran pembuangan akhir dapat dilanjutkan pada sistem jaringan outfall. c. Dimensi saluran untuk kawasan padat dapat dipakai dengan ukuran lebih besar karena kapasitas peresapan di kawasan ini relative kecil. d.

04 km yang meliputi jalan negara kelas III sepanjang 61.59 2. Krueng Pase. Pilar Teguh Perkasa.25 . sedangkan saluran drainase tersier diarahkan pada jalan lingkungan pemukiman penduduk.40 686.13 944. Keberadaan jalan Negara dan Propinsi dalam kondisi rusak hampir tidak ada. dan Krueng Jambo Aye.580.40 km.5.00 61. serta alur-alur sungai lainnya. arteri sekunder dan kolektor primer). Jalan Kota Panjang jalan aspal di Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2003 adalah sepanjang 947.55 km.17 km (12. MLD dan PT.41 163. saluran drainase sekunder terdapat di sepanjang jalan kolektor sekunder dan jalan lokal.33 744. Tanah 4. 3.14 699. PT.78 Jumlah Halaman 3 . sedangkan saluran drainase primer terdapat disepanjang jalan utama (arteri primer.5.41 161. Krueng Keurento.6 %) dan rusak berat adalah sepanjang 714.160 unit. Lainnya 61.00 61.00 141.40 141.491. sedangkan jalan Kabupaten kebanyakan berbentuk jalan kerikil dan tanah sepanjang 1.40 141.40 141.64 973. Air Limbah. sedangkan jalan kabupaten yang rusak adalah sepanjang 326. dan jalan aspal Kabupaten Aceh Utara sepanjang 744. > Perencanaan dan pelaksanaan program drainase harus terpadu dengan program pengendalian banjir dan program perbaikan jalan > Memasyarakatkan pembangunan sistem drainase yang berwawasan lingkungan Saluran pembuangan akhir yang direncanakan adalah Krueng Juan. dan jalan Propinsi kelas III sepanjang 141.0 Km.64 km.19 Jenis dan Panjang Jalan di Kabupaten Aceh UtaraTahun 2004 STATUS JALAN (Km) Jenis/Kondisi/Kelas Jalan Negara 2002 2003 Jalan Propinsi 2002 2002 Jalan Kota 2002 2003 A Jenis Permukaan 1. Aspal 2. rehabilitas dan peningkatan konstruksi/peningkatan kapasitas yang rawan banjir/genangan. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.PT. Sedangkan jumlah kendaraan kendaraan bermotor yang tercatat di Kepolisian Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2004 sebesar 6.6 %). Tabel 3.09 km (27.59 2.136. Kerikil 3. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD > penanganan diprioritaskan kepada pemeliharaan.00 61.20 699.

17 714.00 51.41 862.00 61.09 2.491.00 61. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD STATUS JALAN (Km) Jenis/Kondisi/Kelas Jalan Negara 2002 2003 Jalan Propinsi 2002 2002 Jalan Kota 2002 2003 B Kondisi Jalan 1.64 973.89 533. Pilar Teguh Perkasa.40 534.78 Jumlah Sumber : Dians Pemukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Aceh Utara Tahun 2003 Halaman 3 .79 2.00 61. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.40 141.26 . Kelas III 4. MLD dan PT.00 61.13 944.70 699.00 61.40 686.491.40 51.33 744.40 141.41 860. Sedang 3.00 90.00 61.580.40 141. Baik 2.40 947.59 2.15 310.12 326. Kelas III C 7.00 90. Air Limbah. Kelas I 2.73 2.40 141.580. Kelas III B 6.40 141.00 141.006. Tidak Diperinci 61. Kelas III A 5. Rusak 4.33 1. PT.78 Jumlah C Kelas Jalan 1. Rusak Berat 61.PT. Kelas II 3.

BAB 4 SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH .

Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Sistem Penyediaan Air Bersih IKK Sawang beberapa tahun yang lalu pernah beroperasi. Meunesah Pulo. Permasalahan yang dihadapi Secara umum permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan air bersih di Kecamatan Sawang adalah sebagai berikut. Payarabo Timu.1. serta pompa intake tidak ada. tapi tahun 2002 telah rusak akibat konflik. MLD dan PT. Blang Reuling. Babah Buloh. Tinjauan Umum Sistem Penyediaan Air Bersih Yang Ada Sistem Penyediaan air bersih di Kabupaten Aceh Utara dikelola oleh PDAM Tirta Mon Pase. untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Penyediaan air bersih IKK Sawang melayani beberapa Desa yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Sawang antara lain desa – desa Glee Dagang. Payarabo Lhok. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD BAB 4 Sistem Penyediaan Air Bersih 4. a) Intake dan Reservoir • Bangunan intake mengalami kerusakan ringan karena tidak terpelihara. 4.1 . Babah Krueng. sedangkan untuk IKK Sawang dibawah pengelolaan PDAM Tirta Mon Pase Ranting Krueng Mane. Rambong Payong. Punteuet. Pada saat ini. sedangkan penduduk desa yang termasuk Kecamatan Sawang pada umumnya tidak memiliki sumber air sendiri. karena mengalami kerusakan pada bagian plat atas/penutup.PT.2. • Bak Sedimentasi rusak Halaman 4 . Air Limbah. • Kondisi Reservoir didalam Sistem Distribusi perlu diperbaiki. PT. Pilar Teguh Perkasa. penduduk IKK Sawang mempergunakan air tanah dangkal. Gampong Teungoh.

akan tetapi yang tidak dilengkapi dengan wash out dan air realease valve. Air Limbah. • Jembatan-jembatan pipa secara visual masih baik. a. Jembatan Pipa Krueng Tuan Sawang b. akan tetapi saat ini belum dapat dipastikan apakah jaringan tersebut masih tetap dalam keadaan baik dan tidak terjadi kebocoran. Bak sedimen IPA Babah Krueng b) Jaringan Pipa Distribusi • Jaringan pipa distribusi pada saat masih dioperasikan dalam kondisi baik.1. PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. MLD dan PT.2. Peta IPA Kecamatan Sawang. a. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD a. Gambar 4. Jembatan pipa eksisting masih baik dan bisa digunakan begitu juga dengan sistem intake IPA Babah krueng Sawang a. Reservoar IPA Babah Krueng b. Gambar 4. Aceh Utara Halaman 4 . c) Sistem Sambungan dan Pelayanan • • Penduduk Kecamatan Sawang khususnya bagian utara memerlukan sekali sambungan dan pelayanan air bersih secepatnya. Pilar Teguh Perkasa. b.2 . b.PT.

untuk mengantisipasi kebutuhan ini dilakukan perencanaan dengan melakukan prediksi laju pertambahan penduduk dan saranasarana pendukung kehidupannya.3 . alat meter air. kesalahan administrasi dan juga untuk pemadam kebakaran atau penyiraman tanah yang disebut kehilangan air. Berdasarkan tingkat pelayanan yang ada sekarang dan faktor-faktor tersebut datas maka dapat diperkirakan proyeksi prosentase pelayanan pada tahun-tahun yang akan datang. Analisis dan Proyeksi Kebutuhan Air Bersih Kebutuhan air bersih akan meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk atau kegiatannya. ditargetkan sebesar 25 % Konsumsi atau 20 % dari Produksi. baik secara teknis maupun non teknis. Dalam suatu sistem penyediaan air bersih biasanya tidak seluruh air yang diproduksi sampai kepada konsumen akibat adanya kebocoran di instalasi.PT. Kehilangan air pada sistem ini diusahakan sekecil mungkin dan dalam perencanaan suatu sistem yang baru. non domestik ditambah sejumlah kehilangan air yang tidak dapat ditanggulangi. Jumlah penduduk masa datang diramalkan dengan proyeksi. Berdasarkan tingkat pelayanan yang ada sekarang dan faktor-faktor tersebut datas maka dapat diperkirakan proyeksi prosentase pelayanan pada tahun-tahun yang akan datang. Kedua faktor ini merupakan parameter penentu kebutuhan air untuk rumah tangga (domestik).3. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pilar Teguh Perkasa. Kebutuhan air domestik dipengaruhi oleh jumlah dan kapasitas fasilitas-fasilitas setiap rumah (SR) yang ada. selain kebutuhan air untuk non rumah tangga (non domestik). kemudian ditentukan kebutuhan perkapitanya. Tabel 4. MLD dan PT.1. Proyeksi kebutuhan air total merupakan penjumlahan dari kebutuhan air domestik. Air Limbah. PT. menunjukkan proyeksi jumlah kebutuhan air untuk Ibu Kota dari Kecamatan Sawang dan desa – desa sekitarnya. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 4. Asumsi kebutuhan air domestik berdasarkan jumlah sambungan dan prosentase pelayanan sistem yang ada. Asumsi kebutuhan air non domestik diperkirakan sebesar 10 – 25 % dari kebutuhan domestik. jaringan pipa transmisi ataupun distribusi. Dari tabel proyeksi jumlah kebutuhan air tersebut dapat diketahui bahwa jumlah kebutuhan air IKK Sawang Halaman 4 . Kebutuhan air non domestik dipengaruhi oleh jumlah dan kapasitas fasilitasfasilitas kota yang ada.

Halaman 4 .2026 Outline Plan ini disusun untuk IKK Sawang Didalam Outline Plan ini disusun penanganan jangka menengah dan penanganan jangka panjang. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih Sistem yang akan dikembangkan yaitu Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang terletak di desa Babah Krueng dengan kapasitas produksi 10 liter/detik.4. Oleh karena itu perlu dilakukan penambahan kapasitas produksi air bersih dengan mengoptimalkan sumber air baku yang telah digunakan selama ini. 4. Outline Plan Sistem Penyediaan Air Bersih 2007 . Pada penanganan jangka menengah akan dilanjutkan dengan pembuatan Detailed Engineering Design.5. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.PT. Distribusi dengan sistem pompa yang dialirkan ke Ibu Kota Kecamatan Sawang dan desa – desa dalam kecamatan Sawang. 4. maka kebutuhan hari maksimum yang semula (tahun 2007) sebesar 6 lt/dt akan terus meningkat menjadi 42 lt/dt pada tahun 2026. • Peningkatan kapasitas Sesuai dengan perkembangan jumlah penduduk serta pemakaian air bersih di tahun – tahun yang akan datang. maka pada masa yang akan datang perlu dilakukan peningkatan kapasitas produksi dengan mengoptimalkan sumber air baku yang ada. Berdasarkan penilaian kualitas dan kuantitas Krueng Tuan sebagai air baku yang digunakan. Pilar Teguh Perkasa. Air baku berasal dari air permukaan yang berasal dari Krueng Tuan. PT. Untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi tersebut tentunya diperlukan infrastruktur dan kelengkapan sistem yang baik. Air Limbah.4 . Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD pada tahun-tahun mendatang meningkat seiring dengan peningkatan penduduk di masing-masing wilayah. MLD dan PT. • Penurunan kehilangan air Penurunan tingkat kehilangan air secara bertahap dari 40 % pada saat terakhir IPA ini beroperasi dan berangsur-angsur turun sampai 25 % pada dikembangkan.

Pengembangan jaringan distribusi terutama ditujukan untuk melayani daerah-daerah potensial pelayanan. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD • Pengembangan jaringan distribusi Pengembangan jaringan distribusi dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan air sesuai dengan skenario dan proyeksi kebutuhan air yang ditetapkan sampai dengan tahun 2026.-.1.050. Pilar Teguh Perkasa. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Air Limbah.6. Halaman 4 .5 .PT. MLD dan PT.000. PT. 5. Rencana Anggaran Biaya Untuk mendukung pengembangan sistem penyediaan air bersih di IKK Sawang dalam jangka menengah diperlukan biaya sebesar Rp.936. menunjukkan outline plan dan rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk pengembangan sistem penyediaan air bersih tahun 2007 – 2026. • Penambahan sambungan langganan Penambahan sambungan langganan dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan air sesuai dengan skenario dan proyeksi kebutuhan air yang ditetapkan sampai dengan tahun 2026. 4. Tabel 4.

6 .PT. PT. MLD dan PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 4 . Pilar Teguh Perkasa. Air Limbah.

PT. MLD dan PT.7 .PT. Air Limbah. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 4 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pilar Teguh Perkasa.

MLD dan PT.8 .PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Air Limbah. Pilar Teguh Perkasa. PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 4 .

BAB 5 SEKTOR SANITASI .

kemudian dibawah ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD BAB Gambar 1 5 5.1 . kawasan pusat kota. MLD dan PT.1. dimana sistem pengurasan dan pembuangan lumpur septik seperti kawasan lainnya.PT.2. Sedangkan untuk kawasan permukiman kumuh dan padat penanganan air limbah berupa penyediaan MCK (Mandi Cuci dan Kakus) lengkap dengan tangki septik. PT. kawasan industri dan kawasan pendidikan. • Fasilitas sanitasi komunal berupa MCK untuk masyarakat yang belum mempunyai fasilitas sanitasi atau fasilitas sanitasi tidak memadai. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pilar Teguh Perkasa. Umum SEKTOR SANITASI Strategi penanganan air limbah Kota Lhoksukon khususnya dan Kabupaten Aceh Utara umumnya adalah peningkatan fasilitas sanitasi sistem setempat (on site) meliputi : • Fasilitas sanitasi individual berupa tangki septic dimana pengurasan dengan truck tinja. Halaman 5 . Kajian Terhadap Fungsi dan Strategi Pembangunan Kota Strategi Pembangunan Kota mengidentifikasi kawasan perluasan permukiman. Air Limbah. Penunjangan sektor air limbah untuk kawasan-kawasan tersebut berupa peningkatan penanganan fasilitas sanitasi sistem setempat (on site) melalui pengurasan dan pembuangan lumpur septik dengan truck tinja kemudian diolah di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Pengadaan fasilitas sanitasi sistem individual diharapkan dari swadaya masyarakat sedangkan sistem komunal diusulkan untuk mendapatkan bantuan pembiayaan dengan maksud untuk sebagai stimulant. 5.

Karakteristik buangan Karakteristik lumpur tinja merupakan buangan dengan kandungan unsur terbesar adalah organik biodegradabel sehingga pengolahan dapat dilakukan melalui suatu instalasi secara biologis. maka sistem pengolahan dilakukan secara biologis dengan menggunakan kolam Halaman 5 . Metode Penanganan Lumpur Septik Memperhatikan karakteristik lumpur tinja dimana kandungan unsur terbesarnya adalah zat organik yang biodegradabel (dapat terurai secara biologis).1. Terbatasnya lahan disekitar permukiman Sulitnya mencari lahan untuk tempat pembuangan lumpur septik yang memenuhi syarat teknis maupun lingkungan.PT. Karakteristik Lumpur Tinja Parameter Satuan BOD5 20º C mg/ltr COD mg/ltr Suspended Solid mg/ltr Besaran 8. 3.500 mg/ltr 2.2 . Analisa Program Air Limbah 5. 1. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 5.000 mg/ltr Data-data hasil sampling karakteristik lumpur tinja dapat dilihat pada tabel 5.3. Pengurasan dengan sistem manual oleh masing-masing individu atau pengurasan dengan truck tinja (vacuum truck) untuk pelayanan skala kota membutuhkan lahan yang cukup luas untuk pengolahan lumpur tinja. No.3.250 mg/ltr 17.500 2.1. b. MLD dan PT. PT. Tabel 5. Dari hasil sampling lumpur tinja menunjukkan bahwa karakteristik lumpur tinja adalah sebagai berikut : Lumpur Tinja : • BOD5 20º C • COD • Suspended Solid = = = 8. Pilar Teguh Perkasa. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. 2. Air Limbah.000 Keterangan Sumber : Lokasi sampling Influent Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja : Dinas Kebersihan Kotamadya Surabaya B. sehingga tidak menjadi sumber polusi untuk air permukaan dan tanah.250 17. Dasar Pertimbangan a.1 dibawah ini. Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja A.

karena waktu detensi relatif lebih lama. Effluent cairan kemudian dialirkan ke kolam fakultatif. karena konsentrasi buangan yang masuk cukup tinggi. Konstruksi kolam anaerobik adalah pasangan batu kali atau beton dimana pada lapisan bawah sebelumnya dilapisi dengan geomembran/geotekstil sehingga bangunan ini kedap air. Secara garis besar unit proses yang tergambar pada gambar 5.1. Air Limbah.1. PT. adalah sebagai berikut : a. Pemilihan teknologi Pengolahan Lumpur Tinja mengacu kepada Buku Pedoman Survey dan Perencanaan Instalasi Lumpur Tinja. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD stabilisasi. • Kedalaman air = (1. MLD dan PT. Produksi lumpur relatif sedikit. yang dikeluarkan Direktorat PLP.hari). Ditjen Cipta Karya.5) meter.5) meter. dimana effisiensi pengolahan sekitar 60 – 70 % dengan waktu detensi 25 hari. Kolam Stabilisasi Fakultatif Proses yang terjadi pada kolam fakultatif adalah sama dengan kolam anaerobik yakni secara biologis yang dapat mengurangi BOD. Kriteria desain kolam stabilisasi anaerobik ini adalah sebagai berikut : • Debit desain adalah debit rata-rata. • Rasio panjang dan lebar = (2 – 4) : 1 • Effisiensi pemisahan BOD > 60 %. sedangkan lumpur dialirkan ke sludge drying bed. • Beban BOD volumetrik = (500 – 800) g BOD/(m³. Keluaran atau effluen dari proses anaerobik adalah cairan/supernatan dan lumpur hasil proses biologis dan sedimentasi.3 – 0.8 – 2. Penanganan pengolahan lumpur tinja yang akan diterapkan seperti dijelaskan dalam gambar 5. Halaman 5 .PT.3 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. tahun 1992. dimana pada lapisan atas ( 1 meter dibawah permukaan air) terjadi proses aerobik dan pada lapisan bawahnya proses anaerobik. Kolam Anaerobik Pada Kolam anaerobik terjadi proses biologis. • Jagaan = (0. b. Keluaran dari kolam fakultatif adalah effluen cairan yang akan masuk ke kolam maturasi dan lumpur yang akan dialirkan ke sludge drying bed. Pilar Teguh Perkasa.

4 . Pilar Teguh Perkasa. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 5 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.PT. MLD dan PT. PT. Air Limbah.

Kolam Stabilisasi Maturasi Kolam maturasi berfungsi sebagai kolam pematangan.3 – 0. Pilar Teguh Perkasa. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.5 . d. sehingga belum memenuhi standar untuk dibuang ke badan air. • Jagaan = (0. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Effisiensi pengolahan sekitar 80 – 90 % dengan waktu detensi 54 hari. Untuk menurunkan kandungan mikroorganisme (bakteri patogen) disamping itu BOD dan SS juga dipisahkan maka diperlukan kolam maturasi. • Rasio panjang dan lebar = (2 – 4) : 1 • Effisiensi pemisahan BOD > 70 %. Halaman 5 . Secara lengkap kriteria desain kolam stabilisasi fakultatif adalah sebagai berikut : • Debit desain adalah debit rata-rata. Waktu detensi kolam maturasi selama 15 hari.5) meter.8) meter. MLD dan PT. c. • Kedalaman air = (1. Bakteri patogen dari kolam ini bisa mencapai dibawah FC/100 ml. Sludge Drying Bed Lumpur yang dihasilkan dari kolam anaerobik paling besar volumenya apabila dibandingkan dari kolam fakultatif dan maturasi (produkasi lumpur kecil).hari). • Beban BOD volumetrik = (40 – 60) g BOD/(m³. PT.5) meter. Effluen dari kolam fakultatif telah mengalami penurunan konsentrasi yang cukup tinggi sesuai effisiensi pengolahan sekitar 80 – 90 %.PT. • Rasio panjang dan lebar = (2 – 4) : 1 • Effisiensi pemisahan BOD > 70 %. Kriteria desain dari kolam maturasi ini adalah sebagai berikut : • Debit desain adalah debit rata-rata. • Effisiensi pemisahan E.hari).coli > 95 % (termasuk kolam-kolam sebelumnya).3 – 0. tetapi kandungan mikroorganisme masih cukup tinggi. Air Limbah. Effisiensi pemisahan bakteri dapat mencapai 99 % termasuk pengurangan pada unit-unit anaerobik dan fakultatif yang mendahuluinya. • Beban BOD volumetrik = (40 – 60) g BOD/(m³.2 – 1. • BOD influen < 400 mg/lt • BOD effluent > 50 mg/lt. • Jagaan = (0.

6 . • Pipa distributor mempunyai kriteria : > Dipasang di atas (di salah satu sisi) dinding memanjang tiap kompartemen. PT.50) meter. pasangan batu bata dengan spesisemen. • Pipa pemberi pipa pembuangan dipasang pada drainase bak dengan diameter minimal 15 cm. Pilar Teguh Perkasa. MLD dan PT. Koefisien keseragaman < 5. • Panjang sebuah bak = (3 x 6) meter. Letak unit ini harus dekat dengan unit jalan perasi dan penampung lumpur kering. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Lumpur dari kolam tersebut sudah relatif stabil (tidak terurai lagi secara biologis sehingga tidak ada pengurangan BOD dan SS). Proses yang terjadi secara fisis yaitu filtrasi melalui media dan penguapan/evaporasi oleh sinar matahari.30 – 0. Air Limbah. > Bila menggunakan bahan pipa dari PVC harus ditanam dalam dinding. Pembangunannya dapat bertahap secara paralel. > Bahan GI. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Kriteria perencanaan bak pengering lumpur ini adalah sebagai berikut : • Lebar sebuah bak = (4. Keluaran dari sludge drying bed adalah tanah kering/coke yang siap dibuang ke alam/tanah terbuka. • Tebal lumpur basah diatas pasir = (30 – 45) cm.50) mm. Halaman 5 . • Media pasir yang dipasang pada lapisan teratas mempunyai criteria seperti berikut : > > Ukuran efektif = (0. • Pipa pemberi yang membawa sludge ke tepi bak yang berdiameter > 150 mm dan dari bahan GIP. • Kadar air lumpur kering optimal = (70 – 80) %. sehingga diperlukan sludge drying bed untuk meningkatkan konsentrasi lumpur. > Diameter > 100 mm. • Dinding bak dibuat dari beton. tetapi kadar airnya masih cukup tinggi. • Ketinggian dinding bak = 45 cm diatas pasir.50 – 7.PT. • Tebal lumpur kering diatas pasir = (20 – 30) cm. • Tinggi jagaan = (15 – 25) cm.

• Jarak maksium antara MCK dengan penduduk yang dilayani adalah 100 meter.5 – 15 meter. > Diameter (20 – 40) mm dipasang 15 cm diatas pipa penangkap. baik dilokasi permukiman maupun tempat-tempat pelayanan umum. Lokasi dan Jarak • Jarak antara sumur gali dan dan pengolahan tinja berkisar antara 7.0 – 22. tergantung dari sifat serta macam susunan tanahnya. MLD dan PT. tinggi muka air tanah.2.7 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pilar Teguh Perkasa. Kandungan kotoran < 1 % terhadap volume pasir. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD > > Tebal pasir = (15. PT. 5. Dasar Pertimbangan Dasar pertimbangan pengusulan pembangunan MCK adalah sebagai berikut : • Terbatasnya lahan untuk membangun fasilitas sanitasi yang memadai di kawasan permukiman padat dan kumuh. • Prosentasi masyarakat atau penduduk yang menggunakan sistem cemplung ke sungai. di kanan kiri pipa penangkap setebal diameternya (10 – 15) cm.5) cm. • Pipa peluap dengan diameter (100 – 150) mm dipasang pada dinding bak.PT. Halaman 5 . • Media kerikil yang dipasang dalam dua lapis dibawah pasir dengan urutan dari atas sebagai berikut : > Diameter (3-6) mm dipasang 15 cm diatas dasar bak. MCK lengkap dengan Tangki Septik A.3. parit dan lain-lain yang akan memberikan dampak terhadap lingkungan serta sistem sanitasi lingkungan jumlahnya sangat besar yakni sebesar 55 % dibandingkan dengan masyarakat yang menggunakan cublik 35 % dan Septik Tank sebesar 10 %. Metode Penanganan Hal-hal yang perlu dijadikan pertimbangan dalam merencanakan MCK disuatu lokasi adalah sebagai berikut : a. dan keadaan daerah (dataran atau berbukit-bukit). • Dibuat untuk melayani penduduk yang berpenghasilan rendah. Air Limbah. B.

PU th. • Dari sumber air diambil dari sumur gali. 1985 5. Kecuali pada daerah dimana penduduk masih mempunyai lahan yang luas sehingga secara individual mereka masih memanfaatkan cubluk. Terjadi peningkatan 2 % dalam setahun. Sasaran Program Berdasarkan sasaran program Jangka Menengah (tahun 2007 sampai dengan tahun 2011) pelayanan sektor air limbah diperkirakan baru dapat melayani : • Penduduk yang menggunakan septik tank sebesar 20 % dari kondisi eksisting 10 %. Air Limbah. Halaman 5 . Pilar Teguh Perkasa.2 3 5 5 200 29.8 4 6 6 Sumber : Standard Teknis MCK dan Tangki Septik. Tata Letak • Dari setiap kesatuan MCK harus dipisahkan pemakaian ruangan untuk lakilaki dan wanita. ruang cuci maupun ruang kakus.3 1 2 2 80 14.8 . maka sumber tersebut harus diletakkan sedemikian rupa sehingga mudah dijangkau dari ruang mandi. c. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Tabel 5. Sehingga pada tahun 2011 tinggal 30 % dan tahun 2026 sebesar 15 %. • Banyaknya ruangan pada setiap satu kesatuan untuk jumlah pemakai tertentu disajikan pada tabel 5.6 1 1 1 20 6. • Penduduk yang menggunakan cubluk dari eksisting 35 % diharapkan dapat berkurang pertahunnya dengan menggunakan septik tank. Banyaknya Ruangan pada satu kesatuan untuk jumlah pemakai tertentu.9 2 3 3 100 14.3. Dirjen Cipta Karya. PT.2. Dep.PT. Kapasitas Pelayanan • Semua ruangan dalam satu kesatuan harus dapat menampung pelayanan pada waktu (jam) yang paling sibuk.5 3 4 4 160 24.9 2 3 3 120 20.8 1 1 2 40 9. MLD dan PT.3. Banyaknya Luas Lantai Banyaknya Ruangan Pemakai Minimum Mandi Cuci Kakus (orang) (M²) 10 5. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD b.2.

3 perhitungan kebutuhan peralatan dan Program pembiayaan komponen air limbah adalah sebagai berikut : • Pembangunan IPLT sebanyak 1 paket • Pengadaan Truck Tinja sebanyak 6 unit • Pembangunan MCK sebanyak 134 unit (kapasitas 1 MCK melayani 40 KK). PT. Pilar Teguh Perkasa. • Pembebasan tanah untuk lahan IPLT sebanyak 2. IKK Samudera dan IKK Muara Dua. MLD dan PT. Expenditure Program Program belanja sektor air limbah selama Program Jangka Menengah (2007 sampai tahun 2011) serta tahun 2016. yang meliputi program kegiatan dan pembiayaan proyek pengelolaan air limbah kota Lhoksukon. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD • Untuk masyarakat yang masih menggunakan sistem cemplung dan lain-lain sangat besar sekali. tahun 2016 sebesar 30 %. tahun 2021 sebesar 25 % dan tahun 2026 sebesar 20 %. Halaman 5 . 5.80 m².4.5.PT. Diharapkan pola atau kebiasaan sanitasi masyarakat dari tahun ke tahun terus berkurang seriring dengan bertambahnya masyarakat tentang pentingnya sanitasi lingkungan. kondisi eksisting menunjukkan sebesar 55 %.63 m² dengan rincian lahan untuk tiap MCK adalah 29.4 sampai dengan tabel 5.7. Untuk tahun 2011 masyarakat yang masih menggunakan sistem cemplung dan lain-lain sebesar 33 %. pencemaran air atau badan air. IKK Dewantara.9 . 2021 dan 2026 dapat dilihat pada tabel 5. Air Limbah. • Penyiapan lahan untuk pembangunan MCK sebesar 3989. Usulan Program Usulan kegiatan program jangka menengah (tahun 2007 sampai dengan 2011) untuk Komponen pengelolaan air limbah setempat dan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Lhoksukon sesuai dengan tabel 5.085 m² 5. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.

Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. MLD dan PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 5 . Pilar Teguh Perkasa.PT. Air Limbah. PT.10 .

Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 5 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.PT. MLD dan PT. Air Limbah. PT.11 . Pilar Teguh Perkasa.

Air Limbah. Pilar Teguh Perkasa. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 5 .12 . PT.PT. MLD dan PT.

MLD dan PT. Air Limbah. Pilar Teguh Perkasa. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.13 . PT.PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 5 .

Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 5 . Air Limbah. MLD dan PT.PT. PT.2.14 Gambar 5. Pilar Teguh Perkasa. Rencana Lokasi IPLT Kabupaten Aceh Utara .

BAB 6 SEKTOR DRAINASE .

Umumnya saluransaluran ini berfungsi sebagai penyalur utama air kotor ( rumah tangga dll ) dan air hujan. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Umum SEKTOR DRAINASE Sistem drainase Kota Lhoksoekon ( Kabupaten Aceh Utara ) bermuara ke sungai Krueng Keureuto dan Krueng Peuto.1 yang mengakibatkan .Permukaan air pada sistem drainase kota Lhoksoekon tidak dipengaruhi oleh pasang surut air laut. MLD dan PT. • Kurangnya kesadaran masyarakat untuk berpatisipasi dalam memelihara sungai/saluran. Air Limbah. Pilar Teguh Perkasa. ebersihan dan Pertamanan Kabupaten Aceh Utara.1. Bila terjadi hujan bersamaan dengan meluapnya air kedua sungai maka air hujan yang berada pada saluran drainase tidak dapat mengalir kesungai tersebut sehingga akan terjadi genangan. Dalam menjalankan fungsi operasi dan pemeliharaan ( O & P ) untuk jaringan drainase ini terdapat kendala-kendala sebagai berikut : • Adanya kecenderungan orang-orang yang tinggal di daerah-daerah aliran sungai/saluran mendirikan atau menambah bangunan kearah saluran sehingga terjadi penyempitan profil sungai/saluran berkurangnya kapasitas pengalirannya. PT.2. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD BAB Gambar 1 6 6. Pengelola Jaringan Drainase Instansi yang terkait dalam pengelolaan jaringan saluran drainase kota Lhoksoekon adalah Dinas Lingkungan Hidup.2. Tinjauan Sistim Drainase Kota 6. • Adanya kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan sungai/saluran untuk keperluan hidup sehari-hari membuang sampah dan lain-lain. Saluran drainase dikota Lhoksoekon dapat dibedakan menjadi saluran buatan memakai pasangan batu kali/beton dan saluran dari tanah.1.PT. 6. Halaman 6 . Pada umumnya genangan di pusat kota Lhoksukon terjadi karena meluapnya air kedua sungai yang ada.

2 . ketiadaan dana bagi O & P yang memadai merupakan kendala yang sangat berarti. Malikul Saleh Terusan/Jl. Kondisi drainase dijalan Malikul Saleh terusan/jalan Lapang yang akan di buat DED a.PT.2. Air Limbah.Lapang Halaman 6 . Kondisi Fisik dan Kapasitas Drainase kota Pada dasarnya tata alir/jaringan drainase dikota Lhoksoekon ini belum tersedia dengan baik. Drainase Jl.2.2. • Dll. a. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. misalnya dari segi kapasitas saluran-saluran yang ada belum memenuhi persyaratan atau kurang optimal fungsi dari saluran tersebut karena terjadinya penyempitan saluran yang diakibatkan oleh sedimentasi. PT.Teungoh merupakan muara dari saluran di Jl. b. penimbunan sampah. MLD dan PT. 6. Asan M. Pilar Teguh Perkasa. Gambar 6.1. dan tidak menutup kemungkinan juga pada tahapan perencanaan yang kurang memenuhi persyaratan yang dapat diakibatkan karena keterbatasan lahan atau pembebasan lahan yang sulit terlaksana karena terbatasnya dana atau memang tidak bisa dibebaskan. Kondisi batas akhir drainase dijalan Malikul Saleh terusan/jalan Lapang b. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD • Seperti kota-kota lain di Indonesia. Gambar 6.

6. akan dibuat DED 6. • Akibat perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang kurang memenuhi syarat.3. Gambar 6. MLD dan PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.Teungoh yang belum dibangun. Halaman 6 .Asan M. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD a.Asan M.3 . Bila terjadi hujan bersamaan dengan meluapnya air kedua sungai maka air hujan yang berada pada saluran drainase tidak dapat mengalir kesungai tersebut sehingga akan terjadi genangan. Sumber Genangan Pada umumnya Sumber genangan di pusat kota Lhoksukon dapat berasal dari hujan setempat dan atau melimpasnya air Sungai Krueng Keureuto dan Krueng Peuto yang di karenakan kapasitas kedua sungai tersebut sudah tidak optimal lagi sehingga tidak dapat menampung debit kiriman dari hulu sungai.Teungoh yang sudah dibangun.2. Pilar Teguh Perkasa. Kondisi sebagian dari drainase Jl. sedangkan kehilir yang akan dibuat DED b. PT. Batas akhir drainase Jl. tentunya akan terjadinya genangan serta mengakibatkan jalan-jalan dan halaman perumahan penduduk ada yang terendam.4. a. hal ini disebakan terjadinya pedangkalan dan lain-lain pada sungai tersebut.3.2. b.PT. Penyebab Genangan Penyebab genangan pada umumnya disebabkan oleh : • Pada lokasi di kota Lhoksoekon yang di aliri oleh dua sungai yang sering melimpas pada musim hujan karena kapasitasnya tidak optimal lagi. Air Limbah.

3. 6.4 dimaksudkan untuk menyajikan suatu perencanaan prasarana drainase secara menyeluruh yang Kota dan memberi peluang peningkatannya yang disesuaikan dengan perkembangan dikemudian hari. Tidak semua saluran drainase primer pada pusat kota ini bermuara langsung ke Krueng Keureuto dan Krueng Peuto.untuk sektor drainase terdapat 14 titik ruas jaringan yang tergenang dan penanganan yang Halaman 6 .Pada pusat kota Lhoksoekon terdapat areal yang diperuntukan untuk kawasan perkantoran Ibu Kota Kabupaten Aceh Utara atau disebut kawasan kota baru.3. Outline Plan Drainase kesaluran. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD • Perencanaan yang telah dibuat belum terlaksana mungkin diakibatkan oleh ketidak tersediaan dana atau lainnya. melainkan saluran primer tersebut bermuara ke alur-alur air yang pada akhirnya ke sungai juga.sehingga penambahan kapasitas tidak terealisasi.sehungga 6.Dalam pekerjaan ini sampai . Dalam penyusunan Outline Plan pada pekerjaan ini daerah pelayanan dibatasi pada pusat kota Lhoksoekon saja. • Dan lain-lain. Pilar Teguh Perkasa.3. Air Limbah. Tujuan Pembuatan Outline Plan Drainase Penyusunan Outline Plan Drainase Kota Lhoksoekon mencakup seluruh wilayah dengan tahun 2026.Berdasarkan data yang didapat dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam buku Penyusunan Program Dasar Pembangunan Prasarana ( PDPP ) untuk Kawasan Pusat Kota Lhoksukon Agustus Tahun 2004. Ruang Lingkup Outline Plan Secara batas –batas kota atau Administratif. • Akibat dari pembuangan sampah oleh masyarakat mengurangi kapasitas saluran. 6. ruang lingkup Outline Plan drainase mencakup wilayah yang berada dalam kota Lhoksoekon dan atau diluarnya bila masih membawa pengaruh langsung terhadap sistem drainase kota.2. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Adapun tujuannya adalah untuk memberikan arahan dalam pelaksanaan pembangunan prasarana drainase terutama dalam penentuan skala perioritas pelaksanaannya.PT. MLD dan PT. PT.1.

Tahapan Pelaksanaan Tahapan pelaksanaan disusun berdasarkan Kriteria-kriteria sebagai berikut : • Bersifat mendesak.3. 6.4.PT. baik segi Ekonomi. Penanganan Masalah Secara umum penanganan permasalahan digunakan pendekatan skala prioritas penanganan. semakin urgen penanganan yang harus dilakukan semakin mendapatkan prioritas yang lebih awal. Jaringan drainase tertutup 4 ruas . maka perlu disususn suatu skala prioritas untuk menentukan urutan penanganan dalam mengatasi masalah banjir/genangan dalam kota. apabila terdapat beberapa daerah genangan yang lokasinya terpisah dan tempat yang berbeda. PT.4.3. 6. 6. yaitu program-program yang dapat mendorong/mendukung aktifitas kegiatanj lainnya. • Dan lain-lain. • Sesuai kebijaksanaan Pemerintah Daerah. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. • Pembuatan prasarana drainase agar diprioritaskan pada daerah dengan penduduk padat. Pilar Teguh Perkasa. Sosial maupun Budaya . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 6. Jaringan drainase yang tertinbun 5 ruas. Untuk kawasan kota baru yang pembangunannya masih pada tahapan pembuatan akses jalan dilingkungan tersebut dan sebagian kecil jaringan drainase. • Sesuai dengan arahan pola dasar pembangunan dan pengembangan kota. MLD dan PT.jaringan drainase dikedua sisi ruas jalan 17 ruas sedangkan jaringa drainase yang hanya pada satu sisi ruas jalan 45 ruas. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD deprogram pada tersebut adalah 8 ruas merupakan tahapan rehabilitasi dan 6 ruas lagi tahapan pemeliharaan. Air Limbah. Politik. Parameter Penentuan Skala Prioritas Dasar pertimbangan penyusunan Skala Prioritas dan metoda pendekatan yang diperlukan.4. yaitu program-program yang ditujukan untuk mengatasi permasalahan yang perlu ditangani segera. • Bersifat strategis.1.5 . Penyusunan skala prioritas ini perlu didukung oleh analisa yang dapat memberikan hasil yang objektif dan dapat dipertanggung jawabkan Halaman 6 .

Parameter ini berkaitan dengan kejadian banjit.PT. luasan. Kurang sering (3 kali/tahun) Jarang (satu kali setahun) Tidak pernah Sumber:Paket pek. PT. yaitu dengan menghitung bobotnya terhadap pengaruh banjir. 0. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. frekuensi dan lamanya genangannya. Tabel 6. 1 Penilaian Komponen Banjir No. Parameter Banjir Persentase nilai (%) 100 75 50 25 0 100 75 50 25 0 100 75 50 25 0 100 75 50 25 0 Bobot Penilaian komponen banjir Tinggi genangan > 0.20 m < 0. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD kebenarannya dengan memperkecil kemungkinan timbulnya suatu keinginan yang dapat mempengaruhi hasil akhir secara negatif.8.10 m Luas genangan > 8 ha 4 ~ 8 ha 2. Pilar Teguh Perkasa. 2 ≤ 4 jam 1 ~ 2 jam < 1 jam Frekwensi banjir Sangat sering (10 x/tahun) Sering (6 kali/tahun) 4. 2 ≤ 4 ha 1 ≤ 2 ha < 1 ha Lamanya (genangan) banjir > 8 jam 4 ~ 8 jam 3. 2004 35 25 20 20 Halaman 6 . yang terdiri dari atas kedalaman/tinggi.30 ~ 0.6 . MLD dan PT.30 m 0.50 m 1.10 ≤ 0. dapat dilihat pada Tabel 6.drainase DKI 3.20 ≤ 0. Metoda yang dipakai dalam menyusun skala prioritas ini adalah system pemberian bobot pada setiap variable yang berpengaruh langsung terhadap gangguan yang diakibatkan oleh banjir/genangan. Komponen Banjir. Feb. meliputi : A. Air Limbah. 1 .50 m 0.

PT. 2 Tabel 6. infrastruktur transportasi. industri yang tidak padat. Penilaian (rating) untuk kehilangan dan kerugian harta benda. bila banjirnya kecil dan terpencar pada daerah komersial dan industri yang kurang produktif. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD B. yang meliputi : • Komersial dan industri.8. Kecil 30 4. Komponen penggunaan lahan (Land Use) Untuk parameter land use yang dihitung bobot kerugiannya dalam nilai ekonomi. 2004 Tinggi rendahnya dampak kerugian dapat dijelaskan sebagai berikut: • Tinggi. PT. Komponen penilaian kerugian ekonomi untuk komponen Land Use pada dasarnya terbagi atas 5 (lima) komponen dalam penilaian kerugian ekonomi. Dampak kerugian Nilai 1. bila genangan terjadi di kawasan bangunan. 2 Penilaian Kerugian Kawasan Komersial dan Industri No. sosial dan pemerintahan. • Infrastruktur transportasi.7 . Feb. bila genangan hanya berdampak pada bangunan komersial dan industri yang terbatas. Sangat kecil 0 Sumber:Paket pek. property pemukiman dan rumah tangga/kepemilikan pribadi. sosial dan property pemerintah. • Kecil. dan • Rumah tangga-properti pribadi Penilaian (rating) untuk kawasan komersial dan industri. disajikan dalam Tabel 6. Pilar Teguh Perkasa. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Air Limbah.yang dapat berupa kawasan–kawasan komersial dan industri. dan perkantoran yang padat. industri. • Sangat kecil.drainase DKI 3. MLD dan PT. • Sedang. • Sosial dan properti pemerintah. disajikan pada Tabel 6. 3 Halaman 6 . Sedang 65 3. bila genangan terjadi di kawasan bangunan komersial. • Properti pemukiman. Tinggi 100 2.

4 Penilaian kerugian karena adanya gangguan terhadap infrastruktur transportasi No. Tidak ada 0 Sumber:Paket pek. Dampak kerugian Nilai 1. Dampak kerugian Nilai 1.drainase DKI 3.8 . Tinggi 100 2. disajikan dalam Tabel 6. Air Limbah. Tinggi 100 2. 3 Penilaian kerugian sosial dan properti pemerintah No.8. Kecil 30 4. • Tidak ada. MLD dan PT. bila tidak berdampak banyak dan berpengaruh buruk kepada infrastruktur transportasi yang tidak padat intensitasnya. PT. Pilar Teguh Perkasa. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. 5 Halaman 6 . 4 Tabel 6. Feb. Penilaian (rating) untuk kehilangan dan kerugian atas properti pemukiman. 2004 Tinggi rendahnya dampak kerugian dapat dijelaskan sebagai berikut: • Tinggi. 2004 Tinggi rendahnya dampak kerugian dapat dijelaskan sebagai berikut: • Tinggi. bila banjir berdampak kepada daerah yang tidak banyak terdapat utilitas publik dan fasilitas pemerintahan. Sedang 65 3. bila di daerah genangan tidak terdapat bangunan pemukiman. Kecil 30 4. Penilaian (rating) untuk kehilangan dan kerugian karena adanya gangguan terhadap infrastruktur transportasi.PT. Feb. kawasan tersebut tidak ada infrastruktur transportasinya. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Tabel 6. • Kecil.drainase DKI 3. Sedang 65 3. disajikan dalam Tabel 6. • Sedang.8. bila berpengaruh buruk kepada infrastruktur transportasi yang padat intensitasnya. • Kecil. • Tidak ada. bila hanya berdampak kepada infrastruktur transportasi yang terbatas sifatnya. Tidak ada 0 Sumber:Paket pek. bila banjir berdampak kepada daerah yang banyak terdapat utilitas publik dan fasilitas pemerintahan. bila banjir berdampak kepada daerah yang terbatas jumlah utilitas publik dan fasilitas pemerintah. • Sedang.

• Kecil. Dampak kerugian Nilai 1.0 m) dari nilai harta benda yang rusak/hilang.9 .PT.drainase DKI 3. bila genangan terjadi pada kawasan yang tidak ada pemukimannya. Air Limbah. Sedang 65 3.5 ~ 1. Tidak ada 0 Sumber:Paket pek.8.drainase DKI 3. 6 Penilaian kerugian rumah tangga-properti pribadi No.8. disajikan dalam Tabel 6. bila kehilangan atau kerugian lebih besar dari 80% (genangan > 2. MLD dan PT. Kecil 30 4. bila genangan < 0. Tinggi 100 2. Sedang 65 3. • Tidak ada. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. PT. Kecil 30 4. Penilaian (rating) untuk kehilangan dan kerugian kerugian rumah tangga-properti pribadi. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Tabel 6. Pilar Teguh Perkasa. bila genangan mempunyai dampak pada kawasan pemukiman yang padat.0 ~ 2.0 m) dari nilai harta benda yang rusak/hilang. • Sedang.0 m) dari nilai harta benda yang rusak/hilang. • Kecil. Halaman 6 . 6. • Tidak ada. Tinggi 100 2. 5 Penilaian kerugian atas properti pemukiman No. Feb. Tabel 6. 2004 Tinggi rendahnya dampak kerugian dapat dijelaskan sebagai berikut: • Tinggi. 2004 Tinggi rendahnya dampak kerugian dapat dijelaskan sebagai berikut: • Tinggi. Feb. bila tidak ada kehilangan atau kerugian harta benda. Dampak kerugian Nilai 1.5 m. bila genangan mempunyai dampak pada kawasan pemukiman yang tidak padat. bila genangan berdampak hanya pada kawasan yang jarang pemukimannya. bila kehilangan atau kerugian lebih kecil dari 40% (genangan 0. Tidak ada 0 Sumber:Paket pek. bila kehilangan atau kerugian 80% (genangan 1. • Sedang.

yaitu dengan memberikan nilai kepada masing-masing variable yang telah ditentukan sebelumnya.8. Rumah Tangga 5 6. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Persentase kerugian ekonomi yang dipergunakan dalam menilai komponen penggunaan lahan (land use) yang diuraikan dalam tabel-tabel di atas. 2004 6. Publik dan Sosial 25 3.3. 6. Penggunaan Lahan % 1. 2007 dan TA.Dapat dilihat pada lampiran : Proyeksi Kebutuhan Pengembangan Drainase s/d tahun 2026 Kota Lhoksoekon.2.PT. Feb. 7 Penilaian persentase yang digunakan untuk komponen Penggunaan Lahan No. Penentuan Skala Prioritas Untuk mendapatkan prioritas penenganan masalah terhadap masing-masing daerah banjir/genangan. 7 berikut ini: Tabel 6. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Komersial dan Industri 35 2. setelah diestimasi mempunyai bobot untuk penggunaan lahan dan akibat banjir. 2012 sampai dengan TA. disajikan dalam Tabel 6.4.9. Parameter Banjir 10 Sumber:Paket pek. 2016. Air Limbah. PT.10 . sedangkan prioritas dua dan tiga dijadualkan pelaksanaannya pada program jangka menengah kedua ( PJM selanjutnya ).4. Alternatif Penanganan Masalah Untuk mengurangi genangan yang terjadi di Kota Lhoksukon di usulkan penanganan altrnatif sebagaimana yang terdapat pada tabel 6. Properti Pemukiman 10 5. MLD dan PT. yaitu TA. Dari hasil yang didapat pada Matrik Penentuan Skala Prioritas Penanganan Drainase diatas hanya prioritas pertama saja yang akan dibuat detail engineering design (DED ) dan dilanjutkan ke pelaksanaan yang dijadualkan TA.drainase DKI 3. Pilar Teguh Perkasa. 2008. Transportasi 15 4. Halaman 6 .

MLD dan PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pilar Teguh Perkasa. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 6 .11 . Air Limbah.PT. PT.

12 . Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 6 . Pilar Teguh Perkasa. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Air Limbah. PT.PT. MLD dan PT.

PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.PT. Pilar Teguh Perkasa. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 6 . Air Limbah. MLD dan PT.13 .

BAB 7 SEKTOR PERSAMPAHAN .

1. dan aman. 7. jalan dan taman. fokus pelayanan masih berada di Kota Lhoksukon yang meliputi pelayanan sampah di hampir seluruh daerah permukiman. sehat. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Aceh Utara saat ini memiliki 2 unit Dump Truk dan 2 unit Truk Armroll dengan kontainer sebanyak 4 unit yang seluruhnya ditempatkan di Kota Lhoksukon. kompleks perkantoran dan daerah niaga.1. Selama ini pembuangan akhir sampah dilakukan pada beberapa lokasi secara temporary. namun berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup. Gambar 7. kebersihan dan Pertamanan telah disiapkan lahan TPA seluas 4 ha di Desa Teupin Keubeu.2. SEKTOR PERSAMPAHAN Strategi Penanganan Kegiatan pengolahan persampahan ditujukan untuk mengendalikan pengumpulan dan pembuangan atau pemusnahan sampah untuk menghasilkan lingkungan yang bersih.2. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD BAB Gambar 1 7 7.2.2.PT. Kegiatan pengolahan persampahan diantaranya berupa peningkatan penanganan persampahan didaerah permukiman. Sarana dan Prasarana Yang Ada Sebagai pendukung kinerja. MLD dan PT. Sampai tahun 2006. 7. Air Limbah. menunjukkan lokasi TPA Kabupaten Aceh Utara. Kondisi Eksisting Pelayanan Sampah 7. Penjelasan Umum Penanganan persampahan Kabupaten Aceh Utara saat ini dilaksanakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Aceh Utara. daerah niaga. Halaman 7 . Sedangkan pola pelayanan di kecamatan lain.1 . Pilar Teguh Perkasa. perkantoran.1. masih terfokus pada daerah permukiman di sepanjang jalan besar. PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. pengelolaan pembuangan akhir sampah melalui pembuangan terbuka terkendali (controlled landfill) dan gali urug terkendali (sanitary land fill) dan peningkatan pengelolaan persampahan.

.2 Lokasi TPA Kabupaten Aceh Utara Gambar 7. MLD dan PT. Air Limbah.PT.1. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 7 . Pilar Teguh Perkasa.

3 . menunjukkan pola pengelolaan sampah Kabupaten Aceh Utara saat ini. Analisis Sasaran-sasaran Program 7.3. Peningkatan pelayanan sampah sampai tahun 2011 ditargetkan akan mencapai 39.5. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 7. dari total jumlah penduduk 518. Peningkatan pelayanan persampahan di daerah Permukiman. yang kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai juga perlu mendapat perhatian yang seksama. MLD dan PT.85 %.71 % dari populasi. Air Limbah. Kemudian armada pengangkut sampah yang terdiri dari dump truk dan arm roll membawa sampah dari TPS atau kontainer ke TPA. Pilar Teguh Perkasa. pada tahun 2016 diproyeksikan menjadi 49.143 jiwa yang dapat dilayani atau baru sekitar 12. PT. karena kebiasaan ini akan menimbulkan masalah pencemaran terhadap sungai akibat buangan sampah tersebut.3.55 %.3. sampai dengan Gambar 7. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. atau masyarakat secara sadar membuang sampah ke tempat pembuangan sementara terdekat. Peningkatan pelayanan persampahan di Kabupaten Aceh Utara diarahkan tidak hanya pada kawasan komersial dan perdagangan. Upaya penanganan persampahan baik dikawasan komersial maupun dikawasan pemukiman yang akan dilakukan adalah dengan menempatkan tempat-tempat pengumpulan sampah berupa TPS atau Kontainer. Gambar 7. terutama yang berada di sekitar kawasan perdagangan dan komersial.76 % dari populasi. Khususnya di wilayah kecamatan. pada tahun 2021 menjadi 60 % dan tahun 2026 menjadi 66. Halaman 7 . tetapi juga diarahkan pada pada kawasan pemukiman.2. yaitu pengumpulan sampah oleh petugas kebersihan yang kemudian dikumpulkan pada lokasi TPS. 7. Model Pengelolaan Persampahan Eksisting Sistim pengelolaan persampahan di Kabupaten Aceh Utara dilakukan melalui melalui tiga tahap.1.PT. Tingkat pelayanan sampah di Kabupaten Aceh Utara masih rendah. pelayanan penanganan persampahan diarahkan khususnya kawasan permukiman yang ada di ibu kota kecamatan.2. Pemukiman yang berada sepanjang kawasan pinggir sungai.523 jiwa baru 17.

MLD dan PT. Air Limbah. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. PT. Pilar Teguh Perkasa.PT.4 . Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 7 .

MLD dan PT. Pilar Teguh Perkasa.5 . Air Limbah. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 7 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. PT.PT.

Pilar Teguh Perkasa.6 . PT.PT. MLD dan PT. Air Limbah. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 7 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.

PT. Pilar Teguh Perkasa, PT. MLD dan PT. Mega Design

Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD

Untuk kawasan pemukiman akan dilengkapi dengan

gerobak sampah untuk

mengangkut sampah dari kawasan ini yang biasanya banyak gang yang sempit. Untuk pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) akan dilengkapi dengan kendaraan pengangkut berupa Dump Truck untuk mengangkut sampah dari masing-masing TPS dan Arm Roll Truck untuk sampah di Kontainer selanjutnya menuju ke TPA. Volume sampah yang dihasilkan saat ini sekitar 48 m3/hari, kemudian diproyeksikan akan meningkat menjadi 175,12 m3/hari pada tahun 2011,
3

dan

menjadi 452,30 m /hari pada tahun 2026. Untuk dapat melayani sampai tahun 2011, diperlukan peningkatan armada pengangkutan sampah dan sarana pembuangan akhir (TPA) yang kapasitasnya sesuai dengan proyeksi produksi sampah harian Kabupaten Aceh Utara. Peningkatan armada pengelolaan sampah dilakukan dengan menyediakan sarana dan prasarana melalui penambahan, penggantian, pemanfaatan dan pembangunan seperti tertera dalam expenditure program. Pola pelayanan pengelolaan persampahan mengacu pada tata ruang kota dengan dibagi perkawasan yang strategis dan menunjang pertumbuhan perekonomian kota, antara lain : a. Kawasan Pusat Kota (Hotel/Penginapan, Pertokoan dan Rumah di Sekitar Jalan Besar). Penanganan kawasan pusat kota seperti Hotel, Penginapan, pertokoan dan Rumah disekitar jalan besar diprioritaskan dengan pemakaian modul lebih singkat yakni modul container dengan alat angkut arm roll truck dengan target pelayanan 100 % dan sebagian kecil dengan modul TPS dengan alat angkut Dump Truck. b. Kawasan Permukiman Penanganan pengelolaan persampahan kawasan permukiman dengan sistem modul yang terdiri dari bangunan TPS dengan alat angkut Dump Truck, Kontainer dengan alat angkut Arm Roll Truck dan alat pengumpul berupa gerobak sampah.

Halaman 7 - 7

PT. Pilar Teguh Perkasa, PT. MLD dan PT. Mega Design

Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD

c. Kawasan Pendidikan dan Sarana Umum Pengelolaan pelayanan persampahan kawasan pendidikan akan dilayani dengan menggunakan modul TPS dengan alat angkut Dump Truck dan Kontainer dengan alat angkut arm roll truck dengan target pelayanan 100 %. d. Kawasan Taman, jalan dan selokan. Penanganan pengelolaan persampahan kawasan taman, jalan dan selokan akan digunakan modul TPS dengan alat angkut Dump Truck atau Kontainer dengan alat angkut arm roll truck dilengkapi dengan gerobak sampah sebagai alat pemindah. Khusus untuk jalan protokol pengelolaan persampahan menggunakan modul bin dengan alat angkut Dump Truck. Gambar 7.6. sampai Gambar 7.9. menunjukkan rencana pola pengelolaan sampah Kabupaten Aceh Utara. 7.3.2. Pengelolaan Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Pengelolaan sampah di lokasi TPA terpilih (Desa Teupin Keubeu) akan direncanakan dengan sistem controled land fill dan apabila memungkinkan ditingkatkan lagi menjadi sanitary land fill. Pengelolaan operasional TPA dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dalam melalui Kantor Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Aceh Utara. Untuk pengoperasian TPA dengan sistem controled land fill atau sanitary land fill akan memerlukan alat berat 1 unit excavator dan 1 unit buldozer yang pengadaannya direncanakan dalam program jangka menengah sampai tahun 2011.

Halaman 7 - 8

PT. Pilar Teguh Perkasa, PT. MLD dan PT. Mega Design

Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD

Halaman 7 - 9

Pilar Teguh Perkasa. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Air Limbah. PT.10 .PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 7 . MLD dan PT.

PT.11 . MLD dan PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 7 . Air Limbah. Pilar Teguh Perkasa. PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.

Pilar Teguh Perkasa. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.PT. MLD dan PT. Air Limbah. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 7 . PT.12 .

hingga tahun 2011. memerlukan pembangunan/pengadaan beberapa sarana persampahan.4.87 % menjadi 80 % penduduk didaerah permukiman dan dari 50 % menjadi 100 % daerah untuk daerah komersial. Dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. sasaran pelayanan sektor persampahan diperkirakan baru dapat melayani : • 100 % daerah perdagangan/pasar.1. PT. Sasaran Program Berdasarkan sasaran program pada tabel Expenditure. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. dan atau membakarnya terlebih dahulu. Proyeksi kebutuhan sektor persampahan dan rencana pengelolaan sampah selama Program Jangka Menengah (PJM) sampai tahun 2011 dikaitkan dengan sasaran yang ingin dicapai dalam 5 tahun mendatang dapat dilihat pada tabel 7.5. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 7. sebesar 20 %. Pilar Teguh Perkasa. diharapkan dapat melayani : • 100 % daerah perdagangan/pasar. yang akan ditunjang dengan kesiapan institusi dan manajemen pengelolaan sampah di Kabupaten Aceh Utara. Halaman 7 . target pelayanan sektor persampahan dalam kurun waktu 5 tahun mendatang (hingga tahun 2011). Proyeksi kebutuhan komponen dan fasilitas persampahan ditentukan dengan mengacu pada modul Kayu Manis yang telah disesuaikan dengan kondisi setempat. diharapkan dapat dikelola secara individual dan konvensional. Kebutuhan Prasarana Persampahan proram pembangunan sektor persampahan dan rencana Berdasarkan peningkatan pelayanan (tabel Expenditure) dari 45. 7. MLD dan PT. Karena masyarakat masih memiliki lahan disekitar rumah yang luas dan memungkinkan untuk dilakukan.13 . Sisa timbulan sampah yang ada didaerah permukiman.PT. • 80 % daerah permukiman (dimana 100 % untuk daerah dengan kepadatan > 100 jiwa/ha dan 60 – 70 % dengan kepadatan < 100 jiwa/ha). • 80 % daerah permukiman (dimana 100 % untuk daerah dengan kepadatan > 100 jiwa/ha dan 60 – 70 % dengan kepadatan < 100 jiwa/ha). yaitu dengan jalan menimbunnya dalam tanah. Air Limbah.

Pilar Teguh Perkasa. PT. MLD dan PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 7 .PT. Air Limbah.14 .

MLD dan PT. Air Limbah. dengan memperhitungkan pula perlunya penggantian fasilitas atau peralatan (truck. Pengadaan bin/tong sampah sepenuhnya dilimpahkan pada partisipasi masyarakat. dll) yang telah tua atau telah lewat usia pakainya. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pilar Teguh Perkasa. 2021 dan 2026 dapat dilihat pada tabel 7.15 . yang diperkirakan tidak akan sulit dipenuhi. Sementara pengadaan tong sampah untuk umum (public bin) perlu mengundang partisipasi masyarakat swasta dan industri. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Kebutuhan pengadaan komponen dan fasilitas persampahan dalam setiap tahun anggaran didasarkan atas perbedaan kebutuhan dan fasilitas yang tersedia. Program Pengembangan Sistem Persampahan Program pembangunan sektor persampahan dan rencana peningkatan pelayanan memerlukan pembangunan/pengadaan beberapa sarana persampahan.2. sampai dengan tabel 7. Pada tahun anggaran sebelumnya.5. 7.PT.6. Halaman 7 . Rencana kebutuhan pembiayaan program persampahan untuk Program Jangka Menengah (2007 sampai 2011) serta tahun 2016. PT. gerobak.

MLD dan PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 7 . PT.16 . Pilar Teguh Perkasa. Air Limbah.PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.

Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pilar Teguh Perkasa. PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 7 .17 . Air Limbah. MLD dan PT.PT.

PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 7 .18 . MLD dan PT. Air Limbah. PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pilar Teguh Perkasa.

BAB 8 ASPEK SOSIAL EKONOMI .

Mengetahui tingkat permintaan masyarakat terhadap kebutuhan air bersih. kemudian terhadap beberapa penduduk dilakukan wawancara. Quisioner ini terdiri dari 2 macam format yaitu untuk responden yang belum dan yang telah memasang sambungan PDAM dan responded pelanggan PDAM. untuk mengenal kecenderungan masyarakat terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan fasilitas air bersih. ASPEK SOSIAL EKONOMI Pendahuluan ekonomi Dalam rangka pengembangan sistem pengelolaan dalam pelayanan air bersih di Kabupaten Aceh Utara perlu dilakukan studi mengenai aspek sosial dengan sasaran untuk mengetahui potensi wilayah dan penduduk yang diperlukan sebagai data dan informasi dalam perencanaan. 3.PT. PT. 4. Menilai tingkat pendapatan masyarakat pada rencana area pelayanan. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui keadaan sosial dan ekonomi di Kabupaten Aceh Utara.1 .1. khususnya pada rencana area pelayanan yang berpengaruh terhadap pengembangan sistem air bersih yang pengelolaannya dilakukan oleh PDAM Aceh Utara. 2. Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD BAB Gambar 1 8 8. Hasil studi ini akan digunakan untuk penentuan beberapa kriteria perencanaan. Air Limbah. telah dilakukan survey sosial ekonomi di Kabupaten Aceh Utara dengan menggunakan daftar pertanyaan (quisioner) terhadap sekitar 100 responden. Aspek-aspek yang perlu dihasilkan dari usulan kegiatan ini adalah: 1. Halaman 8 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pengamatan langsung terhadap daerah survey dilakukan juga dalam rangka memperoleh pengenalan yang lebih baik terhadap situasi setempat. Mengetahui kemampuan masyarakat untuk membiayai dan membayar fasilitas pelayanan air minum yang akan direncanakan. Pilar Teguh Perkasa. MLD dan PT. Menilai potensi masyarakat dalam mengantisipasi pengembangan sistem. Untuk mengetahui hal tersebut di atas.

PT. PT. khususnya dalam area pengembangan menjadi pegawai negeri. MLD dan PT. Pilar Teguh Perkasa.2. tidak tamat SLTP 8%. pedagang dan pekerjaan lainnya merupakan mata pencarian yang dominan. terlihat bahwa pegawai swasta. Tabel 8. Hasil pengolahan data survey sosial ekonomi di Kabupaten Aceh Utara telah ditabulasikan dan dapat dilihat pada laporan ini. tidak tamat SD 0%. Petani pemilik 12 5.1 Pekerjaan Utama Kepala Keluarga No. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. tamat akademi 6% dan tamat universitas 18%. 8. tamat SLTA 28%. Namun menurut data potensi desa wilayah perencanaan pada tahun 2005.2. Hal ini dilihat dari tingkat pendidikan kepala keluarga pada umumnya tidak pernah sekolah 0%. Hasil Survey Sosial Ekonomi sosial ekonomi dilakukan pada daerah distribusi pelayanan Survey pengembangan pelayanan air bersih dari PDAM Aceh Utara. Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD 8. yaitu dengan cara mendatangi langsung rumah yang dijadikan responden sebanyak 100 responden. tidak tamat PT 6%. Survey ini dilakukan pada beberapa desa dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara yang dianggap mempunyai keinginan dan potensi untuk pelayanan sistem air bersih PDAM. tamatan SD 4%.2 . Uraian Responden 1. Pegawai Swasta 24 3. Pekerjaan lainnya 14 Jumlah 100 Sumber: Hasil Survey Persen 32 24 18 12 14 100 Halaman 8 . pegawai swasta dan pedagang. Air Limbah. Tingkat pendidikan masyarakat berdasarkan tingkat pendidikan termasuk cukup.1. Hal ini terjadi karena survey dilakukan hanya pada daerah pengembangan sistem air bersih. Gambaran Tingkatan Kehidupan Penduduk Kabupaten Aceh Utara Mata pencarian utama dari penduduk di Kabupaten Aceh Utara. tamat SLTP 14% dan tidak tamat SLTA 16%. Pegawai Negeri 32 2. Pedagang 18 4.

Jumlah jiwa per keluarga. Per keluarga 7 orang 6 6 8.80 0. Tidak pernah sekolah 0 2. Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD Tabel 8. Per keluarga 1 orang 0 0 2. Tamat SLTA 28 8.80 1. Per keluarga 8 orang 10 10 9.44 Jenis bangunan rumah yang ditempati para responden digolongkan atas: permanen 64%.36 0 5. Jenis Bangunan Rumah No. Uraian Responden 1. Tidak tamat SLTP 8 5. Per keluarga 9 orang 4 4 10.3 . Tidak tamat SD 0 3. Tamat SLTP 14 6. Per keluarga 5 orang 36 36 6. berdasarkan data statistik hasil survey diperoleh ratarata 5.PT. Tamat Akademi 6 10.08 0. Per keluarga 6 orang 18 18 7. Tidak tamat SLTA 16 7. Tabel 8.80 1.18 0. Tingkat Pendidikan Kepala Keluarga No. MLD dan PT. Tidak tamat PT 6 9. Permanen 64 2. Uraian Responden Prosentase 1. Tamat SD 4 4.3. Per keluarga 3 orang 6 6 4. sedangkan modus dari jumlah jiwa ini adalah 5 jiwa dengan frekuensi 36 keluarga.2. Uraian Responden 1. Darurat 4 Jumlah 100 Sumber: Hasil Survey Persen 64 32 4 100 Halaman 8 . Air Limbah. Jumlah Penghuni Rumah No. PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.42 0. Tamat Universitas 18 Jumlah 100 Sumber: Hasil Survey Prosentase 0 0 4 8 14 16 28 6 6 18 100 Tabel 8. Per keluarga 4 orang 20 20 5.4. semi permanen 32% dan darurat 4%. Semi permanen 32 3. Per keluarga 10 orang 0 0 Jumlah 100 100 Sumber: Hasil Survey Rata-rata 0 0 0.44 jiwa per KK. Pilar Teguh Perkasa. Per keluarga 2 orang 0 0 3.

dan umumnya sulit untuk ditelusuri.300 l/hari 1.00 203.6.450 l/hari 375 4 4 3. sumur umum 14 %. cuci) diperoleh dari sumur sendiri 34 %.5.50 liter.225 6 6 8.00 15.450 l/hari 1. 450 . anggota keluarga lainnya yang bekerja ditambah dengan penghasilan Halaman 8 . Rata-rata Kebutuhan Air Bersih Sumber air bersih utama untuk keperluan primer (masak. sungai 44 %. Pemakaian Air Dalam Rumah Tangga No.50 Rata-rata kebutuhan air per keluarga/hari 829.300 -1. Tabel 8. mengingat hal ini merupakan masalah yang sensitif bagi para responden.025 26 26 7.50 135.50 266.150 . 1. < 300 l/hari 300 6 6 2.4 .600 l/hari 525 12 12 4. Pendapatan Masyarakat Data mengenai pendapatan masyarakat.00 63. Sumur tetangga 4. Mata air 6. dalam hal ini berbentuk penghasilan keluarga diperoleh dari hasil wawancara.150 l/hari 1. mata air 0 % dan penjual air 8 %. Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD 8. Air Limbah. Data pendapatan masyarakat yang diperoleh meliputi penghasilan utama kepala keluarga.3. Sumur umum 3. Penjual air Jumlah Sumber: Hasil Survey Persen 34 14 0 44 0 8 100 8.2. 1. sumur tetangga 0 %. 750 . Uraian 1.1. mandi. Uraian Rata-rata Responden Persen 1. MLD dan PT.2. Sumur sendiri 2.50 55.900 l/hari 925 22 22 6. jadi rata-rata kebutuhan air per orang/hari 153 liter.450 l/hari 1450 0 0 Jumlah 100 100 Sumber: Hasil Survey Rata2/KK 18.PT. Sungai/kolam 5. PT. 600 .375 4 4 9. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.2. 900 .750 l/hari 675 20 20 5. 300 . Sumber Air Bersih Responden 34 14 0 44 0 8 100 No.00 0 829.50 73.1. Berdasarkan data survey ini maka keperluan air rata-rata perkeluarga dalam area rencana pengembangan dapat ditentukan sebagai berikut: Tabel 8. Pilar Teguh Perkasa. > 1.

000.000 94..s/d Rp.s/d Rp. di atas Rp.000..000..000.- Tabel 8.000... Tinggi.000..000...000.5 .. < Rp.....s/d Rp.000.-/bulan 5. 200. 200...-/bulan 4.....-/bln 3.........s/d Rp...7. 400. Rp. 300.. MLD dan PT. 300. .. > Rp. 100..000..... Sangat rendah.000.. Pilar Teguh Perkasa.. antara Rp. Air Limbah. 500... 100.... 100. 200....500 240.s/d Rp........... antara Rp. 500..... antara Rp. Sedang..500 20.8 4.. Dalam tabel ini.48 Jumlah 100 Sumber: Hasil Survey Persen 0 5 8 18 21 48 100 Rata-rata 0 7....-/bulan 3.sampai Rp..000. 500.. mulai dari yang berpendapatan rendah sampai yang berpendapatan tinggi dengan klasifikasi sebagai berikut: 1...- Halaman 8 . antara Rp..000. Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD tambahan serta tunjangan lainnya yang diterima oleh keluarga tersebut seperti terlihat pada tabel 8. 100..000..-/bln 5..-/bln 6..s/d Rp..000.sampai Rp. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.. PT..0 2. Menengah atas.000 63.000 425...5 3.. kurang dari Rp...PT. 300........ antara Rp..000.. > Rp. .18 5.. Uraian Responden 1..000. 400.000.7. 300......000. 200. antara Rp.000.000. 400.000. 100.-/bln 2.. . Penghasilan Keluarga Per-bulan No.000... 400.....sampai Rp...000.000. 300.000. penghasilan keluarga dibagi menjadi ke dalam 6 kelompok...... < Rp.....s/d Rp.... 400.. antara Rp... 100......-/bln 4. antara Rp.000.. 400...-/bln Kelompok pengeluaran untuk kebutuhan pokok ditentukan berdasarkan klasifikasi sebagai berikut: 1. .000.21 6. Rendah.. antara Rp....000... 300. 500...s/d Rp.... 200..-/bulan 2. 200..... antara Rp..

PT. Pilar Teguh Perkasa, PT. MLD dan PT. Mega Design

Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD

Tabel 8.8. Pengeluaran Untuk Kebutuhan Pokok Per-bulan No. Uraian Responden Persen 1. ................................... < Rp. 100.000,0 8 2. antara Rp. 100.000,- s/d Rp. 200.000,6 14 3. antara Rp. 200.000,- s/d Rp. 300.000,16 20 4. antara Rp. 300.000,- s/d Rp. 400.000,30 16 5. antara Rp. 400.000,- s/d Rp. 500.000,26 28 6. ................................... < Rp. 500.000,22 24 Jumlah 100 100 Sumber: Hasil Survey

Rata-rata 0 9.000 40.000 105.000 117.000 110.000 381.000,-

8.2.4. Minat Non Pelanggan PDAM Dari hasil survey yang dilakukan di daerah eksisting dan pengembangan, minat masyarakat untuk memperoleh air bersih dari PDAM sangat tinggi (100 %), angka ini diperoleh berdasarkan survey terhadap penduduk yang belum memasang air di PDAM. Besarnya minat masyarakat untuk berlangganan air di PDAM, didorong oleh kondisi dan situasi masyarakat sekarang ini, dimana masyarakat yang belum dapat pelayanan air bersih sangat kesulitan apabila sumber air utama yang digunakan mengalami kekeringan.
Tabel 8.9. Sumber Air Utama yang Digunakan Bila Belum Dapat Pelayanan Air Bersih dari PDAM No. Uraian Responden Persen 1. Sumur dangkal 16 32,00 2. Sungai 16 32,00 3. Saluran irigasi 12 24,00 4. Mata air 2 4,00 5. Mengupahkan 4 8,00 Jumlah 50 100 Sumber: Hasil Survey Tabel 8.10. Kualitas Sumber Air Utama No. Uraian Responden 1. Tidak berasa 6 2. Berasa (logam, kesat) 4 3. Tidak berwarna 10 4. Berwarna 18 5. Tidak berbau 4 6. Berbau (logam, amis) 8 Jumlah 50 Sumber: Hasil Survey

Persen 12,00 4,00 20,00 36,00 8,00 16,00 100

Halaman 8 - 6

PT. Pilar Teguh Perkasa, PT. MLD dan PT. Mega Design

Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD

Tabel 8.11. Kuantitas Sumber Air Utama No. Uraian Responden 1. Musim panas (Ya) 12 2. Musim panas (Tidak) 8 3. Musim hujan (Ya) 20 4. Musim hujan (Tidak) 10 Jumlah 50 Sumber: Hasil Survey

Persen 24,00 16,00 40,00 20,00 100

Tabel 8.12. Sumber Pengganti Bila Sumber Air Utama yang Digunakan Mengalami Kekeringan No. Uraian Responden Persen 1. Sumur dangkal 6 12,00 2. Sungai 8 16,00 3. Saluran irigasi 4 8,00 4. Mata air 6 12,00 5. Mengupahkan 24 24,00 Jumlah 50 100 Sumber: Hasil Survey Tabel 8.13. Kualitas Sumber Pengganti Sumber Air Utama No. Uraian Responden 1. Tidak berasa 10 2. Berasa (logam, kesat) 6 3. Tidak berwarna 4 4. Berwarna 24 5. Tidak berbau 2 6. Berbau (logam, amis) 4 Jumlah 50 Sumber: Hasil Survey

Persen 20,00 12,00 8,00 48,00 4,00 8,00 100

Tabel 8.14. Minat Penyambungan Air PAM No. Uraian Responden 1. Sangat berminat 38 2. Berminat 12 3. Tidak berminat 0 Jumlah 50 Sumber: Hasil Survey

Persen 76,00 24,00 0,00 100

Tabel 8.15. Jenis Pelayanan Air Bersih yang dikehendaki No. Uraian Responden 1. Sambungan langsung 50 2. Hidran umum 0 3. Terminal air 0 Jumlah 50 Sumber: Hasil Survey

Persen 100 0 0 100

Halaman 8 - 7

PT. Pilar Teguh Perkasa, PT. MLD dan PT. Mega Design

Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD

Berdasarkan hal tersebut maka pelayanan air minum di daerah Aceh Utara, khususnya di area pengembangan telah memberikan indikasi untuk memperoleh perhatian utama dari PDAM Kabupaten Aceh Utara.
Tabel 8.16. Kesediaan Membayar Langganan Air No. Uraian Responden 1. ................................. < Rp. 3.500,1 2. antara Rp. 3.500,- s/d Rp. 5.000,6 3. antara Rp. 5.000,- s/d Rp. 7.500,8 4. antara Rp. 7.500,- s/d Rp. 10.000,10 5. antara Rp. 10.000,- s/d Rp. 15.000,16 6. ..................................< Rp. 15.000,10 Jumlah 50 Sumber: Hasil Survey

Persen 2,00 12,00 16,00 20,00 32,00 20,00 100

Rata-rata 70 510 1.000 1.750 4.000 3.000 10.330

Rata-rata keinginan masyarakat untuk membayar berdasarkan bobot (weighted average) tersebut di atas adalah Rp. 10.330,-/kk/bln, bila dikaitkan terhadap tingkat penghasilan (Rp. 425.000,-/kk/bulan), kemauan membayar air tersebut sebesar 2,43 %.
Tabel 8.17. Biaya Sambungan Langsung Ke Rumah Dikenakan Biaya antara Rp. 100.000 – Rp. 300.000 No. Uraian Responden Persen 1. Ya 42 84,00 2. Tidak 8 16,00 Jumlah 50 100 Sumber: Hasil Survey Tabel 8.18. Pembayaran Biaya Penyambungan No. Uraian Responden 1. Sekaligus 32 2. Dicicil 18 Jumlah 50 Sumber: Hasil Survey Tabel 8.19. Besarnya Biaya Cicilan Penyambungan Per-bulan No. Uraian Responden Persen 1. Rp. 10.000 – Rp. 25.000 50 100 2. Rp. 25.000 – Rp. 50.000 3. Rp. 50.000 – Rp. 75.000 4. Rp. 75.000 – Rp. 100.000 Jumlah 50 100 Sumber: Hasil Survey

Persen 64,00 36,00 100

Rata-rata 17.500 17.500

Halaman 8 - 8

10. amis) 4 Jumlah 50 Sumber: Hasil Survey Tabel 8.8 Jumlah 50 Sumber: Hasil Survey Persen 24. Uraian Responden 1.20.00 12. Pilar Teguh Perkasa. Rp.00 36. 7.s/d Rp.00 16. Musim hujan (Tidak) 14 Jumlah 50 Sumber: Hasil Survey Tabel 8.000.500. Uraian Responden 1. Uraian Responden 1. Tidak baik 20 Jumlah 50 Sumber: Hasil Survey Tabel 8.s/d Rp.00 100 Rata-rata 1. yang ingin diketahui ialah data mengenai: pemakaian meteran air. dan tarif air PDAM. Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD 8...4 4.000.PT. PT.23.s/d Rp. Tidak berwarna 10 4.21. Berasa (logam.16 3. Air Limbah.00 100 Persen 60. 5.2. Musim panas (Tidak) 6 3. Kondisi Sambungan Pipa No. 15.000 6. 10.000.500.000. 5. Rp.000 700 2. Kualitas Pelayanan Air Bersih No.00 20. 3.00 12.00 8. Tidak berbau 6 6.00 8. atau ada segi-segi yang lain harus ditingkatkan pelayanannya. Musim panas (Ya) 12 2. Data Pelanggan PDAM Dari konsumen yang telah memasang sambungan PDAM. Tabel 8. Baik 30 2.9 . Musim hujan (Ya) 18 4. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.500. kualitas air PDAM. pelayanan air PDAM.00 40. Kuantitas Pelayanan Air Bersih No.00 8. Berbau (logam.000.00 36. Tidak berasa 8 2. sumber air bersih pengganti. Rp.00 28. MLD dan PT. Berwarna 18 5. Rp.00 100 Persen 16. Tarif Air Minum No.22 2.00 32.570 Halaman 8 . kondisi sambungan PDAM.. pengeluaran untuk air per bulan.22.5. Data ini merupakan masukan untuk memperoleh kejelasan apakah pelayanan air bersih dari PDAM selama ini memuaskan para pelanggan. rata-rata pemakaian air per bulan.00 100 Persen 44.s/d Rp.. Uraian Responden 1. 7.870 2. kesat) 4 3.

199 sambungan rumah.3.PT. 8. 8. Pelayanan sambungan rumah 2. Pemakaian air bersih rata-rata penduduk yang telayani sebesar 153/org/hr dengan prosentase pelayanan baru mencapai 15 % dari total penduduk Kabupaten Aceh Utara. Analisa Sosial dan Ekonomi Analisa sosial dan ekonomi dimakudkan untuk mengetahui tingkat kemauan dan kemampuan masyarakat terhadap fasilitas air bersih.-/kk/bulan atau sebesar 1.458 m3 per bulan dengan menggunakan sambungan langsung dengan meter air. Air Limbah.3. sedangkan untuk daerah terlayani sudah mencapai 16 %. dimana tiap sambungan pelanggan berjumlah 6 orang. Pelayanan terminal air Dari data operasional pelayanan air bersih didapat data bahwa pada bulan April tahun 2006 jumlah air yang dikonsumsi dari konsumen rumah tangga 33.10 . MLD dan PT. Jumlah sambungan pelanggan sampai saat ini sebanyak 2.194 jiwa.1.55 % dari rata-rata penghasilan perbulannya Pelayanan air bersih merupakan pelayanan umum (public service) untuk kesejahteraan masyarakat.570. tetapi untuk kelangsungan unit usaha perlu dipertimbangkan mengenai biaya pengelolaannya. Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD Pengeluaran rata-rata untuk membayar air bagi kelompok pelanggan PDAM adalah Rp. Dengan demikian jumlah penduduk yang terlayani sebanyak 13. Tingkat pelayanan ini dinilai potensinya cukup memadai untuk meningkatkan pendapatan potensi pendapatan dari sektor air bersih di Kabupaten Aceh Utara. sehingga dapat diketahui tingkat pelayanan air bersih yang akan direncanakan. Pelayanan hidran umum 3. Halaman 8 . PT. 6. Pilar Teguh Perkasa. Kelompok Pelanggan Air Kelompok pelanggan air di sini dikategorikan dalam 3 pelayanan: 1. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.

Rp.s/d Rp.000..... Air Limbah..43 % dari penghasilan ratarata perbulannya.00 4.500 32.s/d Rp. 3.00 6. Rp.000 20... Rp. Uraian (Rp.000 3.000. < Rp. 200..00 0 Secara grafis hubungan antara tingkat kemauan dan kemampuan masyarakat dalam membayar air disajikan pada gambar berikut. 7. Rp.330 Persen Komulatif 100 88.00 69. 15. atau 2.000 20.s/d Rp..500 3... 5.000.... dapat diperoleh gambaran sebagai berikut: Ditinjau dari segi minat untuk berlangganan PDAM.8.s/d Rp.000..00 8. 100. . 17.... Rp.500 2.450. MLD dan PT. 5. yaitu sebesar 4% dari rata-rata penghasilannya.. Kelompok Non Pelanggan Terhadap masyarakat kategori non pelanggan.000.000 2. ...00 50..00 20.. 500. s/d Rp.000 10.000 1.. 10... mayoritas masyarakat sangat berminat untuk menjadi pelanggan PDAM.24........00 21...000 14..12. Kemauan Membayar Air Rata-rata Persen No..000.00 100 Persen Komulatif 100 95..15. Rp....00 18.Tabel 8.00 2.000 Jumlah 17.. PT.250 12.. > Rp.00 48.000..3. 10... lihat tabel 8.000 18. 500. 10....000 5.) 1... Rp. 200.500.00 0 Peninjauan tingkat kemampuan membayar air didasarkan pada kriteria yang ditetapkan Pemerintah..4.750 4. Sedangkan rata-rata kemauan membayar air sebesar Rp.350.s/d Rp.000.000. 400.... Rp..000.000..150...000...000 3.000..00 3.000. 100.... yaitu sebesar Rp.s/d Rp..00 72..s/d Rp..2.. 3.25..s/d Rp.250.000.00 Jumlah 100 Sumber: Hasil Survey Rata-rata (Rp.000..24...) 1.PT. Kemampuan Membayar Air Rata-rata Kemampuan No.000 10.. Berdasarkan pendekatan tersebut diperoleh bahwa tingkat kemampuan masyarakat dalam membayar air cukup besar.00 87.000 4.. Rp.500.-/kk/bulan..000 4....000.500. 300...250 16.11 . Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD 8. Tabel 8..6...000 Sumber: Hasil Survey Persen 0 5....500. 7.. Uraian Penghasilan (4%x(3)) (Rp..00 5. Halaman 8 .) 70 510 1..100. 400.00 48. .000 6.330. Pilar Teguh Perkasa. 15. 300.) (Rp...750 20.. . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum..000 6...

1750. Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD 110 (Rp. 100) (Rp.6000.3000.510. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. yang baru mencapai 16 %.1000.4000. PT.12 .1. Ini merupakan peningkatan terhadap kondisi pelayanan yang diberikan saat ini. 87) (Rp. 95) (Rp. Hal ini berarti tingkat pelayanan yang dapat diberikan sebesar 87 % dari seluruh jumlah penduduk terlayani. 10.10000. Air Limbah. 100) 100 (Rp. maka berdasarkan grafik di atas potensi pelayanan yang dapat digali sampai tahun 2026 sebesar 87 %. 88) 90 80 (Rp. 50) (Rp.330. Pilar Teguh Perkasa. 48) 40 30 20 (Rp. Hubungan antara kemauan dan kemampuan masyarakat dalam membayar air Dengan mengambil asumsi rata-rata rekening air yang harus dibayar setiap bulannya sebesar Rp.PT.70.20000. 0) 0 0 4000 8000 12000 16000 20000 (Rp.4000. Halaman 8 . MLD dan PT. 0) Gambar 8. 69) 70 60 50 (Rp.14000. 20) 10 (Rp.18000. 72) (Rp.

Halaman 8 .250/m3.PT. Drainase dan Persampahan Pantai Utara di Propinsi NAD Ditinjau dari analisa tersebut dapat diketahui bahwa persentase peningkatan pelayanan sampai tahun 2026 bertambah 10 % dengan asumsi pemakaian air rata-rata 160 liter per hari. di mana tingkat tarif dasar A untuk tahun 2026 adalah sebesar Rp.13 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. maka asumsi perhitungan tingkat kenaikan tarif adalah 30 % per 3 tahun untuk mengimbangi kenaikan biaya produksi. Pilar Teguh Perkasa. PT. 1. Air Limbah. MLD dan PT.

BAB 9 KINERJA KEUANGAN .

Tinjauan ulang ini dikaitkan untuk mengetahui kinerja keuangan selama periode tersebut dan kebijakan akuntansi yang dipergunakan. Dalam perencanaan keuangan dibuat asumsi bahwa kenaikan tarip air akan diberlakukan setiap 3 tahun dengan besaran berkisar rata rata 30 % 9. berkaitan Dalam dengan program Investasi serta besaran pembiayaan perencanaan.1.1. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. PT.PT. sehingga dapat menjadi dasar pendekatan dalam segi dijelaskan sebagai berikut: 9.700 dengan rata-rata sebanyak 85 sambungan atau pertumbuhan sebesar 5 % pertahun sedangkan proyeksi pertumbuhan jumlah pelanggan mengikuti pertumbuhan daerah pelayanan sebesar rata. Pilar Teguh Perkasa.1.1 .608. KINERJA KEUANGAN Pengelolaan Air Bersih Sebagai dasar untuk mengetahui kelayakan atas IKK Sawangan yang merupakan unit cabang dari PDAM Aceh Utara.8.2. Berdasarkan evaluasi pertambahan pelanggan dalam daerah pelayanan. MLD dan PT.rata 2% pertahun. Air Limbah.milyar sudah termasuk Halaman 8 . total pembiayaan proyek adalah Rp. Aspek Operasionil operasionil yang perlu diperhatikan biaya terutama produksi. maka diperkirakan perluasaan daerah pelayanan tersebut dapat dilakukan memanfaatka penambahan kapasitas yang ada dan dengan diharapkan akan mampu 20% dari penduduk meningkatkan jumlah penduduk yang dilayani menjadi wilayah pelayanan dalam tahun 2026. Pelayanan Air Bersih dari tahun 2007 sampai tahun 2026 aspek perencanaan keuangan seperti yang Proyeksi pertambahan sambungan Rumah tangga di IKK Sawangan Kabupaten Aceh Utara dalam periode perencanaan adalah berjumlah 1.1. Kabupaten Aceh Utara telah dilakukan evaluasi dari segi teknis dan keuangan untuk mengetahui kemampuan operasionil pada mendatang. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD BAB Gambar 1 9 9.

MLD dan PT. dalam kenaikan tersebut sudah diperhitungkan adanya tingkat inflasi Berdasarkan analisa kemampuan masyarakat ( affordability ) terlihat bahwa dengan menggunakan asumsi pengeluaran biaya untuk air bersih adalah sebesar 4% dari total pendapatan perbulan.2 . PT. Pendanaan proyek ini berasal dari sumber APBN murni.Hal ini merupakan jumlah biaya yang cukup dominan dalam pembebanan biaya dan merupakan kebijakan internal perusaahaan yang dapat dikendalikan Penekanan biaya produksi perlu dilakukan dengan melakukan sistem perencanaan produksi secara efisien dan efektif terutama yang berkaitan dengan menggunakan pemakaian energi dan bahan kimia ( listrik. dimana ini merupakan suatu hal mutlak bagi Perusahaan dalam rangka peningkatan pendapatan dan pengurangan biaya produksi Berdasarkan kajian atas biaya operasi. maka yang paling besar bobotnya adalah biaya administrasi umum terutama untuk komponen biaya gaji Pegawai dan biaya rupa-rupa umum. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.PT. Dalam periode perencanaan sasaran perluasan daerah pelayanan bertambah dari 32. dimana PDAM tidak perlu menyiapkan dana pendamping Besarnya biaya produksi air ( tidak termasuk depresiasi ) adalah Rp300/m3 pada tahun awal perencanaan 2007 dan meningkat pada akhir periode perencanaan 2026 menjadi Rp. Pilar Teguh Perkasa. Dalam upaya perencanaan penurunan tingkat kebocoran dalam tahun 2007 dari sebesar 40 % menjadi 25 % tahun 2026 dengan cara memperbaiki sistem pengelolaan air bersih baik aspek teknis berupa instalasi.448 /m3 .. maka diperkirakan sebanyak 100% dari penduduk wilayah pelayanan mampu untuk membayar sehingga kenaikan tersebut masih dalam dalam jangkauan daya beli masyarakat. solar..974jiwa tahun 2007 menjadi sebanyak 49. dimana dari angka tersebut diluar biaya operasi dan pemeliharaan.858jiwa akhir tahun 2026 atau penduduk yang potensial dilayani meningkat dari 5% menjadi 20%. tawas. sistim jaringan transmisi dan distribusi serta aspek kebocoran Administrasi. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD pajak (PPN). Air Limbah. kaporit) Halaman 8 .

Mengingat sebagian besar dari Pelanggan adalah Rumah Tangga yang merupakan dengan sumber penerimaan maka perlu analisa struktur tarip dilakukan perubahan dalam konsumsi air. karena ini akan merupakan sumber dana bagi peningkatan sistem yang ada.3.842 miliar. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 9. penurunan tingkat kebocoran .dengan kondisi wilayah pelayanan serta pelanggan yang potensil maka diperkirakan diwaktu mendatang PDAM Tirta Tawar mempunyai prospek yang cukup baik. serta sumber air yang memadai dan biaya pengelolaan air yang relatif rendah. Ratio biaya operasi langsung terhadap pendapatan rata-rata adalah <50% yang menunjukkan kemampuan PDAM dalam menutup biaya operasi dari usaha pokok Kondisi keuangan ini menunjukkan pertumbuhan peningkatan pendapatan penerimaan penjualan air. mengingat memperhitungkan kemampuan dan keinginan dalam mengunakan sarana air bersih cukup tinggi bagi pelanggan pada daerah pelayanan Pendapatan sebelum depresiasi yang diperoleh selama periode perencanaan mengalami rugi di tahun 2007 sebesar Rp. Pilar Teguh Perkasa. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.58.9 juta dan kemudian surplus tahun 2026 menjadi Rp3. Pendapatan dan Biaya Berkaitan dengan tingkat inflasi yang tinggi berkisar 10%. MLD dan PT. maka diperhitungkan dalam periode perencanaan diperlukan adanya penyesuain kenaikan tarip sebesar 30% untuk setiap 3 tahun. sistem distribusi yang baik . Halaman 8 . PT. disatu pihak tetapi dilain hal berarti perlu peningkatan effektivitas penagihan. Air Limbah. Dalam hal penagihan perlu dikembangakan metode untuk meningkatkan efektivitas penagihan karena adanya jumlah tunggakan yang terlampau besar dapat mengakibatkan kendala dalam rangka kelancaran pembiayaan operasi Dengan upaya peningkatan efisiensi dalam proses produksi.PT. sementara biaya operasi langsung menunjukkan kecenderungan lebih rendah secara proporsional dibandingkatkan pendapatan penjualan air yang meningkat dari tahun ke tahun.3 .1.

PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 8 . MLD dan PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Air Limbah. Pilar Teguh Perkasa.4 . PT.

Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. MLD dan PT. Air Limbah.PT.5 . Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 8 . Pilar Teguh Perkasa. PT.

Air Limbah. MLD dan PT. PT. Pilar Teguh Perkasa.PT.6 . Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 8 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.

PT. MLD dan PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.PT. Pilar Teguh Perkasa.7 . Air Limbah. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 8 .

Seperti dalam analisa keuangan yang dilakukan bahwa pengelolaan persampahan belum dapat diandalkan sebagai sumber PAD daerah. tabel 9.500/m3 untuk penarikan sampah non domestik.7 program pembiayaan operasionil. sedangkan untuk menutupi biaya operasionil dan pemeliharaan perlu ditetapkan adanya penyesuian tarip restribusi sebesar 30% setiap 3 tahun dan meningkat secara proporsionil sesuai dengan prosentase adanya kenaikan biaya. Air Limbah. Kajian atas keuangan dalam pengelolaan persampahan dapat dilihat dalam tabel 9. Dalam rangka mencapai sasaran perluasan pelayanan perlu adanya perencanan penambahan sarana yang diikuti dengan penambahan investasi pembiayaan yang diperoleh dari hibah APBN. karena tingkat kemamauan masyarakat dan kesadaran yang rendah atas manfaat pelayanan persampahan baik dari sektor domestik maupun non domestik.PT. PT.2.Pengenaan besaran tarip restribusi berkisar rata-rata antara Rp. Perencanaan perluasan pelayanan adalah untuk mencakup 100% wilayah komersial dan 70% wilayah perumahan.8 . sedangkan saat ini berdasarkan kondisi eksisting baru mencakup 13% dari total sampah yang diproduksi atas wilayah pelayanan. Pengelolaan Persampahan Dalam periode perencanaan pelayanan persampahan mulai tahun 2007 adalah sebesar 18 % yang akan meningkat mencapai 67 % pada tahu 2026.5 perhitungan pendapatan dan biaya. Pilar Teguh Perkasa. Halaman 8 . MLD dan PT.500/m3 untuk sampah Domestik dan Rp2. Dalam rangka untuk mencapai besaran dalam peningkatan target pelayanan maka pendanaan dari APBD untuk menunjang biaya opersionil menjadi prasyarat utama.6 biaya satuan operasionil serta tabel 9. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 9.

Air Limbah.9 . Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 8 . PT.PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pilar Teguh Perkasa. MLD dan PT.

MLD dan PT. Pilar Teguh Perkasa. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 8 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.10 . PT. Air Limbah.PT.

Pilar Teguh Perkasa.11 . Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 8 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. MLD dan PT. PT. Air Limbah.PT.

125. MLD dan PT. Air Limbah.10 pendapatan dan biaya. sedangkan saat ini diperkirakan baru mencapai 10% rumah tangga yang memiliki tangki septik tank pada kondisi awal priode perencanaan. Kajian Pengelolaan Sanitasi keuangan sektor sanitasi ditujukan untuk pengoperasian mobil truk penyedot lumpur tinja dari septik tank masyarakat dan non domestik. Halaman 8 . Kondisi ini merupakan dasar perhitungan kelayakan dalam penyelenggaraan penyedotan lumpur tinja. tabel 9.000 untuk penyedotan sebanyak 4/m3 dengan kenaikan sebesar 30% dalam setiap 3 tahun. Pilar Teguh Perkasa.12 . dimana tarip ini diperhitungkan cukup wajar mengingat jauhnya transportasi tempat pembuangan dan segi ekonomi masih dalam batas kesanggupan finansil masyarakat untuk membayar. PT.9 pembiayaan operasionil menyangkut besaran investasi sarana dan gambaran kondisi daerah pelayanan.8 mengenai dan tabel 9.PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 9. Dalam periode perencanaan wilayah pelayanan pada tahun 2007 adalah sebesar 17% dan meningkat menjadi 65% pada akhir tahun 2026. Cakupan wilayah pelayanan diharapkan akan meningkat sejalan dengan bertambahnya rumah tangga yang memiliki septik tank Besaran tarip restribusi jasa penyedotan adalah rata-rata sebesar Rp.3. Meskipun demikian perhitungan tarip yang dilakukan tidak dapat menutupi biaya opersionil ( cost recovery ) dan sehingga subsidi pendanaan dari APBD tetap diperlukan seperti terlihat dalam kajian keuangan pada tabel 9.

13 . Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Air Limbah. PT. Pilar Teguh Perkasa. MLD dan PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Halaman 8 .PT.

PT. Pilar Teguh Perkasa, PT. MLD dan PT. Mega Design

Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD

Halaman 8 - 14

BAB

10

ASPEK KELEMBAGAAN

PT. Pilar Teguh Perkasa, PT. MLD dan PT. Mega Design

Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum, Air Limbah, Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD

BAB Gambar 1

10
10.1.

Aspek Kelembagaan
Aspek Kelembagaan

10.1.1. Penjelasan Umum Institusi pengelolaan air bersih di tingkat II pada umumnya merupakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang telah mengacu kepada Surat Keputusan Bersama Mendagri dan Menteri Pekerjaan Umum No. 5 tahun 1984, No. 28/KPTS/1984 tentang Pedoman Organisasi Kelembagaan yang terdiri dari; Kepala Daerah, Badan Pengawasan, Direktur Utama, Direktur Teknik, Kepala Cabang dan instansi terkait lainnya. Namun pada umumnya bentuk organisasi yang digunakan belum sesuai dengan kapasitas kewenangan pelayanan yang dibutuhkan, sehingga terkesan organisasi tersebut terlalu besar dibandingkan dengan tingkat pelayanan atau daerah yang dilayani. Struktur organisasi yang terlalu besar tersebut akan menyebabkan tidak efisien karena terlalu banyak jabatan yang membutuhkan sumber daya manusia untuk menduduki jabatan tersebut. Hal ini akan menyebabkan pembebanan biaya terlalu tinggi. Di samping itu dapat terjadi pada pelaksanaan pekerjaan yang tumpang tindih karena penempatan karyawan tidak disesuaikan dengan latar belakang

pendidikannya sehingga terkesan masalah kemampuan sumber daya manusia yang masih sangat terbatas dalam mengoperasikan/pengelolaannya. Masalah yang sangat sensitif adalah adanya mutasi-mutasi yang terkesan sangat tergantung kepada keinginan pimpinan perusahaan atau penentu kebijaksanaan, hal ini terlihat dengan adanya jabatan teknik dijabat oleh karyawan yang berpendidikan umum atau keuangan, demikian juga sebaliknya. Keadaan tersebut sangat memperlemah jalannya organisasi perusahaan, sehingga karyawan dan masyarakat pelanggan merasa resah. Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa rasio sambungan dan karyawan yang tidak seimbang atau jumlah karyawan yang berlebihan serta posisi jabatan yang tidak Halaman 10 - 1

MLD dan PT. Tap MPRRI. Direktur Umum. dan Peraturam Pemerintah.2. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD sesuai dengan keahlian karyawan yang menyebabkan kondisi PDAM yang saat ini ditinjau dari segi kelembagaan tidak terorganisir secara optimal.PT. Sedangkan dalam lingkup regional Berupa SK Gubernur. walaupun lembaga PDMU telah mencoba melakukan berbagai kegiatan koordinasi. PT. program pembinaan dan pelatihan personalia. Kualifikasi Personalia Saat ini PDAM Aceh Utara.4. Kepala Sub Bagian. Skematis struktur organisasi dalam tubuh PDAM dapat dilihat pada Lampiran VI. Undang-undang Khusus. Fungsi dan Sistem Pengawasan Dalam kinerjanya PDAM berada di bawah pengawasan Provincial Monitoring and Development Unit (PMDU).1. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. PDAM Aceh Utara dipimpin Direksi yang terdiri dari Direktur Utama.1. 10. Perangkat hukum yang dimaksud berupa peraturan dan perundang-undangan. dan Staff. Pilar Teguh Perkasa. Skala penerapan dapat dipilah dalam tingkat nasional. 10. identifikasi dan juga evaluasi. 10. SK Bupati dan sebagainya. Dalam lingkup sektoral meliputi Kepmen dan SK Menteri.1. Halaman 10 . sektoral maupun regional (daerah). Sistem pengawasan yang diterapkan selama ini dirasakan belum efektif. Air Limbah.3. Sebagian dari pegawai tersebut sudah pernah mengikuti kursus-kursus pendek untuk keperluan pengelolaan air bersih. khususnya IKK Sawangan mempunyai 12 orang pegawai. Kendala yang menyangkut sarana dan prasarana penunjang kegiatan. Perangkat Hukum Kelambagaan Secara umum PDAM sebagai sebuah badan usaha belum memiliki perangkat hukum yang permanen sebagai landasan dalam operasionalnya. Jenjang setelah Direksi Kepala Bagian. dan Direktur Teknik. Dalam skala nasional landasan hukum yang ada meliputi UUD 1945. Keppres.2 .

10. dan belum optimalnya pendayagunaan instalasi yang ada sesuai kemampuan yang ada. MLD dan PT. Distribusi Pelayanan air bersih dalam lingkup jaringan eksisting masih relatif belum ada kemajuan berarti di mana frekuensi distribusi dan intensitasnya tidak konstan juga belum merata. Pilar Teguh Perkasa. Personalia Penempatan personil dalam struktur organisasi belum efisien. sebgaian besar luput dari pengawasan dan jangkauan apartur PDAM. Air Limbah. PT. Hal ini terjadi kemungkinan besar disebabkan oleh sistem pengawasan distribusi yang masih lemah di mana tingkat kehilangan air oleh berbagai faktor baik berupa kehilangan air oleh faktor kesengajaan maupun kealpaan.3 . Oleh karena beragamnya latar belakang pendidikan dan penguasaan bidangnya berakibat pertentangan antar pejabat internal dalam hal visi dan misi ataupun keseriusan dalam penanggulangan masalah yang sampai hari ini melilit perusahaan daerah tersebut.2. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Operasional Dalam operasionalnya ditemukan indikasi lemahnya sistem manajemen yang digunakan. Untuk pemeliharaan jaringan dan perangkat pendukung lain ke pelanggan seperti perawatan pipa distribusi dan watermeter masih sangat minim.3. Pembengkakan jumlah karyawan dan efisiensitasnya yang begitu rendah merupakan beban yang terus menerus mengerubuti kinerja perusahaan. frekuensi distribusi.2.2. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 10.2. Manajemen Pengelolaan 10. Bentuk struktur organisasi yang terlalu besar membutuhkan penempatan tenaga kerja. Pemeliharaan Target pemeliharaan sebagian besar hanya melingkupi instansi pengolahan air bersih dalam periode yang masih belum dapat diprediksi dengan rencana alokasi pendanaan secara tepat.1.2. 10.2. Indikator yang dijadikan tolok ukur berupa tidak berfungsinya unit pengawasan kualitas hasil produksi.PT.4. 10. Halaman 10 . Penempatan jabatan kebanyakan tidak berdasarkan spesifikasi bidang keahlian.

10. Minusnya neraca keuangan operasional lebih diakibatkan masih terlau tingginya tingkat kehilangan air oleh kebocoran dan pembengkakan beban karena tidak efisiennya jumlah karyawan yang ada. saldo/beban hutang bunga.2. berikut kerugian atas kebocoran yang terjadi. Pemasaran Dalam hal tip dan trik pemasaran hasil produksi belum dilaksanakan sebagaimana layaknya sebuah perusahaan. Teknis penanggulangan tunggakan tagihan rekening pelanggan belum ada. secara ideal hasil produksi PDAM mampu menopang operasionalnya sendiri bahkan mampu menyumbang dana bagi peningkatan PAD.2.. MLD dan PT. PT. Dari hasil prediksi berdasarkan volume.PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 10. Berdasarkan Nilai Jual.7. Pelayanan permintaan sambungan baru akhir-akhir ini tidak lagi terlayani oleh sebab berbagai pertimbangan teknis dan non teknis. Aspek komersialitas dalam rangka peningkatan kemandirian sebagai BUMD selama ini terabaikan. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pilar Teguh Perkasa. Finansial Dalam lingkup biaya operasional PDAM masih bergantung pada subsidi Pemda yang sangat terbatas. Kesemua ini membuktikan masih lemahnya manajemen keuangan dan sistem pengawasan.per jerigen. dan selama ini pula belum ada penyesuaian tarif. pemeliharaan rutin.6. Sumber Biaya Operasi Sumber utama biaya operasional di samping suntikan dana pemerintah adalah nilai jual produk. penyusutan. Namun demikian dalam pelaksanaan segala hal yang menyangkut masalah finansial belum berjalan sebagaimana yang telah ditetapkan. Nilai finansial produksi. Kepincangan yang sangat jelas terlihat dari peningkatan biaya produksi dari tahun ke tahun. Halaman 10 . 10. frekuensi produksi dan nilai jual dengan tarif yang berlaku diketahui operasional. Dalam lingkup komersial.100. Air Limbah. Beban finansial juga meluas berupa tagihan oleh lembaga lain di luar PDAM seperti PLN. untuk skala kecil banyak yang memanfaatkan moment kelangkaan air bersih dengan menjual jasa atau menjadi distributor air bersih produk PDAM bagi masyarakat yang belum/ tidak terlayani jaringan distribusi PDAM.4 .5.2. Tarif yang ditetapkan untuk penjual jasa tersebut sebesar Rp.

5 . peran serta dan kepedulian swasta-masyarakat terhadap keberadaan dan operasional PDAM selama ini. respon masyarakat menjadi semakin apatis. Partisipasi Swasta dan Masyarakat Umum Partisipasi masyarakat sebenarnya maih cukup tinggi. Air Limbah.PT. namun keterbatasan dan keseriusan menjawab dan menyelesaikan masalah yang menyangkut pelayanan konsumen dalam tubuh PDAM tidak memuaskan. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 10. PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. Pilar Teguh Perkasa. MLD dan PT.3. Dilihat dari tingkat ketergantungan konsumtif. Halaman 10 . Apalagi tagihan yang dikeluarkan justru setelah menumpuk sedemikian banyak hingga tidak akan pernah terbayar lagi oleh pelanggan.

LAMPIRAN .

Pilar Teguh Perkasa. Air Limbah. Penduduk Yang Dilayani Pertumbuhan penduduk yang dilayani dengan asumsi tingkat pertumbuhan rata -rata 2% dalam daerah pelayanan dengan besaran keluarga 5 Jiwa per keluarga . yaitu: Sosial Umum Sosial Khusus Rumah Tangga Niaga Industri 2. Tingkat Kebocoran Untuk menekan angka kebocoran perlu tentunya dilakukan Program kegiatan perbaikan dan pemeliharaan baik berupa bidang Teknis dan Halaman 1 . dimana dalam masa periode perencanaan dilakukan periodisasi program setiap 5 tahun 3. Rentang Waktu Proyeksi Keuangan Proyeksi keuangan ini dibuat dengan rentang waktu selama 20 tahun dari tahun 2007 sampai tahun 2026 . MLD dan PT. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Gambar 1 LAMPIRAN ASUMSI-ASUMSI DASAR 1. sedangkan pertambahan pelanggan rumah tangga adalah 10%/tahun. Sektor Air bersih Perencanaan untuk pengembangan Penyedian Air Bersih adalah meliputi perode selama 20 tahun dari tahun 2006 sampai dengan Tahun 2026.PT. Harga air rata-rata dihitung berdasarkan harga dasar A dan tarif progresif serta dikelompokkan dalam 5 jenis pelanggan. PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. dan untuk Non rumah tangga adalah 2%/tahun 4.

5 A 2.5 A 1 - Niaga 2 4. .5 A 3.PT. tidak hanya berlaku bagi harga air saja tetapi juga pada komponen lain yang diperhitungkan sebagai sumber pendapatan.5 A 4. 690-069 Tahun 1992 seperti pada tabel 3. kanaikan tarif ini disesuaikan dengan kebutuhan untuk menutup keseluruhan biaya pengelolaan.8A 0. Pilar Teguh Perkasa. 5. Dalam proyeksi keuangan ini juga mempertimbangan struktur tarif yang mengacu pada keputusan Menteri Dalam Negeri No. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Administratif yang harus dilaksanakan secara memadai. Sistem Tarif Sebagai dasar dari perhitungan proyeksi keuangan ini adalah tarif dasar (A) yang Selanjutnya.5 A 6A Industr i Khusu s -15 16-30 >30 -50 >50 0. PT. kenaikan tarif 30% per 3 tahun.5 A 2 1A 1.6 A 5A 8A 10 A 3. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. yang dapat diikuti penjelasannya pada lampiran . MLD dan PT.1 berikut ini: Tabel 5.8 A 1. sehingga angka tingkat kebocoran diasumsikan menurun pertahun secara bertahap menjadi 20% sesuai kondisi PDAM yang bersangkutan sedangkan waktu operasi produksi adalah 24 jam . Usulan Struktur Tarif Struktur Tarif Pemakai an (m ) 3 Sosial Umu m Sosial Khusus Non Niaga 1 1A 1.5 A Halaman 2 . Air Limbah.2 A 1.

Inflasi Inflasi diasumsikan sebesar rata-rata 10% pertahun sampai dengan tahun 2026. jasa giro. Penerimaan ini didapatkan dari pelanggan baru. 7. Air Limbah. dan pendapatan lain-lain. di mana tiap pelanggan baru dikenakan biaya rata rata sebesar Rp. MLD dan PT. Selain itu juga diperhitungkan dalam pendapatan ini pendapatan bea beban dan biaya administrasi. Pendapatan Pendapatan selain diperhitungkan dari pendapatan operasi air juga pendapatan non air yang meliputi: penerimaan rekening non air. 400. Pendapatan Operasi Air Pendapatan air didasarkan pada harga dasar satuan A. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 6. Angka inflasi ini dipakai sebagai dasar perhitungan bagi seluruh biaya. yang penerapannya secara subsidi silang diberlakukan secara khusus pada masing-masing kelas sebagaimana bisa dilihat pada ketetapan mengenai tarif.- - Pendapatan Lain-lain Pendapatan dari berbagai jasa lainnya yang tidak tercantum dalam pokok-pokok di atas (mis.000. denda dan lain-lain pendapatan hasil kegiatan di luar operasi air dan non air) diperkirakan kenaikan sebesar 5% per tahun Halaman 3 . Pilar Teguh Perkasa. PT. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.PT. - Pendapatan Non Air Penerimaan Rekening Non-Air yang berasal dari berbagai aktivitas yang bukan merupakan kegiatan operasionil langsung pengelolaan Air .

Rugi Laba Pendapatan dalam hal ini Rugi/laba yang diperoleh PDAM akan diperhitungkan sebagai bentuk gambaran kemampuan keuangan dalam menjalankan opersional perusahaan. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. 700. Air Limbah. Pilar Teguh Perkasa. Rasio kinerja ini akan semakin ditingkatkan menjadi lebih baik dengan diasumsikan karyawan semakin tahun semakin terampil. sedangkan penegenaan besaran pajak dan kotribusi kepada Pemda tidak diperhitungkan. Halaman 4 . Jumlah pemeliharaan dan perbaikan rata-rata per tahun diasumsikan sebesar 5% dari nilai aktiva tetap. Proyeksi Peningkatan Karyawan Jumlah karyawan diproyeksi per pelanggan adalah 1:1000 artinya setiap karyawan 1 (satu) karyawan akan melayani sebanyak 1000 pelanggan. Kenaikan gaji per tahun ditetapkan sebesar 10%. meliputi: • Biaya Tenaga Kerja Biaya tenaga kerja merupakan perkalian. PT. Gaji ratarata per bulan didasarkan Rp. MLD dan PT.000. • Biaya Perbaikan dan Perawatan Biaya perbaikan dan perawatan didasarkan pada prosentase tertentu dari nilai aktiva tetap kecuali tanah. Efisiensi Penagihan Efisiensi penagihan pertahun diasumsikan sebesar 90% dan untuk masamasa berikutnya diasumsikan tidak mengalami perubahan. 10. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD 8. jumlah pegawai dengan rata-rata per bulan selama 1 (satu) tahun.per pegawai per tahun ( dasar UMR ).PT. 9. Asumsi Biaya Biaya Sumber. 11.

Air Limbah.4. MLD dan PT.11. Pilar Teguh Perkasa. Biaya tenaga diperhitungkan berdasarkan biaya-biaya yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. meliputi: • • Biaya Tenaga Kerja dan Operasi.110/kg Biaya Pemeliharaan/Perawatan bangunan dan instalasi. diperhitungkan 5 % dari nilai aktiva tetap. dihitung berdasarkan harga rata-rata biaya energi per m3 air dikalikan produksi air yang terpakai. diasumsikan meningkat 10% setiap tahun. • Biaya Pemeliharaan/Perawatan bangunan dan instalasi. sebagai berikut: o Aluminium Sulfat/Tawas /kg : 25. • Biaya Pemeliharaan/Perawatan bangunan dan instalasi. Tenaga yang diperlukan pada saat ini adalah listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). meliputi: • • Biaya Tenaga Kerja dan Operasi.5 gr/m3 air @Rp. PT.000 o • Kaporit : 1. Halaman 5 . - Biaya Pengolahan.00 gr/m3 air @Rp. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.PT. diasumsikan meningkat 10% setiap tahun. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD - Biaya Perpompaan. diasumsikan meningkat 10% setiap tahun. Biaya Bahan Kimia Biaya bahan kimia merupakan perkalian dari jumlah produksi air dengan kebutuhan bahan kimia per m3 air dan harga satuan bahan tersebut yang didasarkan pada biaya bahan kimia pada tahun 2006 (April). meliputi: • Biaya Tenaga Kerja dan Operasi. diperhitungkan 1% dari nilai aktiva tetap. - Biaya Transmisi dan Distribusi. Kenaikan biaya listrik diperhitungkan 10% per tahun. diperhitungkan 5% dari nilai aktiva tetap.

Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum. 961/KMK. Pilar Teguh Perkasa.PT. Air Limbah. - Biaya Penyusutan Biaya penyusutan dihitung berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. diperhitungkan 1% dari nilai aktiva tetap. diperhitungkan 1% dari nilai aktiva tetap. MLD dan PT. meliputi: • Biaya Tenaga Kerja dan Operasi. diasumsikan meningkat 10% setiap tahun. diasumsikan meningkat 10% setiap tahun. yaitu dengan menggunakan metode Straight Line. • Biaya Listrik Kantor. diasumsikan meningkat 10% setiap tahun. • Biaya Peralatan Kantor.04/1983 tanggal 31 Desember 1983. • Berbagai Biaya Umum dan Administrasi. • Biaya Pemeliharaan/Perawatan bangunan dan instalasi. diasumsikan meningkat 10% setiap tahun. Alat Pergudangan % Penyusutan 0% 10 % 5% 5% 5% 5% 5% 5% 20 % Halaman 6 . sebagai berikut: Golongan Aktiva tetap% Tanah Bangunan Instalasi Sumber Air Instalasi Perpompaan Instalasi Tenaga Listrik Instalasi Pengolahan Instalasi Transmisi dan Distribusi Instalasi Reservoar dan Menara Alat Angkutan. diasumsikan meningkat 10% setiap tahun. PT. Alat Bengkel. • Biaya Pemeliharaan/Perawatan bangunan dan instalasi. - Biaya Administrasi dan Umum. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD - Biaya Listrik dan Perpompaan meliputi: • Biaya Tenaga Kerja dan Operasi.

Sektor Persampahan dan Sanitasi Tarip retribusi untuk Persampahan adalah sebesar Rp.rata biaya penyusutan aktiva adalah sebesar 5% per tahun Kenaikan tarip retribusi adalah rata-rata sebesar 30% setiap periode 3 tahun baik untuk pengumpulan sampah dan penyedotan tinja. - Bad Debt Yang dimaksud dengan bad debt di sini adalah hutang pelanggan yang tidak tertagih. Halaman 7 . periode 1 s/d 2 tahun sebesar 50% . PT. 12. Mega Design Laporan Akhir Outline Plan and DED Sistem Penyediaan Air Minum.12. Untuk perode < 1 tahun adalah sebesar 30%. Drainase dan Persampahan Pantai Timur di Propinsi NAD Replacement atau penggantian aktiva tetap yang sudah habis disusun (nilai buku = Rp.125.000 per 4/M3 Rata.500/m3 untuk sampah non domestik Tarip retribusi penyedotan tinja diasumsikan sebesar Rp.500/M3 untuk Domestik dan Rp. periode 2 s/d 3 tahun 75% dan > 3 tahun 100% Namun demikian diasumsikan secara gradual menurun dengan berbagai usaha. Air Limbah. MLD dan PT. Pilar Teguh Perkasa.) dengan aktiva tetap yang baru dengan kenaikan harga sebesar 10% per tahun dari nilai peralatan setiap tahun.PT. 1.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->