Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENGENALAN LAPANG 1 DASAR ILMU TANAH

Oleh: Dedi Darma Andrians 105040201111013 Sabtu, 6 November 2010 Mbak Cahya

JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Dalam mempelajari ilmu tanah, kita harus mengenal profil tanah terlebih dahulu. Profil tanah adalah penampang vertical dari tanah yang menunjukkan susunan horizon. Dari penampang tanah inilah kita dapat mengidentifikasi sifat-sifat fisik tanah, seperti tekstur, struktur, konsistensi, ordo tanah, epipedon serta endopedon. Di setiap daerah memiliki sifat fisik tanah yang berbeda dengan sifat fisik tanah di daerah yang lain. Di bidang pertanian kita tidak akan pernah lepas dari unsure-unsur tanah yang merupakan media tanam bagi sebagian besar tanaman. Untuk itu, kita harus mempelajari lebih dalam tentang tanah, mulai dari profil sampai sifat-sifat fisik dan kimia tanah. Jadi, sangat penting bagi kita untuk lebih memahaminya dengan cara melakukan praktek di lapangan tentang profil tanah serta indetifikasinya.

1.2

Maksud dan Tujuan Praktikum lapangan ini dilakukan dengan maksud dan tujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui cara membuat profil tanah 2. Untuk mengetahui identifikasi sifat fisik tanah pada profil yang kita buat 3. Untuk mengetahui perbedaan sifat fisik tanah pada profil minipit dengan singkapan 4.

1.3

Manfaat Dengan melakukan praktikum ini diharapakan : 1. Mahasiswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat fisik tanah 2. Mahasiswa dapat membuat profil tanah

3. Mahasiswa dapat membedakan sifat fisik tanah pada profil minipit dengan singkapan

BAB II METODE PELAKSANAAN

2.1

Tempat dan Waktu Penelitian ini dilakukan di daerah Joyogrand, Malang. Pada hari Sabtu 6 November 2010, dari jam 08.00 s/d selesai.

2.2

Alat dan Bahan Alat Survey set ter diri dari: o Munsell Color : untuk mengidentifikasi warna tanah yang terdiri dari hue, value, dan chroma o Klinometer o Sekop : untuk mengukur kemiringan lereng : untuk membuat profil tanah

o Pisau lapang : untuk mengambil sampel tanah o Meteran : untuk mengukur kedalaman tanah

o Sabuk horison : untuk menandai batas-batas horison tanah

Bahan Sampel tanah pada minipit : sebagai objek pengamatan

Sampel tanah pada singkapan : sebagai objek pengamatan

2.3

Macam Penggunaan Lahan 1. Minipit 1

2. Singkapan 1

BAB III IDENTIFIKASI DI LOKASI PRAKTIKUM

3.1

Karakteristik Tanah 3.1.1 Tekstur Tanah Tekstur tanah ialah perbandingan antara partikel-partikel pasir, debu dan liat yang menyusun suatu tanah. Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah. Penentuan tekstur tanah di lapangan dengan menggunakan metode feeling method. Pada minipit 1terbagi menjadi 4 horison.horison 1 dan 2 memilki tekstur liat berpasir, sedangkan pada horizon 3 dan 4 bertekstur liat berpasir. Pada singkapan 1 terbagi menjadi 3 horison. Dan pada masing-masing horizon memiliki tekstur yang sama yaitu tekstur liat. 3.1.2 Struktur Tanah Struktur tanah merupakan gumpalan kecil dari butir-butir tanah. Gumpalan ini terjadi karena butir-butir pasir,debu dan liat terikat satu sama lain membentuk agregat. Pada minipit 1, horizon 1 memiliki struktur gumpal membulat, pada horizon 2 tanahnya berstruktur gumpal bersudut, sedangkan pada horizon 3 dan 4 mempunyai struktur gumpal membulat. Pada singkapan 1, horizon 1dan 2 memiliki struktur yang sama yaitu gumpal

bersudut, sedangkan horizon 3 berstruktur remah. 3.1.3 Konsistensi Tanah Konsistensi tanah ialah suatu sifat tanah yang menunjukkan derajat kohesi dan adhesi diantara partikel-partikel tanah dan ketahanan massa tanah terhadap perubahan bentukk yang disebabkan oleh tekanan dan berbagai kekuatan yang mempengaruhi bentuk tanah.

Pada minipit 1, horison 1 memiliki konsistensi gembur pada keadaan lembap dan pada keadaan basah memilki konsistensi lekat dan plastis. Sedangkan yang lekat dan plastisitas yang sangat plastis pada kondisi basah. Pada singkapan 1, horison 1memiliki konsistensi lepas pada kondisi lembap dan pada kondisi basah memiliki konsistensi lekat dan sangat plastis. Horison 2 pada kondisi lembap konsistensinya gembur, sedangkan pada kondisi basah berkonsistensi lekat dan sangat plastis. Horison 3 konsistensinya lepas pada keadaan lembap, pada keadaan basah berkonsistensi lekat dan sangat plastis. 3.1.4 Ordo Tanah Ordo tanah dibedakan berdasarkan ada tidaknya horison penciri serta jenis (sifat) dari horison penciri tersebut. Ordo tanah pada lokasi 1 di Joyogrand ini adalah Alfisol . Tanah yang termasuk ordo Alfisol merupakan tanah-tanah yang terdapat penimbunan liat di horison bawah (terdapat horison argilik)dan mempunyai kejenuhan basa tinggi yaitu lebih dari 35% pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah. Liat yang tertimbun di horison bawah ini berasal dari horison di atasnya dan tercuci kebawah bersama dengan gerakan air. Padanan dengan sistem klasifikasi yang lama adalah termasuk tanah Mediteran Merah Kuning, Latosol, kadang-kadang juga Podzolik Merah Kuning. horison 2 ,3 dan 4 memiliki konsistensi yang gembur pada kondisi lembap, dengan kelekatan

3.1.5 Epipedon Epipedon adalah horizon permukaan tetapi tidak sinonim dengan horizon A, mungkin lebih tipis dari horizon A tetapi mungkin pula meliputi horizon B.

Pada minipit 1, horison 1 memiliki jenis epipedon mollik. Sedangkan horison 2 , 3 dan 4 memiliki epipedon ochrik yang mana memiliki value lebih dari 3.5

Pada singkapan 1, horison 1, 2 dan 3 memiliki epipedon mollik dimana valuenya kurang dari 3.5 3.1.6 Endopedon Endopedon adalah horizon bawah permukaan. Endopedon pada tanah pada lokasi yang di amati ini (minipit dan singkapan) adalah Argilik.

3.2

Perbandingan Hasil MINIPIT dan SINGKAPAN HORISON Warna 10 yr 2/1 Tekstur liat berpasir MINIPIT SINGKAPAN Warna 10 yr Struktur remah Tekstur liat Konsistensi Lembap : lepas Konsistensi basah : lekat Plastisitas: sangat plastis Warna 10 yr 4/4 Tekstur liat berpasir Warna 10 yr 3/3 Tekstur liat Struktur gumpal bersudut Konsistensi Lemba: gembur Konsistensi basah: lekat Plastisitas: sangat plastis

Struktur gumpal membulat Konsistensi lembab : gembur Kelekatan:lekat, Plastisitas:plastis

Sturtur gumpal bersudut Konsistensi Lembab : gembur Konsistensi basah: lekat Plastisitas: sangat plastis

Warna 10 yr 4/3 Tekstur liat berdebu Struktur gumpal membulat

Warna 10 yr 3/3 Tekstur liat Struktur gumpal bersudut Konsistensi lembab: lepas Konsistensi basah: lekat Plastisitas: sangat plastis Tidak ada horison

Konsistensi lembab: gembur Konsistensi basah: lekat Plastisitas: sangat plastis Warna : 10 yr 4/3 Tekstur liat berdebu Struktur Gumpal Membulat

Konsistensi Lembab : Gembur Konsistensi basah: Lekat Plastisitas : sangat plastis

BAB IV PENUTUP

4.1

Kesimpulan Pada minipit 1, warna tanah semakin dalam semakin gelap berkisar dari 10 YR 2/1 sampai 10 YR 4/3 , dengan memiliki tekstur liat berdebu hingga liat berpasir, struktur tanahnya lebih banyak gumpal membulat, konsistensinya pada keadaan lembap gembur dan pada keadaan basah kelekatannya lekat dan plastisitasnya sangat plastis. Sedangkan pada singkapan 1, warna tanah semakin ke bawah juga semakin gelap tetapi hanya berkisar 10 YR 3/3 sampai 10 YR 3/4 dengan tekstur liat, struktur tanahnya gumpal bersudut, serta pada keadaan lembap memiliki konsitensi lepas dan pada keadaan basah memilki kelekatan lekat dan sangat plastis.

4.2

Saran Dalam melakukan kerja lapangan sebaiknya kita benar-benar memperhatikan penandaan horison agar identifikasi yang kita lakukan sesuai dengan yang kita harapkan serta sesuai dengan teori yang ada. Serta penentuan sifat fisik tanah diharapkan lebih teliti lagi agar tidak terjadi kesalahan dalam mengidentifikasi sifat fisik tanah.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2010. http://bloghamdy.wordpress.com/ilmu-tanah/klasifikasi-tanah/ Hardjowigeno,S. 1992. Ilmu Tanah. MSP. Jakarta. Tim Dosen. 2010. Dasar Ilmu Tanah. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Malang.

LAMPIRAN

Minipit 1 Horison Kedalaman Deskripsi Warna 10 yr 2/1 Tekstur liat berpasir Struktur gumpal membulat Konsistensi lembab : gembur Kelekatan:lekat, Plastisitas:plastis Warna 10 yr 4/4 Tekstur liat berpasir Struktur gumpal bersudut Konsistensi Lembab : gembur Konsistensi basah: lekat Plastisitas: sangat plastis Warna 10 yr 4/3

Ap

0 27 cm

Bw1

28 40 cm

Bw2

41 56 cm

Tekstur liat berdebu Struktur gumpal membulat Konsistensi lembab: gembur Konsistensi basah: lekat Plastisitas: sangat plastis Warna : 10 yr 4/3 Tekstur liat berdebu Struktur Gumpal Membulat Konsistensi Lembab : Gembur Konsistensi basah: Lekat Plastisitas : sangat plastis Bt 57 80 cm

Singkapan 1 Horison Ap Kedalaman 0 25 cm Deskripsi Warna 10 yr Struktur remah Tekstur liat Konsistensi Lembap : lepas Konsistensi basah : lekat Plastisitas: sangat plastis

Bt1

26 50 cm

Bt2

51 97 cm

Warna 10 yr 3/3 Tekstur liat Struktur gumpal bersudut Konsistensi Lemba: gembur Konsistensi basah: lekat Plastisitas: sangat plastis Warna 10 yr 3/3 Tekstur liat Struktur gumpal bersudut Konsistensi lembab: lepas Konsistensi basah: lekat Plastisitas: sangat plastis