Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH SOSIOLOGI PERTANIAN

DISUSUN OLEH :

Dedi Darma Andrians

(105040201111013)

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa,karna dengan rahmat dan
hidayahnya kami dapat menyeleaikan tugas kelompok makalah Sosiologi Pertanian tepat
pada waktunya. Dengan makalah kami ini semoga dapat bermaanfaat kususnya bagi pembaca
dan orang lain..

Dalam menyusun makalah ini kami sadar pasti terdapat kekurangan dalam penulisan
,maka dari itu kami minta maaf.

Malang, 01 meret 2011

Penyusun
Daftar Isi

Kata Pengantar………………………………………………………………………………………. V

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………. IV

Bab I : Pendahuluan………………………………………………………………………………… 1

1.1 Latar Belakang……………………………………………………….…………..… 1

1.2 Manfaat…………………………………………………………………………………. 1

Bab II : Isi…………………………………………………………………………………………………. 2

2.1 Sosiologi, Sosiologi Pedesaan, Sosiologi Pedesaan………………..2

2.2 Ruang Lingkup Sosiologi Pertanian………………………………………. 4


2.3 Pedekatan Dalam Memahami Sosiologi Pertanian………….………. 4

Bab III : Kesimpulan……………………………………………………………………………….… 6

Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………….. 7
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Sosiologi berperan penting dalam bermasyarakat karena untuk mewujudkan


interaksi dalam kehidup bermasyarakat. Dalam sosiologi terdapat sosiologi pedesaan
dan sosiologi pertanian keduanya hampri sama. ,tetapi ini hanya berlaku jika
penduduk desa terutama hidup dari pertanian saja. Semakin sedikit kehidupan
penduduk di desa ditandai oleh kegiatan pertanian, semakin pantas sosiologi pertanian
dipisahkan dari sosiologi pedesaan.

Masyarakat pedesaan selama ini kurang memperhatikan pentingnya pertanian


dalam kehidupan, karena pertanian dapat menghasilkan kebutuhn utama dalam
bertahan hidup. Sehingga sosiologi pedesaan serta sosiologi pertanian sangat penting
untuk masyarakat, kususnya masyarakat pedesaan.

1.2 MANFAAT

Kita dapat mengetahui sosiologi, sosiologi pedesaan, sosiologi pertanian serta


ruang lingkup dalam sosiologi pertanian. Dengan mempelajari sosiologi pertanian kita
juga bisa mengumpulkan secara sistimatis atau secara bermakna tentang keterangan-
keterangan mengenai masyarakat pedesaan dan masyarakat yang berprofesi sebagai
petani.
BAB II

ISI

2.1 SOSIOLOGI, SOSIOLOGI PEDESAAN, SOSIOLOGI PERTANIAN

2.1.1 SOSIOLOGI
Sosiologi berasal dari dua bahasa Latin yaitu Socius yang berarti masyarakat
sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Sehingga sosiologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang bermasyarakat sehingga tercipta lingkungan yang tentram.
Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu
mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut :

 Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat
spekulasi (menduga-duga).
 Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di
lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun
secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
 Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki,
diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
 Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah
tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

2.1.2 SOSIOLOGI PEDESAAN

Sosiologi pedesaan adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur dan proses
prosessosial yang terjadi di pedesaan. Bidang kajian ini menekankan pada masyarakat
pedesaan dan segala dinamika antara lain mencakup struktur sosial, proses sosial,
mata pencarian, pola perilaku, serta berbagai transformasi ilmu pengetahuan dan
teknologi pedesaan.

Unsur-unsur Pedesaan :
• Daerah, yaitu tanah yang produktif, lokasi, luas dan batas yang merupakan
lingkungan geografis
• Penduduk, yaitu jumlah penduduk, pertambahan penduduk, pertambahan
penduduk, persebaran penduduk dan mata pencaharian penduduk
• Tata Kehidupan, yaitu pola tata pergaulan dan ikatan ikatan pergaulan
warga desa termasuk seluk beluk kehidupan masyarakat desa

ciri ciri masyarakat desa

 Hubungan warganya sangat erat


 System kehidupan kelompok berdasarkan system kekeluargaan
 Pada umumnya hidup dari hasil pertanian
 Cara bertani belum mengenal mekanisme pertanian
 Golongan orang tua memegang peranan penting karena itu sukar
mengadakan perubahan perubahan yang nyata pada umumnya golongan
tua di golongkan pada tradisi yang kuat mereka ini di sebut pimpinan
formal
 System pengendali sosial sangat kuat sehingga perkembangan jiwa
individu sangat sukar di kembangkan
 Rasa persaudaraan yang sangat kuat sekali anatara warganya saling
mengenal dan saling menolong

tetapi di era globalisasi sekarang ini ciri ciri tersebut sudah banyak yang
mengalami perubahan dan dalam sosiologi tidak pernah mengenal kata mutlak,dalam
pelaksanaannya kita harus memperhatikan peraturan di desa. Sosiologi akan terasa
apabila sudah terjun langsung kedesa dan berada di lingkungan pedesaan bagaimana
sebenarnya menjadi orang desa akan merasakan dan meresapi dengan baik jika telah
mengalami sendiri kesederhanaan yang mereka memiliki.

2.1.3 SOSIOLOGI PERTANIAN

Sosiologi Pertanian sering disamakan dengan Sosiologi Pedesaan,tetapi ini


hanya berlaku jika penduduk desa terutama hidup dari pertanian saja. Semakin sedikit
kehidupan penduduk di desa ditandai oleh kegiatan pertanian, semakin pantas
sosiologi pertanian dipisahkan dari sosiologi pedesaan.

Sehingga sosiologi pertanian merupakan ilmu yang mempelajari tentang


pertanian sebagai mate pencarian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup
masyarakat itu sendiri.

2.2 RUANG LINGKUP SOSIOLOGI PERTANIAN

Lingkup sosiologi pertanian adalah keseluruhan penduduk yang bertani tanpa


memperhatikan jenis tempat tinggalnya. Sosiologi pedesaan lebih menggunakan
pendekatan lokasi dalam hal ini “pemukiman”. Sosiologi pertanian juga melingkup
undang-undang pertanian, organisasi sosial pertanian usaha pertanian, bentuk
organisasi pertanian, dan masalah sosial pertanian. Sebuah aspek yang sangat penting
adalah posisi sosial petani dalam masyarakat.

Situasi kehidupan manusia yang tergantung pada pertanian ditentukan


terutama oleh hubungan mereka dengan tanah , oleh hubungan pekerjaan mereka satu
dengan lainnya (tata kerja),, dan oleh sistem ekonomi dan masyarakat yang ada diatas
mereka (tata kekuasaan).

2.3 PEDEKATAN dalam MEMAHAMI SOSIOLOGI PERTANIAN

Hubungan Sosiologi Pedesaan dan Ilmu Pertanian


Kegiatan usaha pertanian yang sebagian dikembangkan dengan mendasarkan
pada perkembangan ilmu-ilmu pertanian modern untuk kasus sebagian besar berlokasi
di daerah pedesaan. Usaha pertanian yang dikembangkan di daerah perkotaan yang
umumnya dikembangkan dengan cara dan pengelolaan yang lebih modern, namun
mengingat masyarakat pertanian sebagai besar merupakan warga pedesaan maka
keterkaitan ilmu pertanian dengan sosiologi pedesaan amatlah dekat. Berdasarkan
peninjauan :

Peninjauan dari Obyek Material


Dilihat dari obyek material ilmu, maka obyek material ilmu pertanian tercakup
dalam obyek material sosiologi pedesaan karena masyarakat pertanian khususnya
kegiatan usaha taninya ada di dalam lingkungan/kawasan masyarakat pedesaan.

Peninjauan dari Pengembangan Analisis


Ilmu pertanian khususnya bidang sosial ekonomi pertanian banyak menggunakan
hasil analisis sosiologi pedesaan dan pertanian untuk menjelaskan gejala-gejala atau
kejadian-kejadian berkaitan dengan perilaku masyarakat pertanian sehubungan
diperkenalkannya hal-hal baru/inovasi di bidang usaha pertanian.
Sebaliknya sosiologi pedesaan dan pertanian banyak mendapatkan sumbangan
pemikiran dari ilmu pertanian ketika perilaku masyarakat pertanian harus dibahas dari
segi relasinya dengan alam (kondisi geografis, iklim, tanaman dan lain sebagainya).
BAB III

KESIMPULAN

Sosiologi berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Dalam sosiologi terdapat


sosiologi pedesaan dan sosiologi pertanian,serta hampir disamakan, tetapi ini hanya berlaku
jika penduduk desa terutama hidup dari pertanian saja. Semakin sedikit kehidupan penduduk
di desa ditandai oleh kegiatan pertanian, semakin pantas sosiologi pertanian dipisahkan dari
sosiologi pedesaan. Ruang lingkup sosiologi pertanian mencangkup keseluruhan penduduk
yang bertani tanpa memperhatikan jenis tempat tinggalnya. Pada intinya, sosiologi pertanian
sangat penting karena pertanian menyediakan kebutuhan dasar dalam melangsungkan hidup.
DAFTAR PUSTAKA

Anonymouse.2011. http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi/

Anonymouse.2011.http://kamaluddin86.blogspot.com/sosial-dalam-masyarakat.html/

Anonymouse.2011. http://pratamasandra.wordpress.com/pengertian-sosiologi-pedesaan/

Anonymouse.2011.http://www.google.com/sosiologi pertanian/

Anonymouse.2011. http://www.scribd.com/doc/38827338/Sosiologi-Pertanian/

Anonymouse.2011.http://www.wikipedia.org/pengertin sosiologi/