Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PRAKTIKUM KLIMATOLOGI HEAT UNIT

Oleh :

Dedi Darma Andrians 105040201111013

AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

1.1 PENGERTIAN HEAT UNIT Heat unit adalah kebutuhan panas maksimum suatu tanaman yang dapat digunakan oleh tanaman untuk pertumbuhannya secara optimal. (Esparza, 2007) Heat unit adalah jumlah panas yang harus tersedia bagi tanaman untuk optimalisasi 1pertumbuhan. (Bootsma, 1993) Heat unit atau unit panas adalah panas yang dibutuhkan oleh tanaman dalam setiap fase perkembangannya agar dapat tumbuh secara optimal. (Anonymous,2010) 1.2 PENGERTIAN SUHU KRITIS Suhu kritis ialah suhu yang merupakan batas suhu yang dibutuhkan oleh tanaman untukpertumbuhan . (Esparza, 2007) Suhu kritis merupakan batas kebutuhan suhu suatu tanaman. (Bootsma, 1993)

Suhu kritis adalah batasan suhu yang dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat hidup, jika suhu telah melewati batasn kritis maka tanaman tidak dapat hidup . (Anonymous, 2010)

1.3 MORFOLOGI TANAMAN A. Jagung Manis Tanaman jagung termasuk famili rumput-rumputan (graminae) darisubfamili myadeae. Dua famili yang berdekatan dengan jagung adalahteosinte dan tripsacum yang diduga merupakan asal dari tanaman jagung.Teosinte berasal dari Meksico dan Guatemala sebagai tumbuhan liar didaerah pertanaman jagung.  Sistem Perakaran Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar, yaitu (a) akarseminal, (b) akar adventif, dan (c) akar kait atau penyangga. Akar seminaladalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio. Pertumbuhan akarseminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah danpertumbuhan akar seminal akan berhenti pada fase V3. Akar adventif adalahakar yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil, kemudian setakar adventif berkembang dari tiap buku secara berurutan dan terus keatas antara 7-10 buku, semuanya di bawah permukaan tanah. Akar

adventifberkembang menjadi serabut akar tebal. Akar seminal hanya sedikitberperan dalam siklus hidup jagung. Akar adventif berperan dalampengambilan air dan hara. Bobot total akar jagung terdiri atas 52% akaradventif seminal dan 48% akar nodal. Akar kait atau penyangga adalah akaradventif yang muncul pada dua atau tiga buku di atas permukaan tanah.Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak danmengatasi rebah batang. Akar ini juga membantu penyerapan hara dan air.Perkembangan akar jagung (kedalaman dan penyebarannya) bergantung pada varietas, pengolahan tanah, fisik dan kimia tanah, keadaan air tanah, dan

pemupukan. Akar jagung dapat dijadikan indikator toleransi tanaman terhadap cekaman aluminium. Tanaman yang toleran aluminium, tudung akarnya terpotong dan tidak mempunyai bulu-bulu akar. Pemupukan nitrogen dengan takaran berbeda menyebabkanperbedaan perkembangan (plasticity) sistem perakaran jagung.  Batang dan Daun Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuksilindris, dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. Pada buku ruasterdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Dua tunas

teratasberkembang menjadi tongkol yang produktif. Batang memiliki tigakomponen jaringan utama, yaitu kulit (epidermis), jaringan

pembuluh(bundles vaskuler), dan pusat batang (pith). Bundles vaskuler tertata dalamlingkaran konsentris dengan kepadatan bundles yang tinggi, dan lingkaranlingkaranmenuju perikarp dekat epidermis. Kepadatan bundles berkurangbegitu mendekati pusat batang. Konsentrasi bundles vaskuler yang tinggi dibawah epidermis menyebabkan batang tahan rebah. Genotipe jagung yangmepunyai batang kuat memiliki lebih banyak lapisan jaringan sklerenkimberdinding tebal di bawah epidermis batang dan sekeliling bundles vaskuler. Terdapat variasi ketebalan kulit antargenotipe yang dapatdigunakan untuk seleksi toleransi tanaman terhadap rebah batang. Sesudah koleoptil muncul di atas permukaan tanah, daun jagung mulai terbuka. Setiap daun terdiri atas helaian daun, ligula, dan pelepah daun yang erat melekat pada batang. Jumlah daun sama dengan jumlah bukubatang. Jumlah daun umumya berkisar antara 10-18 helai, rata-rata munculnya daun yang terbuka sempurna adalah 3-4 hari setiap daun. Tanaman jagung di daerah tropis mempunyai jumlah daun relatif lebihbanyak dibanding di daerah beriklim sedang (temperate).Genotipe jagung mempunyai keragaman dalam hal panjang, lebar, tebal,sudut, dan warna pigmentasi daun. Lebar helai daun dikategorikan mulaidari sangat sempit (< 5 cm), sempit (5,1-7 cm), sedang (7,1-9 cm), lebar(9,1-11 cm), hingga sangat lebar (>11 cm). Besar sudut daun mempengaruhitipe daun. Sudut daun jagung juga beragam, mulai dari sangat kecil hinggasangat besar. Beberapa genotipe jagung memiliki antocyaninpada

helai daunnya, yang bisa terdapat pada pinggir daun atau tulang daun.Intensitas warna antocyanin pada pelepah daun bervariasi, dari sangatlemah hingga sangat kuat. Bentuk ujung daun jagung berbeda, yaitu runcing, runcing agak bulat,bulat, bulat agak tumpul, dan tumpul. Berdasarkan letak posisidaun (sudut daun) terdapat dua tipe daun jagung, yaitu tegak (erect) danmenggantung (pendant). Daun erect biasanya memiliki sudut antara kecilsampai sedang, pola helai daun bisa lurus atau bengkok. Daun pendantumumnya memiliki sudut yang lebar dan pola daun bervariasi dari lurussampai sangat bengkok. Jagung dengan tipe daun erect memiliki kanopiGambar 1. Sudut daun jagung.Sangat kecil Kecil Besar Sangat besarkecil sehingga dapat ditanam dengan populasi yang tinggi.

Kepadatantanaman yang tinggi diharapkan dapat memberikan hasil yang tinggi pula.  Bunga Jagung disebut juga tanaman berumah satu (monoeciuos) karena bungajantan dan betinanya terdapat dalam satu tanaman. Bunga betina, tongkol,muncul dari axillary apices tajuk. Bunga jantan (tassel) berkembang darititik tumbuh apikal di ujung tanaman. Pada tahap awal, kedua bunga memilikiprimordia bunga biseksual. Selama proses perkembangan,

primordial stamen pada axillary bunga tidak berkembang dan menjadi bunga betina.Demikian pula halnya primordia ginaecium pada apikal bunga, tidakberkembang dan menjadi bunga jantan. Serbuk sari (pollen)adalah trinukleat. Pollen memiliki sel vegetatif, dua gamet jantan danmengandung butiran-butiran pati. Dinding tebalnya terbentuk dari dualapisan, exine dan intin, dan cukup keras. Karena adanya perbedaanperkembangan bunga pada spikelet jantan yang terletak di atas dan bawahdan ketidaksinkronan matangnya spike, maka pollen pecah secara kontinudari tiap tassel dalam tempo seminggu atau lebih. Rambut jagung (silk) adalah pemanjangan dari saluran stylar ovary yangmatang pada tongkol. Rambut jagung tumbuh dengan panjang hingga 30,5cm atau lebih sehingga keluar dari ujung kelobot. Panjang rambut jagungbergantung pada panjang tongkol dan

kelobot.Tanaman jagung adalah protandry, di mana pada sebagian

besarvarietas, bunga jantannya muncul (anthesis) 1-3 hari sebelum rambut bungabetina muncul (silking). Serbuk sari (pollen) terlepas mulai dari spikeletyang terletak pada spike yang di tengah, 2-3 cm dari ujung malai (tassel),kemudian turun ke bawah. Satu bulir anther melepas 15-30 juta serbuk sari.Serbuk sari sangat ringan dan jatuh karena gravitasi atau tertiup anginsehingga terjadi penyerbukan silang. Dalam keadaan tercekam (stress)karena kekurangan air, keluarnya rambut tongkol kemungkinan tertunda,Gambar 2. Bentuk ujung daun jagung.Runcing Runcing agak bulat Bulat Bulat agak tumpul Tumpulsedangkan keluarnya malai tidak

terpengaruh. Interval antara keluarnyabunga betina dan bunga jantan (anthesis silking interval, ASI) adalah halyang sangat penting. ASI yang kecil menunjukkan terdapat sinkronisasipembungaan, yang berarti peluang terjadinya penyerbukan sempurnasangat besar. Semakin besar nilai ASI semakin kecil sinkronisasi pembungaandan penyerbukan terhambat sehingga menurunkan hasil. Cekaman abiotisumumnya mempengaruhi nilai ASI, seperti pada cekaman kekeringan dantemperatur tinggi.Penyerbukan pada jagung terjadi bila serbuk sari dari bunga jantanmenempel pada rambut tongkol. Hampir 95% dari persarian tersebut berasaldari serbuk sari tanaman lain, dan hanya 5% yang berasal dari serbuk saritanaman sendiri. Oleh karena itu, tanaman jagung disebut tanaman bersarisilang (cross pollinated crop), di mana sebagian besar dari serbuk sari berasaldari tanaman lain. Terlepasnya serbuk sari berlangsung 3-6 hari, bergantungpada varietas, suhu, dan kelembaban. Rambut tongkol tetap reseptif dalam3-8 hari. Serbuk sari masih tetap hidup (viable) dalam 4-16 jam sesudahterlepas (shedding). Penyerbukan selesai dalam 24-36 jam dan biji mulaiterbentuk sesudah 10-15 hari. Setelah penyerbukan, warna rambut tongkolberubah menjadi coklat dan kemudian kering.  Tongkol dan Biji Tanaman jagung mempunyai satu atau dua tongkol, tergantung varietas. Tongkol jagung diselimuti oleh daun kelobot. Tongkol jagung yang terletakpada bagian atas umumnya lebih dahulu terbentuk dan lebih besardibanding yang terletak pada bagian bawah. Se tiap tongkol terdiri atas

10-16 baris biji yang jumlahnya selalu genap.Biji jagung disebut kariopsis, dinding ovari atau perikarp menyatu dengankulit biji atau testa, membentuk dinding buah. Biji jagung terdiri atas tigabagian utama, yaitu (a) pericarp, berupa lapisan luar yang tipis, berfungsimencegah embrio dari organisme pengganggu dan kehilangan air; (b)endosperm, sebagai cadangan makanan, mencapai 75% dari bobot biji yangmengandung 90% pati dan 10% protein, mineral, minyak, dan lainnya; dan(c) embrio (lembaga), sebagai miniatur tanaman yang terdiri atas plamule,akar radikal, scutelum, dan koleo ptil.Pati endosperm tersusun dari senyawa anhidroglukosa yang sebagianbesar terdiri atas dua molekul, yaitu amilosa dan amilopektin. Namun pada beberapa jenis jagungterdapat variasi proporsi kandungan amilosa dan amilopektin. Proteinendosperm biji jagung terdiri atas beberapa fraksi, yang

berdasarkankelarutannya diklasifikasikan menjadi albumin (larut dalam air), globumin(larut dalam larutan salin), zein atau prolamin (larut dalam alcohol konsentrasi tinggi), dan glutein (larut dalam alkali). Pada sebagian besarjagung, proporsi masing-masing fraksi protein adalah albumin 3%, globulin3%, prolamin 60%, dan glutein 34% . Biji jagung manis pada saat masak keriput dan transparan. Biji yang belum masak mengandung kadar gula (water-soluble polysccharride, WSP) lebih tinggi daripada pati. Kandungan gula jagung manis 4-8 kali lebih tinggi dibanding jagung normal pada umur 18-22 hari setelah penyerbukan. Sifat ini ditentukan oleh gen sugary (su) yang resesif. ( Anonymous, 2010 )

B. Mentimun Ketimun atau mentimun merupakan suatu jenis tanaman merambat yang buahnya terutama dimakan sebagai lalap dan sayur. Tanaman ini termasuk dalam anggota suku labu-labuan. Ketimun diduga berasal dari daerah pegunungan Himalaya di India Utara. Di negeri itu, ketimun telah ditanam selama 3000 tahun. Ketimun dibudidayakan dimana-mana, baik di ladang, halaman rumah, atau di rumah kaca. Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang

terus menerus. Pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara yang tinggi, tanah subur yang gembur, dan mendapat sinar matahari penuh dengan drainase yang baik. Ketimun sebaiknya dirambatkan ke para-para dan tumbuh baik pada dataran rendah sampai 1.300 meter di atas permukaan laut. Tanaman semusim ini merayap pada tonggak atau tumbuhan lain. Ketimun mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur ketimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan. Bila menyentuh galah misalnya, sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur itu telah melekat kuat pada galah itu. Kira-kira sehari setelah sentuhan pertama sulur mulai bergelung, atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal sulur. Gelung-gelung terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang disebut titik gelung balik. Dalam 24 jam, sulur telah tergulung ketat. Batang tanaman ketimun berbulu kasar, basah, dan mempunyai panjang 0,5-2,5 meter. Daunnya merupakan daun tunggal, letaknya berseling, bertangkai panjang, dan bentuknya bulat telur lebar. Daun ini bertajuk 3-7 dengan pangkal berbentuk jantung, ujungnya runcing dan tepinya bergerigi. Panjangnya 7-18 cm, lebar 7-15 cm, dan warnanya hijau. Bunga tanaman Cucumis sativus ada yang jantan berwarna putih kekuningan dan bunga betinanya berbentuk seperti terompet yang ditutupi oleh bulu-bulu. Tanaman ketimun mempunyai buah yang bulat panjang, tumbuh menggantung, warnanya hijau, berlilin putih dan setelah tua, warnya kuning kotor. Buah ini panjangnya 10-30 cm dan bagian pangkalnya berbintil. Daging buah ketimun mengandung banyak air yang berwarna putih atau kekuningan. Di dalam buah terdapat banyak biji yang bentuknya lonjong meruncing pipih dan warnanya putih kotor. Daun dan tangkai Cucumis sativus bisa dimakan sebagai lalap mentah atau dikukus. Buahnya bisa dimakan mentah, direbus, dikukus, atau disayur. Bisa juga dibuat acar atau dimakan bersama rujak.

( Anonymous, 2010 ) 1.4 SYARAT TUMBUH A. JAGUNG MANIS Jagung ini kebanyakan ditanam di dataran rendah baik, sawah tadah hujan maupun sawah irigasi. Sebahagian terdapat juga di daerah pergunungan pada ketinggian 1000- 1800 m di atas permukaan laut.  Tanah Tanah yang dikehendaki adalah gembur dan subur, kerana tanaman jagung memerlukan aerasi dan pengairan yang baik. Jagung dapat tumbuh baik pada berbagai macam tanah. Tanah lempung berdebu adalah yang paling baik bagi pertumbuhannya. Tanah-tanah berat masih dapat ditanami jagung dengan pengerjaan tanah lebih sering selama pertumbuhannya, sehingga aerasi dalam tanah berlangsung dengan baik. Air tanah yang berlebihan dibuang melalui saluran pengairan yang dibuat diantara barisan jagung. Kemasaman tanah (pH) yang terbaik untuk jagung adalah sekittir 5,5 7,0. Tanah dengan kemiringan tidak lebih dari 8% masih dapat ditanami jagung dengan arah barisan tegak lurus terhadap miringnya tanah, dengan maksud untuk mencegah keganasan erosi yang terjadi pada waktu turun hujan besar.  Iklim Faktor-faktor iklim yang terpenting adalah jumlah dan pembagian dari sinar matahari dan curah hujan, temperatur, kelembaban dan angin. Tempat penanaman jagung harus mendapatkan sinar matahari cukup dan jangan terlindung oleh pohon-Pohonan atau bangunan. Bila tidak terdapat penyinaran dari matahari, hasilnya akan berkurang. Temperatur optimum untuk pertumbuhan jagung adalah antara 230 270 C.

( Anonymous, 2010 ) B. MENTIMUN  Iklim Ketinggian tempat : 1 m 1.000 m di atas permukaan laut Curah hujan tahunan : 800 mm 1.000 mm/tahun Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 5 bulan 7 bulan Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan) : 4 bulan 6 bulan Suhu udara : 170 C 230 C Kelembapan : sedang Penyinaran : sedang tinggi  Tanah Tekstur : lempung Drainase : baik Kedalaman air tanah : 50 cm 200 cm dari permukaan tanah Kedalaman perakaran : di atas 15 cm dari permukaan tanah Kemasaman (pH) : 5,5 6,8 Kesuburan : tinggi ( Anonymous, 2010 )

1.5 FASE PERTUMBUHAN TANAMAN A. JAGUNG MANIS FASE PERTUMBUHAN DAN PERKECAMBAHAN Secara umum jagung mempunyai pola pertumbuhan yang sama, namun interval waktu antartahap pertumbuhan dan jumlah daun yang berkembang dapat berbeda. Pertumbuhan jagung dapat dikelompokkan ke dalam tiga tahap yaitu 1. Fase perkecambahan, saat proses imbibisi air yang ditandai dengan pembengkakan biji sampai dengan sebelum munculnya daun pertama 2. Fase pertumbuhan vegetatif, yaitu fase mulai munculnya daun pertama yang terbuka sempurna sampai tasseling dan sebelum keluarnya bunga betina (silking), fase ini diidentifiksi dengan jumlah daun yang terbentuk; dan 3. Fase reproduktif, yaitu fase pertumbuhan setelah silking sampai masak fisiologis. Perkecambahan benih jagung terjadi ketika radikula muncul dari kulit biji. Benih jagung akan berkecambah jika kadar air benih pada saat di dalam tanah meningkat >30%. Proses perkecambahan benih jagung, mula-mula benih menyerap air melalui proses imbibisi dan benih membengkak yang diikuti oleh kenaikan aktivitas enzim dan respirasi yang tinggi. Perubahan awal sebagian besar adalah katabolisme pati, lemak, dan protein yang tersimpan dihidrolisis menjadi zat-zat yang mobil, gula, asam-asam lemak, dan asam amino yang dapat diangkut ke bagian embrio yang tumbuh aktif. Pada awal perkecambahan, koleoriza memanjang menembus pericarp, kemudian radikel menembus koleoriza. Setelah radikel muncul, kemudian empat akar seminal lateral juga muncul. Pada waktu yang sama atau sesaat kemudian plumule tertutupi oleh koleoptil. Koleoptil terdorong ke atas oleh pemanjangan mesokotil, yang mendorong koleoptil ke permukaan tanah.

Mesokotil berperan penting dalam pemunculan kecambah ke atas tanah. Ketika ujung koleoptil muncul ke luar permukaan tanah, pemanjangan mesokotil terhenti dan plumul muncul dari koleoptil dan menembus permukaan tanah. Benih jagung umumnya ditanam pada kedalaman 5-8 cm. Bila kelembaban tepat, pemunculan kecambah seragam dalam 4-5 hari setelah tanam. Semakin dalam lubang tanam semakin lama pemunculan kecambah ke atas permukaan tanah. Pada kondisi lingkungan yang lembab, tahap pemunculan berlangsung 4-5 hari setelah tanam, namun pada kondisi yang dingin atau kering, pemunculan tanaman dapat berlangsung hingga dua minggu setelah tanam atau lebih. Keseragaman perkecambahan sangat penting untuk mendapatkan hasil yang tinggi. Perkecambahan tidak seragam jika daya tumbuh benih rendah. Tanaman yang terlambat tumbuh akan ternaungi dan gulma lebih bersaing dengan tanaman, akibatnya tanaman yang terlambat tumbuh tidak normal dan tongkolnya relatif lebih kecil dibanding tanaman yang tumbuh lebih awal dan seragam. Fase V3-V5 (jumlah daun yang terbuka sempurna 3-5) Fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur antara 10-18 hari setelah berkecambah. Pada fase ini akar seminal sudah mulai berhenti tumbuh, akar nodul sudah mulai aktif, dan titik tumbuh di bawah permukaan tanah. Suhu tanah sangat mempengaruhi titik tumbuh. Suhu rendah akan memperlambat keluar daun, meningkatkan jumlah daun, dan menunda terbentuknya bunga jantan. Fase V6-V10 (jumlah daun terbuka sempurna 6-10) Fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur antara 18 -35 hari setelah berkecambah. Titik tumbuh sudah di atas permukaan tanah,

perkembangan akar dan penyebarannya di tanah sangat cepat, dan pemanjangan batang meningkat dengan cepat. Pada fase ini bakal bunga jantan (tassel) dan perkembangan tongkol dimulai (Lee 2007). Tanaman mulai menyerap hara dalam jumlah yang lebih banyak, karena itu pemupukan pada fase ini diperlukan untuk mencukupi kebutuhan hara bagi tanaman. Fase V11- Vn (jumlah daun terbuka sempurna 11 sampai daun terakhir 15-18) Fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur antara 33-50 hari setelah berkecambah. Tanaman tumbuh dengan cepat dan akumulasi bahan kering meningkat dengan cepat pula. Kebutuhan hara dan air relatif sangat tinggi untuk mendukung laju pertumbuhan tanaman. Tanaman sangat sensitif terhadap cekaman kekeringan dan kekurangan hara. Pada fase ini, kekeringan dan kekurangan hara sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tongkol, dan bahkan akan menurunkan jumlah biji dalam satu tongkol karena mengecilnya tongkol, yang akibatnya menurunkan hasil. Kekeringan pada fase ini juga akan memperlambat munculnya bunga betina (silking). Fase Tasseling (berbunga jantan) Fase tasseling biasanya berkisar antara 45-52 hari, ditandai oleh adanya cabang terakhir dari bunga jantan sebelum kemunculan bunga betina (silk/ rambut tongkol). Tahap VT dimulai 2-3 hari sebelum rambut tongkol muncul, di mana pada periode ini tinggi tanaman hampir mencapai maksimum dan mulai menyebarkan serbuk sari (pollen). Pada fase ini dihasilkan biomas maksimum dari bagian vegetatif tanaman, yaitu sekitar 50% dari total bobot kering tanaman, penyerapan N, P, dan K oleh tanaman masing-masing 60-70%, 50%, dan 80-90%. Fase R1 (silking)

Tahap silking diawali oleh munculnya rambut dari dalam tongkol yang terbungkus kelobot, biasanya mulai 2-3 hari setelah tasseling. Penyerbukan (polinasi) terjadi ketika serbuk sari yang dilepas oleh bunga jantan jatuh menyentuh permukaan rambut tongkol yang masih segar. Serbuk sari tersebut membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk mencapai sel telur (ovule), di mana pembuahan (fertilization) akan berlangsung membentuk bakal biji. Rambut tongkol muncul dan siap diserbuki selama 2-3 hari. Rambut tongkol tumbuh memanjang 2,5-3,8 cm/hari dan akan terus memanjang hingga diserbuki. Bakal biji hasil pembuahan tumbuh dalam suatu struktur tongkol dengan dilindungi oleh tiga bagian penting biji, yaitu glume, lemma, dan palea, serta memiliki warna putih pada bagian luar biji. Bagian dalam biji berwarna bening dan mengandung sangat sedikit cairan. Pada tahap ini, apabila biji dibelah dengan menggunakan silet, belum terlihat struktur embrio di dalamnya. Serapan N dan P sangat cepat, dan K hampir komplit. Fase R2 (blister) Fase R2 muncul sekitar 10-14 hari seletelah silking, rambut tongkol sudah kering dan berwarna gelap. Ukuran tongkol, kelobot, dan janggel hampir sempurna, biji sudah mulai nampak dan berwarna putih melepuh, pati mulai diakumulasi ke endosperm, kadar air biji sekitar 85%, dan akan menurun terus sampai panen. Fase R3 (masak susu) Fase ini terbentuk 18 -22 hari setelah silking. Pengisian biji semula dalam bentuk cairan bening, berubah seperti susu. Akumulasi pati pada setiap biji sangat cepat, warna biji sudah mulai terlihat (bergantung pada warna biji setiap varietas), dan bagian sel pada endosperm sudah terbentuk lengkap. Kekeringan pada fase R1-R3 menurunkan ukuran dan jumlah biji yang terbentuk. Kadar air biji dapat mencapai 80%.

Fase R4 (dough) Fase R4 mulai terjadi 24-28 hari setelah silking. Bagian dalam biji seperti pasta (belum mengeras). Separuh dari akumulasi bahan kering biji sudah terbentuk, dan kadar air biji menurun menjadi sekitar 70%. Cekaman kekeringan pada fase ini berpengaruh terhadap bobot biji. Fase R5 (pengerasan biji) Fase R5 akan terbentuk 35-42 hari setelah silking. Seluruh biji sudah terbentuk sempurna, embrio sudah masak, dan akumulasi bahan kering biji akan segera terhenti. Kadar air biji 55%. Fase R6 (masak fisiologis) Tanaman jagung memasuki tahap masak fisiologis 55-65 hari setelah silking. Pada tahap ini, biji-biji pada tongkol telah mencapai bobot kering maksimum. Lapisan pati yang keras pada biji telah berkembang dengan sempurna dan telah terbentuk pula lapisan absisi berwarna coklat atau kehitaman. Pembentukan lapisan hitam (black layer) berlangsung secara bertahap, dimulai dari biji pada bagian pangkal tongkol menuju ke bagian ujung tongkol. Pada varietas hibrida, tanaman yang mempunyai sifat tetap hijau (stay-green) yang tinggi, kelobot dan daun bagian atas masih berwarna hijau meskipun telah memasuki tahap masak fisiologis. Pada tahap ini kadar air biji berkisar 30-35% dengan total bobot kering dan penyerapan NPK oleh tanaman mencapai masing-masing 100%. ( Anonymous, 2010 ) B. MENTIMUN

Tanah yang telah diolah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-20 kg/ha. Setelah itu, dibuatkan bedengan dengan lebar 100 cm dan saluran air selebar 20-30 cm. Panjang bedengan tergantung keadaan musim. Jika musim hujan, bedengan dibuat lebih tinggi agar drainase dan aerasi baik, yaitu 30-40 cm. Sedangkan jika musim kemarau, bedengan hanya berukuran 20-25 cm. Syarat tumbuh dan budidaya timun gherkin sama seperti budidaya timun jepang. Yang berbeda hanya jarak tanam optimal, panen, dan ukuran buah yang dipanen. Penanaman timun gherkin berjarak tanam optimal 60 x 50 cm. Timun ini dapat dipanen sekitar 42 hari dengan ukuran buah sekitar 6-9 cm atau tergantung permintaan pembeli. Pemilihan benih dan persemaian. Benih timun jepang dan timun gherkin masih diimpor dari negeri asalnya. Sebelum benih ditanam, sebaiknya media persemaian dipersiapkan terlebih dahulu. Media persemaian itu berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 7:3. Sebagai tempat media persemaian dapat digunakan polybag atau kantung plastik transparan. Sebelum digunakan, media semai disterilkan dulu dengan Dithane/Cobox 0,2 % clan Furadan/Curater sebanyak 15 g/100 kg media. Meskipun benih dapat langsung ditanam, namun untuk mengurangi kegagalan, sebaiknya benih mendapat perlakuan sebagai berikut. 1. Benih direndam selama 15 menit. Benih yang mengapung sebaiknya dibuang. 2. Benih yang tetap tenggelam direndam kembali selama 24 jam. 3. Selanjutnya benih dipindahkan ke lipatan handuk basah selama 12 jam hingga bakal akarnya keluar. 4. Setelah bakal akarnya keluar, benih dapat langsung ditanam di tempat yang telah disiapkan. Pada musim hujan, persemaian harus diberi atap plastik transparan. Jika timun disemaikan saat musim kemarau, bedengan bisa dibuat di tempat terbuka. Namun, pada beberapa hari pertama, bedengan harus ditutup dengan daun-daun kering. Usahakan sinar matahari bisa masuk lebih kurang 35 %. Tanah persemaian disiram setiap 1 hari -2 sekali. Apabila daun keping terbuka, bibit disemprot dengan Antracol dan Cobox (fungisida), Karphos atau Hostathion (insektisida), dan Agrept (bakterisida) setiap 2 hari sekali. Dosis yang digunakan setengah dari dosis yang dianjurkan.

PENANAMAN Penanaman bibit dapat dilakukan jika bibit telah berumur 10-14 hari atau setelah memiliki dua daun. Penanaman ini tergantung pada ketinggian tempat. Penanaman dilakukan lebih cepat 2-4 hari dari setiap penurunan 200 m dpl. Bibit yang akan ditanam direndam dahulu dalam larutan Dithane 0,1 % dan diberi pupuk NPK butiran sebanyak 3-6 butir/bumbung. Pada lahan yang telah dibuat bedengan ditebarkan pupuk dasar Urea (ZA) 10 g/m2, TSP 55 g/m dan KCl 10 g/m secara merata. Selanjutnya tanah diberi Furadan atau Curater B 5 g/m ditambah Cobox atau Dithane 0,2 %. Setelah itu, penanaman dapat dimulai. Jarak tanam optimal adalah 120 x 40 cm. Fase pertumbuhan tanaman mentimun adalah 105 hari yang terdiri dari 20 hari awal, 30 hari perkembangan, 40 hari tengah, 15 hari akhir. Hari awal yang dimaksud disini adalah hari mulai tanam(berkecambah) hingga tanaman tumbuh muncul daun 3 5 helai. Kemudian hari perkembangan adalah fase dimana tanaman berkembang hingga siap untuk bersiap pembungaan. Tahap selanjutnya fase tengah adalah fase persiapan tanaman untuk pembungaan, pembungaan, dan pembuahan. Fase terakhir adalah fase perkembangan buah hingga buah siap untuk dipanen. ( Anonymous, 2010 )

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Perhitungan Heat Unit

A. Jagung Manis Fase Tengah T. No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Max 30 31.4 30.4 30.9 31.4 31.6 31.4 31.5 31.3 31.4 30.7 31.1 30.8 30.5 31.7 31.4 30 T. Min 18.8 21 18.9 19.2 18.7 19.1 18.9 19.1 18.8 19.3 19.2 19.2 18.7 19.8 19.9 19.7 19.1 T. Kritis T. Rata-rata 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 24.4 26.2 24.65 25.05 25.05 25.35 25.15 25.3 25.05 25.35 24.95 25.15 24.75 25.15 25.8 25.55 24.55 Heat Unit 17.4 19.2 17.65 18.05 18.05 18.35 18.15 18.3 18.05 18.35 17.95 18.15 17.75 18.15 18.8 18.55 17.55

18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47

30 31.7 32 30 30.5 30 27.5 31 31.6 31.5 31.3 31.3 30.3 31.5 31.3 31.5 28 31.5 31.5 31 31.5 31.5 32.5 32 31 31 27 25 29.5 29

18.8 19 20 19.6 19.2 19.1 19.3 19.2 19.7 19.1 18.4 18.7 18.6 18.6 18.9 20 20 20 20 21 20.5 22 20 20 20.5 19 18 18.5 17 17

7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7

24.4 25.35 26 24.8 24.85 24.55 23.4 25.1 25.65 25.3 24.85 25 24.45 25.05 25.1 25.75 24 25.75 25.75 26 26 26.75 26.25 26 25.75 25 22.5 21.75 23.25 23

17.4 18.35 19 17.8 17.85 17.55 16.4 18.1 18.65 18.3 17.85 18 17.45 18.05 18.1 18.75 17 18.75 18.75 19 19 19.75 19.25 19 18.75 18 15.5 14.75 16.25 16

48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Jumlah

28 28.5 30 31 31.4 31.6 31 31 30 32 32 30.5 32 33 33 33 30 30 31.4 29 31.8 29.5 30

17 18 20.5 19 19.9 19.6 18.5 20 20.5 20 20.5 20 20 21 20 18 20 21 21 20.2 21 19.6 21

7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7

22.5 23.25 25.25 25 25.65 25.6 24.75 25.5 25.25 26 26.25 25.25 26 27 26.5 25.5 25 25.5 26.2 24.6 26.4 24.55 25.5

15.5 16.25 18.25 18 18.65 18.6 17.75 18.5 18.25 19 19.25 18.25 19 20 19.5 18.5 18 18.5 19.2 17.6 19.4 17.55 18.5 1267.8

B. Mentimun Fase Tengah T. No. 1 2 Max 30 31.4 T. Min 18.8 21 T. Kritis T. Rata-rata 12 12 24.4 26.2 Heat Unit 12.4 14.2

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32

30.4 30.9 31.4 31.6 31.4 31.5 31.3 31.4 30.7 31.1 30.8 30.5 31.7 31.4 30 30 31.7 32 30 30.5 30 27.5 31 31.6 31.5 31.3 31.3 30.3 31.5 31.3

18.9 19.2 18.7 19.1 18.9 19.1 18.8 19.3 19.2 19.2 18.7 19.8 19.9 19.7 19.1 18.8 19 20 19.6 19.2 19.1 19.3 19.2 19.7 19.1 18.4 18.7 18.6 18.6 18.9

12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12

24.65 25.05 25.05 25.35 25.15 25.3 25.05 25.35 24.95 25.15 24.75 25.15 25.8 25.55 24.55 24.4 25.35 26 24.8 24.85 24.55 23.4 25.1 25.65 25.3 24.85 25 24.45 25.05 25.1

12.65 13.05 13.05 13.35 13.15 13.3 13.05 13.35 12.95 13.15 12.75 13.15 13.8 13.55 12.55 12.4 13.35 14 12.8 12.85 12.55 11.4 13.1 13.65 13.3 12.85 13 12.45 13.05 13.1

33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62

31.5 28 31.5 31.5 31 31.5 31.5 32.5 32 31 31 27 25 29.5 29 28 28.5 30 31 31.4 31.6 31 31 30 32 32 30.5 32 33 33

20 20 20 20 21 20.5 22 20 20 20.5 19 18 18.5 17 17 17 18 20.5 19 19.9 19.6 18.5 20 20.5 20 20.5 20 20 21 20

12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12

25.75 24 25.75 25.75 26 26 26.75 26.25 26 25.75 25 22.5 21.75 23.25 23 22.5 23.25 25.25 25 25.65 25.6 24.75 25.5 25.25 26 26.25 25.25 26 27 26.5

13.75 12 13.75 13.75 14 14 14.75 14.25 14 13.75 13 10.5 9.75 11.25 11 10.5 11.25 13.25 13 13.65 13.6 12.75 13.5 13.25 14 14.25 13.25 14 15 14.5

63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 Jumlah

33 30 30 31.4 29 31.8 29.5 30 30.5 29.7 32.5 33 31.5 30.7 29.5 31 30 31.2 32 33 30.6 31.5 31.9 31.3 30.8 31.4 30.9 31.2

18 20 21 21 20.2 21 19.6 21 19 20 19.6 20 18.8 18.6 21 21 21 19.9 19.9 19.2 22 19.4 19.5 19.6 18.7 19.4 19.3 19.5

12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12

25.5 25 25.5 26.2 24.6 26.4 24.55 25.5 24.75 24.85 26.05 26.5 25.15 24.65 25.25 26 25.5 25.55 25.95 26.1 26.3 25.45 25.7 25.45 24.75 25.4 25.1 25.35

13.5 13 13.5 14.2 12.6 14.4 12.55 13.5 12.75 12.85 14.05 14.5 13.15 12.65 13.25 14 13.5 13.55 13.95 14.1 14.3 13.45 13.7 13.45 12.75 13.4 13.1 13.35 1187.6

2.2 Pembahasan Heat Unit Fase Pembahasan ( +perbandingan literatur ) A. Jagung Manis Dari perhitungan hasil total heat unit pada fase tengah yang dihasilkan adalah 1267,8. Pada literatur benih jagung umumnya ditanam pada kedalaman 5-8 cm. Bila kelembaban tepat, pemunculan kecambah seragam dalam 4-5 hari setelah tanam. Semakin dalam lubang tanam semakin lama pemunculan kecambah ke atas permukaan tanah. Pada kondisi lingkungan yang lembab, tahap pemunculan berlangsung 4-5 hari setelah tanam, namun pada kondisi yang dingin atau kering, pemunculan tanaman dapat berlangsung hingga dua minggu setelah tanam atau lebih. ( Anonymous, 2010 ) B. Mentimun Dari perhitungan hasil total heat pada fase tengah yang dihasilkan adalah 1187,6. Pada literatur Fase pertumbuhan tanaman mentimun adalah 105 hari yang terdiri dari 20 hari awal, 30 hari perkembangan, 40 hari tengah, 15 hari akhir. Hari awal yang dimaksud disini adalah hari mulai tanam(berkecambah) hingga tanaman tumbuh muncul daun 3 5 helai. Kemudian hari perkembangan adalah fase dimana tanaman berkembang hingga siap untuk bersiap pembungaan. Tahap selanjutnya fase tengah adalah fase persiapan tanaman untuk pembungaan, pembungaan, dan pembuahan.

( Anonymous, 2010 )

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
y

Heat unit menggambarkan panas yang dibutuhkan oleh tanaman agar tanaman tersebut dapat tumbuh.

Suhu kritis adalah suhu tertinggi dimana gas masih dapat dimampatkan menjadi cair.

y y

Heat unit total jagung manis pada fase tengah adalah 1267.8 Heat unit total mentimun pada fase tengah adalah 1187.6

3.2 Saran Untuk contoh data pada print slide lebih di perjelas lagi agar praktikan dapat mengerjakan laporan dengan baik dan lebih mengerti dari yang telah di jelaskan oleh asisten praktikum. Tetapi praktikum sudah berjalan lancar. Lanjutkan dan Terima Kasih.

DAFTAR PUSTAKA

Brown, DM,Boostma,A.1993Crop heat units for corn and other warm-seosen crops in ontario.Ontario ministry of Agricultur and food factsheet, no agdex 111/13,4pp Anonymous, 2010. Pengertian heat unit.

http://blog.ub.ac.id/aryphabanda/author/aryphhermanto/ diakses pada tanggal 9 Desember 2010 Anonymous, 2010. suhu kritis. http//:www. wikipedia.org. diakses pada tanggal 9 Desember 2010 Anonymous, 2010. Morfologi Jagung manis. http://id.wikipedia.org/wiki/Jagung Anonymous,2010.Fase manis.http://balitsereal.litbang.deptan.go.id/ind/bjagung/empat.pdf. pada tanggal 9 Desember 2010 jagung diakses