Perubahan Pola Curah Hujan dan Dampaknya Terhadap Periode Masa Tanam Rainfall Pattern Change and Its

Impact on Length of Growing Period E. RUNTUNUWU1 DAN H. SYAHBUDDIN2 ABSTRAK Informasi mengenai dampak perubahan iklim global terhadap sektor pertanian sangat diperlukan untuk perencanaan strategi adaptasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola hujan (rainfall pattern), serta dampaknya terhadap periode masa tanam. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan selama periode 1879-2006 dari Stasiun Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Pola hujan dianalisis dengan menggunakan metode Oldeman, yang sekaligus dapat menghitung periode masa tanam. Pola hujan telah ditentukan berdasarkan tahun basah, tahun normal, tahun kering pada masing-masing periode tiga puluh tahunan: 1879-1910, 1911-1940, 1941-1970, dan 1971-2006. Hasil studi menunjuk-kan bahwa telah terjadi perubahan pola hujan selama periode 128 tahun di Tasikmalaya, dengan rincian sebagai berikut: pada tahun basah pola hujan tetap A, tetapi bulan basah berkurang dua bulan; pada tahun normal, pola hujan berubah dari B1 menjadi B2, dan pada tahun kering dari C2 menjadi D3. Terjadinya perubahan pola hujan tersebut telah mengakibatkan penurunan periode masa tanam. Pada tahun basah, lahan yang awalnya dapat ditanami padi tiga kali, telah berkurang menjadi dua kali setahun. Pada tahun normal, terutama pada masa tanam yang kedua perlu teknologi irigasi untuk tetap mempertahankan periode tanam dua kali setahun. Pada tahun kering, pengaruhnya lebih serius lagi, karena yang pada awalnya dapat ditanami padi sekali setahun, menjadi tidak mungkin. Implikasi hasil penelitian ini terhadap pertanian, bahwa kegiatan adaptasi perlu dilakukan untuk mengurangi dampak negatif, bahkan sekaligus juga berusaha mencari manfaat dari perubahan tersebut. Kata kunci : Perubahan iklim, Pola hujan, Periode masa tanam

ABSTRACT Information of global climate change impact on agriculture sector is needed for planning agricultural adaptation strategy. The objective of the study was to analyze the climate change in Indonesia, especially rainfall pattern change, and its impact on the length of growing period. The data used for analysis was collected during a period of 1879-2006 from Manonjaya station in Tasikmalaya District, West Java Province. The rainfall pattern was analyzed using Oldeman method, which is used to compute the length of growing

The result of this research showed that the rainfall pattern had been changed over the past 128 years.0002 M CaCl2). and 1971-2006. C-organik (Kjeldahl). the rainfall pattern has changed from B1 to B2. due to the impact of dry spell. i. dan Fe juga perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan K tanah. Untuk meningkatkan efisiensi pupuk K. NH4. but the wet month has decreased about two months. Kata kunci : Sifat tanah.95) terhadap peubah ketersediaan K tanah. especially for enduring of the second growth period. dan KTK (NH4OAc). During normal year. NURSYAMSI1. IDRIS2. 19411970. Karakteristik tanah yang dianalisis meliputi tekstur 3 fraksi (pipet). mineral fraksi liat (X-Ray Diffraction). The length of growing period was becoming shorter due to this changes. Smektit berkontribusi nyata (P > 0. Ktdd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Kl. on normal year. the type of rainfall pattern has no changed.e. DAN A. three times cropping has changed to twice a year. S.95) terhadap muatan negatif tanah sehingga memegang peranan penting dalam mengendalikan daya sangga dan jerapan maksimum K tanah. dan Kt (HNO3+HClO4). RACHIM3. tanaman yang dapat menghasilkan eksudat asam organik tinggi dapat dikembangkan di tanah-tanah yang didominasi smektit. normal year. with the following descriptions: on the wet year. Keywords : Climate change. SABIHAM3. The study provides insight into a strategy to adapt agriculture to climate change and to gain benefit of its change for suitable agriculture practices. Kdd (NH4OAc). During wet year. the irrigation technology was necessary due to expand of water storage. Liat. Rainfall pattern.. Balai Penelitian Tanah. Proporsi bentuk K dari rendah ke tinggi di ketiga tanah yang diteliti mempunyai urutan yang sama. Kdd. and on dry year. dan KTK tanah umumnya berpengaruh nyata (P > 0. K. Sementara itu konstanta energi ikatan tanah Vertisols hampir sama dengan Alfisols dan sekitar dua kali lipat tanah Inceptisols. once crop a year will not be possible. and dry year for each period of 1879-1910. Length of growing period Sifat-Sifat Tanah Dominan yang Berpengaruh Terhadap K Tersedia pada TanahTanah yang Didominasi Smektit Dominant Soil Characteristics that Effect on Available K at Smectitic Soils D.period. it was from C2 to D3. Tanah yang didominasi smektit . dan Kt tanah dari tinggi ke rendah berturut-turut adalah Vertisols > Alfisols > Inceptisols. fraksionasi K: Kl ( 0.A. D. SOFYAN4 ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari sifat-sifat tanah dominan yang berpengaruh terhadap K tersedia pada tanah-tanah yang didominasi mineral liat smektit telah dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Uji Tanah. Selain itu penambahan kation Na. Rainfall pattern was determined based on three types of rainfall characteristic. serta jerapan K tanah. yaitu: Kl Inceptisols. wet year. 1911-1940. Ketersediaan K. During the dry year. C-organik.

dan 2) dicampur/diinkorporasi. flemingia. Faktor pertama adalah cara pemberian bahan organik: 1) disebar di permukaan tanah. however. Smectitic soils Perubahan Fraksi Bahan Organik Tanah Akibat Perbedaan Cara Pemberian dan Sumber Bahan Organik pada Ultisols Jasinga Changes of Soil Organic Matter Fraction on Ultisols Jasinga by Soil Tillage and Organic Matter Practices N. DAN G. and CEC affected the availability of soil K significantly (P > 0. P-tersedia. HARIDJAJA2.L. and CEC (NH4OAc). Bogor pada bulan Januari-Mei 2003. khususnya fraksi labil sehingga memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap sifat-sifat tanah. dan 2) mengetahui hubungan perubahan kadar bahan organik dalam bentuk Corganik. DJAJAKIRANA2 ABSTRAK Sumber bahan organik berupa mukuna. K fractionation: soil soluble-K (0. and total-K was in order of Vertisols > Alfisols > Inceptisols. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. The soil characteristics that has been analised were soil texture (pipette). Smectite contributed significantly (P > 0. O. terutama nisbah C/N. selulosa dan nisbah lignin/selulosa. KURNIA1. dan N-total.95) to soil negative charge so that it held an important role in controlling soil K buffering capacity and maximum sorption. Penelitian ini bertujuan: 1) memahami pengaruh sumber bahan organik dengan kualitas berbeda yang diberikan dengan cara berbeda terhadap fraksi-fraksi bahan organik.0002 M CaCl2). plant species that can produce organic acid exudated from roots in high quantity can be developed in smectitic soils. organic-C (Kjeldahl). Faktor kedua adalah sumber bahan . organic-C. U. Perbedaan kualitas bahan organik menentukan perubahan kadar bahan organik dalam tanah. and potassium sorption. Soil clay.ABSTRACT Research aimed to study dominant soil characteristics that effect on available K of smectitic soils were conducted in Laboratory of Research and Soil Test. was in order of soluble-K Inceptisols. mineralogical analyses of clay fraction (X-Ray Diffraction). Keywords : Soil characteristics.95). NH4. permeabilitas tanah lapisan atas. indeks stabilitas agregat. and Fe cations need also to be considered for K management in the soils as well. and total-K (HNO3+HClO4). porositas. was similar with that of Alfisols but it was about twice with that of Inceptisols. NURIDA1. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. K-tersedia. particulate organic matter (POM) dan biomassa mikroorganisme (Cmic) dengan indikator kualitas tanah berupa berat isi. dengan tiga ulangan. exchangeable. kandungan lignin. K availability. ARSYAD3. SUDARSONO3. The bond energy constant of Vertisols. The percentage of soil K fraction of the soils. The results showed that the content of soil soluble. Indonesian Soil Research Institute. dan sisa tanaman mempunyai kualitas berbeda. The use of Na. To increase the efficiency of K fertilizer. S. however. non-exchangeable. exchangeable-K (NH4OAc).

. Cmic and Cmic/Corg. and maize residue. but have negative correlation with RPT.. Cmic has positive correlation with available P. Cara pemberian. The first factor was the method of organic matters application: 1) mulch on soil surface and 2) incorporated with soils. dan sisa tanaman jagung.. PDC. and Flemingia sp. Flemingia sp. from January to May 2003. dan Flemingia sp. 2) Flemingia sp. Sumber bahan organik. Perubahan pada fraksi labil (Cmic dan POMt) mudah dideteksi dalam waktu singkat sehingga perubahan sifat fisik dan ketersediaan unsur hara makro tersebut lebih mudah diduga. Bila bahan organik dicampur dengan tanah.. The changes of soil qualities caused by short term organic matter application could be seen from the changes of labile fraction of organic matter.. When organic matter was incorporated.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian bahan organik dengan cara dicampur. Bogor. and maize residue. thus the changes of physical characteristics and the availability of macro nutrients is easy to be predicted. dan N-total. i. The aims of this research were to study: 1) the effects of various sources and quality of organic matters on soil organic fraction. 6) mixture of Mucuna sp. and 2) the relationships between the changes of particulate organic matter and C-microbes (POM and Cmic) and soil quality indicators. Cmic berkorelasi positif dengan kadar P-tersedia. Kata kunci : Fraksi bahan organik tanah. 4) campuran Mucuna sp.e: 1) Mucuna sp. The second factor was the sources of organic matters (dosage in equvalent with 2% organic C). Such difference determines soil organic matter content especially labile fraction that could effect on soil properties. nisbah C/N dan kadar lignin bahan organik berkorelasi positif dengan C-organik. POMt dan POMt/Corg berkorelasi positif dengan berat isi. Bila bahan organik disebar di permukaan tanah. The changes on labile fraction (Cmic and POMt) was easy to be detected in short period. namun berkorelasi negatif dengan POMp. POMt and POMt/Corg have positive correlation with bulk density. Flemingia sp. cellulose and nutrients contents). Keywords : Soil organic matter fraction.. Flemingia sp. The factorial completely randomized design was used with three replications.. and total-N. dan sisa tanaman jagung. Method of organic . and maize residue. Ultisols ABSTRACT In situ organic matters.organik (takaran setara C-organik 2%) yaitu: 1) Mucuna sp. PDC. 5) mixture of Flemingia sp. dan sisa tanaman jagung. 4) mixture of Mucuna sp.. such as Mucuna sp. tetapi berkorelasi negatif dengan RPT.. Cmic dan Cmic/ Corg.. The results showed that on organic matter application with incorporated method. and plant residues differ in quality (in terms of lignin. 6) campuran Mucuna sp. 3) maize residue. When organic matter was spreaded on the soil surface. C/N ratio and lignin content of organic matter have positive correlation with organic C. Perubahan kualitas tanah akibat pemberian bahan organik dalam jangka pendek dapat dilihat dari perubahan fraksi bahan organik labil. dan 7) campuran Mucuna sp. available K. Ktersedia. 3) sisa tanaman jagung. The experiments were conducted in greenhouse of the Center for Soil and Agroclimate Research and Development. 2) Flemingia sp. but have negative correlation with POMp. 5) campuran Flemingia sp. Organic matter sources.. and 7) mixture of Mucuna sp..

Tanaman kedelai ABSTRACT Intensive selection of selected 15 isolates on N2-fixing activities and auxin production to diazotroph endophytic bacteria showed that five isolates were superior. DAN E.4843 ?mol jam-1 kultur-1). yaitu KACP12 (0.3026 ?mol hour-1 culture-1). KACP13 (0. KACP32 (0. Endofit. Inoculated five superior isolates into soybean seeds in vermiculite media showed that soybean plant inoculated by KAMG2 has the highest nitrogenase specific activity compared to others and control.54 ? 1. KACP32 (0. YUNIARTI2 ABSTRAK Dari hasil seleksi intensif 15 isolat terpilih bakteri diazotrof endofit asal tanaman kedelai terhadap kemampuannya menambat N2 dan menghasilkan auksin didapatkan lima isolat terpilih. Namun inokulasi bakteri diazotrof endofit KACM dan KACP32 tanaman kedelai meningkatkan serapan N tanaman kedelai lebih tinggi.2 ?mol hour1 plant-1. R. KACP21 (0. Although this research has conducted within the early stage of soybean plant growth. that is KACP12 (0.4592 ?mol jam-1 kultur-1). Ultisols Peningkatan Serapan N pada Kedelai yang Diinokulasi Bakteri Diazotrof Endofit di Medium Vermiculit Increasing of N-uptake by Inoculation of Diazotroph Endophytic Bacteria in Vermiculite Media DWI N.matter application. SARASWATI2. Soybean plant Analisis Perubahan Kualitas Lingkungan Daerah Aliran Sungai Citarum Jawa Barat dan Pengaruhnya Terhadap Biaya Produksi PLTA dan PDAM .4843 ?mol hour-1 culture-1).3131 ?mol hour-1 culture-1).54 ? 1.2569 ?mol hour-1 culture-1). Meskipun penelitian ini masih pada fase awal pertumbuhan tanaman kedelai. However inoculation with KACM and KACP32 showed higher N-uptake of soybean plant. SUSILOWATI1.D. Keywords : Diazotroph. KACP13 (0. dan KAMG2 (0. Endophytic. and KAMG2 (0. R. Inokulasi lima isolat terpilih pada benih kedelai di medium vermiculit menunjukkan bahwa tanaman kedelai yang diinokulasi KAMG2 memiliki aktivitas spesifik nitrogenase tertinggi yaitu 2.3131 ?mol jam-1 kultur-1). HASTUTI2. Kata kunci : Diazotrof. that is 2.3026 ?mol jam-1 kultur-1.2569 ?mol jam-1 kultur-1). it is obvious that inoculated diazotroph endophytic bacteria in vermiculite media seem to be a good method to introduce selected strain envisaging growth promoting and nitrogen fixation. ternyata inokulasi bakteri diazotrof endofit pada tanaman kedelai di media vermiculit tampaknya dapat menjadi metode yang bagus untuk mengintroduksikan strain-strain terpilih yang dapat memacu pertumbuhan dan penambatan N2.4592 ?mol hour-1 culture-1). KACP21 (0.2 ?mol jam-1 tanaman-1 dibandingkan lainnya dan kontrol (tanpa inokulasi).

Sub DAS Cirata. B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 1992-2003 telah terjadi penurunan tutupan lahan hutan (pohon) dengan laju 2.m-3 (PDAM Purwakarta) dan Rp 821. .m-3 (PDAM DKI Jakarta). dan sedimentasi. b) model GR4J untuk menduga debit. volume air.44 miliar (Rp 9. Aktor-aktor ekonomi yang menjadi objek penelitian adalah PLTA Saguling. yang tumbuh 9. Penurunan luas tutupan lahan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan pembukaan lahan untuk memenuhi kebutuhan pemukiman dan sarana sosial lainnya.20% (275. Cirata.(Studi Kasus PLTA Saguling. Penelitian dilakukan selama tahun 2006 di DAS Citarum Wilayah Hulu yang meliputi Sub DAS Saguling. Metode dan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a) supervised classification analysis untuk mengetahui perubahan tutupan lahan. peningkatan laju sedimentasi rata-rata 10.81% (2. dan penurunan kualitas kimiawi air di Sungai Citarum.m-3 air yang digunakan PLTA). peningkatan rasio Q max-min 5. dan PLTA Jatiluhur serta PDAM Purwakarta (Tirta Dharma) dan PDAM DKI Jakarta (PT. perubahan karakteristik hidrologis dan pengaruhnya terhadap nilai ekonomi sumberdaya air bagi pengguna jasa lingkungan (PLTA dan PDAM).86 juta m3 (total tiga waduk) setiap tahun yang membahayakan terutama Waduk Saguling dan Cirata. and Jatiluhur Hydroelectric Power Plans and Purwakarta and Jakarta Drinking Water Companies) R...404.2 ha) per tahun.23% (3.804. Perubahan tutupan lahan tersebut menyebabkan perubahan pada karakteristik hidrologis DAS Citarum Wilayah Hulu berupa penurunan debit air masuk lokal (DAML) dengan laju 1. SRI SAENI3. SANIM2.48.14 m3 dt-1) dan volume air masuk lokal (VAML) dan 4.26 juta m3). Thames Jaya) di DAS Citarum Wilayah Hilir sebagai pengguna jasa lingkungan (sumberdaya air) DAS Citarum. DAN R.237 ha.94). dan c) analisis kimia air dan replacement cost sebagai teknik valuasi ekonomi jasa lingkungan bagi pengguna.MWh-1 energi listrik atau Rp 3. Perubahan tutupan lahan dan karakteristik hidrologis tersebut telah menyebabkan kerugian ekonomi (œkeuntungan yang hilang) bagi PLTA dan PDAM.29. PLTA Jatiluhur. PLTA Cirata. sedangkan bagi PDAM adalah Rp 212.5 ha) per tahun.538.43.49% (3. M. Besarnya keuntungan yang hilang akibat penurunan kualitas lingkungan DAS Citarum Wilayah Hulu bagi PLTA adalah sebesar Rp 43.99% (rata-rata 131. Berkaitan dengan besarnya kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh penurunan kualitas lingkungan DAS Citarum Wilayah Hulu terhadap PLTA dan PDAM maka upaya pengendalian pemanfaatan (tataguna) lahan dan tindakan-tindakan konservasi sangat diperlukan dengan tetap mempertahankan luas minimal hutan. PDAM Purwakarta. dan Sub DAS Jatiluhur dengan luas 486. “Keuntungan yang hilang“ tersebut dapat digunakan sebagai investasi lingkungan untuk perbaikan kualitas lingkungan (replacement cost) di DAS Citarum Wilayah Hulu.. BOER4 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan tutupan lahan. TAMPUBOLON1.20 juta m3-12. dan PDAM DKI Jakarta) Analysis of Environmental Quality Changes of Citarum Watershed of West Java and their Effects on Operational Costs of Hydroelectric Power Plans and the Regional Drinking Water Companies (Case Study at Saguling. PLTA Cirata.

m-3 (Purwakarta DWC) and Rp 821. there has been a reduction of forest (tree) area at the rate of 2. the increasing ratio of Qmax/Qmin as high as 5.237 ha.23% (3. Valuasi ekonomi ABSTRACT The objectives of this research were to analyze land cover changes. The results showed that during the 1992 to 2002 period. Watershed. Economic valuation Transformasi Nitrogen dalam Tanah Tergenang : Aplikasi Jerami Padi dan Kompos Jerami Padi serta Pengaruhnya Terhadap Serapan Nitrogen dan Aktivitas Penambatan N2di Daerah Perakaran Tanaman Padi .404.. DWC).81% (2. DWC).2 ha) annually.20 to 12. and their effects on the economic value of water resources for environmental services beneficiaries (Hydroelectric Power Plan. This research was conducted from January to December 2006 in the upper Citarum watershed.26 million m3). hydrological characteristics changes. Jasa lingkungan. b) GR4J model to predict water discharge. Keywords : Landuse change and forestry.48 m-3 (Jakarta DWC) respectively. the efforts for controlling landuse allocation and soil conservation seem very necessarily. the increasing of sediment yield as high as 10. Cirata HEPP. Hydrology. and Jatiluhur catchments. The economic actors under this study are Saguling HEPP. Cirata. HEPP and Drinking Water Companies. as well as the decreasing of chemical water quality of Citarum River. Landuse and hydrological characteristics changes has caused an economic loss (opportunity cost) among the HEPPs and DWCs. Based on significant economic loss caused by environmental degradation of the upper Citarum watershed on HEPP and DWC.29 m-3 water used by HEPP).5 ha) annually.MWh-1 electricity or Rp 3.43.Kata kunci : Perubahan tataguna lahan dan hutan. The reduction of forest area was mainly caused by increasing of land clearing for settlement and other infrastructure which grew at the rate of 9. and c) water chemical analysis and replacement cost method for economic valuation of environmental services among the beneficiaries (HEPP.20% (275. The methodology and analysis technique used in this research were : a) supervised classification analysis to find out land cover changes. with total area of 486. by assigning permanent forest cover area. especially for Saguling and Cirata dams.538.99% (at the average of 131.86 million m3 annually (for the three dams) which is very dangerous.44 billion (equivalent with Rp 9. The amount as reflected by opportunity cost could be used as environmental investment for improving environmental quality (replacement cost) in the upper Citarum watershed. and Jatiluhur HEPP as well as Tirta Dharma DWC (Purwakarta) and PT Thames Jaya DWC (Jakarta) which are located downstream of Citarum watershed as the beneficiaries of environmental services of Citarum watershed.804. Environmental services. and sedimentation. The amount of the opportunity cost due to environmental degradation of upper Citarum watershed suffered by the HEPPs was as high as Rp 43.49% (3. covering the Saguling.94). water volume. Whereas economic lost suffered by DWC were Rp 212.14 m3 sec-1) and the volume of local water input as high as 4. This landuse change has influenced on hydrological characteristics of the upper Citarum watershed as shown by the reduction of local water discharge as high as 1.. Hidrologi. Daerah aliran sungai.

Fakultas Pertanian. kompos jerami padi 4 bulan. After 21 days of incubation period. The experiments were conducted at the laboratory and in the greenhouse of Soil Department.H. L. INDRIYATI1. Percobaan inkubasi dilakukan di laboratorium pada suhu ruang selama 120 hari untuk mengamati ketersediaan N-NH4+ dalam tanah tergenang yang diberi jerami padi. is needed for most efficient use of soil and organic materials N for aiding in the selection of N management practices for sustainable agriculture.and 8-month-compost of rice straw showed that N mineralization rate was lower and the N availability was lower than . serapan N dan efisiensi penggunaan N oleh tanaman padi. jumlah anakan padi. better understanding of N transformation in flooded soils. terutama transformasi N yang berasal dari bahan organik yang diberikan ke dalam tanah menjadi N tersedia bagi tanaman dan bentukbentuk gas nitrogen yang hilang melalui proses denitrifikasi. DAN W. R. the rice straw amended soils showed that N-NH4+ release was higher than the other treatments.T. Incubation experiment was conducted at room temperature for 120 days to observe the availability of N-NH4+ in soil amended rice straw or rice straw composts and its combination with urea. SABIHAM2. particularly the microbial transformation of N-organic amendments to plant-available N. Pengaruh jerami padi terhadap parameter-parameter yang diamati jauh lebih baik dibandingkan dengan kompos jerami padi. DARUSMAN3. S. Bogor Agricultural University. Bahan organik. Kompos jerami padi 4 dan 8 bulan memperlihatkan laju mineralisasi N dan ketersediaan N yang rendah daripada jerami padi. Hasil percobaan pot di rumah kaca menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan pemberian jerami padi tidak berbeda dengan perlakuan urea dalam hal bobot kering tanaman padi. Oleh karena itu. Jerami padi ABSTRACT The use of organic materials aimed in reducing the dependence on inputs such as chemical fertilizers can contribute to sustainability and improving the low N fertilizer efficiency of rice plants in paddy soils. SISWORO4 ABSTRAK Penggunaan bahan organik yang ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia diharapkan akan dapat meningkatkan efisiensi N pupuk yang rendah pada tanaman padi sawah. Tetapi pemberian jerami padi ke dalam tanah mendorong aktivitas enzim nitrogenase yang lebih tinggi daripada pemberian kompos jerami padi. Setelah 21 hari dari masa inkubasi. SITUMORANG2. diperlukan pemahaman yang lebih baik tentang transformasi N dalam tanah tergenang. The 4-month.Nitrogen Transformation in Flooded Soil : Application of Rice Straw and Rice Straw Compostsand Its Effect on Nitrogen Uptake and Acetylene Reduction Activity in Rice Plant Rhizosphere L. tanah yang diberi jerami padi menunjukkan pelepasan N-NH4+ yang lebih besar dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Institut Pertanian Bogor. Faculty of Agriculture. Kata kunci : Transformasi N. kompos jerami padi 8 bulan. Therefore. SUDARSONO2.K. dan kombinasi masing-masing dengan urea. Percobaan dilakukan di laboratorium dan rumah kaca Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan.

Lokasi penelitian adalah DAS Separi. Unit hidrograf. LUTHFUL HAKIM1. yaitu : 1) pengumpulan data. Kutai Kartanegara.rice straw. Keywords : N transformation. The effect of rice straw on observed parameters were much better than its composts. 1. Rice straw Pengaruh Tekstur Tanah Terhadap Karakteristik Unit Hidrograf dan Model Pendugaan Banjir (Studi Kasus di DAS Separi. and recovery N efficiency. dan 3) menentukan komposisi luas penggunaan lahan secara optimal dalam rangka penanggulangan banjir. dan 4) penerapan model. Organic materials. however.5% persawahan. IRIANTO4 ABSTRAK Penelitian mengenai pengaruh tekstur tanah terhadap karakteristik unit hidrograf dan model pendugaan banjir pada daerah aliran sungai (DAS) di Kalimantan Timur perlu dilakukan karena intensitas dan luasan daerah banjir semakin meningkat. 0. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh tekstur tanah terhadap karakteristik unit hidrograf. Analisis optimasi luas penggunaan lahan berkenaan dengan menurunnya debit puncak dan memperlambat waktu menuju debit puncak menunjukkan bahwa luas penggunaan lahan di DAS Separi adalah 54% hutan. Kata kunci : Tekstur tanah. HARIDJAJA2. East Kalimantan) M. O. promoted the activity of nitrogenase enzyme higher than rice straw composts.9% kebun/ladang. 42% semak belukar. Metode penelitian didasarkan pada beberapa tahapan. Model pendugaan banjir didasarkan pada: 1) pemodelan fungsi produksi dan 2) pemodelan fungsi transfer. dan 1. DAN G. Waktu penelitian lapangan adalah bulan Januari-Juni 2006. The application of rice straw. Provinsi Kalimantan Timur pada koordinat 00003-00038 LS dan 117008-117031 BT. The results of pot experiment in greenhouse revealed that the added rice straw was comparable with urea in its effect on the increase of dry matter weight of rice plants. 2) pengembangan model pendugaan banjir. Kutai Kartanegara. Pendugaan banjir. dimana tanah bertekstur lempung memiliki debit puncak yang lebih tinggi dibandingkan pada tanah bertekstur pasir dan liat. 3) uji akurasi model. sedangkan untuk waktu menuju debit puncak dimana tanah bertekstur liat memiliki waktu menuju debit puncak yang lebih cepat dibandingkan dengan tanah bertekstur lempung dan pasir.12% pemukiman. number of tillers. Kalimantan Timur) Effects of Soil Texture on Characteristics of Hydrograph Unit and Modelling Flood Prediction(Case Study in Separi Watershed. serta pengelolaan DAS Separi. Pendugaan banjir (debit puncak dan waktu menuju debit puncak) berbasis karakteristik lahan dan geomorfologi DAS mampu mensimulasi debit puncak dan waktu menuju debit puncak dengan hasil tidak berbeda dengan pengukuran.99% tambang batubara. Kabupaten Kutai Kartanegara. Hasil analisis menunjukkan tekstur tanah berpengaruh terhadap debit puncak dan waktu menuju debit puncak. 2) menyusun model pendugaan banjir (debit puncak dan waktu menuju debit puncak) di DAS Separi. N uptake of rice. Daerah aliran sungai . SUDARSONO3. 0.

3) model accuration testing. The methodology of the research based on several steps. Analysis of optimum composition landuse with decreasing peak discharge and time to peak discharge indicated that compositions of landuse in Separi watershed are 54% for forest area. and 3) to determine an optimal landuse area composition in line with flood and Separi watershed management.12% for urban. The result showed that soil texture has an effect towards peak discharge and time to peak discharge.5% for paddy field. : 1) data collecting. and 4) model application. Flood prediction (peak discharge and time to peak discharge) based on land characteristics and watershed geomorphology was able to simulate peak discharge and time to peak discharge. 1. 2) to develop flood prediction models (peak discharge and time to peak discharge) of Separi watershed. whereas time to peak discharge of soil with clay texture is higher than soil with loam and sand texture. e. because intensity and area of flood progressively increased. Flood prediction. Watershed . The location of research site is on Separi watershed in Kutai Kartanegara. The objectives of this research are : 1) to study the effects of soil texture on the characteristic of hydrograph unit. 42% for shrubs/ underbrush. The model of flood prediction based on: 1) modelling of production function and 2) modelling of transfer function. Hydrograph unit. Keywords : Soil texture.ABSTRACT A Research on effects of soil texture on hydrograph unit characteristic and flood prediction modelling in East Kalimantan need to be developed. 0.99% for coal-mining.9% for farm/garden. which has no different result compared with result from measurement. East Kalimantan at 00003-00038 S and 117008-117031 E coordinate position. 0. Soil with loam texture has peak discharge higher than soil with sand and clay texture.i. 2) flood prediction models develop-ment. Field research has been conducted from January to June 2006. and 1.