Anda di halaman 1dari 52

COST BENEFIT

ANALYSIS
(CBA)

Digunakan utk memilih suatu program


dari berbagai program yg ada
Cara/metode : membandingkan manfaat
(benefit) dg biaya (cost) yg dibutuhkan
dari setiap program
Hanya menekankan pd faktor ekonomi
saja (nilai uang)
Sbg alat bantu dlm pengambilan keputusan
: perencanaan & evaluasi
Pilih program yg paling menguntungkan :
Ratio B/C > 1

Benefit (manfaat)
Seluruh keuntungan yg didpt akibat
berhasilnya suatu program ditambah
seluruh biaya yg dpt dihemat akibat
terlaksananya program
Benefit : langsung & tdk langsung

Cost (biaya)
Seluruh biaya (total cost) yg dibutuhkan
utk pelaksanaan program, termasuk seluruh
hilangnya kesempatan yg tdk jadi
diperoleh akibat adanya program
Cost bersifat jangka panjang : > 1 th

Tahapan Menghitung CBA


1. Identifikasi unsur benefit dan cost
2. Beri nilai setiap unsur benefit dan cost
sesuai dg besarnya nilai nominal
3. Hitung nilai sekarang (present value)
dari benefit & cost
Bt
PV (B) =
(1 + I )

Ct
t

PV (C) =

t
(1 + I )

4. Hitung ratio benefit - cost

Ratio B/C =

t=1
n

t=1

Bt
t
(1 + i)

Ct
t
(1 + i)

5. Bandingkan ratio B/C dr masing-2

program
6. Pilih ratio yg terbesar ratio B/C
paling menguntungkan

CONTOH
Rumah Sakit Husada mempunyai keinginan
untuk berinvestasi di bidang pelayanan
spesialis jantung atau pengembangan
ruang inap VIP. Data untuk kedua
program tersebut adalah sebagai berikut
(asuransi tingkat inflasi = 11 %, jangka
waktu analisis 10 tahun) :

A. Pendirian poli spesialis jantung

Bangunan, tanah dan seluruh fasilitas Rp.


1.000.000.000, Biaya operasional tetapnya adalah Rp.
10.000.000,-/tahun, biaya variabel sebesar
Rp. 7.500,-/pasien
Tarif per pasien 20.000,- dan selalu
meningkat sebesar Rp. 5.000,- setiap dua
tahunnya (pada tahun I belum ada pasien krn
belum beroperasi, tahun II jumlah pasien
1.500)
Pendapatan lain-lain sebesar 20 % dari total
pendapatan

B. Pengembangan ruang VIP

Bangunan, tanah dan seluruh fasilitas Rp.


500.000.000,- per kamar dan direncanakan
membangun 5 kamar
Biaya operasional tetapnya sebesar Rp. 5.000.000,per tahun
Biaya operasional variabel sebesar Rp. 25.000,- per
pasien per hari
Tarif ruang VIP sebesar Rp. 500.000,- per pasien
per hari
BOR pada tahun ke-2 = 50 %, tahun ke-3 = 60 %,
tahun ke-4 = 70 %, tahun ke-5 = 75 %, tahun ke-6 =
75 %

Fee institusi dari dokter spesialis sebesar 20


% dari tarif visite (Rp. 50.000,-) per pasien
per hari
Pendapatan lain-lain sebesar 20 % dari total
pendapatan
Pihak Rumah Sakit meminta saudara melakukan
analisis CBA dan memberikan rekomendasi
pada pihak rumah sakit

Program A :
Pendirian poli spesialis jantung
1. Tahun I
Cost : biaya bangunan, tanah
dan seluruh fasilitas
Benefit : -

Rp. 1.000.000.000,-

Tahun II
Cost :
Biaya operasional tetap
Biaya variabel : 1.500 x Rp.
7.500,Benefit
Jasa pelayanan : 1500 x Rp.
20.000, Pendapatan lain : 20 % x Rp.
30.000.000,-

Rp.
Rp.

10.000.000,11.250.000,-

Rp.

21.250.000,-

Rp.

30.000.000,-

Rp.

6.000.000,-

Rp.

36.000.000,-

Tahun III
Cost :
Biaya operasional tetap
Biaya variabel : (1.500 +
10%) x Rp. 7.500,Benefit
Jasa pelayanan : (1.500 +
10%) x Rp. 20.000, Pendapatan lain : 20 % x Rp.
33.000.000,-

Rp.
Rp.

10.000.000,12.375.000,-

Rp.

23.375.000,-

Rp.

33.000.000,-

Rp.

6.600.000,-

Rp.

39.600.000,-

Tahun IV
Cost :
Biaya operasional tetap
Biaya variabel : (1.650 +
10%) x Rp. 7.500,Benefit
Jasa pelayanan : (1.650 +
10%) x Rp. 25.000, Pendapatan lain : 20 % x Rp.
45.375.000,-

Rp.
Rp.

10.000.000,13.612.500,-

Rp.

23.612.500,-

Rp.

45.375.000,-

Rp.

9.075.000,-

Rp.

54.450.000,-

Tahun V
Cost :
Biaya operasional tetap
Biaya variabel : (1.815 +
10%) x Rp. 7.500,Benefit
Jasa pelayanan : (1.815 +
10%) x Rp. 25.000, Pendapatan lain : 20 % x Rp.
49.912.500,-

Rp.
Rp.

10.000.000,14.973.750,-

Rp.

24.973.750,-

Rp.

49.912.500,-

Rp.

9.982.500,-

Rp.

59.895.000,-

Tahun VI
Cost :
Biaya operasional tetap
Biaya variabel : (1.997 +
10%) x Rp. 7.500,Benefit
Jasa pelayanan : (1.997+
10%) x Rp. 30.000, Pendapatan lain : 20 % x Rp.
65.910.000,-

Rp.
Rp.

10.000.000,16.477.500,-

Rp.

26. 477.500,-

Rp.

65.910.000,-

Rp.

13.182.000,-

Rp.

79.092.000,-

Tahun VII
Cost :
Biaya operasional tetap
Biaya variabel : (2.197 +
10%) x Rp. 7.500,Benefit
Jasa pelayanan : (2.197+
10%) x Rp. 30.000, Pendapatan lain : 20 % x Rp.
72.510.000,-

Rp.
Rp.

10.000.000,18.127.500,-

Rp.

28. 127.500,-

Rp.

72.510.000,-

Rp.

14.502.000,-

Rp.

87.012.000,-

Tahun VIII
Cost :
Biaya operasional tetap
Biaya variabel : (2.417 +
10%) x Rp. 7.500,Benefit
Jasa pelayanan : (2.417+
10%) x Rp. 35.000, Pendapatan lain : 20 % x Rp.
93.065.000,-

Rp.
Rp.

10.000.000,19.942.500,-

Rp.

29. 942.500,-

Rp.

93.065.000,-

Rp.

18.613.000,-

Rp.

111.678.000,-

Tahun IX
Cost :
Biaya operasional tetap
Biaya variabel : (2.659 +
10%) x Rp. 7.500,Benefit
Jasa pelayanan : (2.659+
10%) x Rp. 35.000, Pendapatan lain : 20 % x Rp.
102.375.000,-

Rp.
Rp.

10.000.000,21.937.500,-

Rp.

31. 937.500,-

Rp.

102.375.000,-

Rp.

20.475.000,-

Rp.

122.850.000,-

Tahun X
Cost :
Biaya operasional tetap
Biaya variabel : (2.925 +
10%) x Rp. 7.500,Benefit
Jasa pelayanan : (2.925+
10%) x Rp. 40.000, Pendapatan lain : 20 % x Rp.
128.720.000,-

Rp.
Rp.

10.000.000,24.135.000,-

Rp.

34. 135.000,-

Rp.

128.720.000,-

Rp.

25.744.000,-

Rp.

154.464.000,-

Rasio B/C
Tabel Excell

Tahun

Cost

Benefit

PV (i-11%)

Ct

1.000.000.000

II

21.250.000

36.000.000

1,1100

19.144.144

32.432.432

III

23.375.000

39.600.000

1,2321

18.971.674

32.140.248

IV

23.612.500

54.450.000

1,3676

17.265.648

39.814.273

24.973.750

59.895.000

1,5181

16.450.662

39.453.923

VI

26.477.500

79.092.000

1,6851

15.712.717

46.936.087

VII

28.127.500

87.012.000

1,8704

15.038.227

46.520.530

VIII

29.942.500

111.678.000

2,0762

14.421.780

53.789.616

IX

31.937.000

122.850.000

2,3045

13.858.538

53.308.744

34.135.000

154.464.000

2,5580

13.344.410

60.384.676

1 1.000.000.000

Bt
0

1.144.207.800 404.780.529

404.780.529
Rasio B/C =

= 0,35

1.144.207.800

Program B :
Pengembangan ruang VIP
1. Tahun I
Cost : biaya bangunan, tanah
dan seluruh fasilitas
5 x Rp. 500.000.000,Benefit : -

Rp. 2.500.000.000,-

Tahun II
Cost :

Biaya operasional tetap


Biaya operasional variabel :
912,5 x Rp. 25.000,BOR = Jml hari RI/ (5 x 365)
Pasien=(5 x 365 x 50%)

Rp.
Rp.

5.000.000,22.812.500,-

Rp.

27.812.500,-

Rp.

456.250.000,-

Rp.
Rp.

9.125.000,100.375.000,-

Rp.

565.750.000,-

Benefit
Jasa pelayanan : 912,5 x Rp.
500.000, Fee: 912,5 x 20 % x Rp. 50.000, Pendapatan lain : 20 % x Rp.
501.875.000,-

Tahun III
Cost :

Biaya operasional tetap


Biaya operasional variabel :
1.095 x Rp. 25.000,BOR = Jml hari RI/ (5 x 365)
Pasien=(5 x 365 x 60%)

Rp.
Rp.

5.000.000,27.375.000,-

Rp.

32.375.000,-

Rp.

547.500.000,-

Rp.
Rp.

10.950.000,111.690.000,-

Rp.

670.140.000,-

Benefit
Jasa pelayanan : 1.095 x Rp.
500.000, Fee: 1.095 x 20 % x Rp. 50.000, Pendapatan lain : 20 % x Rp.
558.450.000,-

Tahun IV
Cost :

Biaya operasional tetap


Biaya operasional variabel :
1.277,5 x Rp. 25.000,BOR = Jml hari RI/ (5 x 365)
Pasien=(5 x 365 x 70%)

Rp.
Rp.

5.000.000,31.937.000,-

Rp.

36.937.000,-

Rp.

638.750.000,-

Rp.
Rp.

12.775.000,130.305.000,-

Rp.

781.830.000,-

Benefit
Jasa pelayanan : 1.277,5 x Rp.
500.000, Fee: 1.277,5 x 20 % x Rp. 50.000, Pendapatan lain : 20 % x Rp.
651.525.000,-

Tahun V
Cost :

Biaya operasional tetap


Biaya operasional variabel :
1.368,75 x Rp. 25.000,BOR = Jml hari RI/ (5 x 365)
Pasien=(5 x 365 x 75%)

Rp.
Rp.

5.000.000,34.218.750,-

Rp.

39.218.750,-

Rp.

684.375.000,-

Rp.
Rp.

13.687.500,139.612.500,-

Rp.

837.675.000,-

Benefit
Jasa pelayanan : 1.368,75 x Rp.
500.000, Fee: 1.368,75 x 20 % x Rp. 50.000,-

Pendapatan lain : 20 % x Rp.


659.062.500,-

Tahun VI
Cost :

Biaya operasional tetap


Biaya operasional variabel :
1.368,75 x Rp. 25.000,BOR = Jml hari RI/ (5 x 365)
Pasien=(5 x 365 x 75%)

Rp.
Rp.

5.000.000,34.218.750,-

Rp.

39.218.750,-

Rp.

684.375.000,-

Rp.
Rp.

13.687.500,139.612.500,-

Rp.

837.675.000,-

Benefit
Jasa pelayanan : 1.368,75 x Rp.
500.000, Fee: 1.368,75 x 20 % x Rp. 50.000,-

Pendapatan lain : 20 % x Rp.


659.062.500,-

Tahun VII
Cost :

Biaya operasional tetap


Biaya operasional variabel :
1.368,75 x Rp. 25.000,BOR = Jml hari RI/ (5 x 365)
Pasien=(5 x 365 x 75%)

Rp.
Rp.

5.000.000,34.218.750,-

Rp.

39.218.750,-

Rp.

684.375.000,-

Rp.
Rp.

13.687.500,139.612.500,-

Rp.

837.675.000,-

Benefit
Jasa pelayanan : 1.368,75 x Rp.
500.000, Fee: 1.368,75 x 20 % x Rp. 50.000,-

Pendapatan lain : 20 % x Rp.


659.062.500,-

Tahun VIII
Cost :

Biaya operasional tetap


Biaya operasional variabel :
1.368,75 x Rp. 25.000,BOR = Jml hari RI/ (5 x 365)
Pasien=(5 x 365 x 75%)

Rp.
Rp.

5.000.000,34.218.750,-

Rp.

39.218.750,-

Rp.

684.375.000,-

Rp.
Rp.

13.687.500,139.612.500,-

Rp.

837.675.000,-

Benefit
Jasa pelayanan : 1.368,75 x Rp.
500.000, Fee: 1.368,75 x 20 % x Rp. 50.000,-

Pendapatan lain : 20 % x Rp.


659.062.500,-

Tahun IX
Cost :

Biaya operasional tetap


Biaya operasional variabel :
1.368,75 x Rp. 25.000,BOR = Jml hari RI/ (5 x 365)
Pasien=(5 x 365 x 75%)

Rp.
Rp.

5.000.000,34.218.750,-

Rp.

39.218.750,-

Rp.

684.375.000,-

Rp.
Rp.

13.687.500,139.612.500,-

Rp.

837.675.000,-

Benefit
Jasa pelayanan : 1.368,75 x Rp.
500.000, Fee: 1.368,75 x 20 % x Rp. 50.000,-

Pendapatan lain : 20 % x Rp.


659.062.500,-

Tahun X
Cost :

Biaya operasional tetap


Biaya operasional variabel :
1.368,75 x Rp. 25.000,BOR = Jml hari RI/ (5 x 365)
Pasien=(5 x 365 x 75%)

Rp.
Rp.

5.000.000,34.218.750,-

Rp.

39.218.750,-

Rp.

684.375.000,-

Rp.
Rp.

13.687.500,139.612.500,-

Rp.

837.675.000,-

Benefit
Jasa pelayanan : 1.368,75 x Rp.
500.000, Fee: 1.368,75 x 20 % x Rp. 50.000,-

Pendapatan lain : 20 % x Rp.


659.062.500,-

Rasio B/C
Tabel Excell

Tahun

Cost

Benefit

PV (i-11%)

Ct

2.500.000.000

II

27.812.500

565.750.000

1,1100

25.056.306

509.684.685

III

32.375.000

670.140.000

1,2321

26.276.276

543.900.657

IV

36.937.500

781.830.000

1,3676

27.008.994

571.680.316

39.218.750

837.675.000

1,5181

25.834.102

551.791.713

VI

39.218.750

837.675.000

1,6851

23.273.841

497.106.997

VII

39.218.750

837.675.000

1,8704

20.968.108

447.858.747

VIII

39.218.750

837.675.000

2,0762

18.889.678

403.465.466

IX

39.218.750

837.675.000

2,3045

17.018.334

363.495.335

39.218.750

837.675.000

2,5580

15.331.802

327.472.635

1 2.500.000.000

Bt
0

2.699.657.442 4.216.456.551

4.216.456.551
Rasio B/C =

= 1,56

2.699.657.442

Jadi Program B (pengembangan


Ruang VIP direkomendasikan
untuk dipilih karena ratio B/C =
1,56 yaitu lebih besar
(menguntungkan) dari pada
program A (pendirian poli
spesialis jantung) dengan ratio
B/C = 0,35

COST EFFECTIVENES
ANALYSIS (CEA)
Teknik yg digunakan utk menilai alternatif
prog mana yg paling tepat & murah dlm
menghasilkan output ttt
Cara/metode : membandingkan output yg
berhasil (objective) dr masing-2 alternatif
program db biaya (cost) dr alternatif
program tsb

Penekanan ada pd objective


(keberhasilan tujuan program) &
biaya yg termurah
Alat bantu saat perencanaan &
evaluasi
Pilih alternatif program yg paling
murah & efektif ratio cost &
objective yg terkecil

Tahapan Menghitung CEA


1. Identifikasi unsur-2 biaya dr alternatif
program
2. Hitung total cost
3. Hitung output yg berhasil (objective)
4. Hitung cost effectiveness ratio (CER)
Total Cost
CER =
Objective

5. Bandingkan CER dr masing-2


alternatif program
6. Pilih CER yg terkecil utk
direkomendasi

Faktor yg hrs diperhatikan dlm


CBA & CEA
Efek inflasi
Constant price
Current price present value

Risiko ketidakpastian
Beri angka probabilitas keberhasilan
Distribusi benefit & cot
Faktor intangible

CONTOH
Rumah
Sakit
Bersalin
Melinea
mengadakan program safari KB IUD pada
tahun 2008. Selain itu, program reguler
KB IUD tetap dijalankan. Data yang
tersedia sebagai berikut :

A. Program safari KB IUD

Biaya sewa kendaraan (termasuk sopir dan


bensin) sebesar Rp. 10.000.000,Honor petugas selama program Rp.
500.000,-/bulan
Biaya tetap lainnya Rp. 3.000.000,- (selama
program berlangsung)
Biaya variabel sebesar Rp. 15.000,-/pasien
Cakupan yang dihasilkan sebesar 25.000
orang
Dari seluruh cakupan program safari, 5 %
diantaranya dinyatakan tetap hamil

B. Program KB IUD reguler

Pemakaian gedung : 1/20 bagian (harga Rp.


100.000.000,-, sudah dipakai 5 tahun, umur
hidup 20 tahun, i = 10 %)
Honor petugas sebesar Rp. 300.000,- /bl
Biaya tetap lainnya Rp. 4.000.000,- /th
Biaya variabel sebesar Rp. 15.000,- per
pasien
Cakupan yang dihasilkan selama tahun 2008
sebesar 40.000 orang
Dari seluruh cakupan program reguler, 4 %
diantaranya ternyata tetap hamil

Program A : Safari KB IUD


Total Cost :
Biaya sewa kendaraan
Honor petugas: 12 x Rp.
500.000
Biaya tetap lain
Biaya variabel: 25.000 x Rp.
15.000
Jml Objektif = 23.750
394.000.000

CER =

= 16.589,5
23.750

Rp.
Rp.

10.000.000,6.000.000,-

Rp.

3.000.000,-

Rp.
Rp.

375.000.000,394.000.000,-

Program B : KB IUD reguler


Total Cost :

100 jt (1 + 10 %) 5

Gedung = 1/20 x

20

Honor petugas: 12 x Rp. 300.000


Biaya tetap lain
Biaya variabel: 40.000 x Rp.
15.000

Jml Objektif = 38.400


608.002.627,5

CER =

= 15.833
38.400

Rp.

402.627,5

Rp.
Rp.
Rp.

3.600.000,4.000.000,600.000.000,-

Rp.

608.002.627,5

Jadi program yang paling efektif adalah KB


IUD reguler karena CER = 15.833 lebih
kecil dari safari KB IUD dengan CER =
16.589,5

Perbedaan CBA & CEA ???

TUGAS KELOMPOK

Bentuk Tugas:
Membuat analisis ekonomi thd program kes. di Dinas Kesehatan
Puskesmas/ Rumah Sakit/institusi pelayanan kesehatan lain
dengan menggunakan CBA atau CEA secara riil/fiktif.

Tujuan Umum :
Mahasiswa mampu menghitung CBA atau CEA
Tujuan Khusus menghitung CBA :
Mhs mampu menidentifikasi 2 prog.kes. dg tujuan berbeda
Mahasiswa mampu mengidentifikasi unsur benefit dan cost, dan nilai
setiap unsur benefit dan cost tersebut
Mahasiswa mampu menghitung nilai sekarang (present value) dari
benefit & cost
Mahasiswa mampu menghitung rasio B/C tiap program
Mahasiswa mampu membandingkan rasio B/C tiap program dan
menentukan program yang paling menguntungkan

Tujuan Khusus menghitung CEA :


Mahasiswa mampu menidentifikasi 2 program
kesehatan dengan tujuan yang sama
Mahasiswa mampu mengidentifikasi unsur
biaya dr program
Mahasiswa mampu menghitung total cost
Mahasiswa mampu menghitung output yg
berhasil (objective)
Mahasiswa mampu menghitung rasio (CER)
tiap program
Mahasiswa mampu membandingkan rasio
(CER) tiap program dan menentukan
program yang paling murah dan efektif

Mekanisme :
Bentuk . kelompok, diatur oleh KMK
Tentukan ketua, sekretaris dan anggota kelompok
Kelompok melakukan pengumpulan
bahan/data/informasi
Mengolah bahan/informasi, serta membuat draft
laporan
Presentasi kelompok tentang CBA dan CEA
dipandu oleh dosen : tgl 26 Mei 2011
Finishing laporan kelompok
Pengumpulan laporan : Pada saat UAS

Sistematika Makalah :
Cover
Halaman judul
Bagian 1. CBA atau CEA
Bagian 2. Penganggaran Program/kegiatan

Aturan penulisan :
Menggunakan kertas A-4
Spasi 1,5
Jarak antara tulisan dengan tepian kertas : kiri 4 cm,
atas 3 cm, kanan 3 cm, bawah 3 cm
Ketentuan lain mengikuti pedoman penulisan skripsi
FKM th 2009, atau pedoman penulisan karya ilmiah
Universitas Jember.