Anda di halaman 1dari 14

Makalah

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KELAPA SAWIT SERTA PENGENDALIAANYA

OLEH ANDO HASRIN A1 B1 29014

JURUSAN AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEMBILAN BELAS NOVEMBER KOLAKA 2011
1

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penyusunan Makalah Hama Dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit serta Pengendaliannya dapat diselesaikan. Penyusunan makalah ini dimaksudkan sebagai pedoman kita dalam memahami dan mengetahui hama dan penyakit tanaman kelapa sawit. Materi ini diharapkan dapat memberikan kita manfaat bagaimana mengetahui jenis penyakit dan hama yang menyerang tanaman kelapa sawit dan cara pengendaliaannya. Selanjutnya kami sebagai penyusun makalah ini menyadari bahwa makalah yang kami buat ini belum sempurna, olehnya itu saran dan kritik serta masukan dari berbagai pihak sangat kami harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan makalah yang kami buat ini Akhirnya ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan makalah ini.

Kendari, Penulis

November 2011

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan C. Rumusan Masalah D. Manfaat BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Umum B. Hama dan Penyakit Kelapa Sawit dan Pengendaliannya 1. Hama dan Pengendaliannya 2. Penyakit dan Pengendaliannya BAB IV PENUTUP DAFTAR PUTAKA 1 2 3 4 4 5 5 5 6 8 8 8 9 11 13 14

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kelapa sawit adalah salah satu komoditi perkebunan andalan Indonesia yang perkembangannya demikian pesat. Selama tahun 1990 2000 luas areal perkebunan kelapa sawit sekitar 14.164.439 ha atau meningkat 21,5% jika dibanding akhir tahun 1990 yang hanya 11.651.439 ha. Produksi buah kelapa sawit Indonesia rata-rata 1,396 ton/ha/tahun untuk perkebunan rakyat dan 3,50 ton/ha/tahun untuk perkebunan besar. Di Indonesia penyebarannya ada di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, dan Sulawesi. Untuk Provinsi Sulawesi Tenggara penyebaran tanaman kelapa sawit terdapat di daerah Kabupaten Kolaka, Kabupaten Konawe Utara, dan Kabupaten Konawe Selatan. Sebagai tanaman perkebunan jangka panjang, tanaman kelapa sawit tergolong tanaman kuat. Walaupun begitu, tanaman ini tidak luput dari serangan hama dan penyakit, baik yang kurang membahayakan maupun yang membahayakan. Sebagian besar hama yang menyerang adalah golongan insekta atau serangga, sedangkan penyakit yang menyerang tanaman sawit umumnya disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus Oleh nya itu dalam makalah ini kami mencoba memberikan gambaran secara singkat tentang Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit serta Pengendaliannya. Dalam makalah ini akan dijelaskan jenis-jenis hama dan

penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit dan pencegahan serta pengendaliannya B. Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Dapat memahami jenis hama dan penyakit tanaman kelapa sawit 2. Dapat mengetahui cara pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman kelapa sawit C. Rumusan Masalah Yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini adalah 1. Apa saja jenis hama dan penyakit tanaman kelapa sawit? 2. Bagaimana cara pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit tanaman kelapa sawit ! D. Manfaat Manfaat yang diharapkan dalam makalah ini adalah mengetahui secara singkat jenis hama dan penyakit tanaman kelapa sawit dan pengendaliannya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan tumbuhan dari ordo : Palmales, family : Palmaceae, sub family : Cocoideae. Tumbuhan ini termasuk tumbuhan monokotil dengan ciri-ciri tidak memiliki : kambium, pertumbuhan sekunder, cabang dan mata kayu. Batang terdiri dari serat dan parenkim. Pohon kelapa sawit produktif sampai umur 25 tahun, ketinggian 9-12 meter dan diameter 4565 cm yang diukur pada ketinggian 1,5 meter dari permukaan tanah (Tomimura, 1992). Kesuburan tanaman kelapa sawit ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya kesuburan tanah, iklim, bibit unggul serta hama dan penyakit. Walaupun faktor-faktor untuk kesuburan tanaman telah terpenuhi, tentu saja tanaman tidak akan subur dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan jika hama dan penyakit masih merajalela. Banyak oang bahkan ada petani sendiri yang belum bisa membedakan antara hama dan penyakit. Hama sering dikatakan penykit dan sebaliknya penyakit dikatakan hama. Secara umum hama merupakan binatang perusak tanaman budidaya, sedangkan penyakit adalah penyebab tanaman menjadi sakit. sementara itu, sakit adalah kondisi menyimpang dari keadaan normal, misalnya dari tanaman yang awalnya segar tiba-tiba menjadi layu. Hama dan penyakit merupakan organisme parasit yang hidup menumpang pada bagian luar atau di dalam tubuh tanaman (Pracaya, 2007).

Pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan mengingat hama dan penyakit akan berpengaruh terhadap hasil produksi. Jika hama dan penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit tidak cepat diberantas, produksi buah kelapa sawit akan menuru, baik secara kuantitas maupun kualitas (Sastrosayono, 2003) Jenis Hama yang menyerang tanaman kelapa sawit antara lain, tungau, ulat setora, nematode, kumbang, penggerek tandan buah dan ulat api, sedangkan jenis penyakit yang menyerang antara lain root blast, garis kuning, dry basal rot dan bud rot (Anonim, 2000).

BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Umum Banyak oang bahkan ada petani sendiri yang belum bisa membedakan antara hama dan penyakit. Hama sering dikatakan penyakit dan sebaliknya penyakit dikatakan hama. Secara umum hama merupakan binatang perusak tanaman budidaya, sedangkan penyakit adalah penyebab tanaman menjadi sakit, misalnya bakteri, cendawan dan virus, sementara itu, sakit adalah kondisi menyimpang dari keadaan normal, misalnya dari tanaman yang awalnya segar tiba-tiba menjadi layu. B. Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa sawit dan Pengendaliannya. Tanaman kelapa sawit tergolong tanaman kuat. Walaupun begitu, tanaman ini tidak luput dari serangan hama dan penyakit, baik yang kurang membahayakan maupun yang membahayakan. Sebagian besar hama yang menyerang adalah golongan insekta atau serangga, sedangkan penyakit yang menyerang tanaman sawit umumnya disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus. Pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan mengingat hama dan penyakit akan berpengaruh terhadap hasil produksi. Jika hama dan penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit tidak cepat diberantas, produksi buah kelapa sawit akan menuru, baik secara kuantitas maupun kualitas.

1. Hama dan Pengendalianya Jenis-jenis hama yang menyerang kelapa sawit dapat diuraikan sebagai berikut : a. Tungau, Penyebab hama ini adalah Tungau Merah (Oligonychus) dengan bagian yang diserang adalah daun. Gejala yang ditimbulkan antara lain daun menjadi mengkilap dan berwarna kecoklatan. Hama jenis ini dapat dikendalikan dengan penyemperotan dengan akarisida yang berbahan aktif tetradion 75,2 g/L yang disemprotkan dengan konsentrasi 0,1-0,2%. b. Ulat Setora Hama ini disebabkan oleh Setora nitens yang menyerang bagian daun pada tanaman kelapa sawit. Gejala yang ditimbulkan berupa daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja. Hama ini dikendalikan dengan penyemprotan dengan Pestona. c. Nematoda Penyebab hama ini adalah Nematoda rhadinaphelenchus cocophilus yang menyerang akar tanaman kelapa sawit. Gejala yang ditimbulkan berupa daun-daun muda yang akan membuka menjadi tergulung dan tumbuh tegak. Selanjutnya daun berubah warna menjadi kuning dan mongering. Tandan bunga membusuk dan tidak membuka, sehingga tidak

menghasilkan buah. Pengendalian dapat dilakukan dengan memberikan

racun Natrium arsenit. Untuk memberantas sumber infeksi setelah tanaman mati, atau kering, dibongkar lalu dibakar. d. Kumbang Penyebabnya adalah Oryctes rhinoceros. Hama ini cukup membahayakan jika menyerang tanaman muda, sebab jika sampai mengenai titik tumbuhnya menyebabkan penyakit busuk dan mengakibatkan kematian. Pengendalian dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun, terutama disekitar tanaman. Sampah-sampah dan pohon yang mati dibakar agar larva hama mati. Pengendalian secara biologi dengan menggunakan jamur Metharrizium anisopliae dan virus Baculovirus oryctes. e. Penggerek Tandan Buah Penyebabnya adalah Ngengat Tirathaba mundella. Hama ini meletakkan telurnya pada tandan buah dan setelah menetas larvanya (ulat) akan melubangi buah kelapa sawit. Pengendalian dapat dilakukan dengan

menyemprotkan insektisida yang mengandung bahan aktif triklorfom707 g/L atau endosulfan 350 g/L. f. Ulat Api Disebabkan oleh hama Setora nitens, Darna trima dan Ploneta diducta yang menyerang daun tanaman kelapa sawit. Gejala yang ditimbulkan berupa helaian daung berlubang atau habis sama sekali sehingga hanya tinggal tulang daunnya. Gejala ini mulai daun bagian bawah. Engendalian

10

dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif triazofos 242 g/L, karbaril 85% dan klorpirifos 25 ULV. 2. Penyakit dan Pengendaliannya a. Root Blast Penyakit ini disebabkan oleh Rhixoctonia lamellifera dan Phythium sp yang menyerang bagian akar. Gejala yang ditimbulkan berupa bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati dan terjadi pembusukan akar. Pengendalian dapat dilakukan dengan pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi dimusim kemarau, penggunaan air berumur lebih dari 11 penggunaan natural GLIO. b. Garis Kuning Penyakit ini disebabkan oleh Fusarium oxysporum yang menyerang bagian daun. Gejalanya berupa bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun dan daun mengering. bulan. Pencegahan dengan

Pengendaliaanya dilakukan dengan inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan menggunakan Natural GLIO sejak awal. c. Dry Basal Rot Penyebab penyakit ini adalah Ceratocyctis paradoxa yang menyerang bagian batang. Gejalanya berupa pelepah mudah patah, daun membusuk

11

dan kering, daun muda mati dan kering. Pengendaliannya adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit. d. Bud Rot Penyebab penyakit ini adalah bakteri Erwinia. Penyakit ini sering berkaitan erat dengan serangan hama kumbang. Setelah hama menyerang titik tumbuh, kemudian dilanjutkan dengan serangan penyakit ini yang merupakan serangan sekunder. Gejala yang ditimbulkan berupa kuncup yang di tengah membusuk sehingga mudah dicabut dan berbau busuk. Akibatnya tanaman akan mati dan jika tetap hidup daun tumbuh tidak normal, kerdil dan kurus. Pengendalian belum ada cara yang efektif yang ditemukan dalam pemberantasa penyakit ini. Untuk pencegahannya yaitu menjaga kebersihan (sanitasi) kebun terutama disekitar tanaman.

12

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Dari pembahasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Jenis Hama yang menyerang tanaman kelapa sawit antara lain, tungau, ulat setora, nematode, kumbang, penggerek tandan buah dan ulat api, sedangkan jenis penyakit yang menyerang antara lain root blast, garis kuning, dry basal rot dan bud rot. 2. Pengendalian hama dan penyakit tanaman kelapa sawit yang dilakukan berupa penyemprotan dengan insektisida dan pestisida, menjaga kebersihan, pembuatan persemaian yang baik, bibit yang baik, dan pemberian air irigasi yang cukup. B. Saran Untuk lebih memahami permaalahan yang dibahas pada makalah ini disarankan untuk membaca buku dan referensi yang lain yang mempunyai keterkaitan dengan makalah ini.

DAFTAR PUTAKA 13

Anonim, 2000. Teknologi Budidaya Kelapa Sawit. Sumur. Bandung Pracaya,2007. Hama dan Penyakit Tanaman. Penebar Swadaya. Salatiga Sastrosayono, 2003. Budi Daya Kelapa Sawit. Argomedia Pustaka. Purwokerto Tomimura,Y., 1992, Chemical characteristic and utilization of palm trunk, JARQ 25 (4) : 283-288

14