Anda di halaman 1dari 3

Elektrometer adalah alat pengukur muatan listrik atau beda potensial listrik.

Jenis elektrometer bervariasi, mulai dari buatan tangan hingga perangkat elektronik dengan ketepatan tinggi. Elektrometer modern yang berdasarkan pada teknologi tabung hampa atau fasa padat (solid state) dapat digunakan untuk mengukur arus listrik yang sangat kecil hingga 1 femtoamper. Elektroskop adalah alat sejenis yang lebih sederhana, yang bekerja berdasarkan prinsip yang serupa, tapi hanya menunjukkan besaran relatif voltase atau muatan listrik.

Termometer Digital Karena perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer digital yang prinsip kerjanya sama dengan termometer yang lainnya yaitu pemuaian. Pada termometer digital menggunakan logam sebagai sensor suhunya yang kemudian memuai dan pemuaiannya ini diterjemahkan oleh rangkaian elektronik dan ditampilkan dalam bentuk angka yang langsung bisa dibaca.

. Termometer digital Termometer ini menggunakan sensor panas elektrik untuk mengukur suhu tubuh. Cara menggunakan thermometer ini ada beberapa cara : diletakkan di mulut, di ketiak ataupun di rectum.

Battery powered thermometers with a life expectancy of many years. Accuracy 0,2C, ranges covering -200C ... +600C. -Square, rectangular or circular cases.

PC power supplies support 110V input, 220V input or both. Dual-voltage supplies normally have a selector in the back that controls which voltage you are using; obviously, you want to make sure it is set correctly. There are also some supplies that will automatically support either 110V or 220V without a selector switch, but these are often found only on more expensive units.

Close-up view of a manual voltage selector switch.

This design wisely makes it clear right on the switch what the current voltage setting is! Power supplies that support dual voltage input are preferable since they are more flexible, although few people transport their PCs overseas (other than laptops, for which this discussion isn't relevant). Warning: If your power supply does have a 110/220 switch, make sure it is set correctly, or else! This is usually done for you by the manufacturer of the case (which normally contains the power supply), but I have seen cases that were originally intended for one part of the world end up in a different part, with the wrong external voltage set as the default. Running a power supply set to 220 on 110 V power will probably cause it just to not work, but if you set the switch to 110 and run it on 220 V, damage might result 2. Gelas Ukur Digunakan untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair. Alat ini mempunyai skala, tersedia bermacam-macam ukuran. Tidak boleh digunakan untuk mengukur larutan/pelarut dalam kondisi panas. Perhatikan meniscus pada saat pembacaan skala. Gelas ukur adalah alat yang biasanya dipakai untuk mengukur takaran benda cair. Gelas ukur ini sering digunakan dalam dunia masak-memasak. Akan tetapi, gelas ukur juga dipakai dalam percobaan kimia di laboratorium. Nah untuk membedakannya, gelas ukur yang dipakai di laboratorium disebut dengan tabung kimia. Lalu, seperti apakah bentuk gelas ukur ini? Gelas ukur untuk memasak bentuknya lebih menyerupai gelas. Hanya saja, bentuk bagian atasnya lebih melebar dari bagian bawahnya. Sementara gelas ukur untuk percobaan kimia bentuknya lebih menyerupai tabung. Karena itulah, disebut dengan tabung kimia. Umumnya, gelas ukur terbuat dari bahan plastik dan gelas atau kaca. Selain bahan pembuat, bentuk gelas ukur saat ini juga lebih beragam lho. Bahkan, ada gelas ukur yang berbentuk seperti kepala telur, lho. Lucu sekali kan! Nah meski bahan pembuatnya berbeda-beda, kegunaannya masih tetap sama, yakni sebagai alat ukur. Berfungsi sebagai Timbangan Fungsi gelas ukur untuk memasak hampir sama dengan timbangan. Bedanya, gelas ukur dipakai untuk benda cair, sedangkan timbangan lebih sering digunakan untuk benda padat. Meski begitu, gelas ukur juga berguna untuk mengukur takaran benda padat. Nah, benda padat yang dimaksud di sini adalah yang berbentuk bubuk. Misalnya gula, tepung, dan beras. Takaran bahan berbentuk bubuk di gelas ukur dan timbangan tak selalu sama. Bisa demikian karena dipengaruhi oleh kepadatan bendanya. Jadi, 1 gram tepung terigu di gelas ukur belum tentu sama bila diukur dengan timbangan. Walau berbeda, biasanya selisihnya takkan jauh. Tapi jangan khawatir, permasalahan ini telah terpecahkan. Untuk mendekati keakuratan penakaran bubuk pada gelas ukur, gunakan saja gelas ukur digital. Gelas Ukur Digital

Bentuk gelas ukur digital tak jauh beda dengan gelas ukur pada umumnya. Bedanya, gelas ukur digital dilengkapi perangkat teknologi canggih di bagian pegangannya. Jadi, jika benda cair atau bubuk dimasukkan ke dalamnya, di bagian pegangannya akan muncul angka takarannya. Cara ini tentu saja memudahkan si pengguna serta memberi pengukuran yang lebih akurat. Situs teknologi Dvice memberitakan, Selasa (15/12), gelas ukur digital ini telah beredar di Amerika Serikat. Harganya kira-kira 35 dollar AS atau sekitar Rp325.780.