P. 1
Analisa Data

Analisa Data

|Views: 1,472|Likes:
Dipublikasikan oleh Ayu Sekarani DP Puput

More info:

Published by: Ayu Sekarani DP Puput on Feb 10, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

Analisa data : No 1 Ds: Pasien mengatakan nyeri Luka pd telapak pada telapak kaki kanan Do: Luka pada kaki Wajah

tampak Suplai darah+O2 ke perifer lambat Luka tidak sembuh2 Gangren meringis kesakitan Skala nyeri 7 kaki kanan Hiperglikemi Glukosa darah Osmolaritas pasien DM Data Etiologi Insersi Paku Masalah keperawatan Nyeri akut

2

Ds : Pasien mengatakan kanan Do : Luas luka 25 cm Luka dalam dengan kulit hilang 1 terlihat cm lapisan luka

pasien DM Insersi paku Luka pada telapak kaki Luka tidak sembuh2 Gangren Lapisan kulit hilang, tidak ada nekrotik

Kerusakan kulit

integritas

pada telapak kaki

srng minum manis2) Resiko Ketidakstabilan kadar gula darah Ketidakstabilan gula darah . Ds: Pasien mengatakan jarang kontrol gula darah Do: Gula g/dl Luka pasien yang sembuh-sembuh Kosumsi obat glibenclamid sejak 3 tahun yang lalu darah 140 Pasien DM Jarang kontrol Pola hidup salah (merokok.3 Ds: Pasien mengatakan tidak bisa tidur nyenyak di RS Pasien mengatakan sering terbangun pasien DM Insersi paku Luka pada telapak kaki Luka tidak sembuh2 Gangren Nyeri Akut Pasien mengantuk tampak Lingkungan tidak kondusif MRS di Bangsal Gangguan Pola Tidur di malam hari Do: - Tidur tidak nyenyak 4.

eliminasi dan kebersihan diri 7 DS : Pasien mengatakan tidak sembuh luka pasien DM Insersi paku Luka pada telapak kaki Resiko Infeksi sembuh- .5 DS : Pasien mengatakan malu dengan lukanya DO : Luka menyengat tampak bernanah dan bau kondisi pasien DM Insersi paku Luka pada telapak kaki Luka tidak sembuhsembuh Gangren Bau+ada nanah pada luka Malu Gangguan citra tubuh 6 DS : Pasien mampu melakukan ADL DO : Pasien ADL dibantu tidak pasien DM Insersi paku Luka pada telapak kaki Defisit Perawatan Diri suami melakukan Luka tidak sembuh2 Gangren Ketidakmampuan melakukan aktivitas.

y Faktor presipitasi dapat memperburuk keluhan y Memblok respons simpatis efektik dapat menghilangkan sakit kepala. frekuensi dan tanda nyeri) o Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang. o Tanda vital dalam rentang normal. kualitas dan faktor presipitasi. y Kurangi faktor presipitasi nyeri y Ajarkan tentang teknik non farmakologi : nafas dalam.2 % T : 380 C Tanda-tanda infeksi : Warna kulit merah kehitaman. durasi frekuensi. mampu menggunakan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri. pencahayaan dan kebisingan. distraksi. o Melaporkan bahwa nyeri berkurang ditandai dengan skala nyeri yang menurun o Mampu mengenali nyeri (skala. mencari bantuan). Intervensi y Lakukan pengkajian nyeri secara lokasi.DO : WBC : 16. y Untuk komprehensif termasuk Rasional mengidentifikasi tingkat keparahan nyeri. .2X102 HB : 13. Dx : Nyeri Akut ada Luka tidak sembuh2 Gangren Muncul tanda-tanda infeksi Tujuan : setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1x24 jam. intensitas.8 HT : 42. karakteristik. nyeri dapat teratasi Kriteria hasil : o Pasien mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri. relaksasi. nanah purulen 1. kompres hangat/ dingin. y Kontrol lingkungan nyeri yang seperti dapat suhu y Dapat meningkatkan kenyamanan pada pasien mempengaruhi ruangan.

dimensi. Dx : Kerusakan Integritas kulit Tujuan : setelah dilakukan intervensi selam 1x24 jam. dan linen kering. Resiko Infeksi Tujuan : setelah dilakukan intervensi selama 1x24 jam pasien tidak mengalami infeksi Kriteria Hasil : y Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi y Menunjukkan kemampuan untuk mencegah infeksi y Jumlah leukosit dalam batas normal Intervensi Observasi tanda-tanda infeksi dan peradangan. jaga kulit tetap kering. tanda-tanda ineksi Lakukan teknik perawatan luka Kolaborasi pemberian obat antiinflamasi Rasional Keadaan kulit yang terlalu lembab dapat mempercepat kerusakan kulit Mengetahui keadaan luka pasien secara keseluruhan Mencegah terjadinya infeksi Penanganan awal dapat mencegah timbulnya infeksi 3. granulasi. kedalaman luka. karakteristik. kemerahan. elastisitas. pigmentasi) y Menujukkan terjadinya proses penyembuhan luka y Perfusi jaringan baik Intervensi Monitor aktivitas dan mobilisasi pasien Jaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering Obsevasi luka : lokasi. kerusakan integritas kulit pada pasien teratasi. warna cairan.temperature. hidrasi. dan adanya pus pada luka Tingkatkan upaya pencegahan dengan melakukan cuci tangan ysng bsik psds semus orang yang berhubungan dengan pasien termasuk pasiennya sendiri Berikan perawatan kulit dengan teratur . seperti demam. Kriteria hasil : y Integritas kulit yang baik bisa dipertahankan (sensasi. jaringan nekrotik. tetap kencang Kolaborasi pemberian antibiotic yang sesuai rasional Mengetahui gejala dini dari infeksi Mencegah timbulnya infeksi silang (infeksi nosokomial ) Sirkulasi perifer bisa terganggu yang menempatkan pasien pada peningkatan resiko terjadinya kerusakan pada kulit/ iritasi kulit dan infeksi Penanganan awal dapat mencegah timbulnya infeksi .y Menurunkan atau mengontrol nyeri y Berikan analgesik untuk mengurangi nyeri dan menurunkan rangsang sistem saraf simpatis 2.

dan prognosisi penyakitnya Dorong klien mengungkapkan perasaannya Fasilitasi kontak dengan individu dan dalam kelompok kecil 5. diet. Rasional Mengetahui persepsi klien tentang penyakitnya Memberikan informasi yang dibutuhkan klien Mendekatkan klien dengan lingkungan sosialnya Resiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam ketidakstabilan kadar glukosa darah tidak terjadi INTERVENSI RASIONAL Anjurkan pasien untuk memeriksakan kadar Unutk memantau kadar gula darah glukosa darah secara rutin. waktu dan dosis obat. kemajuan. aktivitas Libatkan keluarga pasien untuk perencanaan Memberikan informasi pada keluarga untuk makan memahami kebutuhan nutrisi pasien Anjurkan pasien untuk menghindari makanan Mencegah terjadinya hiperglikemia yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah Ex: hindari makanan yang manis-manis . pengobatan . Gangguan citra tubuh Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x30 menit gangguan citra tubuh pasien tetatasi Kriteria Hasil : y Body Image positif y Mampu mengidentifikasi kekuatan personal y Mendiskripsikan secara factual perubahan fungsi tubuh y Mempertahankan interaksi social Intervensi Kaji secara verbal dan nonverbal respon klien terhadap tubuhnya Monitor frekuensi mengkritik dirinya Jelaskan tentang perawatan.4.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->