Anda di halaman 1dari 8

CARBON BLACK

A. Pengertian Carbon black adalah powder hitam, amorphous, mempunyai perbandingan luas area dengan volum yang tinggi dan sangat halus terdiri dari elemen utama yaitu karbon, beberapa bahan volatile dan abu (ash). Disebut sebagai bahan nano material size. Bahan baku pembuatan carbon black antara lain tar dari proses thermal dan catalytic cracking. Carbon black merupakan material yang diproduksi dari pembakaran tidak sempurna dari petroleum berat seperti Fluid Catalytic Cracking (FCC) tar, coal tar, ethylene cracking tar, dan dari minyak nabati dalam jumlah kecil. Berdasarkan International Agency for Research on Cancer (IARC), carbon black bersifat karsinogen, dan debu carbon black dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan iritasi (Sumber: http://Wikipedia/carbon black.co.id) Kualitas carbon black dipengaruhi oleh ukuran partikel, surface area, dan pH. Penelitian mengungkapkan bahwa lebih kecil partikel karbon hitam yang memberikan kualitas ketahanan abrasi yang lebih baik bila dibandingkan dengan partikel yang lebih besar. Digunakan terutama dalam industri rubber. (Sumber: www.carboncycle.biz/carbon-black.html)

Gambar 1. Carbon Black

B. Karakteristik Carbon black bukanlah soot (jelaga) atau black carbon kerana merupakan hasil pembakaran tidak sempurna, yang mana keduanya dalam bentuk umum diaplikasikan untuk produk yang dihasilkan dari reaksi pembakaran yang tidak sempurna dari karbon yang mengandung material seperti minyak, fuel oil atau gasoline, batubara, kertas, karet, plastik dan material limbah. Soot dan black carbon juga mengandung diklorometana dalam jumlah besar dan toluene sebagai material tetap, dan kandungan abu sebesar 50 % atau lebih. Carbon black secara sifat kimia dan fisika dihasilkan dari soot dan black carbon, dengan kebanyakan tipe yang mengandung lebih dari 97 % karbon yang tersusun sebagai aciniform (grape-like cluster) particulate. Kebalikannya, tipe yang mengandung kurang dari 60% dari total partikel massa soot dan black carbon disusun oleh karbon, tergantung dari sumber dan sifat partikel (bentuk, ukuran, dan heterogeniti). Komersial carbon blacks, mengandung bahan organik seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) -adanya PAHs semakin banyak di dalam carbon black meningkatkan kualitas karsinogenik pada carbon black- hanya dapat diekstraksi dibawah prosedur analisa laboratorium yang sangat ekstrim (soxhlet ekstraksi menggunakan solven organik dan temperatur tinggi). Ekstrak ini hampir sama dengan turunan soot, karena carbon black mengekstrak hanya dalam jumlah yang sangat kecil. Air dan bentuk fluida tidak efektif dalam mengilangkan PAHs dari permukaan carbon black. Dua produk karbonasi yang komersial adalah activated carbon dan bone black. Setiap produksi menggunakan proses yang berbeda dari carbon black yg komersial dan memiliki sifat fisika dan kimia yang sangat unik.

Tabel 1. Nama Komersial dari Carbon Black

Sumber : International Carbon Black Assosiation, 2004

Tabel 2. Sifat dan Karakteristik Carbon Black

Sumber : International Carbon Black Assosiation, 2004

Gambar 2. Sequence of Structure Development

C. Pembuatan Carbon Black Proses yang telah diperkenalkan di pasar, masing-masing tergantung pada jenis hidrokarbon yang digunakan. 1. The furnace black process (gambar 3) menjadi yang paling umum. Furnace black process menggunakan minyak berat berbasis aromatic dan minyak ringan sebagai umpan. Produksi furnace menggunakan reaktor tertutup untuk mengatomisasi feedstock dibawah kondisi kontrol (temperatur dan tekanan). Feedstock dikontakkan dengan aliran gas panas (melalui burning secondary feedstock, misalnya natural gas atau minyak) di mana terjadi penguapan dan kemudian dipirolisis pada fase uap menjadi partikel karbon mikroskopik. Pada reaktor furnace, kecepatan reaksi dikontrol menggunakan steam atau water spray. Carbon black diproduksi di sepanjang reaktor melalui konveyor, didinginkan, dan dikumpulkan pada bag filter secara kontinyu. Residual gas, atau tail gas dari reaktor furnace mengandung berbagai jenis gas misalnya karbon monoksida dan hidrogen. Banyak pabrik furnace black menggunakan residual gas ini untuk memproduksi panas, steam atau sebgai pembangkit listrik. (Sumber: www.carbon-black.org/what_is.html) Penggunaan carbon black jenis furnace black process: alam Diameter partikel kecil sehingga dapat digunakan sebagai bahan penguat karet

Derajad keasaman sangat aktif sehingga digunakan bahan pembuat karet

tahan asam

Gambar 3. The Furnace Black Process


Sumber : International Carbon Black Assosiation, 2004

2. The thermal black process, menggunakan gas alam, terutama terdiri dari methane atau minyak aromatik berat, sebagai bahan bahan baku. Proses menggunakan sepasang tungku alternatif yang kira-kira setiap lima menit antara preheating dan produksi karbon hitam. Gas alam disuntikkan ke tungku api tahan panas berjajar, dan dengan tidak adanya udara, panas dari refraktori mengurai gas alam menjadi karbon hitam dan hidrogen. Aliran dari materi aerosol dipadamkan dengan semprotan air dan disaring di sebuah bag house. Karbon hitam yang keluar dapat diproses lebih lanjut untuk menghilangkan kotoran, pelletized, disaring, dan kemudian dikemas untuk pengiriman. Hidrogen off-gas dibakar di udara untuk panaskan tungku kedua. (Sumber: International Carbon Black Assosiation, 2004). Reaksi yang terjadi pada suhu 650 oC 750 oC adalah : 5CH4 C2H2 Reaksi oksidasi : + O2 Reaksi pirolisis : 2C + H2 .. (2) C2H2 + 6H2O + 6H2 + 3CO (1) Q (?)

3. The acetylene black process menggunakan asetilena dan mengalami proses yang sama dengan proses termal, kecuali bahwa karbon hitam tidak diubah menjadi pelet.

Penggunaan asetilen carbon black : Sebagai bahan baku ban pesawat terbang Bahan atap rumah anti sambaran petir Untuk bahan pembuat dry cell 4. Proses tertua adalah the lampblack process (coal tar base) dimana pemanasan dilakukan pada wajan besi untuk menghasilkan karbon hitam. 5. Proses kelima disebut the bone black process. Proses ini walaupun tidak termasuk dari kategori manufaktur karena tidak mengalami proses pembakaran yang terkait. 6. The channel process, proses ini dirancang pada tahun 1872. Umpan (gas alam) dibakar dengan jumlah udara yang terbatas. Reaksi yang terjadi adalah : CH4 + 2O2 CH4 CO2 C + + 2H2O 2H2 H = -799 kJ .. (3) H = 92 kJ . (4)

Proses ini menghasilkan carbon black tidak lebih dari 5%, sehingga sudah ditinggalkan. Carbon black dari proses ini pertama kali bahan penguat karet alam Diameter partikel besar D. Kegunaan Carbon Black Dulu, karbon hitam telah digunakan sebagai agen penguat ban. Sekarang, karena sifat unik, penggunaan karbon hitam yang telah diperluas untuk mencakup pigmentasi, ultraviolet (UV) stabilisasi, karbon untuk farmasi, karbon untuk komposit, adsorben (penjerap) limbah dan konduktif agen dalam berbagai sehari-hari dan khusus produk performa tinggi, termasuk: Tires and Industrial Rubber Products: Karbon hitam ditambahkan untuk karet baik sebagai pengisi dan sebagai agen penguat. Untuk berbagai jenis ban, digunakan dalam innerliners, bingkai (produk ornamental), dinding samping dan tapak memanfaatkan berbagai jenis berdasarkan pada persyaratan kinerja spesifik. Karbon hitam juga digunakan di banyak industri ekstrusi dicetak dan produk karet, seperti ikat pinggang, selang, gasket, diafragma, getaran perangkat isolasi, Bushings, udara air, bemper chassis, dan beberapa jenis bantalan, sepatu bot, wiper blades, fascia, konveyor roda, dan grommets. . Sejak karbon hitam yang digunakan seperti yang telah tersebut, berbagai spesifikasi, ukuran partikel, struktur dan luas permukaan memainkan peranan penting sebagai komponen dari karet, plastik dan produkproduk terkait lainnya. Demikian, karbon hitam diproduksi di kelas yang berbeda untuk
(Sumber: www.carboncycle.biz/carbon-black.html)

memenuhi kebutuhan berbagai produsen. Carbon black dapat juga dimanfaatkan untuk mengurangi kerusakan ban karena panas. Dalam ban karet, karbon hitam digunakan sebagai pigmen dan memperkuat perisai yang membantu untuk mengalihkan panas dari tapak dan kawasan sabuk, sehingga mengurangi kerusakan termal dan memperpanjang livetime ratarata dari ban.

Tabel 3. Tipe Carbon Black Yang Digunakan Pada Ban


Name Super Abrasion Furnace Intermediate SAF High Abrasion Furnace Easy Processing Channel Fast Extruding Furnace High Modulus Furnace Semi-Reinforcing Furnace Fine Thermal Medium Thermal Abbrev. SAF ISAF HAF EPC FEF HMF SRF FT MT ASTM Desig. N110 N220 N330 N300 N550 N683 N770 N880 N990 Particle Tensile Relative Relative Size Strength Laboratory Roadwear nm MPa Abrasion Abrasion 20-25 25.2 1.35 1.25 24-33 23.1 1.25 1.15 28-36 22.4 1.00 1.00 30-35 21.7 0.80 0.90 39-55 18.2 0.64 0.72 49-73 16.1 0.56 0.66 70-96 14.7 0.48 0.60 180-200 12.6 0.22 -250-350 9.8 0.18 -Sumber : http//www.Wikipedia/carbon black.co.id

Plastics: Karbon hitam saat ini sudah banyak digunakan untuk kemasan konduktif, film,

serat, moldings, pipa dan semi-konduktif kabel senyawa dalam menolak produk-produk seperti karung, industri tas, fotografi kontainer, pertanian pupuk film, stretch wrap, dan aplikasi untuk molding termoplastik otomotif, listrik / elektronik, peralatan rumah tangga dan pukulan-dibentuk wadah.

Electrostatic Discharge (ESD) Compounds: Karbon hitam secara hati-hati dirancang

untuk mengubah karakteristik listrik dari isolasi ke konduktif dalam produk-produk seperti kemasan elektronik, keamanan aplikasi, dan bagian otomotif.

High

Performance

Coatings:

Karbon

memberikan

pigmentasi

kulit

hitam,

konduktivitas, dan UV protection untuk sejumlah aplikasi lapisan termasuk otomotif (primer basecoats dan clearcoats), laut, aerospace, hiasan, kayu, dan industri coating.

Toners and Printing Inks: Karbon kulit hitam meningkatkan formulasi dan memberikan
Sumber: www.carbon-black.org/uses.html

fleksibilitas luas dalam memenuhi persyaratan warna tertentu.

Norit: sebagai bahan obat-obatan (obat diare).

Gambar 4. Gambar Amorf Carbon Black


(www.wikipedia.com)

BUKA BPS.com