P. 1
Manajemen Keuangan - Chapter 2

Manajemen Keuangan - Chapter 2

|Views: 392|Likes:
Dipublikasikan oleh Rengganis Banitya Rachmat

More info:

Published by: Rengganis Banitya Rachmat on Mar 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2014

pdf

text

original

MANAJEMEN KEUANGAN

Rengganis Banitya Rachmat rengganis.rachmat@gmail.com

Universitas Terbuka Korea

Materi
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pengertian dan Konsep Dasar Manajemen Keuangan. Laporan dan Analisis Keuangan Pengelolaan Modal Kerja Keputusan Investasi Risiko Dalam Investasi Efisiensi Pasar Modal dan Keputusan Pendanaan Interaksi Keputusan Investasi dgn Keputusan Pendanaan Pendanaan Jangka Menengah dan Jangka Panjang Topik Khusus Dalam Keuangan

BAB 2
LAPORAN DAN ANALISIS KEUANGAN

TUJUAN BAB 2
• Menjelaskan tentang laporan-laporan keuangan dasar • Menganalisis laporan keuangan dengan Rasio Keuangan • Membandingkan Rasio-rasio Keuangan • Menganalisis laporan keuangan dengan Du Point dan Rentabilitas Ekonomi • Menyajikan beberapa latar belakang informasi arus kas • Melakukan perencanaan jangka pendek/panjang

KEGIATAN BELAJAR 1

• Kondisi Keuangan Perusahaan

LAPORAN TAHUNAN: Empat Laporan Dasar
• Neraca

• Laporan laba-rugi
• Laporan laba ditahan • Laporan arus kas

NERACA PERUSAHAAN

• Neraca adalah potret posisi keuangan perusahaan (posisi kekayaan, kewajiban keuangan, dan modal) pada periode tertentu. • Neraca perusahaan menunjukkan aktiva di sisi kiri sementara kewajiban dan ekuitas terhadap aktiva ditunjukkan di sisi kanan • Kekayaan = Kewajiban + Modal Sendiri

NERACA PERUSAHAAN

LAPORAN LABA-RUGI
• Laporan laba-rugi menunjukkan hasil operasi (laba atau rugi) selama periode tertentu.

LAPORAN LABA DITAHAN

• Laporan laba ditahan menunjukkan perubahan laba ditahan di antara dua tanggal neraca • Laba ditahan menunjukkan klaim terhadap aktiva, alih-alih menunjukkan aktiva per ekuitas pemegang saham

LAPORAN ARUS KAS

• Laporan arus kas mencakup faktor-faktor yang berdampak terhadap arus kas (selama periode akuntansi tertentu), antara lain: – Aktivitas operasi – Investasi – Pembiayaan

ARUS KAS BERSIH
• Arus kas bersih sering dinyatakan sebagai: laba bersih ditambah penyusutan karena penyusutan adalah pos nonkas terbesar

ARUS KAS BERSIH VS LABA AKUNTANSI
• Laba akuntansi mungkin mencantumkan laba dan beban yang tidak tercantum dalam arus kas bersih, karena tidak diterima/dibayarkan dalam satu periode akuntansi • Investor lebih tertarik pada proyeksi arus kas bersih daripada laporan laba, karena kas menentukan dividen yang dibayarkan atau modal yang diinvestasikan untuk menunjang pertumbuhan

Investor prefer Proyeksi arus kas bersih dibanding Laporan Laba Rugi Rasio keuangan

Membahas teknik-teknik yang digunakan oleh para investor dan manajer dalam menganalisis laporan keuangan

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN: Rasio Keuangan
• Umumnya, perhitungan sekumpulan rasio keuangan akan mengawali analisis laporan keuangan • Rasio keuangan menunjukkan proporsi hutang terhadap asset yg dimiliki. • Rasio keuangan dirancang untuk mengungkapkan kekuatan/kelemahan relatif suatu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain pada industri yang sama.

RASIO UTANG

• Rasio manajemen utang mengungkapkan besarnya perusahaan dibiayai dengan utang dan kemungkinan tidak dapat dipenuhinya utang perusahaan.

RASIO UTANG
• Debt to Equity Ratio : Total Kewajiban (Debt) Modal Sendiri (Equity)
– Contoh : (lihat tabel neraca) • D/E = 1.160.000 / 1.840.000 = 0,63 (D/E < 1)

GOOD!!

D/E < 1  Mayoritas asset dibiayai oleh modal D/E > 1  Mayoritas asset dibiayai oleh hutang

RASIO UTANG
• Times Interest Earned :
Laba Operasi  penyusutan Bunga
GOOD!!

– Contoh : (lihat tabel laba) • TIE = 450.000 / 40.000 = 11,25 (TIE > 1)

TIE < 1  Tidak mampu membayar bunga atas hutang TIE ≥ 1  Mampu membayar bunga atas hutang

RASIO UTANG
• Debt Service Coverage : Laba Operasi  penyusutan angsuran pokok pinjaman Bunga  sewaguna  (1  f )
– Contoh : (lihat tabel laba) • TIE = 450.000 / 40.000 = 11,25 (TIE > 1) GOOD!!

TIE < 1  Kurang mampu membayar bunga, sewaguna, pokok pinjaman atas hutang. TIE ≥ 1  Mampu membayar bunga, sewaguna, pokok pinjaman atas hutang.

RASIO LIKUIDITAS

• Rasio likuiditas menunjukkan hubungan antara aktiva lancar perusahaan dan utang lancar • Maka, rasio ini juga menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi utang yang jatuh tempo • Dua jenis rasio likuiditas yang sering digunakan adalah: – Current ratio – Quick ratio

RASIO LIKUIDITAS
• Model Kerja Netto dgn Total aktiva :
Modal Kerja Netto (Aktiva lancar - Pasiva lancar) Aktiva Total
– Contoh : (lihat tabel Neraca) • NWCTA = (1.400.000 - 560.000) / 3.000.000 = 0,28 (28% total aktiva bs diubah menjadi kas) ↑ NWCTA  ↑ total aktiva yg bs diubah menjadi kas

RASIO LIKUIDITAS
• Current Ratio : Aktiva lancar Utang lancar
– Contoh : (lihat tabel Neraca) • CR = 1.400.000 / 560.000 = 2,5 (CR > 1) GOOD!! CR < 1  kemampuan finansial jangka pendek yg kurang baik CR ≥ 1  kemampuan finansial jangka pendek yg baik

RASIO LIKUIDITAS
• Quick Ratio : Aktiva lancar - Persediaan Utang lancar
– Contoh : (lihat tabel Neraca) • QR = (1.400.000 – 840.000) / 560.000 = 1 (CR = 1) GOOD!! QR < 1  kemampuan finansial jangka pendek yg kurang baik QR ≥ 1  kemampuan finansial jangka pendek yg baik

RASIO PROFITABILITAS
• Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva perusahaan.

RASIO PROFITABILITAS
• Rentabilitas Ekonomi :
Laba Operasi rata - rata aktiva lancar dan tetap

– Contoh : (lihat tabel Laba dan Neraca) • RE = 450.000 / [(1.400.000 + 1.600.000)/2] = 0,3 (30%)

↑ RE  ↑ kemampuan aktiva perusahaan memperoleh laba

RASIO PROFITABILITAS
• Return on Equity :
Laba setelah pajak rata - rata modal sendiri

– Contoh : (lihat tabel Laba & Neraca) • Modal sendiri 2001 = 1.600.000 • Modal sendiri 2002 = 1.840.000 • ROE = 410.000 / [(1.600.000 + 1.840.000)/2] = 0,238 = 23,8% (ROE > 0) GOOD! ROE ≤ 0  Investasi tidak digunakan untuk menghasilkan return ROE > 0  Investasi digunakan untuk menghasilkan return

RASIO PROFITABILITAS
• Return on Investment : Laba Setelah Pajak  100% rata - rata aktiva lancar dan tetap
– Contoh : (lihat tabel Laba & Neraca) • ROI = 410.000 / [(1.400.000 + 1.600.000)/2] = 0,273 = 27,3% (ROI > 0) GOOD!

ROI ≤ 0  tidak menghasilkan laba bersih dari seluruh kekayaan perusahaan ROI > 0  menghasilkan laba bersih dari seluruh kekayaan perusahaan

Evaluate the efficiency of an investment or to compare the efficiency of a number of different investments

RASIO PROFITABILITAS
• Profit Margin :
Laba Operasi  100% Penjualan

– Contoh : (lihat tabel Laba) • PM = 450.000 / 1.120.000 = 0,401 = 40,1% (PM > 0) GOOD! PM ≤ 0  tidak ada keuntungan operasional dr setiap penjualan PM > 0  menghasilkan keuntungan operasional dari setiap penjualan

RASIO MANAJEMEN AKTIVA

• Rasio manajemen aktiva mengukur keefektivan perusahaan dalam mengelola aktivanya • Rasio ini mencakup: – Perputaran aktiva – Perputaran piutang – Perputaran persediaan

RASIO MANAJEMEN AKTIVA
• Perputaran aktiva :
Penjualan rata rata aktiva lancar dan tetap

– Contoh : (lihat tabel Laba dan Neraca) • PA = 1.120.000 / [(1.400.000 + 1.600.000)/2] = 0,746x (PA > 0) GOOD! PA ≤ 0  Tidak ada penjualan pada setiap aktiva yg dimiliki PA > 0  Ada penjualan pada setiap aktiva yg dimiliki

RASIO MANAJEMEN AKTIVA
• Perputaran piutang : Penjualan kredit rata rata piutang
– Contoh : (lihat tabel Laba dan Neraca) • Asumsi penjualan kredit = penjualan • Piutang tahun 2001 = 150.000 • PP = 1.120.000 / [(150.000 + 160.000)/2] = 7,22x (PP > 0) GOOD! PP ≤ 0  Tidak ada piutang yang dilunasi dalam 1 tahun PP > 0  Ada piutang yang dilunasi dalam 1 tahun

Periode Pengumpulan piutang :
= 360 / 7,22 = 49,86 hari

RASIO MANAJEMEN AKTIVA
• Perputaran persediaan : Harga Pokok Penjualan rata rata persediaan
– Contoh : (lihat tabel Laba dan Neraca) • Harga pokok penjualan = pendapatan • Persediaan tahun 2001 = 800.000 • PPs = 1.000.000 / [(800.000 + 840.000)/2] = 1,21x (PPs > 0) GOOD! Konsep : kenaikan persediaan harus proporsional dengan peningkatan aktivitas. Jika tidak, menghasilkan pemborosan

Periode Perputaran persediaan/lama di gudang :
= 360 / 1,21 = 297,5 hari

RASIO NILAI PASAR

• Rasio nilai pasar (market value ratio) menghubungkan harga saham perusahaan dengan laba dan nilai buku per saham • Rasio ini menunjukkan apa yang dipikirkan investor atas kinerja masa lalu dan prospek masa depan perusahaan • Rasio ini terdiri dari: – Price Earning ratio (P/E) – Market to Book value ratio (M/B)

RASIO NILAI PASAR
• Price Earning ratio :
Harga Saham Laba per harga saham

– Contoh : (lihat tabel Laba) • Laba per harga saham = laba / jumlah saham = Rp 710.000 / 2000 = 355 • Harga saham = 1.000 • P/E = 1.000 /355 = 2,81x ↑ P/E  ↑ Pertumbuhan laba yang diharapkan pemodal

RASIO NILAI PASAR
• Market to Book Value ratio :
Harga Saham Nilai buku per saham

– Contoh : (lihat tabel Laba) • Jumlah saham : 2.000 • Harga saham : 1.000 • Nilai buku per saham = Modal / jumlah saham = 1.840.000 / 2.000 = 920 Nilai perusahaan • M/B = 1.000 / 920 melebihi 8,6% dari = 1.086x apa yang telah dan ↑ M/B  ↑ Tambahan wealth yg dinikmati o/ pemilik perusahaan
sedang ditanamkan o/ pemiliki perusahaan.

ANALISIS RASIO KEUANGAN

• Analisis tren dilakukan dengan memplot rasio pada suatu waktu.
– Pentingnya analisis ini karena menunjukkan apakah rasio perusahaan meningkat atau memburuk pada suatu periode waktu.

• Membandingkan dengan rasio-rasio keuangan perusahaan-perusahaan lain dalam satu industri.

Analisis Tren: Plot Rasio dalam Periode Tertentu

ANALISIS KEUANGAN : SISTEM DU PONT & RENTABILITAS EKONOMI
Sistem Du Pont
1. Menggunakan perhitungan ROI (Return on Investment) dan ROE (Return on Equity) 2. Menggunakan nilai Laba setelah pajak

Rentabilitas Ekonomi
1. Menggunakan perhitungan RE (Rentabilitas Ekonomi)
Menekankan kemungkinan penggunaan utang.

2. Menggunakan nilai Laba operasi (Laba sebelum bunga dan pajak)

Note : Note : Apabila perusahaan memperoleh ROI Utang bisa dipergunakan jika tkt bunga < yang sama, maka perusahaan yg memiliki rentabilitas ekonomi rasio utang lebih tinggi akan menghasilkan ROE lebih tinggi.

KEGIATAN BELAJAR 2

• Prakiraan dan Perencanaan Keuangan

ARUS KAS:
“Sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan.”
• Digunakan terkait dengan lingkungan keuangan, investasi pembiayaan, keputusan kebijakan dividen (yang dibuat oleh manajer keuangan)

ANALISIS SUMBER & PENGGUNAAN DANA
• Sumber dana berasal dari
– – – – – – – – – – Penurunan bersih aktiva, kecuali aktiva tetap dan kas Penurunan bruto aktiva tetap Kenaikan bersih kewajiban dan utang Penambahan modal sendiri Dana yg diperoleh dari operasi Kenaikan bersih aktiva, kecuali aktiva tetap dan kas Penambahan bruto aktiva tetap Penurunan kewajiban dan utang Pengurangan modal sendiri Pembayaran deviden

• Penggunaan dana berasal dari

ANALISIS SUMBER & PENGGUNAAN DANA

29 Juta

ANALISIS SUMBER & PENGGUNAAN DANA

Same!
Lebih diarahkan ke prinsip kesesuaian dalam pendanaan.

PERENCANAAN KEUANGAN
• Perencanaan Jangka Panjang – Untuk mengetahui posisi keuangan di masa depan – Jenis model, yaitu :
• Model Presentase Penjualan – Konsep : Dana meningkat jika aktivitas (penjualan) meningkat – Yg perlu diperhatikan : identifikasi rek-rek yang berubah apabila penjualan berubah, dan kebijakan keuangan yg dianut perusahaan.

PERENCANAAN KEUANGAN

PERENCANAAN KEUANGAN

PERENCANAAN KEUANGAN

PERENCANAAN KEUANGAN

PERENCANAAN KEUANGAN

PERENCANAAN KEUANGAN

PERENCANAAN KEUANGAN

PERENCANAAN KEUANGAN
• Perencanaan Jangka Pendek – Untuk mengetahui posisi keuangan di masa depan – Jangka waktu 1 tahun. – Langkah penyusunan :
• Menyusun neraca dan laporan laba rugi

PERENCANAAN KEUANGAN

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->