Anda di halaman 1dari 7

PERAN MEDIA DALAM ADVOKASI HAM DI KOSOVO

Disusun Oleh:

Andhika Wahyu Putra Winda Hastuti Atika Triyudiman Suci Anugrah

- 1042500932 - 1042500791 - 1042500817 - 1042500718

UNIVERSITAS BUDI LUHUR FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL JAKARTA 2011

I.

Judul Penelitian Media dan Human Rights: Peran Media Dalam Advokasi HAM di Kosovo.

II.

Abstrak Berbicara perkara media/jurnalis dan hak asasi manusia, sedikitnya ada dua peran yang

bisa dimainkan media dalam masalah hak asasi manusia. Perlama adalah peran pendidikan. Dalam konteks ini, seperti pernah diutarakan oleh Kayoko Mizuta dalam pidato sambutan untuk seminar "Media and Human Rights Reporting on Asia's Rural Poor pada 1999, bahwa media dapat meningkatkan pemahaman warga negara mengenai hak asasinya dengan menyediakan informasi soal hak asasi manusia. Media juga dapat menancapkan nilai-nilai dan sikap dengan mempromosikan kultur hak asasi manusia, serta mendorong warga negara untuk mempertahankan hak asasi manusia dan mencegah pelanggaran hak asasi manusia. Kedua adalah peran monitoring. Cara ini bisa dilakukan dengan memantau kinerja negara (pemerintah) dalam menjalankan kewajibannya untuk memenuhi hak-hak warga negaranya. Terutama terhadap implementasi berbagai instrumen internasional hak asasi manusia yang telah diratifikasi. Kedua peran penting itulah yang agaknya membuat jurnalis ditempatkan dalam posisi sebagai pembela hak asasi manusia (human rights defender) bersama-sama dengan aktivis HAM dan pengacara. Namun posisi itu pula yang acap menyebabkan jurnalis juga menjadi korban pelanggaran HAM. Di beberapa tempat di dunia sejumlah jurnalis menjadi korban kekerasan aparat ketika menjalankan tugasnya. Bahkan sampai kehilangan nyawa seperti dalam kasus advokasi HAM di Kosovo. Konflik ini bermula dimana etnis Albania menuntut supaya Kosovo menjadi Republik berarti ingin memisahkan diri dari Yugoslavia. Mahasiswa di

Universitas Pristina pada bulan Maret 1981 juga ikut ambil bagian yaitu dengan mengadakan unjukrasa secara besar-besaran. Pemerintah Serbia menghadapi keadaan ini tidak lagi menggunakan cara-cara persuasif tetapi dengan kekuatan militer, bahkan pada saat itu seluruh institusi pendidikan di Kosovo di tutup. Puncak Konflik Kosovo sekitar tahun 1999 dimana terjadi jatuhnya korban dari pihak Albania sekitar 100.000 orang meninggal dunia karena pembantaian yang dilakukan atas perintah Slobodan Milosovic.1 Hal tersebutlah yang membuat kami tertarik dalam mengambil judul makalah kami, yaitu Advokasi HAM di Kosovo. Dalam kasus tersebut media massa diharapkan bisa memperkuat
1

Peran Media HI http://www.interseksi.org/publications/essays/articles/peran_media_ham.html Diakses pada tanggal 8 Desember 2011 Pukul 15.30 WIB

perannya untuk mempromosikan perdamaian dalam kehidupan masyarakat. Karena media mempunyai peran strategis dan pengaruh penting dalam kehidupan masyarakat zaman sekarang. Media massa diharapkan bisa mengambil peran lebih besar untuk menyampaikan informasi, karena media identik dengan keterbukaan, demokrasi, dan informasi lainnya. Sehingga media juga bisa menumbuhkan pesan perdamaian di dunia. Namun terkadang problemnya adalah karena ketidakpahaman jurnalis sendiri mengenai persoalan HAM. Singkatnya, ada banyak problem baik yang bersifat internal maupun eksternal yang dihadapi media/jurnalis ketika menjalankan perannya tersebut.

III.

Latar Belakang III.1 Peran Media Dalam Advokasi HAM Advokasi adalah usaha sistimatis secara bertahap (inkremental) dan terorganisir yang dilakukan oleh kelompok atau organisasi profesi untuk menyuarakan aspirasi anggota, serta usaha mempengaruhi pembuat kebijakan publik untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada kelompok tersebut, sekaligus mengawal penerapan kebijakan agar berjalan efektif. Sedangkan advokasi hukum adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh ahli hukum dan atau lembaga bantuan hukum dalam bentuk konsultasi, negosiasi, mediasi, serta pendampingan baik di dalam dan di luar pengadilan yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa yang bedimensi hukum. Jadi, advokasi Hak Asasi Manusia adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh ahli hukum dan atau lembaga bantuan hukum dalam bentuk konsultasi, negosiasi, mediasi, bahkan intervensi serta pendampingan baik di dalam dan di luar pengadilan yang bertujuan untuk menyelesaikan kasus-kasus hak asasi manusia. Salah satu masalah yang dihadapi oleh jurnalis dalam peliputan masalah HAM adalah kurangnya pemahaman mereka mengenai berbagai aspek mengenai HAM itu sendiri. konteks pelanggaran HAM adalah ketika negara yang memiliki kewajiban untuk memenuhi hak-hak warganegaranya lalai menjalankan kewajiban itu. Akibatnya dalam diskusi dan juga dalam pemberitaan sering muncul pemberitaan contohnya "Masyarakat Melanggar HAM Polisi". Para jurnalis juga tampaknya kurang familiar

terhadap berbagai instrumen internasional mengenai hak asasi manusia yang sebenarnya bisa menjadi perspektif dalam melihat subjek berita.2

III.2

Advokasi HAM di Kosovo Konflik ini bermula dimana etnis Albania menuntut supaya Kosovo menjadi Republik berarti ingin memisahkan diri dari Yugoslavia. Mahasiswa di Universitas Pristina pada bulan Maret 1981 juga ikut ambil bagian yaitu dengan mengadakan unjukrasa secara besar-besaran. Pemerintah Serbia menghadapi keadaan ini tidak lagi menggunakan cara-cara persuasif tetapi dengan kekuatan militer, bahkan pada saat itu seluruh institusi pendidikan di Kosovo di tutup. Puncak Konflik Kosovo sekitar tahun 1999 dimana terjadi jatuhnya korban dari pihak Albania sekitar 100.000 orang meninggal dunia karena pembantaian yang dilakukan atas perintah Slobodan Milosovic. Pembantaian inilah yang mendapat perhatian khusus dari internasional, terutama Amerika serikat pada waktu itu khususnya NATO. Amerika serikat dan Negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara menekan dan memaksa Presiden Serbia untuk segera berhenti melakukan aksinya. Para media/jurnalis berpikir apa yang seharusnya dilakukan terhadap negara yang melakukan pelanggar hak asasi manusia. Dalam piagam PBB dikatakan bahwa perlu dilakukan Intervensi kemanusiaan untuk melindungi Hak Asasi Manusia serta mendorong Amerika serikat melalui NATO untuk melakukan Intervensi. Tawaran dari Ameria Serikat melalui duta besar perdamaian, Richard Hoolbroke, adalah membujuk presiden Yugoslavia Slobodan Milsovic untuk berdamai dengan etnik Albania di Kosovo ditandai dengan pemberian otonomi khusus kepada Kosovo dan membolehkan pasukan perdamaian berada di propinsi tersebut. Amerika Serikat dan Negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara lainnya mengeluarkan ultimatum kepada Milosovic bahwa akan dilakukan penyerangan terhadap Yugoslavia jika Negara tersebut tidak menerima tawaran perdamaian. Namun Milosovic bersikukuh untuk tidak menerima tawaran tersebut. Pada Tanggal 24 Maret 1999 berdasarkan laporan dari Penasehat Keamanan Nasionalnya, Sandy Berger bahwa misi dari duta

Media and Human Rights in Asia: An AMIC Compilation, AMIC, Singapore, 2000. http://www.interseksi.org/publications/essays/articles/peran_media_ham.html diakses pada 10 Desember 2011 pukul 23.45 WIB

perdamaiannya telah gagal. Dengan tegas Bill Clinton memerintahkan untuk melakukan penyeranagn terhadap Yugoslavia. Awalnya Milosovic tetap pada pendirianya, namun akibat serangan militer NATO tersebut pada akhirnya dia menyerah dan mengikuti tuntutan dunia internasional yaitu Kosovo berada dibawah pengawasan KDOM pada tahun 1998. Dilema dari intervensi kemanusiaan di satu pihak muncul pertanyaan apakah organisasi internasional memiliki hak memaksakan pendapatnya tanpa mandat dari PBB, tapi apakah pelanggaran HAM yang dilakukan terus menerus dan sistematis dapat dibiarkan begitu saja. Disini media/jurnalis sangat berperan penting sebagai monitoring. Seperti yang sudah dijelaskan, cara ini bisa dilakukan dengan memantau kinerja negara (pemerintah) dalam menjalankan kewajibannya untuk memenuhi hakhak warga negaranya. Terutama terhadap implementasi berbagai instrumen internasional hak asasi manusia yang telah diratifikasi. Apabila sebuah instrumen HAM belum diratifikasi, seperti Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik (ICCPR), maka media dapat mendorong pemerintah untuk segera meratifikasi dengan memberitakan berbagai kasus yang memberikan konteks bagi pentingnya ratifikasi.3

IV.

Rumusan Masalah

Dari gambaran diatas, terdapat beberapa permasalahan yang dapat kami ajukan, diantaranya: a. Apa yang menyebabkan terjadinya advokasi HAM di Kosovo? b. Dan bagaimana peran media dalam menanggapi dan menangani advokasi HAM di Kosovo?

V.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah advokasi HAM dan intervensi kemanusiaan yang terjadi di Yugoslavia yang dilatar belakangi oleh etnis Albania yang menuntut supaya Kosovo menjadi Republik yang berarti ingin memisahkan diri dari Yugoslavia. Selain itu, penelitian ini juga akan menganalisis bagaimana peran media/jurnalis dalam menghadapi konflik Kosovo tersebut.
3

NATO Tangani HAM Kosovo www.detiknews.com/read/2011/07/27/145427/1690194/934/nato-tengahi-ketegangankosovo-serbia diakses pada 11 Desember 2011 pukul 07.30 WIB

VI.

Batasan Penelitian

Penelitian ini membatasi lingkup penelitiannya pada respon media/jurnalis dalam memberikan informasi atau berita terhadap konflik di Kosovo tentang pemisahan diri menjadi Republik serta dampak yang timbul dari konflik tersebut terhadap dunia internasional.
VII. Metode Penelitian

Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengumpulkan informasi mengenai konflik Kosovo. Selanjutnya kami menganalisis masalah advokasi yang terjadi di Kosovo dengan mengambil pandangan menurut Sheila Espine-Villaluz, advokasi diartikan sebagai aksi strategis dan terpadu yang dilakukan perorangan dan kelompok untuk memasukkan suatu masalah (isu) kedalam agenda kebijakan, mendorong para pembuat kebijakan untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan membangun basis dukungan atas kebijakan publik yang diambil untuk menyelesaikan masalah tersebut.4 Kemudian kami menganalisis bagaimana peran media/jurnalis dalam memberitakan kasus tersebut.

Kaidah Advokasi http://www.bantuanhukum.info/?page=detail&cat=B16&sub=B1601&prod=B160101&t=3 &ty=2 diakses pada 9 Desember 2011 pukul 21.00 WIB

REFERENSI
Kaidah Advokasi http://www.bantuanhukum.info/?page=detail&cat=B16&sub=B1601&prod=B160101&t=3 &ty=2 diakses pada 9 Desember 2011 pukul 21.00 WIB Media and Human Rights in Asia: An AMIC Compilation, AMIC, Singapore, 2000. http://www.interseksi.org/publications/essays/articles/peran_media_ham.html diakses pada 10 Desember 2011 pukul 23.45 WIB NATO Tangani HAM Kosovo www.detiknews.com/read/2011/07/27/145427/1690194/934/nato-tengahi-ketegangankosovo-serbia diakses pada 11 Desember 2011 pukul 07.30 WIB Peran Media HI http://www.interseksi.org/publications/essays/articles/peran_media_ham.html Diakses pada tanggal 8 Desember 2011 Pukul 15.30 WIB