Anda di halaman 1dari 6

Pielonefritis

DEFINISI
Pielonefritis adalah infeksi bakteri pada salah satu atau kedua ginjal.

PENYEBAB
Escherichia coli (bakteri yang dalam keadaan normal ditemukan di usus besar) merupakan penyebab dari 90% infeksi ginjal diluar rumah sakit dan penyebab dari 50% infeksi ginjal di rumah sakit. Infeksi biasanya berasal dari daerah kelamin yang naik ke kandung kemih. Pada saluran kemih yang sehat, naiknya infeksi ini biasanya bisa dicegah oleh aliran air kemih yang akan membersihkan organisme dan oleh penutupan ureter di tempat masuknya ke kandung kemih. Berbagai penyumbatan fisik pada aliran air kemih (misalnya batu ginjal atau pembesaran prostat) atau arus balik air kemih dari kandung kemih ke dalam ureter, akan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi ginjal. Infeksi juga bisa dibawa ke ginjal dari bagian tubuh lainnya melalui aliran darah. Keadaan lainnya yang meningkatkan resiko terjadinya infeksi ginjal adalah: - kehamilan - kencing manis - keadaan-keadaan yang menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Patofisiologi Bakteri naik ke ginjal dan pelvis ginjal melalui saluran kandung kemih dan uretra. Flora normal fekal seperti Eschericia coli, Streptococus fecalis, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphilococus aureus adalah bakteri paling umum yang menyebabkan pielonefritis akut. E. coli menyebabkan sekitar 85% infeksi. Pada pielonefritis akut, inflamasi menyebabkan pembesaran ginjal yang tidak lazim. Korteks dan medula mengembang dan multipel abses. Kalik dan pelvis ginjal juga akan berinvolusi. Resolusi dari inflamasi menghsilkan fibrosis dan scarring. Pielonefritis kronis muncul stelah periode berulang dari pielonefritis akut. Ginjal mengalami perubahan degeneratif dan menjadi kecil serta atrophic. Jika destruksi nefron meluas, dapat berkembang menjadi gagal ginjal.

GEJALA
Gejala biasanya timbul secara tiba-tiba berupa demam, menggigil, nyeri di punggung bagian bawah, mual dan muntah. Beberapa penderita menunjukkan gejala infeksi saluran kemih bagian bawah, yaitu sering berkemih dan nyeri ketika berkemih. Bisa terjadi pembesaran salah satu atau kedua ginjal. Kadang otot perut berkontraksi kuat. Bisa terjadi kolik renalis, dimana penderita merasakan nyeri hebat yang disebabkan oleh kejang ureter. Kejang bisa terjadi karena adanya iritasi akibat infeksi atau karena lewatnya batu ginjal. Pada anak-anak, gejala infeksi ginjal seringkali sangat ringan dan lebih sulit untuk dikenali. Pada infeksi menahun (pielonefritis kronis), nyerinya bersifat samar dan demam hilang-timbul atau tidak ditemukan demam sama sekali. Pielonefritis kronis hanya terjadi pada penderita yang memiliki kelainan utama, seperti penyumbatan saluran kemih, batu ginjal yang besar atau arus balik air kemih dari kandung kemih ke dalam ureter (pada anak kecil). Pielonefritis kronis pada akhirnya bisa merusak ginjal sehingga ginjal tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya (gagal ginjal).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas. Pemeriksaan yang dilakukan untuk memperkuat diagnosis pielonefritis adalah: - pemeriksaan air kemih dengan mikroskop - pembiakan bakteri dalam contoh air kemih untuk menentukan adanya bakteri. USG dan rontgen bisa membantu menemukan adanya batu ginjal, kelainan struktural atau penyebab penyumbatan air kemih lainnya. Foto polos abdomen dapat memperlihatkan beberapa kelainanseperti obliterasi bayangan ginjal

karena sembab jaringan pada pielonefritis akut, perinephritic fat dan perkapuran pada pielonefritis kronis

PENGOBATAN
Segera setelah diagnosis ditegakkan, diberikan antibiotik, seperti Aminoglikosida ; Gentamicin , Kuinolon ; ofloxacin, ciprofloxacin, Levofloxacin , Norfloxacin penisillin ; amoxicillin , Ampicillin , Piperacillin ,Ticarcillin

sefalosporin ; Ceftriaxone , Ceftazidime , Cefixime , Cefpodoxim ,Cephalexin Golongan lain ; Erythromycin , Vancomycin , Doxycycline , Ertapenem , Aztreonam ,Nitrofurantoin , Meropenem , Imipenem

Untuk mencegah kekambuhan, pemberian antibiotik bisa diteruskan selama 2 minggu. 4-6 minggu setelah pemberian antibiotik, dilakukan pemeriksaan air kemih ulang untuk memastikan bahwa infeksi telah berhasil diatasi. Pada penyumbatan, kelainan struktural atau batu, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Penatalaksanaan 1. Penatalaksanaan medis menurut Barbara K. Timby dan Nancy E. Smith tahun 2007: a. Mengurangi demam dan nyeri dan menentukan obat-obat antimikrobial seperti trimethroprim-sulfamethoxazole (TMF-SMZ, Septra), gentamycin dengan atau tanpa ampicilin, cephelosporin, atau ciprofloksasin (cipro) selama 14 hari. b. Merilekskan otot halus pada ureter dan kandung kemih, meningkatkan rasa nyaman, dan meningkatkan kapasitas kandung kemih menggunakan obat farmakologi tambahan antispasmodic dan anticholinergic seperti oxybutinin (Ditropan) dan propantheline (Pro-Banthine) c. Pada kasus kronis, pengobatan difokuskan pada pencegahan kerusakan ginjal secara progresif.

PENCEGAHAN
Seseorang yang sering mengalami infeksi ginjal atau penderita yang infeksinya kambuh setelah pemakaian antibiotik dihentikan, dianjurkan untuk mengkonsumsi antibiotik dosis rendah setiap hari sebagai tindakan pencegahan. Lamanya pengobatan pencegahan yang ideal tidak diketahui, tetapi seringkali dihentikan setelah 1 tahun. Jika infeksi kembali kambuh, maka pengobatan ini dilanjutkan sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan.

Komplikasi
Ada tiga komplikasi penting dapat ditemukan pada pielonefritis akut 1. Nekrosis papila ginjal. Sebagai hasil dari proses radang, pasokan darah pada area medula akan terganggu dan akan diikuti nekrosis papila guinjal, terutama pada penderita diabetes melitus atau pada tempat terjadinya obstruksi. 2. Fionefrosis. Terjadi apabila ditemukan obstruksi total pada ureter yang dekat sekali dengan ginjal. Cairan yang terlindung dalam pelvis dan sistem kaliks mengalami supurasi, sehingga ginjal mengalami peregangan akibat adanya pus. 3. Abses perinefrik. Pada waktu infeksi mencapai kapsula ginjal, dan meluas ke dalam jaringan perirenal, terjadi abses perinefrik. Komplikasi pielonefritis kronis mencakup penyakit ginjal stadium akhir (mulai dari hilangnya progresifitas nefron akibat inflamasi kronik dan jaringan parut), hipertensi, dan pembentukan batu ginjal (akibat infeksi kronik disertai organisme pengurai urea, yang mangakibatkan terbentuknya batu) (Brunner&Suddarth, 2002: 1437).

Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih
share

Uretritis
DEFINISI

Uretritis adalah infeksi dari uretra, yaitu saluran yang membawa air kemih dari kandung kemih keluar tubuh.
PENYEBAB

Penyebabnya bisa berupa bakteri, jamur atau virus. Pada wanita jasad renik tersebut biasanya berasal dari vagina. Pada kebanyakan kasus, bakteri berasal dari usus besar dan sampai ke vagina melalui anus. Lelaki lebih jarang menderita uretritis. Jasad renik yang ditularkan melalui hubungan seksual (misalnya Neisseria gonorrhoeae penyebab gonore), masuk ke vagina atau penis pada saat melakukan hubungan seksual dengan mitra seksual yang terinfeksi dan bisa menjalar ke uretra. Uretritis pada pria paling sering disebabkan oleh gonokokus. Klamidia dan virus herpes simpleks juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual dan bisa menyebabkan uretritis.
GEJALA

Pada pria, uretritis biasanya dimulai dengan keluarnya cairan dari uretra. Jika penyebabnya adalah gonokokus maka cairan ini akan mengandung nanah. Jika penyebabnya adalah jasad renik yang lainnya, maka cairan ini mengandung lendir. Gejala lainnya adalah nyeri pada saat berkemih dan penderita sering mengalami desakan untuk berkemih. Jika uretritis karena gonokokus tidak diobati secara adekuat, maka pada akhirnya akan terbentuk penyempitan uretra (striktur). Striktur ini akan meningkatkan resiko terjadinya uretritis pada uretra yang lebih tinggi dan kadang menyebabkan terbentuknya abses di sekitar uretra. Abses bisa membentuk kantong pada dinding uretra (divertikulum uretra), yang juga bisa mengalami infeksi. Jika abses menyebabkan terjadinya perforasi kulit, maka air kemih bisa mengalir melalui saluran baru (fistula uretra).
DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk mengetahui penyebabnya, bisa diambil contoh cairan yang keluar dari uretra dan dianalisa di laboratorium.
PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada mikroorganisme penyebabnya. Jika penyebabnya adalah bakteri, maka diberikan antibiotik. antibiotik yang diberikan seperti

Kuinolon ; Ofloxacin, Ciprofloxacin Makrolid ; Azithromycin, Erythromycin, Spiramycin Sefalosporin ; Cefaclor, Ceftriaxone, Cefuroxime, Cefotiam

Tetrasiklin ; doxycycline
Jika penyebabnya adalah virus herpes simpleks, maka diberikan obat anti-virus (misalnya asiklovir).

JAMUR
1). Candida albicans Pasien dengan gangguan pertahanan pejamu, rentan terhadap fungi yang terdapat dimana-mana, tapi orang sehat yang terpajan biasanya resisten. pada banyak kasus, tipe fungi dan perjalanan penyakit infeksi mikotik ditentukan oleh keadaan predisposisi pejamu. Sebagai anggota flora mikroba normal, kandida dan ragi serumpun merupakan oportunis endogen. Beberapa spesies ragi genus kandida mampu menyebabkan kandidiasis. Spesies tersebut adalah anggota flora normal pada kulit, membrane mukosa, dan saluran pencernaan. Morfologi dan identifikasi Pada biakan atau jaringan, spesies kandida tumbuh sebagai sel ragi tunas, berbentuk oval (berukuran 3-6 mikrometer). Spesies tersebut juga membentuk pseudohifa ketika tunas terus tumbuh tapi gagal lepas, menghasilkan rantai sel memanjang yang menyempit atau mengerut pada septa diantara sel. Pada medium agar atau dalam 24 jam pada suhu 37 0 C, spesies kandida menghasilkan koloni lunak berwarna krem dengan bau seperti ragi. Pseudohifa tampak sebagai pertumbuhan yang terendam di bawah permukaan agar.

Pathogenesis dan patologi Kandidiasis superficial (kutan atau mukosa) terjadi melalui peningkatan jumlah kandida local dan adanya kerusakan pada kulit atau epitel yang memungkinkan invasi local oleh ragi dan pseudohifa. Kandidiasis sistemik terjadi ketika kandida masuk ke aliran darah dan pertahanan pejamu fagositik tidak adekuat untuk menahan perinvasi local oleh ragi dan pseudohifa. Kandidiasis sistemik terjadi ketika kandida masuk ke aliran darah dan pertahanan pejamu fagositik tidak adekuat untuk menahan pertumbuhan dan penyebaran ragi. Kandidemia dapat disebabkan oleh kateter yang terpasang terus-menerus, namun, pasien dengan gangguan pertahanan fagosit dapat mengalami lesi samar dimana-mana terutama di ginjal. Infeksi ginjal biasanya merupakan manifestasi sistemik sedangkan infeksi saluran kemih sering disebabkan oleh kateter Foley, diabetes, kehamilan, dan antibiotic.

Dasar resistensi terhadap kandidiasis bersifat kompleks dan tidak sepenuhnya dipahami. Respon imun seluler, terutama sel CD4, penting dalam mengendalikan kandidiasis

mukokutan, dan neutrofil mungkin penting untuk resistensi terhadap kandidiasis sistemik. Pengobatan Sering sulit menegakkan diagnosis kandidiasis sistemik secara dini, tanda klinis tidak definitive, dan biakan sering negative. Lebih lanjut, tidak ada regimen profilaksis yang ditetapkan untuk pasien yang berisiko, meskipun diberikan pengobatan azol atau amfoterisin B dosis rendah untuk jangka pendek sering diindikasikan untuk pasien imunokompromise yang lemah atau mengalami demam dan tidak berespon terhadap pengobatan antibakteri.