Anda di halaman 1dari 2

A. Apa itu Insektarium?

Mengenal

Insektarium Serangga

Insektarium merupakan koleksi serangga berupa awetan awetan kering. Spesimen spesimen yang telah dikeringkan dan dilabel disimpan dalam kotak serangga. Kotak tersebut dilapisi dengan gaabus dan sterofoam dan ditutup. Spesimen ini disimpan pada tempat kedap udara yang dapat menghalangi serangga perusak.

(trap), sampai pinset, kuas kecil dan pisau. Sedangkan bahan yang dibutuhkan antara lain: asam asetat glasial 5%, gliserin 5%, kloroform, alkohol dan formalin. Tetapi untuk pengawetan serangga bersayap dengan ukuran sedang sampai besar alat dan bahan yang digunakan dapat dimodifikasi sehingga lebih murah dan mudah diperoleh dimana saja. Alat yang dibutuhkan antara lain: jaring serangga, topeles, botol pembunuh (killing bottle), amplop kertas (papilot) ukuran 21,5 cm x 16,5 cm, gabus (sterofoam), jarum pentul, kapas, dan kertas minyak/ kertas tisu. Sedangkan bahan yang digunakan adalah serangga yang akan diawetkan dan alkohol.

B. Kegunaan Insektarium?
Dalam dunia entomologi, pengawetan serangga termasuk dalam kegiatan koleksi serangga atau insektarium. Kegiatan ini bertujuan untuk: 1) mempelajari taksonomi (identifikasi, deskripsi, dan klasifikasi) serangga 2) mempelajari keanekaragaman, sejarah hidup, perilaku, ekologi, habitat, dan distribusi serangga 3) sebagai materi pembanding identifikasi untuk membantu program pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) 4) untuk keperluan pameran (display) dengan maksud memperkenalkan jenis-jenis serangga di sekitar kita

D. Langkah Pengawetan?
1. Perlengkapan dan Metode Pengkoleksian
Terbagi menjadi dua katagori, yaitu kolektor aktif (aktif mencari serangga dengan peralatan berupa insect net, aspirator, beating sheet, dll) dan kolektor pasif (menggunakan perangkap/trap).

2. Menangkap/Pengumpulan Spesimen
Serangga dapat langsung ditangkap dengan menggunakan insect net atau dengan menggunakan metode lainnya yang dapat menangkap tanpa merusak morfolgi serangga tsb. Ada beberapa macam wadah yang umum digunakan saat kita menangkap serangga, yaitu botol pembunuh (berisi alkohol 90% dan digunakan untuk membunuh serangga berukuran kecil, seperti semut, lebah, dll) dan kertas papilot (lipatan kertas yang berguna untuk penyimpanan

(Purwiji, 2011).

Oleh

C. Alat Bahan yang Digunakan?


Alat yang digunakan untuk insektarium sangat beragam, mulai dari jaring serangga, kotak pemisah (separation box), botol pembunuh (killing bottle), botol pengawet, amplop kertas (papilot), alat penghisap (aspirator), perangkap

Divisi Entomologi
DP XXXIII Himbio Unpad Universitas Padjadjaran 2012

sementara serangga bersayap rapuh seperti kupu kupu dan capung)

4. Mengeringkan Spesimen
Spesimen yang kecil akan sangat cepat kering di udara terbuka, begitu halnya dengan serangga berukuran besar, tetapi tidak dianjurkan untuk meninggalkan mereka terbuka dalam jangka waktu yang lama karena kemungkinan kerusakan oleh dermestid, semut dan hama lainnya. Sebuah ruangan dengan satu atau lebih bola lampu akan mempercepat pengeringan. (Borror, 1997).

6. Pemajangan dan Penyimpanan


Koleksi menjadi lebih berarti ketika spesimen tersebut dapat dipelajari dan dipajang. Museum dan banyak koleksi pribadi biasanya ditemaptkan di semacam lemari kayu atau besi yang dilapisi kaca. Tiap-tiap laci memiliki suatu baki yang memudahkan spesimen yang telah dikoleksi untuk dimasukan dan dikeluarkan sebanyak yang diperlukan. Tiap baki terdiri dari 1 species dan disusun secara alfabet berdasarkan spesies dalam suatu genus, genus dalam suatu famili dan begitu seterusnaya. Diperlukan pengasapan dan repellent, selain itu pemeriksaan secara rutin mengenai kerusakan koleksi (sisa serbuk di bawah spesimen yang mengindikasikan spesies tersebut dimakan oleh serangga hama). Awetan serangga secara rutin harus tetap dirawat supaya tidak cepat rusak. Perawatannya cukup mudah, yaitu dengan cara membersihkan kotoran yang menempel pada serangga dan pada tempat penyimpanannya dengan menggunakan kapas atau tisu kering. Selain itu, tempat penyimpanan harus dijaga supaya tidak lembab. Pada kondisi tempat yang lembab, akan memicu tumbuhnya jamur-jamur yang dapat merusak awetan serangga.

3. Pinning
Pinning adalah cara yang terbaik untuk mengawetkan serangga bertubuh keras. Letak pin yang akan ditusukan akan berbeda - beda. Pada Coleoptera ditusuk pada elytron kanan. Hemiptera dan Homoptera ditusuk melalui scuttelum. Ordo lain ditusuk melalui mesothorax. Spesimen yang terlalu kecil dan rapuh untuk dilakukan pinning, ditempatkan pada micropins atau cardboard pins.

5. Pelabelan
Semua spesimen yang ditemukan harus diberi label mengenai data waktu dan lokasi penangkapan. Data sebaiknya ditulis seperti ini 10.Aug.1977m 10.VIII>1977, atau VIII.10.1977.Label ditempatkan ditempatkan pada pin serangga. Nama kolektor ditempatkan pada label kedua di bawah label mengenai waktu dan lokasi ditemukan.

Untuk hasil terbaik, kupu-kupu dan ngengat sayapnya dibentangkan. Pertama tusuk serangga melalui mesothorax dan tancapkan pada papan. Pindahkan sayap bagian depan, sehingga batas belakangnya membentuk garis paralel dengan tubuhnya. Tahan posisi sayap sementara dengan meletakan pin. Hal serupa dilakukan pada sayap belakangnya, kemudian tempelkan kertas melintasi sayapnya dan beri pin pada kertas & garis luar sayapnya (pin tidak boleh menusuk sayapnya). Pin-pin tersebut dapat dicabut kembali setelah 3-5 hari ditusukkan (Elzinga, 1997).