Anda di halaman 1dari 13

AKIBAT KEKURANGAN VITAMIN A oleh : Redaksi [ 2007-12-28 22:48:48 ]

Mata adalah jendela kehidupan, itu satu hal yang rasanya perlu kita camkan dalam hati. Karena itu memelihara kesehatan mata adalah prioritas utama bagi kita semua, menjaga kesehatan mata sebaiknya diawali sejak dini, sejak anak masih berusia balita atau bahkan sejak berada dalam kandungan. Sayangnya tidak banyak yang paham tentang hal ini, sehingga berbagai kasus penyakit mata yang muncul sudah berada pada kondisi yang buruk hingga sulit untuk diobati, terutama penyakit mata yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Banyak juga yang tidak tahu bahwa penyakit mata yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A itu relatif sulit untuk disembuhkan dan bisa menyebabkan terjadinya resiko kebutaan.

. Vitamin A dapat kita konsumsi dari: 1.bahan makanan yang berwarna hijau, seperti sayur-sayuran warna hijau atau berwarna jingga sebagai contoh adalah bayam, daun singkong, pepaya yang warnanya jingga yang matang, hati kuning telur 2.Air Susu Ibu (ASI), itu bahan makanan yang kaya dengan vitamin A. Jika tidak bisa mengkonsumsi dari makanan. kita bisa mendapatkannya dari bahan makanan yang sudah diperkaya dengan vitamin A. Berbagai makanan sekarang di dalam labelnya disebutkan sudah diperkaya dengan vitamin A atau untuk balita saat ini tersedia kapsul vitamin A dengan dosis tinggi. tidak semua kebutuhan vitamin A itu diperoleh dari makanan yang mahal harganya, artinya gizi yang cukup bisa didapatkan dari sumber-sumber yang banyak tersedia disekitar kita. Kekurangan vitamin A seperti yang kita semua sudah pahami menyebabkan kerusakan mata,

Mata yang sehat itu ditandai dengan : 1.selaput bening mata yang menutupi bagian hitam dari mata yang dikenal dengan kornea itu benar-benar jernih transparan, tembus sinar dan 2. bagian putih mata itu terlihat putih warnanya. 3.Bagian hitam itu benar-benar hitam, 4. kelopak warna yang sehat itu dapat membuka dan menutup dengan baik dan bulu matanya teratur mengarah keluar pertumbuhannya.

Tanda-tanda mata yang kekurangan vitamin A : 1. 2. selaput matanya pada daerah hitam daerah putih itu menjadi kering dan bila tidak segera diobati, selaput mata yang kering ini akan mengakibatkan kebutaan. Kita tadi sudah mendengar bahwa mata adalah jendela hati, itu artinya indera mata sangat penting dari 5 indra kita untuk kita dapat menangkap stimulus2 atau rangsangan2 dari luar dan itu berkaitan juga dengan kecerdasan. Salah satu penyakit mata yang disebabkan karena kekurangan vitamin A adalah Xeroftalmia atau keringnya selaput bening mata. Gejala Xeroftalmia / keringnya selaput bening mata : Mata yang sehat itu bening, seperti mata pada balita, bila kita melihat balita kita pada waktu menjelang magrib atau sudah agak menjelang malam terantuk-antuk jalannya, itu dikenal dengan buta senja. 1.bagian putih mata itu mengalami kekeringan, kusam dan tidak bersinar. Kalau pada bagian putih mata itu ada satu bercak seperti busa sabun, itu tandanya sudah makin parah. 2.selaput bening yang ada pada bagian hitam atau yang ada pada kornea sudah mulai kering dan kusam, itu berarti sudah terjadi kekeringan pada selaput korneanya dan lebih lanjut lagi 3 sebagian hitam mata itu akan melunak seperti bubur dan pada akhirnya bagian kornea itu seluruh bagian hitam melunak dan bola matanya mengecil atau mengempis.

cara memberikan pengobatan dan pencegahan Xeroftalmia:

Mendapatkan makanan dari luar karena zat gizi ini harus didapatkan melalui makanan. Pada anak balita, kita sudah mempunyai program untuk mencegah kering mata ini dengan memberikan kapsul vitamin A dengan dosis yang tinggi. Kapsul vitamin A ini dibagikan setiap bulan Februari dan Agustus setiap tahun, bisa didapatkan di Puskesmas dan Posyandu terdekat didaerah masing-masing. dengan pemberian kapsul yang relatif mudah ini akan menentukan bagaimana masa depan dari seorang anak. Bila Ibu terlambat memberikannya maka pencegahannya juga akan membawa akibat pada kebutaan nanti. Defisiensi vitamin A : kekurangan vitamin A akan menyebabkan kebutaan. satu lagi fungsi dari vitamin A ini adalah meningkatkan daya tahan tubuh atau meningkatkan kekebalan anak. Anak yang kekurangan vitamin A akan mudah terserang infeksi, yang untuk anak sehat penyakit itu tidak menyebabkan kematian atau tidak menyebabkan kecacatan yang parah, sebagai contoh penyakit yang sering diderita anak-anak seperti campak,

diare, itu akan menjadi lebih parah bila anak tersebut kurang vitamin A. Kelompok-kelompok yang beresiko kekurangan vitamin A: 1.bayi berat lahir rendah yaitu bayi yang waktu lahir beratnya kurang dari 2500 gram. Bayi berat lahir rendah ini pada umumnya berasal dari Ibu yang kekurangan gizi. 2.Ibu yang kurang gizi akan melahirkan anak yang kurang gizi juga dan anak ini juga berpotensi menderita gangguan gizi lain disamping kekurangan vitamin A. 2.anak yang tidak mendapatkan ASI pada usia dininya. i ASI adalah makanan yang terbaik bagi bayi dan 99% sebetulnya Ibu bisa menyusui, hanya masalah psikologis saja yang bisa mempengaruhi tidak keluarnya ASI. Jadi tidak beralasan apabila ada Ibu yang mengatakan tidak bisa memberi ASI karena air susunya tidak keluar padahal semakin sering dihisap akan semakin banyak pula produksinya. Air Susu Ibu adalah sumber vitamin A yang paling baik untuk bayi dan anak sampai 2 tahun. Anak yang tidak mendapatkan ASI sesudah berumur 6 bulan maka membutuhkan makanan pendamping ASI yang bermutu artinya cukup sumber energinya, cukup proteinnya, cukup lemaknya, cukup vitamin dan mineralnya sesuai dengan yang ditetapkan oleh pakar. Anak yang kurang gizi bisa kita lihat dari grafik pertumbuhannya yang ditujunka oleh garis merah dan hijau pada Kartu Menuju Sehat yang terdapat di Posyandu . anak sudah di ditimbang beratnya di Posyandu dan beratnya berada di bawah garis merah maka anak tersebut berpotensi beresiko untuk menderita kekurangan vitamin A anak yang sering menderita infeksi, campak, diare, TBC, infeksi saluran pernapasan akut dan cacingan akan lebih beresiko kekurangan vitamin A. anak-anak yang berasal dari lingkungan yang miskin dan keluarga miskin, seperti anak yang tinggal di daerah pengungsian, anak yang tinggal di daerah yang kekurangan sumber vitamin A, kekurangan sayur-sayuran hijau, buah-buahan berwarna jingga, merupakan anakanak yang lebih berpotensi mengalami kekurangan vitamin A. Anak-anak yang tidak mendapat imunisasi, tidak mendapat kapsul vitamin A Ibu yang kurang menyediakan sumber vitamin A pada makanan keluarganya

http://minmalangsatu.net/detail-artikel-112/AKIBAT_KEKURANGAN_VITAMIN_A.html

Vitamin A Lebih dari Sekadar Mencegah Kebutaan


Januari 5, 2008 pada 9:53 am (Tak terkategori) Tags: kesehatan

Anda sibuk tapi masih ingin meraih sarjana untuk menunjang karir, maka inilah |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS BERKUALITAS IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN terima pindahan dari PTN/PTS lain MANAJEMEN AKUNTANSI ILMU KOMUNIKASI ILMU PEMERINTAHAN
70314141 -7313350: jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Jumat, 5 September 2003

Vitamin A bukan hanya berguna untuk mencegah kebutaan, tapi sanggup memicu pertumbuhan balita dan sebagai menangkal radikal bebas. Vitamin A juga penting untuk pemeliharaan rambut dan kulit serta berguna membantu hormon yang berperan dalam proses reproduksi.

Dok. Senior

Dulu orang menduga bahwa untuk mencapai gizi normal, tubuh hanya memerlukan protein, lemak, karbohidrat, dan mineral. Pendapat itu berlangsung terus, sampai akhirnya di awal abad ke-20, seorang ahli membuktikan bahwa orang tidak dapat hidup normal hanya dengan zat-zat gizi tersebut. Pada tahun 1911 diusulkan suatu zat pelengkap yang disebut vitamin. Vitamin adalah zat organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah sangat sedikit, tapi sangat dibutuhkan dalam usaha mempertahankan gizi normal. Semua mahkluk hidup membutuhkan vitamin untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tumbuhtumbuhan dapat mensintesis sendiri vitamin untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan manusia dan hewan mendapatkan hampir semuanya dari makanan.

Dalam beberapa hal, tubuh manusia dapat membuat vitamin, misalnya dari provitamin A (karoten) yang diubah menjadi vitamin A. Ada juga beberapa vitamin yang dapat disintesis dengan pertolongan bakteri yang terdapat di dalam usus manusia. Vitamin dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yaitu yang larut di dalam air dan lemak. Contoh vitamin yang larut di dalam air adalah B kompleks dan C, sedangkan yang larut lemak vitamin A, D, E, dan K. Dari semua vitamin tersebut, vitamin A paling banyak menimbulkan masalah. Salah satu dari empat masalah gizi yang dihadapi penduduk Indonesia dewasa ini adalah kekurangan vitamin A (KVA). Vitamin A merupakan vitamin yang paling tua dipelajari, terutama dalam hubungannya dengan masalah kebutaan. Multimanfaat Secara garis besar, manfaat vitamin A adalah sebagai berikut:
1.

Proses penglihatan. Vitamin A dalam bentuk retinal akan bergabung dengan opsin (suatu protein) membentuk rhodopsin, yang merupakan pigmen penglihatan. Adanya rhodopsin itulah yang memungkinkan kita dapat melihat. Rendahnya konsumsi menyebabkan menurunnya simpanan vitamin A di dalam hati dan kadarnya di dalam darah. Akibat lebih lanjut adalah berkurangnya vitamin A yang tersedia untuk retina. Mengatur sistem kekebalan tubuh (imunitas). Sistem kekebalan membantu mencegah atau melawan infeksi dengan cara membuat sel darah putih yang dapat menghancurkan berbagai bakteri dan virus berbahaya. Vitamin A dapat membantu limposit (salah satu tipe sel darah putih) untuk berfungsi lebih efektif dalam melawan infeksi. Mencegah kebutaan. Defisiensi vitamin A menyebabkan kelenjar tidak mampu mengeluarkan air mata, sehingga film yang menutupi kornea mengering. Selanjutnya kornea mengalami keratinisasi dan pengelupasan, sehingga menjadi pecah. Infeksi tersebut menyebabkan mata mengeluarkan nanah dan darah. Dampak lebih lanjut adalah munculnya titik bitot (putih pada bagian hitam mata) serta terjadi gangguan yang disebut xerosis conjunctiva, xerophthalmia, dan buta permanen. Menangkal radikal bebas. Vitamin A dan betakaroten terbukti merupakan antioksidan yang dapat melindungi sel dari serangan radikal bebas untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit kronis, seperti jantung dan kanker.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Memicu pertumbuhan. Defisiensi vitamin A menyebabkan terhambatnya pertumbuhan karena gangguan pada sintesis protein. Gejala ini sering tampak pada anak balita. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa proses pertumbuhan akan terhenti jika kebutuhan vitamin A tidak terpenuhi. Memelihara kesehatan sel-sel epitel pada saluran pernapasan. Defisiensi atau kekurangan vitamin A menyebabkan sel-sel epitel tidak mampu mengeluarkan mucus (lendir) dan membentuk cilia (semacam rambut) untuk mencegah akumulasi bahan asing pada permukaan sel. Karena itu, defisiensi vitamin A dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA). Membentuk dan memelihara pertumbuhan tulang dan gigi. Defisiensi vitamin A terbukti dapat menghambat pemanjangan tulang dan terbentuknya gigi yang sehat. Karena itu, kecukupan konsumsi vitamin A sangat penting diperhatikan untuk anak-anak yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Memelihara kesehatan kulit dan rambut. Defisiensi vitamin A dapat menyebabkan kulit dan rambut menjadi kasar dan kering. Mendukung proses reproduksi. Vitamin A diperlukan dalam produktivitas hormon steroid (hormon seks) dan proses spermatogenesis (pembentukan sel sperma) yang sangat vital dalam proses pembuahan sel telur untuk menghasilkan keturunan. Karena itu, defisiensi vitamin A menyebabkan kemandulan.

8.

9.

Penyakit Infeksi Gejala awal dari defisiensi vitamin A adalah anak tidak lagi dapat melihat dengan jelas di sore hari, disebut sebagai buta senja. Tahapan selanjutnya jika defisiensi vitamin A terus berlanjut adalah xerosis konjungtiva (bagian putih mata kering, kusam, tidak bersinar), bercak bitot (bercak seperti busa sabun), xerosis kornea (bagian hitam mata kering, kusam, dan tidak bersinar), keratomalasia (sebagian dari hitam mata melunak seperti bubur), ulserasi kornea (seluruh bagian hitam mata melunak seperti bubur), xeroftalmia scars (bola mata mengecil atau mengempis), dan akhirnya menjurus buta permanen Defisiensi vitamin A merupakan penyebab kebutaan kedua terbesar setelah katarak. Defisiensi vitamin A tingkat sedang dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan sistem imunitas (kekebalan) terhadap serangan penyakit infeksi. Di dunia, sekarang ini sekitar 40 juta anak-anak menderita defisiensi vitamin A dan 13 juta anak menunjukkan gejala klinis gangguan pada mata. Sekitar sepertiga kematian anak-anak juga disebabkan oleh kekurangan vitamin A.

Di Indonesia, sekitar separuh anak balita menunjukkan defisiensi vitamin A subklinis (Malaspina, 1998). Selain itu, paling sedikit tiga juta anak di seluruh dunia menderita xeropthalmia yang dapat merusak kornea mata, dan 250.000 sampai 500.000 menderita buta setiap tahunnya akibat defisiensi vitamin A. Kebanyakan penderita tinggal di negara-negara sedang berkembang. Dari berbagai studi terungkap bahwa kekurangan vitamin A menyebabkan seperempat dari kematian anak di negara berkembang. Di dunia, tidak kurang dari dua juta anak meninggal setiap tahun karena kekurangan vitamin A. Hal tersebut terjadi karena selain menyebabkan kebutaan, kekurangan vitamin A juga menurunkan daya pertahanan tubuh. Dengan kondisi seperti itu, anak-anak akan mudah terserang penyakit infeksi, seperti campak, diare, dan tuberkulosa paru. Padahal, konsumsi vitamin A yang cukup akan meningkatkan sistem imun tubuh, sehingga terhindar dari penyakit tersebut. Penyebab utama defisiensi vitamin A adalah konsumsi yang kurang pada makanan sehari-hari. Penyebab lainnya adalah meningkatnya kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi pada kondisi fisiologis tertentu (seperti ketika sedang hamil dan menyusui), terganggunya proses penyerapan (malabsorpsi), atau diare dan penyakit liver kronis. Sumber Vitamin A Sumber vitamin A dapat dibedakan atas preformed vitamin A (vitamin A bentuk jadi) dan provitamin A (bahan baku vitamin A). Vitamin A bentuk jadi atau retinol bersumber dari pangan hewani, seperti daging, susu dan olahannya (mentega dan keju), kuning telur, hati ternak dan ikan, minyak ikan (cod, halibut, hiu). Provitamin A atau korotenoid umumnya bersumber pada sayuran berdaun hijau gelap (bayam, singkong, sawi hijau), wortel, waluh (labu parang), ubi jalar kuning atau merah, buah-buahan berwarna kuning (pepaya, mangga, apricot, peach), serta minyak sawit merah. Sayangnya, pada proses pengolahan lebih lanjut, banyak betakaroten yang hilang, sehingga kadarnya hanya tinggal sedikit pada minyak goreng. Betakaroten merupakan provitamin A yang paling efektif diubah oleh tubuh menjadi retinol (bentuk aktif vitamin A). Karotenoid lainnya, seperti lycopene (tomat dan semangka), xanthopyl (kuning telur dan jagung), zeaxanthin (jagung), serta lutein, walaupun memiliki aktivitas untuk peningkatan kesehatan, bukan merupakan sumber vitamin A.

Tergantung Lemak Tingkat penyerapan vitamin A oleh tubuh, antara lain dipengaruhi oleh konsumsi lemak dan sumber bahan pangannya. Dalam kondisi konsumsi lemak yang tepat, tingkat penyerapan vitamin A asal hewani dapat mencapai sekitar 80 persen. Kemampuan penyerapan karotenoid sangat tergantung pada keberadaan garam empedu, umumnya mencapai sekitar separuh dari penyerapan vitamin A asal hewani. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sumber vitamin A hewani jauh lebih baik daripada nabati. Mengingat tingkat penyerapan vitamin A sangat tergantung pada kecukupan konsumsi lemak, upaya pengolahan sayuran menjadi sayur bersantan (sayur bobor atau lodeh) dan yang ditumis dengan sedikit minyak (oseng-oseng) akan jauh lebih baik dibandingkan dengan sayur bening atau lalap. Diet rendah lemak yang terlalu ketat, karena alasan takut kegemukan atau untuk menghindari penyakit jantung, perlu ditinjau ulang. Kehadiran lemak dalam makanan sehari-hari tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Yang perlu diperhatikan adalah jenis dan jumlah lemak dalam menu harian. Lemak dengan kandungan asam lemak tidak jenuh ganda (PUFA), lebih bermanfaat bagi kesehatan daripada lemak dengan kandungan asam lemak jenuh tinggi. Kontribusi lemak dalam makanan sebaiknya tidak melebihi 30 persen total kebutuhan energi per hari. Sumbangan energi terbesar tetap diharapkan berasal dari karbohidrat, yaitu sekitar 50-60 persen total kebutuhan energi, sisanya protein, yaitu sekitar 10-20 persen. @ Prof. DR. Ir. Made Astawan, MS Dosen di Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB

http://klipingut.wordpress.com/2008/01/05/vitamin-a-lebih-dari-sekadar-mencegah-kebutaan/

Masalah Kekurangan Vitamin A

Salah satu masalah gizi pada anak yang perlu mendapat perhatian adalah defisiensi atau kekurangan vitamin A. Kekurangan vitamin A ini merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. Selain itu, seringkali ditemukan jika anak menderita kekurangan kalori protein (KKP), maka anak itu juga sekaligus menderita kekurangan vitamin A.

Vitamin A merupakan suatu zat organik yang digunakan oleh tubuh untuk pemeliharaan epitel selaput lendir, ketajaman penglihatan dan pencegahan terjadinya infeksi. Vitamin A berperan dalam penglihatan membuat kita bisa melihat dalam cahaya redup, dan juga turut berperan memberi kekebalan Manfaat Vitamin tubuh. A

Vitamin A memegang peranan penting untuk pemeliharaan sel kornea dan epitel dari penglihatan, metabolisme umum dan proses reproduksi, membantu melindungi tubuh terhadap kanker. Untuk kesehatan jaringan tubuh, vitamin A mempercepat proses penyembuhan luka. Dalam kegiatan pertumbuhan dan perkembangan jaringan epitelial, vitamin A mempertahankan kesehatan dan struktur kulit, rambut dan gigi. Beberapa penyakit kulit seperti jerawat dan psoriasis adalah sebagai akibat kekurangan vitamin A.

Selanjutnya juga diketahui peranan vitamin A sebagai antioxidant, yang membantu merangsang dan memperkuat daya tahan tubuh dalam meningkatkan aktivitas sel pembunuh kuman (natural killer

cell), memproduksi limfosit, fagositis dan antibody. Bahkan kegunaan vitamin A termasuk
memperkuat kekebalan selular (sistem sel) yang menghancurkan sel kanker.

Selain itu vitamin A mencegah dan memperbaiki penciutan kelenjar timus (kelenjar utama yang berperan dalam sistem imun) yang terjadi sebagai akibat stress kronis. Fungsi tubuh lain yang dibantu oleh vitamin A antara lain adalah reproduksi, pembuatan dan aktivitas hormon adrenalin, pembuatan dan aktivitas hormon tyroid, mempertahankan struktur dan fungsi sel-sel saraf, menjaga kekebalan Manfaat tubuh vitamin pada A umumnya, tubuh serta memperbarui 3 sel jaringan besar tubuh. yaitu :

dalam

mencakup

golongan

a. Fungsi yang berkaitan dengan penglihatan Vitamin A berperan sebagai retina (Retinene) yang merupakan komponen dari zat penglihatan Rhodopsin (zat yang dapat menerima rangsangan cahaya dan merubah energi cahaya menjadi energi biolistrik yang merangsang penglihatan).

b. Fungsi dalam metabolisme umum berkaitan dengan metabolisme protein 1. Integritas epitel

Pada defisisensi vitamin A terjadi gangguan struktur maupun fungsi epithelium, terutama yang berasal dari ektoderm. Epitel kulit menebal dan terjadi hyperkeratosis. 2. Pertumbuhan dan perkembangan

Pada defisiensi vitamin A terjadi hambatan pertumbuhan. Ini terjadi karena masalah dalam sintesa protein yaitu adanya hambatan absorbsi vitamin A dan karotin dikarenakan makanan yang rendah dalam kandungan lemak dan protein yang diperlukannya untuk metabolisme protein. Balita yang kekurangan vitamin A pertumbuhannya akan terganggu, balita terlihat kerdil dan kurus, juga mudah terserang penyakit seperti diare, campak, dan lain-lain. 3. Permeabilitas membran

Vitamin A berperan dalam mengatur permeabilitas membran maupun membran dari sub organik selular. Melalui pengaturan permeabilitas membrane sel vitamin A konsentrasi zat-zat gizi dalam sel yang dipergunakan untuk metabolisme sel. 4. Pertumbuhan gigi

Amenoblas yang membentuk email gigi sangat dipengaruhi oleh vitamin A. 5. Pada c. defisiensi Produksi vitamin Fungsi A terjadi hambatan dalam hormone pada sintesa proses hormon-hormon steroid steroid.

reproduksi

Pada percobaan, defisiensi vitamin A dapat mengakibatkan kemandulan, pada percobaan in vitro dengan pemeliharaan jaringan ovaria dan testis terjadi hambatan perkembangan sel reproduksi. Sel ootid tidak padat berkembang menjadi sel ovum dan sel spermatid juga berkembang lebih jauh menjadi spermatozoa, sel tersebut berhenti berkembang dan menunjukkan degenerasi, kemudian diresorpsi. Wanita yang kekurangan vitamin A mampu hamil, tetapi dengan resiko mudah terjadi keguguran dan Faktor kesulitan Penyebab dalam Kekurangan Vitamin melahirkan. A

Terjadinya kekurangan vitamin A berkaitan dengan berbagai faktor dalam hubungan yang kompleks seperti halnya dengan masalah kekurangan kalori protein (KKP). Makanan yang rendah dalam vitamin A biasanya juga rendah dalam protein, lemak dan hubungannya antara hal-hal ini merupakan faktor penting dalam terjadinya kekurangan vitamin A.

Kekurangan vitamin A bisa disebabkan seorang anak kesulitan mengonsumsi vitamin A dalam jumlah yang banyak, kurangnya pengetahuan orangtua tentang peran vitamin A dan kemiskinan. Sedangkan untuk mendapatkan pangan yang difortifikasi bukan hal yang mudah bagi penduduk yang miskin. Karena, harga pangan yang difortifikasi lebih mahal daripada pangan yang tidak difortifikasi. Beberapa penyakit yang mempengaruhi kemampuan usus dalam menyerap lemak dan vitamin yang larut dalam lemak, meningkatkan resiko terjadinya kekurangan vitamin A. Penyakit tersebut adalah: Penyumbatan Penyakit Fibrosa saluran seliak, kistik, empedu.

Pembedahan pada usus atau pankreas juga akan memberikan efek kekurangan vitamin A. Bayi-bayi yang tidak mendapat ASI mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kekurangan vitamin A , karena ASI merupakan sumber vitamin A vitamin yang baik. A

Gejala-gejala

kekurangan

Kekurangan vitamin A sering terjadi pada anak balita. Gejala yang sering mendapat perhatian adalah gangguan pada penglihatan anak, selanjutnya gangguan kesehatan lainnya dapat juga diidentifikasi sebagai akibat kekurangan Vitamin A.

Berikut adalah gejala dan tanda kekurangan vitamin A:

Gejala pertama dari kekurangan vitamin A biasanya adalah rabun senja. Kemudian akan timbul pengendapan berbusa (bintik Bitot) dalam bagian putih mata (sklera) dan kornea bisa mengeras dan membentuk jaringan parut (xeroftalmia), yang bisa menyebabkan kebutaan yang permanen.

Malnutrisi pada masa anak-anak (marasmus dan kwashiorkor), sering disertai dengan xeroftalmia; bukan karena kurangnya vitamin A dalam makanan, tetapi juga karena kekurangan kalori dan protein menghambat pengangkutan vitamin A.

Kulit dan lapisan paru-paru, usus dan saluran kemih bisa mengeras. Kekurangan vitamin A juga menyebabkan peradangan kulit (dermatitis) dan meningkatkan kemungkinan terkena infeksi. Beberapa penderita mengalami anemia. Kulit menjadi kering, gatal dan kasar. Rambut dapat terjadi kekeringan dan gangguan pertumbuhan rambut dan kuku. Gangguan pertumbuhan pada anak-anak.

Pencegahan

dan

Pengobatan

Fortifikasi (penambahan zat gizi) vitamin A pada pangan merupakan solusi untuk mengatasi kekurangan vitamin A. Dengan fortifikasi, kandungan vitamin A suatu makanan bisa lebih tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan seseorang.

Dalam makanan sumber hewani biasanya terdapat dalam bentuk retinol, yaitu bentuk aktif vitamin A hanya terdapat dalam pangan hewani. Pangan nabati mengandung karotenoid yang merupakan prekursor (provitamin) vitamin A. Beta karoten adalah bentuk provitamin A paling aktif. Vitamin A banyak terdapat pada pepaya, labu, wortel, daun singkong, ubi jalar merah, daging ayam, hati, telur, minyak hati ikan, kuning telur, mentega, krim dan margarin yang telah diperkaya dengan vitamin A. Provitamin A dapat diperoleh dari sayur-sayuran berdaun hijau gelap dan buahbuahan berwarna kuning atau merah serta minyak kelapa.

Sedangkan pangan yang rendah vitamin A antara lain ikan, susu, jagung, terung, buncis, pisang, semangka, apel, alpukat, belimbing.

Pemberian minyak kelapa sawit +/- 4 cc sehari pada anak-anak balita; terlihat bahwa frequensi deficiency vitamin A menurun dan serum vitamin A meningkat dengan nyata.

Vitamin A tahan terhadap panas cahaya dan alkali tetapi tidak tahan terhadap asam dan oksidasi. Pada cara memasak biasa tidak banyak vitamin A yang hilang. Suhu tinggi untuk menggoreng dapat merusak vitamin A, begitu juga oksidasi yang terjadi pada minyak yang tengik. Ketersediaan biologik vitamin A meningkat dengan kehadiran vitamin E dan antioksidan lain. A

Kelebihan

Vitamin

Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan keracunan, baik itu terjadi pada satu kali pemberian (keracunan akut) ataupun dalam jangka waktu lama (keracunan kronis).

Keracunan akut terjadi jika kita mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A (misalnya hati beruang kutub atau hati anjing laut) secara berlebihan atau mengkonsumsi suplemen vitamin A secara berlebihan, gejalanya antara lain mudah ngantuk, mudah tersinggung, sakit kepala dan muntah dalam beberapa jam setelah memakannya.

Keracunan kronis pada anak-anak yang lebih besar dan dewasa biasanya merupakan akibat mengkonsumsi vitamin A dosis besar (10 kali dosis harian yang dianjurkan) selama berbulan-bulan. Keracunan vitamin A dapat terjadi pada bayi dalam beberapa minggu.

Gejala awal dari keracunan kronis adalah:


rambut yang jarang dan kasar, kerontokan pada sebagian bulu mata, bibir yang pecah-pecah, kulit yang kering dan kasar.

Tanda-tanda jika kekurangan vitamin A terus berlanjut:


Sakit kepala hebat, peningkatan tekanan dalam otak dan kelemahan umum terjadi kemudian. Pertumbuhan tulang dan nyeri sendi sering terjadi, terutama pada anak-anak. Hati dan limfa dapat membesar. Bayi yang lahir dari ibu yang mengkonsumsi isotretinoin (vitamin A buatan yang digunakan untuk mengobati kelainan kulit) selama kehamilan bisa memiliki cacat lahir.

http://www.smallcrab.com/kesehatan/861-masalah-kekurangan-vitamin-a