Anda di halaman 1dari 17

Kelompok 1

Eka Sari
Vina Hervina
Debbie Marshella
Natasya Refia Seviani
Apakah Itu Kode Etik ?
• Kode Etik dapat diartikan :
“Pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan
suatu kegiatan atau pekerjaan.”

• Dalam kaitannya dengan profesi, kode etik merupakan tata


cara atau aturan yang menjadi standar kegiatan anggota suatu
profesi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai
professional suatu profesi yang diterjemahkan ke dalam
standar perilaku anggotanya.

• Nilai professional dapat disebut juga dengan istilah asas etis.


Tujuan Kode Etik
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin
erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri.
Fungsi Kode Etik
1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang
prinsip profesionalitas yang digariskan.
2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi
yang bersangkutan.
3. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi
tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika
profesi sangatlah dibutuhkan dlam berbagai bidang.
Syarat Menjadi Sekretaris

• Syarat Pendidikan dan Pengetahuan

• Syarat Ketrampilan

• Syarat Kepribadian

• Penampilan Sekretaris
Kode Etik Sekretaris Perusahaan
Dalam melaksanakan tugasnya, sekretaris perusahaan harus selalu mengamati
kode berikut:
1. Upayakan menunjukkan kompetensi profesional dan setiap saat
menunjukkan keterampilan dan kecakapan dalam kinerja tugas-tugas
kantornya;
2. Setiap saat melaksanakan itikad baik dan bertindak baik secara bertanggung
jawab dan jujur ​;
3. Berusaha membantu perusahaan melalui tujuan yang tepat dalam prinsip-
prinsip tanggung jawab moral, efisiensi, dan efektivitas administrasi;
4. Memiliki pemahaman yang jelas tentang maksud dan tujuan perusahaan;
5. Berwawasan tentang hukum, prosedur, persyaratan tentang pertemuan,
prosedur pemungutan suara dan bertanggung jawab atas tata pertemuan;
6. Tidak dibenarkan menggunakan atau mengungkapkan kepada pihak
manapun informasi rahasia kantornya untuk keuntungan sendiri atau orang
lain;
Kode Etik Sekretaris Perusahaan
Cont…
7. Mengadopsi sikap objektif dan positif dan bekerja sama penuh dengan
para pejabat pemerintah dan badan pengawas;
8. Mengungkapkan kepada dewan direksi atau pejabat publik lain setiap
informasi yang benar-benar diketahui dan percaya bahwa ada penipuan
yang sedang atau mungkin akan dilakukan oleh perusahaan atau oleh
direksi atau karyawan;
9. Membantu dan memberikan masukan kepada direksi untuk memastikan
bahwa perusahaan memelihara sistem pengendalian internal yang
efektif, untuk menjaga register yang tepat dan catatan akuntansi;
10. Tidak memihak dalam berurusan dengan pemegang saham, direksi dan
tanpa rasa takut atau mendukung, menggunakan upaya terbaiknya untuk
memastikan bahwa direksi dan perusahaan memenuhi kewajiban
peraturan perundang-undangan dan persyaratan yang relevan dengan
kontrak;
11. Memberikan saran kepada direksi bahwa kebijakan tidak akan diadopsi
oleh perusahaan yang akan memusuhi atau menyinggung perasaan
setiap stakeholder perusahaan.
ISI (Ikatan Sekretaris Indonesia)
• Mengingat bahwa profesi sekretaris adalah suatu jabatan
yang mengutamakan kejujuran, kepercayaan, keluhuran budi
dan keahlian, IKATAN SEKRETARIS INDONESIA (ISI)
menetapkan suatu KODE ETIK bagi anggotanya untuk dapat
mempertinggi pengabdiannya kepada lingkungannya,
masyarakat dan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan
Pancasila.

• Dengan menjunjung tinggi profesi sekretaris dan


menghormati Kode Etik ISI sebagai dasar untuk melaksanakan
tugas pengabdiannya kepada lingkungannya, masyarakat dan
negara, maka tiap anggota ISI wajib:
Kode Etik Sekretaris (ISI)
1. Menjunjung tinggi kehormatan, kemuliaan dan nama baik
profesi sekretaris.
a. Anggota ISI akan berusaha keras untuk menjaga wibawa
dan status serta menunjukan kemampuannya dengan
berpegang pada pedoman-pedoman dasar profesi dalam
melaksanakan tugas-tugasnya.
b. Anggota ISI wajib untuk saling mengingatkan akan
tingkah laku yang tidak beretika.
c. Anggota ISI tidak mengadakan kegiatan-kegiatan yang
langsung atau tidak langsung merugikan dan
mencemarkan nama baik ISI.
Kode Etik Sekretaris (ISI)
Cont…
2. Bertindak jujur dan sopan dalam setiap tingkah lakunya, baik
dalam melaksanakan tugasnya maupun melayani lingkungannya
dan masyarakat.
a. Anggota ISI tidak akan ikut serta dalam sesuatu usaha atau
praktek keprofesian yang ia ketahui bersifat curang atau tidak
jujur.
b. Anggota ISI selalu bertindak demi kepentingan pemberi tugas
dengan setia dan jujur.
c. Anggota ISI tidak bekerjasama dengan rekan-rekan atau
pemberi tugas yang menyalahgunakan kedudukan mereka
untuk kepentingan pribadi.
3. Menjaga kerahasiaan segala informasi yang didapatnya dalam
melaksanakan tugas dan tidak mempergunakan kerahasiaan
informasi itu demi kepentingan pribadi.
Kode Etik Sekretaris (ISI)
Cont…
a. Anggota ISI bertindak sebagai seorang yang dapat dipercaya
dalam hubungan profesional, melaksanakan tanggung
jawabnya dengan cara yang paling kompeten, dan menerapkan
pengetahuan dan keterampilannya untuk memajukan
kepentingan pemberi kerja (tugas).
b. Anggota ISI tidak menggunakan dengan cara apapun,
kerahasiaan informasi yang didapatnya yang dapat
menimbulkan pertentangan bagi perusahaan dimana ia
bekerja atau di tempat kerja yang telah ditinggalkannya.
4. Meningkatkan mutu profesi melalui pendidikan atau melalui kerja
sama dengan rekan-rekan seprofesi baik pada tingkat nasional
maupun internasional.
a. Tukar menukar pengetahuan dalam bidang keahliannya pada
tingkat nasional maupun internasional secara wajar dengan
rekan-rekan ISI dan kelompok profesi lain, serta meningkatkan
apresiasi masyarakat terhadap profesi sekretaris.
Kode Etik Sekretaris (ISI)
Cont…
b. Anggota ISI memberikan nasehat, dorongan dan bimbingan
kepada sesama anggota jika diminta, kalau permasalahannya
berada dalam pengetahuan dan pengalamannya.
c. Menyelenggarakan/mengikuti seminar, panel diskusi dan
ceramah dengan rekan-rekan seprofesi, secara bebas,
mengenai masalah-masalah yang bertalian dengan praktek
kesekretarisan.
5. Menghormati dan menghargai reputasi rekan seprofesi baik di
dalam maupun di luar negeri.
a. Anggota ISI memberikan bantuan dalam praktek
kesekretarisan kepada sesama rekan baik di dalam maupun di
luar negeri jika diminta.
b. Anggota ISI tidak berbuat sesuatu dengan sengaja atau tidak
sengaja merugikan nama baik sesama rekan ISI maupun
sesama rekan seprofesi di luar negeri.
Contoh Kasus
1. Mantan Sekretaris Coca Cola Menyebarkan Rahasia
Perusahaan kepada Pepsi.
Hakim federal AS memvonis delapan tahun penjara terhadap mantan sekretaris Coca-Cola
karena bersekongkol mencuri dokumen rahasia dari produsen minuman terbesar di dunia
itu.Hakim J. Owen Forrester mengatakan kepada Joya Williams, 42, bahwa dia menjatuhi
hukuman lebih lama dari yang direkomendasikan jaksa karena pelanggaran ini dinilai tidak
dapat ditoleransi.

Williams dituduh berencana menjual rahasia perdagangan Coke kepada pesaingnya PepsiCo
Inc sebesar US$1,5 juta. Williams mulai menjalani pengadilan pada Februari di distrik
Atlanta, yang menjadi basis Coca-Cola Co.

Rekan Williams yaitu Ibrahim Dimson dihukum lima tahun penjara. Keduanya diharuskan
membayar restitusi US$40.000. Mereka akan berada dalam pengawasan selama tiga tahun
setelah keluar dari penjara nanti.

Forrester mengabaikan permintaan maaf sambil menangis dari Williams yang untuk
pertama kali dia mengakui perbuatannya. "Saya minta maaf kepada Coke, bos saya dan
serta keluarga saya.“

Pemerintah menyebutkan Williams mencuri dokumen rahasia dan contoh produk yang
belum diluncurkan oleh Coca-Cola dan memberikannya kepada Dimson serta terdakwa
ketiga.
Contoh Kasus
2. Marzuki, Ketua DPR Bicara Tentang Sekretaris DPR
Berpakaian Seksi
Cara berbusana anggota dewan sudah sopan, yang menjadi masalah adalah asisten
pribadi yang kadang tampil mempesona. Demikian pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie
kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (06/03).

Politisi Demokrat sengaja mengimbau staf DPR berpakaian lebih sopan. Agar kasus
perselingkuhan dengan asisten dan staf yang dahulu terjadi tidak terjadi lagi.

Seperti diketahui sebelumnya Marzuki Alie mengungkap alasan agar anggota DPR dan
stafnya berpakaian seksi. Marzuki hanya mencoba menghindari pemerkosaan.

"Urusan itu urusan kesekjenan, DPR nggak ngurusin rok mini tetapi kita tahu banyak sekali
terjadinya perkosaan kasus asusila karena perempuannya tidak berpakain yang pantas.
Sehingga membuat hasrat laki-laki itu menjadi berubah. Itu yang harus dihindari namanya
laki-laki pakaian tidak pantas itu yang menarik laki-laki ahirnya berbuat sesuatu," kata
Marzuki
Contoh Kasus
3. Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat,
Soetedjo Yuwono, Terbukti Melakukan Korupsi.
Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat era Aburizal Bakrie, Soetedjo Yuwono,
dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun serta denda Rp150 juta oleh majelis hakim
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Soetedjo terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat kesehatan untuk
penanganan wabah flu burung di Kemenko Kesra tahun 2006. Soetedjo dinyatakan terbukti
melanggar Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dakwaan subsider. Dia
juga terbukti dengan sengaja memenangkan PT Bersaudara sebagai pelaksana proyek pengadaan
dengan metode penunjukan langsung. Selain itu, Soetedjo juga terbukti menerima imbalan dari
petinggi PT Bersaudara, Daan Ahmadi dan Riza Husni.

Negara mengalami kerugian keuangan negara mencapai Rp36,2 miliar. Pertimbangan penjatuhan
vonis yakni hal yang memberatkan hukuman adalah perintah penunjukan langsung yang
dilakukan Soetedjo tidak profesional. Sedangkan hal meringankan, terdakwa Soetedjo berlaku
sopan di persidangan dan telah mengembalikan uang hasil korupsi kepada negara. Penuntut
umum dan kuasa hukum Soetedjo akan mempertimbangkan putusan tersebut.
Pertanyaan …