Anda di halaman 1dari 9

Eleusine indica (L.

Nama umum Indonesia: Rumput belulang, [jampang, carulang (Sunda)], [suket lulangan, suket welulang (Jawa)]

Klasifikasi Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) : Commelinidae : Poales : Poaceae (suku rumput-rumputan) : Eleusine : Eleusine indica (L.) Gaertn

Deskripsi : Akar Batang : memiliki akar serabut. : batangnya berbentuk cekungan, menempel, pipih. Pelepah menempel kuat. Lidah daun pendek, seperti selaput dan tumbuh dalam rumpun. Batang seringkali bercabang. Daun Bunga : daun terdiri dari dua baris, tapi kasar pada tiap ujung. Pada pangkal helai daun berambut. : bunga, bulir menjari 3-5, berkumpul pada sisi poros bersayap dan bertunas. Anak bulir berselingseling, tersusun seperti genting Habitat : tanaman ini cepat tumbuh dan berkembang bila memperoleh cahaya cukup banyak dan air berlimpah. Bila kondisi tidak menguntungkan gulma ini akan cepat mati, missal menderita penaungan. Pertumbuhan vegetatif sangat teredusir pada musim kemarau/ bila RH tanah sangat rendah. Hidup juga pada tanaman kacang-kacangan. Perbanyakan :

perbanyakan yang dilakukan secara generatif, dengan biji. Pengendalian :

untuk pengendalian gulma yang tidak begitu luas, dilakukan secara manual. Pada tempat seperti sepanjang tepi jalan, saluran air dan sebagainya pemberantasannya menggunakan herbisida.

Panicum repens L.

Nama umum Indonesia: Rumput lampuyangan, suket balungan, suket lempuyangan (Jawa), jajahean (Sunda)

Klasifikasi Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) : Commelinidae : Poales : Poaceae (suku rumput-rumputan) : Panicum : Panicum repens L.

Deskripsi : Akar Batang : memiliki akar serabut / adventicia. : batang hanya sebagian saja yang tegak. Tumbuh pada buku-buku pada rhizome, tegak, kuat, menjalar dibawah tanah, tinggi 30-100 cm, permukaan bersisik tanpa nodus, bentuk bulat pipih. Daun : pada daun, nervatus sejajar / linier, panjang 7-15 cm, lebar 5-8 mm, ligula sedikit, bentuk seperti pita. Berbentuk linier lanset dalam keadaan datar atau terlipat, di permukaan atas terdapat sedikit bulu, sedang di bagian bawah licin, ligula pendek dan berbulu tebal, warna daun hijau kebirubiruan. Selintas daun tampak seperti pedang dengan kedua sisi yang berbulu. Bunga : tanaman ini memiliki bunga dengan jenis inflorecensia dengan terminal terbuka, panjang 20 cm, bercabang kecil, bunga tersebar 1-3 buah pada tiap nodus, spikelet oval sampai lonjong. Habitat : tempat hidup tanaman ini di padang rumput / semi aquatic serta merupakan gulma di lahan pertanian. Perbanyakan : perbanyakan yang dilakukan secara vegetatif, dengan stolon dan rhizoma. Pengendalian : secara kimiawi dengan menggunakan 2,5 lb MSMA ditambah 4lb Dalapon ditambah 1 Pt Surfactant dalam 60 galon air disemprotkan sebanyak 3-4 kali dengan onterval lima minggu bila perlu.

Axonopus compressus (Sw.) Beauv.

Nama umum Indonesia: Jukut pahit, papaitan

Klasifikasi Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) : Commelinidae : Poales : Poaceae (suku rumput-rumputan) : Axonopus : Axonopus compressus (Sw.) Beauv.

Deskripsi : Akar : tanaman ini mempunyai akar serabut / adventicia, dengan bulu-bulu akar yang banyak dan menempel pada tanah. Batang : batangnya terdiri dari beberapa rumpun dan menempel pada pangkal batang pada satu focus sehingga bentuknya seperti kipas dengan pola batang yang menyebar. Panjang batang 1-6 cm dengan lebar 0,5-1,5 cm. Daun : daun tanaman ini berwarna hijau muda, pertulangan daun sejajar/linier, labar daun 0,5-1,5 cm, pelepah daun menempel pada batang yang berkumpul membentuk rumpun. Bunga Buah Habitat : tumbuh di lahan yang kering, pada dataran rendah sampai dataran tinggi 1400 mdpl serta tumbuh baik di tempat terbuka atau terlindung. Perbanyakan : perbanyakan secara generatif, dengan biji dan secara vegetatif yaitu batang atau berbuku-buku. Pengendalian : pengendalian yang dilakukan antara lain ; secara mekanik, pembabatan, pencabutan, dan pengolahan tanah. Sedangkan secara kimia 2,5 lb MSMA + 2 lb Sodium chlorate dalam 60 galon air. : bunga yang muncul dalam malai, bentuk mirip bulir dan bercabang dua atau lebih. : buah majemuk, jumlahnya relatif banyak.

Ageratum conyzoides L.

Nama umum Indonesia: Bandotan, babandotan (Sunda), badotan, wedusan (Jawa)

Klasifikasi Kingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Asteridae : Asterales : Asteraceae : Ageratum : Ageratum conyzoides L.

Deskripsi : Akar Batang : tanaman ini mempunyai akar tunggang. : batangnya berbentuk bulat bercabang, tumbuh tegak, dapat mencapai ketinggian 60-120 cm. berbulu pada buku-bukunya dan bagian rendah Daun : pada daun, berbentuk bulat telur dimana pada bagian tepinya bergerigi dan berbulu. Daun bertangkai cukup panjang. Duduk daun bawah berhadapan, sedangkan bagian atas bertangkai pendek Bunga : bunga pada tanaman ini berkelompok seperti cawan, warna biru muda, putih dan violet, mahkota bergantung sempit seperti lonceng terbalik berbentuk lima. Buah : buah yang terdapat pada tanaman ini berwarna putih, keras, bergerigi lima, runcing dan rambut sisik ada lima. Habitat : pada daerah tropis berada pada tempat yang tak tergenang air dan pada daerah subtropis berada pada ketinggian 11200 m dpl. Suhu optimal untuk tumbuh 16-24 C. intensitas cahaya tinggi yang dibituhkan gulma ini sehingga pertumbuhan direduksi bila ternaungi. Dapat tumbuh berasosiasi dengan padi gogo, palawija, kopi, tembakau, kelapa sawit dan cengkeh. Perbanyakan : perbanyakan tanaman ini secara generatif dengan biji dan akar. Pengendalian : dengan cara kimiawi yaitu secara umum dapat diberantas dengan menggunakan Dalapon, Gliturat dan Paraquat tapi bila terasosiasi dengan jagung, kacang tanah dan kedelai dapat digunakan Alachor.

Synedrella nodiflora (L.)

Nama umum Indonesia: Gletang warak, legetan (Jawa), jotang kuda (Sunda)

Klasifikasi Kingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Spermatophyta (Menghasilkan biji : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Asteridae : Asterales : Asteraceae : Synedrella : Synedrella nodiflora (L.)

Deskripsi : Akar Batang : memiliki tunggang (radix primaria), mudah dibedakan dengan akar lainnya. : batang berkayu, pada bagian yang berbatasan dengan akar warnanya coklat kekuningan, memiliki bulu-bulu halus (philus trichomata), bentuk silinder, batang bagian atas berwarna hijau. Daun : daun pada tanaman ini berada pada buku-buku batang dan saling berhadapan, daun simpleks, tulang daun menyirip (penni nervis), tepi daun bergerigi, daun keluar diantara dua buku, letaknya sejajar bersebrangan, permukaan daun agak kasar karena monomorfiks. Bunga : bunga terdapat pada ketiak daun dengan daun yang tersusun satu atau dua bunga, inflorescentia. Bila bunga belum mekar maka dikelilingi kelopak hijau dengan bagian ujung berwarna ungu. Habitat : tempat tumbuh tanaman ini di padang rumput atau di tepi jalan. Perbanyakan : perbanyakan dilakukan sacara generatif dengan biji. Pengendalian : Cara mekanis : pembabatan, pembakaran, dan pembabatan tanah. Cara kimia : dengan penyemprotan menggunakan Roundup dosis 100-120 cc dengan campuran 15 liter air tergantung kepekaan populasi gulma.. memiliki hillus/trichomata,

Plantago major L.

Nama umum Indonesia: Daun sendok, ki urat (Snd)

Klasifikasi Kingdom Sub kingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Asteridae : Plantaginales : Plantaginaceae : Plantago : Plantago major L.

Oxalis barrelieri L.

Nama umum Indonesia: Belimbing tanah, blimbing-blimbingan (Jawa), cacalincingan (Sunda)

Klasifikasi Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Rosidae : Geraniales : Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan) : Oxalis : Oxalis barrelieri L.

Deskripsi : Akar : memiliki akar tunggang.

Batang : batang pada tanaman ini tegak merayap dengan panjang 0,1-1,4 cm. Daun : daun pada tanaman ini memiliki tangkai daun panjang 1,5-10 cm, pada pangkalnya melebar menjadi pelepah, dan anak daun berbentuk jantung terbalik, panjang dan lebar 0,5-5 cm. Bunga : bunga yang dimiki dalam paying tunggal diketiak dengan 2-8 bunga, daun mahkota kuning dengan pangkal hijau, panjang 3-8 mm, benang sari di depan mahkota daun lebih pendek dari pada lima lainnya, tangkai putik berdaun. Buah : tanaman ini memiliki tangkai buah bengkok, buah tegak berbentuk garis dengan ujung menyempit, panjang 2 cm dengan celah membujur, elastis membuka menurut ruang. Habitat : tempat tumbuh di tegalan, kebun, sepanjang tembok dan pagar, tanggul kecil dan jalan setapak di hutan, tumbuh baik pada ketinggian mencapai 1300 m dpl. Perbanyakan : perbanyakan secara generatif, dengan biji. Pengendalian : pengendalian dilakukan dengan pemberian herbisida trifuralin dengan dosis 2-8 kg bahan aktif/ha. Bila terdapatdalam jumlah banyak maka yang digunakan adalah velapon 50 EC. Sementara metil Bromida Rofan dan daramut setelah fangasi terhadap media tumbuh.

Cyperus kyllingia

Nama umum Indonesia: Rumput kenop, wudelan.

Klasifikasi Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) : Commelinida : Cyperales : Cyperaceae : Cyperus : Cyperus kyllingia

Deskripsi : Akar : memiliki rimpang (umbi) menjalar, berbentuk kerucut yang besar pada pangkal, kadang melekuk, warna coklat, berambut halus dengan diameter 5-10 mm. Batang Daun : batangnya berbentuk segitiga, padat, licin, tumpul, berdiameter 1-1,5 mm panjang 5-45 cm. : daun pada tanaman ini terdiri dari 4-10 helei berjejal pada pangkal batang membentuk roset akar dengan pelepah daun tertutup tanah, helaian daun berbangun pita, bertulang sejajar, tepi rata, permukaan atas berwarna hijau mengkilap dengan panjang 10-60 cm dan lebar 2-6 mm. Bunga : bunga berbentuk bulir dengan 3-10 bulir kecil yang mempunyai 8-25 bunga yang berkumpul membentuk payung, warna kuning /coklat kuning. Buah Habitat : tanaman ini tumbuh liar di tempat terbuka / sedikit terlindung dari sinar matahari dan pada ketinggian 1-1000 m dpl pada bermacam-macam tanah. Perbanyakan perbanyakan dapat secara generatif, dengan biji dan vegetatif, rimpang (stolon ). Pengendalian : dengan cara kimiawi, 2 lb MSMA ditambah 1 lb 2,4-D dan 1 Pt Surfactant dalam 40 galon air diberikan dalam interval satu minggu atau penyemprotan Roundup dosis 100-120 setiap 15 liter air atau paracol dosis 100-120 cc tiap 15 liter air : buah yang terdapat adalah tipe buah batu, kecil, bentuk memanjang sampai bulat telur terbalik.

Cyperus rotundus

Nama umum Indonesia: Teki

Klasifikasi Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) : Commelinidae : Cyperales : Cyperaceae : Cyperus : Cyperus rotundus L.

Deskripsi : Akar Batang Daun : memiliki akar serabut. : batangnya berbentuk segitiga, padat dan licin. : daunnya berjejal pada pangkal batang membentuk roset akar dengan pelepah daun tertutup tanah, helaian daun berbentuk pita, bertulang sejajar, tepi rata, permukaan atas berwarna hijau mengkilap dengan panjang 10-60 cm dan lebar 2-6 mm. Bunga Buah Habitat : tempat tumbuh tanaman ini tumbuh liar di tempat terbuka dan pada ketinggian 1-1000 m dpl pada bermacammacam tanah. Perbanyakan : perbanyakan yang terjadi secara generatif, dengan biji dan vegetatif, dengan rimpang (stolon). Pengendalian : secara kimiawi dengan menggunakan herbisida 2 lb MSMA ditambah 1 lb 2,4 D ditambah 1 Pt Surfactant dalam 40 galon air dan diberikan dalam interval 1 minggu. : bunganya berbentuk bulir dengan 3-10 bulir kecil yang mempunyai 8-25 bunga. : buah batu, kecil dan memanjang.