BPK KEWIRAUSAHAAN

Legowo Dwi Resihono (Untuk Kalangan Sendiri ) MANAJEMEN PERUSAHAAN POLITEKNIK PRATAMA MULIA SURAKARTA
i

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………………i Daftar Isi…………………………………………………………………………………… ii BAB 1. MENJADI WIRAUSAHA I. Pengertian kewirausahaan…………………………………………………………... 1 II. Karakter seorang wirausaha………………………………………………………… 2 III. Menumbuhkan keinginan untuk berwirausaha……………………………………... 4 BAB 2. MENGUBAH POLA PIKIR I. Pengertian pola piker/mindset………………………………………………………. 6 II. Hambatan persepsi saat memulai usaha…………………………………………….. 7 III. Tips mengubah pola piker…………………………………………………………... 7 BAB 3. MENJADI KREATIF I. Pembuka pintu kesulitan……………………………………………………………. 8 II. Hambatan kreativitas………………………………………………………………... 9 III. Teknik meningkatkan kreativitas…………………………………………………… 11 BAB 4. BERORIENTASI PADA TINDAKAN Hidup dengan kejelasan tujuan…………………………………………………………….. 12 BAB 5. PENGAMBILAN RISIKO I. Definisi risiko……………………………………………………………………….. 13 II. Jenis-jenis risiko dalam bisnis………………………………………………………. 13 III. Bentuk-bentuk kerugian akibat adanya risiko………………………………………. 14 IV. Pengelolaan risiko…………………………………………………………………... 15 BAB 6. KEPEMIMPINAN I. Teori kepemimpinan…………………………………………………………………17 II. Tipe-tipe kepemimpinan……………………………………………………………..20 BAB 7. ETIKA BISNIS Pemahaman mengenai etika dalam bisnis…………………………………………………. 24

ii

BAB 8. FAKTOR “X” I. Potensi menemukan “PINTU”nya………………………………………………….. 26 II. “X” kecil dan ”X” besar……………………………………………………………. 26 III. Identitas factor “X”…………………………………………………………………. 27 BAB 9. MENCARI GAGASAN UTAMA I. Mengenal panggilan jiwa…………………………………………………………… 28 II. Bidang usaha kelompok kreatif…………………………………………………….. 28 III. Bidang usaha kelompok pelayan……………………………………………………. 31 IV. Bidang usaha kelompok analistis…………………………………………………… 33 V. Ide usaha dari imitasi……………………………………………………………….. 34 BAB 10. PEMASARAN I. Definisi pemasaran………………………………………………………………….. 36 II. Strategi pemasaran………………………………………………………………….. 36 III. Konsep pemasaran…………………………………………………………………...38 BAB 11. MANAJEMEN KEUANGAN DAN PEMBIAYAAN USAHA I. Strategi keuangan untuk start-up business………………………………………….. 46 II. Pengertian modal kerja……………………………………………………………… 47 BAB 12. MEMULAI SEBUAH USAHA BARU Bahasan yang sangat partikel dalam memulai usaha baru……………………………….....49 BAB 13. PERENCANAAN BISNIS I. Perencanaan rencana bisnis dan perencanaan bisnis……………………………….. 53 II. Hal yang mendasar dalam sebuah rencana bisnis………………………………....... 54 III. Cakupan rencana bisnis……………………………………………………………... 58

iii

BAB I MENJADI WIRAUSAHA

Pada 1998, perekonomian Indonesia mengalami masa yang sangat sulit. Pergantian kekuasaan dari era orde baru ke era reformasi yang disertai dengan krisis muktimendimensi mengakibatkan penganggguran dimana- mana. Perekonomian yang saat itu berpusat pada usaha-usaha besar dan konglomerasi mengalami kesulitan besar. Konglomerat (pemilik konglomerasi) mengalami kesulitan keuangan. Daya beli masyarakat menurun, yang kemudian perusahaan- perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dilain pihak, ketidakpastian social politik begitu sangat terasa. Semua orang merasa tidak pasti. Sistem pemerintah bebrubah, acuan dan undang- undang yang berubah. Sikap masyarakat sangat agresif dan investor- investor asing dan dalam negeri peergi meninggalkan Indonesia. Ditengah- tengah ketidakpastian itu, para sarjana kesulitan mencari pekerjaan. Sebagian besar tidak dapat ditampung. Mereka harus bersaing dengan orang- orang yang telah jauh berpengalaman dalam mencari kerja. Para sarjana itpun menjadi pengangguran.

I.

Pengertian dari kewirausahawan

Dalam bangunan perekonomian Indonesia saat itu, meskipun kontribusi ekonominya masih terbatas, ada jutaan orang yang menggeluti usaha mikro, kecil, dan menengah. Merekalah andalan perekonomian di Indonesia. Usaha-usaha itu belum memilki karyawan dalam jumlah besar, dipimpin seorang atau beberapa orang wirausaha. Mereka mandiri, tahan banting, flekskibel dalam bergerak, efisien karena dikerjakan dengan seluruh anggota keluarga, tidak bergantung pada utang, dan berbasis sumber daya local. Memang sebagian UMKM belum dikelola secara modern, tetapi mereka bebas dari ciri- ciri tersebut. Mereka belum menerapkan manajemen modern (misalnya pemisahan harta dan pengaturan manajemen yang terpisah), belum membangun brand (merek), belum memiliki pencatatan keuangan yang tetrtata baik (accounting), belum memilki pembagian kerja yang tertulis, belum ada SOP (Standard Operating Procedure), belum memakai knowledge management, dst. Namun, krisis ekonomi justru menyadarkan mereka akam pentingnya semua itu. Mereka bahkan mampu mengambil porsi yang lebih besar, merekrut karyawan lebih banyak,dst. Ekonomi UMKM menjadi tumpuan dan pilihan penting bagi para sarjan untuk hidup lebih sejahtera, lebih mandiri, dan menolong banyak orang dalam mengatasi pengangguran. Bukan dengan menjadi karyawan, melainkan menjadi pengusaha. 1

II.

Karakter seorang wirausaha

1. Bukan sekedar tumpangan hidup. Seorang entrepreneur adalah seorang yang berusaha dengan keberanian dan kegigihan sehingga usahanya mengalami pertumbuhan. Jadi, pertumbuhan adalah kata kuncinya. Ada jutaaan orang yang memilih tidak bekerja pada orang lain dan membuka usaha sendiri, tetapi mereka belum layak disebut entrepreneur. Kalau mereka hanya sekedar membuka warung, berusaha seadanya, sekedar untuk hidup, maka mereka hanyalah pedagang biasa dengan ciriciri : usaha dan stagnant, tak ada perubahan dari waktu ke waktu, dan dikerjakan tanpa ada rencana kemajuan sama sekali. Seorang entrepreneur adalah seorang yang “moving forward” (maju terus kedepan). Cirinya : usahanya tumbuh dari waktu kewaktu. Oleh karena itu, konsep entrepreneur dikenal luas, mulai dari business entrepreneur, creative entrepreneur, technoprenuer, sampai social entrepreneur.

2. Bersahabat dengan ketidakpastian. Salah satu karakter dari wirausaha adalah persahabatan yang kental dengan ketidakpastian (uncertainty). Untuk menghindari ketidakpastian, banyak orang dimasa lalu memilih bekerja sebagai pegawaii an kelak menjadi manager. Keadaan wirausaha berbalik 180 derajat. Pada tahap awal membangun usaha ditemui banyak kesulitan. Belum punya keahlian yang memadai, apalagi kepercayaan. Semua itu harus dibangun secara bertahap yang diawali dengan berbagai tantangan. Karena tak banyak orang yang berani bersahabat dengan tantangan, maka banyakk orang yang tersesat dalam lembah ketidakpastian itu. Mereka yang bersahabat dengan ketidakpastian, mengenal betul karakterkarakter ketidakpastian dan mampu mengambil manfaat besar darinya.

3. Usaha sesungguhnya, bukan spekulatif. Usaha sungguhan (real business) adalah samudra luas yang digeluti seorang wirausaha. Dia tidak mengenal jalan pintas, apalagi cara-cara cepat menjadi kaya. Kaya bukan tujuan seorang wirausaha, menurut mereka kaya yang sebenarnya adalah akibat dari perilaku berusaha yang jujur, hasil dari kerja keras, dan kepercayaan. Usaha sungguhan ini berbeda dengan usaha spekulatif yang dipenuhi jargon “cara cepat kaya”. Tengoklah facebook, email, dan SMS anda, selalu saja ada orang yang menawarkan cara cepat mendapatkan uang. Itulah usaha bodoh- bodohan yang didasari prinsip win- lose dan spekulatif.

2

Usaha spekulatif ditujukan untuk mendapat kekayaan dalam waktu singkat, tanpa kerja keras. Dan usaha spekulatif bukanlah area seorang wirausaha sebab mereka tak membutuhkan kerja keras, nama baik, atau mengejar kebahagiaan. Bagi mereka, yang penting adalah kekayaan dan diperoleh dalam tempo singkat. TABEL Perbedaan antara usaha spekulatif dengan usaha riil Usaha Spekulatif Wealth = money Illusionary wealth, magic. (kehidupan yang bisa didapat melalui spekulasi). Tingkat pengembalian (rate of return), kinerja ekonomi (economic performance), peringkat (rating and scoring). Asset yang tetrus meningkat nilainya, penampilan yang berlebih (over valued asset, handsome performance). Yang kaya semakin kaya, uang bisa memperbesar uang. “jangan bekerja untuk uang, buatlah uang bekerja untuk anda”. Inilah tradisi wall street Usaha Riil Wealth = well being Intrinsic wealth. (kehidupan yang artistic, spiritual, intellectual). Kontribusi ekonomi dalam jangka panjang terhadap manusia dan alam/ habitatnya. Saling memelihara/ menjaga. (mengurangi ketergantungagn pada uang). Mengutamakan tata nilai. Kekayaan yang diperoleh dari kerja keras, inovasi, dan persaingan. “jangan berilusi, bekerja keraslah, hidup yang hemat, nikmati pada masanya”. Inilah tradisi market street

Menurut McGraith & Mac Milan (2000),ada 7 karakter dasar yang harus imiliki seorang wirausaha : 1. Action oriented. Mempunyai prinsip see and do. Bagi mereka, risiko bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi dan ditaklukan dengan kelihaian dan tindakan. 2. Berpikir simple. Sekalipun duni berubah menjadi sangat kompleks, mereka selalu belajar menyerdehanakannya. Mereka melihat persoalan dengan jernih dan menyelesaikan masalah satu demi satu secara bertahap.

3

3. Mereka selalu mencari peluang-peluang baru. Untuk usaha yang baru mereka tekuni, mereka selalu mau belajar, membentuk jaringan dari bawah, dan menambah landscape/scope usahanya. Sedangkan dalam usaha yang sama, mereka selalu tekun mencari alternatif – alternatif baru. Mereka memperoleh keuntungan bukan hanya dari bisnis atau produk baru, melainkan juga dari cara- cara baru. 4. Mengejar peluang dengan disiplin tinggi. Seorang wirausaha bukan hanya awas, memiliki mata tajam dalam melihat peluang atau memiliki penciuman yang kuat terhadap keberadaan peluang itu, tetapi mereka juga bergerak ke arah itu. Peluang bukan hanya dicari, melainkan diciptakan, dibuka, dan diperjelas. Mereka bertarung dengan waktu, karena peluang selalu berhubungan dengan waktu. Apa yang menjadi peluang pada suatu waktu, belum tentu masih menjadi peluang dialin waktu. 5. Hanya mengambil peluang yang terbaik. Seorang wirausaha akan menjadi sangat awas dan memiliki penciuman yang tajam pada waktunya. Wirausaha sejati hanya akan mengambil peluang yang terbaik. Ukuran menarik itu adalah pada nilai-nilai ekonomis yang terkandung didalamnya, masa depan yang lebih cerah, kemampuan menunjukan prestasi dan perubahan yang dihasilkan. 6. Fokus pada eksekusi. Wirausaha bukanlah orang yang hanya bergelut dengan pikiran, merenung atau menguji hipotesis, melainkan seorang yang fokus pada eksekusi. Mereka juga adaptif terhadap situasi, yaitu mudah menyesuaikan diri dengan fakta-fakta baru atau kesulitan di lapangan. 7. Menfokuskan energy setiap orang pada bisnis yang digeluti. Seorang wirausaha tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan tangan dan pikiran banyak orang, baik dari dalam maupun luar usahanya. Untuk itu, dia harus memiliki kemampuan mengumpulkan orang, membangun jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi, menyatukan gerak, memotivasi, dan berkomunikasi.

III.

Menumbuhkan keinginan untuk berwirausaha

Tips praktis dalam kewirausahaan : o Modal utama berwirausaha bukan pada uang, melainkan keyakinan untuk menang. o Bersahabat dengan ketidakpastian. Siap akan hal-hal yang tidak pasti, tidak terencana, dan mungkin saja tidak terukur. Dekati dan beradaptasilah dengan ketidakpastian. 4

o o o o

Buka pikiran anda, pelajari hal-hal baru. Be ready, persiapkan diri anda dengan baik. Tampilkan wajah yang enag dilihat, bangun network. Kurangi resiko dengan dukungan data, informasi-informasi, juga kemampuankemampuan teknis.

5

BAB 2 MENGUBAH POLA PIKIR

Setiap hari, kita menyaksikan perubahan. Pohon-pohon berubah menjadi lebih besar,tetapi juga ada yang semakin kering dan mati. Demikian pula dengan diri kita, kita bertambah umur dan selalu ada yang baru. Dan perubahan itu terjadi secara perlahan. Dalam dunia usaha, kia juga menyaksikan perubahan. Produk-produk baru selalu muncul menggantikan produkproduk lama. Banyak entrepreneur yang tidak menyadari bahwa dunia ini penuh perubahan dan mereka tidak boleh duduk-duduk enak menimakti keuntungan tanpa kewaspadaan. Perubahan bisa terjadi setiap saat, tetapi manusia selalu menyangkalnya dan tetap asyik dengan harapan-harapannya yang seakan-akan hidup dan nasibnya tidak akan berubah.

I.

Pengertian pola pikir / mindset.

Pola pikir atau mindset adalah keseluruhan atau kesatuan dari keyakinan yang kita miliki, nilai-nilai yang kita anut, criteria, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan, dan pendapat yang kita keluarkan dalam memandang diri kita sendiri, orang lain serta kehidupan ini. Dengan demikian, mindset yaitu semacam filter yang kita bangun untuk menafsirkan apa saja yang kita lihat dan alami. Pola pikir memberitahu kita bagaimana hidup ini harus dimainkan, yang akhirnya akan menentukan apakah kita akan berhasil atau tidak. Agar berhasil, kita semua perlu memahami pola pikir masing-masing. Kita harus membawanya keluar ketingkat sadar, memperhatikan dengan baik dan melihat apakah ada pikiran-pikiran negative yang harus dibuang. Mengubah pola pikir. Pola pikir merupakan hasil dari sebuah proses pembelajaran (learning), maka pola pikir juga bisa diubah menjadi unlearning, dan dibentuk ulang (relearning). Tentu pikiran sulit diubah, ada yang membutuuhkan waktu lama, ada juga yang membutuhkan waktu yang singkat. Ada yang bisa diubah dengan kesadaran diri sendiri, dan ada pula pola pikir yang bisa kita ubah dengan bantuan para ahli. Tanda-tanda terjadi perubahan pola pikir. Pola pikir yang berubah, tidak mengubah situasi dan lingkungan dimana kita hidup. Melainkan mengubah pikiran diri sendiri dalam memahami situasi dan lingkungan. Perubahan pola pikir berarti juga berubah dari satu pola pikir kepada pola pikir yang lain. Dari pola pikir yang negative ke pola pikir yang positif, dari pecundang menjadi pemenang, dari statis menjadi kreatif, dari konsumtif menjadi produktif, dan dari pekerja menjadi entrepreneur. 6

II.

Hambatan persepsi saat memulai usaha.

Pada saat akan memulai usaha, banyak entrepreneur pemula yang mempunyai hambatan mental berupa persepsi yan negative tentang kemampuan dirinya. Bila kita menganggap bahwa kita tidak (belum) punya moal yang cukup untuk memulai usaha, maka ingatlah bahwa kegigihan dan inovasi kreasi intelektual adalah modal utama yang jauh lebih berharga dari sekedar uang. Untuk memulai suatu usaha kita butuh 3M, yaitu : Motivasi yang kuat, Mindset yang tepat (produktif, kreatif, positif), dan Make it (lakukan saja).

III.

Tips praktis mengubah pola pikir.

Banyak orang sukses memprogram otak bawah sadarnnya. Ini dipakai untuk menyugesti pikira dan tindakan. Ada 2 cara memprogram otak bawah sadar kita untuk melakukan perubahan, yaitu teknik visualisasi dan teknik afirmasi. 1. Teknik visualisasi Teknik ini berhubungan dengan memotivasi pikiran melalui “gambaran sukses” yang dituju. Sejumlah riset menunjukkan visualisasi memberikan pengaruh kuat terhadap perubahan. Ketika imajinasi dihantam oleh bayangan keterpurukan dan pesimisme, jaringan otak akan mendorong perilaku yang benar-benar menuju keterpurukan. o Tahapan melakukan visualisasi : a. Rileks. b. Fokuskan perhatian pada langkah yang nyata yang mesti dilakukan untuk mendapat perubahan. c. Bayangkan tujuan anda sedetail mungkin. d. Libatkan emosi. e. Lakukanlah hal yang sama dan berulang-ulang untuk mendapatkan hasil yang optimal. 2. Teknik afirmasi Teknik afarmasi adalah penguatan motivasi pikiran melalui pilihan kata-kata yang “mendukung” tujuan sukses. Misalnya menggunakan 3 kata sakti untuk meneguhkan aspirasi, kata-kata itu adalah : “saya sudah memutuskan”, “meskipun awalnya”, “sedang dalam proses”.

7

BAB 3 MENJADI KREATIF

Bagi seorang wirausaha, kreativitas adalah modal yang sangat penting. Sebagai seorang wirausaha, sudah pasti anda akan menghadapi medan persaingan yang ketat. Itu sebabnya anda harus benar-benar kreatif dantidak mudah mati akal. Kreativitas sangat penting karena : 1. Wirausaha yang kreatif dapat memunculkan produk yang belum pernah dibuat dipasar. 2. Dengan menjadi manusia yang kreatif, anda bukanlah peniru, melainkan seorang pemimpin. 3. First mover advantage. Dengan menjadi manusia kreatif, anda memiliki keunggulan sebagai the first mover. Mereka yang merintis akan menjadi market leader dan selalu siap dengan gagasan-gagasan baru. 4. Persaingan akan membuat jalan yang dilewati seorang wirausaha akan menjajdi sempit dan banyak jalan yang semula terbuka lebar, kelak akan ditutupi pesaingpesaing baru. Maka dari itu, dibutuhkan kreativitas. 5. Resiko adalah bagian kehidupan dari seorang wirausaha sehari-hari, resiko itu berunjung pada aspek financial yang dapat mematikan usaha, yang tidak dapat diatasi, bahkan dapat merusak reputasi dan kepercayaan anda. Kreativitas membuat anda mampu mengatasi kesulitan. 6. Kreativitas dapat menghubungkan titik-titik yang terpisah dan terisolasi.

I. Pembuka pintu kesulitan.
Ide yang ideal dan bermanfaat adalah pikiran yang terarah pada invensi (pengembangan gagsan), inovasi (mengubah gagasan menjadi produk), dan paten ( proteksi produksi). Dengan paten, seorang wirausaha dapat mencegah masuknya pendatng-pendatang baru secar illegal dalam kurun waktu tertentu. Pemunculan ide sebagai jiwa dari kreativitas membutuhkan suatu fokus pemikiran konsentrasi. Dengan fokus dan konsentrasi, anda dengan cepat memilah dan memilih mana informasi dan aktivitas yang mendukung “ide anda” dan mana yang tidak. Dengan menfokuskan diri pada hal-hal yang mendukung seerta mengabaikan senua yang tidak mendukung ide/ gagasan anda tersebut akan dapat berkembang dan mampu menghasilkan “nilai ekonomis”

8

II. Hambatan kreativitas.
Banyak orang merasa tidak kreatif dan menyalahkan pekerjaannya tidak sesuai dengan bakatnya. Ada juga yang mengacaukan keadaan yang tidak mendukung untuk melakukan kreativitas. Apapun alasannya manusia yang tidak kreatif selalu melakukan hal yang samasama berualng-ulang, cenderung menghindari resiko. James. L. Adams dalam bukunya conceptual blockbusting (1986) telah mengindentifikasi hambatan kreativitas tersebut dalm bentuk klasifikasi sebagai berikut : Jenis hambatan Hambatan persepsi Contoh Pola pikir stereostip Membatasi masalah secara berlebihan Terlalu banyak atau terlalu sedikit informasi Takut mengambil resiko Tidak menyukai ketidakpastian Lebih suka menilai daripada menghasilkan gagasan Menganggap remeh suatu masalah Tergesa-gesa menyelesaikan masalah Kultur menghambat pengakumulasian gagasan Kurangnya dukungagn sarana prasarana kerja Terlalu mengandalkan logika Enggan menggunakan intuisi Menggunakan pengalaman atau cara lama yang terbukti efektif hasilnya

Hambatan emosi

Hambatan cultural Hambatan limgkungan Hambatan intelektual

a. Hambatan persepsi merupakan hambatan yang membuat manusia sulit mempresepsikan masalah atau menangkap informasi yang relevan. Pola piker stereotip Membatasi masalah secara berlebihan Terlalu banyak atau terlalu sedikit iinformasi Terlalu banyak informasi dapat mendatangkan kesulitan.hal yang sam juga terjadi apabila terlalu sedikit informasi. Informassi yang berlimpah, terlalu rinci, dapat membuat kita kesulitan menangkap gambaran utamanya (big picture). Terlalu banyak informasi juga dapat memperlebar masalah (tidak fokus). Kedua masalah dalam kuantitas informasi ini akan selalu ditemui oleh seorang entrepreneur saat dia mengambil keputusan. b. Hambatan emosi dapat mengganggu seseorang dalam memecahkan masalah melallui berbagai cara. Contohnya :

9

Takut mengambil resiko Hambatan ini berakar dari pengalaman cultural dimana anak-anak selalu diberi hadiah jika mampu memecahkan masalah dengan benar, tetapi sebaliknya dihukum bila melakukan kesalahan. Karena tidak diberi peluang melakukan kesalahan, banyak orang takut salah dan akhirnya takut mengambil resiko. Berani menghadapi ketidakpastian Untuk menjadi kreatif, seseorang perlu belajar menghadapi ketidakpastian atau kekacauan(chaos). Ini berarti kita harus berani berpindah dari zona baru. Ingatlah selalu bahwa seorang entrepreneur ada karena ada orang-orang yang mau mengarungi samudra ketidakpastian. Lebih suka menilai daripada menghasilkan gagasan baru Hambatan ini muncul ketika seseorang bersikap negative. Ada banyak orang yang selalu negative terhadap apa saja sehingga dia lebih piawai menjadi kritikus daripada pelaku usaha atau inovator. Sikap iini sngat merugikan, karena bila penilaian dilakukan terlalu dini maka akan banyak sekali gagasan hebat yang ditolak. Kurang tantangan Permasalahan yang ada dianggap terlalu remeh untuk dipikirkan secara mendalam. Segala sesuatu yang dipandang sepele membuat kita kurang memiliki tantangan sehingga tidak bergerak. Terburu-buru Sikap terburu-buru untuk menyelesaikan masalah dapat menciptakan hambatan. Untukmenjadi kreatif, sering kali kita butuh tahapan inkubasi untuk memikirkan kembali permasalahan secara lebih tenang. c. Hambatan cultural dapat menjangkiti seseorang bila dia dihadapkan pada seperangkat pola cultural di lingkungannya. Salah satu jenis hambatan cultural yang paling umum adalah takut untuk tampil berbeda dari yang lain, atau takut mengambil tindakan/ mengemukakan gagasan yang kemungkinan bakal dianggap controversial. d. Hambatan lingkungan merupakan hambatan cultural yanglebih luas. Iklim organisasi atau budaya perusahaan dapat menjadi penghambat atau perangsang kreativitas organisasi/ perusahaan dimana dapat mengupayakan lingkungan yang kondusif terhadap kreatifitas. Elemen organisasi dari nilai-nilai yang dianut manajer, bawahan, anggota kelompok, pelanggan, pdan pesaing juga dapat menghambat atau merangsang kreativitas. Beberapa elemen penghambat misalnya : Tidak ada kerjasama dan rasa saling percaya antar tim kerja. Atasan bersikap otoriter, tidak menghargai pendapat orang lain. Gangguan rutin, misalnya telepon, tamu yang tak putus –putus, dan ruang kerja yang riuh rendah. 10

Kurangnya dukungan untuk mematangkan gagasan. Budaya kebersamaan (solidaritas) atau anti persaingan. e. Hambatan intelektual biasanya disebabkan oleh sikap mental yang tidak efisien atau keengganan untuk menggunakan pendekatan baru, misalnya : Kecenderungan yang sangat kuat untuk mempertahankan tradisi, menggunakan metode atau cara yang dulu terbukti efektif. Terlalu mengandalkan logika. Enggan menggunakan instuisi. Terlalu mengandalkan statistic dan pengalaman masa lalu sehingga gagasan baru terlalu cepat diuji secara mental. Carol Kinsey Goman, Ph.D. dalam bukunya “creativity in business” (2001) mengidentifikasi hambatan kreativitas beserta factor pendorong untuk keluar dari hambatan tersebut adalah sebagai berikut : Penghambat kreativitas Sikap negative Taat pada aturan Membuat asumsi Stress yang berlebihan Takut gagal Berkeyakinan bahwa diri sendiri tidak kreatif Terlalu mengandalkan logika Pendorong kreativitas Sikap positif Melanggar aturan Memeriksa asumsi Mampu menyalurkan stress Teknik menngambil resiko Yakinlah bahwa anda kreatif Menggunakan imajinasi dan intuisi

III.

Teknik meningkatkan kreativitas.

Meningkatkan kretivitas dengan teknik CREATE dan teknik VISUAL. Teknik CREATE, yaitu : Combination : membuat kombinasi baru. Random : menggunakan input yang random. Elimination : membuat eliminasi. Alternative : menggunakan alternative. Turn around : mencoba cara berfikir terbalik. Extreme : extreme kasus. Teknik VISUAL berhubungan dengan seeing, imagining, dan drawing. 11

BAB 4 BERORIENTASI PADA TINDAKAN

Salah satu cirri seorang pengusaha adalah pikirannya yang lebih berorirentasi pada tindakan dari pada sekedar bermimpi ,berkata-kata ,berpikir-pikir atau berwacana.Seorang pengusaha selalu mengalami dan menghadapi resiko ,ketidakpastiian,dan keterbatasan dalam setiap masalah yanh dihadapi .Kalau dia hanya berkata-kata dan tak bertindak,segala kesempatan yang ada berubah menjadi bencana (kerugiian). HIDUP DENGAN KEJELASAAN TUJUAN : 1) 2) 3) 4) 5) Tetapkan tujuan akhir Tentukan langkah-langkah kecil untuk mencapai tujuan tersebut Perhatikan setiap kemajuan yang sudah di capai Ketika dapat mencapai sukses (goal) ,rayakan lah bersama staf,karyawan dan keluarga Pikirkan tujuan-tujuan baru yang lebih menantang

Ada 4 hal yang membedakan manusia (kepribadiian manusi) yang menyebabkan mengapa sseorang bisa cepat ,yang lain begitu lambat mengambil keputusan ,lebih terbuka dari yang lain dan sebagainnya : 1) Sumber Energi Ini menyangkut sumber energy pengambilan keputusan. 2) Proses Informasi Informasi sangat penting,tapii sebagian orang lebih mengandalkan intuisi. 3) Pengambilan kepusan Pengambilan keputusan yang dilakukan ole manusia juga berbeda-beda ada yang sangat mengandalkan pikiran dan logika dan ada juga yang menngunakan perasaan 4) Menjalankan Kehidupan Ada orang yang lebih suka atau senang sesuatunya tertata,terorganisasi,dengan daftar dan terencana dan mengharapkan orang lain melakukan yang sama.Ada juga yang menjalankan sebagai seorang pemimpin dan menyikapi hidupnya dengan rileks

12

BAB 5 PENGAMBILAN RISIKO

I.

DEFINISI RISIKO

Secara umum risiko selalu dikaitkan dengan adanya suatu ketidakpastian pada masa yang akan dating. Secara spesifik, risiko didefinisikan sebagai adanya konsekuensi, sebagai dampak adanya ketidakpastian, yang memunculkan dampak yang merugikan pelaku usaha. Sebaliknya, konsekuensi yang memunculkan dampak yang menguntungkan tidak dianggap sebagai risiko. Konsekuensi positif ini dianggap sebagai keuntungan yang diharapkan. Oleh karenanya, dalam proses yang dilewati seorang wirausaha tidak dapat dilepaskan bagaimana seorang wirausaha melakukan pengambilan risiko untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Motivasi mengambil risiko Terdapat beberapa alas an mengapa seseorang mengambil risiko. Seseorang mengambil risiko bisa jadi didasari oleh keinginan untuk mendapatkan tingkat pengembalian/ keuntungan yang sepadan dengan pengorbanan yang telah dia keluarkan. Alasan lain seseorang mengambil risiko adalah karena factor kepepet. Seseorang terpaksa mengambil risiko karena kondisi yang menyertainya. Karena kepepet, seseorang biasanya tidak terlalu menghiraukan risiko-risiko yang dihadapi. Jika seseorang memahami risiko yang dihadapi, biasanya dia tidak cukup waktu untuk mengalkulasi besarnya risiko-risiko tersebut.

II.

JENIS- JENIS RISIKO DALAM BISNIS

Dalam memulai suatu bisnis perlu mengenal beberapa risiko yang sering dijumpai, yaitu : 1. Risiko murni Risiko murni adalah risiko yang muncul sebagai akibat dari sebuah situasi atau keputusan yang konsekuensinya adalah kerugian. Beberapa bentuk risiko murni yang sering muncul diantaranya adalah : a. Risisko hilang atau rusaknya asset yang dimiliki yang diakibatkan kebakaran, pencurian, penggelapan dan sebagainya. b. Kecelakaan kerja pada proses produksi. c. Risiko akibat tuntutan hokum pihak lain, misalnya : keracunan dari makanan yang anda jual, tuntutan konsumen akibat kelalaian kita dan sebagainya. d. Risiko operasional. e. Bencana alam (force majeure), seperti banjir, gempa, angin topan dan sebagainya. 13

2. Risiko spekulatif Risiko spekulatif adalah risiko yang muncul akibat situasi atau keputusan yang konsekuensi nya bisa berupa keuntungan maupun kerugian. Contoh risiko spekulatif diantaranya : a. Risiko perubahan harga Harga pasar suatu produk, jasa, atau komoditi dapat berubah-ubah. Ini dapat naik maupun turun, terkait dengan perubahan harga input, jikaharga input naik maka perusahaan dapat mengalami kerugian penurunan margin keuntungan. Sebaliknya, jika harga input turun maka perusahaan dapat mengalami keuntungan yaitu berupa kenaikan margin keuntungan. Terkait dengan harga output , jika harga output naik maka perusahaan akan mengalami keuntungan karena naiknya margin keuntungan. Sementara, jika harga output turun maka perusahaan akan mengalami kerugian yaitu berupa penurunan margin keuntungan. b. Risiko kredit Risiko kredit adalah risiko yang muncul dari transaksi kredit, seperti utang dagang. Jika pihak yang kita berikan kredit mengalami gagal bayar, maka kita akan mengalami kerugian.

III.

BENTUK- BENTUK KERUGIAN AKIBAT ADANYA RISIKO

Setidaknya, ada 2 (dua) jenis kerugian yang diakibatkan oleh risiko, yaitu : 1. Kerugian langsung Yaitu jumlah nominal yang harus ditanggung akibat dampak langsung dari risiko yang dapat terjadi. Misalnya, terjadi konsleting listrik pada took yang digunakan untuk usaha sehingga terjadi kebakaran. Dari risiko kebakaran tersebut, teridentifikasi jumlah kerugian langsung adalah nilai barang dagangan yang rusak akibat kebakaran dan nilai kerusakan bangunan took tersebut. 2. Kerugian tidak langsung Yaitu nominal yang harus ditanggung akibat dampak tidak langsung risiko yang terjadi, misalnya kemungkinan penjualan atau keuntungan yang gagal diterima akibat terjadinya risiko, munculnya biaya operasional tambahan, kesempatan investasi yang hilang, dan bermacam kerugian lainya.

14

IV.

PENGELOLAAN RISIKO

Untuk melakukan pengolahan risiko, anda dapat menggunakan prinsip Pareto dari berbagai potensi risiko yang berhasil diidentifikasi. Caranya adalah dengan membuat urutan risikorisiko yang potensial terjadi berdasarkan prediksi kerugian yang dihasilkan, dari yang paling tinggi sampai prediksi kerugian yang paling besar terhadap bisnis anda. Ada 4 piilihan strategi pengelolaan risiko : 1. Dikontrol (risk control) Yaitu upaya-upaya yang dilakukan agar probabilitas terjadinya risiko yeng kita identifikasi menjadi berkurang. Mengontrol risiko juga dimaksudkan untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengontrol risiko diantaranya adalah membuat dan mengimplementasi standard operating procedure (SOP) yang baik, melakukan pengontrolan secara serius terhadap kualitas produk dan proses, melengkapi area produksi dengan alat-alat keselamatan kerja, dan termasuk mengintroduksi budaya sadar risiko kepada semua karyawan. 2. Ditransfer kepada pihak lain (risk transfer) Yaitu upaya-upaya yang secara sadar dilakukan untuk memindahkan risiko yang kita hadapi terhadap pihak lain. Hal ini dapat dilakukan dengan memindahkan risiko terjadinya kebakaran took kepada perusahaan asuransi. Sedangkan untuk memindahkan risiko meningkatnya beban biaya tetap pegawai, dapat dilakukan dengan kontrak outsourcing. Demikian pula untuk memindahkan risiko tingginya beban modal kerja kepada consumen dapat dilakukan dengan meminta pembayaran diawal, atau memindahkan risiko tingginya biaya persediaan ke tangan supplier. 3. Dibiayai sendiri (risk retention) Yaitu upaya-upaya mendanai dampak yang ditimbulkan oleh risiko. Dalam konteks mendanai risiko ini, terdapat 2 cara, yaitu dengan cara menyiapkan dana cadangan (allowance) khusus untuk mendanai risiko, atau tanpa membuat dana cadangan. Pembuatan dana cadangan tentu akan membuat modal kerja meningkat. Sementara, jika membiayai risiko tanpa ada dana cadangan, akan menimbulkan risiko baru yaitu terganggunya kegiatan bisnis yang telah direncanakan sebelumnya. Sebagai contoh, ada risiko kebakaran dari took yang digunakan. Jika kebijakan pengelolaan risiko adalah dibiayai tanpa ada dana cadangan, maka bisa jadi dana yang seharusnya untuk ekspansi usaha akan terpakai untuk membiayai perbaikan toko tersebut sehingga ekspansi gagal dilakukan.

15

4. Dihindari (risk avoidance) Yaitu tindakan secara sadar untuk menghidari risiko yang dihadapi. Misalnya, jika selama satu minggu kedepan diprediksi hujan akan turun sangat lebat, maka jika anda mempunyai bisnis restoran, anda disarankan untuk menghindari penjualan bermacam-macam minuman dingin/ aneka es. Hal ini dilakukan karena kemungkinan produk-produk itu tidak akan laku. Namun, sebagai wirausaha, terlalu sering melakukan penghindaran risiko bisa berdampak terhadap lambatnya pengembangan usaha karena bisa jadi ada banyak kesempatan atau peluang yang terlewatkan.

16

BAB 6 KEPEMIMPINAN

Tanpa kepemimpinan, entrepreneurship akan terhenti, stagnant. Dengan kepemimpinan, usaha akan tumbuh menjadi besar dan luas. Umumnya kelemahan leadership itu berkaitan erat dengan reputasi usaha dan jenis industry. Untuk usaha dibidang consumer goods yang memiliki reputasi yang kuat( misalnya rokokrokok bermerek, seperti gudang garam, djarum,dll). Kepemimpinan selalu jadi isu yang sangat diperhatikan dari awal orang-orang bergabung kedalam suatu usaha untuk mencapai sesuatu.

I.

TEORI KEPEMIMPINAN

Beberapa peneliti menyusun teori kepemimpinan menfokuskan penelitian pada kepemimpinan (teori karakteristik) dan cara pemimpin itu berinteraksi dengan anggota kelompoknya (teori perilaku).

1.

Teori Karakteristik

Riset kepemimpinan pada awalnya berfokus pada cirri-ciri (karakter) pemimpin yang kemungkinan digunakan unntuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin. Enam (6) karakter yang terkait dengan kepemimpinan yang efektif, yaitu sebagai berikut : Dorongan Pemimpin adalah orang-orang yang memiliki tingkat usaha (dorongan) yang tinggi, mempunyai kehendak yang kuat untuk pencapaian prestasi, memiliki ambisi positif, dan menunjukan inisitif dalam banyak hal. Kehendak untuk memimpin Pemimpin mempunyai karakter dan kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. Mereka menunjukkan kemauan dalam mengemban tanggung jawab, meskipun pekerjaan/ tugas yang diembannya berbahaya atau berisiko. Kejujuran dan integritas Pemimpin mempunyai keinginan untuk membangun hubungan saling mempercayai dan dengan member teladan dan menunjukan konsistensi yang tinggi antara perkataan dan perbuatan.

17

Kepercayaan diri Pemimpin menunjukkan kepercayaan dirinya untuk meyakinkan para pengikutnya tentang kebenaran sasaran dan keputusannya. Kecerdasan Pemimpin merupakan orang yang cerdas dan berpengetahuan untuk mengumpulkan, menganalisa, dan menafsirkan informasi. Mereka harus mampu menciptakan visi, memecahkan masalah, dan membuat keputusan yang tepat. Pengetahuan ynag terkait dengan pekerjaan Pemmimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tengtang banyak hal, mulai dari perusahaan, industry, dan hal-hal teknis. Pengetahuan yang luas membuat pemimpin dapat membuat keputusan yang cermat.

2. Teori Perilaku
Teori perilaku menjelaskan efektivitas perilaku ynag membedakan seorang pemimipin yang efektif dengan orang-orang lain yang tidak efektif. Ada 4(empat) studi perilaku utama yang perlu diketahui.

18

Table 1. Teori kepemimpinan perilaku Studi leadership dari universitas Lowa Dimensi perilaku Gaya demokratis : melibatkan bawahan, mendelegasi wewenang dan mendorong partisipasi. Gaya oktokratis : mendiktekan metode kerja, memusatkan pengambilalihan, dan membatasi partisipasi. Gaya Laissez faire : memberikan kebebasan pada kelompok untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan. Pertimbangan : mempertimbangkan ide dan persaan para pengikutnya. Mengadakan struktur : menyusun tugas dan hubungan kerja untuk memenuhi tujuan pekerjaan. Berorientasi karyawan :menekankan hubungan antar pribadi dan memperhatikan kebutuhan karyawan. Berorientasi produksi : menekankan aspek teknis atau tugas dari pekerja. Memperhatikan manusia : mengukur perhatian pemimpin terhadap bawahan pada skala 1-9 (rendah sampai tinggi) Perhatian akan produksi : mengukur perhatian pemimpin untuk menyelesaikan pekerjaan pada skala 1-9 (rendah sampai tinggi). Kesimpulan Kepemimpinan yang palinng efektif adalah kepemimpinan dengan cara yang demokratis.

Studi leadership dari Ohio State

Pemimpin tinggi-tinggi (tinggi dalam pertimbangan dan tinggi dalam pengadaan strutur) mencapai kinerja dan kepuasan bawahan yang tinggi, tapi tidak dalam semua situasi. Pemimpin yang berorientasi karyawan terkait dengan produktivitas kelompok yang tinggi dan kepuasan kerja yang lebih tinggi.

Studi leadership dari universitas Michigan

Kisi-kisi manajerial

Pemimpin berkinerja sangat baik jika gayanyan 9,9 (peerhatian tinggi atas produksi dan perhatian yang tinggi atas manusia/ bawahan).

Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah, tetapi juga bukan tidak mungkin. Kalau anda menyadari maju mundurnya usaha yang anda bangun sangat bergantung pada kekuatan kepemimpinan, maka mau tak mau anda harus mengembangkannya. Pemimpin mempunyai cirri-ciri yang berbeda dengan seorang pengikut (follower). Cirri-ciri itu dapat dilihat pada :

19

Table 2. followers Vs leader FOLLOWERS Beraksi (reaktif) Listen ; tunggu telepon masuk Membuang-buang waktu ; reaching to problems Spend time with people Kalender diisi dengan jadwal yang sudah diperintahkan LEADERS Berinisiatif Lead ; angkat telepon Gunakan waktu dengan perencanaan dan antisipasi masalah Invest time with people Mengisi kalender dengan prioritas-prioritas kedepan ; action

Demikian pula, pemimpin berbeda dengan manajer. Perbedaan itu tampak pada Tabel 3 dibawah ini. Table 3. Pemimpin Vs Manajer PEMIMPIN Memperbarui/ menciptakan system baru. Bebas, merdeka, kreatif, berani melakukan kesalahan, tetapi tetap disiplin. Berani menghadapi tantangan. Orientasi ke masa depan disuatu tempat yang berbeda, imaginative. Dasarnya adalah kreatif dan karakter. Tek terlalu memikirkan posisi, lebih pada manfaat, nilai dan tanggung jawab. MANAJER Memelihara system yang ada, bekerja dengan system. Patuh, disiplin, tidak member ruang bagi kesalahan. Menghindari resiko. Orientasi di sini, hari ini (here and now), learning from the past. Dasarnya adalah kompetensi dan profesionalisme. Menciptakan pengikut dan baawahan.

II.

TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN

Dewasa ini, kita juga mengenal tiga jenis kepemimpinan, yaitu kepemimpinan transformasional-transaksional, kepemimpinan karismatik-visioner, dan kepemimpinan tim.

20

1. Kepemimpinan Transformasional-Transaksional. Pemimpin Transaksional adalah pemimpin yang membimbing atau memotivasi pengikutnya menuju sasaran yang ditetapkan dengan memperjelas peran atau persyaratan tugas. Pemimpin Transformasional adalah pemimpin yang memberi inspirasi pada para pengikutnya untuk bertindak melebihi kepentingan pribadi mereka demi kebaikan organisasi. Kepemimpinan transformasional dibangun diatas kepemimpinan transaksional.

2. Kepemimpinan Karismatik-Visioner. Pemimpin karismatik adalah pemimpin yang biasanya adalah antusiasme, dan memiliki rasa percaya diri yang kuat, serta tindakannya dapat mempengaruhi banyak orang untuk berperilaku dengan cara tertentu. Ada 5 karakteristik pemimpin karismatik : a. b. c. d. e. Mempunyai visi Mampu menyampaikan visii tersebut dengan jelas dan mudah dipahami. Berani mengambil risiko untuk mencapai visi itu. Sensitive terhadap kendala lingkungan dan kebutuhan pengikutnya. Menunjukkan perilaku diluar kebiasaan.

Kepemimpina Visioner, melampaui karisma karena kemampuannya menciptakan, menyatakan visi yang realistis, layak dipercaya, dan menarik mengenai masa depan oragnisasi atau unit oragnisasi yang tumbuh dan memperbaiki situasi sekarang. Pemimpin visioner memiliki 3 sifat yang berkaitan dengan efektivitas visioner : a. Ketrampilan pertama adalah kemampuannya dalam menjelaskan visinya kepada orang lain melalui pidato-pidato yang memukau dan memancing orang untuk bergabung. b. Ketrampilan kedua yang dituntut dari pemimpiin visioner adalah kemampuannya mengunkap visi. Bukan hanya sekedar secara herbal melainkan juga melaui perilaku. c. Ketrampilan ketiga adalah kemampuan untuk memperluas dan menerapkan visi dalam berbagai konteks yang berbeda-beda. Visi itu harus sama maknanya bagi orang dibagian akuntansi dengan biaya produksi dan bagi karyawan yang ditempatkan dikantor-kantor cabang maupun kantor pusat.

21

3. Kepemimpinan Tim. Kepemimpinan Tim dapat dibagi kedalam empat (4) peran. Pertama, pemimpin tim adalah penghubung dengan pihak luar. Pihak luar dapat mencakup manajemen yang lebih diatas, tim internal lain, pelanggan atau pemasok. Pemimpin mewakili tim tersebut menghadapi konstitusi lainnya, mendapatkan sumber daya yang diperlukan, memperjelas pengharapan orang lain tehadap tim, mengumpulkan hasil informasi dari luar, dan menyampaikan informasi itu kepada anggota-anggota tim. Kedua, pemimpin tim itu adalah manajer konflik. Apabila muncul pertikaian, pemimpin membantu proses konflik itu. Ketiga, pemimpin tim adalah penyelesai masalah. Apabila tim itu menghadapi masalah dan membutuhkan bantuan, pemimpin tim selalu bersedia dan siap membantu memecahkan masalah itu. Keempat, pemimpin tim adalah seorang Pembina. Mereka memperjelas harapan dan peran, mengajarkan, menawarkan, member semangat dan melakukan apa saja yang perlu untuk membantu para anggota tim mempertahankan tingkat kinerja mereka yang tinggi.

Dari berbagai teori kepemimpinan yang telah disebutkan diatas, maka bagi wirausaha yang ingin memiliki kepemimpinan yang efektif, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : a. Ciptakan tatanan nilai dan keyakina untuk para karyawan dan buatlah agar para karyawan bergairah untuk mengejarnya. b. Hargai dan dukung hal-hal positif yang dicapai para karyawan. c. Berikan contoh, tindakan seorang pemimpin haruslah selalu sesuai dengan apa yang dikatakannya. d. Fokuskan upaya para karyawan teerhadap tujuan yang menantang dan terus arahkan mereka pada tujuan tersebut. e. Sediakan sumber daya yang dibutuhkan para karyawan untuk mencapai tujuan. f. Berkomunikasilah dengan para kaaryawan. g. Hargai keragaman para pekerja. h. Rayakan setiap keberhasilan bersama paara pekerja. i. Doronglah kreativitas diantara para pekerja. j. Pertahhankan selera humor. Salah satu alat terpenting yang dimiliki pemimpin adalah selera humor. Tanpa itu, pekerjaan dapat membosakan dan tidak menyenangkan bagi setiap orang.

22

BAB 7 ETIKA BISNIS

Pendahuluan Ketika minat berwirausaha tumbuh subur di Indonesia ,timbul anngapan bahwa kewirausahaan adalah alat yang paling tangguh untuk mengejar kekeyaan. Kewirausahaan diartikan sebagai usaha mencari uang dan cara cepat menjadi kaya . Sebagian orang memeilih bekerja keras dan membangun usaha dengan keringat dan air mata.Namun,sebagian orang mengambil jalan pintas .Mereka yang mengambil jalan pintas ini menerima order dan mengambil uang,tapi tidaak pernah menyerahkan hasil pekerjaannya yang berkualitas. Apa pun yang dilakukan,kewirausahaan tidak dapat dibangun dalam tempo sekejap.Jika anda merasa telah berhasil dalam waktu singkat ,periksa kembali apakah fondasi usaha anda sudah cukup kuat??Periksa kembali apakah sukses yang anda peroleh itu diraih dengan jujur dan halal,apakah bisnis anda riil atau fiktif spekulatif atau ada pihak yang dirugikan ??Apakah anda sudah memenuhi syarat dan kewajiban anda ??

23

Beberapa hal yang perlu dilakukan atau yang perlu diperhatikan agar bisnis dapat dilakukan dengan etis adalah : 1. Berperilaku jujut dalam menjalankan aktivitas bisnis ,ini meliputi seluruh aspek salam menjalankan usaha .Misalnya dalam aspek produksi,berperilaku jujur berarti kita menghasilkan produk yang sesuai dengan standart kualitas,aman dikonsunsi orang lain,dan memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh hukun maupun pembeli.Jujur juga berarti terbuka ,menyebutkan segala kekurangan dan bahaya yang timbul dari produk anada.Jujur dalam berproduksi ,memasarkan,dan membayar pajak. 2. Menaati tata nilai .Dalam melakukan aktivitas bisnis ,ada tata nilai yang tidak tertulis yang berlaku universal dan harus kita jalankan ,Misalnya,nillai sama-sama untung (win-win),saling menghormati,member tahu,mencegah kerugian pihak lain,keterbukaan,adil,santun,melayani,dan seterusnya. 3. “walk the talk” bermakna konsisten antara apa yang dilakukan dengan apa yang diucapkan .Hal ini berarti sebagai seorang wirausaha,anda perlu bekerja keras untuk menjadi contoh dan menjalankan hal-hal positif yang akan ucapkan.Dalam menjalankan aktivitas tersebut akan menjadi patokan dalam tindakan keseharian maupun keputusan-keputusan yang dibuatnya .

I.

Pemahaman Mengenai Etika dalam Berbisnis

Dalam berwirausaha,apa pun juga bisnis yang anda tekuni,ingatlah bahwa usaha yang langgeng adalah usaha yang dijunjung oleh nilai-nilai etika .Berbagai studi menemukan ,perusahaan-perusahaan yang tumbuh menjadi besar bukanlah perusahaan yang diawali oleh menejer-menejer yang hebat yang digaji mahal,atau dibangun oleh pendiri yang luar biasa,Juga bukan spirit kewirausahaan gila-gilaan dengan keberaniaan luar biasa.demikian juga bukan modal kuat atau kecerdasaan para pendirinya . Perusaahaan yang tumbuh menjadi besar justru dimulai dari orang-orang biasa yang sadari awal memegang teguh nilai-nilai moral dan etika. Mereka menjaga kepercayaan dan tidak sembarangaan dalam berkata-kata,apalagi dalam bertindak.mereka bekerja dengan tata nilai,dan merekrut orang dengan melihat nilai-nilai yang dianutnya.Mereka menanamkan nilai-nilai yang sehat sedari awal. Apakah yang dimaksud dengan etika ?? Beberapa sumber menyebut etika sebagai suatu pedoman untuk mendapatkan hidup yang bernilai atau bermartabat. Untuk itulah,etika memberikan petunjuk tindakan-tindakan apa yang benar dan apa yang salah.Menurut the world book encyclopedia (2008),etika mengajukan pertayaan-pertayaan tentang benar dan salah dengan menggunakan metode “reasoning”,bukan benar salah menurut kepercayaan atau tradisi

24

Untuk menjalankan bisnis yang beretika ,ada hal-hal yang harus diperhatikan : 1. Jangan masuk ke dalam bisnis yang tidak riil,apalagi yang menjanjikan kekeyaan dalam waktu cepat (instan) .Hindari membaca buku yang menjanjikan cara-cara cepat,instan,dan memotong kompas. 2. Yakinkan dan ucapkan terus dalam diri anda bahwa anda mampu bekerja keras dan kerja keras selalu berakhir baik. 3. Berbisnislah dengan nilai-nilai kejujuran,keadilan,persamaan,keterbukaan,winwin,melayani, dan tanamkan nilai nilai itu di usaha yang anda bangun. 4. Jangan tergoda untuk cepat berhasil.ingatlah, semua ada waktunya. Waktu yang terlalu cepat dipacu dapad berisiko negative. 5. Rekrutlah karyawan yang jujur dan jalankan apa yang anda ucapkan.

25

BAB 8 FAKTOR “X”

I.

POTENSI MENEMUKAN “PINTU” nya

Sikap seorang wirausahawan akan tercermin pada apa yang anda dapatkan .Sikap itu adalah sebuah pilihan .Pilihannya bermacam-macam. 1. Ada yang mendiamkan saja .Dia adalah orang yang percaya diri dengan bakat Nya dan membiarkan “pintu” menemukan dirinya.kalau dia beruntung,bisa saja dia berhasil.Namun faktanya,sedikit sekali orang yang berhasil menggunakan cara ini. 2. Mengirim sinyal positif.orang kedua ini sepertinya diam dan menunggu pintu mendatanginya ,tetapi sesunguhnya dia tidak diam . 3. Orang ketiga ini adalah orang yang kuranng beruntung.Mereka sadar bahwa”pintu” tidak akan terbuka,kecuali mereka mendatangi dan mengetuk ,maka mereka mendtangii sebuah pintu.

II.

“X” Kecil dan “X” Besar

Dengan demikian ,factor X tidak lain adalah sesuatu yang harus kita cari dan miliki.ia akan menemani siapa saja yang ingin berubah menjadi lebih baek.Orang yang tidak ingin berubah juga memiliki factor X kecil yang berarti sebuag kenyamaan.Dia sudah nyaman dengan kondisi sekarang kondisi sekarang dan tentu saja hidupnya tidak akan mengalami kemajuan.

Untuk mengalami kemajuan,seseorang harus berani berselancar pada gelombang ketidaknyamanan.Enterpreneur adalah orang yang merasa hidupnya kurang nyaman,terancam,miskin,kurang bermakna.Maka dari itu ,dia berjuang mengejar kenyamanan baru.Dia bergerak,berjalan,berfikir,mengetuk pintu,mengambil resiko,mencari produk,membuat,membangun usaha,mendatangi pelanngan dan seterusnya.

26

III.

IDENTITAS FAKTOR “X”

“X”besar ada di tangan orang dewasa ,yaitu orang-orang yang sudah memiliki kepercayaan pasar.seadangkan “X” kecil ada pada diri kita masing-masing .Bentuk “X” pun macammacam ,ia dapat berasal dari diri anda sendiri,orang lain,lembaga lain,dan sebagainya.Dari manapun sumbernya ,ia bisa tumbuh menjadi besar dan sebaliknya. “X” yang berasal dari diri sendiri itu adalah bakat(talenta),kerja keras,kejujuran,kecerdasan,keterampilan,penampilan fisik,kualitas suara dan berpendidikan.Orang yang memiliki potensi dari dalam dirinya tidak boleh mengeluh karena semua potensi itu adalah modal yang jauh lebih bernilai dari sekedar modal uang. Syarat untuk menjadi kuda adalah kepercayaan dan penerimaan pasar.Mereka adalah orangorang terpercaya yang sudah memiliki “X” dari pengalaman,keahlian,dan kepercayaan yang mereka bangun.Dari kepercayaan itu,mereka memiliki sesuatu yang dapat anda pelajari.mereka juga mempunyai jaringan dan kenakalan yang setia.Anda bisa memanfaatkan .Namun ,anda tidak bisa memindahkan “X” besar itu dalam sekejap. Karekteristik factor “X”,yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Merupakan penentu keberhasilan Merekat pada diri manusia Tidak diperolehkan dalam waktu sekejap Dapat tumbuh dan berkembang menjadi “X” besar Dapat berasal darii diri sendiri,tetapi juga dapat berasal dari luar diri Sekali tumbuh,ia dapat dipakai untuk usaha lainnya.

27

BAB 9 MENCARI GAGASAN USAHA

Seorang entrepreneur tidak cukup mengandalkan gagasan kreatif dalam pembuatan suatu produk saja. Entrepreneur memerlukan strategi yang jitu dan eksekusi yang tepat. Dengan kata lain, kita tidak bisa berusaha sendirian. Namun, memerlukan gagasan-gagasan pendukung, seperti yang diuraikan dalam bab pemasaran, mulai dari ide sampai tahap komersialisasi. Keberhasilan ditentukan banyak hal, tetapi yang paling penting adalah apakah anda benar-benar mengenal karakter anda dan berada pada bidang yang anda sukai dan akrabi?. Bukan tidak mustahil dengan keberhasilan hanya soal waktu saja bagi orang-orang yang benar-benar mencintai pekerjaannya. Mari kita mengenali diri kita sebelum menemukan gagasan ide usaha yang sebenarnya. I. Mengenal Panggilan Jiwa

Supaya berhasil dalam usaha, setiap orang harus benar-benar mengenal “panggilan jiwa”nya dan mampu memenuhi keinginan pasar dari gelora jiwa yang bersemangat. Seperti wirausaha-wirausaha muda yang lainnya yang sukses, maka anda pun bisa berhasil dengan memperlihatkan ketiga factor seperti berikut ini: Cocok dengan diri kita Peluang itu bersifat personal, akrab dengan anda, yang memerlukan kemampuan atau skill, kepribadian dan anda sukai (sesuai dengan hobi atau minat). Akses Hal ini berkaitan dengan jaringan dan lingkungan pendukung. Potensial Komersialisasinya harus mampu memberikan tingkat pertumbuhan dan pengembalian investasi yang layak. II. Bidang usaha kelompok kreatif

Selain mengetahui kepribadiannya, seseorang perlu juga mengecek apakah dia mempunyai ketrampilan khusus tertentu atau hobi yang khas. Semua hal tersebut akan dapat menjadi modal yang berharga bagi kelanjutan perwujudan usaha.

28

Memproduksi sesuatu adalah pilihan yang sesuai untuk orang-orang yang “introvertdominan”. Bidang produksi menyediakan alternative yang tak terbatas dalam hal komoditas yang akan dibuat. Namun harus diingat, dalam membuat sesuatu produk, pastikan kemungkinan pemasarannya. Produk ini bisa menjadi “saleable” (bisa dijual) atau “marketable” (bisa dipasarkan) bila ada pihak-pihak yang membutuhkannya dan belum dapat mendukung usaha anda. Sebuah usaha kita akan sia-sia bila tidak ada yang membeli produk tersebut. Contoh-contoh bidang usaha dalam sector produksi, antara lain : 1. Bidang makanan dan minuman. Bidang ini sangat bervariasi dan bisa diwujudkan dalam berbagai tingkatan sesuai dengan tingkat lapisan masyarakat yang akan dituju. Produk-produk makanan siapmsaji, apakah itu kalengan, frozen foods atau makanan jajanan tumbuh sangat pesat. Bidang usaha ini tumbuh pesat sejalan dengan beralihnya kaum perempuan dari pekerjaan domestic(rumah tangga) ke dunia kantor(kerja). 2. Kerajinan. Calon entrepreneur di berbagai daerah nusantara sebaiknya memikirkan atau menggali kembali potensi daerah yang memiliki jenis-jenis kerajinan yang bisa diketengahkan ke dalam lingkup Naasional maupun Internasional. 3. Logam. Sentra industry logam di Nginas Sidoarjo adalah contoh yang baik, bagaimana kretivitas bisa diwujudkan dalam bidang industry. Sekarang ini masih sangat dibutuhkan terobosanterobosan baru dari entrepreneur muda untuk meningkatkan produk logam tersebut. 4. Pertanian dan Agrobisnis. Bidang pertanian merupakan bidang yang paling fundamental dari bangsa Indonesia. Dalam masa krisis, bidang ini telah membuktikan diri sebagai bidang usaha yang tidak saja kebal krisis, tetapi juga menengguk keuntungan yang berlipat ganda. Tanpa sentuhan kaum muda, Indonesia kelak harus mengimpor produk-produk pertanian dan food safety di Indonesia akan terancam. Padahal tanah yang subur, matahari yang berlimpah, serta pasar yang luas sangat menjanjikan potensi. 5. Peternakan dan Hasil-hasil Tambak. Merupakan bidang usaha yang sangat berpotensi untuk diekspor sehingga patut diperhitungkan sebagai bisnis yang kebal krisis.

29

6. Sablon. Kaum muda kreatif tanpa melampiaskan kreativitasnya lewat seni sablon. Penerapan industry sablon sudah berkenbang sangat luas, bisa dikembangkan untuk pakaian. Untuk menguasai ketrampilan sablon, banyak tesedia kursus-kursus persablonan. Biayanya relative murah sehingga patut dijadikan sebuah alternative unggulan bagi mereka yang ingin terjun kedunia wirausaha. Syaratnya adalah penjiwaan dan menjaga kualitas dengan menggunakan bahan bermutu karena sablon berhubungan erat dengan seni dan keindahan. 7. Penerbitan. Menjadi penerbit, bisa juga dimulai dengan usaha-usaha kecil. Kalau pengusahanya juga mampu menulis, usaha ini akan lebih ideal lagi. Ada banyak penerbit besar yang dimulai dari kampus. Mereka dulu memulainya dengan mencetak diktat-diktat perkuliahan dan buku-buku wajib tulisan para dosen yang pasaranya sudah pasti. 8. Mainan anak-anak. Komoditas ini ternyata cukup menjanjikan karena jumlah anak-anak di Indonesia sangat banyak. Memproduksi mainan anak tidak perlu ayng mewah dan mahal. Di lingkungan sekolah, banyak pedagang kecil menjual mainan sederhana buatan sendiri (pekerjaan tangan) dan ternyata mainan-mainan tersebut dapat diminati. Anak-anak kecil tidak banyak memperhatikan kemewahan, yang penting adalah ide yang sejalan dengan dunia khayal anak-anak. Ada juga beberapa pengusaha kecil yang memproduksi mainan anakanak sederhana yang terbuat dari tripleks, dan bisa dipasarkan diberbagai sekolah. 9. Kartu ucapan. Walaupun kelihatanya sepele, ternyata kartu ucapan memiliki harapan masa depan yang cerah. Dengan krativitas yang tinggi, berbagai merk kartu ucapan mampu memperoleh keuntungan besar. 10. Karya-karya intelektual. Perwujudan paling murni dari ungkapan bahwa kewirausahaan merupakan “kerja otak” (bukan kerja otot) dapat dilihat dalam bentuk Karya Intelektual (KI). Yang dimaksud dengan KI adalah produk-produk yang sepenuhnya merupakan hasil kerja kecerdasan seseorang. Termasuk dalam golongan ini adalah pembuatan perangkat lunak (software) computer, penulisan buku, penciptaan lagu, karya-karya seni dan masih banyak lagi. Sukses dalam bisnis KI akan memungkinkan seseorang hidup sejahtera dan menjadi terkenal. Kebanyakan orang tipe konsultatif sukses dalam perdagangan karena mereka memang memiliki kelebihan alamiah, yaitu senang bergaul, pintar bicara, dan bisa mempengaruhi pihak lain dan mau mendengarkan. 30

III.

Bidang Usaha Kelompok Pelayanan

Kelompok ini termasuk “extrovert” , tetapi kepribadiannya berbeda dengan kelompok konsultatif. Kalauyang disebut terakhir lebih condong mendominasi, maka kelompok pelayanan cenderung melayani atau mengikuti keinginan-keinginan orang lain. Oleh sebab itu, bidang-bidang yang sesuai dengan mereka antara lain : 1. Biro jasa Banyak jenis biro jasa, misalnya jasa pengurusan surat-surat, seperti perpanjangan SIM (Surat Izin Mengemudi), STNK, dan seterusnya. Ada lagi jasa penarikan kendaraan mogok, sekolah mengemudi, jasa pengiriman TKI, dan sebagainya. 2. Biro Teknik Biro ini juga termasuk bidang usaha jasa karena melayani khalayak masyarakat yang mengalami kesulitan dengan peralatan-peralatan teknik dan perawatanya, seperti pompa air listrik, kulkas, AC, dll. Orang-orang dengan kepribadian “servis” sangat unggul dalam bidang tersebut. 3. Jasa Pengetikan Jasa pengetikan amat popular dewasa ini karena jumlah kantor dan perguruan tinggi sudah banyak. Mahasiswa yang sedang menjalankan tugas membuat skripsi dan kantorkantor harus mengerjakan laporan-laporan merupakan pelanggan utama dari jasa pengetikan semacam itu. Oleh karena itu, perhatikan lokasi usaha yang strategis terhadap pusat-pusat keberadaan pelanggan, seperti kampus dan gedung perkantoran. 4. Fotokopi dan Penjilidan Bidang usaha ini masih satu rumpun dengan jasa pengetikan. Namun jasa ini memerlukan investasi yang lebih besar daripada jasa pengetikan sehingga perlu dipikirkan bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan modal. Alternative yang dicari misalnya mencari mitra penyandang dana, ditambah dengan dukungan dari distributor. 5. Sablon Pesanan Bidang usaha ini sama dengan yang diuraikan dalam bidang persablonan pada kelmpok kreatif. Disini lebih ditekankan adalah system pesanan sehingga pelanggan memilki kebebasan untuk menentukan rancangan dan moyif yang dikehendaki. Dalam keadaan bagaimanapun, harus diusahakan agar industry sablon bisa melayani pesanan disamping prodiksi satndar.

31

6. Perbengkelan Meski pada prinsipnya sama, perbengkelan bisa mencakup berbagai bdang yang berbeda. Misalnya ada bengkel otomotif, yang melayani perbaikan kendaraan roda empat atau hanya menjadi spesialis dalam kendaraan roda dua. Ada juga bengkel elektronik, untuk menangani pelayanan pemeliharaan dan perbaikan alat-alat elektronik seperti tv,radio,dll. Pada masa sekarang ini, pemakaian alat-alat tersebut sudah sangat umum sehingga bidang ini cukup menjajikan. Pilihlah bidang usaha yang paling anda sukai dan perdalamlah pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang yang bersangkutan. 7. Kontraktor dan Jasa Perbaikan Bangunan Dikota-kota besar, sekarang mulai banyak ditemui pemilik rumah yang menghendaki pemeliharaan tempat tinggalnya bisa dilayani dengan cepat dan baik. Begitu juga dengan gedung-gedung perkantoran. Oleh karena itu, peluang dalam bidang usaha ini cukup bisa diharapkan. Permintaanya bisa sangat bervariasi, mulai dari perawatan ringan sampai yang besar. 8. Rumah Kos Untuk kebutuhan karyawan atau mahasiswa di kota-kota besar, permintaan jasa akomodasi dalam bentuk rumah kos atau rumah kontrakan cukup tinggi. Namun, semuanya harus dikembangkan dengan bekal informasi pasar yang cukup. Jumlah orang yang banyak saja tidak dapat dipakai sebagai acuan. Perlu diketahui berapa pendapatan mereka dan berapa biaya pemondokan ynag mampu mereka sisihkan. Peluang ini bisa ditangkap karena masa depanya cukup cerah. 9. Salon Kecantikan Bidang usaha ini tetap menjadi pilihan favorit kaum wanita karena dari masa ke masa, kecantikan merupakan kebutuhan pokok kaum hawa. Mendirikan usaha ini pun relative mudah karena tidak memerlukan tempat yang terlalu besar, bisa mengambil tempat dilokasi manapun, baik dikawasan bisnis atau dikawasan tempat tinggal. Untuk mendalami bidang ini, sekolah-sekolah atau kursus kecantikan banyak sekali dan mudah ditemui terutama kawasan perkotaan.

32

10. Makelar Makelar adalah bisnis mediator atau perantara yang mempertemukan penjual dan peminat. Dari situ, makelar bisa mendapatkan fee (uang jasa) yang lumayan. Makelar bisa berusaha dalam bermacam-macam komoditas, mulai dari tanah, rumah, kendaraan, surat berharga dan sebagainya. Untuk menggeluti bidang usaha ini diperlukan keuletan dan kerajinan yang luar biasa, tetapi sekali berhasil dalam sekali penjualan tanah atau rumah, biasanya pendapatannya sangat besar. Sebagai usaha bercirikan “modal dengkul”, “makelarisme” perlu dipertimbangkan sebagai langkah awal berwirausaha. Bisanya setelah berhasil, mereka beralih menjadi pedagang barang-barang tersebut dengan modal yang lebih besar dan mempunyai stok yang bisa mereka kemas ulang atau perbaiki sebelum dijual kembali.

IV.

Bidang Usaha Kelompok Analistis

Kelompok analistis sebenarnya kurang suka bertemu dengan banyak orang, apalagi jika frekuensinya sangat sering. Oleh karena itu, mereka sebaiknya berusaha dalam bidang-bidang yang tidak mengharuskan mereka “bersosialisasi”, tetapi cukup member mereka kesempatan berkonsentrasi penuh memecahkan masalah. Bidang-bidang usaha itu antara lain adalah : 1. Jasa Penerjemah Bisnis ini cukup member tantangan kepada analis, dengan intensitas yang memadai. Terjemahan-terjemahan banyak diperlukan institusi yang mempunyai hubungan erat dengan dokumen-dokumen, data-data, atau aspek bisnis berlingkup internasional. Kalau kualitas pekerjaan mereka bagus, dan mereka tekun membangun brand image-nya, fee yang bisa diperoleh tergolong cukup besar sehingga kelak tidak menimbulkan kekhawatiran dalam hal menaggulangi biaya-biaya operasional usaha. 2. Jasa Reparasi Perangkat Elektronik dan Teknologi Informasi Dua bidang yang memberikan tantangan analitik yang besar adalah dunia elektronik serta teknologi informasi. Bagi wirausaha yang berkepribadian “introvert” dan “dedikatif” , meneggelamkan diri dalam keruwetan system yang canggih merupak kebahagiaan tersendiri. Maka, bidang ini juga bisa dijadikan alternative pemilihan bidang usaha. Tentu saja dengan catatan bahwa teknologi yang diperlukan harus dikuasai. 3. Karya intelektual Bidang ini adalah bidang yang sama dengan bidang yang kita dapatkan pada kaum kreatif karena kedua kelompok ini mempunyai komponen pembawaan yang sama, yaitu “introvert”.

33

4. Perancang busana Merupakan tempat bagi mereka yang benar-benar ingin bersolo karier. Produk-produuk yang dihasilkan biasanya tergantung dari kepiawaian pengusaha yang bersangkutan. Mereka yang berhasil biasanya selain menjadi mapan dalam hal ekonomi, juga bisa membuat mereka menjadi orang terkenal. 5. Laundry / penatu Bidang usaha ini sangat menonjol bagi keperluan orang-orang dikawasan perkotaan. Berbagai perkembangan teknik dalam hal layanan penatu sudah semakin canggih sehingga perlu dicarmati dan dipelajari. 6. Jasa penjahitan Baik dikawasan perkotaan maupun didaerah pedesaan yang sudah cukup maju, menjalankan usaha penjahitan cukup menjanjikan maa depan yang baik. Yang perlu dijaga adalah masalah ketepatan waktu serta mutu pekerjaan yang baik.

V.

Ide Usaha Dari Imitasi

Ide-ide usaha muncul karena adanya informasi yang mengindikasikan adanya kebutuhan. Pendekatan ini membutuhkan data dan pertimbangan-pertimbangan. Kebutuhan tersebut munngkin sekarang belum dapat terpenuhi karena produk yang masih tersisa masih sangat mahal atau ada hal-hal lain yang belum terpenuhi. Oleh karena itu kita perlu memperhatikan hal-hal seperti dibawah in : Mempelajari Industri ynag Sudah Ada Banyak lembaga yang menyediakan informasi dan kajian lengkap mengenai perusahaan-perusahaan. Nama, tanggal berdiri, produk yang dihasilkan, jumlah tenaga kerja dan sebagainya mudah diperoleh. Mengkaji Input dan Output Industri Data dan literature tersebut juga dapat digunakan sebagai acuan untuk mengkaji output dan input industry yang sudah ada. Peluang usaha akan muncul,jika : a. Pengadaan material dan komponen yang ada saat ini didatangkan dari jarak yang jauh, (lead team) waktu tunggunya sangat lama dan biaya transportasinya sangat mahal. b. Komponen-komponen khusus yang umumnya digunakan bersama dan diproduksi sendiri oleh beberapa perusahaan tersebut dapat disuplai dengan harga lebih murah oleh produsen tunggal karena pertimbangan skala ekonomi. 34

c. Merupakan usaha yang berkaitan dengan pemrosesan lanjutan.

Menganalisis tren Populasi dan Data Demografi Kebutuhan berbagai macam produk, dapat dianalisa dari tren kelompok umur suatu populasi. Sebagai contoh, pada tahun 1980-an, terjadi pertumbuhan ynag sangat tinggi pada pangsa pasar anak-anak sehingga memunculkan kebutuhankebutuhan seperti mainan, perlatan sekolah,dll. Jadi, kita haarus melakukan analisis tentang pengaruh tren pad kelompok umur tertentu yang akan mempengaruhi pasar. Mengkaji Tren Ekonomi Perubahan situasi ekonomi menyebabkan kebutuhan baru sehingga tersedia peluang bisnis yang lebih luas. Sebagai contoh, selama dua decade terakhir ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya waktu. Akibatnya, permintaan terhadap produkproduk yang praktis dan menghemat waktu (ricecooker, oven,dll) meningkat sangat tinggi. Analisis Terhadap Perubahan Sosial Secara kontinu, setiap masyarakat akan mengalami perubahan sehingga menyebabkan terjadinya perubahan nilai-nilai social. Perubahan tersebut,misalnya terjadi pada persepsi dan kesadaran seseorang terhadap sesuatu. Mengkaji Pengaruh Aturan Baru Suka tidak suka, pemerintah akan memberlakukan aturan-aturan baru yang berhubungan dengan kegiatan bisnis. Hal ini dapat, mendorong terciptanya peluangpeluang baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Misalnya, munculnya aturan yang berkaitan dengan pengendalian dampak pencemaran lingkungan, perlindungan konsumen, kesehatan, keamanan, dan hak-hak tenaga kerja. Peluang usaha baru akan muncul untuk mengikuti aturan tersebut.

35

BAB 10 PEMASARAN

I.

Definisi Pemasaran

Pemasaran didefinisikan sebagai proses perencanaan, dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan, barang, jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan sasaran perseorangan dan organisasi. Pemasaran terdiri dari aspek strategis (perencanaan) dan operasional (pelaksanaan). Produk yang ditawarkan pun tidak terbatas pada barang fisik saja melainkan juga gagasan, barang dan jasa. Demikian juga sasaran pasarnya, bisa individual maupun perusahaan (organisasi). Dan tentu saja pemasaran mempunyai misi yang mulia, yaitu menciptakan kepuasan pelanggan. Kotler dan Lane (2007) menyatakan pemasaran adalah suatu proses social yang didalamnya terdapat individu dan kelompok yang mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

II.

Strategi Pemasaran

Strategi adalah sebuah pedoman yang harus ada dalam pikiran dan landasan berpijak usaha anda. Strategi pada dasarnya adalah suatu cara untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan itu, pertama-tama, kita perlu mengetahui dimana kita berada dan apa tujuan yang akan kita capai. Strategi membantu seorang pengusaha mencapai tujuan lebih efektif, yang didasarkan atas kajian dan pemikiran yang matang untuk mencapai tujuan. Ada beberapa strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk mencapai keunggulan bersaing, diantaranya Strategi Penetrasi Pasar, Strategi Pengembangan Pasar, Strategi Pengembangan Produk, dan Segmentasi Pasar (Zimmerer dan Scarborough,2002). Strategi Penetrasi Pasar adalah usaha meningkatkan penjualan dari produk yang sama dan dalam pasar yang sekarang melalui peningkatan usaha penjualan dan periklanan. Strategi Pengembangan Pasar adalah usaha meningkatkan penjualan dengan memperkenalkan produk atau jasa yang sama(lama) kepada pasar atau segmen yang baru.

36

Strategi Pengembangan Produk adalah isaha untuk meningkatkan penjualan dengan menambahkan produk dan jasa baru pada pasar yang sekarang. Produk itu mengkin berupa perubahan dari produk yang ada atau memang baru sekali. Segmentasi Pasar adalah sebuah strategi untuk memilah pasar yang missal dengan membagibagi mereka kedalam kelompok-kelompok yang lebih homogen. Jadi, segmentasi adalah cara membagi pasar atau mengelompokkan pasar kedalam beberapa segmen. Kotler dan Lane (2007) menyebutkan strategi segmentasi dapat dibagi menjadi 5 kategori, yaitu : 1. Geografi, pembagian pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda, seperti: Negara, Negara bagian, wilayah, kota, atau rumah tangga. 2. Demografi, memilah-milah pasar atau factor who to buy. Pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variable-variabel demografis, seperti usia, gender, siklus hidup keluarga, penghasilan,dll. Variable demografis merupakan dasar yang paling popular untuk membedakan kelompok pelanggan karena lebih mudah diukur daripada variable lain. 3. Psikografi, membagi pasar atas factor who do they buy. Konsumen dibagi menjadi kelompok yang berbeda berdasarkan gaya hidup, kepribadian, atau nilai-nilai yang mereka anut. 4. Behavioral, membagi pasar atas factor how do they buy. Dan mengacu pada kegiatan perilaku yang terjadi secar konkret. Konsumen dikelompokkan berdasarkakn pengetahuan, sikap, pemakaian,m atau tanggapan mereka terhadap produk tertentu. 5. Individual, paasar dianggap sebagai kumpulan dari individu-individu yang berbeda satu sama lain. Semakin tinggi persaingan yang terjadi dalam suatu industry, perusahaaan dituntut untuk menggunakan variable yang paling dekat dengan perilaku pembelian, dalam hal ini behavioral atau individual.

37

Table 1. Variable Segmentasi Utama pada Pasar Konsumen Geografis wilayah Kepadatan Demografis usia Jenis kelamin Penghasilan Pekerjaan Pendidikan Agama Kewarganegaraan Kelas social Gaya hidup Kepribadian Perilaku kejadian Manfaat Status pemakaian Tigkat pemakaian Status kesetiaan Tahap kesiapan pembeli Sikap terhadap produk Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, dll Perkotaan, pinggiran kota, pedesaan. <6, 6-11, 12-19, 20-34, 35-49, dan seterusnya. Pria atau wanita <1juta, 1-3 juta, >3 juta Manajer, pejabat, petani, pensiiunan, guru,dll SD,SMP,SMA,D1,D3,S1,S2,S3,dll Islam, katolik, protestan, yahudi, hindu,dll WNI, WNA Bawah, sedang, atas. Lurus/konvensional perilakunya, santai. Kompulsif,suka berteman, patuh pada penguasa. Kejadian biasa, kejadian khusus. Kualitas, pelayanan, ekonomis, kecepatan. Bukan pemakai, bekas pemakai, pemakai potensial, pemakai pertama, pemakai teratur. Pemakai ringan, pemakai sedang, pemakai berat. Tidak ada, sedang kuat, mutlak. Tidak sadar, sadar, mengetahui, tertarik, menginginkan, bermaksud membeli. Antusias, positif, tidak acuh, negative, membenci.

III.

Konsep Pemasaran

Bauran pemasaran (marketing mix) dipopulerkan oleh Jerume McCarthy. Konsep bauran pemasaran lebih dikenal dengan 4P, yaitu Product, price, place, promotion. Bauran 4P tersebut merupakan kombinasi alat-alat pemasaran yang dapat digunakan untuk mempengaruhi dan mempertahankan pembeli. Masing-masing alat pemasaran tersebut harus dirancang supaya dapat memberikan manfaat bagi pelanggan.

38

A. Product (produk) Produk adalah apa saja ynag ditawarkan dipasar untuk diperhatikan, diperoleh, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumen. Salah satu hal penting mengenai produk adalah sepanjang hidupnya, suatu produk mengikuti tahapan seperti manusia. Tahapan itu dikenal dengan istilah Product Life Cycle (daur hidup produk) mulai dari lahir (diperkenalkan kepada pasar), lalu tumbuh (growth), dewasa (maturity), dan akan menurun (decline), lalu mati. Product life cycle menunjukkan tahapan untuk member gambaran manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan apakah produk tersebut akan dilanjutkan atau tidak, dan kapan produk baru harus diperkenalkan. Daur hidup umumnya dibagi menjadi 4 tahap, berikut : a. Introduction (perkenalan, kelahiran) Ini adalah tahap dimana produk baru diperkenalkan sahingga pertumbuhan masih lambat. Pada tahap ini, belum ada laba karena biaya-biaya masih belum tertutupi untuk memperkenalkan produk baru. Orang baru belajar menggunakan produk anda. b. Growth (pertumbuhan) Periode penerimaan yang mulai cepat dan terjadi peningkatan laba yang besar. c. Maturity (kematangan) Periode penurunan pertumbuhan penjualan karena produk itu telah diterima oleh sebagian besar calon pembeli. Persaingan mulai menjadi ancaman dan banyak sekali pemainpemain baru yang berdatangan. Laba akan stabil dan perlahan-lahan akan menurun karena persaingan meningkat.. d. Decline (penurunan) Periode saat penjualan menunjukkan arah yang menurun dan laba yang menipis. Kalau tidak bisa diangkat atau diperbaharui, tidak mustahil produk atau brand anda akan mati. Pada saat ini mulai banyak pesaing yang menarik produknya dari pasar dan beralih ke prosuk lain.

39

Perkenalan
KARAKTERISTIK :

Pertumbuhan Penjualan meningkat dengan cepat Biaya rata-rata per pelanggan Laba meningkat Pemakaian awal Jumlahnya bertambah Memaksimumka n pangsa pasar

Kedewasaan Puncak penjualan Biaya per pelanggan rendah Laba tinggi

Penurunan Penjualan menurun Biaya per pelanggan rendah Laba menurun

Penjualan

Penjualan rendah Biaya per pelanggan tinggi Negative Inovatif Sedikit Menciptakan kesadaran dan keinginan mencoba produk Tawarkan produk dasar

Biaya

Laba Pelanggan Pesaing Tujuan pemasaran

Mayoritas tengah Pemakai terlambat Jumlah stabil mulai menurun Memaksimumka n laba stabil, mempertahankan pangsa pasar Jumlahnya menurun Mengurangi pengeluaran dan melakukan pemerahan merk

STRATEGI :

Produk

Tawarkan perluasan produk, pelayanan, jaminan Harga untuk menembus pasar Bangun distribusi yang intensif Bangun kesadaran dan minat di pasar missal Kurangi pengambilan keuntungan dari besarnya permintaan konsumen

Diversifikasi merk dan model

Lepaskan jenis produk yang lemah

Harga

Kenaikan biaya plus Bangun distribusi yang selektif Bangun kesadaran produk antara pemakai awal dan penyalur Gunakan banyak promosi penjualan untuk menarik pelanggan

Distribusi

Harga yang sama Turunkan harga atau lebih naik daripada pesaing Bangun lebih Bersifat selektif banyak distribusi yang intensif Tekankan perbedaan dan manfaat merk Kurangi sampai tingkat yang diperlukan untuk mempertahankan pemakai setia Kurangi sampai tingkat minimum

Pengiklanan

Promosi penjualan

Tingkatkan untuk mendorong peralihan merk

40

B. Price (harga) Harga pada dasarnya merupakan alat untuk mengkomunikasikan nilai produk kepada pasar. Penetapan harga memiliki dampak langsung dan jelas terlihat pada penerimaan pasar sehingga menjadi sngat penting terhadap keseluruhan bauran pasar.selain itu harga merupakan alat yang sangat fleksibel, dimana suatu saat harga akan stabil dalam waktu tertentu, tetapi dalam seketika harga dapat juga meningkat atau menurun dan juga merupakan satu-satunya elemen yang menghasilkam pendapatan dari penjualan. Seorang wirausaha mempunyai alternative penetapan harga sebagai berikut : 1. Cost based pricing Cost-Plus-Pricing Metode ini merupakan metode penetapan harga yang paling sederhana, pengusaha hanya menambah mark-up tertentu terhadap biaya produksinya. Break-Event-Analysis and target Profit Pricing (analisis peluang pokok dan penetapan harga laba sasaran) Ini adalah metode dengan menghitung titik impas (break even) atau membuat target laba tertentu diatasnya.

2. Value based pricing Metode ini menggunakan satu persepsi nilai dari pembeli (bukan dari biaya penjualan) untuk menetapkan suatu harga. Jadi, pertama dilihat dulu berapa konsumen bersedia membeli/membayar untuk produk yang anda tawarkan, sedangkan biaya produksi baru dilihat belakangan uuntuk mengetahui apakah biayanya masih dapat menguntungkan. 3. Competition based pricing (penetuan harga berdasarkan persaingan) Going-Rate-Pricing (penetapan harga berdasarkan harga yang berlaku) Perusahaan mendasarkan harganya pada harga yang ditawarkan rata-rata pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, yang lebih tinggi, atau lebih rendah dari pesaing utamanya.

41

Sedangkan Griffin dan Erbert (2002) merumuskan cara penetapan harga bagi produk yang telah beredar dan produk baru. Penetapan harga bagi produk yang telah beredar adlah sebagai berikut : 1. Penetapan harga diatas harga pasar yang berlaku bagi produk-produk serupa. Penetapan diatas harga pasar dilakukan dengan asumsi konsumen akan beranggapan harga yang lebih mahal berarti kualitasnya lebih baik. 2. Penetapan harga dibawah harga pasar. Penetapan harga dibawah harga pasar yang berlaku dapat berhasil apabila suatu perusahaan dapat menawarkan suatu produk yang kualitasnya sama dengan rata-rata kualitas pesaing (homogen) sehingga konsumen membeli karena harga. 3. Penetapan harga yang sama atau dekat dengan rata-rata harga pasar. Suatu perusahaan yang dominan yang disebut pemimpin pasar menetapkan harga produk yang selalu akan diikuti perusahaan lain. Pendekatan ini disebut sebagai penetapan harga pasar (market pricing). Perusahaan memiliki dua pilihan dalam penetapan harga produk baru : 1. Penetapan Harga Mengapung. Perusahaan berusaha meyakinkan pembeli bahwa produknya sangat berbeda dengan produk lain yang ada dipasaran. Kalau berhasil, perusahaan dapat menghasilkan laba yang besar dari setiap barang yang dijual. Namun, harga akan jatuh sewaktu perusahaan baru memasuki pasar tersebut karena meereka melihat potensi margin yang besar yang anda peroleh. 2. Penetapan Harga Penetrasi. Strategi ini menarik minat konsumen dengan harga yang rendah untuk mendorong penjualan awal. Peningkatan harga selanjutnya baru dilakukan secara perlahan-lahan untuk menghindari agar pelanggan tidak mengundurkan diri.

C. Place (tempat) Selanjutnya, kesuksesan pemasaran produk manapun selalu bergantung pada bagian distribusi. Dalam ilmu pemasara, distribusi disebut tempat/place yang berarti bagaimana anda melakukan kombinasi saluran-saluran distribusi untuk menyampaikan produk kepada para pengguna akhir. Saluran distribusi adalah jalur yang dilewati suatu produk dari tangan produsen kepada pengguna akhir. Seluruh saluran distribusi bermula dari suatu manufaktur dan berakhir pada seorang konsumen atau suatu pengguna industry. Saluran industry yang paling banyak digunakan untuk distribusi barang dan jasa adalah sebagai berikut :

42

Saluran 1 : Distribusi Langsung dari Produk-produk Konsumsi Produsen Pemakai

Saluran 2 : Distribusi Eceran dari Produk Konsumsi Produsen Pengecer Konsumen

Saluran 3 : Distribusi Grosir dari Produk Konsumsi Produsen Grosir Pengecer Konsumen

Saluran 4 : Distribusi melalui agen Penjualan atau Broker Produsen D. Promotion (promosi) Promosi adalah suatu teknik komunikasi yang dirancang untuk menstimulasi konsumen membeli. Perusahaan menggunakan metode promosi untuk menyampaikan 4 hal kepada calon pelanggan yaitu membuat mereka sadar (awareness) terhadap keberadaan suatu produk, membuat mereka mengenal lebih jauh, membujuk mereka untuk menyukai produk, dan akhirnya membujuk mereka untuk membeli produk. Tujuaan akhir dari segala kegiatan promosi adalah untuk meningkatkan penjualan. Selain itu, para pemasar dapat menggunakan promosi untuk menyampaikan informasi meningkatkan persepsi nilai dan mengontrol volume penjualan. Ada yang harus diperhatikan disini, yaitu bauran promosi yang terdiri dari periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan, publisitas, dan hubungan masyarakat. Bauran promosi ini menyampaikan kegunaan, karakteristik, dan manfaat produk. Advertising (periklanan) Periklanan adalah komunikasi yang bersifat nonpersonal (karena disampaikan oleh media massa) yang dibayar, yang digunakan oleh suatu sponsor yang ditunjuk untuk menyampaikan kepada khalayak mengenai suatu produk. Seorang wirausaha menggunakan berbagai media periklanan untuk membawa pesan keoada konsumennya. Media periklanan yang paling umum digunakan adalah televise, radio, surat kabar, majalah, internet, dan masih banyak lagi. Agen Grosir Pengecer Konsumen

43

Personal selling (penjualan pribadi) Dalam metode ini, seorang tenaga penjual berkomunikasi tatap muka dengan calon-calon pelanggannya untuk memenuhi kebutuhannya dan menstimulasi pembelian. Teknik ini sangat efektif untuk membangun dan mendekatkan hubungan antara produsen dan konsumennya serta menambah kredibilitas perusahaan karena pembeli dapat berinteraksi dan bertanya kepada penjual secara langsung. Sales promotion (promosi penjualan) Promosi penjualan adalah kegiatan promosi jangka pendek yang dirancang untuk merangsang konsumen agar tetap setia pada produsen. Kehadiran metode ini memungkinkan terjadinya kominikasi dua arah antara konsumen dan perusahaan yang memungkinkan terwujudnya customer intimacy. Ini tidak mungkin dilakukan oleh media promosi lainnya sehingga mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya : membuat produk menjadi get out of the crowd, merupakan penghubung pada pesan-pesan yang disampaikan melalui media lain, mendrong terjadinya trial purchase, dan mempunyai dampak lebih mudah diingat oleh konsumen. Public relations (hubungan masyarakat) Hubungan masyarakat adalah suatu bentuk publisitas yang dibentuk dan dikendalikan oleh perusahaan. Hubungan masyarakat dilakukan untuk membangun reputasi baik kepada pelanggan (dan calon pelanggan) dengan menampilkan dan mempublikasikan cerita, kegiatan, ataupun pelayan terhadap masyarakat umum yang dilakukan suatu perusahaan. Karena ditulis oleh media, maka isinya tidak sepenuhnya sama dengan kehendak yang diinginkan wirausaha, tapi segi isi akan jauh lebih dipercaya dari sekedar iklan. Penjualan adalah taktik yang dipakai untuk menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui produk perusahaan. Selling merupakan cara untuk mengintegrasikan perusahaan, pelanggan dan hubungan yang terjadi. Ada tingkat utama dari penjual : penjualan fitur (feature selling), penjualan manfaat (benefit selling), dan penjualan solusi (solution selling). Karena pilihan yang luas telah membanjiri pelanggan, maka perusahaan harus menjual solusi bukan sekedar fitur atau manfaat saja. Aktivitas penjualan dapa dijadikan tolak ukur untuk melihat efektivitas dari aktivitas pemasaran lainnya.

44

BAB 11 MANAJEMEN KEUANGAN DAN PEMBIAYAAN USAHA

Catatan : 1. Proforma neraca adalah laporan sederhana yang menunjukan prediksi posisi asset-aset yang digunakan dalam bisnis, kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan, serta besarnya penyertaan modal yang harus disertakan. Kelompok asset akan berada pada kolom kiri dari neraca (aktiva), sementara kelompok kewajiban dan modal berada pada kolom kanan neraca (pasiva). 2. Proforma laporan laba-rugi adalah laporang sederhana yang menunjukkan prediksi tingkatan penjualan yang diharapkan, biaya-biaya yang menyertai produksi dan penjualan serta biaya lain yang digunakan dalam bisnis. 3. Modal kerja adlah sejumlah dana yang dibutuhkan agar aktivitas bisnis dapat dilakukan. 4. Laba kotor adalah nominal rupiah yang dihasilkan dari selisih antara pendapatan dari kegiatan bisnis dikurangi dengan biaya-biaya yang terkait langsung dengan aktivitas bisnis tersebut, biaya untuk mendistribusikan barang, biaya untuk menjual, dan sebagainya. 5. Laba bersih adalah nominal rupiah bersisa dari laba kotor yang dihasilkan oleh bisnis setelah dikurangi beba-beban penyusutan, pembayaran beban pembiayaan, dan pajak yang relevan. 6. Margin keuntungan adalah proporsi keuntungan yang diperoleh dari setiap unit penjualan yang berhasil dilakukan dalam bisnis. 7. ROA (Return On Asset) adalah tingkat pengembalian atau keuntungan yang diperoleh dari setiap unit asset yang digunakan. ROA = Laba bersih / Total asset 8. ROE (Return On Equity) adalah tingkat pengembalian atau keuntungan yang diperoleh dari setiap unit modal yang disetorkan dalam bisnis. ROE = Laba bersih / Total Modal disetor

45

I.

Strategi Keuangan untuk Start-Up Business

Strategi dan alat Pengelolaan Keuangan Strategi keuangan yang efektif meliputi pengelolaan dan pengawasan catatan-catatan keuangan, perencanaan dan pengelolaan anggaran dalam rangka mencapai tujuan maksimal keuntungan pemilik modal. Efektivitas pengelolaan keuangan akan sangat ditentukan oleh tujuan bisnis yang dimiliki wirausaha dalam dokumen rencana strategisnya. Jika tujuan bisnis adalah membangun skala usaha yang luas, meningkatkan market share dan jumlah konsumen, maka strategi keuangan dengan menetapkan profit margin yang tinggi, hanya menggunakan modal sendiri, dan memperbanyak asset tetap, ungkin tidak akan cocok. Untuk mendukumg bisnis diatas akan lebih tepat dibuat margin keuntungan yang tidak tetlalu besar sehingga harga cukup kompetitif. Digunakan utang karena keterbatasan modal sendiri, dan menggunakan asset tetap melalui fasilitas sewa, bukan dimiliki sendiri, untuk meminimalkan modal kerja yang dibutuhkan. Mengukur kelayakan usaha Dalam konteks keuangan sederhana, kelayakan usaha adalah ketika terjadi kondisi dimana diperoleh hasil lebih besar dari dana yang diinvestasikan. Semakin besar kelebihan dari dana yang kita investasikan, akan semakin menguntungkan investasi dalam usaha tersebut. Secar matematis, investasi yang menguntungkan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut : Keuntungan = Pendapatan –Total Biaya = (jumlah barang terjual x harga) – Total biaya Pendapatan investasi diperoleh dari perkalian antara jumlah barang yang terjual dengan harga per unit barang tersebut. Sementara itu, total biaya dibagi menjadi 2, yaitu fixed cost (biaya tetap) dan variable cost (biaya variable). Biaya tetap merupakan kompnen biaya yang harus ditanggung oleh pelaku usaha yang nilainya tidak dipengaruhi oleh aktivitas bisnis, khususnya besarnya barang yang diproduksi/dijual. Artinya, banyak sedikit barang yang dihasilkan tidak menentukan besarny biaya tetap tersebut. Biaya tetap ini biasanya terkait dengan aspek waktu. Sementara itu, biaya variable adalah komponen biaya yang harus ditanggung oleh pelaku usaha yang nilainya dipengaruhi oleh aktivitas/volume bisnis. Analisis titik impas (break even) Pada beberapa kasus, pengusaha tidak hanya ingin mengetahui berapa keuntungan yang mungkin diperoleh. Pengusaha ingin mengetahui, dalam kondisi seperti apa dia mencapai titik impas. Dalam pengelolaan keuangan, apa yang diinginkan oleh pengusaha tersebut akan dengan mudah terjawab melalui perhitungan titik impas yaitu kondisi dimana nilai keuntungan bernilai nol. Secara matematis, kondoisi impas terjadi ketika nilai pendapatan sama besar dengan nilai biaya. 46

Keuntungan = pendapatan – biaya jika nilai keuntungan adalah nol Pendapatan = Total Biaya (Harga x Kuantitas) = Biaya tetap + (biaya veriabel per unit x kuatitas) Kuantitas impas = Biaya tetap / (harga- biiaya variable per unit) Penentuan Kelayakan lanjutan Dalam lingkungan bisnis dan keuangan, kita percaya adanya nilai waktu uang (time value of money). Berdasar konsep tersebut, nilai uang yang jita terima sakarang akan lebih berarti dibanding nilai uang yang sama yang akan kita terima periode yang akan dating. Mengapa kondisi tersebut dapat terjadi? Paling tidak terdapat dua hal yang menjelaskan konsep nilai waktu uang. Pertama, adanya inflasi yang menyebabkan harga-harga mengalami penurunan nilai secara relative dari waktu ke waktu. Kedua, adanya biaya kesempatan yang hilang (opportunity cost) apalagi kita gagal menerima kas segera mungkin.

II.

Pengertian modal kerja

Modal kerja merupakan besarnya nilai uang yang dibutuhkan untuk mendukung operasionalisasi suatu bisnis. Tanpa adanya sejumlah uang tersebut, operasionalisasi bisnis akan terganggu, misalnya tidak bisa mendapatkan bahan baku, tidak bisa menyediakan sediaan yang mencukupi, dan tidak tercukupinya kas untuk transaksi. Manajemen modal kerja Secar spesifik ada 4 area dalam pengelolaan modal kerja. Pertama, Cash Management yaitu upaya untuk mengoptimalkan jumlah kas yang dibutuhkan. Kedua, inventory management yaitu upaya untuk mengelola tingkatan sediaan sehinggatidak terjadi over stock yang menyebabkan kebutuhan modal kerja terlalu besar. Atau, terjadinya under-stock yang menyebabkan permintaan konsumen tidak terpenuhi. Ketiga, account Receivable Management yaitu upaya mengelola besarnya piutang kepada konsumen. Keempat, Account Payable Management yaitu upaya untuk mengelola besarnya utang dagang yang kita miliki. Semakin besar utang dagang, akan memmbuat makin kecilnya modal kerja yang dibutuhkan. Hal yang sama juga berlaku untuk tempo pembayaran utang. Semakin panjang waktu yang diberikan untuk melakukan pembayaran utang, maka modal kerja yang dibutuhkan akan semakin sedikit. Manajemen utang Dalam bisnis, adalakalanya modal sendiri yang digunakan tidak lagi mencukupi. Oleh karenanya, pemilik usaha dapat mengundang pihak lain untuk turut serta memiliki bisnis tersebut, menjadi pemegang saham melalui penyertaan modal. 47

Jenis-jenis utang Terdapat beberapa jenis utang yang sering kali kita jumpai. Berdasarkan tipenya, kita dapat mengklasifikasikan utang kedalam lima kelompok, yaitu : 1. Berdasarkan periode utang : utang jangka pendek (<1 tahun), utang jangka menegah (1-5 tahun), utang jangka panjang (>5 tahun) 2. Berdasarkan penggunaan utang : real estate loan, personal loan dan non real estte loan. 3. Berdasarkan ada tidaknya jaminan : utang dengan jaminan dan utang yang tanpa mensyaratkan jaminan. 4. Berdasarkan tingkat suku bunga : utang dengan tingkat suku bunga tetap (fixed rate loan) dan utang dengan tingkat suku bunga berubah (variable rate loan). 5. Berdasarkan tipe pembayaran : single payment loan, line of credit, amortized loan, dan ballon payment loan. Biaya Utang Secar umum terdapat 3 tipe bunga yang serong digunakan yaitu : 1. APR ( Annual Percentage Rate) yaitu tingkat suku bunga yang berlaku selama satu tahun. 2. Periodic Rate yaitu tingkat suku bunga berdasarkan periode yang berlaku. Sumber-sumber pendanaan Secara umum, ada 4 sumber pendanaan yang dapat diakses oleh setiap entrepreneur, yaitu : 1. Individual deposits & saving yaitu simpanan baik berupa tabungan, deposito maupun giro yang dimiliki setiap entrepreneur. 2. Loan, yaitu utang yang disediakan oleh pihak-pihak tertentu. 3. Suppliers, yaitu fasilitas kredit yang disediakan oleh supplier untuk mengurangi kebutuhan pendanaan usaha. 4. Customers, yaitu upaya menggunakan dana yang dimiliki oleh konsumen untuk pembiayaan usaha, seperti pemesanan dan pembayaran di muka.

48

BAB 12 MEMULAI SEBUAH USAHA BARU

Pada bab ini kita akan milai melakukan action untuk memulai sebuah baru.Semua proses yang akan dijabarkan dalam bab ini mengacu pada business plan anda,termasuk di ka dalamnya ,sales and marketing ,operasional dan keuangan yang Anda persiapkan untuk memulai usaha.Membuat kalkulasi perencanaan penggeluaran menjadi sangat penting agar financial planning Anda tidak terlalu melenceng .

Pada bagian ini,ada 11 bahasan yang sangat pratikel ,yaitu : 1. Memilih nama dan membuat logo 2. Memilih tempat usaha 3. Membeli perlengkapan 4. Pemenuhan terhadap mesin dan alat-alat produksi 5. Merekrut pegawai 6. Melakukan training persiapan dan uji coba 7. Memproduksi alat-alat promosi 8. Pilihan legalitas usaha,formal atau non formal 9. Peresmian 10. Proses tambahan 11. Belajar dari common mistake 1) Memilih nama dan membuat logo Terdapat hal-hal yang sangat prinsipil dalam membuat logo dan nama karena peran strategisnya di kemudian hari.logo dan nama anda akan diingat selamanya serta memiliki karakter yang akan menunjang keberhasilan bisnis anda . 2) Memilih Tempat Usaha Disimi seorang wirausaha pemula suka bermain dengan ego dan terlalu banyak bermimpi,tempat usaha juga menentukan hasil bisnis anda.te akan tmpat yang strategis akan mendapatkan hasil bisnis yang lumayan menguntungkan.

49

3) Membeli Perlengkapan Saat kita memulai usaha baru tidak harus jor joran memperlihatkan usaha baru kita karena itu akan berdampak pada usaha kita.membeli perlengkapan dalam berusaha kita tidak perlu yang wah,diperlukan se perlunya saja . 4) Pemenuhan terhadap mesin dan alat-alat produksi Bagian ini biasanya bagian yang sangat sulit .Apalagi jika usaha anda mensyaratkan mesin-mesin tertentu untuk produksi,jika bisnis yang dijalankan menggunakan alat-alat produksi yang serba canggih dan mewah kitq harus menggeluarkan biaya yang tidak sedikit. 5) Merekrut pegawai Merupakan bagian yang agak krusial atau vital karena anda harus memilih orang-orang yang akan menggerakan usaha anda .Anda boleh memilih mesin mahal,tetapi ingatlah operatornya tetap seorang manusia biasa.seorang pegawai,ada 3 kategori pegawai untuk berbisnis : 1) Pegawai front lines atau pegawai bagian produksi Sehebat apapun anda dalam memproduksi sesuatu, hamper dapat dipastikan. Anda pasti memerlukan bantuan orang lain untuk mempercepat pekerjaan anda.

2) Pegawai sales Pengusaha pemula pada umumnya sangat ahli dalam memproduksi sesuatu, tetapi melupakan bahwa produk yang dihasilkan harus dijual. Sebelum anda merekrut tenaga sales perhatikan beberapa hal berikut : Pelajari sales person seperti anda yang andan perlukan. Jika anda perlu sales junior untuk memasarkan produk anda, pilihan komparasinya kurang lebih sebagai berikut : Kompensasi Full Komisi Lebih besar Semi komisi Uang transport 500rb- 1juta/bulan Sedang Fixed Income Sesuai standar gaji pada industry tersebut Tinggi

Loyalitas

rendah

50

3) Manajemen Bagian ini saja memerlukan pertimbangan-pertimbangan yang tidak mudah. Seorang pemilik waralaba property, ternyata tetap harus mencari seorang kepala pemasaran, meskipuun dia mahir dalam hal ini.

6) Melakukan training dan uji coba Sebelum para pegawai terjun ke lapangan usaha ,mereka biasanya di lantik atau di ttaining agar menjadi pegawai yang memiliki kinerja yang bagus dan potensial. 7) Memproduksi alat-alat promosi Meski usaha baru sangat memerlukan promosi,sebagian besar pengusaha lebih banyak membuat sekadarnya saja,asal ada ,dan cukup memberi informasi .Dalam bisnis pemasaran alat-alat produksi sangat di perhitungkan. 8) Pilihan legalitas usaha,formal atau non formal Untuk sebuah usaha tahap awal ,prinsip yang harus anda lakukan adalah tekan fixed cost sebanyak mungkin, apalagi sekedar untuk pembentukan formalitas seperti ini. Berikut adalah perbandingan non-formal, semi formal, formal. Nonformal Legalitas Modal awal Operations Marketing customer None Relatif sangat kecil Dari rumah, sewa mesin Sendiri Image sederhana Beberapa dalam lingkungan terbatas Semi Formal UD Relative cukup Sewa tempat kecil Tim Image dikontrol Cukup besar Formal CV-PT Relative besar Sewa atau beli sendiri Full team Full control kompleks

9) Peresmian Peresmian usaha baru tidak perlu mewah atau glamor hinnga melupakan sisi penting doa bersama dan sisi penting marketing yang dihasilkan. 10) Proses tambahan (website dan seragam) Membuat website perlu dilakukan untuk bidang industry adalah mutlak.Dan pembuatan seragam untuk menunjang bisnis yang anda lakukan dan untuk mengangkat citra anda.

51

Website : Membuat website untuk beberapa bidang industry adalah mutlak, seperti pada industry stoles, jaket kulit atau sebagainya. Lakukan secara gratis, cari website yang memberikan anda kemudahan ini seperti : blogspot, weebly, multiply, atau bahkan facebook. Jika anda merasa perlu alamat web personal, beli dominan name saja dan fordward semuanya klik ke web hosting gratis. Seragam : Untuk beberapa bidang seperti rumah makan jasa, event organizer, maka diperlukan seragam petugas untuk mengangkat citra anda. Carilah cara untuk menghemat. Gunakan kualitas sedang sampai murah diawal.

11) Belajar dari Common Mistakes Pelajaran yang terbaik adalah pelajaran yang datang dari pengalaman ,harganya jelas lebih mahal dari pelajaran kita di kuliah.penggalaman yang gagal dapat membuat kita untuk mencapai sukses. Cara terbaik mempelajari common mistakes adalah berinteraksi langsung dengan pelaku usaha yang pernah mengalaminya.

52

BAB 13 PERENCANAAN BISNIS

Rencana bisnis, sekali lagi bukanlah tujuan akhir dari kewirausahaan. Kelak saat memulai suatu usaha janganlah terlalu lama atau asyik dengan paperwork. Ketika usaha anda sudah besar dan anda perlu berhubungan investor, mitra saha atau bank, maka anda perlu membuat perencanaan bisnis dengan strategi dan master plan yang lebih kompresif dan holistic. Hal ini akan membuat anda memiliki kejelasan tujuan dan peta arah yang akan dituju dan gambaran rangkaian tindakan untuk mencapainya. TABEL I. Perencanaan Rencana Bisnis dan Perencanaan bisnis Dimensi Waktu Rencana Bisnis (business plan) Pembentukan organisasi baru Perencanaan bisnis Pengembangan organisasi, produk, ataupun jasa yang dimiliki Sangat kompleks dan holistic Menyeuruh, mencakup pengembangan semua struktur dan fungsi organisasi Perencanaan strategis jangka panjang (lebih dari 10 tahun)

Kompleksitas Struktur

Sederhana Fokus pada 3 hal utama, yaitu ide bisnis, pemasaran, dan keuangan (sumber modal)

Jangka waktu

Perencanaan jangka pendek (3-7 tahun)

Sebuah rencana bisnis harus disusun semenarik mungkin. Beberapa tips untuk menyusun rencana bisnis adalah sebagai berikut : Singkat dan Padat. Buatlah rencana bisnis dengan singkat dan padat dalam waktu yang singkat orang akan mengerti, jelas, dan tertarik untuk mendengarkan dan memahami lebih lanjut. Terorganisasi rapi dengan penampilan menarik. Ini akan mempermudah kita untuk meyakinkan orang atau pihak lain agar mau membaca rencana bisnis kita. Rencana yang menjanjikan. Rencana yang kita buat harus bisa memproyeksikan rencana apa yang akan dilakukan pada masa yang akan datang.

53

Hindari untuk melebih-lebihkan proyeksi. Meskipun rencana bisnis disusun berdasarkan asumsi-asumsi, harus diingat bahwa asumsi tersebut tidak boleh dibuaut tanpa dasar yang jelas, apalagi jika terlalu dilebih-lebihkan. Kemukakan risiko yang signifikan. Inti dari bisnis adalah mengelola risiko. Untuk itu, pembaca rencana bisnis anda harus mengetahui risiko yang berhubungan dengan bisnis yang direncanakan. Tim yang terpercaya dan efektif. Ini merupakan salah satu factor penting dalam membangun bisnis. Komitmen anda dan kompeisi tim yang mendukung usaha anda menjadi salah satu modal untuk meyakinkan pembaca. Fokus. Fokus pada suatu bisnis sebelum melangkah kebisnis berikutnya. Fokus seorang entrepreneur adalah kemampuan menangkap peluang yang ada. Ini berkaitan dengan komitmen kita untuk menjalankan bisnis yang direncanakan. Tentukan target pasar. Rencana bisnis yang bisnis harus mencantumkan target pasar yang akan menjadi target mereka, perilaku konsumen dan kajian tentang pola pembelian. Realistis. Buatlah proyeksi keuangan yang realistis yang bukan hanya dibuat berdasarkan pikiran anda semata, melainkan sudah ada pengujian. Jangan membuat usaha yang hanya indah diatas kertas dan dalam lamunan saja. Spesifik. Merumuskan sasaran-sasaran spesifik dalam periode waktu tertentu.

II.

Hal-hal mendasar yang harus tercantum dalam sebuah rencana bisnis : Rencana (bisnis) anda diawali dengan ide (bisnis) yang ingin anda jalankan. Alasan bahwa rencana ide rencana bisnis anda merupakan sebuah jawaban atas kebutuhan, permintaan pasar, atau dapat menciptakan pasar baru. Alas an bahwa anda adalah orang yang paling tepat untuk menjalankan bisnis ini. Penjelasan mengenai cara mengembangkan bisnis anda dan bagaimana akan menghasilkan uang atau member keuuntungan. Sasaran pasar, siapa pembeli produk anda, dan bagaimana anda mendapatkan penjualan. Rincian mengenai dana yang dibutuhkan untuk memulai bisnis tersebut.

Rencana bisnis (business plan) Rencan bisnis pada umumnya terdiri dari tujuan bisnis, strategi yang digunakan untuk mencapainya, masalah potensial (potential problem) yang kira-kira akan dihadapi dan cara mengatasinya, struktur organisasi, dan modal yang diperlukan untuk membiayai perusahaan serta bagaiman mempertahankannya agar berhasil berproduksi di atas titip impas (break even).

54

Ada 3 (tiga) bagian utama dari sebuah Rencana Bisnis : (1) Konsep Bisnis ; menjelaskan secara rinci mengenai industry yang digeluti, struktur bisnis, produk dan jasa yang ditawarkan, dan bagaimana cara menyukseskan bisnis. (2) Pasar (market) : membahas dan menganalisis konsumen potensial, yaitu siapa dan dimana mereka berada, dan apa yang menyebabkan mereke mau membeli, serta menjelaskan persaingan yang akan dihadapi dan bagaimana kita memposisikan diri untuk memenangkannya. (3) Rencana Keuangan ; menjelaskan estimasi pendapatan dan analisis break even. Ketiga bagian utama tersebut dapat dibagi menjadi lebih rinci menjadi 7 komponen kunci, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ringkasan Deskripsi Bisnis Strategi Pasar Analisi Kompetensi Rencana Desain dan Pengembagan Rencana Operasi dan Manajemen Analisis Rencana Keuangan

A. UMUM 1. APA PRODUK KITA Jenis produk / jasa yang ingin dibuat / dijual keistimewaannya secara umum dan khusus 2. DIMANA DAN MENGAPA MEMILIH LOKASI USAHA Peta tempat usaha Alasan pribadi dan ekonomi memilih lokasi tersebut

B. RENCANA PEMASARAN 1. SIAPA YANG AKAN MENJADI PELANGGAN DAN DARIMANA MEREKA Pedagang besar, pengecer, perorangan, rumah tangga, sekolah, rumah sakit, kantor pemerintah dsb. 2. BAGAIMANA SAYA DAPAT MENJELASKAN SETIAP PELANGGAN Jelaskan kelompok pelanggan yang berbeda untuk setiap produk, karakteristik dari anggota-anggota setiap kelompok secara umum, dan siapa saja yang ingin dan mampu membeli produk tersebut.

55

3. BERAPA UNIT YANG AKAN DIBELI OLEH PELANGGAN DALAM SETAHUN - Menetapkan kelompok pelanggan untuk masing-masing produk - Perkirakan jumlah mereka - Perkirakan berapa sering mereka membeli - Perkirakan berapa banyak yang mereka beli dalam satu tahun 4. SIAPA YANG AKAN MENJADI PESAING DAN BERAPA UNIT PRODUK YANG DAPAT MEREKA JUAL DALAM SETAHUN Tentukan para pesaing untuk setiap produk dan perkirakan berapa unit yang mereka dapat jual dalam setahun 5. BERAPA UNIT PRODUK MAKSIMAL YANG MUNGKIN DAPAT DIJUAL Berdasarkan peluang dan pesaing, perkirakan berapa banyak masing-masing produk yang dapat dijual 6. BAGAIMANA MEMPROMOSIKAN PRODUK YANG ADA Jelaskan berapa cara mempromosikan produk dan pesan yang tepat untuk calon pelanggan 7. BAGAIMANA PERKEMBANGAN PERMINTAAN ATAS PRODUK DI PASAR - Perkembangan populasi di wilayah pasar - Perkembangan jumlah pelanggan - Perkembangan keinginan dan kemampuan membeli 8. BERAPA BANYAK PRODUK YANG AKAN DIBUAT DAN DIJUAL PADA TAHUN PERTAMA, KEDUA, DAN KETIGA Buatlah perkiraan jumlah unit utama yang akan dibuat dalam jangka tiga tahun pertama operasi usaha 9. KUALITAS PELANGGAN - Bentuk (appearance) : keenakannya dipandang mata - Penampilan (performance) : punya arti tersendiri - Keawetan (durability) : tahan lama - Keamanan (safety) : tidak mencelakakan - Kenyamanan (comfort) : enak dirasakan - Ekonomis (economy) : dihubungkan dengan harga 56 PRODUK YANG BAGAIMANA YANG DIINGINKAN

10. BAGAIMANA KUALITAS YANG DITAWARKAN Perhatikan keunggulan dan kelemahan produk pesaing 11. BERAPA HARGA JUAL YANG DITENTUKAN Biaya plus tingkat keuntungan tertentu Memperhatikan harga pesaing Harga promosi Lokasi Tiga faktor penentu pemilihan lokasi : 1. Konsumen Pemilihan lokasi berdasarkan konsumen ditentukan oleh jenis produk / jasa yang dihasilkan relatif tidak tahan lama dan tingkat kebutuhan konsumen terhadap produk sangat tinggi. Contoh : 1. Usaha Penyewaan Mobil yang berada didaerah perumahan atau perkantoran karena kebutuhan konsumen di kedua daerah itu besar. 2. Usaha Penyewaan Komputer dan Internet yang berada didaerah perguruan tinggi ataupun perkantoran karena konsumen dari kedua tempat tersebut memiliki tingkat kebutuhan yang terbesar.

2. Bahan Baku Pemilihan lokasi berdasarkan bahan baku dilakukan karena ketersediaan bahan baku yang berlimpah dan perlu segera dilakukan proses produksi agar tidak terjadi perubahan pada struktur bahan baku yang akan mengakibatkan pada kualitas ataupun kuantitas hasil produksi. Contoh : Pabrik Air Minum Mineral yang berada dilokasi mata air agar struktur mineral air tidak berubah sehingga mempengaruhi kualitas ataupun kualitas air minum mineral yang dihasilkan.

3. Saluran Distribusi Pemilihan lokasi berdasarkan saluran distribusi dilakukan karena produk yang dihasilkan memerlukan pendistribusian yang luas.

57

III.

Cakupan Rencana Bisnis

Terdapat berbagai macam format pennulisan rencana bisnis, meskipun informasi didalamnya mencakup hal-hal serupa. Komponen yang sebaiknya ada adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Ringkasan eksekutif Konsep bisnis Gambaran Pasar Target Pasar Pesaing dan Konsisi Persaingan Organisasi dan Manajemen Rencana Keuangan Lampiran

Ringkasan eksekutif memuat intisari dari rencan bisnis yang disampaikan secar singkat, jelas dan memberikan gambaran peluang bisnis. Informasi harus meliputi: a. Konsep bisnis yang akan dibangun b. Misi perusahaan c. Produk/jasa d. Persaingan e. Target dan ukuran pasar f. Strategi pemasaran g. Tim manajemen Komponen selanjutnya adalah mengenai gambaran dari perusahaan itu sendiri. Gambaran perusahaan memuat informasi-informasi sebagai berikut : Identitas perusahaan. Memuat data tentang nama, lokasi, dan status badan hokum perusahaan yang akan dirikan. Visi dan misi perusahaan. Sering kali visi dan misi perusahaan dijadikan bahan pertimbangan oleh pembaca Rencana Bisnis yang ingin menjadi partner. Gambaran sekilas tentang produk/jasa. Bagian ini memuat gambaran sekilas tentang produk yang akan dibuat. Produk harus ditampilkan semenarik dan serealistis mungkin untuk lebih menarik perhatian pembaca. Perkembangan sampai saat ini. Pembaca akan mecoba mencari informasi tentang apa yang telah kita lakukan atau perkembangan yang ada sampai pada saat kita mencari rencana bisnis tersebut.

58

Status hukum dan kepemilikan. Hal ini penting diketahui dan diinformasikan dalam Rencana Bisnis yang dibuat agar pembaca lebih yakin akan kelangsungan bisnis yang direncanakan. Untuk menganalisa apakah sebuah rencana bisnis layak atau tidak, tentu saja data tentang bisnis yang direncanakan harus didukung dengan analisis mengenai industry dimana bisnis kita berada. Informasi yang harus ditampilkan meliputi : Tren dan pertumbuhan industry. Informasi ini penting karena pembaca akan lebih tertarik membaca Rencana Bisnis yang kita buat jika mereka mendapatkan informasi tentang tren bisnis yang akan kita jalankan dalam beberapa tahun kedepan. Dengan informasi ini, keyakinan akan kelangsungan bisnis lebih meyakinkan. Gambaran Pasar. Menampilkan informasi umum tentang kondisi pasar dari produk ataupun industry, kecenderungan, dan perkembangan terakhir. Ukuran, pertumbuhan dan tren pasar. Informasi ini menggambarkan seberapa besar jumlah uang yang beredar. Peluang untuk pemain baru yang inovatif. Perubahan perilaku konsumen terkait dengan bisnis atau usaha yang akan dijalankan.

Informasinya selanjutnya yang harus ada diRencana Bisnis adalah mengenai pesaing dan bagaimana kondisi persaingan yang ada. Informasi yang ditampilkan dapat berupa : Pesaing. Pesaing dalam haal ini bisa berupa pesaing langsung maupun easing tidak langsung. Pesaing langsung adalah pesaing yang memiliki produk yang bentuknya sama dengan produk kita, sedangkan pesaing tidak langsung adalah pesaing yang memiliki produk yang bentuknya berbeda dengan produk kita, tapi fungsinya sama. Potensi Persaingan. Posisi dalam persaingan. Informasi lain yang akan sering menjadi perhatian utama dan terutama oleh investor adalah tim. Tim yang ada akan menjadi acuan apakah secara organisasi kita layak atau tidak. Untuk memulai sebuah aktivitas bisnis, formasi tim minimum terdiri atas : Personel diposisi kunci Pegawai Struktur organisasi dan gaya manajemen Salah satu kelemahan lain yang menjadi kendala bagi para pebisnis pemula adalah bagaimana mereka bisa membuat proyeksi keuangan. Sering kali asumsi yang dibuat tidak berdasarkan kondisi nyata yang ada dilapangan. Oleh karena itu, informasi dibawah ini akan membantu untuk lebih meyakinkan apakah rencana bisnis kita layak atau tidak.

59

Biaya modal yang diperlukan Proyeksi pendapatan/penjualan Proyeksi aliran kas Kinerja keuangan yang ditargetkan Data-data yang sebaiknya cukup ditampilkan di lampiran adalah : Kontrak. Pada bagian ini, kontrak kerja sama yang sudah dibuat. Rekomendasi. Bagian ini jika ada skan sangat menentukan untuk lebih meyakinkan pihak yang membaca rencana bisnis kita bahwa kita maupun tim yang akan kita buat mempunyai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis yang telah direncanakan. Foto-foto. Foto denah lokasi, persiapan, desain, logo, produk, personel tim, dan foto lain yang akan membantu meyakinkan pihak yang akan membaca Rencana Bisnis kita. Rincian keuangan. Semua perhitungan keuangan cukup dimasukkan dilampiran. Resume. Untuk lebih member keyakinan yang memadai, data pribadi dari semua anggota tim dilampirkan.

60

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful