Anda di halaman 1dari 10

Lembaran Pengesahan

SINTESIS KALIUM ALUM

Darussalam, 27 Maret 2012 Mengetahui, Asisten

(M. Yusuf)

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Alum merupakan salah satu senyawa kimia yang dibuat dari dari molekul

air dan dua jenis garam, salah satunya biasanya Al2(SO4)3. Alum kalium, juga sering dikenal dengan alum, mempunyai rumus formula yaitu

K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O. Alum kalium merupakan jenis alum yang paling penting. Alum kalium merupakan senyawa yang tidak berwarna dan mempunyai bentuk kristal oktahedral atau kubus ketika kalium sulfat dan aluminium sulfat keduanya dilarutkan dan didinginkan. Larutan alum kalium tersebut bersifat asam. Alum kalium sangat larut dalam air panas. Ketika kristalin alum kalium dipanaskan terjadi pemisahan secara kimia, dan sebagian garam yang terdehidrasi terlarut dalam air. Alum juga dapat berfungsi untuk memurnikan air karna alum sering di sebut juga dengan tawas. Dan ini dapat di lakukan dengan tes laboratorium dengan cara yang paling sederhana. Alum biasanya dapat di gunakan untuk pembuatan bahan tekstil yang tahan terhadap panas, sebagai obat dan lain-lainnya. Berdasarkan tipe-tipe dari alum, aluminium sulfat merupakan salah satunya yang mencakupi alum natrium, alum ammonium dan alum perak.

1.2

Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan adalah untuk mengetahui cara sintesis

senyawa Alum, dan menguji kemurnian atom yang diperoleh dengan menentukan titik leleh.

BAB II DASAR TEORI

Alum merupakan salah satu senyawa kimia di buat dari molekul air dan dua jenis garam, salah satunya Al2(SO4)3 alum kalium, juga sering di kenal dengan alum, dan mempunyai rumus formula yaitu K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O. alum kalium merupakan jenis alum yang paling penting. alum kalium merupakan senyawa yang tidak berwarna dan mempunyai bentuk kristal oktahedral ketika kalium sulfat dan aluminium sulfat di larutkan dan didinginkan. Alum kalium memiliki titik leleh 9000C (Syukri, 1999). Aluminium termasuk unsur yang banyak terdapat di kerak bumi yang ringan dan tahan karat, sehingga banyak di gunakan dalam dunia modern, seperti untuk pesawat terbang, kaleng aluminium dan alat-alat rumah tangga. Daya hantar listrik logam ini cukup baik, sehingga di gunakan sebagai bahan kabel listrik berukuran besar. Logam aluminium bersifat amfoter dapat bereaksi dengan asam dan basa (Muchtardi, 2006). Air yang secara sederhana dapat dilakukan dalam laboratorium dengan menggunakantes yang sederhana, sedangkan prinsip penjernihan air adalah dengan menggunakan stabilitas partikel-partikel bahan pencemar dalam bentuk koloid, stabilitas partikel bahan pencemar sangat tergantung pada ukurannya. Pada umumnya bahan seperti aluminium sulfat [Al2(SO4)3.14H2O atau sering disebut alum atau tawas, fero sulfat, poly aluminium klorida (PAC), dan poly elektrolit organik dapat di gunakan sebagai koagulan. Untuk menentukan dosis yang optimal, koagulan yang sesuai dan pH yang akan di gunakan dalam proses penjernihan. (Reynold, 1982).

BAB III METODELOGI PERCOBAAN

3.1

Alat Dan Bahan Alat yang digunakan adalah Gelas Kimia, Pipet Tetes, Corong Saring,

Pemanas / Hotplate, Ice Bath. Bahan yang digunakan adalah Logam Al, KOH 4 M, H2SO4 6 M.

3.2

Konstanta Fisik Bahan Berat molekul Titik didih 40 0C 98 0C 10, 49 0C Titik leleh Al KOH H2SO4 26, 98 g/mol 56, 098 g/mol 98, 08 g/mol -10 0C -40 0C -10 0C Tinjauan keamanan Korosif Iritasi kulit Iritasi kulit

3.3

Prosedur Kerja 1. Potong kecil-kecil 1 gr aluminium dan masukkan kedalam gelas beaker tambahkan 25 ml KOH 4 M (lakukan dalam ruang asam). 2. Panaskan gelas beaker perlahan-lahan menggunakan hotplate sampai semua logam aluminium habis bereaksi (tidak terjadi lagi reaksi). 3. Saring larutan panas untuk menghindarkan pengotor yang tidak larut. Dinginkan filtratyang diperoleh. Sambil diaduk pelan-pelan tambahkan H2SO4 6 M sampai terbentuk endapan Al(OH)3, tetapi tidak lebih dari 30 ml. jangan sampai Al(OH)3 larut kembali karena H2SO4 berlebih.

4.

Panaskan campuran perlahan-lahan sambil di aduk hingga semua endapan larut kembali.

5.

Saring campuran jika terdapat padatan dan dinginkan filtrate dalam pendingin es (ice bath). Kristal alum akan terbentuk setelah 20 menit. Jika tidak terbentuk kristal, kurangi volume dengan cara pemanasan sampai setengahnya. Untuk memperoleh kristal alum yang besar dan hasil yang lebih banyak proses kristalisasi dapat dilakukan selama satu malam.

6.

saring kristal yang terbentuk menggunakan penyaring vakum dan bilas dengan 5 ml etanol 50% sebanyak dua kali. Keringkan kembali dengan vakum sampai kristal benar-benar kering. Tentukan berat kristal yang diperoleh.

7.

masukkan sedikit kristal alum yang diperoleh ke dalam pipa kapiler dan tentukan titik lelehnya dengan menggunakan melting point apparatus. Bandingkan leleh yang di peroleh dengan titik leleh pada literatur.

BAB IV DATA HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1

Data Hasil Pengamatan Tabel hasil dari percobaan adalah sebagai berikut :

Reaksi Al + KOH Filtrat + H2SO4 Al(OH)3

Pengamatan Logam Al habis bereaksi Kristal putih

4.2

Pembahasan Sejumlah garam aluminium seperti golongan IIA, mengkristal dalam

larutannya sebagai hidrat. Sebagian dari hidrat ini amat larut dalam air dan bersifat delikuesen, misalnya AlX3.6H2O, Al(NO3)3.9H2O. selanjutnya segi-segi kimia tertentu dari senyawa aluminium dalam air diturunkan dari sifat ion aluminium trihidrat [Al(H2O) 6]3+. Senyawa-senyawa aluminium, bentuk alami dari kebanyakan senyawa aluminium diturunkan dari oksida (Al2O3) dan bermacam-macam oksida terhidrat. Misalnya Al2O3.H2O dan Al2O3.3H2O. senyawa oksida jika direaksikan dengan asam sulfat menghasilkan aluminium sulfat pekat Al2O3 + H2O4 Al2 (SO4) 3 + 3H2O Senyawa ini mengkristal dari larutan sebagai Al2(SO4) 3.18H2O. panas.

Larutan berair yang mengandung jumlah molar yang sama dari Al2 (SO4)3 dan K2SO4 mengkristal sebagai kalium aluminium sulfat (KAl(SO4) 2.12H2O). garam ini yang dikenal dengan patas alum atau tawas, termasuk dalam golongan

senyawa dengan nama alum atau tawas. Alum mempunyai mempunyai rumus M(I) M(III) (SO4)2.12H2O dimana M(I) dapat berupa kation apa saja kecuali Li+ dan M(III) adalah kation bermuatan positif tiga (Al3+, Ti3+, V3+, Cr3+, Mn3+, Fe3+, Co3+, Ga3+, In3+, Re3+, Ir3+). Alum mengandung ion [M(H2O)6]+, [M(H2O)6]3+ dan SO42- dengan nisbah 1 : 1 : 2 alum yang umum mempunyai M(I) = K+ atau NH4+ dan M(III) = Al3+. Dalam percobaan ini, dalam pembuatan kalium alum atau tawas mula-mula aluminium di potong kecil-kecil dan di masukkan ke dalam gelas beaker lalu, di tambahkan larutan KOH dan logam-logam aluminium larut semua (terjadi reaksi) di dalamnya. Setelah di panaskan, kemudian disaring larutan yang masih panas untuk menghindari pengotor. Filtrat yang didapat kemudian didinginkan sambil di aduk pelan-pelah lalu ditambahkan H2SO4 6 M sampai terbentuk endapan Al(OH)3, tetapi tidak lebih dari 30 ml, agar tidak melarut kembali akibat H2SO4 yang berlebih. Lalu dipanaskan agar endapan melarut kembali. Kemudian filtrat tersebut didinginkan hingga terbentuk kristal. Setelah satu hari, kristal putih bening terbentuk di dasar erlenmeyer. Untuk memastikan kemurnian kalium alum, dilakukan pengujian titik leleh menggunakan melting point. Hasil yang diperoleh adalah titik leleh kalium alum sebesar 92 C hal tersebut sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa titik leleh kalium alum sebesar 92-93 C.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan


Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah sebagai berikut : Kemurnian kalium alum dapat dibuktikan melalui titik lelehnya. Titik leleh kalium alum diperoleh sebesar 92 C dapat disimpulkan bahwa kalium alum murni. Filtrat + H2SO4 Al(OH)3 menghasilkan endapan putih. Alum atau tawas juga dapat berfungsi sebagai penjernih air . Al + KOH dimana Logam Al habis bereaksi.

5.2 Saran Dalam melakukan percobaan, diharapkan praktikan lebih teliti dalam memahami dan melaksanakan prosedur kerja sesuai skema kerja sehingga kesalahan atau error dapat diminimalisir.

DAFTAR PUSTAKA

Muchtardi, 2006, Kimia, Yidisthira Quadra, Jakarta. Renold, R.D, 1982, Unit Operation and process enviromentar engineering, Broks, California. Syukri, S, 1999, Kimia Dasar, ITB, Bandung.

ABSTRAK

Telah di lakukan percobaan dengan judul Sintesis Kalium Alum yang bertujuan untuk mengetahui cara mensintesis senyawa alumdan menguji kemurnian kalium alum yang diperoleh beradasarkan titik leleh. Prinsip percobaan ini adalah pembuatan kristal melalui proses rekristalisasi serta uji kemurnian berdasarkan titik leleh. Logam aluminium dilarutkan dalam KOH panas, selanjutnya filtrat ditambahkan H2SO4 hingga terbentuk kristal putih seperti garam lalu dipanaskan sehingga endapan larut kembali. Setelah itu didinginkan dan dibiarkan selama satu hari. Hasil dari percobaan didapatkan kristal putih bening terbentuk di dasar erlenmeyer. Titik leleh kristal diperoleh sebesar 92 C, dapat dikatakan bahwa kristal kalium alum yang terbentuk adalah murni.