Anda di halaman 1dari 20

TUGAS INDIVIDU KOMUNIKASI AGRIBISNIS TOMAT

M.2.1

DISUSUN OLEH: AFIF AULIYA 0910483084

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2013

DAFTAR ISI

A. PENDAHULUAN ..................................................................................... 1 B. SEJARAH TOMAT ................................................................................. 2 C. JENIS TANAMAN................................................................................... 3 D. SYARAT TUMBUH TOMAT ................................................................ 4 E. MANFAAT TOMAT ............................................................................... 5 F. EKSPOR BUAH TOMAT ....................................................................... 7 G. SENTRA PENANAMAN ....................................................................... 9 H. PROSPEK AGRIBISNIS BUAH TOMAT ............................................ 9 I. PEENYIMPANAN BUAH TOMAT ...................................................... 9 J. KLASIFIKASI DAN STANDAR MUTU BUAH TOMAT .................. 10 K. ANALISA USAHA TANI BUAH TOMAT ........................................... 10 L. PEMASARAN BUAH TOMAT.............................................................. 14 M. PERKEMBANGAN BUAH TOMAT .................................................... 16

ii

A. PENDAHULUAN

Indonesia sebagai negara agraris masih mengandalkan sektor pertanian sebagai sektor yang berperan penti ng dalam menunjang perekonomian nasional dan meningkatkan penerimaan negara selain dari sektor minyak dan pajak dewasa ini. Sektor pertanian telah ikut mendukung kehidupan ekonomi bangsa Indonesia melalui sub sektor tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Komoditas hortikultura merupakan komoditas yang sangat prospektif, baik untuk mengisi kebutuhan pasar domestik maupun internasional mengingat potensi permintaan pasarnya baik di dala m maupun di luar negeri besar dan nilai melakukan pemuliaan tanaman juga dapat menghasilkan varietas tomat yang memiliki produktivitas tinggi (Agromedia, 2007). Komoditas hortikultura Indonesia sangat potensial untuk dijadikan sebagai komoditas andalan ekspor, hal ini mengingat banyaknya juml ah dan ragam jenis hortikultura yang sudah diperdagangkan ke luar negeri. Sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian nomor: 511 tahun 2006, komoditas yang termasuk tanaman hortikultura dan menjadi binaan Direktorat Jenderal Hortikultura sangat banyak yaitu 323 jenis komoditas sehingga Departemen Pertanian pada tahun 2008 mengeluarkan kebijakan untuk mengembangkan 32 komoditas prioritas antara lain duku, semangka, nenas, salak, melon, sirsak, apel , anggur , rambutan, markisa, jambu, bawang putih, kubis, jamur, paprika, to mat , sayuran organik, sayuran dataran rendah, tanaman hias meliputi: krisan, cordyline, dracaena, melati, sansiviera, polycias, raphis, sedap malam, lidah buaya dan biofarmaka (Bahar,2008). Tomat merupakan tanaman yang memiliki daerah sebaran sangat luas, mulai dari daerah tropis hingga subtropis. Selain itu pertumbuhannya tidak mengenal musim, sehingga mudah diperoleh setiap saat. Varietas atau jenisnya juga cukup banyak. Keanekaragaman varietas tersebut diperoleh melalui kegiatan pemuliaan tanaman. Dengan pemuliaan tanaman, dihasilkan banyak varietas yang memiliki keunggulan, seperti tahan terhadap hama dan penyakit tertentu atau tahan terhadap cuaca atau lingkungan yang tidak mendukung. Selain itu, dengan 3 melakukan

pemuliaan tanaman juga dapat menghasilkan varietas tomat yang memiliki produktivitas tinggi (Agromedia, 2007). Tomat memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dapat memberikan manfaat yang banyak. Tomat juga penting bagi perdagangan karena merupakan komoditi yang dapat diekspor. Peluang meningkatkan ekspor komoditas hortikultura cukup besar, apabila penanganan mulai ditingkat on farm hingga pasca panen dilakukan dengan baik.Tomat juga penting bagi perindustrian karena dapat diolah lagi agar dapat menjadi produk yang memiliki nilai tinggi.

B. SEJARAH TOMAT Tomat merupakan tanaman asli Benua Amerika yang tersebar dari Amerika Tengah hingga Amerika Selatan. Tanaman tomat pertama kali dibudidayakan oleh suku Inca dan suku Aztec pada tahun 700 SM. Sementara itu, bangsa Eropa mulai mengenal tomat sejak Christopherus Columbus pulang berlayar dari Amerika dan tiba di Pantai San Salvador pada tanggal 12 Oktober 1492. Ketika itu, Columbus diperintahkan oleh Ratu Isabella dari Kerajaan Castilia, Spanyol utnuk mencari emas dan rempah-rempah, tetapi ia pulang justru membawa biji-bijian, sepertijagung, cabe, dan tomat. Meskipun ratu Isabella kecewa dengan hasil yang di bawa Columbus, tetapi akhirnya biji-bijian tersebut ditanam juga oleh para petani di Spanyol dan menyebar sampai ke beberapa Negara Eropa lainnya. Kata tomat berasal dari bahasa Aztek, salah satu suku Indian yaitu xitomate atau xitotomate. Tanaman tomat berasal dari negara Peru dan Ekuador, kemudian menyebar ke seluruh Amerika, terutama ke wilayah yang beriklim tropik, sebagai gulma. Penyebaran tanaman tomat ini dilakukan oleh burung yang makan buah tomat dan kotorannya tersebar kemana-mana. Penyebaran tomat ke Eropa dan Asia dilakukan oleh orang Spanyol. Tomat ditanam di Indonesia sesudah kedatangan orang Belanda. Dengan demikian, tanaman tomat sudah tersebar ke seluruh dunia, baik di daerah tropik maupun subtropik. Tanaman tomat termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan.

Tatkala penyebaran tomat telah mencapai Benua Eropa bagian Utara, orangorang di daerah itu menamai tomat dengan berbagai julukan. Orang Perancis menyebut tomat dengan apel cina . Sementara itu, orang Jerman menyebutnya dengan apel surga . Lain halnya di Inggris, orang-orang di Negara kerajaan itu justru tidak percaya kalau tomat bias dimakan. Mereka menganggap tomat adalah buah beracun. Kekhawatiran yang sama juga terjadi di antara penduduk Amerika, bahkan terus berlangsung hingga abad ke-19. namun pada tahun 1821, orangorang Louisianan di New Orleans mulai memakai tomat dalam berbagai menu masakan mereka. Tak lama kemudian berita ini cepat menyebar sehingga banyak ditiru masyarakat luas yang menggunakan tomat sebagai campuran masakan seafood. Penyebaran tomat di Indonesia dimulai dari Filipina dan Negara-negara Asia lainnya pada abad ke-18. Pada awalnya, tomat yang pertamakali ditanam oleh suku Inca dan suku Aztec ini masih berbuah kecil dan produktivitasnya juga masih rendah. Hal ini jelas berbeda dengan kondisi sekarang. Buah tomat yang dihasilkan bias menghasilkan bobothingga 0,4 kg per buah atau 5-8 kg buah per tanaman. Selin kualitas dan buahnya yang tinggi , tanaman tomat hibrida juga mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi agroklimat, mulai daerah dataran rendah, dataran menegah, hinggga dataran tinggi. Bahkan ada juga varietas yang tahan terhadap hama dan penyakit tertentu. C. JENIS TANAMAN Tanaman tomat termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan. Klasifikasi tanaman tomat adalah sebagai berikut: 1. Divisi : Spermatophyta 2. Anak divisi : Angiospermae 3. Kelas : Dicotyledonae 4. Ordo : Solanales 5. Famili : Solanaceae 6. Genus : Lycopersicon (Lycopersicum) 7. Species : Lycopersicon esculentum Mill.

Dari sekian banyak varietas tomat yang ada, yang banyak ditanam petani adalah tomat varietas ratna, berlian, precious 206, kingkong dan intan. Sedangkan dari hasil survei yang telah dilakukan di lapangan varietas yang digunakan adalah varietas Artaloka.

D. SYARAT TUMBUH TOMAT 1. Iklim Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah 750 mm-1.250 mm/tahun. Keadaan ini berhubungan erat dengan ketersediaan air tanah bagi tanaman, terutama di daerah yang tidak terdapat irigasi teknis. Curah hujan yang tinggi (banyak hujan) juga dapat menghambat persarian. Kekurangan sinar matahari menyebabkan tanaman tomat mudah terserang penyakit, baik parasit maupun non parasit. Sinar matahari berintensitas tinggi akan menghasilkan vitamin C dan karoten (provitamin A) yang lebih tinggi. Penyerapan unsur hara yang maksimal oleh tanaman tomat akan dicapai apabila pencahayaan selama 12-14 jam/hari, sedangkan intensitas cahaya yang dikehendaki adalah 0,25 mj/m2 per jam Suhu udara rata-rata harian yang optimal untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah suhu siang hari 18-29 derajat C dan pada malam hari 10-20 derajat C. Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan untuk tanaman tomat yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak. Tetapi, kelembaban relatif yang tinggi juga merangsang mikro organisme pengganggu tanaman 2. Ketinggian tempat Tanaman tomat dapat tumbuh di berbagai ketinggian tempat, baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah, tergantung varietasnya. Tanaman tomat yang sesuai untuk ditanam di dataran tinggi misalnya varietas berlian, varietas mutiara, varietas kada. Sedangkan varietas yang sesuai ditanam di dataran rendah misalnya varietas intan, varietas ratna, varietas berlian, varietas LV, varietas CLN. Selain itu, ada varietas tanaman tomat yang cocok ditanam

di dataran rendah maupun di dataran tinggi antara lain varietas tomat GH 2, varietas tomat GH 4, varietas berlian, varietas mutiara.

E. MANFAAT BUAH TOMAT a) Fungsi Penyediaan Pangan, terutama dalam hal penyediaan vitamin, mineral, serat, energi dan senyawa lain untuk pemenuhan gizi. Sebagai bahan makanan selain memiliki rasa yang unik, yakni manis dan agak asam, tomat juga memiliki kandungan dan komposisi gizi yang tergolong lengkap. Kandungan vitaminnya, terutama vita min A, B, dan C relatif tinggi, demikian juga kandungan mineralnya. Vitamin A misalnya, untuk mencegah mengatasi xeroptalmia pada mata dan penyembuhan penyakit buta malam. Vitamin B untuk mencegah dan mengobati beri beri, radang syaraf, dermatitis, lemah otot, dan penyakit lain yang timbul akibat kekurangan vitamin B. Selanjutnya vitamin C untuk mencegah sariawan, memelihara kesehatan gigi dan gusi serta melindungi dari penyakit lain yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C. Besi (Fe) berguna untuk pembentukan sel darah merah. Kalsium (Ca) bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi. Secara rinci kandungan dan komposisi gizi buah tomat da pat dilihat pada Tabel 1.

b) Fungsi Ekonomi, pada umumnya ko moditas hortikultura mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, sumber penda patan tunai petani,

perdagangan,perindustrian, dan lain-lain. Bagi petani tomat, tomat merupakan produk yang penting bagi keberlangsungan hidupnya. Tomat merupakan produk yang dapat memberikan pendapatan bagi petani dalam bentuk tunai apabila dijual ke pasar atau

pedagang pengumpul. Selain itu, tomat memiliki n ilai ekonomis yang tinggi karena dapat memberikan manfaat yang banyak seperti untuk pangan,

kesehatan, dan keindahan. Tomat juga penting bagi pe rdagangan karena merupakan komoditi yang dapat diekspor. Tomat juga penting bagi perindustrian karena dapat diolah lagi agar dapat menjadi produk yang memiliki nilai yang tinggi. c) Fungsi Kesehatan, bahwa buah dan sayur dan terutama biofarmaka dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit-penyakit tidak menular. Jika dikonsumsi secara rutin, tomat juga dapat mencegah pembentukan batu di saluran kencing, menyembuhkan mual mual pada pagi hari, sakit kuning, sembelit, dan sakit maag. Selain itu, dapat menyembuhkan penyakit lever, encok, tuberkulosis (TBC), dan asma. Khusus bagi anak muda, tomat juga dapat mengatasi jerawat, yakni dengan melulurkan buah tomat di wajah yang terkena jerawat secara rutin setiap hari. Bahkan penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa tomat dapat dimanfaatkan sebagai pencegah kanker, terutama kanker prostat. Asalkan disantap secara teratur sebanyak lima buah setiap minggunya. Hal ini bisa terjadi karena tomat mengandung vitamin C yang tinggi, juga senyawa lainnya seperti likopen, serat, fosfor, kalium, dan betakaroten (Agromedia, 2007) d) Fungsi Sosial Budaya, sebagai uns ur keindahan/kenyamanan lingkungan, upacara-upacara, pariwisata dan lain-lain. tomat juga dapat dipakai sebagai hiasan makanan yang akan menambah keindahan. Seperti dibentuk keranjang dan bunga. Setiap negara dengan negara lainnya mempunyai beberapa perbedaan, di antaranya perbedaan kandungan sumber daya alam, iklim, penduduk, sumber daya manusia, spesifikasi tenaga kerja, konfigurasi geografis,

teknologi, tingkat harga, struktur ekonomi, sosial dan politik, dan sebagainya. Dari perbedaan tersebut di atas, maka atas dasar kebutuhan yang saling menguntungkan, terjadilah proses pertukaran, yang dalam skala luas dikena l sebagai perdagangan internasional (Halwani, 2002)

F. EKSPOR BUAH TOMAT Perkembangan ekspor tomat tahun 2000-2004 menunjukan nilai ekspor tomat segar Indonesia mengalami peningkatan walaupun volumenya menurun. Indonesia berpeluang untuk mengekspor tomat segar karena harga tomat segar di luar negeri lebih tinggi daripada di dalam negeri dan juga meningkatnya permintaan akan tomat segar Indonesia dari luar negeri karena harga tomat segar Indonesia di negara tujuan ekspor dapat bersaing dengan tomat negara lain. (Hanindita, 2008) Selama ini, ekspor tomat segar Indonesia masih terbatas untuk negara

tetangga, seperti Malaysia, Filipina, Singapura, dan Brunei Darussalam. Sedangkan menurut Agromedia (2007) negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, Hongkong, Australia, dan Arab Sa udi juga menggemari produksi tomat segar Indonesia. Kondisi demikian terseb ut merupakan peluang bagi eksportir tomat untuk memperbesar jumlah produksinya dan mengekspornya ke luar

negara tetangga Indonesia. Dalam mengekspor to mat segar, Indonesia harus bersaing dengan negara pengekspor lain seperti Spanyol yang mendominasi

hampir 25 persen pasar ekspor tomat segar dunia, Meksiko yang mendominasi hampir 15 persen pasar ekspor tomat segar dunia, dan Belanda yang mendominasi hampir 8,8 persen pasar tomat dunia (http:// www.fao.org ). Agar dapat bersaing dengan negara pengekspor tomat yang lain, Indonesia harus memperhatikan beberapa hal dalam mengekspor tomat seperti produk yang diekspor tidak mengandung kadar peptisida diatas standar keamanan produk pangan, kemasan tomat harus baik agar tidak terjadi kerusakan pada tomat saat pengiriman serta kemasan tomat harus menarik agar produk dapat memberikan nilai tambah.

Dengan melihat kondisi saat ini, Indonesia berpeluang untuk mengekspor tomat segar karena harga tomat segar di luar negeri yang lebih tinggi daripada harga di dalam negeri dan juga meningkatnya permintaan akan tomat segar

Indonesia dari luar negeri karena harga tomat segar Indonesia di negara tujuan ekspor dapa t bersaing dengan tomat negara lainnya. Hal ini dapat ditunjukkan pada Tabel 3.

Peluang Indonesia dalam era perdag angan dunia yang semakin bebas, memungkinkan pasar domestik akan menjadi lebih terbuka bagi produk

hortikultura (diantaranya tomat) ke luar negeri. Sebaliknya produk hortikultura khususnya tomat Indonesia mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk berperan di pasaran dunia. Kondisi ini dapat dilihat sebagai tantangan dan juga sekaligus sebagai peluang Indonesia. Ter bukanya pasar internasional bagi tomat Indonesia, semakin dikuasainya teknologi budidaya, serta dukungan potensi alam yang sangat baik, pada kenyataannya masih belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia untuk dapat lebih berperan dalam pasar tomat segar dunia.

G. SENTRA PENANAMAN TOMAT Sentra penanaman tomat di dunia adalah di Taiwan, sedangkan di Indonesia adalah daerah Malang.

H. PROSPEK AGRIBISNIS BUAH TOMAT Buah tomat sebagai salah satu komoditas sayuran mempunyai prospek pemasaran yang cerah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya buah tomat yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Potensi pasa buah tomat juga dapat dilihat dari harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga membuka peluang lebih besar terhadap serapan pasar. Peningkatan jumlah penduduk,bpendidikan, kesadaran gizi dan meningkatnya pendapatan masyarakat juga akan meningkatkan kebutuhan buah tomat. Selain itu, meningkatnya kemajuan di bidang industri pengolahan akan berperan terhadap besarnya serapan pasar buah tomat dan meningkatnya pemasarannya. kemajuan di bidang transportasi akan lebih menunjang

I. PENYIMPANAN BUAH TOMAT Teknik penyimpanan untuk mempertahankan kesegaran buah tomat dalam waktu yang lama pada prinsipnya adalah menekan sekecil mungkin terjadinya respirasi (pernafasan) dan transpirasi (penguapan) sehingga menghambat terjadi enzymatis/biokimia yang terjadi dalam buah. Cara atau teknik penyimpanan buah tomat yaitu : 1. Penyimpanan dalam ruangan bertemperatur rendah (48-50 derajat F) dengan mengatur suhu ruangan (85-90%). 2. Penyimpanan dalam ruangan berventilasi tanpa pengatur suhu. 3. Penyimpanan dalam ruangan vakum (tanpa udara). 4. Penyimpanan dengan meredam kedalam air yang mengalir atau tidak mengalir. 5. Penyimpanan dengan timbunan es

J. KLASIFIKASI DAN STANDAR MUTU

Menurut jenis mutunya, tomat segar digolongkan dalam dua jenis mutu yaitu mutu I dan mutu II. 1. Keasaman sifat varietes: mutu I=seragam; mutu II=seragam. 2. Tingkat ketuaan: mutu I=tua, tidak terlalu lunak; mutu II =tua, tidak terlalu lunak. 3. Ukuran: mutu I=seragam; mutu II=seragam. 4. Kotoran: mutu I=tidak ada; mutu II=tidak ada. 5. Kerusakan (jml/jml) dalam %: mutu I=maks. 5; mutu II=maks. 10. 6. Busuk (jml/jml) dalam %: mutu I=maks. 1; mutu II=maks. 1.

K. ANALISA USAHA TANI Analisa kelayakan usaha tani adalah studi kelayakan suatu usaha ditinjau dari sudur ekonomi yang meliputi analisis biaya produksi, analissis modal usaha tani, analisis biaya dan pendapatan, analisis titik impas pulang modal, analisis tingkat kelayakan usaha tani dan analisis tingkat efisiensi pengguanaan modal Analisis Usaha Tani Tomat

(Luas 1 Hektar) I. Persiapan Lahan A. Bahan - Dolomit - Pupuk Kandang - Pupuk NPK - Pestisida alami untuk tanah - Mulsa 2.000 kg@Rp150 20.000 kg@Rp250 1.500 kg@Rp3.500 18 kg@Rp8.500 10 rol@Rp400.000 Rp 300.000

Rp 5.000.000 Rp 5.250.000 Rp 153.000

Rp 4.000.000 ---------------

Subtotal

Rp14.703.000

10

B. Tenaga Kerja - Pembersihan Lahan - Pengolahan Tanah - Perawatan Bedengan - Pengapuran - Penaburan Pupuk Kandang 360.000 - Penaburan Pupuk Buatan - Pemasangan Mulsa 10 HKW@Rp10.000 Rp 120.000 48 HKW@Rp10.000 Rp 480.000 -------------Subtotal Rp4.300.000 40 HKP@Rp12.000 80 HKP@Rp12.000 150 HKP@Rp12.000 Rp 480.000 Rp 960.000 Rp1.800.000

10 HKW@Rp10.000 Rp 100.000 36 HKW@Rp10.000 Rp

II. Pembibitan dan Persemaian A.Bahan - Polibag - Benih - Sungkup Plastik 15 kg@Rp15.000 10 pak@Rp65.000 75 mRp3.500 Rp 225.000 Rp 650.000 Rp 262.500 -------------Subtotal B. Tenaga Kerja - Semai - Pembuatan Lubang Tanam - Penanaman & Penyulaman 45 HKW@Rp10.000 Rp 450.000 10 HKP@Rp12.000 Rp 120.000 Rp1.137.500

40 HKW@Rp10.000 Rp 400.000 ------------Subtotal Rp 970.000

11

III. Pemeliharaan A. Bahan - Ajir - Insektisida - Fungisida - Perekat Serangga - Fungisida Hayati Patogen Tanah 500.000 - Pupuk Daun - Zat Pengatur Tumbuh - Rafia - Herbisida 5 liter@Rp25.000 3 liter@Rp65.000 15 kg@Rp15.000 5 liter@Rp50.000 Rp 125.000 Rp 195.000 Rp 225.000 Rp 250.000 ------------Subtotal Rp11.295.000 21.000 batang@Rp150 20 liter@Rp150.000 65 kg@50.000 5 liter@Rp120.000 10 kg@Rp50.000 Rp3.150.000 Rp3.000.000 Rp3.250.000 Rp 600.000 Rp

B. Tenaga Kerja - Pemangkasan - Pasang Ajir - Pupuk Susulan - Penyemprotan - Panen & Pascapanen 60 HKW@Rp10.000 Rp 600.000 30 HKP@Rp12.000 Rp 360.000

20 HKW@Rp10.000 Rp 200.000 150 HKP@Rp12.000 Rp1.800.000

300 HKW@Rp10.000 Rp3.000.000 90 HKP@Rp12.000 Rp1.080.000 Rp2.000.000 -------------Subtotal Rp9.240.000

- Mandor

4 bln@Rp500.000

12

IV. Peralatan - Sprayer/alat semprot - Ember - Drum - Gembor - Peti 3 buah@Rp300.000 20buah@Rp10.000 3 buah@Rp200.000 1 buah@Rp50.000 1.250 buah@Rp4.000 Rp 900.000 Rp 200.000 Rp 600.000 Rp 50.000

Rp5.000.000 --------------

Subtotal V. Sewa Lahan/Musim VI. Saung/Gubuk Total

Rp6.750.000 Rp1.000.000 Rp 500.000

Rp49.895.500

Populasi tanaman Produksi Hasil Panen

: 25.000 batang : 50 ton : 50.000 kg x Rp2.000 : Rp100.000.000

Keuntungan

: Rp. 100.000.000Rp. 49.895.500 = Rp50.104.500

13

L. PEMASARAN BUAH TOMAT Dalam kegiatan pemasaran ada banyak lembaga tata niaga yang berperan di dalamnya. Lembaga lembaga tata niaga tersebut sangat berpengaruh terhadap tingkat harga yang dapat diterima oleh petani produsen dan tingkat harga yang harus dibayar oleh konsumen. Apabila di dalam program pemasaran melibatkan banyak lembaga tata niaga, maka akan terbentuk system pemasaran dengan mata rantai yang panjang. System pemasaran dengan mata rantai yang panjang menyebabkan harga di tingkat petani menjadi rendah dan harga di tingkat konsumen menjadi tinggi. Keadaan menyebabkan tingginya margin pemasaran, yaitu terdapat selisih yang cukup besar antara harga yang dibayar oleh konsumen pada tingkat harga eceran dan harga yang diterima oleh petani. Terbentuknya margin pemasaran yang tinggi ini tidak menguntungkan bagi kedua pihak. Bagi konsumen, tingkat harga yang tinggi merupakan beban. Sedangkan bagi petani produsen, perolehan keuntungan yang diterima rendah atau berkurang karena rendahnya tingkat harga yang diterima. Oleh karena itu, pengenalan lembaga tata niaga yang terlibat dalam pemasaran hasil pertanian perlu diketahui dan dipelajari oleh para petani produsen sebagai bahan untuk menyusun program atau strategi pemasaran yang efisien. Lembaga lembaga pemasaran yang terlibat dalam pendistribusian buah tomat tidak berbeda dengan jalur-jalur pemasaran komoditas pertanian lainnya. Lembaga lembaga pemasan ini umumnya terdiri atas tengkulak, pedangan pengumpul, pedagang besar, pedagang pengecer (pasar umum, pasar swalayan, warung) industry makanan dan eksportir. Program pemasaran yang efisien adalah jika petani produsen dapat menjual produknya dengan memperpendek jalur pemasaran. Dengan demikian, tingkat harga yang diperoleh akan lebih tinggi sehingga keuntungan yang diperoleh juga lebih tinggi. Keuntungan lain dari pendeknya jalur pemasaran adalah daya beli masyarakat atau konsumen menjadi lebih tinggi karena tingkat harga yang ditawarkan lebih layak dan terjangkau. Pada diagram di di bawah disampaikan pesndribusian buah tomat dari petani produsen ke konsumen yang dapat dijadikan bahan pertimbangan atau pedoman

14

untuk menentukan program pemasaran yang efisien menurut kondisi setiap daerah produsen dan permodalan yang ada ada. Dari contoh diagram alur pendistribusian buah tomat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Rantai pemasaran I: petani produsen tengkulak pedagang pengumpul pedagang besar pedagang pengecer 2. Rantai pemasaran II: petani produsen pedagang pengecer konsumen 3. Rantai pemasaran III: petani produsen eksportir atau petani produsen industri makanan 4. Rantai pemasaran IV: petani produsen tengkulak pedagan pengumpul pedagang besar eksportir atau industry makanan 5. Rantai pemasaran V: petani produsen pedagang besar pedagang pengecer konsumen 6. Rantai pemasaran VI: petani produsen tengkulak pedagang pengumpul eksportir atau industry makanan

15

Rantai pemasaran I dan IV merupakan jalur pendistribusian yang panjang karena melibatkan banyak lembaga pemasaran. Dengan demikian, system pemasaran pada rantai pemasaran I dan IV tidak efisien untuk menunjang keberhasilan usaha tani. Jalur pemasaran yang pendek dapat ditempuh melalui rantai pemasaran II, III, V dan VI. Dengan pengelan lembaga pemasaran yang terlibat dalam pendistribusian barang, maka program pemasaran yang menguntungkan dapat ditentukan. Sebab, keberhasilan di dalam usaha tani sangat ditentukan oleh keberhasilan dalam membuat program pemasaran. Teknik produksi yang baik tanpa disertai dengan program pemasaran yang baik, maka keuntungan yang tinggi akan sulit dicapai.

M. PERKEMBANGAN PRODUKSI BUAH TOMAT Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill) merupakan tanaman hortikultura penting di Indonesia, selain digolongkan kedalam komoditas sayuran buah tomat juga digolongkan kekomoditas buah-buahan. Buah tomat biasanya digunakan sebagai campuran bumbu masak dan dapat dikonsumsi secara langsung selain itu, buah tomat digunakan sebagai obat dan bahan baku pembuatan kosmetik. Buah tomat mempunyai berbagai macam kandungan seperti vitamin C, A dan mineral sehingga yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh, selain itu lycopene berfungsi sebagai antioksidan yang mampu mencegah radikal bebas dan penyakit kronis seperti jantung koroner dan kanker (Pracaya, 1998). Dalam 100 gram buah tomat mengandung 20% vitamin C, sehingga buah ini banyak digunakan untuk menuhi kebutuhan vitamin C setiap hari. Buah tomat kering sekitar 50% dari berat keringnya terdiri dari gula-gula pereduksi (terutama glukosa dan fruktosa), sisanya asam-asam organik, mineral,pigmen, vitamin dan lipid.Pada tahun 2007 produksi komoditas hortikultura mengalami peningkatan sebesar 4,34-7,3 persen. Begitu juga komoditas sayuran naik dari 9,52 juta ton menjadi 9,94 juta ton. Namun, Produksi tomat di Indonesia rata-rata produksinya masih rendah, yaitu 6,3 ton/ha jika dibandingkan produksi rata-rata tomat negara Taiwan yaitu 21 ton/ha dan india yang mencapai 9,5 ton (Wijayani, 2005).

16

Peningkatan produksi dan kualitas tomat perlu ditingkatkan untuk mencukupi kebutuhan pasar. Kulitas buah tomat dibagi menjadi 3 yaitu kulitas buah bagian luar, dalam dan rasa. Kulitas buah berkaitan dengan rasa meliputi rasa manis, rasa asam, kekenyalan dan jumlah air buah. Dominasi rasa manis lebih disukai daripada rasa asam meskipun rasa asam dan manis ada didalam buah tomat. Secara umum, kosumsi buah dan sayur meningkat tajam 60,7% (36,44 kg/orang/tahun untuk buah dan 46,5% (30,56 kg/orang/tahun) (Setyabudi, 1999). Diramalkan konsumsi buah dan sayuran di dunia umumnya dan Indonesia khususnya, pada tahun mendatang juga akan meningkat sesuai kesadaran kesehatan.

17

DAFTAR PUSTAKA Anonymous, 2012. http://rhephi.wordpress.com/2007/10/01/sejarah-danperkembangan-tomat/. Diunduh tanggal 3 Oktober 2012. Anonymous, 2012. http://dimasadityaperdana.blogspot.com/2009/05/budidayatomat.html. Diunduh tanggal 3 Oktober 2012 Anonymous, 2012. online.com/show_article.php?rid=16&aid=776. Oktober 2012. http://www.agrinaDiunduh tanggal 3

Anonymous, 2012. http://seagames-scine.blogspot.com/2009/11/perkembangankomoditi-tomat.html. Diunduh tanggal 4 Oktober 2012 Cahyono, Bambang. 2008. Tomat, Usaha Tani dan Penanganan Pasca Panen. Kanisius. Yogyakarta.

18