Anda di halaman 1dari 4

Bahan Bangunan Untuk Arsitektur Hijau

Akhir-akhir ini kepedulian orang untuk membangun bangunan dengan konsep arsitektur hijau (green architecture) semakin meningkat. Beberapa ciri dari bangunan dengan konsep arsitektur hijau antara lain adalah hemat energi, menggunakan sedikit sumber daya alam, dan tidak mencemari lingkungan. Beberapa bahan bangunan yang mendukung konsep arsitektur hijau tersebut antara lain : Bekisting pelat besi Penggunaan bekisting pelat besi untuk pekerjaan struktur beton daripada penggunaan bekisting kayu (multiplek, balok, dan kaso kayu) akan menyelamatkan banyak pohon. Selain itu bekisting besi mempunyai ketahanan yang sangat baik dan dapat dipakai berulang kali sehingga jatuhnya akan lebih murah daripada menggunakan bekisting kayu. Bata ringan Bata ringan dapat didaur ulang sehingga ramah lingkungan. Selain itu bata ringan juga dapat berfungsi sebagai insulasi panas pada dinding rumah. Insulasi atap Penggunaan insulasi atap akan mengurangi panas dalam bangunan, sehingga penggunaan AC dapat dikurangi, tentunya akan menghemat biaya listrik. Cat anti panas Penggunaan cat anti panas juga akan mengurangi panas dalam bangunan, sehingga penggunaan AC dapat dikurangi, tentunya akan menghemat biaya listrik. Kaca hemat energi Penggunaan kaca hemat energi pada banyak bukaan / jendela akan mengurangi penggunaan lampu di siang hari. Selain itu kaca hemat energi akan mengurangi panas yang masuk ke dalam bangunan, sehingga penggunaan AC dapat dikurangi, tentunya akan menghemat biaya listrik. Perkerasan paving blok / grass blok

Dengan penggunaan paving blok / grass blok sebagai perkerasan jalan atau parkir maka air hujan masih dapat meresap ke tanah. Septic tank bioseptik Dengan penggunaan bio septiktank limbah akan diolah oleh bakteri / mikroorganisme sehingga sisa air dapat dibuang langsung ke saluran biasa tanpa khawatir akan mencemari lingkungan. Dari segi biaya konsep arsitektur hijau pada awal pembangunan mungkin akan lebih mahal, tetapi untuk jangka panjangnya akan terdapat banyak penghematan dari bangunan yang hemat energi, selain itu kita juga ikut melestarikan lingkungan.

pohon dimana dipengaruhi iklim global tetapi juga pendekatan tersebut berpengaruh balik kepadaperubahan iklim global.Ada bangunan yang merespon dengan baik sehingga akan menjadikan hasilyang lebih baik.Peran peran arsitek pada perancangan banguna-bangunan dan juga lingkungannyaakan berpengaruh terhadap iklim global.Sektor-sektor konstruksi,pembangunan pun berpengaruhterhadap perusakan lingkungan ,dapat dilihat dari pengambilan material mulai dari hulu kehilir,secara terus menerus,mengurangi tanaman,yang akan menjadikan banyak bencana dan bumisemakin panas.Pengaruh Iklim terhadap arsitektur dan pengaruh balik arsitektur terhadap perubahan iklim harusdilihat secara bijaksana.Indonesia sebagai Negara beriklim tropis,dalam pembangunannyaseharusnya dapat memanfaatkan keuntungan iklim tropis di Indonesia,seperti panas matahari yangmenyinari setiap hari,adanya daerah-daerah yang sering hujan,tanah yang bagus sehingga dapatditumbuhi tanaman.Negara lain pun yang beriklim subtropics,dll memiliki kelebihannya sendiri daniklim-iklim ini erat kaitannya dengan pembangunan diwilayah tersebut. Salah satu alasan mengapamanusia membuat bangunan adalah karena kondisi alam iklim tempat manusia berada tidak selalubaik menunjang aktivitas yang dilakukannya. Karena cukup banyak aktivitas manusia yang tidakdapat diselenggarakan akibat ketidaksesuaian kondisi iklim luar, manusia membuat bangunan.Dengan bangunan, diharapkan iklim luar yang tidak menunjang aktivitas manusia dapatdimodifikasidiubah menjadi iklim dalam (bangunan) yang lebih sesuai.Usaha manusia untukmengubah kondisi iklim luar yang tidak sesuai menjadi iklim dalam (bangunan) yang sesuai seringkalitidak seluruhnya tercapai. Dalam banyak kasus, manusia di daerah tropis seringkali gagalmenciptakan kondisi termis yang nyaman di dalam bangunan. Ketika berada di dalam bangunan,pengguna bangunan justru seringkali merasakan udara ruang yang panas, sehingga kerap merekalebih memilih berada di luar bangunan.Pada saat arsitek melakukan tindakan untuk menanggulangi persoalan iklim dalam bangunan yangdirancangnya, ia secara benar mengartikan bahwa bangunan adalah alat untuk memodifikasi iklim.Iklim luar yang tidak sesuai dengan tuntutan penyelenggaraan aktivitas manusia dicoba untukdiubah menjadi iklim dalam (bangunan) yang sesuai.Arsitek di daerah subtropis tentu berbeda dalampendekatan perancangan terhadap bangunan didaerahnya,dengan pendekatan dinding dualapis,atap dapat datar,dll.Di Indonesia,sudah ada ratusan tahun yang lalu rumah-rumah tradisional yang terbukti sampai

sekarang baik dalam hal beradaptasi terhadap iklim di Indonesia dan jugaperubahan Iklim.Arsiteknya pada dahulu menggunakan pendekatan alamiah dan sebenarnya pada saat sekaranpendekatan ini dapat diterapkan.Dengan aturan-aturan hanya kayu apa yang digunakan,materialbambu,pengangkatan lantai dari tanah karena lembabnya tanah,pemasukan udara melalui sela-seladindin,dll,berbeda sekali dengan konstruksi material yang menghabiskan banyak energi danpencariannya secara besar- besaran pada zaman sekarang ini. Di sini terlihat bahwa arsitektur yangdirancang guna mengatasi masalah iklim setempat, karena pemecahan problematik iklim merupakan suatu tuntutan mendasar yang wajib dipenuhi oleh suatu karya arsitektur di manapun diadibangun. Dengan perbuahan iklim ini,dan juga pemanfaatan iklim di Indonesia, ada beberapaarsitek yang menggunakan pendekatan seperti yang tadi dijelaskan diatas yaitu memikirkan masayang akan datang ( sustainable).Arsitek dalam merancang lingkungan binaan salah satunya bangunan menyadari perubahan iklimadalah sesuatu yang berpengaruh terhadap bangunan yang akan dibuatnya,dan juga manusiamengetahui bahwa iklim sangat berpengaruh terhadap tempat yang ia tinggali. Banyak cara untukpendekatan terhadap perubahan iklim dan juga iklim setempat di berbagai daerah.Contoh diatasdengan menggunakan Menciptakan iklim mikro (dalam dearah tertentu) dengan menanam pohonpelindung dengan tajuk lebar akan mengurangi suhu cukup signifikan dalam daerah yangterlindungi/teduh. Ruang terbuka (hijau) juga penting, selain sebagai penyerap karbon, jugamerupakan ruang interaksi sosial bagi pengguna bangunan. Penghawaan dan pencahayaan alamidapat mengurangi beban pengoperasian bangunan. Selain itu, penyinaran panas yang berlebihanjuga harus dihindari untuk mengurangi beban pendinginan udara.Hal ini dapat dilakukan dengan merancang sirip-sirip atau kanopi di jendela-jendela bangunan.Airhujan yang terjadi di Indonesia dimanfaatkan secara baik untuk memenuhi kebutuhan air penghunibangunan..Jika iklim mikro ini diterapkan disetiap rumah ,dapat dibayangkan bagaimana hasilnya.Indonesia, sebagai negara tropis, mendapatkan sinar matahari, sepanjang tahun. Hal ini dapatdimanfaatkan oleh perancang dengan memasang solar panel untuk menyimpan energi surya yangdapat memenuhi sebagian kebutuhan energi bangunan Indonesia, dengan teknologi rendah danharga yang terjangkau. Ada beberapa teknologi lainnya yang dapat dimanfaatkan seperti mikro hidro(untuk komunitas) dan tenaga angin (di daerah dengan kecepatan angin tertentu).Teknologi tidak selamanya menyumbang terhadap pemanasan global,tetapi juga dengan penerapanteknologi yang baik dan terencana ,akan menjadi sebuah lingkungan binaan yang baik danberkelanjutan.Lingkungan yang beradaptasi dengan pengaruh iklim local dan iklim global dapatdimanfaatkan dengan baik,selain mengurangi dampak pemanasan global juga member sumbangsihterhadap keberlanjutan lingkungan binaan tersebutAdaptasi dan pendekatan terhadap perubahan iklim global dapat dilakukan dengan mengadopsikearifan lokal dalam perancangan.Pada zaman dahulu di Indonesia para perancang rumah rumahyang disebut Arsitektur Tradisiona l sudah menerapkan rancangan yang terbukti bertahan dalammenghadapi iklim di Indonesia. Pada tahun 1980 an para arsitek Indonesia bergelut dengan topik Arsitektur Tropis yang bertujuan memanfaatkan sebesar mungkin keuntungan geografis Indonesiadi daerah tropis guna mengurangi pemakaian energi di dalam bangunan.Sekarang yang dibicarakanmenjadi Green Architecture ataupun Sustainable Architecture yang sebenarnya merupakanpenyempurnaan dari prinsip-prinsip dasar yang terbahas dalam Arsitektur Tropis denganmemanfaatkan kemajuan teknologi (yang baik) dalam pergerakan arsitektur global.ProtokolKyoto,Climate exchange,Peringatan Hari Bumi,merupakan perhatian nyata

warga dunia terhadapperubahan iklim global yang semakin terasa.,dan bumi,sebgai tempat manusia tinggal danberaktivitas sudah semakin terdesak,dengan segala kerusakan yang manusia timbulkan dimukabumi. Arsitek dalam hal ini memiliki peran penting ,dalam dunia rsitektur ,bangunan terbentuk umumnyamenyesuaikan dengan iklim dimana bangunan itu berada,bangunan berfungsi untuk manusiaberaktivitas didalamnya dan dapat menghadapi iklim global.Dalam menghadapi iklim seperti ini,tidakhanya bangunan yang kuat merespon perubahan iklim tetapi juga memanfaatnkan danmejadikannya sebagai bangunan yang sustainable ,member sumbangsih dengan mengurangi efekpemanasan global dan juga berperan menjadikan bumi semakin baik dan bersahabat denganmanusiahttp://rizkilesus.wordpress.com/2010/01/17/perubahan-iklim-peran-arsitek-untuksustainable-life/