Anda di halaman 1dari 11

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana

MODUL PERTEMUAN KE – 11 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI

MATERI KULIAH:

Terminologi, Umur Beton, Kekuatan Tekan Beton (f’c), Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kekuatan Tekan Beton, Campuran Pasca Semen Segar dan Beton, Sifat dan Karakteristik Campuran Beton.

POKOK BAHASAN: BETON 1-1 TERMINOLOGI Menurut Pedoman Beton 1989, Draft Konsesus ( SKBI.1.4.53, 1989 : 4-5 ) beton didefinisikan sebagai campuran semen Portland atau sembarang semen hidrolik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air denagn atau tanpa menggunakan bahan tambahan. Macam dan jenis beton menurut bahan pembentuknya adalah beton normal, bertulang, pra-cetak, pra-tekan, beton ringan, beton tanpa tulangan, beton fiber dan lainnya. Proses awal terjadinya beton adalah pasta semen yaitu proses hidrasi antara air dengan semen, selanjutnya jika ditambahkan dengan agregat halus menjadi mortar dan jika ditambahkan dengan agregat kasar menjadi beton. Penambahan material lain akan membedakan jenis beton, misalnya yang ditambahkan adalah tulangan baja akan terbentuk beton bertulang. Proses terbentuknya beton dapat dilihat pada Gambar 6.1

TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI/TEKNIK SIPIL/PKSM/UNIVERSITAS MERCU BUANA/MODUL KE-11 OLEH: IR. ALIZAR, M.T

1

ALIZAR.1 Proses Terjadinya Beton Beberapa pengertian dan definisi menurut Pedoman Beton 1989 Draft Konsesus dan terminologi ASTM-C. AGREGAT RINGAN.T 2 . BETON PRACETAK. DAN LAINNYA BETON BERTULANG. PRECAST.125 adalah sebagai berikut : TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI/TEKNIK SIPIL/PKSM/UNIVERSITAS MERCU BUANA/MODUL KE-11 OLEH: IR. BETON PRESTRESS. DAN LAINNYA JENIS BETON Gambar 6. BETON RINGAN.Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana SEMEN PORTLAND PASTA SEMEN AIR DENGAN ATAU TIDAK MENGUNAKAN BAHAN TAMBAH AGREGAT HALUS MORTAR AGREGAT KASAR BETON DITAMBAHKAN TULANGAN. SERAT. M. BETON SERAT. PRESTRESS.

beton yang menggunakan agregat normal. atau beton ringan berpasir TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI/TEKNIK SIPIL/PKSM/UNIVERSITAS MERCU BUANA/MODUL KE-11 OLEH: IR. agregat kasar dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. beton yang mengandung agregat ringan yang memenuhi ketentuan dan persyaratan ASTM-C. beton yang menggunakan tulangan dengan jumlah dan luas tulangan tidak kurang dari nilai minimum yang disyaratkan. pasta semen ditambah dengan agregat halus. dengan atau tanpa pratekan dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja. ALIZAR. beton bertulang dimana telah diberikan tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat pemberian beban yang bekerja.T 3 . elemen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak ditempat yang berbeda dari posisi akhir elemen dalam struktur.567 tidak lebih dari 1900 kg/cm³.330 dan mempunyai unit massa kering udara seperti yang ditentukan oleh ASTM-C. Beton normal Beton bertulangan Beton pracetak Beton prestress ( pratekan ) Beton ringan struktural Beton ringan total beton yang seluruh agregat terdiri dari agregat halus dengan berat normal. agregat halus. M.1 Definisi dan Pengertian Pasta semen Mortar Beton campuran antara air dengan semen. campuran semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain.Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana Tabel 6.

= Kekuatan tekan beton rata-rata yang dibutuhkan. S = Deviasi standar ( s ) ( MPa ). Menurut Srandar Nasional Indonesia kuat tekan harus memenuhi TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI/TEKNIK SIPIL/PKSM/UNIVERSITAS MERCU BUANA/MODUL KE-11 OLEH: IR. ALIZAR. Pada tahap pelaksanaan konstruksi. M. 1-3 KEKUATAN TEKAN BETON (f’c) Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur. f’c fck = Kekuatan tekan beton yang disyaratkan ( MPa ). Biasanya kekuatan tekan rencana beton dihitung pada umur 28 hari. Kekuatan tekan beton pada kasus-kasus tertentu terus akan bertambah sampai beberapa tahun dimuka. sebagai dasar pemilihan perancangan campuran beton ( MPa ). Kriteria penerimaan beton tersebut harus pula sesuai dengan standar yang berlaku. Kekuatan tekan beton dinotasikan sebagai berikut ( PB. = Kekuatan tekan beton yang didapatkan dari hasil uji kubus 150 mm atau dari silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm ( MPa ). tetapi setelah itu kenaikannya akan kecil. Untuk struktur yang menghendaki kekuatan awal tinggi.1989:16 ). maka campuran dikombinasikan dengan semen khusus atau ditambah dengan bahan tambahan kimia dengan tetap menggunakan jenis semen tipe I ( OPC-I ). Kekuatan beton akan naiknya secara cepat ( linier ) sampai umur 28 hari. semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan. Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki.Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana 1-2 UMUR BETON Kekuatan tekan beton akan bertambah dengan naiknya umur beton.T 4 . Laju kenaikan umur beton sangat tergantung dari penggunaan bahan semen karena semen cenderung secara langsung memperbaiki kinerja tekannya. Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan suatu kuat tekan rata-rata yang disyaratkan. beton yang telah dirancang campurannya harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memperkecil frekuensi terjadinya beton dengan kuat tekan yang lebih rendah dari f’c seperti yang telah disyaratkan. fc f’cr = Kekuatan tarik dari hasil uji belah silinder beton ( MPa ).

maka diuji mengikuti ketentuan selanjutnya. Proporsi bahan-bahan penyusunnya. Keadaan pada saat pengecoran dilaksanakan.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan beton TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI/TEKNIK SIPIL/PKSM/UNIVERSITAS MERCU BUANA/MODUL KE-11 OLEH: IR.T 5 . M. 1-4 FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN TEKAN BETON Bebarapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton dapat dilihat pada Gambar 6.82 s untuk rata-rata empat buah benda uji yang berpasangan. ALIZAR.2 Ada empat bagian utama yang mempengaruhi mutu dari kekuatan beton tersebut. Gambar 6. Jika tidak memenuhi. (4). yaitu (1).85 f’c untuk kuat tekan rata-rata dua silinder dan memenuhi f’c + 0. Metode perancangan. (2). Perawatan dan. yang terutama dipengaruhi oleh lingkungan setempat.Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana 0. (3).

M. dan B adalah nilai konstanta. 1920 : 220) dinyatakan dalam persamaan f’c = A/(B1. ALIZAR. Komposisi dari bahan-bahan kimia semen. Namun demikian. nilai FAS yang semakin rendah tidak selalu berarti bahwa kekuatan beton semakin tinggi. dimana A.T 6 . 1980 (Ulasan PB. Ada batas-batas dalam hal ini. yaitu kesulitan dalam pelaksanaan pemadatan yang pada akhirnya akan menyebabkan mutu beton menurun. Namun demikian air yang tak dapat diminum pun dapat digunakan sebagai campuran beton. 1989 : 31) dan pasal 3. Air yang ada dalam campuran semuanya akan digunakan untuk proses hidrasi. (3). asalkan memenuhi syarat mutu yang disyaratkan. Pada praktiknya. 1989 Draft Konsensus. Hubungan antara FAS dengan kuat tekan beton ( Duff Abrams. Fakor air semen.untuk mengatasi kesulitan pengerjaan karena rendahnya nilai FAS ini. (2). Untuk kasus ini di Indonesia. semakin rendah mutu kekuatan beton. Rata-rata ketebalan lapisan yang memisahkan antar partikel dalam beton sangat bergantung pada faktor air semen yang digunakan dan kehalusan butir semennya. Seperti yang dijelaskan di bagian bahan-bahan penyusun beton. Gabungan antara semen dengan air merupakan pasta semen.Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana 1-5 CAMPURAN PASTA SEMEN SEGAR DAN BETON Proses hidrasi adalah proses yang paling membutuhkan air.5X). a) Faktor Air Semen (FAS) Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai FAS. dan X adalah FAS (semula dalam proporsi volume).4 PB. Kehalusan butir dari semen dan. Kontribusi yang diberikan oleh semen terhadap peningkatan kekuatan beton terutama terdapat dalam tiga fakor. ditambahkan bahan tambah “Admixture TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI/TEKNIK SIPIL/PKSM/UNIVERSITAS MERCU BUANA/MODUL KE-11 OLEH: IR. air yang dapat diminum dapat digunakan untuk campuran beton.4 dan maksimum 0. Nilai FAS yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaan. yaitu (1).65. air yang digunakan sebagai campuran beton harus memenuhi syarat baku mutu sesuai dengan BS 3148. Umumnya nilai FAS minimum yang diberikan sekitar 0.

hasil penelitian (Abrams. ALIZAR.3 Hubungan antara kekuatan tekan dengan FAS (Talbot & Richart) Gambar 6. Akan tetapi.0 untuk beton yang berumur 28 hari (Gambar 6.T 7 . 1920) menunjukkan bahwa bertambahnya WCR/FAS hingga lebih dari 0.2 sampai 0. M.6 akan menurunkan kekuatan beton sampai mendekati nol pada FAS 4. Gambar 6. 1920) TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI/TEKNIK SIPIL/PKSM/UNIVERSITAS MERCU BUANA/MODUL KE-11 OLEH: IR.4 Hubungan antara kekuatan tejan dengan FAS (Abram. 1942 : 248) pada rasio air semen 0.Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana Concrete” yang bersifat menambah keenceran “Plasticity or Plasticilizer Admixture”. kekuatan beton akan naik seperti yang terlihat pada Gambar 6.4). Menurut Talbot dan Richard (Ilsley.3.5.

susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energi pemadatan dan tindakan preventif terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton. Jika melihat fungsi agregat dalam campuran beton hanya sebagai pengisi maka diperlukan suatu sifat yang saling TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI/TEKNIK SIPIL/PKSM/UNIVERSITAS MERCU BUANA/MODUL KE-11 OLEH: IR. Seperti yang telah dijelaskan. Gaya gesek dalam. jika sebaliknya maka harus dikurangi. waktu yang dibutuhkan semen untuk mengeras semakin cepat. a) Sifat dan Karakteristik Bahan Penyusun Selain kekuatan pasta semen. proporsi campuran agregat dalam beton adalah sekitar 70-80%. Pasta semen tidak bersifat elastis sempurna. ALIZAR. Semakin halus butir semen. Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air. c) Komposisi Kimia Komposisi kimia semen akan menyebabkan perbedaan dari sifatsifat semen. 1-6 SIFAT DAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON Sifat dan karakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang telah mengeras. sehingga pengaruh agregat akan menjadi besar. Jika beton menggunakan bahan kimia yang dapat mempercepat waktu pengikatan maka kadar kimia senyawa kimia C3S dalam semen harus diperbanyak. Beberapa sifat dan karakteristik beton yang perlu diperhatikan antara lain adalah modulus elastisitas beton.T 8 . begitu juga sebaliknya. kekuatan tekan. M. tetapi merupakan viscoelastic-solid. baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi tekniknya. hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah agregat. Semakin baik mutu agregat yang digunakan. permeabilitas dan sifat panas yang akan dijelaskan pada bab berikutnya. secara linear dan tidak langsung akan menyebabkan mutu beton menjadi baik. kekentalan aliran gel (pasta semen) dan penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan porinya.Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana b) Kehalusan Butir Semen Kehalusan butir semen merupakan sifat fisika dari semen . semakin halus butiran semen. secara tidak langsung akan menyebabkan perbedaan naiknya kekuatan dari beton yang akan dibuat. proses hidrasi semen akan semakin cepat sehingga kekuatan beton akan lebih cepat tercapai.

Tekstur permukaan. Reaksi kimia. (5). b) Metode Pencampuran Penentuan Proporsi Bahan (Mix Design) Proporsi campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui perancangan beton (mix design). Ketahanan terhadap panas. ACI maupun SII. Department of Engineering. Metode American Concrete Institute. Metode Pencampuran (mixing) Metode pencampuran dari beton diperlukan untuk mendapatkan kelecakan yang baik sehingga beton dapat dengan mudah dikerjakan.Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana mengikat dan saling mengisi (interlocking) yang baik. antara lain : (1). Metode perancangan ini pada dasarnya menentukan komposisi dari bahanbahan penyusun beton untuk kinerja tertentu yang diharapkan. M. Perbandingan agregat dan semen campuran. (3). Kekuatan agregat. Gradasi. 4. (3). Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan beton terhadap agregat : (1). Portland Cement Association. Hal ini dimaksudkan agar proporsi dari campuran dapat memenuhi syarat kekuatan serta dapat memenuhi aspek ekonomis. Kemudahan pengerjaan atau workability pada pekerjaan beton didefinisikan sebagai kemudahan untuk dikerjakan. Bentuk dan ukuran. namun karena prosentase agregat yang besar dalam volume campuran.T-15-1990-03) dan (6). Penentuan proporsi campuran dapat digunakan dengan beberapa metode yang dikenal. Detail mengenai sifat agregat ini dapat dilihat di buku Seri Bahan-Bahan Penyusun Beton. baik saat beton dalam keadaan segar ataupun saat beton mengeras nantinya. Departemen Pekerjaan Umum (SK. TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI/TEKNIK SIPIL/PKSM/UNIVERSITAS MERCU BUANA/MODUL KE-11 OLEH: IR. (2).SNI. (4). Road Note NO. ALIZAR. Agregat yang digunakan dalam beton yang berfungsi sebagai bahan pengisi. (2). (5). Cara coba-coba. (6).T 9 . dan (7). hal ini dapat tercapai jika bentuk permukaan dan bentuk agregatnya memenuhi syarat yang diberikan baik itu syarat ASTM. (4). Bahan tambah biasanya hanya digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat beton. British Standard. Banyaknya dan komposisi kimia dari bahan tambah akan menyebabkan karakteristik yang berbeda terhadap kinerja beton yang diharapkan. maka agregat memberikan kontribusi terhadap kekuatan beton.

Pemadatan yang berlebih pun akan menyebabkan terjadinya bleeding. Namun demikian nilai dari slump ini harus dibatasi. Pemadatan Pemadatan yang tidak baik akan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. Kemudahan pekerjaan ini diindikasikan melalui slump test . Keadaan permukaan landasan dan (5). d) Kondisi Pada Saat Pengerjaan Pengecoran Kondisi pada saat pekerjaan pengecoran akan mempengaruhi kualitas beton yang dibuat. c) Perawatan Perawatan terutama dimaksudkan untuk menghindari panas hidrasi yang tidak diinginkan. yang terutama disebabkan oleh suhu. Cara dan bahan serta alat yang digunakan untuk perawatan akan menentukan sifat dari beton keras yang dibuat. M. ALIZAR. Jika syarat-syarat pengecoran tidak terpenuhi. walaupun rencana campuran baik dan syarat mutu bahan telah terpenuhi. Cara pembebanan. 1942:224). Pengadukan yang tidak baik akan menyebabkan terjadinya bleeding. dan hal-hal lain yang tidak dikehendaki. (3). (4). Faktor-faktor tersebut antara lain : (1). terutama dari sisi kekuatannya. Metode pengadukan atau pencampuran beton akan menetukan sifat kekuatan dari beton. karena tidak terjadinya pencampuran bahan yang homogen.Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana dituangkan dan dipadatkan serta dibentuk dalam acuan (Ilsley. kemungkinan besar kekuatan tekan yang direncanakan tidak akan tercapai.T 10 . (2). Hal lain yang dapat dilakukan adalah melihat manual pemadat yang digunakan sehingga pemadatan pada campuran beton dapat dilakukan secara efisien dan efektif. Nilai slump yang terlalu tinggi akan membuat beton kropos setelah mengeras karena air yang terjebak dalamnya menguap. semakin mudah untuk dikerjakan. Bahan-bahan penyusun TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI/TEKNIK SIPIL/PKSM/UNIVERSITAS MERCU BUANA/MODUL KE-11 OLEH: IR. semakin tinggi nilai slump. Pengecoran (Plancing) Metode pengecoran akan mempengaruhi kekuatan beton. Bentuk dan ukuran contoh. Kadar air. Waktuwaktu yang dibutuhkan untuk merawat beton pun harus terjadwal dengan baik. Pemadatan harus dilakukan sesuai dengan syarat mutu. Suhu contoh.

ALIZAR. pengolahan dan perawatan akan dibahas pada bab selanjutnya.T 11 . Latihan 1. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton! 4. Gambarkan dan jelaskan proses terjadinya beton! 2. Gambarkan hubungan antara faktor air semen dengan kuat tekan beton! TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI/TEKNIK SIPIL/PKSM/UNIVERSITAS MERCU BUANA/MODUL KE-11 OLEH: IR.Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana beton serta metode perancangan. M. Mengapa uji kekuatan tekan beton umumnya dilakukan pada umur 28 hari? 3.